Daerah

Walikota Molen Resmikan Gerai Mc Donalds Pangkalpinang

WARTABANGKA, PANGKALPINANG– Salah satu makanan cepat saji asal Amerika Serikat Mc Donalds kini sudah dapat dinikmati masyarakat luas. Gerai yang berlokasi di Jalan Jeletung No. 25, Kecamatan Rangkui ini sudah diresmikan Walikota Pangkalpinang Maulan Aklil (Molen) dengan pemotongan pita pada Jumat (15/10) siang.

Kehadiran Mc Donalds di kota Pangkalpinang kata Walikota Molen menambah nilai investasi, bahkan nilai investasinya sampai 15 miliar rupiah.

“Belum lagi dari penyerapan tenaga kerja lokalnya mencapai 30 orang. Ini tentunya harus kita syukuri bersama. Apalagi situasi pandemi Covid-19 ini sangat jarang orang mau berinvestasi,” ujar Molen kepada wartawan usai acara.

Molen mengharapkan dengan kehadiran Mc Donalds tentunya dapat menjadi magnet atau pemicu investor lainnya untuk menanamkan investasinya di Kota Pangkalpinang.

Walikota muda ini juga mempunyai keyakinan kuat kalau kedepan akan ada lagi investor yang akan berinvestasi di kota beribu senyuman.

Keyakinan ini kata Molen, diungkapkannya sudah ada dua tenant atau penyewa besar yang sudah melakukan komunikasi dengan dirinya, namun dia enggan membeberkan tenant yang dimaksud.

“Ya kita doakan saja tenant ini akan masuk ke kota Pangkalpinang. Tapi ini kita masih rahasiakan,” ungkapnya.(*)

BPJ Apresiasi Upaya PLN Lakukan Percepatan Pemulihan Sistem Kelistrikan di Pulau Bangka

WARTABANGKA, PANGKALPINANG– Anggota DPR RI Komisi VII Bambang Pati Jaya (BPJ) apresiasi upaya PLN dalam mempercepat pemulihan sistem kelistrikan di Pulau Bangka akibat gangguan mesin PLTMG kapasitas 25 MW.

“Kami mengapresiasi upaya PLN dalam proses pemulihan sistem kelistrikan di Pulau Bangka ini. Kami memahami kesulitan yang dihadapi PLN saat ini, mereka bekerja keras 24 jam untuk memulihkan kondisi kelistrikan kembali normal,” jelas BPJ saat mengunjungi kawasan pembangkitan Air Anyir Bangka, Jumat (15/10).

Pihaknya berharap pemulihan dapat segera terselesaikan sesuai dengan rencana.

“Mudah-mudahan nasib baik selalu menyertai, dan semoga upaya – upaya pemulihan berjalan dengan baik sesuai rencana, karena harapan masyarakat sangat tinggi kepada PLN,” imbuhnya.

Saat ini PLN tengah berupaya memulihkan gangguan sistem kelistrikan di Pulau Bangka. Komponen engine yang didatangkan dari Riau saat ini sudah dalam perjalanan dari Palembang menuju ke Pulau Bangka.

General Manager PLN UIW Babel, Amris Adnan mengungkapkan komitmennya untuk bekerja keras memulihkan kondisi kelistrikan pulau Bangka.

“Kami terus bekerja keras untuk memulihkan sistem kembali normal sesuai rencana, yaitu tanggal 28 Oktober 2021. Kami juga mengimbau agar masyarakat mengurangi pemakaian listrik pada saat beban puncak sebesar 30% untuk mengurangi dampak padam yang lebih luas,” tutup Amris.(two/rls)

Gubernur Buka Pelatihan Calon Dosen Prodi Pendidikan Kedokteran UBB

WARTABANGKA, PANGKALPINANG – Langkah Universitas Bangka Belitung (UBB) untuk mewujudkan Program Studi (Prodi) Pendidikan Kedokteran semakin mendekati kenyataan. Itu setelah digelarnya “Pembinaan dan Pelatihan Problem Based Learning Bagi Calon Dosen Program Studi Pendidikan Dokter Universitas Bangka Belitung”.

Kegiatan dilaksanakan di Soll Marina Bangka Hotel, Jumat (15/10), dan dihadiri Dekan Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Sriwijaya (Unsri) beserta jajaran FK Unsri, Palembang. Pelatihan tersebut dibuka secara langsung oleh Gubernur Babel Erzaldi Rosman, secara virtual melalui Zoom Meeting.

Gubernur Erzaldi menyambut baik pembinaan dan pelatihan yang diikuti oleh 40 peserta dari berbagai instansi kesehatan tersebut. Ia menganggap sebagai langkah awal atau ujung tombak Bumi Serumpun Sebalai melahirkan pendidik yang andal, dan menciptakan pelayanan kesehatan di Babel.

