Headline

DPRD Bangka Barat Sampaikan 16 Rekomendasi LKPJ Bupati Tahun 2020

WARTABANGKA, MUNTOK – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bangka Barat melaksanakan rapat paripurna di Gedung Mahligai Betason II, Selasa (6/4). Agenda paripurna ini terkait penyampaian rekomendasi DPRD Kabupaten Bangka Barat terhadap Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Bupati Bangka Barat tahun 2020.

Rapat paripurna dipimpin oleh Ketua DPRD Babar, Marudur Saragih dan dihadiri oleh Plh. Bupati Bangka Barat, Muhammad Soleh, Wakil ketua I, H. Oktoraszari, Wakil ketua II, Miyuni Rohantap, anggota DPRD Bangka Barat, kepala OPD di lingkungan Pemkab Bangka Barat, dan segenap tamu undangan lainnya.

Sekretaris DPRD Bangka Barat, Amir Hamzah saat menyampaikan laporan mengatakan ada 16 rekomendasi terhadap LKPJ Bupati Bangka Barat tahun 2020.

Yang pertama adalah dinas kesehatan. Didalamnya disebutkan perlu diperhatikan dalam permasalahan kurangnya mobil ambulans di puskesmas yang ada di Kabupaten Bangka Barat.

Oleh karena itu, perlu dianggarkan untuk penambahan mobil ambulans pasien yang akan dirujuk ke luar Bangka Barat cepat ditangani. Ambulans PCR perlu dimaksimalkan penggunaannya sesuai dengan peruntukannya.

“Kualitas SDM di bidang pelayanan kesehatan perlu ditingkatkan dalam melayani masyarakat,” kata Amir.

Yang kedua adalah dinas pendidikan dan olahraga. Menurutnya, kerja sama sekolah swasta dan negeri perlu ditingkatkan. Peningkatan kualitas guru di Kabupaten Bangka Barat dan honorer gaji guru.

“Pembayaran ustaz dan ustazah perlu diutamakan dan sarana dan prasarana di bidang pendidikan perluu ditingkatkan,” jelas Amir.

Lalu, Amir melanjutkan untuk Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Daerah (BKPSDM), penerimaan tenaga Pegawai Harian Lepas (PHL ) perlu di pertimbangkan sesuai dengan tupoksi yang dibutuhkan serta tenaga yang proses rekrutmennya harus profesional dan terbuka.

Lanjut, beberapa OPD lainnya juga ikut dalam butir rekomendasi. Salah satunya Badan Pengelolaan Pajak dan Retribusi Daerah ( BP2RD ) Babar dan Dinas Penanaman Modal, Pelayanan Perizinan Terpadu Satu Pintu, Tenaga Kerja dan Transmigrasi (DPMPTSP).

“Peningkatan PAD dari segala Sektor dengan menggali sumber potensi PAD yang baru dan jaminan investasi agar mempermudah perlindungan usaha bagi pelaku usaha dalam kaitan menerbitkan Izin Usaha sesuai aturan yang berlaku,” sebutnya.

Selain itu, untuk dinas lingkungan hidup daerah. Pihak DPRD menilai DLH masih lemah melindungi serta mengawasi Taman Hutan Raya (Tahura) Menumbing yang merupakan salah satu aset penting bagi Bangka Barat.

“Dinas lingkungan hidup, pemerintah daerah masih lemah dalam perlindungan dan pengawasan di kawasan Taman Hutan Raya di Bukit Menumbing. Pengawasan dampak lingkungan terhadap kegiatan usaha tambak udang di daerah juga masih lemah,” imbuh Amir.

Sementara itu, Plh. Bupati Bangka Barat, Muhammad Soleh menjelaskan rekomendasi yang disampaikan DPRD ini merupakan masukan kepada pemerintah daerah guna penyempurnaan penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan dimasa yang akan datang.

Untuk itu, pemerintah daerah akan terus berupaya melakukan pembenahan terhadap hal-hal yang dipandang kurang dan meningkatkan yang dipandang cukup baik di masa yang akan datang.

