Kesehatan

Gubernur Erzaldi Perbarui SOP Penanganan Pencegahan Covid-19

WARTABANGKA, PANGKALPINANG – Gubernur Kepulauan Bangka Belitung (Babel), Erzaldi Rosman sebagai Ketua Tim Gugus Tugas Penanganan Pencegahan Covid-19 Kepulauan Babel mengevaluasi kinerja gugus tugas dalam rapat koordinasi strategi dan kebijakan pemprov dalam mengantisipasi perkembangan kasus Covid-19 di Babel.

Rapat koordinasi (rakor) yang diadakan di Ruang Rapat Tanjung Pendam Kantor Gubernur Kepulauan Babel, Jumat (25/9) ini menghasilkan beberapa poin yang perlu diatur kembali dengan melibatkan Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Babel dan beberapa asosiasi kesehatan di Babel beserta pemkab/pemkot (Dinas Kesehatan) khususnya rumah sakit daerah.

Dua kali Babel mendapat sanjungan dari pemerintah pusat hingga diberikan predikat sebagai zona hijau, Gubernur Erzaldi mengkhawatirkan terjadinya kekurangan kontrol dalam penanganan Covid-19 ke depannya.

Beberapa poin mendapat evaluasi langsung dari Gubernur Erzaldi di antaranya, kesiapan rumah sakit tiap kabupaten/kota dalam penanganan Covid-19, baik fasilitas RS hingga kesiapan mental sumber daya manusia (tenaga medis) saat menerima pasien terkonfirmasi.

Menurut Gubernur Erzaldi, penanganan yang tidak siap dapat berdampak pada petugas medis di RS dan di wisma karantina pasien. Perlu juga disusun ulang standar operasional penanganan pasien dari Gugus Tugas tiap kabupaten/kota hingga Gugus Tugas provinsi.

Setelah ditanyakan langsung oleh Gubernur Erzaldi kepada perwakilan RSUD tiap kabupaten, masing-masing RS siap menjadi RS rujukan pasien dari daerah masing-masing, selain RS Depati Hamzah (Pangkalpinang) dan RS Marsidiyuono (Belitung) yang memang sudah menjadi RS rujukan ketetapan dari Kemenkes RI.

“IDI akan membantu untuk mereview kesiapan RS dan kekurangan fasilitas serta tenaga medis tiap RSUD ini,” ungkapnya.

Selain itu, Gubernur Erzaldi juga menegaskan pendataan jumlah pasien se-Babel agar publikasi dilakukan satu pintu sehingga data yang keluar terjaga keakuratannya dan tidak membingungkan masyarakat dalam membaca data.

Dalam rakor juga disepakati bahwa isolasi mandiri tidak lagi diperkenankan tanpa terkecuali, pasien wajib menjalankan perawatan sesuai SOP yang sedang disusun hingga Selasa pekan depan.

Poin-poin ini akan disusun ulang menjadi SOP baru, dalam penyusunannya gubernur akan mengeluarkan Surat Keputusan (SK) yang beranggotakan IDI, Asosiasi Rumah Sakit Daerah Babel, Persi, Asosiasi Perawat, Asosiasi Bidan, dan direktur RS se-Babel.

Lebih lanjut, Gubernur Erzaldi mengingatkan bahwa audit BPKP tetap akan berjalan atas anggaran refocusing yang digunakan untuk wisma karantina tiap kabupaten/kota.

“Saya ingatkan untuk selalu hati-hati atas kinerja dinas dan RS di tiap kabupaten,” ungkapnya.

Mengingatkan antisipasi logistik, tenaga medis dan dukungan anggaran tahun 2021, Gubernur Erzaldi menyatakan bahwa jelas diatur dalam permenkes bahwa Anggaran Provinsi hanya mengakomodir 10% dari total anggaran yang dibutuhkan dalam penanganan Covid-19.

“Perkiraan kebutuhan anggaran jika ditemukan vaksin Covid-19 juga perlu disusun agar masyarakat kita terfasilitasi dengan anggaran yang sudah direncanakan dengan baik,” tegasnya.

