Kesehatan

Wali Kota Pangkalpinang Minta ASN Jangan Mudik

WARTABANGKA, PANGKALPINANG – Pemerintah Kota Pangkalpinang akan menerapkan larangan mudik bagi Aparatur Sipil Negara (ASN). Hal ini seperti yang diutarakan Wali Kota Pangkalpinang, Maulan Aklil.

Menurut Molen sapaan akrab wali kota, perintah larangan mudik ini sejalan dengan kebijakan pemerintah pusat yang juga melarang ASN nya untuk mudik lebaran Idulfitri 1442 H. Larangan ini, katanya, sebagai bentuk perlindungan terhadap penyebaran Covid-19.

“Kita tetap sama dengan pemerintah pusat bahwasanya Pemkot juga melarang ASN untuk mudik tahun ini,” ujar Molen kepada awak media, Sabtu (10/4).

Selain itu, kata Molen Pemkot juga akan mengikuti petunjuk pusat soal penerapan GeNose di setiap moda transportasi. GeNose sendiri merupakan alat tes terbaru covid19 yang dinilai cukup ekonomis bagi masyarakat.

Selain murah harganya, temuan UGM ini juga dinilai praktis dalam penggunaannya jika dibandingkan dengan alat tes Covid-19 sebelumnya seperti rapid tes dan rapid antigen.

Penggunaan GeNose cukup dengan meniupkan udara melalui tabung khusus yang disiapkan. Jadi tidak perlu lagi menggunakan cairan lendir di hidung seperti rapid antigen.

Untuk saat ini lanjut Molen, Pemkot sudah menetapkan 2 tempat yang akan dijadikan tempat penerapan GeNose yakni di Bandar Udara Depati Amir dan Pelabuhan Pangkalbalam.

“Untuk penerapan di bandara kita sudah ada waktunya. Ini dimulai tanggal 12 April 2021. Sedangkan di Pelabuhan Pangkalbalam kita masih menunggu,” sebutnya.(*)

Mulai Besok, Bandara Depati Amir Mulai Layani Tes Genose

WARTABANGKA, PANGKALPINANG – Mulai besok, Senin (12/4), calon penumpang pesawat di Bandara Depati Amir Bangka dan Hananjoeddin Belitung sudah bisa dilayani dengan pemeriksaan Genose.

Executive General Manager PT. Angkasa Pura II Bandara Depati Amir, Muhammad Syahril mengatakan, penumpang yang sudah memiliki tiket dan mendaftar untuk layanan Genose.

“Tempatnya berdekatan dengan tes antigen, genose ini pilihan untuk masyarakat ketika melakukan pemeriksaan. Penumpang datang donwload aplikasi, mendaftar nanti diserahkan kepada petugas pendaftaran nanti dikasi nomor antrian, dan kantong nafas dan baru dites,”jelasnya, Minggu (11/4).

Tarif yang dikenakan untuk pemeriksaan ini relatif murah, Rp40.000 untuk satu kali pemeriksaan, dengan hasil 6-7 menit usai diperiksa.

Alat ini diuji coba oleh Gubernur Kepulauan Bangka Belitung (Babel) Erzaldi Roesman, didampingi Kapolda Babel, Danrem dan unsur terkait lainnya.

“Mulai besok kita akan menerapkan genose di bandara Depati Amir dan Hanandjoeddin, hanya untuk penumpang yang sudah punya tiket,” tukasnya.

Gubernur Babel, Erzaldi Roesman mengatakan, dengan adanya layanan ini akan mempermudah pengecekan covid-19 dan tidak terlalu memberatkan penumpang.

“Genose ini layanan mudah nggak sakit dicolok hidung, lebih murah cuma Rp40 ribu,” ujar Erzaldi.

Bandara Depati Amir dan Hananjoeddin, sebutnya merupakan bandara ketiga di bawah Angkasa Pura II yang menerapkan genose sebagai syarat penumpang berpergian dengan pesawat. (two)

Bandara Depati Amir Siapkan Layanan Genose, Dilarang Makan Petai dan Jengkol Sebelum Tes

WARTABANGKA, PANGKALPINANG – Bagi calon penumpang yang akan memeriksakan kesehatan terkait Covid-19 menggunakan Genose tidak diperkenankan apabila usai mengkonsumsi jengkol, durian, petai atau setelah merokok.