“Kita semua bersyukur pelatihan hari ini adalah bagian tahap akhir terbentuknya Program Studi Kedokteran di UBB. Karena itu, saya sangat bersyukur kita bisa melalui proses ini. Terima kasih kepada jajaran UBB yang sudah bekerja keras mewujudkan Prodi Kesehatan ini yang berkolaborasi dengan Unsri,” katanya.

Melalui pelatihan ini juga, menurut Gubernur Erzaldi, akan berujung sebagai sarana mencetak generasi hebat dari Babel. Dengan begitu, lanjut gubernur, juga akan memperkaya ketersediaan dokter spesialis maupun dokter umum, yang saat ini dirasakan banyak kekurangan.

“Program Studi Kedokteran ini harus dilaksanakan di provinsi kita untuk mencapai angka ideal ketersediaan dokter di tengah-tengah masyarakat. Tentunya kita butuh tenaga dokter yang sangat banyak. Ke depan kita akan melihat lahirnya dokter-dokter muda, dokter-dokter yang andal dari UBB,” ujarnya.

Untuk itu, Gubernur Erzaldi meminta kepada para calon dosen untuk dapat mengikuti pembinaan dan pelatihan dengan sebaik-baiknya, dan memanfaatkan pengalamanan yang didapatkan selama ini sebagai bekal memperkaya keilmuan.

“Calon dosen, kalian sudah memiliki pengalaman-pengalaman yang baik dan banyak. Selaku calon dosen harus mempelajari apapun kedepannya, agar pengalaman yang sudah didapati dapat terus berkembang dalam rangka meng_upgrade_kan diri untuk untuk terus melakukan perubahan-perubahan,” ungkapnya.

“Tentunya membutuhkan proses yang sangat panjang untuk mewujudkan keinginan kita semua, keinginan masyarakat. Bukan saja sekadar membuka program ini, tetapi adalah keinginan daripada kita semua untuk mewujudkan masyarakat yang sehat, kuat dan bersahaja,” katanya menambahkan.

Sementara itu, Rektor UBB Dr. Ibrahim mengucapkan terima kasih atas dukungan penuh yang diberikan Gubernur Erzaldi bersama jajaran di Lingkungan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Babel. Sehingga, Prodi Pendidikan Kedokteran ini semakin dekat akan terealisasi, dan tinggal mengikuti persyaratan lanjutan yang diminta oleh Kementerian.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada Pak Gubernur yang sangat intens sekali memantau dan memonitor perkembangan Program Studi Kedokteran. Kami harus bersyukur karena Pemprov Babel selama ini justru sangat intensif mendorong kami, dan alhamdulillah dengan semangat itu kami juga semangat. Terima kasih Pak Gubernur,” pungkasnya. (Diskominfo Babel)

PT Timah Serahkan Bantuan Seperangkat Alat Musik bagi Komunitas Musik Ethnic

WARTABANGKA, BANGKA – Alunan musik melayu menggema saat memasuki kawasan Qping Cafe Belinyu, Kamis (14/10). Para remaja laki-laki nampak asik dengan berbagai alat musik tradisional di tangannya seperti dambus, gendang dan biola.

Mereka merupakan remaja yang tergabung dalam Komunitas Musik Ethnic atau yang dikenal Komet. Mereka sedang mencoba peralatan musik baru yang diserahkan PT Timah Tbk. Komunitas yang baru terbentuk sekitar lima bulan yang lalu ini memiliki belasan anggota yang didominasi para siswa jenjang SMP dan SMA.

Ketua Komunitas Musik Ethnic Agus Sandi menceritakan, komunitas ini terbentuk sebagai wadah bagi generasi muda di Kecamatan Belinyu, Kabupaten Bangka untuk belajar dan mengeksplor musik tradisional.

Selain itu, tujuan dibentuknya komunitas ini untuk melestarikan music ethnic atau music tradisional sehingga nantinya dapat melahirkan generasi muda yang mengenal dan mau mempelajari alat music ethnic.

“Sebelumnya anak-anak ini latihan menggunakan fasilitas sekolah di SMPN 2 Belinyu, karena saya mengajar di situ dan kebetulan mereka ini ada beberapa siswa SMPN 2. Namun ini hanya terbatas untuk siswa SMPN 2 saja, kalau yang dari luar kan belum,” kata lelaki yang kerap disapa Kembel ini.

Diakuinya, saat ini wadah untuk generasi muda dalam mengenal music tradisional masih minim, dengan kehadiran komunitas ini diharapkan dapat memberikan alternative kegiatan positif bagi generasi milenial.

