Kesehatan

Bangka Barat Terima 3000 Vaksin Sinovac, Hendra: Nakes Tetap Diprioritaskan

WARTABANGKA.COM, MUNTOK – Plt Direktur RSUD Sejiran Setason, dr. Hendra mengatakan sebanyak kurang lebih 3000 vial vaksin sinovac telah dibawa menuju ke Bangka Barat siang tadi.

“Siang ini sudah sampai, mungkin dari Pangkalpinang sedang menuju ke sini sedang berjalan dikawal oleh brimob dan polres. Nanti hari ini juga langsung didistribusikan ke beberapa untuk tahap satu ini masih kita fokuskan untuk tenaga kesehatan,” ujar Hendra, Selasa (26/1).

Selain pejabat, Hendra mengungkapkan vaksinasi ini juga akan dibagi menjadi tiga tahapan. Tahap pertama difokuskan untuk tenaga kesehatan.

“Tahap berikutnya baru untuk pelayan publik, PNS, TNI, Polri dan lain – lain, berikutnya baru tahap masyarakat umum. Masih dibatas usia 18 – 59 tahun.Jadi kita bagi tiga tahapan,” ungkapnya.

Menurut dia, target yang harus dicapai agar laju pandemi Covid – 19 bisa ditekan adalah 75 persen masyarakat Bangka Barat harus divaksin. Menurut Hendra, bila hal itu bisa dilaksanakan, maka penularan virus corona bisa ditahan karena para penerima vaksin sudah diberi kekebalan.

“Orang yang sudah divaksin masih bisa kena, tapi dia sudah kebal. Tapi dia masih bisa menularkannya kepada orang lain. Targetnya 75 persen masyarakat harus divaksin. Kalau semua sudah tercapai, kita nggak apa – apa lagi melepas masker,” jelasnya.

Hendra menambahkan terkait vaksin sinovac, sampai saat ini belum ada efek samping yang dilaporkan di Bangka Belitung. Namun untuk mengantisipasi hal itu, pihaknya telah menyiapkan obat-obat alergi.

“Cuma pada prinsipnya setiap penyuntikan obat bisa terjadi efek samping, tapi kita sudah mengantisipasi ya, jadi kita sudah menyiapkan obat – obatan antisipasi alergi besok pada saat penyuntikan Forkopimda dan pejabat publik dan nanti untuk tenaga medis juga kita siapkan,”katanya. (IBB)

10 Pejabat di Bangka Barat Siap Disuntik Vaksin Sinovac

WARTABANGKA, MUNTOK – Bupati Bangka Barat, Markus dan sepuluh pejabat di daerah itu akan disuntik vaksin sinovac pada Rabu (27/1) esok di Gedung Graha Aparatur. Sebelum divaksin, para pejabat tersebut diwajibkan melakukan pemeriksaan MCU atau Medical Check Up terlebih dahulu di RSUD Sejiran Setason.

“Hari ini kita screening untuk vaksin besok rencananya kita jadwalkan besok untuk sepuluh orang pertama di Bangka Barat, ini merupakan tahapan,” kata Markus kepada awak media di RSUD Sejiran Setason, Selasa (26/1).

Menurut Markus, setelah dirinya menjalani pemeriksaan MCU, hasilnya cukup baik yang mana tekanan darahnya lancar dan jantungnya sangat bagus.

“Dari tekanan darah saya layak, untuk darah rutinnya yang belum keluar. Pemeriksaan jantung bagus, nanti dokterlah yang menyimpulkan. Nanti dari sepuluh orang ini akan ada hasil akhir siapa yang layak direkomendasikan untuk vaksin,” ujarnya.

Markus menjelaskan sebagai kepala daerah, dirinya menyatakan sudah siap untuk divaksin. Hal itu dikarenakan vaksin sinovac ini diberikan setidaknya dapat mencegah virus berbahaya Covid-19.

“Pada prinsipnya saya sebagai Bupati Bangka Barat siap untuk di vaksin. Setelah ini baru tenaga kesehatan. Artinya ini kan sebagai salah satu program pemerintah yang harus kita sukseskan. Kita sebagai Bupati memberikan contoh kepada masyarakat karena memang untuk menahan laju Covid ini, salah satunya vaksin ini. Memang vaksin ini bukan obat tapi sebagai pencegahan lah,” jelasnya.

