Bangka

Gubernur Babel Sambut Kedatangan Ketua Bawaslu RI

WARTABANGKA, PANGKALANBARU – Gubernur Kepulauan Bangka Belitung (Babel), Erzaldi Rosman menyambut kehadiran Ketua Bawaslu RI, Abhan beserta rombongan dalam kunjungannya ke Babel. Dalam suasana santai, Gubernur Erzaldi membawa para undangan menikmati hidangan khas Babel di RM Gale-gale sambil beramah-tamah, Jumat (25/9).

Selepas jamuan makan siang, Gubernur Erzaldi membawa tamu beserta rombongan menuju Ruang Pantai Pasir Padi Kantor Gubernur Kepulauan Babel guna menghadiri deklarasi pemilukada damai, berintegritas, dan patuh pada protokol pencegahan Covid-19 dalam pemilihan bupati dan wakil bupati se-Provinsi Kepulauan Babel 2020.

Disampaikan oleh Ketua KPU Babel, bahwa pada tanggal 23 september yang lalu sudah ditetapkan sebanyak 11 pasangan calon bupati dan wakil bupati se-Provinsi Kepulauan Babel. Nomor urut pasangan calon pun sudah ditetapkan oleh KPU. Sehingga diharapkan pada musim kampanye yang akan segera dimulai pada tanggal 26 September sampai dengan 5 Desember 2020 berjalan tertib.

11 pasangan calon bupati dan wakil bupati di empat kabupaten tersebut, beberapa waktu lalu juga telah menandatangani pakta integritas terkait komitmen melaksanakan pilkada dan kampanye dengan menggunakan protokol Covid-19.

KPU RI saat ini telah mengatur regulasi terkait pelaksanaan pilkada 2020 PKPU No 13 tahun 2020 dikeluarkan oleh KPU RI untuk memenuhi standar protokol Covid-19 di antaranya, segala konser dilarang, sedangkan pertemuan tatap muka dibatasi hanya sebanyak 50 orang.

Dalam kesempatan tersebut, Ketua Kajati I Made Suarnawan mengatakan penandatanganan antara Kapolda Provinsi Babel, Ketua Bawaslu Provinsi Kepulauan Babel, dan Kajati Kepulauan Babel terkait pelaksanaan pada pilkada. Apabila terjadi pelanggaran akan ditangani oleh sentra Penegakan Hukum Terpadu (Gakkumdu) tingkat provinsi.

“Terkait dengan pelanggaran-pelanggaran, mudah-mudahan tidak terjadi, seandainya ada pelanggaran akan ditangani oleh sentra gakkumdu di tingkat provinsi, namun pelaksanaan persidangannya akan dilaksanakan di pengadilan negeri yang bersangkutan,” ungkapnya.

Sebagai penegak hukum, sudah sepatutnya untuk bersikap netral tanpa memihak kepada siapa pun. Sehingga Kajati Babel pun berpesan kepada kajari di masing-masing daerah harus bersikap netral. Hal ini sesuai dengan instruksi Jaksa Agung.

Selain itu, imbauan juga disampaikan agar mengedukasi masyarakat untuk tetap melaksanakan protokol kesehatan dalam pelaksanaan pilkada mengingat tidak menutup kemungkinan pada masa pilkada ini akan menimbulkan penyebaran virus dengan klaster baru.

“Kami mengharapkan sama-sama kita mengedukasi masyarakat mulai dari keluarga, kemudian ke RT/RW, desa, lurah, kecamatan, kabupaten, dan provinsi. Kalau itu sudah bisa kita laksanakan mudah-mudahan pelaksanaan pilkada dapat berjalan dengan lancar dan aman,” ungkapnya.

Tampak hadir Danrem 045 Garuda Jaya M. Jangkung Widyanto, Kapolda Irjen Pol Anang Syarif Hidayat, Kajati I Made Suarnawan, Kepala Kesbangpol Babel, Kepala Bappeda Babel, dan seluruh forkopimda. (Diskominfo Babel)Penulis : KhalimoFoto : OktariadyEditor : Listya

Pemkab Babar Salurkan Dana Hibah Sebesar Rp500 Juta

WARTABANGKA, MUNTOK -Pemerintah Kabupaten Bangka Barat (Babar) menyalurkan dana hibah sebesar Rp500 juta kepada penerima di Ruang OR I Setda Babar, Selasa (22/9).

