Pangkalpinang

Walikota Molen Resmikan Gerai Mc Donalds Pangkalpinang

WARTABANGKA, PANGKALPINANG– Salah satu makanan cepat saji asal Amerika Serikat Mc Donalds kini sudah dapat dinikmati masyarakat luas. Gerai yang berlokasi di Jalan Jeletung No. 25, Kecamatan Rangkui ini sudah diresmikan Walikota Pangkalpinang Maulan Aklil (Molen) dengan pemotongan pita pada Jumat (15/10) siang.

Kehadiran Mc Donalds di kota Pangkalpinang kata Walikota Molen menambah nilai investasi, bahkan nilai investasinya sampai 15 miliar rupiah.

“Belum lagi dari penyerapan tenaga kerja lokalnya mencapai 30 orang. Ini tentunya harus kita syukuri bersama. Apalagi situasi pandemi Covid-19 ini sangat jarang orang mau berinvestasi,” ujar Molen kepada wartawan usai acara.

Molen mengharapkan dengan kehadiran Mc Donalds tentunya dapat menjadi magnet atau pemicu investor lainnya untuk menanamkan investasinya di Kota Pangkalpinang.

Walikota muda ini juga mempunyai keyakinan kuat kalau kedepan akan ada lagi investor yang akan berinvestasi di kota beribu senyuman.

Keyakinan ini kata Molen, diungkapkannya sudah ada dua tenant atau penyewa besar yang sudah melakukan komunikasi dengan dirinya, namun dia enggan membeberkan tenant yang dimaksud.

“Ya kita doakan saja tenant ini akan masuk ke kota Pangkalpinang. Tapi ini kita masih rahasiakan,” ungkapnya.(*)

BPJ Apresiasi Upaya PLN Lakukan Percepatan Pemulihan Sistem Kelistrikan di Pulau Bangka

WARTABANGKA, PANGKALPINANG– Anggota DPR RI Komisi VII Bambang Pati Jaya (BPJ) apresiasi upaya PLN dalam mempercepat pemulihan sistem kelistrikan di Pulau Bangka akibat gangguan mesin PLTMG kapasitas 25 MW.

“Kami mengapresiasi upaya PLN dalam proses pemulihan sistem kelistrikan di Pulau Bangka ini. Kami memahami kesulitan yang dihadapi PLN saat ini, mereka bekerja keras 24 jam untuk memulihkan kondisi kelistrikan kembali normal,” jelas BPJ saat mengunjungi kawasan pembangkitan Air Anyir Bangka, Jumat (15/10).

Pihaknya berharap pemulihan dapat segera terselesaikan sesuai dengan rencana.

“Mudah-mudahan nasib baik selalu menyertai, dan semoga upaya – upaya pemulihan berjalan dengan baik sesuai rencana, karena harapan masyarakat sangat tinggi kepada PLN,” imbuhnya.

Saat ini PLN tengah berupaya memulihkan gangguan sistem kelistrikan di Pulau Bangka. Komponen engine yang didatangkan dari Riau saat ini sudah dalam perjalanan dari Palembang menuju ke Pulau Bangka.

General Manager PLN UIW Babel, Amris Adnan mengungkapkan komitmennya untuk bekerja keras memulihkan kondisi kelistrikan pulau Bangka.

“Kami terus bekerja keras untuk memulihkan sistem kembali normal sesuai rencana, yaitu tanggal 28 Oktober 2021. Kami juga mengimbau agar masyarakat mengurangi pemakaian listrik pada saat beban puncak sebesar 30% untuk mengurangi dampak padam yang lebih luas,” tutup Amris.(two/rls)

Gubernur Buka Pelatihan Calon Dosen Prodi Pendidikan Kedokteran UBB

WARTABANGKA, PANGKALPINANG – Langkah Universitas Bangka Belitung (UBB) untuk mewujudkan Program Studi (Prodi) Pendidikan Kedokteran semakin mendekati kenyataan. Itu setelah digelarnya “Pembinaan dan Pelatihan Problem Based Learning Bagi Calon Dosen Program Studi Pendidikan Dokter Universitas Bangka Belitung”.

Kegiatan dilaksanakan di Soll Marina Bangka Hotel, Jumat (15/10), dan dihadiri Dekan Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Sriwijaya (Unsri) beserta jajaran FK Unsri, Palembang. Pelatihan tersebut dibuka secara langsung oleh Gubernur Babel Erzaldi Rosman, secara virtual melalui Zoom Meeting.