Untuk itu, dirinya mengajak masyarakat Bangka Barat untuk tidak takut terhadap vaksin Sinovac.

” Harapan kita pandemi Covid ini dengan adanya vaksin ini bisa menahan laju Covid di Bangka Barat. Kalau kami Pemerintah Daerah menghimbau kepada masyarakat untuk tidak takut di vaksin. Contohnya kami kan pertama kali,” tukas Markus. ( IBB )

Satlantas Polres Bangka Bagikan 500 Lembar Masker ke Pengguna Jalan

WARTABANGKA, SUNGAILIAT – Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Bangka mengelar sosialisasi protokol kesehatan bersama Pemerintah Desa Karya Makmur, FKPM dan Pokdar Kamtibmas Bhayangkara Kabupaten Bangka, Senin (25/1).

Giat bersama tersebut dipimpin langsung Kasat Lantas Polres Bangka Iptu Ramos Gapita Siregar dengan membagikan masker serta penempelan stiker himbauan bertuliskan ” Ayo Pakai Masker # Covid-19, di Simpang Empat Kawasan BTN Air Ruai Pemali Kabupaten Bangka.

Kasat Lantas Polres Bangka Iptu Ramos Gapita Siregar mengatakan giat bersama Satlantas Polres Bangka tersebut melibatkan Pemdes Karya Makmur, FKPM dan Pokdar Kamtibmas Bhayangkara Kabupaten Bangka, untuk membantu pemerintah daerah melakukan sosialisasi Protokol Kesehatan Covid-19, kepada penguna jalan di Kawasan Simpang Empat Kawasan perumahan BTN Air Ruai Pemali.

“Hari ini kita mensosialisasikan protokol kesehatan dengan membagikan masker dan penempelan stiker ke pengguna jalan,” kata Kasatlantas.

Dia berharap dengan kegiatan ini, akan mengugah dan timbul kesadaran masyarakat untuk menjaga jarak, selalu mencuci serta memakai masker saat beraktivitas di luar rumah.

Sedangkan Kades Karya Makmur Kecamatan Pemali, Yusni Tamrin menjelaskan, pihaknya bersama Satlantas Polres Bangka sosialisasi protokol kesehatan untuk mengajak masyarakat memutus mata rantai penyebaran virus Corona di Kabupaten Bangka.

“Saya mengucapkan terima kasih kepada pihak Satlantas Polres Bangka telah melibatkan Pemdes Karya Makmur, FKPM dan Pokdar Kamtibmas Polres Bangka. Tentunya kegiatan nantinya akan terus berkelanjutan di lokasi yang berbeda nantinya,” kata Yusni.

Sebanyak 500 lembar masker dan stiker disebarkan serta stiker himbauan kepada pengendara kendaraan roda dua dan empat yang melintas.

Sementara itu, Ketua Pokdar Kamtibmas Bhayangkara Kabupaten Bangka, Sugianto menyebutkan kegiatan sosialisasi Protokol Kesehatan Covid-19 sangat penting dilakukan untuk mencegah penyebaran virus Corona di Kabupaten Bangka.

“Untuk itu, kita (Pokdar Kamtibmas-red), siap ikut serta dilibatkan, dalam kegiatan ini ke depan. Seperti halnya tujuan kegiatan ini agar masyarakat sadar mematuhi protokol kesehatan Covid-19 nantinya,” ujar Sugianto.(*/zen)

Sudah 15 Warga Bangka Meninggal Dunia karena Covid-19

WARTABANGKA, SUNGAILIAT – Satu pasien terkonfirmasi positif Covid-19 asal Kecamatan Pemali Bangka, inisial Rs dinyatakan meninggal dunia, Senin (22/1).

Juru bicara Satgas Covid-19 Kabupaten Bangka, Boy Yandra mengatakan, Rs masuk ke rumah sakit pada Jumat (22/1) pukul 19.45 WIB, yang bersangkutan memiliki riwayat penyakit Komorbid DM tipe dua.