Dana hibah ini disalurkan kepada PD Muhammadiyah, Dewan Masjid Indonesia Kabupaten Bangka Barat, Masjid Shirotol Mustaqim, Rumah Tinggal Pandita Vhihara Budha Maitreya, Masjid Ar-Rahman, dan Yayasan Camri Al Barokah.

Plt Kabag Sosial dan Kemasyarakatan, Agus Sunawan mengatakan total dana hibah yang disalurkan hari ini sebesar Rp 500 juta dan berasal dari APBD. Dia merinci PD Muhammadiyah mendapatkan Rp100 juta, Dewan Masjid Indonesia Babar Rp100 juta dan Yayasan Masjid Sirothol Mustaqim Kecamatan Kelapa Rp100 juta.

“Kemudian Vihara Budha Maitreya kecamatan Simpang Teritip sebesar Rp100 juta, Masjid Ar-Rahman Pal 4 muntok dan Yayasan Camri Al Barokah di pal 3 sebesar Rp 50 juta. Jadi total Rp 500juta,” ungkap Agus kepada wartawan media usai audiensi dengan bupati terkait anggaran dana hibah perubahan dan mendahului, Selasa (22/9).

Menurut dia, selama ini setiap tahun Kabupaten Bangka Barat melalui bagian sosial dan kemasyarakatan mengalokasikan untuk pengelolaan dana hibah kepada ormas dan rumah ibadah. “Jadi ormas dan rumah ibadah itu di leading sectornya di bagian sosial dan kemasyarakatan,” ujar Agus.

Selain itu, Agus menambahkan, ada beberapa aturan terkait ormas bahwa setiap tahunnya ormas tersebut ada yang menerima dana hibah dan ada juga yang tidak.


“Contoh MUI itu bisa menerima setiap tahun karena aturan memang ada di dalam undang-undang, Baznas bisa dewan masjid itu tidak setiap tahun, dua tahun sekali, terus PD muhammadiyah sama kaya NU mereka aturannya masuk dalam kategori ormas jadi menerimanya tidak setiap tahun,” jelas Agus.

Untuk itu, Agus berharap bantuan yang diberikan Pemkab Babar sesuai dengan arahan bupati bisa dimanfaatkan semaksimal mungkin untuk kegiatan ormas dan kegiatan menunjang sarana ibadah yang ada di daerah itu.

“Makanya bupati menekankan tidak hanya, mohon maaf bukan masjid saja tetapi seluruh rumah ibadah gereja ada gereja ada beberapa yang mendapatkan, kurang lebih seperti itu,” tukas Agus. (*/IBB )

Adrian Sebut Masih Ada Pejabat Negara Belum Tahu Ombudsman

WARTABANGKA, MUNTOK – Plt Kepala Perwakilan Ombudsman Republik Indonesia Kepulauan Bangka Belitung, M. Adrian Agustiansyah menyebutkan masih ada pejabat negara yang belum mengetahui tentang Ombudsman.

Hal ini disampaikan dia di depan peserta Diseminasi Pengawasan Tata Tertib Pelayanan Administrasi Pemerintahan yang digelar Pemkab Bangka Barat bersama Ombudsman di Gedung Graha Aparatur, Selasa ( 22/9).

“Mungkin banyak dari bapak-bapak ibu-ibu sekalian yang masih banyak yang belum tahu dengan lembaga negara yang bernama Ombudsman, bahkan mungkin dengarnya agak aneh apa itu Ombudsman. Kami banyak keliling ke kabupaten-kabupaten dan kota-kota,” kata Adrian.

Menurutnya, sesuai dengan undang -undang, Ombudsman adalah lembaga negara yang tugasnya adalah melakukan pengawasan di bidang pelayanan publik yang diselenggarakan oleh lembaga negara pemerintah baik pemerintah pusat maupun pemerintah daerah.

