Bangka

PT Timah Serahkan Bantuan Seperangkat Alat Musik bagi Komunitas Musik Ethnic

WARTABANGKA, BANGKA – Alunan musik melayu menggema saat memasuki kawasan Qping Cafe Belinyu, Kamis (14/10). Para remaja laki-laki nampak asik dengan berbagai alat musik tradisional di tangannya seperti dambus, gendang dan biola.

Mereka merupakan remaja yang tergabung dalam Komunitas Musik Ethnic atau yang dikenal Komet. Mereka sedang mencoba peralatan musik baru yang diserahkan PT Timah Tbk. Komunitas yang baru terbentuk sekitar lima bulan yang lalu ini memiliki belasan anggota yang didominasi para siswa jenjang SMP dan SMA.

Ketua Komunitas Musik Ethnic Agus Sandi menceritakan, komunitas ini terbentuk sebagai wadah bagi generasi muda di Kecamatan Belinyu, Kabupaten Bangka untuk belajar dan mengeksplor musik tradisional.

Selain itu, tujuan dibentuknya komunitas ini untuk melestarikan music ethnic atau music tradisional sehingga nantinya dapat melahirkan generasi muda yang mengenal dan mau mempelajari alat music ethnic.

“Sebelumnya anak-anak ini latihan menggunakan fasilitas sekolah di SMPN 2 Belinyu, karena saya mengajar di situ dan kebetulan mereka ini ada beberapa siswa SMPN 2. Namun ini hanya terbatas untuk siswa SMPN 2 saja, kalau yang dari luar kan belum,” kata lelaki yang kerap disapa Kembel ini.

Diakuinya, saat ini wadah untuk generasi muda dalam mengenal music tradisional masih minim, dengan kehadiran komunitas ini diharapkan dapat memberikan alternative kegiatan positif bagi generasi milenial.

“Peminatnya ada, cuma memang sekarang wadahnya yang enggak ada. Karena selama ini kan masih terbatas di sekolah. Dengan adanya komunitas ini dan bantuan alat dari PT Timah Tbk semua bisa ikut latihan di rumah saya di Kawasan Cut Nyak Dien Kelurahan Air Jukung. Ini terbuka untuk umum yang mau belajar dan latihan memainkan alat musik tradisional,” ujarnya.

Agus Sandi menyebutkan, sebelumnya dirinya sudah mengajukan proposal kemana-mana untuk mendapatkan bantuan alat music ini. Namun, hasilnya nihil. Malah tak disangka-sangka justru PT Timah memberikan bantuan seperangkat alat musik.

Alat yang music diberikan kepada komunitas ini berupa keyboard, soundsystem, dambus, gendang melayu, gendang bangka, gong, biola, dan akordion.

“Saya sudah kemana-mana mengajukan proposal tapi belum ada tanggapan, ini justru dibantu dari PT Timah Tbk yang awalnya enggak menyangka akan dibantu. Lengkap ini alat music yang dibantu,” sebutnya.

Kehadiran Alat music ini membuat dirinya semakin percaya diri untuk melatih generasi muda untuk belajar music tradisional yang dikemas secara modern.

“Saya mulai sosialisasi ke sekolah-sekolah, siapa tau anak-anaknya ada yang mau ikut latihan. Silakan, karena memang tujuannya ini menjadi wadah bagi generasi muda untuk berlatih music tradisional sehingga music kita ini punya generasi penerus dan tetap lestari,” ujarnya.

Ia menyebutkan, sebelumnya para siswa yang juga anggota komunitas ini telah berhasil menjuarai event music di tingkat Provinsi dan nasional. Saat itu, mereka masih menjadi perwakilan SMPN 2 Belinyu, beberapa penghargaan yang mereka raih seperti juara FLS2N tingkat Kabupaten hingga Provinsi. Bahkan baru-baru ini mereka meraih juara 3 dalam ajang Festival Lagu Nusantara tahun 2021.

“Kalau FLS2N dari tahun 2014 sudah ikut dan sering juara. Kami bahkan sudah memiliki lagu sendiri yang berjudul Belinyu Kota Yang Indah. Kami juga sering mengikuti event-event nasional,” bebernya.