Gubernur Erzaldi menyambut baik pembinaan dan pelatihan yang diikuti oleh 40 peserta dari berbagai instansi kesehatan tersebut. Ia menganggap sebagai langkah awal atau ujung tombak Bumi Serumpun Sebalai melahirkan pendidik yang andal, dan menciptakan pelayanan kesehatan di Babel.

“Kita semua bersyukur pelatihan hari ini adalah bagian tahap akhir terbentuknya Program Studi Kedokteran di UBB. Karena itu, saya sangat bersyukur kita bisa melalui proses ini. Terima kasih kepada jajaran UBB yang sudah bekerja keras mewujudkan Prodi Kesehatan ini yang berkolaborasi dengan Unsri,” katanya.

Melalui pelatihan ini juga, menurut Gubernur Erzaldi, akan berujung sebagai sarana mencetak generasi hebat dari Babel. Dengan begitu, lanjut gubernur, juga akan memperkaya ketersediaan dokter spesialis maupun dokter umum, yang saat ini dirasakan banyak kekurangan.

“Program Studi Kedokteran ini harus dilaksanakan di provinsi kita untuk mencapai angka ideal ketersediaan dokter di tengah-tengah masyarakat. Tentunya kita butuh tenaga dokter yang sangat banyak. Ke depan kita akan melihat lahirnya dokter-dokter muda, dokter-dokter yang andal dari UBB,” ujarnya.

Untuk itu, Gubernur Erzaldi meminta kepada para calon dosen untuk dapat mengikuti pembinaan dan pelatihan dengan sebaik-baiknya, dan memanfaatkan pengalamanan yang didapatkan selama ini sebagai bekal memperkaya keilmuan.

“Calon dosen, kalian sudah memiliki pengalaman-pengalaman yang baik dan banyak. Selaku calon dosen harus mempelajari apapun kedepannya, agar pengalaman yang sudah didapati dapat terus berkembang dalam rangka meng_upgrade_kan diri untuk untuk terus melakukan perubahan-perubahan,” ungkapnya.

“Tentunya membutuhkan proses yang sangat panjang untuk mewujudkan keinginan kita semua, keinginan masyarakat. Bukan saja sekadar membuka program ini, tetapi adalah keinginan daripada kita semua untuk mewujudkan masyarakat yang sehat, kuat dan bersahaja,” katanya menambahkan.

Sementara itu, Rektor UBB Dr. Ibrahim mengucapkan terima kasih atas dukungan penuh yang diberikan Gubernur Erzaldi bersama jajaran di Lingkungan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Babel. Sehingga, Prodi Pendidikan Kedokteran ini semakin dekat akan terealisasi, dan tinggal mengikuti persyaratan lanjutan yang diminta oleh Kementerian.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada Pak Gubernur yang sangat intens sekali memantau dan memonitor perkembangan Program Studi Kedokteran. Kami harus bersyukur karena Pemprov Babel selama ini justru sangat intensif mendorong kami, dan alhamdulillah dengan semangat itu kami juga semangat. Terima kasih Pak Gubernur,” pungkasnya. (Diskominfo Babel)

Pemprov Babel dan Lampung Sepakat Bangun Jalur Transportasi Laut

WARTABANGKA, TANJUNGPANDAN – Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Pemprov Babel) dan Pemprov Lampung sepakat untuk menjalin kerja sama fasilitasi penyeberangan antar kedua provinsi tersebut, dalam rangka meningkatkan pengembangan investasi, perdagangan dan pariwisata.

Kesepakatan tersebut tertuang dalam Nota Kesepakatan Bersama yang ditandatangani langsung antara Gubernur Babel Erzaldi Rosman, dan Gubernur Lampung Arinal Djunaidi, di Ruang Pertemuan UPTD DPUPR, Kabupaten Belitung, Kamis (14/10).

Penandatanganan Nota Kesepakatan Bersama antar kedua kepala daerah ini bisa dikatakan bersejarah. Kaarena, untuk pertama kalinya dilakukan kerja sama antar kedua provinsi tersebut dalam hal pembangunan jalur transportasi laut yang direncanakan di wilayah Kabupaten Mesuji Lampung, dan Sadai Bangka Selatan.

Dalam kesepakatan tersebut, Gubernur Erzaldi mengatakan, kerja sama ini merupakan inisiasi pasca kesepakatan kedua provinsi pada rakor gubernur se-Sumatra beberapa waktu lalu.

