Headline

KPU Bangka Tengah Gelar Pengundian Nomor Urut Paslon Pilkada

WARTABANGKA, PANGKALANBARU – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Bangka tengah mengelar rapat pleno terbuka pengundian nomor urut Pasangan Calon (Paslon) Bupati dan wakil Bupati di Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2020, di Hotel Novotel, Kecamatan Pangkalanbaru, Kamis (24/9/2020).

Rapat pleno dibuka langsung oleh Ketua KPU Bangka Tengah (Bateng), Rusdi dan turut dihadiri dua paslon yakni Ibnu Saleh-Herry Erfian dan Didit Srigusjaya-Korari Suwondo.

Pengambilan nomor pertama lakukan oleh paslon Ibnu Saleh-Herry Erfian, selanjutnya dilakukan paslon Didit Srigusjaya-Korari Suwondo. Dan hasilnya, paslon Ibnu Saleh-Herry Erfian mendapat nomor urut 1 sedangkan paslon Didit Srigusjaya-Korari Suwondo mendapat nomor urut 2.

Ketua KPU Bateng Rusdi usai pengambilan nomor urut paslon menyampaikan, nomor urut yang tadi sudah disiapkan telah diambil oleh paslon yang bersangkutan.

Satu Pegawai Puskesmas Kelapa Terpapar Covid-19

WARTABANGKA, MUNTOK – Satu orang tenaga kesehatan yang bekerja di Puskesmas Kecamatan Kelapa terpapar virus Covid-19. JR, terpapar setelah sebelumnya menangani Tuan IS yang terkonfirmasi Covid-19.

Juru Bicara GTPPC-19 Bangka Barat, dr. Hendra mengatakan setelah JR diketahui terpapar Covid-19, pihaknya langsung mengambil sikap dengan menutup Puskesmas Kelapa untuk sementara waktu.

Selain itu, pihaknya juga telah menerjunkan tim GTPPC-19 untuk melakukan pemeriksaan swab kepada seluruh petugas yang ada di puskesmas tersebut.

“Nambah 1 orang pasien positif Covid dari Puskesmas Kelapa yang kemarin ada yang di swab, ada yang di rapid, yang diswab kan negatif, yang di rapid ada satu orang yang reaktif. Terus kita swab lagi dan hasilnya positif. Inisial JR perawat di Puskesmas Kelapa,” kata Hendra kepada wartawan, Kamis (24/9).

Hendra menjelaskan saat ini, JR, lima orang pasien positif Covid-19 dari klaster sawit almarhum IS dan Tuan AI kini menjalani karantina di Gedung Diklat Provinsi Bangka Belitung.

Sementara itu, hasil tracking klaster sawit sebanyak 25 orang, sedang menjalani karantina di Gedung Diklat Pemkab Bangka Barat.

“Jadi yang disitu ada 2 orang, istri dan anak almarhun Tuan IS, terus 19 orang ditambah 4 orang lagi yang keluarga perawat, semua dikarantina di gedung Diklat Bangka Barat,” tutup Hendra. (*/IBB )

Tiga Paslon Resmi Bertarung di Pilkada Bangka Barat

WARTABANGKA, MUNTOK – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Bangka Barat resmi menetapkan tiga pasangan calon (paslon) bupati dan wakil bupati yang bertarung di Pilkada Serentak 2020.

Penetapan ketiga paslon kepala daerah itu dilakukan dalam rapat pleno yang berlangsung di Kantor KPU setempat, Rabu (23/9/2020). Paslon tersebut adalah Markus-Badri Syamsu, Safri-Eddy Arif dan Sukirman-Bong Ming Ming.

Ketua KPU Bangka Barat, Pardi menjelaskan terkait dengan pendaftaran pasangan calon yang mendaftar mulai tanggal 4 sampai 6 September 2020, pihaknya telah melakukan tahapan verifikasi dan pemeriksaan kesehatan.

“Sehingga pada pagi hari tadi jam 10 pagi tadi kami sudah menetapkan pasangan calon yang akan berkompetisi di Pemilukada Kabupaten Bangka Barat,” jelas Pardi saat Konferensi Pers di Cafe Katiga, Muntok, Rabu (23/9) sore.

Dia menambahkan untuk persiapan kampanye para pasangan calon akan dimulai pada tanggal 26 September 2020.