Kedepan, kata dia komunitas ini diharapkan dapat terus berkembang, sehingga para anggota yang berlatih tidak hanya berlatih namun juga bisa mengikuti event-event nasional. Bahkan bisa saja menerima tawaran manggung.

“Arahnya ke sana, kita dulu juga sering tampil dan diundang di beberapa acara seperti penggalangan dana di Pasar Ramadan, pernah tampil di Rumah Camat juga. Sebelum pandemi juga dulu ada tawaran manggung. Jadi kami ingin para generasi muda kenal music tradisional lalu kita bina memang betul-betul jadi pemain music yang professional,” harapnya.

Menurutnya memang tak mudah, karena bermain music tidak hanya melatih keahlian, namun juga melatih mental, skill dan rasa.

“Ini memang proses panjang, tapi saya yakin kalau dilakukan secara konsisten ini akan bisa terus dan akan banyak anak muda yang tertarik,” ucapnya

“Sekali lagi terimaksih kepada PT Timah Tbk sudah membantu, memfasiltasi peralatan bagi kami untuk terus mengajarkan dan melesatarikan music ethnic ini. Dengan bantuan ini, sama halnya dengan PT Timah Tbk dalam mendukung generasi muda untuk berkarya,” sambungnya.

Salah satu anggota KOMET, Riki Juliansyah menceritakan, jika dulu mereka hanya terbatas untuk latihan lantaran hanya menggunakan fasilitas sekolah, kini mereka bisa lebih bebas untuk latihan dan menggali lebih dalam tentang music ethnic.

“Saya sejak SMP memang sudah main dambus, karena memang dulu di SMPN 2 dan tertarik dengan ekskul ini. Sampai sekarang juga masih makanya saya bergabung dengan komunitas ini. Saya tertarik main dambus ini karena memang seru musiknya,” cerita siswa kelas 2 SMK Yayasan Nasional Pendidikan Belinyu ini.

Diakuinya, bermain musik dambus ini memiliki tatangan tersendiri dalam mengatur tempo. Namun, dengan seringnya latihan hal ini dapat diatasi.

“Tantangannya di tempo nada lagu, karena kan dambus itu alat musik utama dari semua alat musik. Kalau dambusnya salah tempo, kacau semua,” ujar Riki.

Disamping itu, karena terbatasnya sarana yang ada membuat Ia merasa kurang leluasa untuk bermain alat musik tersebut.

“Jadi dulu belajarnya dari alat musik yang di sekolah, susah jadinya kalau mau latihan. Terus juga latihan cuma saat ekskul saja ditambah kondisi saat ini yang enggak bisa ekskul,” Kata Riki

Ia bersyukur, PT Timah Tbk telah memberikan bantuan alat music kepada komunitas mereka.

“Sangat terbantulah, kita bisa lebih leluasa dalam latihan. Terimakasihlah kepada PT Timah sudah memberikan alat musik ini,” tutupnya.(rls)

Reses, Agung Setiawan Serap Aspirasi Warga Air Duren

WARTABANGKA, PEMALI – Anggota DPRD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) Agung Setiawan, menggelar Reses Tahun Sidang III Masa Sidang I, di Desa Air Duren, Kecamatan Pemali Kabupaten Bangka, Rabu (13/10) malam.

Dalam resesnya, Agung yang didampingi pihak Dinas Perhubungan Provinsi Babe, mendapatkan banyak masukan terkait penambahan penerangan jalan dan pelebaran jalan.

“Kita melakukan reses untuk menyerap aspirasi warga. Kebanyakan warga meminta agar adanya penambahan penerangan jalan dan jalan di tikungan minta dilebarkan. Lalu, adanya tiang listrik yang masih dari kayu, diubah menjadi beton agar sama dengan tiang-tiang listrik lainnya,” ujar Agung kepada sejumlah wartawan.

Ketua Fraksi Partai Nasdem itu melanjutkan, sebagai anggota DPRD Babel yang juga berada di Komisi III, Agung berjanji akan membantu keluhan masyarakat agar dapat diteruskan ke pihak terkait.