“Peminatnya ada, cuma memang sekarang wadahnya yang enggak ada. Karena selama ini kan masih terbatas di sekolah. Dengan adanya komunitas ini dan bantuan alat dari PT Timah Tbk semua bisa ikut latihan di rumah saya di Kawasan Cut Nyak Dien Kelurahan Air Jukung. Ini terbuka untuk umum yang mau belajar dan latihan memainkan alat musik tradisional,” ujarnya.

Agus Sandi menyebutkan, sebelumnya dirinya sudah mengajukan proposal kemana-mana untuk mendapatkan bantuan alat music ini. Namun, hasilnya nihil. Malah tak disangka-sangka justru PT Timah memberikan bantuan seperangkat alat musik.

Alat yang music diberikan kepada komunitas ini berupa keyboard, soundsystem, dambus, gendang melayu, gendang bangka, gong, biola, dan akordion.

“Saya sudah kemana-mana mengajukan proposal tapi belum ada tanggapan, ini justru dibantu dari PT Timah Tbk yang awalnya enggak menyangka akan dibantu. Lengkap ini alat music yang dibantu,” sebutnya.

Kehadiran Alat music ini membuat dirinya semakin percaya diri untuk melatih generasi muda untuk belajar music tradisional yang dikemas secara modern.

“Saya mulai sosialisasi ke sekolah-sekolah, siapa tau anak-anaknya ada yang mau ikut latihan. Silakan, karena memang tujuannya ini menjadi wadah bagi generasi muda untuk berlatih music tradisional sehingga music kita ini punya generasi penerus dan tetap lestari,” ujarnya.

Ia menyebutkan, sebelumnya para siswa yang juga anggota komunitas ini telah berhasil menjuarai event music di tingkat Provinsi dan nasional. Saat itu, mereka masih menjadi perwakilan SMPN 2 Belinyu, beberapa penghargaan yang mereka raih seperti juara FLS2N tingkat Kabupaten hingga Provinsi. Bahkan baru-baru ini mereka meraih juara 3 dalam ajang Festival Lagu Nusantara tahun 2021.

“Kalau FLS2N dari tahun 2014 sudah ikut dan sering juara. Kami bahkan sudah memiliki lagu sendiri yang berjudul Belinyu Kota Yang Indah. Kami juga sering mengikuti event-event nasional,” bebernya.

Kedepan, kata dia komunitas ini diharapkan dapat terus berkembang, sehingga para anggota yang berlatih tidak hanya berlatih namun juga bisa mengikuti event-event nasional. Bahkan bisa saja menerima tawaran manggung.

“Arahnya ke sana, kita dulu juga sering tampil dan diundang di beberapa acara seperti penggalangan dana di Pasar Ramadan, pernah tampil di Rumah Camat juga. Sebelum pandemi juga dulu ada tawaran manggung. Jadi kami ingin para generasi muda kenal music tradisional lalu kita bina memang betul-betul jadi pemain music yang professional,” harapnya.

Menurutnya memang tak mudah, karena bermain music tidak hanya melatih keahlian, namun juga melatih mental, skill dan rasa.

“Ini memang proses panjang, tapi saya yakin kalau dilakukan secara konsisten ini akan bisa terus dan akan banyak anak muda yang tertarik,” ucapnya

“Sekali lagi terimaksih kepada PT Timah Tbk sudah membantu, memfasiltasi peralatan bagi kami untuk terus mengajarkan dan melesatarikan music ethnic ini. Dengan bantuan ini, sama halnya dengan PT Timah Tbk dalam mendukung generasi muda untuk berkarya,” sambungnya.

Salah satu anggota KOMET, Riki Juliansyah menceritakan, jika dulu mereka hanya terbatas untuk latihan lantaran hanya menggunakan fasilitas sekolah, kini mereka bisa lebih bebas untuk latihan dan menggali lebih dalam tentang music ethnic.

“Saya sejak SMP memang sudah main dambus, karena memang dulu di SMPN 2 dan tertarik dengan ekskul ini. Sampai sekarang juga masih makanya saya bergabung dengan komunitas ini. Saya tertarik main dambus ini karena memang seru musiknya,” cerita siswa kelas 2 SMK Yayasan Nasional Pendidikan Belinyu ini.

Diakuinya, bermain musik dambus ini memiliki tatangan tersendiri dalam mengatur tempo. Namun, dengan seringnya latihan hal ini dapat diatasi.

“Tantangannya di tempo nada lagu, karena kan dambus itu alat musik utama dari semua alat musik. Kalau dambusnya salah tempo, kacau semua,” ujar Riki.

Disamping itu, karena terbatasnya sarana yang ada membuat Ia merasa kurang leluasa untuk bermain alat musik tersebut.