“Kami ingin mengembalikan kekuatan kawasan Sumatera Bagian Selatan (Sumbagsel) di Indonesia, khususnya dalam hal investasi, perdagangan dan pariwisata,” ungkap Gubernur Erzaldi saat memulai sambutannya.

Gubernur Erzaldi dalam kesempatan itu menuturkan, tujuan kerja sama ini untuk mendorong dan memfasilitasi dalam penyediaan jalur trasnportasi secara langsung dari dan antara pelabuhan di Babel dan Lampung.

“Seperti perdagangan, diharapkan dapat mempersingkat bahan pangan dari kedua daerah,” jelasnya.

“Disamping itu, seperti yang kita ketahui bersama bahwa banyak masyarakat Lampung yang berdomosili di Babel maupun sebaliknya. Dengan adanya pelabuhan ini juga akan memberikan alternatif mereka untuk berpergian ke daerah asalnya,” lanjutnya.

Selain itu, kerja sama ini bertujuan untuk membuka peluang usaha yang lebih luas bagi pelaku perdagangan, investasi, dan pariwisata. Khusus di Babel, kerja sama ini dapat memperkuat program strategi nasional, yakni Kawasan Industri Sadai.

Pada Kesempatan yang sama, Gubernur Lampung Arinal Djunaidi mengatakan, tindaklanjut kerja sama ini, Pemprov Lampung sedang menyiapkan dermaga pelabuhan untuk memasok pangan dan komoditas daerah lainnya ke Babel yang berlokasi di Kecamatan Sungai Sidang, Kabupaten Mesuji, Lampung.

Gubernur Arinal juga memaparkan bahwa, Provinsi Lampung sebagai lokasi yang sangat strategis, sebagai pintu gerbang Pulau Sumatera, yang menghubungkan Pulau Jawa serta dilalui alur laut Kepulauan Indonesia.

“Lampung sendiri merupakan sentra penghasil padi di Indonesia, pada tahun 2020 sebesar 2.650.290 ton atau meningkat 22.47 persen dari periode sebelumnya,” ungkapnya.

Adapun sektor komoditi yang akan dikirimkan ke Bangka Belitung itu meliputi bidang pangan, holtikultura, peternakan dan hasil perkebunan.

Dengan adanya kerja sama ini, ia berharap menjadi solusi dalam pemenuhan kebutuhan pangan strategis dan jasa antar kedua daerah dengan harga yang jauh lebih kompetitif.

Untuk lebih mengkonkretkan kerja sama tersebut, dalam pertemuan itu, selain penandatanganan antar kedua kepala daerah, juga dilakukan penandatangan kerja sama antar BUMD. Dalam hal ini, antara PT Wahana Rahardja milik Pemprov Lampung dan PT Bumi Bangka Belitung Sejahtera milik Pemprov Babel.

Penandatanganan kerja sama tersebut turut disaksikan Pangdam II Sriwijaya, Forkopimda Babel, Forkopimda Lampung, Bupati Belitung, Wakil Bupati Belitung Timur, Kepala Bank Indonesia Lampung, Kepala Bank Indonesia Babel, dan Kepala Perangkat Daerah Babel. (Diskominfo Babel)

Komite BPH Migas Berikan Solusi Soal Kelangkaan BBM di Babel

WARTABANGKA, PANGKALPINANG – Komunikasi secara intens terus dilakukan Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Pemprov Babel), bersama pihak terkait dalam upaya penanggulangan kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) di Babel, khususnya di Pulau Belitung.

Terkini, Wakil Gubernur (Wagub) Babel Abdul Fatah menerima kunjungan Anggota Komite Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas), Abdul Halim dan Yapit Sapta Putra, di Ruang Rapat Wagub Babel, Kamis (14/10).

Pertemuan itu juga dihadiri pihak Pertamina yakni Sales Branch Manager Pertamina, Satrio Wibowo Wicaksono, beserta Perangkat Daerah (PD) terkait di Pemprov Babel.

Dalam pertemuan, Wagub Abdul Fatah menyampaikan keluhan kelangkaan BBM yang terjadi di Belitung. Hal ini terjadi dikarenakan tingkat kebutuhan terhadap BBM sangat tinggi. Sementara, ketersediaan BBM tidak cukup untuk menutupi kebutuhan tersebut.