Termasuk juga didalamnya Badan Usaha Milik Negara, Badan Usaha Milik Daerah dan dan badan hukum milik negara pribadi atau badan hukum swasta yang diberikan amanat khusus dalam penyelenggaraan pelayanan publik yang memakai dana APBN atau APBD baik sebagian ataupun seluruhnya.

“Itu juga menjadi pengawasan kami, kalau kita lihat dari fungsi Ombudsman tadi akan terbayang bahwa betapa luasnya cakupan pengawasan Ombudsman dalam bidang layanan publik masuk misalnya di sana bank-bank negara, termasuk Pertamina,” tutup Adrian. (*/IBB)

Realisasi PBB Bangka Sudah Capai Rp5 Miliar

WARTABANGKA, SUNGAILIAT – Pemerintah Kabupaten Bangka mencatat capaian hasil pungutan Pajak Bumi Bangunan (PBB) sudah 75.50 persen atau Rp5 miliar lebih dari target Rp7 miliar.

Kasubid Penagihan dan Piutang Pajak Daerah, BPPKAD Kabupaten Bangka, Adi Muslih mengatakan, hasil pungutan PBB pada sektor itu terhitung hingga Senin (21/9).

“Saya optimis target PBB sektor pedesaan dan perkotaan sampai akhir 2020 mampu mencapai target. Mengingat mulai tingginya kesadaran wajib pajak membayar kewajibannya meskipun di tengah pandemi Covid-19 yang berdampak pada penurunan perekonomian masyarakat,” jelas Adi Muslih, Selasa (22/9).

Dikatakan Adi, capaian pungutan sementara yang mencapai 75.50 persen tersebut mengalami peningkatan dibandingkan periode sama tahun 2019 yang saat itu hanya mencapai 65 persen.

Upaya memaksimalkan pungutan dari wajib pajak kata dia, pihaknya bekerjasama dengan Bank SumselBabel, terjun langsung kelapangan door to door melakukan penagihan sampai ketingkat kecamatan.

Jumlah pungutan PBB setiap hari kata dia, mengalami peningkatan meskipun tidak terlalu signifikat karena penagihan di lapangan masih terus berlanjut.

“Saya ingatkan bagi wajib pajak yang belum melunasi kewajibannya, agar segera membayarnya karena akan dikenai sanksi denda sebesar dua persen per bulan dari total tagihan setelah batas tempo 31 Oktober 2020,” katanya.

Dia mengatakan, pungutan PBB sektor pedesaan dan perkotaan sampai akhir 2020 ditargetkan mampu mencapai 100 persen dari 97.481 wajib pajak.(*/zen)

Lima Rumah Warga Matras Rusak Dihantam Puting Beliung

WARTABANGKA, SUNGAILIAT – Lima rumah warga yang ada di Kelurahan Matras, Kecamatan Sungailiat, terkena angin puting beliung, Minggu (20/9) sekitar pukul 02.00 WIB.

Dedek, salah satu warga Matras mengatakan, peristiwa itu terjadi ketika wilayah Kabupaten Bangka memang sedang diguyur hujan deras disertai angin kencang.

“Kejadiannya sekitar jam dua malam. Kami sedang tidur, tiba-tiba angin kencang disertai hujan deras langsung mengangkat atap rumah,” kata Dedek, Minggu (20/9/2020).

Dedek menambahkan, seluruh rumah mengalami kerusakan di bagian atap. Atap rumah tampak patah dan hilang karena terangkat oleh angin puting beliung.

Lurah Matras, Ridwan menjelaskan kelima rumah itu terletak di RT 1 dan 2. “Ada lima rumah yang terkena. RT 1 ada 3 rumah, RT 2 ada dua rumah,” kata Ridwan.

Rinciannya RT 1 yakni rumah milik Dedek, Indra Jaya dan Pebri Kurniawan. Sementara RT 2 yakni rumah Yuyul dan Mansur.

Meski tidak ada korban jiwa kata Ridwan namun sejumlah asbes rumah rusak dan ada rumah milik warga yang retak.