“Sebagai mitra kami, kami minta juga kepada dinas terkait untuk membantu persoalan yang ada di Desa Air Duren ini. Ini akan bertahap dan hasil reses ini akan dimasukkan di Tahun 2023. Intinya melalui pokok-pokok pikiran DPRD Bangka Belitung, khususnya dari Dapil (daerah pemilihan) Kabupaten Bangka,” imbuh Wakil Ketua Komisi III itu.

Kendati demikian tuturnya, ada kewenangan provinsi dan kabupaten yang disampaikan oleh masyarakat Air Duren.

“Kalau ini menjadi kewenangan kabupaten, tentunya akan harus dibuat surat dari provinsi ke kabupaten. Misalnya, jalan kecamatan ini dilakukan kabupaten. Sedangkan yang berhubungan dengan provinsi, misalnya ada pedestrian di kawasan SMA Negeri 1 Pemali, lalu jalannya sudah lebar dan tiang-tiang PLN sudah tidak menggangu lagi. Ini gunanya kami turun reses untuk kesejahteraan masyarakat. Adanya kami, masyarakat lebih baik,” pungkasnya. (*/ryu)

Reses di SMAN 1 Merawang, Amri Ingatkan Seluruh Stakeholder Bertanggungjawab Tingkatkan Mutu Pendidikan

WARTABANGKA, MERAWANG – Wakil Ketua DPRD Bangka Belitung, Amri Cahyadi ST MM memaksimalkan reses tahun sidang ketiga ini dengan berinteraksi dengan pihak sekolah. Setelah melaksanakan reses di SMA N 1 Belinyu dan SMA N 1 Riau Silip, Selasa (12/10), pimpinan DPRD itu berkunjung ke SMA N 1 Merawang.
 
Dalam arahan reses yang sedang dilaksanakan ini, bertujuan mendapatkan pemahaman dalam menelurkan kebijakan di sektor pendidikan.

“Kemarin kita sudah berkunjung ke SMA N 1 Belinyu dan Riau Silip, saya cukup bahagia karena siswa-siswanya berani dan cerdas. Tentu kita mau kualitas siswanya ini setara, atau lebih baik lagi,” tutur Amri di hadapan puluhan siswa saat menyampaikan materi reses.

Dengan sikap yakin, dia menegaskan bahwa kemajuan sebuah negeri tergantung pada mutu pendidikan dan kualitas SDA yang dihasilkan sekolah tersebut.

Untuk itu, menurutnya pendidikan tidak hanya dibebankan kepada guru dan komite atau pemerintah saja, namun juga perlu melibatkan masyarakat.

“Sektor pendidikan itu tidak dibebankan kepada guru pengajar, komite, orangtua dan pemerintah saja tetapi juga harus kepada masyarakat termasuk kami ini (anggota legislatif pemprov),” terangnya.

Ditengah-tengah penyampaian reses, dia mengajak peserta reses lebih interaktif dengan mengajukan berbagai pertanyaan, baik kepada siswa dan guru.

Terkhusus untuk siswa, lanjutnya dengan sistem daring selama pandemi, apakah dinilai efektif , kemudian mempertanyakan kuota gratis yang disediakan oleh pemerintah kepada siswa apakah diterima langsung, apakah kemudian digunakan untuk belajar main game.

Sebab, dia menilai sesuai informasi yang diterima dari aduan orangtua tidak sedikit siswa menyalahgunakan kuota gratis itu untuk bermain game.

Lebih lanjut, dia memerlukan jawaban dan sikap jujur para siswa demi sebuah mutu pendidikan.

Terkhusus untuk guru, tidak lupa juga dia mengajukan berbagai pertanyaan yang masih berhubungan dengan pelaksanaan PPDB 2021.

Terutama soal sistem zonasi dari SMA N 1 Merawang, apakah masih ada siswa yang tidak terakomodir disebabkan kekurangan ruang belajar.

“Apakah ada siswa yang tidak terakomodir hanya kekurangan ruang belajar yang kemudian karena dihitung jarak zonasi akhirnya banyak siswa yang mendaftar tidak masuk,” tanyanya.