Di akhir rakor, Gubernur Erzaldi menegaskan untuk semua pihak saling bekerja sama dan berkoordinasi demi menghambat penyebaran Covid-19 di masyarakat Babel.

“Segera selesaikan penyusunan SOP agar dapat direvisi kekurangan-kekurangannya dan penerapan dapat dilakukan secepatnya,” pungkasnya. (Diskominfo Babel)Penulis : Nona dpFoto : RafiqEditor : Listya

Hasil Swab, 27 Tenaga Medis di Bangka Barat Negatif Covid-19

WARTABANGKA, MUNTOK – Tim GTPPC-19 Kabupaten Bangka Barat telah melakukan tracking kontak terhadap keluarga dan tenaga kesehatan yang menangani IS, pasien asal Muntok yang meninggal dunia akibat terpapar Covid-19 pada Jumat (17/9) di RSUD Depati Bahrin Sungailiat.

Menurut Juru Bicara GTPPC-19 Bangka Barat, dr. Hendra pihaknya melakukan swab test tenaga medis atau kesehatan sebanyak 27 orang dari Puskesmas Kelapa dan RSUD Sejiran Setason dengan hasil negatif Covid-19.

“Tracking IS, hasilnya kita dari tenaga kesehatan dulu, total 27 orang yang diswab, baik itu dari rumah sakit dan puskesmas, hasilnya swab nya negatif semua,” ujar Hendra kepada awak media saat ditemui di ruang kerjanya, Selasa (22/9).

Lanjut, dikatakan Hendra, pihaknya juga telah melakukan swab di perusahaan tempat IS bekerja, PT BPL. Disana ada 7 orang yang dilakukan swab test dan hasilnya belum keluar.

“Kalau di Kelapa itu ada 9 orang yang di swab di perkantoran BPL ada 7 orang yang di swab hasilnya belum keluar. Yang dikantornya sendiri kan ada 7 orang, sisanya ada sekitar 30-an itu kemarin baru di rapid tapi saya belum dapat hasil juga,” jelasnya.

Sementara itu, swab test pun telah dilakukan kepada istri, anak dan mertua IS. Untuk hasil swab pertama istri IS telah keluar dan hasilnya negatif.

Namun, hasil swab anak dan mertua IS sampai saat ini belum keluar. Saat ini, istri, anak dan mertua masih menjalani karantina di Gedung Diklat Pemkab Bangka Barat.

“Anaknya nyusul ke WK baru kemarin sama mertuanya diambil swab hasilnya belum keluar. Anaknya satu orang,” imbuhnya.

Disamping itu, Hendra menambahkan terkait tenaga kesehatan, pihaknya hanya melakukan swab sekali. Hal itu dikarenakan tenaga kesehatan menggunakan Alat Pelindung Diri (APD) yang lengkap.

Akan tetapi, untuk istri IS dilakukan swab test kedua, karena kontak erat dengan IS.

“Kalau tenaga kesehatan tadi kan cuma sekali kita agak cuek karena dia tidak ada keluhan dan mereka juga sudah pakai APD jadi aman mereka dan RS tidak ditutup. Istrinya masih di WK kita nunggu hasil swab kedua. Karena istrinya ini kontak erat dengan yang bersangkutan maka kita ambil swab kedua,” pungkasnya. (*/IBB)

Anggota DPRD Babel Ferdiyansyah Beri 7 Tips Hindari Covid-19

WARTABANGKA, PANGKALPINANG – Anggota DPRD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) Ferdiyansyah, mengaku prihatin atas meningkatnya pasien yang terkonfirmasi positif Covid-19.

Berdasarkan data dari Satgas Covid-19per 21 September 2020 pukul 20.00 WIB, data kasus terkonfirmasi positif berjumlah 312, yang selesai diisolasi 268 orang dan meninggal 4 orang. Kemudian, data kasus suspek hingga kini berjumlah 1.581 dan data pemantauan kontak erat berjumlah 4.348.