“Jadi dulu belajarnya dari alat musik yang di sekolah, susah jadinya kalau mau latihan. Terus juga latihan cuma saat ekskul saja ditambah kondisi saat ini yang enggak bisa ekskul,” Kata Riki

Ia bersyukur, PT Timah Tbk telah memberikan bantuan alat music kepada komunitas mereka.

“Sangat terbantulah, kita bisa lebih leluasa dalam latihan. Terimakasihlah kepada PT Timah sudah memberikan alat musik ini,” tutupnya.(rls)

Pemprov Babel dan Lampung Sepakat Bangun Jalur Transportasi Laut

WARTABANGKA, TANJUNGPANDAN – Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Pemprov Babel) dan Pemprov Lampung sepakat untuk menjalin kerja sama fasilitasi penyeberangan antar kedua provinsi tersebut, dalam rangka meningkatkan pengembangan investasi, perdagangan dan pariwisata.

Kesepakatan tersebut tertuang dalam Nota Kesepakatan Bersama yang ditandatangani langsung antara Gubernur Babel Erzaldi Rosman, dan Gubernur Lampung Arinal Djunaidi, di Ruang Pertemuan UPTD DPUPR, Kabupaten Belitung, Kamis (14/10).

Penandatanganan Nota Kesepakatan Bersama antar kedua kepala daerah ini bisa dikatakan bersejarah. Kaarena, untuk pertama kalinya dilakukan kerja sama antar kedua provinsi tersebut dalam hal pembangunan jalur transportasi laut yang direncanakan di wilayah Kabupaten Mesuji Lampung, dan Sadai Bangka Selatan.

Dalam kesepakatan tersebut, Gubernur Erzaldi mengatakan, kerja sama ini merupakan inisiasi pasca kesepakatan kedua provinsi pada rakor gubernur se-Sumatra beberapa waktu lalu.

“Kami ingin mengembalikan kekuatan kawasan Sumatera Bagian Selatan (Sumbagsel) di Indonesia, khususnya dalam hal investasi, perdagangan dan pariwisata,” ungkap Gubernur Erzaldi saat memulai sambutannya.

Gubernur Erzaldi dalam kesempatan itu menuturkan, tujuan kerja sama ini untuk mendorong dan memfasilitasi dalam penyediaan jalur trasnportasi secara langsung dari dan antara pelabuhan di Babel dan Lampung.

“Seperti perdagangan, diharapkan dapat mempersingkat bahan pangan dari kedua daerah,” jelasnya.

“Disamping itu, seperti yang kita ketahui bersama bahwa banyak masyarakat Lampung yang berdomosili di Babel maupun sebaliknya. Dengan adanya pelabuhan ini juga akan memberikan alternatif mereka untuk berpergian ke daerah asalnya,” lanjutnya.

Selain itu, kerja sama ini bertujuan untuk membuka peluang usaha yang lebih luas bagi pelaku perdagangan, investasi, dan pariwisata. Khusus di Babel, kerja sama ini dapat memperkuat program strategi nasional, yakni Kawasan Industri Sadai.

Pada Kesempatan yang sama, Gubernur Lampung Arinal Djunaidi mengatakan, tindaklanjut kerja sama ini, Pemprov Lampung sedang menyiapkan dermaga pelabuhan untuk memasok pangan dan komoditas daerah lainnya ke Babel yang berlokasi di Kecamatan Sungai Sidang, Kabupaten Mesuji, Lampung.

Gubernur Arinal juga memaparkan bahwa, Provinsi Lampung sebagai lokasi yang sangat strategis, sebagai pintu gerbang Pulau Sumatera, yang menghubungkan Pulau Jawa serta dilalui alur laut Kepulauan Indonesia.

“Lampung sendiri merupakan sentra penghasil padi di Indonesia, pada tahun 2020 sebesar 2.650.290 ton atau meningkat 22.47 persen dari periode sebelumnya,” ungkapnya.

Adapun sektor komoditi yang akan dikirimkan ke Bangka Belitung itu meliputi bidang pangan, holtikultura, peternakan dan hasil perkebunan.

Dengan adanya kerja sama ini, ia berharap menjadi solusi dalam pemenuhan kebutuhan pangan strategis dan jasa antar kedua daerah dengan harga yang jauh lebih kompetitif.

Untuk lebih mengkonkretkan kerja sama tersebut, dalam pertemuan itu, selain penandatanganan antar kedua kepala daerah, juga dilakukan penandatangan kerja sama antar BUMD. Dalam hal ini, antara PT Wahana Rahardja milik Pemprov Lampung dan PT Bumi Bangka Belitung Sejahtera milik Pemprov Babel.

