Kesehatan

Kasus Positif Covid-19 di Bangka Barat Bertambah Delapan

WARTABANGKA, MUNTOK – Jumlah kasus positif Covid-19 di Kabupaten Bangka Barat kembali bertambah pada Rabu (27/1) setelah Satgas Covid-19 menginformasikan penambahan delapan pasien.

Delapan orang tersebut diantaranya Ny. DW ( 34 ), Ny. Sa (5), Tuan MR (14 ), Tuan ZZ (22), Tuan ZH (7), Tuan HW (47), Tuan HR (31) dan Ny. LS ( 47 ).

“Jadi terlaporkan penambahan kasus tiga dari Mentok, tiga orang dari Jebus, satu orang dari Kelapa dan satu orang dari Tempilang,” ungkap Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Bangka Barat, M. Putra Kusuma, Rabu (27/1).

Menurut Putra, gejala anosmia menjadi dominan dari kasus yang ada saat ini. Anosmia sendiri merupakan hilangnya indra penciuman secara total.

“Kami menyarankan bagi yang mengalami gejala anosmia dapat melaporkan dan melakukan pemeriksaan ke puskesmas atau pelayanan kesehatan terdekat,” jelasnya.

Dengan demikian, data akumulatif kasus konfirmasi Covid-19 di Bangka Barat sebanyak 226 orang dengan rincian, meninggal 4 orang, sembuh 193 orang dan isolasi 29 orang.

“Pengetatan isolasi mandiri menjadi penting,” tukas Putra. ( IBB )

Empat Orang di Bangka Barat Batal Divaksin Covid-19, Ini Penyebabnya

WARTABANGKA, MUNTOK – Unsur Forkopimda Bangka Barat dan tokoh agama dijadwalkan disuntik vaksin Sinovac pada Rabu (27/1) di Gedung Graha Aparatur. Namun, setelah dilakukan pemeriksaan Medical Check Up (MCU), hanya enam orang saja yang dapat disuntik vaksin.

Keenam orang tersebut adalah Bupati, Markus, Kapolres, AKBP Fedriansah, Dandim 0431/BB, Letkol Inf. Agung Wahyu Perkasa, Kepala Kemenag, H. Syarifudin, Ketua Pengadilan Negeri Mentok, Erica Mardaleni, dan Ketua NU, K.H. Imam Suhadak.

Sedangkan empat orang yang belum divaksin adalah Wakil Ketua II DPRD, Miyuni Rohantap, Ketua Pengadilan Agama, Tibyani, Ketua Komisi II DPRD, Herwanto dan Tokoh Agama/Pendeta Yohanes Maria Vianey Labi.

“Miyuni, Tibyani, tekanan darahnya tinggi. Dua orang kemarin waktu medical check up sudah tinggi, sudah diberi obat sebenarnya tapi hari ini di cek lagi masih belum terkontrol. Jadi nanti mereka dikasih obat dulu baru di cek, kalau bagus baru akan divaksin. Pak Herwanto kemarin. Dari sembilan itu hari ini tiga yang gagal diukur tekanan darah,” kata Plt Direktur RSUD Sejiran Setason sekaligus Sekretaris Dinas Kesehatan Babar, dr. Hendra.

Menurut dia, dikarenakan nama keempat orang ini sudah terdaftar, mereka akan tetap divaksinasi. Hanya saja, pihaknya menunggu kondisi kesehatannya membaik.

” Empat ini karena namanya sudah terdaftar tetap akan kita lakukan vaksinasi,” ujar Hendra.

Sementara itu, dia menambahkan pejabat yang telah divaksin hari ini akan menunggu selama 14 hari untuk divaksin lagi. Rencananya, pihaknya menjadwalkan vaksin kedua pada tanggal 10 Februari mendatang.

“Tanggal 10 nanti divaksin ulang di RSUD. Sejauh ini Pak Bupati, Pak Kapolres serta Dandim tidak ada keluhan,” tutupnya. (IBB )

Bangka Tengah Jadwalkan Vaksinasi Covid-19 Senin Pekan Depan

WARTABANGKA.COM, KOBA – Juru Bicara (Jubir) Penanganan Covid-19 Kabupaten Bangka Tengah, Bahrun Siregar Sutrisno memastikan proses vaksinasi Covid-19 di daerah itu akan dilaksanakan pada Senin pekan depan. Saat ini, kata dia, pihaknya masih menunggu tambahan vaksin Covid-19 Sinovac.