“Kita turut prihatin atas meningkatnya pasien positif Corona di Bangka Belitung ini. Kita berharap, semoga Pandemi Covid-19 ini cepat selesai dan kehidupan normal kita bisa berjalan kembali seperti sedia kala,” harapnya.

Baca juga: Bertambah 1, Total Ada 24 Kasus Positif Covid-19 di Bangka Barat

Adapun 7 tips agar terhindar dari Covid-19 yakni:

  1. Selalu berdoa kepada Tuhan Yang Maha Esa, memohon perlindungan dari penyakit dan marabahaya serta memohon diberikan kesehatan dan keselamatan
  2. Mengkonsumsi makanan sehat dan bergizi, terutama sayur-sayuran dan buah-buahan. Karena kedua jenis makanan ini mengandung Vitamin C yang berguna untuk pembentukan imun tubuh.
  3. Mengkonsumsi madu, karena madu baik untuk kesehatan. Apalagi di Babel banyak madu-madu alami, seperti madu hutan, pelawan, kelulut dan yang lainnya.
  4. Rutin berolahraga, terutama di pagi hari. Seperti jalan dan lari pagi, sembari berjemur di sinar matahari pagi yang sangat baik untuk membunuh virus serta kuman-kuman penyakit dan manfaat lainnya dari sinar matahari pagi.
  5. Memakai masker bila keluar rumah atau berpergian ke luar rumah.
  6. Sering mencuci tangan dalam setiap aktvitas yang akan kita kerjakan.
  7. Selalu menjaga jarak (Physical Distancing) dan menghindari kerumunan yang bisa menyebabkan penularan Covid-19.

“Intinya kita harus bisa menjaga kesehatan diri kita dan orang lain. Jangan sampai kita tertular virus Covid-19 ini. Kalaupun kita harus keluar kota melaksanakan pekerjaan-pekerjaan yang tidak bisa kita tinggalkan, kita harus menjaga diri kita. Karena bagaimanapun, selain menjaga kesehatan ekonomi kita juga harus berjalan,” pesan Politisi Partai Gerindra itu lagi.

“Terakhir, marilah kita sama-sama berdoa kepada Tuhan Yang Maha Esa, semoga Pandemi Covid-19 ini cepat selesai dan kehidupan normal kita bisa berjalan kembali. Jadi perekonomian harus jalan dengan standar penerapan protokol kesehatan. Intinya, antara kesehatan dan ekonomi harus saling menguatkan. Insyaallah pandemi ini bisa kita lewati bersama. Insyaallah Babel Bisa,” pungkasnya. (*/ryu)

Bertambah 1, Total Ada 24 Kasus Positif Covid-19 di Bangka Barat

WARTABANGKA, MUNTOK – Kasus positif Covid-19 di Kabupaten Bangka Barat bertambah satu. Pasien berinisial AI (32) warga Kampung Air Samak, Kecamatan Muntok terpapar Covid-19 berdasarkan hasil swab.

Juru Bicara GTPPC-19 Bangka Barat, dr. Hendra mengatakan AI terkena Covid-19 saat pesawat yang ditumpangi ada penumpang yang terjangkit Covid-19. Saat itu, kata dia, AI baru pulang dari Kota Pontianak menuju Pulau Bangka.

“Saya baru dapat info kemarin, orangnya itu baru pulang dari Pontianak, jadi ya satu pesawat dengan dia, positif,” kata Hendra kepada wartawan di ruang kerjanya, Selasa ( 22/9 ).

Hendra melanjutkan mengetahui ada satu penumpang positif Covid-19, saat mendarat di Bandara Depati Amir, seluruh penumpang yang ada di dalam pesawat tersebut langsung dilakukan swab test.

Alhasil, AI dari hasil pemeriksaan terpapar Covid-19 dan langsung di karantina di Gedung Diklat Provinsi Bangka Belitung pada tanggal 13 september 2020.

“Satu AI tadi, baru pulang dari Pontianak. Dia rombongan, saya nggak tahu dalam rangka apa, di dalam satu pesawat itu ada yang positif, jadi waktu di Pangkalpinang langsung di karantina dan swab. Tahunya itu setelah pesawat mendarat di Pangkalpinang ada yang positif, jadi dilakukan swab semua,” jelasnya.