Penandatanganan kerja sama tersebut turut disaksikan Pangdam II Sriwijaya, Forkopimda Babel, Forkopimda Lampung, Bupati Belitung, Wakil Bupati Belitung Timur, Kepala Bank Indonesia Lampung, Kepala Bank Indonesia Babel, dan Kepala Perangkat Daerah Babel. (Diskominfo Babel)

Komite BPH Migas Berikan Solusi Soal Kelangkaan BBM di Babel

WARTABANGKA, PANGKALPINANG – Komunikasi secara intens terus dilakukan Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Pemprov Babel), bersama pihak terkait dalam upaya penanggulangan kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) di Babel, khususnya di Pulau Belitung.

Terkini, Wakil Gubernur (Wagub) Babel Abdul Fatah menerima kunjungan Anggota Komite Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas), Abdul Halim dan Yapit Sapta Putra, di Ruang Rapat Wagub Babel, Kamis (14/10).

Pertemuan itu juga dihadiri pihak Pertamina yakni Sales Branch Manager Pertamina, Satrio Wibowo Wicaksono, beserta Perangkat Daerah (PD) terkait di Pemprov Babel.

Dalam pertemuan, Wagub Abdul Fatah menyampaikan keluhan kelangkaan BBM yang terjadi di Belitung. Hal ini terjadi dikarenakan tingkat kebutuhan terhadap BBM sangat tinggi. Sementara, ketersediaan BBM tidak cukup untuk menutupi kebutuhan tersebut.

“Kondisi ini (kelangkaan BBM) selalu saja hadir berulang-ulang, tidak hanya pada saat ini. Masyarakat berlomba-lomba mendapatkan bensin, disitu masalahnya. Kalau kondisi normal-normal saja dan hanya digunakan untuk moda transportasi atau nelayan, tidak terjadi kelangkaan. Tapi karena nilai ekonomi naik, menjadi pemantik masyarakat untuk menambang timah, sehingga tidak mampu mengejar distribusi untuk kebutuhan,” ungkapnya.

Anggota Komite BPH Migas Abdul Halim, dalam paparannya menyambut baik koordinasi yang dilakukan Pemprov Babel berkenaan dengan kelangkaan BBM yang sempat terjadi. Menurutnya, BPH Migas telah melakukan diskusi bersama Hiswana Migas maupun Pertamina.

“Ada beberapa hal yang sudah kami diskusikan dengan Pak Suhendra (Ketua Hiswana Migas Babel), bagaimana mengatasi keadaan sekarang terkait kebutuhan BBM. Kita berkolaborasi dengan Pertamina, karena disini BPH Migas sebagai pengawasan BBM agar tepat sasaran. Nah, itu kita tugaskan pihak Pertamina untuk melakukannya (penyaluran),” katanya.

Lebih jauh, diungkapkan Abdul Halim, BPH Migas dapat memberikan dua solusi bagi pemerintah daerah untuk mengatasi kelangkaan BBM ini. Pertama, yakni dengan sistem saling back-up kebutuhan di setiap daerah yang masih dalam satu wilayah provinsi. Sebab katanya, untuk permintaan penambahan kuota BBM akan sulit terealisasi.

“Mengimbangkannya bagaimana? Disini kami mencoba mengotak-atik yang selama ini kuota diatur oleh Dirjen sampai ke SPBU. Selagi masih dalam satu provinsi, bisa disiasati kalau di sini kurang, back-up dari yang lain. Kecuali beda provinsi, itu tidak bisa,” katanya.

Solusi kedua, yang menurutnya bisa menjadi opsi bagi pemerintah yakni dengan menggaet pihak ketiga sebagai penyuplai BBM non subsidi. Sehingga, ketersediaan BBM tidak hanya terpusat pada ketersediaan yang ada di Pertamina, melainkan dapat diperoleh dari perusahaan lain. Namun, hal ini dapat berjalan dengan syarat dan ketentuan yang dilegalkan.

“Jadi kalau ada pengusaha mau naik kelas, ada syarat yang harus dipenuhi di Dirjen Migas. Pengusaha harus ada izin usaha niaga umum. Ini punya nilai investasi yang besar dan bisa mendistribusikan melalui agen-agen, jadi lebih berkembang,” ungkapnya.

Menanggapi kembali penjelasan Abdul Halim, Wagub Abdul Fatah mengakui dapat memahami apa yang harus dilakukan oleh pihaknya ke depan, dalam upaya penyelesaian kelangkaan BBM di wilayah Babel. Ia pun mengucapkan rasa syukur atas terjalinnya komunikasi yang baik antara Pemprov. Babel dan BPH Migas.