Selanjutnya, dikatakan Amir, rekomendasi atas LKPJ merupakan bentuk perhatian besar dan apresiasi tinggi dari DPRD terhadap kinerja pemerintah daerah yang akan menjadi sebuah acuan guna keberlangsungan dan kesinambungan roda pembangunan dan pemerintahan.

“Rekomendasi ini akan menjadi catatan dan perhatian kita bersama ke depannya dalam penyelenggaraan pemerintahan daerah. Semoga melalui rapat paripurna ini kita dapat semakin berkomitmen bersama untuk tetap menjaga persatuan dan kesatuan serta berpartisipasi aktif dalam rangka penyelenggaraan pemerintahan daerah secara optimal di Kabupaten Bangka Barat Negeri Sejiran Setason ini,” tutup Soleh. ( IBB/ADV )

Bang Ayi: Penyuluh Keamanan Pangan Jadi Pilot Project Majukan UKM Bateng

WARTABANGKA, KOBA – Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UKM Bangka Tengah (Disperindagkop Bateng) menggelar kegiatan Penyuluh Keamanan Pangan (PKP) bagi para pelaku Usaha Kecil Menengah (UKM) di Hotel Osela, Kecamatan Pangkalanbaru, Selasa (16/3).

Kegiatan yang dibuka oleh Bupati Bateng, Algafry Rahman ini dilaksanakan dalam rangka meningkatkan mutu dan keamanan serta kualitas tampilan di produk-produk rumahan untuk industri UKM.

Bupati Bangka Tengah, Algafry Rahman menyampaikan para pelaku usaha rumahan harus mulai berbenah dan serius dalam memasarkan produknya.

Menurutnya, peserta yang hadir dalam acara merupakan orang-orang yang beruntung karena dapat mendapatkan referensi serta ilmu yang akan diberikan oleh narasumber.

“Saya tekankan kepada seluruh peserta untuk terus berinovasi terhadap produk-produk yang dihasilkan mulai dari tampilan kemasan sampai dengan rasa dan ciri khas karena produk rumahan tersebut harus akan di jual ke pasar baik lokal maupun nasional bahkan bisa tembus internasional,” ucap pria yang biasa disapa Bang Ayi ini di hadapa peserta.

Ia menambahkan orang yang berhasil dan sukses tidak ada yang kebetulan semuanya dimulai dari usaha dan kerja keras. Penyuluh Keamanan Pangan atau PKP ini, katanya, merupakan pilot projects untuk kemajuan industri rumahan.

“Jadi jangan sia-siakan kesempatan yang ada dan jangan setengah-setengah harus tetap fokus dan serius minimal kita bisa bersaing dengan produk-produk lokal di Kabupaten lain,” ungkapnya.

“Dan saya minta kepada disperindagkop untuk terus memberikan pendampingan dalam koordinasi, sinkronisasi dan pelaksanaan pemberdayaan industri dan peran serta masyarakat karena saya memiliki keinginan untuk memunculkan produk UKM kita di waralaba Alfamart,” tandasnya. (ADV/RN)

Bupati Bangka Tengah Serahkan SK Kepala Lingkungan dan Ketua RT se-Kelurahan Koba

WARTABANGKA, KOBA – Bupati Bangka Tengah (Bateng), Algafry Rahman menyerahkan surat keputusan (SK) pengangkatan 24 Kepala Lingkungan (Kaling) dan Ketua Rukun Tetangga (RT) se-Kelurahan Koba, Kecamatan Koba, Selasa (16/3). Prosesi penyerahan SK berlangsung di aula pertemuan Kantor Kelurahan Koba.

“Alhamdulillah. Kami ucapkan selamat menjalankan tugas sebagai kaling dan ketua RT di Kelurahan Koba. Saya berharap kaling dan ketua RT menjadi perpanjangtanganan dari Pemerintah Kabupaten Bateng dalam menyerap aspirasi masyarakat,” kata Algafry dalam sambutannya.

Menurut dia, apa yang menjadi kebutuhan masyarakat, harus dimasukan dalam perencanaan pembangunan kelurahan, kecamatan dan kabupaten jangka pendek, menengah dan panjang.