Jika hal itu terjadi, Amri Cahyadi menerangkan bahwa perlu ada kebijakan penambahan ruang belajar dan unit sekolah baru.

Artinya jangan sampai terdengar ada siswa tidak sekolah dikarenakan zonasi.
 
Dalam pekan terakhir, pihak DPRD melalui pimpinan DPRD Bangka Belitung bersama Dinas Pendidikan telah menghadap Kemendikbud dalam pembahasan aturan PPDB yang tidak cocok dengan geografis Bangka Belitung.

Sebagai suksesor pendidikan baik pemerintah harus perlu melibatkan seluruh Stakeholder (pemangku kepentingan).
 
Dalam momen baik itu pun, Kepala Sekolah SMA N 1 Merawang, Dra Nihlatin Nisa turut memberikan aspirasi untuk keperluan sekolah.

Diantaranya pembentukan pojok literasi sebagai upaya meningkatkan kesadaran literasi dan pengajuan sarana penunjang sekolah lainnya. (*/Publikasi Setwan DPRD Babel)

DPC Hanura Bangka Gelar Vaksinasi Massal Bagi Masyarakat Umum

WARTABANGKA, SUNGAILIAT – DPC Partai Hanura Kabupaten Bangka menggelar vaksinasi massal bagi masyarakat umum, Selasa (12/10). Kegiatan ini sebagai bentuk kepedulian Hanura untuk membentuk herd imunity.

Ketua DPC Hanura Bangka Magrizan menjelaskan, vaksinasi ini merupakan bentuk kontribusi Hanura dalam mendukung program pemerintah untuk membentuk kekebalan kelompok atau herd immunity masyarakat.

“Target kita 300 dosis vaksin Covid-19 untuk masyarakat umum,” katanya ditemui di DPC Partai Hanura Bangka.

Magrizan menyampaikan, vaksinasi ini diharapkan bisa membentuk kekebalan tubuh terhadap virus dan Hanura akan terus mengawal dan berkontribusi dalam menyukseskan program ini.

“Kita juga terus koordinasi dengan Polres, Dinkes, BPBD Bangka untuk pelaksanaan vaksinasi ini. Hari ini kita siapkan vaksin pertama pfizer dan kedua sinovac,” tambahnya.

Magrizan yang juga anggota Komisi I DPRD Bangka ini juga menilai, Pemkab Bangka sudah berusaha keras dalam menangani Covid-19. Dinkes kata dia, cukup pro aktif dan memiliki kinerja baik dalam penanganan pandemi Covid-19.

Terkait persentase vaksinasi Covid-19 di Kabupaten Bangka yang masih dibawah 50 persen, Magrizan menyampaikan perlu kerjasama semua pihak. Termasuk dari partai politik, tokoh masyarakat dan lainnya agar pencapaian bisa lebih maksimal.

“Saya kira perlu pencapaian kerjasama dengan semua pihak. Saya bertemu dengan masyarakat, ada yang acuh tak acuh terhadap vaksin. Ini perlu kerjasama semua pihak. Parpol, tokoh masyarakat dan lainnya sehingga pencapaian harus koordinasi. Tidak mudah yakinkan seseorang untuk divaksin,” ucapnya. (zen)

Marianto Ajak Masyarakat Cerdas Pilih Calon Kepala Desa

WARTABANGKA, SUNGAILIAT – Anggota DPRD Kabupaten Bangka, Marianto mengajak masyarakat untuk cerdas menentukan pilihan dalam Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) serentak yang akan digelar besok.

Bagi Marianto, Pilkades yang digelar di 44 desa se-Kabupaten Bangka merupakan indikator dan barometer demokrasi di Indonesia.

“Pilkades yang dipilih langsung oleh rakyat seharusnya menjadi ajang pencerdasan serta merupakan ruang rakyat untuk melihat kompetensi, kapasitas kredibilitas kepemimpinan diakar rumput,” kata Marianto, Selasa (12/10).

Sehingga tambah Marianto, momentum Pilkades ini benar-benar menjadi perhatian pemerintah dan semua. Baik pola pelaksanaan serta regulasi yang lebih kuat jelas dalam pelaksanaan.