“KPU sedang menyiapkan beberapa peraturan teknis terkait dengan persiapan kampanye tersebut baik berupa zona kampanye jadwal kampanye maupun alat peraga jenis atau apa jenis fasilitasi alat peraga yang akan digunakan dalam pelaksanaan kampanye,”tutup Pardi. (*/IBB)

Lepas Jabatan Ketua DPRD Babel, Didit Ngaku Sedih

WARTABANGKA, PANGKALPINANG -Didit Srigusjaya mengaku sedih melepas jabatannya sebagai Ketua DPRD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) setelah namanya ditetapkan oleh KPU sebagai peserta Pilkada Serentak pada 9 Desember 2020 mendatang.

Diketahui, DPP Partai PDI Perjuangan telah mengusung Didit Srigusjaya untuk maju menjadi Calon Bupati Bangka Tengah pada Pilkada Serentak 2020. Otomatis, secara aturan dirinya harus melepas jabatannya sebagai ketua DPRD.

“Jujur ada perasaan sedih, ini tidak bicara ruang lingkup yang kecil, ini panggilan moral, tapi dimanapun berada, saya tetap seperti Didit yang dulu, apapun jabatannya, apapun yang terjadi saya seperti dulu itu lah karakter saya,” kata Didit kepada sejumlah wartawan di gedung DPRD Babel, Rabu (23/9).

Dia mengungkapkan, hampir separuh hidupnya dihabiskan duduk di kursi legislatif, mengemban amanah menjadi wakil rakyat dengan banyak melalui tantangan dan permasalahan yang harus dihadapi.

“Bayangkan dari umur 26 tahun sampai sekarang hampir 45 tahun. Jadi setengah hidup saya ada di DPRD, yang membuat sedih kadang-kadang ada yang wa, sms, itu dari honorer, oknum-oknum PNS, ada yang wa, kalau bapak nggak disini lagi siapa yg bela kami, nah yang demikian itu, jujur saja membuat saya sedih,” ungkapnya.

Menurut Didit, momen yang paling berkesan sebagai ketua DPRD, yakni saat dirinya mampu membuktikan bahwa DPRD itu dapat mewujudkan aspirasi masyarakat, setiap aspirasi yang disampaikan langsung ditindaklanjuti.

“Sangat berkesan saat kita bisa menerima masyarakat,memberi saran dan memperjuangkan aspirasi mereka. Masyarakat juga banyak menanyakan, apakah kelak ruang ketua DPRD akan seperti dulu akan menerima siapa saja, serta tokoh- tokoh masyarakat Babel yang menyampaikan perhatiannya, Pak Ketua kalo bisa tolong pengawasannya harus bener – bener dijaga kedepannya, kami harapkan penganti ketua DPRD Babel hampir sama lah dengan Pak Didit,” pungkasnya (*/DEI)

Hasil Swab, 27 Tenaga Medis di Bangka Barat Negatif Covid-19

WARTABANGKA, MUNTOK – Tim GTPPC-19 Kabupaten Bangka Barat telah melakukan tracking kontak terhadap keluarga dan tenaga kesehatan yang menangani IS, pasien asal Muntok yang meninggal dunia akibat terpapar Covid-19 pada Jumat (17/9) di RSUD Depati Bahrin Sungailiat.

Menurut Juru Bicara GTPPC-19 Bangka Barat, dr. Hendra pihaknya melakukan swab test tenaga medis atau kesehatan sebanyak 27 orang dari Puskesmas Kelapa dan RSUD Sejiran Setason dengan hasil negatif Covid-19.

“Tracking IS, hasilnya kita dari tenaga kesehatan dulu, total 27 orang yang diswab, baik itu dari rumah sakit dan puskesmas, hasilnya swab nya negatif semua,” ujar Hendra kepada awak media saat ditemui di ruang kerjanya, Selasa (22/9).

Lanjut, dikatakan Hendra, pihaknya juga telah melakukan swab di perusahaan tempat IS bekerja, PT BPL. Disana ada 7 orang yang dilakukan swab test dan hasilnya belum keluar.

“Kalau di Kelapa itu ada 9 orang yang di swab di perkantoran BPL ada 7 orang yang di swab hasilnya belum keluar. Yang dikantornya sendiri kan ada 7 orang, sisanya ada sekitar 30-an itu kemarin baru di rapid tapi saya belum dapat hasil juga,” jelasnya.

Sementara itu, swab test pun telah dilakukan kepada istri, anak dan mertua IS. Untuk hasil swab pertama istri IS telah keluar dan hasilnya negatif.

Namun, hasil swab anak dan mertua IS sampai saat ini belum keluar. Saat ini, istri, anak dan mertua masih menjalani karantina di Gedung Diklat Pemkab Bangka Barat.