“Semua pembangunan harus di rencanakan dengan dasar aspirasi masyarakat, bukan kegiatan siluman atau muncul tiba-tiba dalam anggaran belanja kelurahan,” jelas pria yang sering disapa Bang Ayi.

Peranan RT dan kaling, kata Bang Ayi sangat menentukan keberhasilan pembangunan daerah Bateng. Ia juga akan terus memperhatikan kesejahteraan kaling dan ketua RT se-Bateng melalui anggaran tunjangan ataupun honor.

“Ke depan, kesejahteraan kaling dan ketua RT terus kita perhatikan,” pungkasnya.

Di tempat yang sama, Lurah Koba, Syapril mengatakan jumlah kaling yang mendapatkan SK hari ini sebanyak 4 orang dan ketua RT nya 20 orang. SK tersebut Terhitung Mulai Tanggal (TMT) 4 Januari 2021, dengan tunjangan atau honor Rp850 ribu per bulan.

“Masa jabatan mereka selama lima tahun, terhitung tahun 2021 hingga tahun 2025,” kata Sapril.

Salah seorang Kaling, Erwin mengucapkan terimakasih kepada Bang Ayi secara langsung memberikan SK jabatan kepadanya. Ia akan bekerja profesional, dan loyal kepada pimpinan.

“Amanah ini akan kami jalani dengan baik. Sesuai tugas dan fungsi, kami akan menjadi ujung tombak membawa kamajuan Bumi Selawang Segantang,” ungkap Erwin.

Pantauan awak media, selain kaling dan ketua RT tersebut. Bang Ayi juga secara simbolis memberikan SK jabatan Penghulu TMT 4 januari 2021, dengan honorarium sebesar Rp1,3 juta/bulan. Mereka menerima honorarium langsung 2 bulan, yakni bulan Januari dan Februari 2021.

Kegiatan yang dihadiri Sekretaris Camat Koba, Rina Loren, Bhabinkamtibmas Lurah Koba, Brigadir Antonius dan tokoh masyarakat koba tersebut berjalan lancar. (ADV/RN)

Diduga Takut karena Hamili Adik Ipar, Seorang Pria di Sungailiat Nekat Gantung Diri

WARTABANGKA, SUNGAILIAT – Me (39) warga Kecamatan Sungailiat, Kabupaten Bangka ditemukan tewas dalam kondisi tergantung di kawasan Limbang Jaya, Kelurahan Surya Timur, Kamis (25/2) pagi.

Diduga, Me nekat mengakhiri hidup karena ketakutan usai menghamili adik iparnya sendiri yang masih di bawah umur.

Kapolsek Sungailiat, Iptu Rene Z saat dikonfirmasi wartawan membenarkan adanya kejadian penemuan seorang pria gantung diri yang dilaporkan masyarakat setempat. 

“Iya benar, ada warga yang gantung diri, anggota identifikasi Polres Bangka bersama anggota Polsek Sungailiat sudah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) terkait hal ini,” kata Iptu Rene.

Dia mengatakan, berdasarkan hasil pemeriksaan di lapangan dan keterangan saksi-saksi, korban ditemukan saksi Mu (56) sekitar pukul 07.30 WIB saat hendak pergi bekerja ke kebun.

Sedangkan dari keterangan istri korban Is (32) diketahui korban melakukan aksi gantung diri lantaran takut sudah menyetubuhi adik ipar korban yang masih di bawah umur atas nama Ic (16) hingga hamil 7 bulan. 

“Tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan ditubuh korban, diduga korban murni meninggal karena gantung diri dengan durasi delapan hingga 12 jam sebelum ditemukan,” jelas Iptu Rene.(*/zen)

Hasil Rapid Antigen, Ratusan Santri Ponpes Islamic Centre Sungailiat Positif Covid-19

WARTABANGKA, SUNGAILAT – Sebanyak 126 orang di Pondok Pesantren Islamic Centre Sungailiat terkonfirmasi positif Covid-19 berdasarkan hasil tes antigen.