“Kondisi ini (kelangkaan BBM) selalu saja hadir berulang-ulang, tidak hanya pada saat ini. Masyarakat berlomba-lomba mendapatkan bensin, disitu masalahnya. Kalau kondisi normal-normal saja dan hanya digunakan untuk moda transportasi atau nelayan, tidak terjadi kelangkaan. Tapi karena nilai ekonomi naik, menjadi pemantik masyarakat untuk menambang timah, sehingga tidak mampu mengejar distribusi untuk kebutuhan,” ungkapnya.

Anggota Komite BPH Migas Abdul Halim, dalam paparannya menyambut baik koordinasi yang dilakukan Pemprov Babel berkenaan dengan kelangkaan BBM yang sempat terjadi. Menurutnya, BPH Migas telah melakukan diskusi bersama Hiswana Migas maupun Pertamina.

“Ada beberapa hal yang sudah kami diskusikan dengan Pak Suhendra (Ketua Hiswana Migas Babel), bagaimana mengatasi keadaan sekarang terkait kebutuhan BBM. Kita berkolaborasi dengan Pertamina, karena disini BPH Migas sebagai pengawasan BBM agar tepat sasaran. Nah, itu kita tugaskan pihak Pertamina untuk melakukannya (penyaluran),” katanya.

Lebih jauh, diungkapkan Abdul Halim, BPH Migas dapat memberikan dua solusi bagi pemerintah daerah untuk mengatasi kelangkaan BBM ini. Pertama, yakni dengan sistem saling back-up kebutuhan di setiap daerah yang masih dalam satu wilayah provinsi. Sebab katanya, untuk permintaan penambahan kuota BBM akan sulit terealisasi.

“Mengimbangkannya bagaimana? Disini kami mencoba mengotak-atik yang selama ini kuota diatur oleh Dirjen sampai ke SPBU. Selagi masih dalam satu provinsi, bisa disiasati kalau di sini kurang, back-up dari yang lain. Kecuali beda provinsi, itu tidak bisa,” katanya.

Solusi kedua, yang menurutnya bisa menjadi opsi bagi pemerintah yakni dengan menggaet pihak ketiga sebagai penyuplai BBM non subsidi. Sehingga, ketersediaan BBM tidak hanya terpusat pada ketersediaan yang ada di Pertamina, melainkan dapat diperoleh dari perusahaan lain. Namun, hal ini dapat berjalan dengan syarat dan ketentuan yang dilegalkan.

“Jadi kalau ada pengusaha mau naik kelas, ada syarat yang harus dipenuhi di Dirjen Migas. Pengusaha harus ada izin usaha niaga umum. Ini punya nilai investasi yang besar dan bisa mendistribusikan melalui agen-agen, jadi lebih berkembang,” ungkapnya.

Menanggapi kembali penjelasan Abdul Halim, Wagub Abdul Fatah mengakui dapat memahami apa yang harus dilakukan oleh pihaknya ke depan, dalam upaya penyelesaian kelangkaan BBM di wilayah Babel. Ia pun mengucapkan rasa syukur atas terjalinnya komunikasi yang baik antara Pemprov. Babel dan BPH Migas.

“Pak Halim bersama-sama kami mencoba melihat kondisi itu, hal-hal apa yang harus dilakukan. Saya menjadi paham yang harus dilakukan melalui jalur-jalur formal yang menjadi kebijakan nasional, tapi ada juga jalur-jalur lain yang tidak terikat dalam tataran subsidi, dengan bebas melakukan niaga untuk kebutuhan BBM,” katanya. (Diskominfo Babel)

Gubernur Babel ‘Maraton’ Atasi Kelangkaan BBM

WARTABANGKA, JAKARTA – Dalam sehari saja, Gubernur Kepulauan Bangka Belitung (Babel) Erzaldi Rosman, mampu maraton berkoordinasi dari hulu ke hilir perihal kelangkaan BBM di wilayahnya.

Sekali ‘libas’ pada hari yang sama, Erzaldi mampu beraudiensi dengan PT Pertamina Patra Niaga dan Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas), di Jakarta, pada Senin, (11/10) lalu.

Bertemu PT Pertamina Patra Niaga, Erzaldi diterima Direktur Utama (Dirut) Alfian Nasution, Direktur Pemasaran Regional Jumali, serta Direkur Rekayasa dan Infrastruktur Darat Eduward Adolof Kawi. Sementara di BPH Migas, ia diterima Kepala BPH Migas, Erika Retnowati.