Menurut Hendra dengan adanya penambahan satu pasien, total keseluruhan pasien positif Covid-19 di Bangka Barat berjumlah 24 orang.

“Dengan dampaknya yang satu ini berarti Bangka Barat total 24 positif. Tapi yang terakhir kan meninggal jadi tinggal yang satu ini. Tapi yang ini nggak ada hubungannya dengan yang meninggal, IS ini beda kasusnya,” kata Hendra. (*/IBB )

Jelang Tahapan Kampanye, 150 Orang Jajaran Pengawas di Bateng Ikuti Rapid Test

WARTABANGKA,KOBA – Menjelang tahapan kampanye pada Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Bangka Tengah Tahun 2020, Badan Pengawasan Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Bangka Tengah (Bateng) melakukan rapid test bagi seluruh jajaran pengawas pemilihan, mulai dari tingkat kabupaten, kecamatan hingga tingkat kelurahan/desa.

Kegiatan yang dilakukan pada Senin (21/9) pagi tersebut dilakukan untuk memastikan seluruh jajaran pengawas pemilihan di Kabupaten Bateng terbebas dari paparan Covid-19 sebelum melakukan tugas-tugas pengawasan pada masa kampanye ini.

“Kegiatan rapid tes ini merupakan bentuk kerjasama kita dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Bateng,” ujar Ketua Bawaslu Kabupaten Bateng, Robianto disela-sela kegiatan rapid tes, Senin (22/9).


Menurut dia, sebelum melaksanakan tugas-tugas pengawasan pada kampanye, penting bagi pihaknya untuk memastikan bahwa seluruh jajaran pengawas pemilihan di Bateng terbebas dari paparan Covid-19. Hal ini dimaksudkan guna memberikan rasa aman bagi masyarakat.

“Alhamdulillah dari hasil rapid tes ini seluruh jajaran kita sebanyak 150 orang hasilnya nonreaktif semua,” terangnya.

Diungkapkannya, kegiatan rapid tes tersebut diselenggarakan di 6 titik yang tersebar di setiap kecamatan di Kabupaten Bateng dan dilaksanakan secara serentak, yaitu Kantor Dinas Kesehatan Kabupaten Bateng, Puskesmas Kecamatan Namang, Puskesmas Kecamatan Pangkalan Baru, Puskesmas Kecamatan Sungaiselan, Puskesmas Kecamatan Simpangkatis, serta Puskesmas Kecamatan Lubuk Besar.

“Terimakasih kepada pihak Dinas Kesehatan Kabupaten Bateng yang telah memfasilitasi pelaksanaan rapid tes ini,” ungkapnya.

Lebih lanjut ia pun menghimbau kepada seluruh jajaran pengawas pemilihan di Kabupaten Bateng agar selalu menerapkan protokol kesehatan dalam setiap kali melakukan tugas-tugas pengawasan di lapangan.

“Kondisi Pandemi Covid-19 belum berakhir. Untuk itu, kami menghimbau setiap jajaran pengawas agar selalu waspada dan selalu menjaga imunitas tubuh supaya terhindar dari paparan Covid-19,” tandasnya. (Humas Bawaslu Bangka Tengah)

Satu Pasien Covid-19 Asal Bangka Barat Meninggal, Punya Riwayat Penyakit Hipertensi

WARTABANGKA, MUNTOK – Pasien positif Covid-19 berinisial IS ( 47 ) meninggal dunia. IS, warga Kelurahan Sungai Daeng, Kecamatan Muntok, Kabupaten Bangka Barat ini meninggal di RSUD Depati Bahrin Sungailiat pada Jumat (18/9) sekitar pukul 09.30 Wib.

“Meninggal karena covid iya karena hasilnya positif berarti meninggal karena covid,” kata Juru Bicara GTPPC-19 Bangka Barat, dr. Hendra ( 18/09/2020 ).

dr. Hendra menjelaskan awalnya IS berobat ke Puskesmas Kelapa pada tanggal 15 september 2020. Lalu, pasien minta dirujuk ke RSBT Muntok.