“Pak Halim bersama-sama kami mencoba melihat kondisi itu, hal-hal apa yang harus dilakukan. Saya menjadi paham yang harus dilakukan melalui jalur-jalur formal yang menjadi kebijakan nasional, tapi ada juga jalur-jalur lain yang tidak terikat dalam tataran subsidi, dengan bebas melakukan niaga untuk kebutuhan BBM,” katanya. (Diskominfo Babel)

Tipu dan Rampas Tas Nenek-Nenek, Usman Kace Diringkus Polisi

WARTABANGKA, SIMPANGKATIS – Anggota Polsek Simpangkatis, Kabupaten Bangka Tengah mengamankan Usman alias Kalok (54) karena menipu dan merampas tas milik Ana alias Wo Na (64) warga Desa Terak Kecamatan Simpangkatis.

Kapolsek Simpangkatis, Ipda Deka Jhon Derry mengatakan peristiwa itu terjadi pada Jum’at (24/09/2021) sekira pukul 12.30 Wib di kediaman Wo Na.

Saat itu, kata dia, pelaku datang ke rumah korban mengaku sebagai keponakan, dan menawarkan bantuan sosial berupa rehab rumah layak huni.

“Syaratnya kata pelaku dihadapan korban yakni, KTP dan sejumlah uang,” ujar Ipda Deka, Kamis (14/10).

Korban menuruti permintaan pelaku, kemudian mberikan uang sebesar Rp400 ribu dan fotokopi KTP. Saat transaksi itu, korban kaget setelah pelaku merampas tas yang berisi uang Rp3 juta.

“Usai rampas tas itu, pelaku Kalok ini melarikan diri meninggalkan korbannya,” ujar Ipda Deka.

Merasa ditipu, korban Wo na melaporkan peristiwa yang dialaminya ke Polsek Simpang katis, Rabu (13/10/2021). Usai mendapatkan laporan tersebut, pihak Polsek Simpangkatis berhasil mengamankan pelaku malam harinya sekira pukul 22.00 wib.

“Pelaku kita tangkap dikediamannya Desa Kace Kecamatan Mendo Barat Kabupaten Bangka tanpa perlawanan,” pungkasnya. (RN)

Gubernur Babel ‘Maraton’ Atasi Kelangkaan BBM

WARTABANGKA, JAKARTA – Dalam sehari saja, Gubernur Kepulauan Bangka Belitung (Babel) Erzaldi Rosman, mampu maraton berkoordinasi dari hulu ke hilir perihal kelangkaan BBM di wilayahnya.

Sekali ‘libas’ pada hari yang sama, Erzaldi mampu beraudiensi dengan PT Pertamina Patra Niaga dan Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas), di Jakarta, pada Senin, (11/10) lalu.

Bertemu PT Pertamina Patra Niaga, Erzaldi diterima Direktur Utama (Dirut) Alfian Nasution, Direktur Pemasaran Regional Jumali, serta Direkur Rekayasa dan Infrastruktur Darat Eduward Adolof Kawi. Sementara di BPH Migas, ia diterima Kepala BPH Migas, Erika Retnowati.

Ia melakukan pertemuan dengan kedua pimpinan masing-masing lembaga itu dengan membawa agenda krisis stok bahan bakar di wilayah yang ia pimpin. Karena saat ini di Babel khususnya di Pulau Belitung, BBM jadi barang langka akibat kegiatan tambang yang intensitasnya makin tinggi dikarenakan harga timah melonjak.

Akibatnya antre di SPBU (Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum) mengular. Bahkan, jangankan solar, Pertamax pun habis disikat pengerit. Maka di depan Kepala BPH Migas, Erzaldi berharap dapat mempertimbangkan permohonannya perihal penambahan kuota BBM.

“Menimbang hal tersebut, saya meminta BPH Migas untuk menambah kuota BBM khususnya Pertalite untuk Pulau Belitung,” harap Erzaldi atas persoalan kelangkaan BBM terutama jenis Pertalite yang kerap terjadi saat ini di Pulau Belitung.

Bukan hanya itu saja. Gubernur Erzaldi juga mengungkapkan, kondisi tangki cadangan Pertamina Babel saat ini hanya bermuatan cukup untuk kebutuhan 3 hari, sehingga apabila kuota sudah menipis, pihak Pertamina akan melakukan pembatasan yang membuat antrean di SPBU semakin panjang.

“Dengan pemakaian Pertalite dan Pertamax yang digunakan secara masif untuk pertambangan membuat pasokan terus menipis, sehingga terjadi kenaikan harga di tingkat pengecer dan juga berimbas pada kenaikan harga barang pokok di wilayah tersebut,” ungkapnya.