“Rs meninggal dunia pada Senin (25/1) pukul 06.00 WIB dan dimakamkan di TPU Pemali sesuai protokol kesehatan,” jelas Boy.

Dia mengatakan, terdata sudah 15 orang terkonfirmasi positif Covid-19 meninggal dunia berasal dari beberapa wilayah kecamatan. Masing-masing berasal dari Kecamatan Sungailiat sebanyak tujuh orang, Kecamatan Belinyu sebanyak tiga orang, Kecamatan Mendo Barat sebanyak dua orang dan Kecamatan Pemali dua orang serta dari Pagarawan Merawang satu orang.

“Data sementara perkembangkan kasus COVID-19 di Kabupaten Bangka, sebanyak 1.152 orang terpapar COVID-19 dan 1.089 sudah dinyatakan sembuh, 15 orang meninggal dunia serta 48 orang masih menjalani proses isolasi untuk mendapatkan perawatan kesehatan,” bebernya.

BPBD dan pihak Dinas Kesehatan melakukan upaya pencegahan COVID-19 dengan melakukan tes cepat antibodi maupun antigen. Ditegaskan bagi warga yang diketahui positif COVID-19 harus dilakukan isolasi di tempat yang sudah disediakan pemerintah.(*/zen)

Pemindahan 10 Pasien Wisma Karantina, Tandai Beroperasinya RS COVID-19 Babel

WARTABANGKA.COM, MERAWANG – Rumah Sakit Infeksi dan Karantina Covid-19 Provinsi Kepulauan Bangka Belitung resmi beroperasi mulai Kamis (21/01). Peresmian ditandai dengan pemindahan 10 pasien yang berasal dari Wisma Karantina BKPSDMD Babel dan Wisma Karantina Asrama Haji.

“Proses pemindahan pasien, kita mulai hari ini dan akan kita pindahkan secara bertahap. Tahap pertama ada 10 pasien yang kita pindahkan. Saat ini di Wisma Karantina BKPSDM masih ada 27 pasien. Sedangkan pasien di Wisma Karantina Asrama Haji sudah kosong, ” ujar Kepala Dinas Kesehatan, Mulyono saat peresmian Rumah Sakit Infeksi dan Karantina Covid-19 Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Kamis (21/01).

Kepala Dinas Kesehatan Mulyono berharap dengan pemindahan ini, perawatan pasien akan jauh lebih baik lagi, karena pelayanan di rumah sakit tersebut sesuai dengan standar operasional penanganan Covid-19.

Pada kesempatan yang sama, Direktur RSUD Dr. (HC) Ir. Soekarno Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Armayani menegaskan bahwa saat ini RS Infeksi dan Karantina Covid-19 Babel merupakan satu-satunya fasilitas kesehatan pelayanan Covid-19 di Provinsi Babel yang sesuai dengan standar Kementerian Kesehatan RI.

“Operasionalnya pun menerapkan standar pelayanan penanganan Covid-19 dan sudah dilengkapi dengan sarana dan prasarana yang memadai. Kapasitas tempat tidur kita cukup, dengan kapasitas 100 tempat tidur, termasuk di dalamnya fasilitas ruang isolasi 25 tempat tidur dan perawatan lainnya berjumlah 75 tempat tidur,” ungkapnya.

Terkait Sumber Daya Manusia (SDM) RS Infeksi dan Karantina Covid-19, Direktur Armayani menuturkan bahwa tenaga kesehatan berasal dari RSUD Dr. (HC) Ir. Soekarno Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, ditambah dengan hasil rekrutmen SDM baru, serta tenaga kesehatan yang sebelumnya bertugas di Wisma Karantina BKPSDM dan Wisma Karantina Asrama Haji.

Selanjutnya Direktur Armayani mengatakan bahwa, RS Infeksi dan Karantina Covid-19 merupakan bagian dari RSUD Dr. (HC) Ir. Soekarno Babel. Dirinya mengimbau agar masyarakat tidak takut dan khawatir karena areal gedung RS Infeksi dan Covid-19 terpisah dengan gedung perawatan pasien non Covid-19.