“Vaksinnya sudah datang kemarin berjumlah 2.030. Jumlah itu masih kurang, mengingat yang akan menjalani vaksinasi sebanyak 1200 orang,” ungkap Bahrun, Rabu (27/1).

Menurut dia, vaksinasi akan dilakukan sebanyak 2 kali per orang, sehingga total vaksin yang dibutuhkan Bangka Tengah sebanyak 2400. Penyuntikan vaksin dimulai dari anggota Fokompimda, berlanjut ke tenaga medis, TNI, Polri lalu pelayan publik lainnya termasuk wartawan.

“Kita sudah memberitahukan secara lisan ke instansi terkait, untuk segera melakukan pemeriksaan kesehatan terhadap staf atau anggotanya yang akan di vaksin,” ungkap Bahrun.

Dia mengungkapkan penyuntikan Vaksin dilakukan terhadap orang dalam keadaan sehat, tanpa penyakit bawaan serta penyakit tertentu lainnya.

“Adanya rentan waktu ini, kita anjurkan periksa kesehatan sebelum divaksin pada Jum’at (29/1). Kita harus hindari hal-hal yang tidak diinginkan terjadi,” tutur Bahrun.

Bahrun juga menyebut bagi pelayan publik yang telah positif Covid-19 dan sudah menjalani karantina, maka tidak akan di vaksin lagi.

“Imunnya sudah kuat,” pungkasnya. (RN)

Jadi Orang Pertama Disuntik Vaksin Corona, Markus: Ada Perih Sedikit

WARTABANGKA, MUNTOK – Bupati Bangka Barat, Markus menjadi orang pertama yang disuntik vaksin Sinovac saat kegiatan vaksinasi di Gedung Graha Aparatur Pemkab Bangka Barat di Desa Belo Laut, Rabu (27/1).

Bupati Markus mengatakan usai disuntik vaksin Sinovac, ia merasakan ada rasa perih sedikit. Namun setelah itu, ia mengaku merasa lebih tenang.

“Ada rasa perih sedikit, yang lain – lain sih sampai saat ini belum. Pas disuntik tadi aja ada rasa perih. Setelah disuntik lebih tenang rasanya, sebelum disuntik nggak tegang, biasa aja,” ujar Markus kepada usai kegiatan.

Untuk itu, ia mengimbau kepada masyarakat agar jangan takut divaksin.

“Jangan takut divaksin kan kita sudah memberi contoh disuntik duluan,” jelasnya.

Sementara itu, Kapolres Bangka Barat, AKBP Fedriansah, yang menjadi orang kedua yang disuntik vaksin Sinovac tidak merasakan sakit saat disuntik.

Sama halnya dengan Kapolres, Dandim 0431/BB, Letkol Inf. Agung Wahyu Perkasa juga tidak merasakan sakit usai disuntik.

“Rasanya nggak sakit, nggak terasa apa – apa. Nggak ada rasa apa – apa . Pas jarum suntik masuk juga tidak terasa apa – apa, cuma berasa mungkin kayak ditekan gini tapi rasa sakit tidak ada,” ungkapnya.

Dengan begitu, Agung berharap masyarakat ikut mendukung program vaksinasi ini dan tidak takut saat mau disuntik vaksin Sinovac.

” Pada saat mau di vaksin datang lah agar Kabupaten Bangka Barat terbebas Covid-19,” tukasnya. ( IBB )

Kepala Dinas Kesehatan Dimutasi Saat Pandemi, Ini Kata Calon Ketua DPRD Babel

WARTABANGKA, PANGKALPINANG – Anggota Komisi IV DPRD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Herman Suhadi menanggapi pergantian pejabat daerah yang dilakukan oleh Pemprov Babel, Senin (25/1) kemarin.

Menurut calon ketua DPRD Babel ini, rotasi jabatan di dalam tubuh ASN merupakan hal yang lumrah.

“Saya sebagai anggota Komisi IV positif thinking saja, tentunya Pak Gubernur juga ingin mempunyai kepala dinas – kepala dinas yang terbaik,” kata Herman kepada wartawan melalui telepon seluler, Selasa (26/1).

Namun, menurut dia, ada satu hal yang harus menjadi perhatian oleh pihak eksekutif, yakni terkait pergantian kepala dinas kesehatan, yang sebelumnya dijabat oleh Mulyono Susanto, kini dimutasi ke jabatan yang baru sebagai Asisten Administrasi Umum Pemprov Babel.