“Dengan terpilih Cakades yang berkompeten akan memberikan magnet dalam menentukan kepemimpinan tingkat kabupaten, propinsi hingga nasional,” tambahnya.

Anggota Komisi I DPRD Bangka ini mengingatkan ajang Pilkades jangan dilihat hal yang biasa biasa saja. Masyarakat kata dia harus dan benar benar cerdas dalam menentukan pilihan.

“Pilkades juga merupakan pembelajaran politik cerdas masyarakat, kecerdasan politik yang dimaksud adalah ruang yang luas bagi mereka untuk memilih atas dasar kompetensi, intekektual, emosional, spritual serta leadership sang calon yang mampu memberikan solusi pembangunan, dan semua permasalahan,” tutupnya. (zen)

PT Timah Tbk Bantu Biaya Pengobatan Muhammad Alfarizi

WARTABANGKA, PANGKALPINANG– Wandi tak menyangka buah hatinya Muhammad Alfarizi akhirnya bisa mendapatkan perawatan di rumah sakit. Kondisi anaknya yang berusia empat bulan itu tak seperti anak seumurannya, lingkar kepalanya lebih besar.

Kondisi anaknya ini memang sudah diketahui saat berusia satu bulan lebih, bahkan Ia dan istrinya sudah sempat membawanya ke Puskesmas, namun diminta untuk membawa anaknya ke rumah sakit.

Sayangnya, dengan kondisi keuangan yang tak beruntung, Ia enggak membawa Muhammad Alfarizi ke rumah sakit lantaran tak memiliki biaya. Namun, lingkar kepala Alfarizi semakin membesar.

“Dari lahir memang sudah besar kepalanya, terus membesar sampai usia 40 hari itu makin bertambah besarnya. Kami bawa ke Puskesmas, disuruh rujuk ke rumah sakit. Cuma karena tidak ada biaya jadi saya tunda dulu bawa ke rumah sakitnya,” kata Wandi.

Kondisi anaknya memang semakin sering rewel bahkan hanya bisa berbaring ke satu sisi saja. Ia pun tak bisa berbuat banyak, beberapa kali mencoba pengobatan tradisional. Namun, belum juga menujukkan perbaikan.

“Dari Puskesmas itu memang dibilang enggak wajar lingkar kepalanya, takut ada cairan atau pembengkakkan. Waktu dimandiin istri saya cekung kepalanya bertingkat, rewel terus kepalanya enggak bisa miring sebelah,” ceritanya.

Keresahan Wandi sedikit terobati tatkala tim CSR PT Timah Tbk mendatangi kediamannya, untuk mengajak ia memeriksakan kondisi kesehatan anaknya ke rumah sakit.

“Kami terkejut juga ada yang datang bilang dari PT Timah Tbk, nanya-nanya kondisi anak. Terus ditawari untuk dibawa ke rumah sakit, kami sebagai orang tua yang memang itu maunya. Cuma karena tidak ada biaya, Alhamdullillah PT Timah mau biayai rumah sakitnya,” kata Wandi.

Akhirnya, Muhammad Alfarizi dirujuk ke salah satu rumah sakit di Pangkalpinang dan menjalani perawatan selama tiga hari. Menurut keterangan medis, memang ada cairan di kepalanya.

“Dijemput dan diantar sama PT Timah Tbk ke rumah sakitnya, diperiksa sama dokter anak. Lalu anak kami dirawat tiga malam empat hari, kondisinya sudah lumayan. Kata dokter memang ada cairan di kepalanya. Sekarang sudah pulang, tinggal nanti kontrol,” katanya.

Ia bersyukur dan lega sudah mengetahui kondisi penyakit yang diderita buah hatinya.

“Alhamdullillah sudah lega tau apa sakitnya, terimakasih banyaklah kepada PT Timah Tbk yang sudah mebantu anak kami, membiayai rumah sakitnya. Kami sangat terbantu sekali dengan respon cepat dari PT Timah Tbk,” kata dia.
Ia bahkan sebelumnya tak tahu darimana PT Timah Tbk mendapatkan informasi tentang kondisi anaknya. Menurutnya, PT Timah Tbk telah sigap membantu mereka.