Selain menyebut kelangkaan BBM di wilayahnya, Erzaldi mendorong BPH Migas untuk mendirikan SPBU Nelayan di beberapa pulau kecil, yang notabene akivitas penduduknya adalah nelayan.

Dengan beroperasinya SPBU Nelayan tersebut diharapkan dapat bermanfaat khususnya untuk kelompok nelayan di sekitar wilayah pesisir, sehingga lebih dekat, lebih mudah, dan aktivitas melaut pun lebih lancar.

Menanggapi hal itu, Kepala BPH Migas Erika Retnowati menyambut positif dan siap mendukung pembangunan SPBU Nelayan tersebut, selagi mendapat dukungan dari pihak Kementerian Kelautan dan Perikanan RI.

Sementara, saat beraudiensi dengan Direktur Utama PT Pertamina Patra Niaga Alfian Nasution, Erzaldi menitikberatkan pada volume storage atau tangki cadangan BBM di wilayahnya, yang butuh peningkatan.

“Yang paling penting sekali adalah berkenaan dengan penanganan stok BBM kami. Jangankan solar, Pertamax saja habis terjual setiap harinya di Babel karena tingginya kebutuhan BBM,” ungkapnya.

Namun, untuk mengatasi permasalahan ini, tidak semudah hanya dengan menambah stok pasokan BBM untuk didistribusikan di Pulau Bangka dan Belitung. Terlebih dahulu harus membangun storage , karena tempat penyimpanan ini masih terbatas.

Harapannya, PT Pertamina dapat menaruh perhatian, agar segera merencanakan penambahan kapasitas storage ini, mengingat Babel akan terus berkembang dari berbagai sektor. Itu terbukti dari meningkatnya penggunaan energi listrik di Babel sebagai daerah pengguna listrik tertinggi di Indonesia, yaitu 11,3%.

Direktur Utama PT. Pertamina Patra Niaga, Alfian Nasution menanggapi pernyataan Gubernur Erzaldi. Dia sepakat ingin bersama mengantisipasi lebih awal, sehingga dapat menyiapkan ketersediaan BBM.

Riwayat dirut yang pernah bertugas di Babel membuat Alfian ingin menyelesaikan permasalahan distribusi dan infrastruktur di Babel. Kapasitas storage dan penanganan suplai untuk Pulau Belitung, katanya dapat dimulai dengan memperbaiki infrastrukturnya terlebih dahulu.

“Akan dilakukan pengecekan lagi, karena terdapat rencana pengembangan dari anak perusahaan di Belitung,” jelas Alfian Nasution.

Selain membahas mengenai kelangkaan BBM dan antisipasi terkait storage tersebut, baik Erzaldi maupun Alfian pada pertemuan sehari itu, juga membahas mengenai kemungkinan pengembangan Pelabuhan Tanjung Gudang Belinyu, yang dipersiapkan sebagai lokasi storage Pertamina. Dan Pertamina berjanji akan menyesuaikan pengembangan di Belinyu. (Diskominfo Babel)

Reses, Agung Setiawan Serap Aspirasi Warga Air Duren

WARTABANGKA, PEMALI – Anggota DPRD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) Agung Setiawan, menggelar Reses Tahun Sidang III Masa Sidang I, di Desa Air Duren, Kecamatan Pemali Kabupaten Bangka, Rabu (13/10) malam.

Dalam resesnya, Agung yang didampingi pihak Dinas Perhubungan Provinsi Babe, mendapatkan banyak masukan terkait penambahan penerangan jalan dan pelebaran jalan.

“Kita melakukan reses untuk menyerap aspirasi warga. Kebanyakan warga meminta agar adanya penambahan penerangan jalan dan jalan di tikungan minta dilebarkan. Lalu, adanya tiang listrik yang masih dari kayu, diubah menjadi beton agar sama dengan tiang-tiang listrik lainnya,” ujar Agung kepada sejumlah wartawan.

Ketua Fraksi Partai Nasdem itu melanjutkan, sebagai anggota DPRD Babel yang juga berada di Komisi III, Agung berjanji akan membantu keluhan masyarakat agar dapat diteruskan ke pihak terkait.

“Sebagai mitra kami, kami minta juga kepada dinas terkait untuk membantu persoalan yang ada di Desa Air Duren ini. Ini akan bertahap dan hasil reses ini akan dimasukkan di Tahun 2023. Intinya melalui pokok-pokok pikiran DPRD Bangka Belitung, khususnya dari Dapil (daerah pemilihan) Kabupaten Bangka,” imbuh Wakil Ketua Komisi III itu.

Kendati demikian tuturnya, ada kewenangan provinsi dan kabupaten yang disampaikan oleh masyarakat Air Duren.