“Anaknya nyusul ke WK baru kemarin sama mertuanya diambil swab hasilnya belum keluar. Anaknya satu orang,” imbuhnya.

Disamping itu, Hendra menambahkan terkait tenaga kesehatan, pihaknya hanya melakukan swab sekali. Hal itu dikarenakan tenaga kesehatan menggunakan Alat Pelindung Diri (APD) yang lengkap.

Akan tetapi, untuk istri IS dilakukan swab test kedua, karena kontak erat dengan IS.

“Kalau tenaga kesehatan tadi kan cuma sekali kita agak cuek karena dia tidak ada keluhan dan mereka juga sudah pakai APD jadi aman mereka dan RS tidak ditutup. Istrinya masih di WK kita nunggu hasil swab kedua. Karena istrinya ini kontak erat dengan yang bersangkutan maka kita ambil swab kedua,” pungkasnya. (*/IBB)

Anggota DPRD Babel Ferdiyansyah Beri 7 Tips Hindari Covid-19

WARTABANGKA, PANGKALPINANG – Anggota DPRD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) Ferdiyansyah, mengaku prihatin atas meningkatnya pasien yang terkonfirmasi positif Covid-19.

Berdasarkan data dari Satgas Covid-19per 21 September 2020 pukul 20.00 WIB, data kasus terkonfirmasi positif berjumlah 312, yang selesai diisolasi 268 orang dan meninggal 4 orang. Kemudian, data kasus suspek hingga kini berjumlah 1.581 dan data pemantauan kontak erat berjumlah 4.348.

“Kita turut prihatin atas meningkatnya pasien positif Corona di Bangka Belitung ini. Kita berharap, semoga Pandemi Covid-19 ini cepat selesai dan kehidupan normal kita bisa berjalan kembali seperti sedia kala,” harapnya.

Baca juga: Bertambah 1, Total Ada 24 Kasus Positif Covid-19 di Bangka Barat

Adapun 7 tips agar terhindar dari Covid-19 yakni:

  1. Selalu berdoa kepada Tuhan Yang Maha Esa, memohon perlindungan dari penyakit dan marabahaya serta memohon diberikan kesehatan dan keselamatan
  2. Mengkonsumsi makanan sehat dan bergizi, terutama sayur-sayuran dan buah-buahan. Karena kedua jenis makanan ini mengandung Vitamin C yang berguna untuk pembentukan imun tubuh.
  3. Mengkonsumsi madu, karena madu baik untuk kesehatan. Apalagi di Babel banyak madu-madu alami, seperti madu hutan, pelawan, kelulut dan yang lainnya.
  4. Rutin berolahraga, terutama di pagi hari. Seperti jalan dan lari pagi, sembari berjemur di sinar matahari pagi yang sangat baik untuk membunuh virus serta kuman-kuman penyakit dan manfaat lainnya dari sinar matahari pagi.
  5. Memakai masker bila keluar rumah atau berpergian ke luar rumah.
  6. Sering mencuci tangan dalam setiap aktvitas yang akan kita kerjakan.
  7. Selalu menjaga jarak (Physical Distancing) dan menghindari kerumunan yang bisa menyebabkan penularan Covid-19.

“Intinya kita harus bisa menjaga kesehatan diri kita dan orang lain. Jangan sampai kita tertular virus Covid-19 ini. Kalaupun kita harus keluar kota melaksanakan pekerjaan-pekerjaan yang tidak bisa kita tinggalkan, kita harus menjaga diri kita. Karena bagaimanapun, selain menjaga kesehatan ekonomi kita juga harus berjalan,” pesan Politisi Partai Gerindra itu lagi.

“Terakhir, marilah kita sama-sama berdoa kepada Tuhan Yang Maha Esa, semoga Pandemi Covid-19 ini cepat selesai dan kehidupan normal kita bisa berjalan kembali. Jadi perekonomian harus jalan dengan standar penerapan protokol kesehatan. Intinya, antara kesehatan dan ekonomi harus saling menguatkan. Insyaallah pandemi ini bisa kita lewati bersama. Insyaallah Babel Bisa,” pungkasnya. (*/ryu)

Bertambah 1, Total Ada 24 Kasus Positif Covid-19 di Bangka Barat

WARTABANGKA, MUNTOK – Kasus positif Covid-19 di Kabupaten Bangka Barat bertambah satu. Pasien berinisial AI (32) warga Kampung Air Samak, Kecamatan Muntok terpapar Covid-19 berdasarkan hasil swab.