“Kami juga tidak tahu PT Timah Tbk tau darimana kalau anak saya sakit, semoga PT Timah Tbk tetap jaya dan maju terus. Jadi semakin banyak orang-orang seperti kami ini,” tutupnya.(rls)

Komisi IV Harap DPRD dan Pemda Bersinergi Dalam Upaya Penanggulangan Bencana di Daerah

WARTABANGKA, SUNGAILIAT –  Dalam rangka meningkatkan profesionalitas kerja mitigasi bencana di daerah, Komisi IV DPRD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) berkoordinasi dengan Badan Penanggulan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bangka, di Kantor BPBD Bangka, Jumat (8/10).

Ketua Komisi IV DPRD Babel Jawarno K, S.IP dalam pertemuan tersebut menyampaikan, pihaknya berharap mengerahkan segala upaya untuk mengurangi risiko bencana di setiap daerah.

Karenanya kata Jawarno, diperlukan kerja sama yang baik antara lembaga legislatif dengan eksekutif.

Untuk itu, pihak DPRD selalu berkoordinasi dengan OPD yang dinilai terlibat langsung dalam penanggulangan bencana baik alam dan non alam beresiko tinggi.

“Termasuk keberadaan personil dalam OPD atau instansi BPBD. Walaupun dipandang perlu supaya BPBD menerima tenaga honorer supaya ada keseimbangan antara kinerja dengan jumlah personil. Sehingga kedepan tidak ada lagi terkendala SDM,” tutur Jawarno.

Lebih khusus ia mengingatkan, bahwa kondisi geografis Kabupaten Bangka berbeda dengan Pangkalpinang, dimana wilayah kerja Kabupaten Bangka lebih luas.

Untuk itu menurutnya, penambahan personil BPBD perlu dipertimbangkan, sebagaimana yang telah direkrut oleh Pemprov Babel.

“Ajukan anggaran kepada TAPD (Tim Anggaran Pemerintahan Daerah), kita mohon mesti ada keseimbangan supaya terkendali. Bangka ini tidak sama dengan Pangkalpinang. Kalau tidak dibentuk tim kita kewalahan, memang sejatinya kita tidak berharap bencana datang tapi ini bentuk kesiapsiagaan kita,” imbuh Politisi Partai Gerindra itu.

Senada dengan Jawarno, Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Bangka, Mohd Nursi S.IP mengatakan, bahwa penambahan personil dalam organisasi ini merupakan skala prioritas.

Menimbang sejauh ini, pihaknya telah memiliki 12 PNS dan 30 tenaga honorer.

Kedepan katanya, perlu mengklasifikasi bencana alam yang sering terjadi di Kabupaten Bangka.

Diantaranya puting beliung saat musim hujan, banjir dan kebakaran.

Sehingga menurutnya, penting BPBD segera membentuk Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops).

“Mengingat wilayah Bangka ini luas, maka sebenarnya Pusdalops BPBD harus dibentuk. Kita sudah bisa merencanakan tapi anggaran sedang refocusing sehingga belum maksimal. Karena didalamnya juga perlu peralatan, mudah-mudahan Tahun 2022 segera terbentuk,” harapnya.

Dalam rapat koordinasi tersebut, dihadiri Ketua Komisi IV beserta anggota.

Yakni, Evi Junita, Toni Mukti, dan H Marsidi Satar, SH, beserta Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Bangka, Mohd Nursi S.IP, Sekretaris BPBD Kabupaten Bangka, Budi Gustiansyah dan Kasi Kedaruratan BPBD Babel Raden Hardiansyah, SE. (*/rls)

Jaga Ekosistem Pesisir Pantai, PT Timah Tanam 5000 Batang Mangrove di Lingkungan Nelayan II Sungailiat

WARTABANGKA, BANGKA – Menjaga ekosistem lingkungan di wilayah pesisir pantai, PT Timah Tbk kembali menanam mangrove. Kali ini, PT Timah Tbk bekerjasama dengan TNI menamam 5000 batang mangrove di Kawasan Muara Lingkungan Nelayan II Sungailiat, Kamis (7/10).