Juru Bicara Satuan Tugas Covid-19 Kabupaten Bangka Boy Yandra mengatakan, 126 orang yang dinyatakan positif Covid-19 itu adalah santri, ustaz dan juru masak dan merupakan hasil penelusuran (tracing) dari 329 orang di pesantren tersebut.

“Sebanyak 126 orang di pesantren positif Covid-19. Berdasarkan hasil pemeriksaan tim medis dari Rumah Sakit Medika Stania,” kata Boy Yandra, Minggu (14/2).

Kata dia, pada Senin (15/2) dijadwalkan dilakukan tes swab oleh dinas kesehatan bagi yang dinyatakan positif hasil tes antigen.

Munculnya penyebaran Covid-19 di lingkungan pesantren itu, kata Boy Yandra, setelah ada dua santri yang masuk setelah selesai liburan dan diketahui positif.

“Penelusuran dengan melakukan tes antigen kepada dua orang terdekat dari santri yang baru masuk itu dan hasilnya juga positif,” katanya.

Untuk mencegah penyebaran virus, kata dia, yayasan pesantren dan Rumah Sakit Medika Stania melakukan karantina dengan membagi empat blok, masing-masing blok pertama bergejala berat, blok kedua setengah bergejala, blok orang tanpa gejala serta blok yang diketahui sehat atau negatif.

“Saya melihat, standar operasional prosedur yang diberlakukan oleh yayasan di pesantren itu sudah cukup baik, namun karena virus tidak nampak dan cepat penyebarannya sehingga ditemukan kasus Covid-19 yang jumlahnya cukup banyak,” ujarnya.(*/zen)

Jaksa Tetapkan Tiga Tersangka Baru Kasus Korupsi PT BPRS Cabang Muntok

WARTABANGKA, MUNTOK – Kejaksaan Negeri (Kejari) Bangka Barat menetapkan tiga tersangka baru dalam kasus dugaan korupsi PT Bank Pembiayaan Rakyat Syariah (BPRS) Bangka Belitung Cabang Muntok, Rabu (10/2). Ketiganya merupakan pegawai PT BPRS yakni IF, JR dan RS.

“Sudah ada penetapan pengembangan dari kasus PT BPRS Bangka Belitung Cabang Muntok. Tersangka berinisial IF, staf legal dan remedial. JR, staf legal dan RS mantan kabag marketing,” ungkap Kasi Pidsus Kejari Bangka Barat, Agung Dhedi Dwi Handes saat konferensi pers di Aula Kejari Bangka Barat.

Dia mengatakan pihaknya saat ini tengah memfokuskan penanganan terhadap tiga tersangka tersebut. Untuk perannya, ketiga tersangka ini sudah sangat jelas melakukan pelanggaran SOP dalam kegiatan fasilitasi pinjaman modal kepada nelayan dan pembiayaan fiktif yang melanggar prinsip kehati-hatian.

“Secara spesifik karena ini bagian legal dan tanggung jawabnya adalah melakukan transaksi jaminan karena di sini kan banyak pembiayaan pembiayaan efektif tanpa adanya agunan atau jaminan. Dan nasabahnya di sini juga kan fiktif. Mereka yang transaksi,” jelas Agung.

Saat ini, dijelaskan Agung untuk ketiga tersangka ini, pihaknya belum melakukan penahanan dan hanya melakukan pemeriksaan. Sedangkan dari kasus ini, mantan Kepala PT BPRS Cabang Muntok, Kurnia Tiyah Hanum dan mantan kabag operasional, Metaliyana telah divonis hakim masing–masing 6, 6 dan 4 tahun penjara. ( IBB )

Soal Penangkapan Dua Terduga Teroris di Babel, Gubernur Minta Masyarakat Waspada

WARTABANGKA, PANGKALPINANG – Gubernur Kepulauan Bangka Belitung (Babel), Erzaldi Rosman angkat bicara perihal penangkapan dua terduga teroris di daerah itu oleh Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror. Dia meminta agar masyarakat untuk tetap waspada.