Sementara, posisi kepala dinas kesehatan yang ditinggalkan oleh Mulyono saat ini diisi oleh pelaksana tugas.

“Dalam menghadapi pandemi Covid-19, kepala dinas kesehatan merupakan ujung tombak dalam penanganan untuk memutus mata rantai Covid-19 Di Babel,” ujarnya.

“Oleh karena itu, saya menyarankan kepada Pak Gubernur untuk sesegera mungkin mencari kepala dinas definitif, berdasarkan regulasi, berdasarkan kepangkatan, dan sebagainya sesuai dengan peraturan-peraturan ASN,” tandasnya. (DEI)

Bangka Barat Terima 3000 Vaksin Sinovac, Hendra: Nakes Tetap Diprioritaskan

WARTABANGKA.COM, MUNTOK – Plt Direktur RSUD Sejiran Setason, dr. Hendra mengatakan sebanyak kurang lebih 3000 vial vaksin sinovac telah dibawa menuju ke Bangka Barat siang tadi.

“Siang ini sudah sampai, mungkin dari Pangkalpinang sedang menuju ke sini sedang berjalan dikawal oleh brimob dan polres. Nanti hari ini juga langsung didistribusikan ke beberapa untuk tahap satu ini masih kita fokuskan untuk tenaga kesehatan,” ujar Hendra, Selasa (26/1).

Selain pejabat, Hendra mengungkapkan vaksinasi ini juga akan dibagi menjadi tiga tahapan. Tahap pertama difokuskan untuk tenaga kesehatan.

“Tahap berikutnya baru untuk pelayan publik, PNS, TNI, Polri dan lain – lain, berikutnya baru tahap masyarakat umum. Masih dibatas usia 18 – 59 tahun.Jadi kita bagi tiga tahapan,” ungkapnya.

Menurut dia, target yang harus dicapai agar laju pandemi Covid – 19 bisa ditekan adalah 75 persen masyarakat Bangka Barat harus divaksin. Menurut Hendra, bila hal itu bisa dilaksanakan, maka penularan virus corona bisa ditahan karena para penerima vaksin sudah diberi kekebalan.

“Orang yang sudah divaksin masih bisa kena, tapi dia sudah kebal. Tapi dia masih bisa menularkannya kepada orang lain. Targetnya 75 persen masyarakat harus divaksin. Kalau semua sudah tercapai, kita nggak apa – apa lagi melepas masker,” jelasnya.

Hendra menambahkan terkait vaksin sinovac, sampai saat ini belum ada efek samping yang dilaporkan di Bangka Belitung. Namun untuk mengantisipasi hal itu, pihaknya telah menyiapkan obat-obat alergi.

“Cuma pada prinsipnya setiap penyuntikan obat bisa terjadi efek samping, tapi kita sudah mengantisipasi ya, jadi kita sudah menyiapkan obat – obatan antisipasi alergi besok pada saat penyuntikan Forkopimda dan pejabat publik dan nanti untuk tenaga medis juga kita siapkan,”katanya. (IBB)

10 Pejabat di Bangka Barat Siap Disuntik Vaksin Sinovac

WARTABANGKA, MUNTOK – Bupati Bangka Barat, Markus dan sepuluh pejabat di daerah itu akan disuntik vaksin sinovac pada Rabu (27/1) esok di Gedung Graha Aparatur. Sebelum divaksin, para pejabat tersebut diwajibkan melakukan pemeriksaan MCU atau Medical Check Up terlebih dahulu di RSUD Sejiran Setason.

“Hari ini kita screening untuk vaksin besok rencananya kita jadwalkan besok untuk sepuluh orang pertama di Bangka Barat, ini merupakan tahapan,” kata Markus kepada awak media di RSUD Sejiran Setason, Selasa (26/1).

Menurut Markus, setelah dirinya menjalani pemeriksaan MCU, hasilnya cukup baik yang mana tekanan darahnya lancar dan jantungnya sangat bagus.

“Dari tekanan darah saya layak, untuk darah rutinnya yang belum keluar. Pemeriksaan jantung bagus, nanti dokterlah yang menyimpulkan. Nanti dari sepuluh orang ini akan ada hasil akhir siapa yang layak direkomendasikan untuk vaksin,” ujarnya.

Markus menjelaskan sebagai kepala daerah, dirinya menyatakan sudah siap untuk divaksin. Hal itu dikarenakan vaksin sinovac ini diberikan setidaknya dapat mencegah virus berbahaya Covid-19.