“Jadi harapan saya kepada masyarakat, jangan takut dan khawatir, walaupun kami merawat pasien Covid-19, pasien lain pun tetap kami rawat. Jarak gedungnya kurang lebih 500 meter. Jadi jangan khawatir karena lokasinya terpisah,” pungkasnya. (Diskominfo Babel)

Fasilitas Lengkap, Rumah Sakit Covid-19 Babel Mulai Beroperasi

WARTABANGKA.COM, MERAWANG – Rumah Sakit Infeksi dan Karantina Covid-19 RSUD Dr. (H.C) Ir. Soekarno, mulai beroperasi pada Kamis (21/1). Rumah sakit ini telah dilengkapi dengan ruangan bertekanan negatif dan peralatan standar penanganan Covid-19, serta alat kesehatan yang memadai.

Dengan daya tampung hingga 100 pasien, diharapkan dapat memberikan pelayanan optimal kepada pasien Covid-19, meningkatkan angka kesembuhan, serta menurunkan angka kematian akibat Covid-19 di Babel.

Rumah sakit ini akan melayani masyarakat yang terinfeksi Covid-19, dari kondisi ringan hingga kondisi berat. Tentu saja, pelayanan diberikan secara gratis tidak dikenakan biaya.

Ini adalah wujud nyata bahwa, Gubernur Kepulauan Bangka Belitung (Babel), Erzaldi Rosman selalu konsisten dalam meningkatkan kesehatan masyarakat Babel, meningkatkan pengendalian bencana, termasuk Covid-19 yang digolongkan bencana non alam oleh pemerintah pusat. Hal ini sejalan dengan apa yang telah ditetapkan menjadi misi Gubernur Erzaldi dalam memimpin roda pemerintahan.

Saat ini kasus orang terinfeksi Covid-19 di Babel terus meningkat. Dari data yang dikeluarkan oleh Satgas Covid-19 Babel dan Dinas Kesehatan Babel, diketahui hingga Rabu, (20/1/2021) total kasus terinfeksi Covid-19 di Babel berjumlah 3.639 orang.

Dengan banyaknya jumlah kasus orang terinfeksi Covid-19, Keberadaan rumah sakit ini tentu menjadi angin segar yang dinantikan oleh masyarakat Babel. Dengan pelayanan yang optimal, peralatan memadai, diharapkan masyarakat tak ragu untuk berobat kesini.

Seperti diketahui sebelumnya, Rumah Sakit Infeksi dan Karantina Covid-19 RSUD Dr. (H.C) Ir. Soekarno ini merupakan apresiasi pemerintah pusat atas keberhasilan Pemprov. Babel menangani Covid-19, dengan dinobatkannya Provinsi Kepulauan Bangka Belitung sebagai terbaik kedua se-Indonesia dalam penanganan Covid-19, pada pertengahan tahun 2020 lalu.

Meskipun sarana dan prasarana penanganan Covid-19 sangat memadai, namun tak henti Gubernur Erzaldi selalu mengingatkan masyarakat untuk tetap melaksanakan protokol kesehatan. Menggunakan masker, mencuci tangan dengan sabun, menjaga jarak, mengkonsumsi vitamin dan menjalankan pola hidup sehat agar selalu terhindar dari Covid-19.

Dalam setiap kunjungannya ke berbagai desa di Babel, dirinya juga senantiasa memberikan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat akan pentingnya vaksinasi Covid-19 yang telah mendapat sertifikasi aman dan halal dari BPOM RI dan MUI. (Diskominfo Babel)

Kantongi Surat Bebas Corona Palsu, 12 Penumpang Kapal Feri Dipulangkan ke Palembang

WARTABANGKA, MUNTOK – Sebanyak 12 orang penumpang kapal feri yang menggunakan surat rapid tes antigen palsu pada Senin (18/1) lalu telah dipulangkan.

Hal ini disampaikan oleh Sekretaris Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Kabupaten Bangka Barat, Sidarta Gautama.

“Sudah dikembalikan mereka, mereka kan korban, tapi dia disanksilah jadi tidak masuk ke sini (Muntok-red),” kata Sidarta, Rabu ( 20/1).