Juru Bicara GTPPC-19 Bangka Barat, dr. Hendra mengatakan AI terkena Covid-19 saat pesawat yang ditumpangi ada penumpang yang terjangkit Covid-19. Saat itu, kata dia, AI baru pulang dari Kota Pontianak menuju Pulau Bangka.

“Saya baru dapat info kemarin, orangnya itu baru pulang dari Pontianak, jadi ya satu pesawat dengan dia, positif,” kata Hendra kepada wartawan di ruang kerjanya, Selasa ( 22/9 ).

Hendra melanjutkan mengetahui ada satu penumpang positif Covid-19, saat mendarat di Bandara Depati Amir, seluruh penumpang yang ada di dalam pesawat tersebut langsung dilakukan swab test.

Alhasil, AI dari hasil pemeriksaan terpapar Covid-19 dan langsung di karantina di Gedung Diklat Provinsi Bangka Belitung pada tanggal 13 september 2020.

“Satu AI tadi, baru pulang dari Pontianak. Dia rombongan, saya nggak tahu dalam rangka apa, di dalam satu pesawat itu ada yang positif, jadi waktu di Pangkalpinang langsung di karantina dan swab. Tahunya itu setelah pesawat mendarat di Pangkalpinang ada yang positif, jadi dilakukan swab semua,” jelasnya.

Menurut Hendra dengan adanya penambahan satu pasien, total keseluruhan pasien positif Covid-19 di Bangka Barat berjumlah 24 orang.

“Dengan dampaknya yang satu ini berarti Bangka Barat total 24 positif. Tapi yang terakhir kan meninggal jadi tinggal yang satu ini. Tapi yang ini nggak ada hubungannya dengan yang meninggal, IS ini beda kasusnya,” kata Hendra. (*/IBB )

Lima Rumah Warga Matras Rusak Dihantam Puting Beliung

WARTABANGKA, SUNGAILIAT – Lima rumah warga yang ada di Kelurahan Matras, Kecamatan Sungailiat, terkena angin puting beliung, Minggu (20/9) sekitar pukul 02.00 WIB.

Dedek, salah satu warga Matras mengatakan, peristiwa itu terjadi ketika wilayah Kabupaten Bangka memang sedang diguyur hujan deras disertai angin kencang.

“Kejadiannya sekitar jam dua malam. Kami sedang tidur, tiba-tiba angin kencang disertai hujan deras langsung mengangkat atap rumah,” kata Dedek, Minggu (20/9/2020).

Dedek menambahkan, seluruh rumah mengalami kerusakan di bagian atap. Atap rumah tampak patah dan hilang karena terangkat oleh angin puting beliung.

Lurah Matras, Ridwan menjelaskan kelima rumah itu terletak di RT 1 dan 2. “Ada lima rumah yang terkena. RT 1 ada 3 rumah, RT 2 ada dua rumah,” kata Ridwan.

Rinciannya RT 1 yakni rumah milik Dedek, Indra Jaya dan Pebri Kurniawan. Sementara RT 2 yakni rumah Yuyul dan Mansur.

Meski tidak ada korban jiwa kata Ridwan namun sejumlah asbes rumah rusak dan ada rumah milik warga yang retak.

“Pihak kelurahan, BPBD sudah turun ke lokasi guna mengecek langsung kondisi rumah yang terkena puting beliung,” bebernya.(*/zen)

Satu Pasien Covid-19 Asal Bangka Barat Meninggal, Punya Riwayat Penyakit Hipertensi

WARTABANGKA, MUNTOK – Pasien positif Covid-19 berinisial IS ( 47 ) meninggal dunia. IS, warga Kelurahan Sungai Daeng, Kecamatan Muntok, Kabupaten Bangka Barat ini meninggal di RSUD Depati Bahrin Sungailiat pada Jumat (18/9) sekitar pukul 09.30 Wib.

“Meninggal karena covid iya karena hasilnya positif berarti meninggal karena covid,” kata Juru Bicara GTPPC-19 Bangka Barat, dr. Hendra ( 18/09/2020 ).

dr. Hendra menjelaskan awalnya IS berobat ke Puskesmas Kelapa pada tanggal 15 september 2020. Lalu, pasien minta dirujuk ke RSBT Muntok.

Setelah itu, pasien melakukan pemeriksaan swab pertama tanggal 16 september dan swab kedua tanggal 17 september. Dari hasil pemeriksaan swab pertama, IS dinyatakan positif Covid-19.