“Pada prinsipnya saya sebagai Bupati Bangka Barat siap untuk di vaksin. Setelah ini baru tenaga kesehatan. Artinya ini kan sebagai salah satu program pemerintah yang harus kita sukseskan. Kita sebagai Bupati memberikan contoh kepada masyarakat karena memang untuk menahan laju Covid ini, salah satunya vaksin ini. Memang vaksin ini bukan obat tapi sebagai pencegahan lah,” jelasnya.

Untuk itu, dirinya mengajak masyarakat Bangka Barat untuk tidak takut terhadap vaksin Sinovac.

” Harapan kita pandemi Covid ini dengan adanya vaksin ini bisa menahan laju Covid di Bangka Barat. Kalau kami Pemerintah Daerah menghimbau kepada masyarakat untuk tidak takut di vaksin. Contohnya kami kan pertama kali,” tukas Markus. ( IBB )

Satlantas Polres Bangka Bagikan 500 Lembar Masker ke Pengguna Jalan

WARTABANGKA, SUNGAILIAT – Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Bangka mengelar sosialisasi protokol kesehatan bersama Pemerintah Desa Karya Makmur, FKPM dan Pokdar Kamtibmas Bhayangkara Kabupaten Bangka, Senin (25/1).

Giat bersama tersebut dipimpin langsung Kasat Lantas Polres Bangka Iptu Ramos Gapita Siregar dengan membagikan masker serta penempelan stiker himbauan bertuliskan ” Ayo Pakai Masker # Covid-19, di Simpang Empat Kawasan BTN Air Ruai Pemali Kabupaten Bangka.

Kasat Lantas Polres Bangka Iptu Ramos Gapita Siregar mengatakan giat bersama Satlantas Polres Bangka tersebut melibatkan Pemdes Karya Makmur, FKPM dan Pokdar Kamtibmas Bhayangkara Kabupaten Bangka, untuk membantu pemerintah daerah melakukan sosialisasi Protokol Kesehatan Covid-19, kepada penguna jalan di Kawasan Simpang Empat Kawasan perumahan BTN Air Ruai Pemali.

“Hari ini kita mensosialisasikan protokol kesehatan dengan membagikan masker dan penempelan stiker ke pengguna jalan,” kata Kasatlantas.

Dia berharap dengan kegiatan ini, akan mengugah dan timbul kesadaran masyarakat untuk menjaga jarak, selalu mencuci serta memakai masker saat beraktivitas di luar rumah.

Sedangkan Kades Karya Makmur Kecamatan Pemali, Yusni Tamrin menjelaskan, pihaknya bersama Satlantas Polres Bangka sosialisasi protokol kesehatan untuk mengajak masyarakat memutus mata rantai penyebaran virus Corona di Kabupaten Bangka.

“Saya mengucapkan terima kasih kepada pihak Satlantas Polres Bangka telah melibatkan Pemdes Karya Makmur, FKPM dan Pokdar Kamtibmas Polres Bangka. Tentunya kegiatan nantinya akan terus berkelanjutan di lokasi yang berbeda nantinya,” kata Yusni.

Sebanyak 500 lembar masker dan stiker disebarkan serta stiker himbauan kepada pengendara kendaraan roda dua dan empat yang melintas.

Sementara itu, Ketua Pokdar Kamtibmas Bhayangkara Kabupaten Bangka, Sugianto menyebutkan kegiatan sosialisasi Protokol Kesehatan Covid-19 sangat penting dilakukan untuk mencegah penyebaran virus Corona di Kabupaten Bangka.

“Untuk itu, kita (Pokdar Kamtibmas-red), siap ikut serta dilibatkan, dalam kegiatan ini ke depan. Seperti halnya tujuan kegiatan ini agar masyarakat sadar mematuhi protokol kesehatan Covid-19 nantinya,” ujar Sugianto.(*/zen)

Sudah 15 Warga Bangka Meninggal Dunia karena Covid-19

WARTABANGKA, SUNGAILIAT – Satu pasien terkonfirmasi positif Covid-19 asal Kecamatan Pemali Bangka, inisial Rs dinyatakan meninggal dunia, Senin (22/1).

Juru bicara Satgas Covid-19 Kabupaten Bangka, Boy Yandra mengatakan, Rs masuk ke rumah sakit pada Jumat (22/1) pukul 19.45 WIB, yang bersangkutan memiliki riwayat penyakit Komorbid DM tipe dua.