“Pihak kelurahan, BPBD sudah turun ke lokasi guna mengecek langsung kondisi rumah yang terkena puting beliung,” bebernya.(*/zen)

Pengelolaan Kawasan Hutan Punya Potensi Tingkatkan Pendapatan Asli Daerah

WARTABANGKA, PANGKALPINANG – Pemprov Kepulauan Bangka Belitung (Babel) berharap kepada kepala kesatuan pengelolaan hutan agar mengelola potensi hutan yang ada dengan baik sehingga memberikan nilai tambah masyarakat setempat sekaligus peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Hal itu ditegaskan oleh Gubernur Babel, Erzaldi Rosman dalam rapat koordinasi pengelolaan wisata dalam kawasan hutan berlangsung di Ruang Rapat Gubernur Kepulauan Bangka Belitung, Jumat (18/9).

Menurut Gubernur Erzaldi Rosman, selama ini pengelolaan hutan wisata oleh masyarakat belum dikelola dengan baik, sehingga hasilnya tidak sesuai yang diinginkan.

Untuk itu, dirinya mengajak seluruh kepala KPH di Babel segera melakukan penataan yang tepat. Supaya masyarakat yang mengelola, mendapatkan hasil dari kawasan hutan tersebut.

“Kalau mereka bisa mengelola ini dengan baik, tentunya ada penguatan ekonomi dari kawasan hutan ini,” ungkapnya.

Gubernur Erzaldi Rosman mengaku bahwa, saat ini banyak masyarakat yang ingin mengelola kawasan hutan untuk dijadikan kawasan wisata maupun pertanian. Pemprov harus terus mendukung supaya dapat menggerakkan perekonomian di daerah setempat.

“Saya ambil contoh, misalnya kawasan hutan mangrove di Kurau Barat, Bukit Paradong di Belitung, Juru Seberang, Bukit Pinteir di Kampung Dul, Air Bedelew di Belinyu, serta beberapa tempat lainnya di setiap kabupaten kota di Babel,” ujarnya.

Gubernur Erzaldi menjelaskan, terkadang masyarakat dan pihak swasta belum mengelolanya secara baik, diharapkan hal seperti itu tidak terjadi lagi. Harapannya dalam membuat kebijakan atau perencanaan dirancang lebih efektif dan akurat perhitungannya.

“Dari pengelolahan ini ada bagi hasil, baik dari pengelola hutan maupun kepada KPH, sehingga secara otomatis PAD kita bisa bertambah,” pungkasnya.

Rapat ini dipimpin langsung oleh Gubernur Erzaldi, diikuti oleh Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Marwan; Kepala Badan Keuangan Daerah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Ferry Afriyanto; dan seluruh kepala KPH se-Babel. (Diskominfo Babel)

Penulis : Hasan. A. M

Foto : Umar

Editor : Listya

Si Intan, Aplikasi DLH Bangka di Hutan Kota Sungailiat

WARTABANGKA, SUNGAILIAT – Aplikasi berbasis QR Barcode bernama ‘SI INTAN’ (Sistem Informasi Tanaman) dilaunching Pemerintah Kabupaten Bangka melalui Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bangka di Hutan Kota Sungailiat, Jumat (18/9).

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bangka, Meina Lina menyampaikan setidaknya ada 44 jenis tanaman di Hutan Kota Sungailiat yang telah diindentifikasi dan diberikan barcode. Dua puluh dua diantaranya berada di daratan dan dua sisanya berada di perairan.

Sedangkan informasi tanaman yang diberikan berupa deskipsi mulai dari taksonomi, nama daerah dan nama ilmiah. Selain itu juga terdapat ciri-ciri tanaman serta habitat hidup tanaman tersebut.

“Setiap masyarakat ataupun pelajar dapat memindai barcode yang telah ditempelkan di setiap pohon. Memindainya dapat menggunakan aplikasi yang ada bawaan android ataupun dapat menggunduh QR Barcode di Play Store,” ujar Meina saat peresmian di Hutan Kota Sungailiat, Jumat (18/9).

Inovasi tersebut dikatakannya merupakan upaya untuk meningkatkan edukasi pemahaman masyarakat terkait jenis-jenis tanaman. Sehingga kedepannya dapat dimanfaatkan baik di bidang pendidikan ataupun penelitian.