“Jaga ketertiban dan selalu waspada terutama kepada para pendatang yang mencurigakan, peran RT dan RW harus maksimal, untuk mendata setiap pendatang,” pesan Erzaldi, Senin (8/2).

Ia meyakini, masyarakat Babel bisa memilih dan melihat mana ajaran agama yang menyimpang dan mengarah kepada hal-hal yang tidak baik.

“Tentunya dalam menerima pelajaran ilmu keagamaan, harus perhatikan konten yang dibicarakan, menyaring konten yang memprovokasi mengasah ke pergerakan teroris, masyarakat harus tetap menjaga keharmonisan,” pesannya.

Tak hanya itu, pemerintah juga akan memperketat pengawasan, misalnya pendataan warga pendatang, ataupun hal lain untuk mencegah masuknya teroris di Provinsi Babel. (*/two)

Warga Kabupaten Bangka yang Sembuh dari Corona Capai 1254 Orang

WARTABANGKA, SUNGAILIAT – Sebanyak 1.254 orang di Kabupaten Bangka dinyatakan sembuh dari Covid-19. Dengan demikian, saat ini masih ada 43 orang yang masih menjalani proses isolasi penyembuhan corona.

“Tercatat tinggal 43 orang yang masih menjalani perawatan pemulihan kesehatan Covid-19 dari total seluruh pasien mencapai 1.315 orang atau 1.254 orang sembuh serta 18 orang meninggal dunia,” jelas Juru Bicara Satgas Covid-19 Kabupaten Bangka, Boy Yandra, Selasa (2/2).

Dia mengatakan, 43 orang yang masih menjalani isolasi dan karantina di balai diklat provinsi, Rumah Sakit Depati Bahrin Sungailiat dan tempat karantina lainnya berasal dari lima kecamatan.

Masing-masing dari Kecamatan Sungailiat sebanyak 12 orang masih diisolasi, Kecamatan Pemali 12 orang, Kecamatan Merawang sebanyak lima orang, Kecamatan Bakam satu orang serta dari Kecamatan Mendo Barat sebanyak 13 orang.

“Kita berharap puluhan pasien tersebut segera sembuh dan tidak terjadi penambahan jumlah kasus sehingga wilayah Kabupaten Bangka kembali ke zona hijau,” jelasnya.

Boy Yandra mengingatkan seluruh perusahaan agar tetap menerapkan protokol kesehatan di lingkungan kerja seperti mengharuskan memakai masker bagi karyawannya, mengukur suhu tubuh saat masuk di lingkungan kerja serta mengatur jarak kerja antar karyawan.(*/zen)

Herman Suhadi Resmi Jabat Ketua DPRD Babel

WARTABANGKA, PANGKALPINANG – Herman Suhadi resmi dilantik menjadi Ketua DPRD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) sisa masa jabatan 2019-2024. Pengambilan sumpah / janji jabatan ketua DPRD Babel dipandu langsung oleh Ketua Pengadilan Tinggi Babel, M. Ely Mariani di Ruang Rapat Paripurna DPRD Babel, Senin (1/2) siang.

Acara paripurna pelantikan ini dihadiri oleh Gubernur dan Wakil Gubernur Babel, Kapolda, Danrem, Danlanal. Selain itu turut hadir Ketua KPU Babel, Ketua DPRD Kabupaten Bangka Tengah, para pejabat vertikal, serta tamu undangan lainnya.

“Saya mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah banyak memberikan dukungan dan doa kepada saya hingga terselenggaranya paripurna pelantikan ketua DPRD Babel definitif yang baru,” kata Herman Suhadi dalam sambutannya.

Pada kesempatan itu, dia mengajak pemerintah daerah, forkompimda, dan seluruh elemen masyarakat agar dapat bersama-sama membangun Bumi Serumpun Sebalai ini semakin maju dan sejahtera.

“Insya Allah tugas dan amanah ini kami laksanakan dengan rendah hati, percaya diri. Oleh karena itu, marilah kita bersatu padu dalam mencari solusi, tidak perlu ribut sana-sini, Insya Allah dengan kerjasama seluruh pihak, kompak, dan sama-sama bergerak, musibah Covid-19 ini pada saatnya akan berakhir,” ujarnya.