Dia menjelaskan dari informasi yang diterima, pelaku pemalsuan surat keterangan rapid tes antigen telah diamankan oleh pihak Polsek Banyuasin, Provinsi Sumatera Selatan.

“Untuk pelaku informasi yang kami dengar sudah diamankan di Polsek Banyuasin, dia bukan orang rumah sakit atau orang klinik tersebut tetapi bersifat perantara,” ujarnya.

Sidarta melanjutkan terkait nama Klinik Abdi Waluyo yang tertera di surat keterangan sebagai pihak yang memeriksa 12 penumpang, setelah dicek lebih lanjut ternyata klinik tersebut sudah tidak beroperasi lagi selama empat tahun belakangan. Karena itu, pihaknya tidak dapat mengambil tindakan lebih lanjut.

“Karena menurut informasinya rumah sakit atau klinik itu sudah tidak beroperasi selama empat tahun ke belakang, mau negor siapakah? kecuali rumah sakit atau klinik itu masih beroperasi sampai dengan hari ini mungkin bisa memberikan teguran oleh dinas kesehatannya,” ungkap Sidarta.

Selain itu, untuk persoalan ini kata dia, Provinsi Bangka Belitung tidak bisa memproses kasusnya lebih lanjut. Hal itu dikarenakan kasus pemalsuan suket rapid antigen ini terjadi di luar wilayah Babel.

Akan tetapi, pihaknya akan tetap memberikan kebutuhan untuk para korban yang sudah terlanjur berada di Muntok, karena itu dikenakan sanksi dipulangkan ke tempat asalnya.

“Dengan demikian kita memandang ini bahwa ini ada kekurang telitian dari pada korban, dan mereka jadi korban, maka sanksinya kita dikembalikan, urusan kita sudah selesai, sebenarnya kita tidak ada masalah hanya yang disana bermasalah. Kita masih menunggu hasil final dari kasus ini,” tutup Sidarta. (IBB )

Resmikan Lab Biomolekuler, Molen Harap Percepatan Penanganan Covid-19

WARTABANGKA, PANGKALPINANG– Wali Kota Pangkalpinang Maulan Aklil (Molen) mengharapkan penanganan Covid-19 di kota Pangkalpinang dapat lebih cepat dilakukan. Hal ini diutarakan dia usai meresmikan Biomolekuler di Laboratoriom kesehatan daerah (Labkesda) kota Pangkalpinang, Rabu (20/1).

“Semoga dengan ada Laboratoriom Biomolekuler di Labkesda Kota Pangkalpinang akan memberikan dampak positif dan tidak perlu menunggu lama lagi untuk mengetahui hasil covid 19 cukup satu hari sudah bisa diketahui,” ujar Molen.

Selain itu, dia juga meminta kepada garda depan penanganan Covid 19 bisa bekerja dengan baik dan menjadikan pekerjaan ini sebagai ladang amal ibadah.

“BPBD, tenaga medis dan dokter yang menjadi garda depan penanganan Covid 19, jadikan ini sebagai ladang amal untuk dibawa ketika kita menghadap Allah SWT nantinya,” ucapnya.

Dengan kehadiran lab biomolekuler ini jelas Molen menandakan pemda sangat pro aktif dan serius melakukan penanganan covid19 di kota Pangkalpinang.

“Jika dulu hasil test harus dibawa ke Palembang, titip di RS Bakti Timah dan dititipkan ke Labkesda Babel sekarang kita sudah punya sendiri,”katanya.

“Saat ini kita tidak perlu lagi lama-lama menunggu hasilnya karena kita sudah ada alat PCR sendiri jadi cukup hitungan jam sudah bisa dapat hasilnya,” puji Molen.

Kendati demikian pintanya pula, masyarakat juga sangat diharapkan mematuhi protokol kesehatan dengan 3 M yakni mencuci tangan,pakai masker dan menjaga jarak.

“Semoga dengan adanya PCR di kota Pangkalpinang, pemerintah bisa lebih awal mendekteksi siapa saja pernah kontak dengan pasien Covid 19,” pungkasnya.(*)

Satu Pasien Positif Covid-19 Asal Bangka Barat Meninggal Dunia

WARTABANGKA, MUNTOK – Seorang pasien positif Covid-19 di Kabupaten Bangka Barat berinisial SM (56) meninggal dunia saat menjalani perawatan di RSBT Pangkalpinang pada Senin (19/1).

Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Bangka Barat, M. Putra Kusuma menjelaskan sesuai dengan alamat KTP, almarhum Tuan SM merupakan warga Sungai Daeng.

Selain terpapar Covid-19, dikatakan Putra, Almarhum juga memiliki penyakit penyerta atau komorbid yakni ginjal kronis, diabetesmilitus, stroke dan hipertensi.

“Pemeriksaan test PCR nya tanggal 11 Januari 2021 di Rumah Sakit Siloam,” ujar Putra via WhatsApp, Selasa (19/1).

Putra melanjutkan almarhum telah di kebumikan dengan protokol Covid-19 di TPU Menjelang pada Senin (18/1) sekitar pukul 23.30 Wib.

Adapun tim yang terlibat dalam pemakaman jenazah adalah Kasat Pol PP/BPBD, Komandan Pos AL Muntok, Kabid K3LH PT Timah, Kapolsek Muntok, Kepala PKM Muntok, Kepala KKP Wilker Muntok, KSOP Muntok, PMI Babar, Babinsa, Babinkamtibmas, anggota pol PP dan BPBD Babar.

Putra menambahkan dengan meninggalnya tuan SM berarti menambah daftar pasien di Bangka Barat yang meninggal dunia karena positif Covid-19.

” Jumlah penyintas covid-19 yang meninggal dunia bertambah menjadi 4 orang di kabupaten Bangka Barat,” pungkas Putra. ( IBB )

Langgar Prokes, Warga Bangka Barat Siap-Siap Kena Denda

WARTABANGKA, MUNTOK – Sekretaris Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Bangka Barat, Sidarta Gautama menegaskan bagi pelanggar protokol kesehatan (prokes) Covid-19 di daerah itu akan dikenakan denda.

Menurutnya, hal itu diatur dalam dalam Surat Edaran Gubernur Provinsi Bangka Belitung Nomor 188.44/01/satpolPP/2021 Tentang Pemberlakuan Sanksi Sosial dan Denda Administrasi dalam bentuk uang.

Sidarta menegaskan, peraturan tersebut sudah mulai berlaku sejak tanggal 17 Januari 2021. Pihaknya meminta media untuk mensosialisasikan kepada masyarakat.

“Jadi ini ada denda administrasi. Jangan sampai masyarakat merasa, lho kenapa kemarin nggak di denda sekarang didenda,” ungkap Sidarta, Sabtu (17/1).

Teknis penerapan denda tersebut, kata dia masih dibahas di Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bangka Barat. Nominal dendanya pun, sebutnya, belum ditentukan.

“Mungkin akan kita pertegas lagi bagaimana teknisnya di Kabupaten Bangka Barat bedasarkan SE itu. Saya juga masih menunggu tela’ah kawan-kawan BPBD terkait dengan denda itu, mudah-mudahan dalam waktu dekat kita sudah ketemu formulanya,” ujarnya.

Pengenaan denda tersebut diberlakukan mengingat pandemi Covid-19 di Bangka Belitung semakin memburuk. Menurut Sidarta, berdasarkan kajian di pemerintah provinsi, di daerah lain pengetatan prokes sudah dilakukan.

“Maka banyak masukan kepada Gubernur Babel untuk melakukan hal yang sama demi melindungi masyarakat. Maka kitapun melakukan itu supaya itu benar-benar dipatuhi oleh masyarakat, benar-benar ini ditegakkan,” jelasnya.

Dia menambahkan, masyarakat wajib mematuhi prokes 3M, memakai masker, mencuci tangan dan tidak membuat kegiatan yang berpotensi menimbulkan kerumunan.

“Yang harus dilakukan diikuti dan dipatuhi masyarakat yaitu 3 M terkait menggunakan masker, cuci tangan kemudian tidak melakukan kegiatan yang mengundang kerumunan massa dengan tujuan yang tidak terlalu urgent untuk dilakukan,” tegasnya. ( IBB/rls )