Bupati Bangka, Mulkan menyampaikan saat ini banyak masyarakat yang tidak mengetahui nama tanaman lokal bangka. Sehingga inovasi ini menurutnya sangat bermanfaat dan perlu digunakan secara maksimal.

“Untuk saat ini baru tersedia di kawasan Hutan Kota Sungailiat, sehingga kedepannya dapat kita maksimalkan dengan perluasan wilayah atapun penambahan jenis jenis tanaman yang lebih beragam,” tutur Mulkan.

Selain itu dirinya juga mengajak para pelaku akademisi untuk memanfaatkan layanan yang telah tersedia di Hutan Kota. Baik melalui kegiatan belajar mengajar atapun penelitian lebih lanjut dari pihak perguruan tinggi.

Diketahui, setiap kode barcode berisi informasi nama tanaman dalam bahasa daerah, bahasa Indonesia, bahasa Inggris dan bahasa latin, serta informasi mengenai vegetasi tanaman, daerah lokasi tumbuh tanaman.(*/zen)

Satu Pasien Covid-19 Asal Bangka Barat Meninggal, Punya Riwayat Penyakit Hipertensi

WARTABANGKA, MUNTOK – Pasien positif Covid-19 berinisial IS ( 47 ) meninggal dunia. IS, warga Kelurahan Sungai Daeng, Kecamatan Muntok, Kabupaten Bangka Barat ini meninggal di RSUD Depati Bahrin Sungailiat pada Jumat (18/9) sekitar pukul 09.30 Wib.

“Meninggal karena covid iya karena hasilnya positif berarti meninggal karena covid,” kata Juru Bicara GTPPC-19 Bangka Barat, dr. Hendra ( 18/09/2020 ).

dr. Hendra menjelaskan awalnya IS berobat ke Puskesmas Kelapa pada tanggal 15 september 2020. Lalu, pasien minta dirujuk ke RSBT Muntok.

Setelah itu, pasien melakukan pemeriksaan swab pertama tanggal 16 september dan swab kedua tanggal 17 september. Dari hasil pemeriksaan swab pertama, IS dinyatakan positif Covid-19.

“Pasien itu rujukan dari Puskesmas Kelapa tanggal 15, IGD dua jam disana, terus pasien minta dikirim ke RSBT Muntok terus malamnya dikirim lagi ke RSUD SS tanggal 16 swab pertama tanggal 17 swab kedua. Hasil nya positif,” ujar dr. Hendra.

Baca juga: Innalillahi, Satu Pasien Covid-19 Asal Bangka Barat Meninggal

Lalu, tanggal 17 september, IS kemudian dirujuk ke RSUD Depati Bahrin Sungailiat pukul 22.00 wib dan meninggal dunia pada hari ini, Jumat ( 18/09/2020 ) pukul 09.30 wib.

Pasien IS, kata dr. Hendra, mempunyai penyakit bawaan yakni hipertensi dan TBC. Selama ini, IS bekerja di PT. BPL Kecamatan Kelapa dan memang tinggal di perumahan perusahaan perkebunan sawit tersebut.

“Jadi dia nggak tinggal di Muntok tapi di sawit. Istrinya juga selama ini tinggal di BPL, nggak ada kontak dengan yang di Muntok,” imbuh dr. Hendra.

dr. Hendra menerangkan jenazah akan dikuburkan seusai dengan protokol kesehatan Covid-19 di TPU Kebun Nanas.

“Nanti sudah disiapkan prokes nya penguburannya. Diharapkan jangan banyak yang datang,” jelasnya.

Selain itu, dr. Hendra menuturkan pihaknya juga telah melakukan tracking sejumlah tenaga medis yang kontak langsung dengan almarhum.

“Kemarin sudah ditracing kontak dengan tenaga medisnya baik Puskes Kelapa, RSBT, RSUD kita sudah tracing kontak erat dengan siapa dan hari ini sudah diambil swab untuk mereka yang kontak. Istrinya juga di swab hari ini tapi belum ada hasilnya,” ungkapnya.

dr. Hendra menambahkan pihaknya masih belum mengetahui bagaimana penularan virus Covid-19 terhadap mendiang IS. Namun, saat ini pihaknya juga telah menurunkan tim GTPPC-19 untuk melakukan tracking kontak di Puskesmas Kelapa dan PT. BPL.