Setelah itu, pasien melakukan pemeriksaan swab pertama tanggal 16 september dan swab kedua tanggal 17 september. Dari hasil pemeriksaan swab pertama, IS dinyatakan positif Covid-19.

“Pasien itu rujukan dari Puskesmas Kelapa tanggal 15, IGD dua jam disana, terus pasien minta dikirim ke RSBT Muntok terus malamnya dikirim lagi ke RSUD SS tanggal 16 swab pertama tanggal 17 swab kedua. Hasil nya positif,” ujar dr. Hendra.

Baca juga: Innalillahi, Satu Pasien Covid-19 Asal Bangka Barat Meninggal

Lalu, tanggal 17 september, IS kemudian dirujuk ke RSUD Depati Bahrin Sungailiat pukul 22.00 wib dan meninggal dunia pada hari ini, Jumat ( 18/09/2020 ) pukul 09.30 wib.

Pasien IS, kata dr. Hendra, mempunyai penyakit bawaan yakni hipertensi dan TBC. Selama ini, IS bekerja di PT. BPL Kecamatan Kelapa dan memang tinggal di perumahan perusahaan perkebunan sawit tersebut.

“Jadi dia nggak tinggal di Muntok tapi di sawit. Istrinya juga selama ini tinggal di BPL, nggak ada kontak dengan yang di Muntok,” imbuh dr. Hendra.

dr. Hendra menerangkan jenazah akan dikuburkan seusai dengan protokol kesehatan Covid-19 di TPU Kebun Nanas.

“Nanti sudah disiapkan prokes nya penguburannya. Diharapkan jangan banyak yang datang,” jelasnya.

Selain itu, dr. Hendra menuturkan pihaknya juga telah melakukan tracking sejumlah tenaga medis yang kontak langsung dengan almarhum.

“Kemarin sudah ditracing kontak dengan tenaga medisnya baik Puskes Kelapa, RSBT, RSUD kita sudah tracing kontak erat dengan siapa dan hari ini sudah diambil swab untuk mereka yang kontak. Istrinya juga di swab hari ini tapi belum ada hasilnya,” ungkapnya.

dr. Hendra menambahkan pihaknya masih belum mengetahui bagaimana penularan virus Covid-19 terhadap mendiang IS. Namun, saat ini pihaknya juga telah menurunkan tim GTPPC-19 untuk melakukan tracking kontak di Puskesmas Kelapa dan PT. BPL.

“Penularan dari mana belum tahu. Pagi tadi sudah saya turunkan tim ke Puskes Kelapa dan BPL untuk tracing kontak. Jadi saya minta juga mereka cari penularaan dari mana,” tutup dr. Hendra. (*/IBB )

Innalillahi, Satu Pasien Covid-19 Asal Bangka Barat Meninggal

WARTABANGKA, PANGKALPINANG – Satu lagi pasien positif Corona virus disease (covid-19) di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) meninggal dunia. Pasien yang masuk ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sungailiat 16 September laku, meninggal dunia hari ini (18/9) sekitar pukul 10.00 Wib.

“Iya, ada satu pasien atas inisial I-S (47) beralamat di Kampung Jawa, Muntok, Babar. Meninggal hari ini di RSUD Sungailiat, ” kata Juru Bicara Satgas Covid-19 Pusdalops BPBD Babel, Andi Budi Prayitno, Jumat (18/9).

Pasien ini, masuk ke RSUD dengan keluhan batuk disertai sesak nafas dan demam, dirawat di ruang isolasi Sakura RSUD Depati Bahrin Sungailiat, Bangka.

“Dari hasil tes swab PCR TCM pada 17 September 2020 dinyatakan positif terkonfirmasi Covid-19, ” tukasnya.

Pasien, merupakan pekerja di salah satu perusahaan kepala sawit di Kabupaten Bangka Barat. Rencana akan dikebumikan di pemakaman Umum Kebun Nanas Kecamatan, Muntok dengan Protokol Kesehatan sekita pukul 15.30 WIB ba’da Ashar.