Ia melakukan pertemuan dengan kedua pimpinan masing-masing lembaga itu dengan membawa agenda krisis stok bahan bakar di wilayah yang ia pimpin. Karena saat ini di Babel khususnya di Pulau Belitung, BBM jadi barang langka akibat kegiatan tambang yang intensitasnya makin tinggi dikarenakan harga timah melonjak.

Akibatnya antre di SPBU (Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum) mengular. Bahkan, jangankan solar, Pertamax pun habis disikat pengerit. Maka di depan Kepala BPH Migas, Erzaldi berharap dapat mempertimbangkan permohonannya perihal penambahan kuota BBM.

“Menimbang hal tersebut, saya meminta BPH Migas untuk menambah kuota BBM khususnya Pertalite untuk Pulau Belitung,” harap Erzaldi atas persoalan kelangkaan BBM terutama jenis Pertalite yang kerap terjadi saat ini di Pulau Belitung.

Bukan hanya itu saja. Gubernur Erzaldi juga mengungkapkan, kondisi tangki cadangan Pertamina Babel saat ini hanya bermuatan cukup untuk kebutuhan 3 hari, sehingga apabila kuota sudah menipis, pihak Pertamina akan melakukan pembatasan yang membuat antrean di SPBU semakin panjang.

“Dengan pemakaian Pertalite dan Pertamax yang digunakan secara masif untuk pertambangan membuat pasokan terus menipis, sehingga terjadi kenaikan harga di tingkat pengecer dan juga berimbas pada kenaikan harga barang pokok di wilayah tersebut,” ungkapnya.

Selain menyebut kelangkaan BBM di wilayahnya, Erzaldi mendorong BPH Migas untuk mendirikan SPBU Nelayan di beberapa pulau kecil, yang notabene akivitas penduduknya adalah nelayan.

Dengan beroperasinya SPBU Nelayan tersebut diharapkan dapat bermanfaat khususnya untuk kelompok nelayan di sekitar wilayah pesisir, sehingga lebih dekat, lebih mudah, dan aktivitas melaut pun lebih lancar.

Menanggapi hal itu, Kepala BPH Migas Erika Retnowati menyambut positif dan siap mendukung pembangunan SPBU Nelayan tersebut, selagi mendapat dukungan dari pihak Kementerian Kelautan dan Perikanan RI.

Sementara, saat beraudiensi dengan Direktur Utama PT Pertamina Patra Niaga Alfian Nasution, Erzaldi menitikberatkan pada volume storage atau tangki cadangan BBM di wilayahnya, yang butuh peningkatan.

“Yang paling penting sekali adalah berkenaan dengan penanganan stok BBM kami. Jangankan solar, Pertamax saja habis terjual setiap harinya di Babel karena tingginya kebutuhan BBM,” ungkapnya.

Namun, untuk mengatasi permasalahan ini, tidak semudah hanya dengan menambah stok pasokan BBM untuk didistribusikan di Pulau Bangka dan Belitung. Terlebih dahulu harus membangun storage , karena tempat penyimpanan ini masih terbatas.

Harapannya, PT Pertamina dapat menaruh perhatian, agar segera merencanakan penambahan kapasitas storage ini, mengingat Babel akan terus berkembang dari berbagai sektor. Itu terbukti dari meningkatnya penggunaan energi listrik di Babel sebagai daerah pengguna listrik tertinggi di Indonesia, yaitu 11,3%.

Direktur Utama PT. Pertamina Patra Niaga, Alfian Nasution menanggapi pernyataan Gubernur Erzaldi. Dia sepakat ingin bersama mengantisipasi lebih awal, sehingga dapat menyiapkan ketersediaan BBM.

Riwayat dirut yang pernah bertugas di Babel membuat Alfian ingin menyelesaikan permasalahan distribusi dan infrastruktur di Babel. Kapasitas storage dan penanganan suplai untuk Pulau Belitung, katanya dapat dimulai dengan memperbaiki infrastrukturnya terlebih dahulu.

“Akan dilakukan pengecekan lagi, karena terdapat rencana pengembangan dari anak perusahaan di Belitung,” jelas Alfian Nasution.

Selain membahas mengenai kelangkaan BBM dan antisipasi terkait storage tersebut, baik Erzaldi maupun Alfian pada pertemuan sehari itu, juga membahas mengenai kemungkinan pengembangan Pelabuhan Tanjung Gudang Belinyu, yang dipersiapkan sebagai lokasi storage Pertamina. Dan Pertamina berjanji akan menyesuaikan pengembangan di Belinyu. (Diskominfo Babel)

Pemprov Babel Terima Anugerah Parahita Ekapraya

WARTABANGKA, PANGKALPINANG – Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) untuk ketiga kalinya mendapat penghargaan Anugerah Parahita Ekapraya (APE) tahun 2020. Anugerah yang diserahkan secara virtual ini, juga diterima 29 provinsi di Indonesia.