“Rs meninggal dunia pada Senin (25/1) pukul 06.00 WIB dan dimakamkan di TPU Pemali sesuai protokol kesehatan,” jelas Boy.

Dia mengatakan, terdata sudah 15 orang terkonfirmasi positif Covid-19 meninggal dunia berasal dari beberapa wilayah kecamatan. Masing-masing berasal dari Kecamatan Sungailiat sebanyak tujuh orang, Kecamatan Belinyu sebanyak tiga orang, Kecamatan Mendo Barat sebanyak dua orang dan Kecamatan Pemali dua orang serta dari Pagarawan Merawang satu orang.

“Data sementara perkembangkan kasus COVID-19 di Kabupaten Bangka, sebanyak 1.152 orang terpapar COVID-19 dan 1.089 sudah dinyatakan sembuh, 15 orang meninggal dunia serta 48 orang masih menjalani proses isolasi untuk mendapatkan perawatan kesehatan,” bebernya.

BPBD dan pihak Dinas Kesehatan melakukan upaya pencegahan COVID-19 dengan melakukan tes cepat antibodi maupun antigen. Ditegaskan bagi warga yang diketahui positif COVID-19 harus dilakukan isolasi di tempat yang sudah disediakan pemerintah.(*/zen)

Pemindahan 10 Pasien Wisma Karantina, Tandai Beroperasinya RS COVID-19 Babel

WARTABANGKA.COM, MERAWANG – Rumah Sakit Infeksi dan Karantina Covid-19 Provinsi Kepulauan Bangka Belitung resmi beroperasi mulai Kamis (21/01). Peresmian ditandai dengan pemindahan 10 pasien yang berasal dari Wisma Karantina BKPSDMD Babel dan Wisma Karantina Asrama Haji.

“Proses pemindahan pasien, kita mulai hari ini dan akan kita pindahkan secara bertahap. Tahap pertama ada 10 pasien yang kita pindahkan. Saat ini di Wisma Karantina BKPSDM masih ada 27 pasien. Sedangkan pasien di Wisma Karantina Asrama Haji sudah kosong, ” ujar Kepala Dinas Kesehatan, Mulyono saat peresmian Rumah Sakit Infeksi dan Karantina Covid-19 Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Kamis (21/01).

Kepala Dinas Kesehatan Mulyono berharap dengan pemindahan ini, perawatan pasien akan jauh lebih baik lagi, karena pelayanan di rumah sakit tersebut sesuai dengan standar operasional penanganan Covid-19.

Pada kesempatan yang sama, Direktur RSUD Dr. (HC) Ir. Soekarno Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Armayani menegaskan bahwa saat ini RS Infeksi dan Karantina Covid-19 Babel merupakan satu-satunya fasilitas kesehatan pelayanan Covid-19 di Provinsi Babel yang sesuai dengan standar Kementerian Kesehatan RI.

“Operasionalnya pun menerapkan standar pelayanan penanganan Covid-19 dan sudah dilengkapi dengan sarana dan prasarana yang memadai. Kapasitas tempat tidur kita cukup, dengan kapasitas 100 tempat tidur, termasuk di dalamnya fasilitas ruang isolasi 25 tempat tidur dan perawatan lainnya berjumlah 75 tempat tidur,” ungkapnya.

Terkait Sumber Daya Manusia (SDM) RS Infeksi dan Karantina Covid-19, Direktur Armayani menuturkan bahwa tenaga kesehatan berasal dari RSUD Dr. (HC) Ir. Soekarno Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, ditambah dengan hasil rekrutmen SDM baru, serta tenaga kesehatan yang sebelumnya bertugas di Wisma Karantina BKPSDM dan Wisma Karantina Asrama Haji.

Selanjutnya Direktur Armayani mengatakan bahwa, RS Infeksi dan Karantina Covid-19 merupakan bagian dari RSUD Dr. (HC) Ir. Soekarno Babel. Dirinya mengimbau agar masyarakat tidak takut dan khawatir karena areal gedung RS Infeksi dan Covid-19 terpisah dengan gedung perawatan pasien non Covid-19.

“Jadi harapan saya kepada masyarakat, jangan takut dan khawatir, walaupun kami merawat pasien Covid-19, pasien lain pun tetap kami rawat. Jarak gedungnya kurang lebih 500 meter. Jadi jangan khawatir karena lokasinya terpisah,” pungkasnya. (Diskominfo Babel)