“Posisi jenazah saat ini masih di RSUD Depati Bahrin Sungailiat, masih berkoordinasi dengan Tim Satgas Covid-19 untuk membawa jenazah ke tempat pemakaman, ” bebernya.

Hingga saat ini, sudah 4 pasien positif di Babel yang meninggal dunia, satu di Pangkalpinang, satu di Bangka Selatan, satu di Belitung, dan satu di Bangka Barat.

ABP mengingatkan, agar masayarakat tetap mematuhi protokol kesehatan covid-19, ketika berada di luar rumah, mengingat angka kasus di Babel semakin bertambah.

“Tim, akan melakukan pemeriksaan dan epidemiologi terhadap orang-orang yang kontak dengan pasien meninggal, semoga almarhum husnul khotimah, ” pungkasnya. (*/two)

Wabup Bangka Minta Kades Maksimal Cegah Penyebaran Covid-19

WARTABANGKA, SUNGAILIAT – Wakil Bupati Bangka, Syahbudin meminta kepala desa (kades) untuk maksimal dalam pencegahan Covid-19. Menurut dia, pencegahan penularan virus corona di suatu daerah harus dilakukan bersama-sama mulai pemerintah desa sampai dengan pemerintah kabupaten atau kota dan provinsi.

Demikian disampaikan Syahnudin saat membuka workshop bagi pemerintah desa dan BPD di Hotel Tanjungpesona, Selasa (15/9).

“Saya minta seluruh kepala desa, aktif memaksimalkan pencegahan
Covid-19 dengan mengajak warga desanya disiplin menerapkan
protokol kesehatan,” pesan wabup.

Dia mengatakan, akibat pandemi Covid-19 yang terjadi selama beberapa bulan, telah memberikan dampak pada penurunan diberbagai aspek penting masyarakat. Seperti menurunnya kegiatan usaha, pembatasan aktivitas sosial masyarakat maupun aspek lainnya.

Menurutnya, dari delapan kecamatan di Kabupaten Bangka hanya
ada dua wilayah kecamatan yang tidak ditemukan kasus Covid-19
yakni di Kecamatan Bakam dan Kecamatan Riau Silip.

“Saya berharap, angka kasus itu dapat ditekan seminimal mungkin
sehingga wilayah Kabupaten Bangka kembali ke zona hijau dan
masyarakat dapat kembali beraktivitas dengan normal,” tutupnya.

Hingga Selasa (15/9) tercatat 81 warga terkonfirmasi positif Covid-19 dengan 71 orang sudah dinyatakan sembuh.(*/zen)

Wagub Abdul Fatah Bersama Forkopimda Kobarkan Gerakan Satu Juta Masker

WARTABANGKA, PANGKALPINANG – Satu juta masker untuk Bangka Belitung mulai dibagikan hari ini di Kota Pangkalpinang, Kamis (10/9). Sesuai instruksi Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo yang mewajibkan tiap daerah menyebarkan masker untuk masyarakat di seluruh Indonesia. Babel secara bertahap juga telah melaksanakannya, dimulai hari ini.

Setelah secara simbolis gerakan pembagian masker serentak, kampanye jaga jarak, dan hindari kerumunan dalam rangka operasi yustisi penggunaan masker dan pilkada 2020 yang aman, damai, dan sehat dilaksanakan, Wakil Gubernur Abdul Fatah bersama jajaran forkopimda langsung turun ke jalan untuk membagikan masker dan menyosialisaskan protokol Covid-19.

Pembagian masker dilakukan di seputaran Alun-alun Taman Merdeka dan Pasar Pagi Pangkalpinang.

Menurut Wagub Abdul Fatah, pembagian masker dibagikan secara bertahap di seluruh kabupaten/kota di Babel.

“Hari ini kita baru membagikan masker di seputaran kota Pangkalpinang, akan dilanjutkan di kabupaten lain secara bertahap,” ungkapnya.

Wagub Albdul Fatah menjelaskan, selain masker, yang jauh lebih penting disampaikan adalah pemahaman kepada masyarakat pentingnya menjalankan protokol kesehatan sebagai bentuk kewaspadaan terhadap pandemi Covid-19.