Penanaman mangrove ini yang menjadi rangkaian peringatan HUT ke-76 TNI ini turut dihadiri Bupati Bangka, Mulkan, organisasi masyarakat, Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Kabupaten Bangka, mahasiswa dan masyarakat sekitar.

Ketua Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Bangka, Lukman mengatakan, pesisir pantai kerap mengalami abrasi terutama di saat musim utara. Sehingga, penanaman mangrove ini bisa menjadi solusi untuk melindungi pemukiman warga dari abrasi.

“Kami miris melihat kondisinya, kawasan ini merupakan laut lepas sehingga kalau tidak dicegah gelombangnya bisa masuk ke pemukiman warga apalagi saat musim utara. Sehingga memang diperlukan penanaman mangrove,” katanya.

Menurutnya, kegiatan penanaman mangrove sudah pernah dilaksanakan beberapa kali, namun masih harus dilakukan secara terus menerus untuk meningkatkan luasan penanaman mangrove.

Lukman menyebutkan, dalam memelihara mangrove pihaknya bekerjasama dengan berbagai pihak seperti Laskar Pesisir, Karang Taruna nelayan, Remaja Masjid Nelayan dan ormas yang ada di Nelayan II.

Senada, Fiki (19) warga Nelayan II bersyukur PT Timah Tbk telah menanam mangrove di kawasan lingkungan II Nelayan Sungailiat. Ia menceritakan sebelum ditanam mangrove, jika gelombang pasang air di kawasan ini sering menyebabkan kecelakaan nelayan yang akan pergi melaut.

“Kami merasa penanamam pohon mangrove ini sangat efektif untuk membantu kami merasa aman ketika gelombang pasang laut tiba. Saya merasa dengan adanya bantuan dari PT Timah Tbk membuat kami pemuda pemudi yang asli penduduk di lingkungan ini untuk terus melestarikan kawasan ini,” ujarnya.

Bupati Bangka, Mulkan mengapresiasi penanaman mangrove yang dilaksanakan PT TImah Tbk, menurutnya hal ini selaras dengan program pemerintah dalam pemberdayaan lingkungan.

“Program ini sejalan dengan pemerintah, karena memberikan kesejahteraan serta jaminan keselamatan kepada masyarakat agar terhindar dari masalah banjir. Hutan merupakan penyanggah kehidupan manusia, jika hutan tidak ada maka timbul permasalahan seperti abrasi atau erosi,” sebutnya.

Jika hal ini tidak diantisipasi dengan baik akan menimbulkan kerusakan bangunan yang ada di sekitar baik yang telah dibangun warga maupun pemerintah. Selain menjaga lingkungan, mangrove ini juga dapat memperindah kawasan ini.

Mulkan berpesan, mangrove ini tidak hanya sekadar ditanam, namun juga harus dipelihara dan dirawat sehingga bisa tumbuh dan memberikan dampak lingkungan.

“Saya harap masyarakat merawat dan menjaga apa yang telah dilakukan ini, serta juga masyarakat disini dapat menginformasikan baik kepada pemerintah daerah setempat atau organisasi lainnya jika adanya kerusakan tanaman,” kata Mulkan.

Menurutnya, jika kawasan ini dikelola dengan baik bisa menjadi potensi wisata yang juga akan membantu ekonomi masyarakat sekitar.

“Lokasi ini bisa dijadikan destinasi wisata karena cukup luas serta strategis dekat dengan pusat kota. Ini juga menghidupi perekonomian masyarakat sekitar, contohnya jika ada tamu atau masyarakat yang ingin berkunjung ke hutan mangrove ini, dapat menyewa perahu dari masyarakat serta bisa melariskan produk UMKM warga sekitar,” sebutnya.

Sementara itu, Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Stisipol Pahlawan 12, Topandra berharap kegiatan seperti ini lebih rutin dilaksanakan untuk menjaga ekosistem lingkungan.

“Semoga kegiatan ini lebih dirutinkan lagi dan kami berharap PT Timah Tbk bisa berfokus kepada rehabilitasi lingkungan agar kita bisa sama-sama menjaganya,” sebutnya. (rls)

PLN Babel Percepat Perbaikan Engine MPP

WARTABANGKA, MERAWANG – Recovery kelistrikan di Bangka, PLN mempercepat perbaikan Engine Mobile Power Plant (MPP). Saat ini pembangkit terbesar yang melayani sistem kelistrikan Bangka yaitu pembangkit MPP 25 MW mengalami gangguan engine.