“Kalau ini menjadi kewenangan kabupaten, tentunya akan harus dibuat surat dari provinsi ke kabupaten. Misalnya, jalan kecamatan ini dilakukan kabupaten. Sedangkan yang berhubungan dengan provinsi, misalnya ada pedestrian di kawasan SMA Negeri 1 Pemali, lalu jalannya sudah lebar dan tiang-tiang PLN sudah tidak menggangu lagi. Ini gunanya kami turun reses untuk kesejahteraan masyarakat. Adanya kami, masyarakat lebih baik,” pungkasnya. (*/ryu)

Jadi Narasumber Pelatihan KIPAN, Adet Ingatkan Jangan Menjadi Generasi Bermental Narkoba

WARTABANGKA, PANGKALAN BARU – Ketua Komisi II DPRD provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) Adet Mastur bakar semangat pemuda-pemudi yang tergabung dalam Kader Inti Pemuda Anti Narkoba (Kipan), saat menjadi narasumber Pelatihan Kipan 2021 Generasi Emas Tanpa Narkoba, di Hotel Soll Marina Pangkalan Baru, Rabu (13/10).

“Seperti yang pernah dikatakan Soekarno ‘Berikan aku sepuluh pemuda, maka akan kuguncangkan dunia’. Ini mengindikasikan begitu dahsyatnya kekuatan yang dimiliki pemuda/i ini,” tegasnya.

Lebih jauh anggota DPRD provinsi Kepulauan Bangka Belitung Dapil Bangka Tengah itu menyampaikan, bahwa masa depan Indonesia khususnya Provinsi Kepulauan Bangka Belitung ke depan berada di tangan generasi muda saat ini.

Karena di tangan merekalah yang akan mengisi pembangunan di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.

Maju atau mundurnya suatu daerah itu tergantung pada diri kita sendiri.

“Ditangan kalianlah perubahan-perubahan ini akan terjadi, apakah akan berjalan ke arah yang lebih baik atau ke arah sebaliknya. Karena generasi muda inilah agen perubahan,” tegasnya kembali.

Ia mengajak selalu melakukan kegiatan yang positif.

Tetapi sebaliknya, jika kita menginginkan kehancuran, maka lakukanlah tindakan-tindakan yang negatif.

Di hadapan puluhan peserta yang hadir dirinya pun mewanti-wanti agar generasi muda tidak terjerumus dalam Narkoba.

“Jangan sampai nantinya generasi muda Bangka Belitung ini menjadi generasi yang bermental Narkoba. Karena kalau generasi muda sudah terjerumus kedalam narkoba, maka masa depan diri kita, keluarga, bangsa dan negara akan menghasilkan generasi yang bobrok,” jelasnya.

Anggota DPRD lima periode ini pun membagikan pengalamannya semasa kecil hingga dirinya berhasil menyandang gelar anggota DPRD termuda se-Indonesia pada masa itu.

Lahir dari keluarga yang kurang mampu, di sebuah desa yang sepi tepatnya Desa Keretak, ayahnya seorang penjual ikan dan ibu bekerja sebagai pengambil upah di kebun milik orang lain, tidak menyurutkan niatnya untuk tetap menimba ilmu.

Semasa duduk di bangku SMK pun dirinya tetap semangat, meski jarak yang ditempuh dari rumahnya ke sekolah cukup jauh saat itu karena berada di Kota Pangkalpinang.

Pukul 04.00 WIB pagi dirinya sudah berangkat menuju sekolah menggunakan mobil truk ikan yang menuju Pangkalpinang.

Bahkan tuturnya, pernah suatu waktu dirinya tiba dirumah pukul 20.00 WIB karena harus berjalan kaki pulang dari sekolahnya STM Negeri (sekarang SMK 2) pangkalpinang ke rumahnya, dikarenakan kendaraan yang lewat sudah tidak ada.

Di tengah keterbatasan ekonomi keluarganya selama sekolah, politisi PDIP ini juga hanya mempunyai seragam sekolah dua setel saat itu yang digunakannya selama tiga tahun.

Satu untuk seragam utama (putih/abu-abu) dan satu lagi seragam praktek.

Tempaan hidup yang keras inilah akhirnya mengantarkan Adet untuk tidak pernah putus asa dan semangat.

Hingga akhirnya di usianya yang masih 22 tahun dirinya pun sudah menduduki sebuah jabatan mentereng sebagai anggota DPRD Kabupaten Bangka yang saat itu masih menjadi bagian dari Provinsi Sumatera Selatan.

“Itulah sedikit pengalaman masa muda saya yang bisa menjadi motivasi adik-adik kedepan mau menjadi seperti apa,” tutupnya. (*/Publikasi Setwan DPRD Babel)