“Pasien itu rujukan dari Puskesmas Kelapa tanggal 15, IGD dua jam disana, terus pasien minta dikirim ke RSBT Muntok terus malamnya dikirim lagi ke RSUD SS tanggal 16 swab pertama tanggal 17 swab kedua. Hasil nya positif,” ujar dr. Hendra.

Baca juga: Innalillahi, Satu Pasien Covid-19 Asal Bangka Barat Meninggal

Lalu, tanggal 17 september, IS kemudian dirujuk ke RSUD Depati Bahrin Sungailiat pukul 22.00 wib dan meninggal dunia pada hari ini, Jumat ( 18/09/2020 ) pukul 09.30 wib.

Pasien IS, kata dr. Hendra, mempunyai penyakit bawaan yakni hipertensi dan TBC. Selama ini, IS bekerja di PT. BPL Kecamatan Kelapa dan memang tinggal di perumahan perusahaan perkebunan sawit tersebut.

“Jadi dia nggak tinggal di Muntok tapi di sawit. Istrinya juga selama ini tinggal di BPL, nggak ada kontak dengan yang di Muntok,” imbuh dr. Hendra.

dr. Hendra menerangkan jenazah akan dikuburkan seusai dengan protokol kesehatan Covid-19 di TPU Kebun Nanas.

“Nanti sudah disiapkan prokes nya penguburannya. Diharapkan jangan banyak yang datang,” jelasnya.

Selain itu, dr. Hendra menuturkan pihaknya juga telah melakukan tracking sejumlah tenaga medis yang kontak langsung dengan almarhum.

“Kemarin sudah ditracing kontak dengan tenaga medisnya baik Puskes Kelapa, RSBT, RSUD kita sudah tracing kontak erat dengan siapa dan hari ini sudah diambil swab untuk mereka yang kontak. Istrinya juga di swab hari ini tapi belum ada hasilnya,” ungkapnya.

dr. Hendra menambahkan pihaknya masih belum mengetahui bagaimana penularan virus Covid-19 terhadap mendiang IS. Namun, saat ini pihaknya juga telah menurunkan tim GTPPC-19 untuk melakukan tracking kontak di Puskesmas Kelapa dan PT. BPL.

“Penularan dari mana belum tahu. Pagi tadi sudah saya turunkan tim ke Puskes Kelapa dan BPL untuk tracing kontak. Jadi saya minta juga mereka cari penularaan dari mana,” tutup dr. Hendra. (*/IBB )

Innalillahi, Satu Pasien Covid-19 Asal Bangka Barat Meninggal

WARTABANGKA, PANGKALPINANG – Satu lagi pasien positif Corona virus disease (covid-19) di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) meninggal dunia. Pasien yang masuk ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sungailiat 16 September laku, meninggal dunia hari ini (18/9) sekitar pukul 10.00 Wib.

“Iya, ada satu pasien atas inisial I-S (47) beralamat di Kampung Jawa, Muntok, Babar. Meninggal hari ini di RSUD Sungailiat, ” kata Juru Bicara Satgas Covid-19 Pusdalops BPBD Babel, Andi Budi Prayitno, Jumat (18/9).

Pasien ini, masuk ke RSUD dengan keluhan batuk disertai sesak nafas dan demam, dirawat di ruang isolasi Sakura RSUD Depati Bahrin Sungailiat, Bangka.

“Dari hasil tes swab PCR TCM pada 17 September 2020 dinyatakan positif terkonfirmasi Covid-19, ” tukasnya.

Pasien, merupakan pekerja di salah satu perusahaan kepala sawit di Kabupaten Bangka Barat. Rencana akan dikebumikan di pemakaman Umum Kebun Nanas Kecamatan, Muntok dengan Protokol Kesehatan sekita pukul 15.30 WIB ba’da Ashar.

“Posisi jenazah saat ini masih di RSUD Depati Bahrin Sungailiat, masih berkoordinasi dengan Tim Satgas Covid-19 untuk membawa jenazah ke tempat pemakaman, ” bebernya.

Hingga saat ini, sudah 4 pasien positif di Babel yang meninggal dunia, satu di Pangkalpinang, satu di Bangka Selatan, satu di Belitung, dan satu di Bangka Barat.

ABP mengingatkan, agar masayarakat tetap mematuhi protokol kesehatan covid-19, ketika berada di luar rumah, mengingat angka kasus di Babel semakin bertambah.

“Tim, akan melakukan pemeriksaan dan epidemiologi terhadap orang-orang yang kontak dengan pasien meninggal, semoga almarhum husnul khotimah, ” pungkasnya. (*/two)