Sementara itu, Gubernur Babel, Erzaldi Rosman mengucapkan selamat kepada ketua DPRD Babel baru definitif yang baru dilantik. Dia berharap, lembaga legislatif dapat semakin bersinergi dengan pemerintah daerah dalam membangun dan mengatasi setiap permasalahan secara bersama-sama.

“Oleh karena itu, kami sangat mengapresiasi dan menyambut baik atas pelantikan Ketua definitif DPRD Babel, sebab dalam konteks penyelenggaraan pemerintahan dan pelaksanaan pembangunan daerah, pimpinan DPRD merupakan jembatan penghubung antara pemerintah daerah dan DPRD,” ujar Erzaldi.

“Hal ini selaras dengan prinsip kemitraan antara pemerintah daerah dan DPRD, kami meyakini dengan pengalaman yang dimiliki oleh Herman Suhadi, maka akan optimal dalam melaksanakan tugas dan tanggung jawab yang dibebankan, serta mampu menahkodai anggota DPRD untuk terus menampilkan kinerja terbaiknya,” imbuhnya.

Jabatan Ketua DPRD, menurut Erzaldi, tidak hanya merupakan pemimpin, namun juga sebagai influencer leadership, artinya pemimpin yang harus bisa mempengaruhi para anggotanya dalam bahu membahu dan saling mengisi antara eksekutif dan legislatif.

“Untuk mencapai tujuan yang telah di cita-citakan bersama, sebagaimana telah tertuang dalam visi dan misi Pemprov Babel, yakni membawa Provinsi Babel menjadi provinsi yang lebih sejahtera, maju, unggul di bidang inovasi agropolitan dan bahari, bertatakelola pemerintahan dan pelayanan publik yang efisien, cepat, dan berbasis teknologi,” tandasnya. (DEI)

Anggota DPRD Bangka Tengah Dianiaya Seorang Pemuda di Batu Belubang, Begini Kronologinya

WARTABANGKA, PANGKALANBARU– Anggota DPRD Kabupaten Bangka Tengah (Bateng), Wahidah dianiaya seorang pemuda di Desa Batu Belubang, Kecamatan Pangkalanbaru. Akibat penganiayaan itu, Wahidah mengalami luka di bagian kepala.

Wahidah menuturkan kejadian bermula ketika ia bersama beberapa orang sedang berbincang sambil berdiri di pinggir jalan di Desa Batu Belubang. Tak lama kemudian seorang pemuda dengan mengendarai sepeda motor mencoba untuk menabrak Wahidah, namun ia mampu menghindar.

“Kemudian setelah jatuh dia bangkit kemudian menyerang saya dan memukul kepala saya dengan batu,” ungkap Wahidah, Rabu (20/1).

Dia mengaku mengenal pemuda yang menyerangnya tersebut, dan beberapa hari sebelumnya, pemuda tersebut telah menunjukkan keanehan dengan berteriak-teriak ketika melewati rumahnya, tapi ia tidak menyangka bahwa akhirnya akan diserang oleh pemuda tersebut.

“Ini bukan yang pertama kali, tahun 2019 lalu juga dia pernah menyerang suami saya,” katanya.

Menurut Wahidah, pihaknya telah melaporkan kejadian tersebut ke pihak kepolisian dan telah dilakukan visum.

Wahidah berharap agar pihak kepolisian dapat memberikan hukuman yang setimpal dengan perbuatan pelaku.

“Sudah saya laporkan ke Polsek Pangkalanbaru dan sudah diamankan. Visum juga sudah dan sekarang sedang menunggu hasil scan kepala,” tuturnya.

Sementara Kapolsek Pangkalanbaru, AKP Robby Ansyari ketika dikonfirmasi melalui sambungan telepon mengaku akan mengkroscek terkait peristiwa penyerangan tersebut.

“Saya cek dulu ya laporanya. Nanti kita konfirmasi balik,” pungkasnya.(RN)