Wakil Gubernur Babel, Abdul Fatah menyebutkan, APE ini merupakan apresiasi dari pemerintah pusat terhadap kinerja dan upaya pemerintah daerah dalam pengarusutamaan gender (PUG).

“Kita memberikan kesempatan ya v sama antara laki-laki dan perempuan, baik dalam Demokrasi politik maupun di pemerintahan,” kata wagub, Rabu (13/10).

Di lingkungan Pemprov Babel, tambahnya, sudah ada beberapa jabatan organisasi perangkat daerah (OPD) yang dikomandoi oleh perempuan.

“Keberadaan pemimpin perempuan dalam OPD ini harus terus kita dorong, agar adanya keseimbangan antara laki-laki dan perempuan,” imbuhnya.

Wagub berharap, pada tahun 2022 mendatang, Babel bisa naik tingkat dari peraih APE katagori madya menjadi utama atau mentor.

“Anugerah ini semangat bagi kita untuk memacu kinerja dan mendorong pengarusutamaan gender agar nanti bisa mendapatkan penghargaan katagori utama atau mentor,” harapnya.

Ia juga mengapresiasi, kinerja yang dilakukan oleh Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak Kependudukan Pencatatan Sipil dan Keluarga Berencana (DP3ACSKB) Babel.

Sementara, Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Bintang Puspayoga mengatakan, kesetaraan gender ini tertuang dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN).

Anugerah ini, sebutnya diberikan setiap dua tahun sekali untuk melihat kemajuan pembangunan yang berorientasi pembangunan gender di kementerian/lembaga dan pemerintah daerah.

Tahun ini, APE dianugerahkan kepada 13 kementerian/ lembaga, 29 provinsi dan 256 kabupaten kota. “Harapan kami ada peningkatan kualitas pelaksanaan pengarusutamaan gender di Indonesia,” ujarnya.

Ia memberikan apresiasi kepada kementerian lembaga dan pemerintah daerah yang telah peduli dan berkomitmen dalam pelaksanaan pengarusutamaan gender di daerahnya. (two)

Molen: RTRW Review Lebih Memperjelas Tata Ruang Kota 20 Tahun ke Depan

WARTABANGKA, PANGKALPINANG – Pengaturan kembali atau review terhadap Raperda Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kota Pangkalpinang Tahun 2022-2041 merupakan suatu kebijakan untuk mengarah penataan ruang Kota Pangkalpinang yang lebih baik.

Hal ini seperti yang diutarakan Wali Kota Pangkalpinang, Maulan Aklil (Molen) di Ruang Sidang Paripurna DPRD Kota Pangkalpinang, Senin (11/10) kemarin.

“Tujuan penataan ruang dalam Raperda RTRW Kota Pangkalpinang Tahun 2022-2041 adalah mewujudkan Kota Pangkalpinang sebagai kota perdagangan, jasa, pariwisata, dan industri dengan konsep kota tepi air berwawasan lingkungan,” kata Molen.

Berdasarkan ketentuan Pasal 26 ayat (5) dan Pasal 28 Undang-Undang Nomor 26 Tahun 2007 tentang Penataan Ruang, serta Pasal 82 ayat (1) Peraturan Pemerintah Nomor 15 Tahun 2010 tentang RTRW Kota Pangkalpinang Tahun 2011-2030 ditinjau kembali satu kali dalam lima tahun.


Dengan demikian, kata dia, di tahun 2017 merupakan masa periodik lima tahun pertama untuk dilakukan peninjauan kembali (PK) atau review RTRW Kota Pangkalpinang Tahun 2011-2030 untuk melihat kesesuaiannya dengan kebutuhan pembangunan agar kualitas RTRW tetap terjaga.


Menurut Molen, terbitnya Undang-Undang Nomor 11 tentang Cipta Kerja yang salah satunya mengatur materi terkait penataan ruang, maka Peraturan Daerah (Perda) Kota Pangkalpinang Nomor 1 Tahun 2012 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Kota Pangkalpinang Tahun  2011-2030 harus disesuaikan.