“Sangat perlu ditanamkan kedisiplinan menjalankan protokol Covid-19 hingga menjadi budaya yang melekat,” ujarnya.

Selain itu, edukasi juga diselipkan saat membagikan masker hari ini agar menggugah masyarakat dan mengingatkan kewajiban atas penggunaan masker serta protokol kesehatan lain seperti mencuci tangan dan pola hidup sehat.

Sebelumnya, Wagub Abdul Fatah juga mendampingi Gubernur Erzaldi Rosman mengikuti video conferance bersama seluruh kepala daerah dan forkopimda se-Indonesia.

Vicon yang dipimpin langsung oleh Wakapolri, Komjen. Dr. Gatot Eddy Pramono untuk membahas sinergisitas pemda dalam pelaksanaan kampanye penggunaan masker dan protokol kesehatan lainya.

Hal lebih penting dibahas juga terkait pelaksanaan pilkada serempak pada 9 Desember 2020 mendatang. Ditegaskan oleh pimpinan vicon agar pemda bersama meminimalisir dampak seperti terganggunya penanganan Covid-19 di Indonesia saat pelaksanaan pemilu khususnya Babel yang akan meaksanakannya di empat kabupaten. (Diskominfo Babel)

Penulis : Nona dp
Foto : Saktio
Editor : Listya

Sukirman-Bong Ming Ming, Pasangan Terakhir yang Mendaftar ke KPU Babar

WARTABANGKA, MUNTOK – Bakal Pasangan Calon (Bapaslon) dari Partai Nasdem dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Sukirman-Bong Ming Ming, menjadi penutup yang mendaftarkan diri sebagai calon bupati dan wakil bupati Bangka Barat, Sabtu (5/9).

Paslon ini datang ke kantor KPU sekitar jam 16.30 wib dan diterima ketua KPU Bangka Barat, Pardi beserta jajarannya.

Tak sendiri, Sukirman-Bong Ming Ming datang bersama partai pendukung seperti Partai Hanura, PPP, PSI dan masyarakat pendukungnya yang diperkirakan berjumlah ratusan orang.

Sebelum ke KPU, rombongan berjalan dari Masjid Baitul Hikmah sambil melantunkan salawat dan takbir.

Dukung Sukirman-Bong Ming Ming, Zuhendra Rela Bersepeda Tempuh 138 Kilometer

Sama seperti Bapaslon lainnya, Sukirman-Bong Ming Ming sebelum memasuki kantor KPU Babar juga harus menerapkan protokol kesehatan Covid-19.

Ketua KPU Babar, Pardi mengatakan pasangan calon Sukirman dan Bong Ming Ming merupakan paslon ketiga yang mendaftar ke KPU Bangka Barat. Selain itu, ia menyampaikan bahwa hari ini merupakan hari pendaftaran yang terakhir karena hanya ada dua yang registrasi tadi. Yang pertama adalah pasangan Safri-Eddy dan kedua, Sukirman-Bong Ming Ming.

Pardi menjelaskan, pendaftaran bapaslon Sukirman dan Bong Ming Ming memang sudah lewat dari jam yang telah ditentukan yakni pukul 16.00 wib. Namun, bapaslon ini masih tetap bisa mendaftar dikarenakan pasangan ini telah registrasi terlebih dahulu ke kantor KPU Bangka Barat pada jam 15.05 wib.

“Biar media sama-sama, pendaftaran katanya sampai jam 16.00 wib tapi kenapa ini sudah lewat jam 16.00 wib masih diterima karena sudah diregistrasi tadi jam 15.05 wib. Tapi karena menunggu pemberkasan yang jam 15.00 wib, tadi kan yang dari pak Safri pak Eddy itu jam 15.00, jadi kita dahulukan yang lebih dulu registrasi,” jelas Pardi.

Untuk itu, Pardi berharap agar proses pendaftaran ini dapat berjalan dengan lancar dan tepat sehingga bisa melanjutkan ke tahapan berikutnya. (*/IBB)