“Penularan dari mana belum tahu. Pagi tadi sudah saya turunkan tim ke Puskes Kelapa dan BPL untuk tracing kontak. Jadi saya minta juga mereka cari penularaan dari mana,” tutup dr. Hendra. (*/IBB )

Wabup Bangka Minta Kades Maksimal Cegah Penyebaran Covid-19

WARTABANGKA, SUNGAILIAT – Wakil Bupati Bangka, Syahbudin meminta kepala desa (kades) untuk maksimal dalam pencegahan Covid-19. Menurut dia, pencegahan penularan virus corona di suatu daerah harus dilakukan bersama-sama mulai pemerintah desa sampai dengan pemerintah kabupaten atau kota dan provinsi.

Demikian disampaikan Syahnudin saat membuka workshop bagi pemerintah desa dan BPD di Hotel Tanjungpesona, Selasa (15/9).

“Saya minta seluruh kepala desa, aktif memaksimalkan pencegahan
Covid-19 dengan mengajak warga desanya disiplin menerapkan
protokol kesehatan,” pesan wabup.

Dia mengatakan, akibat pandemi Covid-19 yang terjadi selama beberapa bulan, telah memberikan dampak pada penurunan diberbagai aspek penting masyarakat. Seperti menurunnya kegiatan usaha, pembatasan aktivitas sosial masyarakat maupun aspek lainnya.

Menurutnya, dari delapan kecamatan di Kabupaten Bangka hanya
ada dua wilayah kecamatan yang tidak ditemukan kasus Covid-19
yakni di Kecamatan Bakam dan Kecamatan Riau Silip.

“Saya berharap, angka kasus itu dapat ditekan seminimal mungkin
sehingga wilayah Kabupaten Bangka kembali ke zona hijau dan
masyarakat dapat kembali beraktivitas dengan normal,” tutupnya.

Hingga Selasa (15/9) tercatat 81 warga terkonfirmasi positif Covid-19 dengan 71 orang sudah dinyatakan sembuh.(*/zen)

Polres Bangka Bagikan 42.500 Masker Gratis

WARTABANGKA, SUNGAILIAT – Polres Bangka membagikan sebanyak 42.500 masker secara gratis kepada masyarakat guna mencegah penyebaran wabah Covid-19 di daerah itu.

Kapolres Bangka AKBP Widi Haryawan mengatakan, 42.500 masker itu dibagikan kepada masyarakat mulai dari pasar hingga pelabuhan perikanan.

“Pembagian masker dilakukan serentak seluruh Indonesia dengan melibatkan forkopimda, TNI, juga pejabat pemerintah dari lembaga vertikal,” jelas kapolres, Kamis (10/9).

Dikatakan, pihaknya masih mendapatkan sejumlah warga yang tidak memakai masker terutama nelayan dengan alasan baru pulang dari melaut. Padahal kata dia, penerapan protokol kesehatan Covid-19 dengan memakai masker adalah berguna kepentingan keselamatan bersama.

Hal senada, juga dilakukan Polsek Pemali. Kapolsek Pemali Ipda Joniarto,SH menjelaskan, pembagian masker ini serentak dilakukan oleh Polres Bangka beserta jajaran polsek.

“Hari ini kegiatan serentak dari Polres Bangka dan jajaran polsek. Kita bagikan 4.650 masker kepada masyarakat,” kata kapolsek.

Beberapa titik sasaran pembagian masker tambah kapolsek seperti warung kopi, Pasar Higienis Air Ruay dan lainnya. Selain membagikan masker, kapolsek juga mengimbau masyarakat untuk menerapkan 3M. Mulai dari mencuci tangan dengan air mengalir, memakai masker dan menjaga jarak.

“Sekarang ini masyarakat mulai lengah menerapkan 3M. Masyarakat anggap kondisi aman padahal situasi meningkat. Sehingga kami tak henti-henti untuk mengingatkan masyarakat untuk merapkan protokol kesehatan,” pintanya.(*/zen)