“Untuk mempercepat pemulihanan dilakukan dengan beberapa kegiatan secara parallel, yaitu mendatangkan komponen engine dari Riau, peralatan pendukung dari Jakarta disamping itu di site juga sedang bekerja expert pembangkit MPP yang didukung expert dari General Electric,” ujar General Manager PLN UIW Babel Amris Adnan, Kamis (7/10).

Progres pengangkutan komponen engine dari Riau saat ini sedang dalam proses persiapan pengangkutan. Sedangkan progres pekerjaan perbaikan engine saat ini sedang dalam tahap investigasi oleh expert dan tim yang akan kita saksikan bersama pada Kamis sore (7/10). Proses perbaikan engine ini diperkirakan akan selesai akhir Oktober ini.

PLN juga telah mempersiapkan solusi jangka panjang dengan pembangunan Kabel Laut Interkoneksi Sumatera-Bangka yang ditargetkan selesai akhir tahun ini. Dengan terselesaikanya proyek tersebut, Bangka akan mendapatkan tambahan daya hingga 250 MW.

Selain itu, kami informasikan bahwa saat ini PLN UIW Babel sedang melakukan penambahan kapasitas melalui relokasi 7 unit mesin dari lokasi lain sebesar 7 MW dan mengoperasikan IPP PLBTg (Bio Gas) 2 MW, yang akan beroperasi secara bertahap sampai M3 November 2021. Saat ini 3 MW sudah beroperasi. Upaya ini dilakukan untuk meminimalisir terjadinya pemadaman pada pelanggan di Bangka.

“Kami mohon maaf atas ketidaknyamanan ini. Kami juga mohon dukungan dan doanya agar petugas dapat mengatasi gangguan tersebut dengan selamat,” tutupnya. (two/rls)

HUT ke-76 TNI, Kodim Bersama HNSI Bangka Tanam 5.000 Mangrove

WARTABANGKA, SUNGAILIAT – Dalam rangkaian peringatan HUT ke-76 TNI, Kodim 0413 Bangka berkolaborasi bersama Pemerintah Kabupaten Bangka dan DPC Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) serta sejumlah komunitas peduli lingkungan melakukan aksi penanaman mangrove di pesisir kawasan Nelayan Sungailiat, Kamis (7/10).

Sebanyak 5.000 batang mangrov ditanam dalam kesempatan tersebut. Danramil Bangka, Mayor Daniel B Gala menyampaikan penanaman mangrove merupakan suatu bentuk kepedulian dan aksi nyata TNI dalam memelihara lingkungan. Mengingat kondisi perariran semakin rentan akibat abrasi serta erosi.

“Semoga penanaman ini memberikan manfaat bagi kita semua. Pesan kami tentunya aksi ini bukan hanya terhenti disini saja tetapi dilanjutkan baik secara pemantauan dan pemeliharaan baik dari masyarakat sekitar ataupun anggota,” ujar Daniel.

Bupati Bangka, Mulkan SH MH yang turut langsung melakukan penanaman mengajak seluruh masyarakat untuk menjaga dan melestarikan lingkungan. Dirinya juga mengajak organisasi lainnya untuk turut melaksanakan kegiatan peduli lingkungan.

“Lingkungan ini merupakan tanggung jawab kita bersama, sehingga hari ini kita berupaya dalam mengajak masyarakat untuk memelihara lingkungan dengan penanaman bakau. Semoga kedepannya hal serupa juga dapat diikuti organisasi masyarakat lainnya,” tutup Mulkan.

Ketua HNSI Bangka, Lukman menyampaikan kawasan pesisir Lingkungan Nelayan sangat perlu diperhatikan. Mengingat daerah tersebut berbatasan langsung dengan laut dan bangunan ‘KotaKu’. Sehingga perlu adanya upaya pencegahan abrasi yang berpotensi merusak bangunan pemerintah. (zen)