Penyesuaian dilakukan peninjauan kembali (PK) atau review RTRW untuk melihat kesesuaiannya dengan kebutuhan pembangunan agar kualitas RTRW tetap terjaga.


Untuk menjamin bahwa PK dan Revisi RTRW telah memperhatikan aspek lingkungan hidup, maka telah dilakukan pula penyusunan dokumen Kajian Lingkungan Hidup Strategis (KLHS) dengan berpedoman pada Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup,serta Peraturan Pemerintah Nomor 46 Tahun 2016 tentang Tata Cara Penyelenggaraan Kajian Lingkungan Hidup Strategis.


Sehingga, lanjut dia, terjadi perubahan dari revisi menjadi pencabutan untuk menyesuaikan dengan nomenklatur, sistematika, prosedur penyusunan hingga penetapan, dan basis data peta yang diatur dalam Undang-Undang Cipta Kerja dan segala peraturan pelaksanaannya.


“Maka nantinya setelah Raperda yang dibahas tersebut telah disahkan menjadi perda, maka Peraturan Daerah (Perda) Kota Pangkalpinang Nomor 1 Tahun 2012 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Kota Pangkalpinang Tahun 2011-2030, dinyatakan dicabut dan tidak berlaku lagi,” pungkasnya.(*)

Samiah Terharu Terima Bantuan PT Timah Tbk untuk Pembangunan Asrama Tahfiz

WARTABANGKA, PANGKALPINANG – Ketua Yayasan Khadijah Center Madani, Samiah menangis saat mendengar kabar akan menerima bantuan dari PT Timah Tbk. Dimana saat ini Yayasan Khadijah Center Madani Kota Pangkalpinang sedang membangun asrama Tahfizdzul Qu’ran An Naajihaat yang terletak di Kawasan Sinar Bulan, Air Itam, Kota Pangkalpinang.

Asrama ini dibangun di tanah wakaf warga untuk memudahkan para santri dalam menghapal Al Qur’an. Pembangunan asrama ini megandalkan donasi dari masyarakat.

“Kami coba-coba mengajukan proposal ke PT Timah Tbk, tidak menyangka akan dibantu sebesar ini. Saya sampai menangis begitu tau kami akan dibantu, tadinya kami tidak percaya diri bisa dibantu. Alhamdullillah ini luar biasa memudahkan kami untuk melanjutkan pembangunan asrama tahfiz ini,” kata dia usai penyerahan bantuan di lokasi Pembangunan asrama Tahfizdzul Qu’ran An Naajihaat, Senin (11/10/2021).

Samiah menceritakan, sebelumnya para santri ini mengontrak rumah untuk dijadikan asrama. Saat ini ada sekitar 30 santri yang merupakan tahfiz Al Quran yang sedang mengenyam pendidikan di lembaga ini.

“Selama ini kami ngontrak, jadi para santri ini ada yang mahasiswa ada juga yang sudah bekerja. Kegiatan di asrama itu dimulai dari pukul 17.00 sampai 07.00 WIB. Mereka menghapal Al Quran dan ada pendidikan memang untuk para tahfiz. Kami mencoba untuk membuat lingkungan yang nyaman bagi mereka untuk menghapal Quran dan mendalami ilmu agama,” sambungnya.

Pihaknya mengapresiasi penuh PT Timah Tbk yang telah mendukung pembangunan asrama ini. Bagi dia bantuan ini sangat bermanfaat bagi mereka.

“Kami tidak menyangka akan dibantu sebesar itu. Ternyata PT Timah Tbk mendukung penuh kegiatan pembangunan asrama tahfiz ini. Ini sangat berarti dan bermanfaat bagi kami,” ujarnya.

Menurutnya, Pondok Pesantren ini baru dibangun sekitar dua bulan lalu secara bertahap. Rencananya akan dibangun dua lantai dengan kapasitas bisa menampung ratusan santri.

“Satu kamar itu kita perkirakan bisa 6-8 santri, rencananya akan kita bangun sekitar 15 kamar. Kami bersyukur sekali PT Timah Tbk bisa membantu kami, semoga kehadiran asrama ini bisa memberikan manfaat bagi masyarakat sekitar,” ujarnya.

Menurutnya, dengan adanya asarama ini juga meringankan para santri sehingga mereka tidak perlu ngekos lagi.

“Santri di sini kebanyakan mahasiswa yang berasal dari berbagai wilayah di Pulau Bangka. Mereka ini kebanyakan penerima beasiswa juga. Dengan adanya asarama ini bisa membantu mereka setidaknya mereka tidak perlu ngekos lagi,” sebutnya.

Salah satu Santri Nadia Putri menceritakan, mereka mulai kegiatan di asrama pada sore hari. Sedangkan pagi hingga siang mereka beraktivitas seperti kuliah dan bekerja. Namun, dengan di asrama akan semakin mendukung mereka untuk menghapal.

“Sekarang kami masih ngontrak se kamar itu sekitar 6-8 orang. Kondisinya kurang memungkinkan karena sebenarnya banyak teman-teman yang ikut belajar mendalami ilmu agama dan mengahapal Al Quran. Hanya saja kami belum bisa mengajak karena memang tempatnya belum bisa menampung banyak,” kata dia.

Ia mengapresiasi bantuan dari PT Timah Tbk ini, kata dia selama ini santri juga ikut berusaha menggalang donasi untuk pembuatan asrama ini.

“Kami bersyukur sekali dengan adanya bantuan dari PT Timah Tbk. Karena ini akan mewujudkan mimpi kami. Manfaatnya bukan hanya di kami, tapi juga untuk nanti angkatan berikutnya. Semoga PT Timah Tbk terus maju,” ujarnya.

Senada, Anggota DPRD Kota Pangkalpinang Rio Setiady menyambut baik kehadiran
Tahfizdzul Qu’ran An Naajihaat di Kota Pangkalpinang.

“Kita menyambut kehadiran asrama ini. Pertama karena hadir di tengah pemukiman, yang kedua sebagia salah satu solusi dari permasalahan masyarakat kita. Pesantren dapat memberikan warna di tengah masyarakat baik dalam hal sosial dan pendidikan,” kata Rio.

Diakuinya, pendidikan bukan hanya tugas Pemerintah, namun harus bersinergi dengan berbagai pihak.

“Pendidikan ini kan bukan hanya tanggungjawab Pemerintah. Kita sangat mengapresiasi PT Timah Tbk dalam membantu Lembaga, salah satunya Lembaga ini. Untuk itu kita berharap dapat dimanfaatkn dengan sebaik-baiknya kepada kawan-kawan sehingga dapat dirasakan terus manfaatnya,” katanya.(rls)

Ditengah Padamnya Listrik, Ustaz Dede Purnama Serap Aspirasi Warga Selindung

WARTABANGKA, PANGKALPINANG – Anggota DPRD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) Dede Purnama Alzulami, LC. MA, Hk daerah pemilihan (dapil) Kota Pangkalpinang melakukan reses di Aula Darul Adzkar, Jalan Jebung Dalam Kelurahan Selindung, Senin (11/10).

Dihadapan masyarakat yang hadir dan dalam suasana bertepatan dengan padamnya aliran listrik, Ustaz Dede di awal pertemuan mengatakan bahwa kegiatan reses ini merupakan kegiatan istirahat sidang anggota DPRD, untuk turun ke masyarakat secara langsung menyerap aspirasi masyarakat konstituen di Dapil masing-masing.

Selanjutnya Ustaz Dede yang duduk di Fraksi PPP DPRD Babel mempersilahkan masyarakat untuk menyampaikan usulan atau aspirasi yang dibutuhkan.

“Di kesempatan ini dipersilahkan kepada peserta yang hadir untuk menyampaikan aspirasi atau usulan. Dan apabila usulan merupakan wewenang provinsi, maka kita akan menyampaikan usulan ke Pemprov. Babel dalam bentuk Pokir DPRD dan apabila wewenang Pemkot Pangkalpinang kita akan melakukan koordinasi dengan Pemkot Pangkalpinang,” jelas Dede Purnama.

Dari hasil hasil dialog dengan masyarakat, terdapat beberapa usulan.

Diantaranya yakni, pengadaan lampu jalan, pembuatan siring jalan, peningkatan keamanan kampung hingga pembangunan Podium lapangan bola.

“Untuk usulan lampu penerangan jalan, pembuatan siring, peningkatan keamanan kampung kita koordinasikan ke Pemkot Pangkalpinang. Dan untuk pembangunan podium lapangan sepakbola kita usulkan melalui dana hibah Pemprov. Bangka Belitung,” tutur anggota Komisi IV ini.

Dan menutup kegiatan reses, Ustaz Dede menyampaikan kabar gembira dengan terealisasinya pembangunan SMA Negeri 5 dalam usaha peningkatan sarana pendidikan di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. (*/Publikasi Setwan DPRD Babel)