Hal ini akan mempengaruhi hasil pemeriksaan, yang dikhawatirkan akan terdeteksi pada hasil pemeriksaan.

“Ada beberapa syarat diantaranya tidak boleh pake pewangis ketika mau tes, beberapa makanan yang tidak boleh misalnya durian, pete jengkol itu nggak bisa, puasa minimal 30 menit, karena kalau tidak dikhawatirkan terdeteksi,” kata Executive General Manager Angkasa Pura II Bandara Depati Amir Pangkalpinang, Muhammad Syahril, Minggu (11/4).

Penumpang yang akan melakukan pemeriksaan dengan Genose, juga dianjurkan untuk tidak makan 30 menit sebelum pemeriksaan, agar hasilnya benar-benar bisa akurat.

Bandara Depati Amir, katanya, menyediakan tes genose untuk para penumpang yang tempatnya berdekatan dengan pemeriksaan antigen, tak jauh dari parkir kendaraan di area bandara.

“Genose menjadi alternatif pemeriksaan yang bisa di pilih masyarakat atau penumpang. Tetapi syaratnya, harus penumpang yang sudah mempunyai tiket, ” jelasnya.

Hasil pemeriksaan dengan genose ini berlaku untuk 1×24 jam saja. Dengan biaya yang murah Rp40.000 untuk satu kali pemeriksaan.

“Nanti penumpang mendaftar, petugas akan mengarahkan dan melakukan pemeriksaan, hasilnya 6-7 sudah keluar, ” tandanya.

Genose, adalah alat deteksi covid-19 yang menggunakan hembusan nafas. Penumpang diberikan kantong nafas yang nantinya akan dihembuskan nafas, setelah itu diperiksa oleh petugas. (two)

Alokasi Anggaran Penanggulangan Covid-19 di Bateng Belum Final

WARTABANGKA, KOBA – Pemerintah Kabupaten Bangka Tengah (Bateng) terus membahas alokasi anggaran untuk penanggulangan Covid-19 di daerah itu bersamaan dengan anggaran pemulihan ekonomi daerah tahun anggaran 2021.

Sekda Bateng, Sugianto mengatakan pembahasan dilakukan berdasarkan Peraturan Menteri Keuangan Nomor 17/PMK.07/2021 tentang Pengelolaan Transfer Dana ke Daerah (TKDD) dalam rangka Penanganan Pandemi Covid-19 serta menindaklanjuti Surat Edaran Bupati Bateng Nomor 900/380/BPKA/2021 tentang refocusing kegiatan dan realokasi anggaran.

“Masih terus kita bahas. Untuk alokasi anggaran penanganan Covid-19 sampai sekarang final,” ujar Sugianto saat rapat yang digelar di Ruang VIP Kantor Bupati Bateng, Kamis (8/4).

Menurut Sugianto, sebelumnya sudah pernah dilakukan pembahasan, dimana untuk penanganan Covid-19 dibutuhkan dana sebesar Rp37 miliar, namun ternyata belum cukup, sehingga dilakukan kembali pembahasan alokasi anggaran untuk penanganan Covid-19.

“Rencananya akan kita tambah lagi anggaran penanggulangan Covid-19 ini,” ungkapnya.

Lebih lanjut Sugianto menuturkan bahwa untuk alokasi anggaran yang menerima hasil refocusing, hanya ada empat Organisasi Perangkat Daerah (OPD).

“Untuk alokasi anggaran ini tidak semua OPD yang menerima hasil refocusing, hanya 4 OPD saja, yaitu dinas kesehatan, kecamatan, kelurahan, serta dinas sosial dan pemerintah daerah,” tutur Sugianto.

Dia berharap agar pembahasan mengenai alokasi anggaran penanganan Covid-19 kali ini adalah yang terakhir dan final.

“Setelah final, maka pihak kecamatan dapat mengelola anggaran dengan sebaik mungkin, karena pihak pemda bertindak sebagai koordinator saja,” harap Sugianto. (RN)

Satu Guru SMP 1 Koba Positif Covid-19, Satgas Larang KBM Tatap Muka

WARTABANGKA, KOBA – Satuan Tugas Penanggulangan Covid-19 Kabupaten Bangka Tengah (Bateng) melarang Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) tatap muka di SMPN 1 Koba setelah seorang gurunya berinisial TKH terkonfirmasi positif Covid-19.

“Merujuk kepada aturan, KBM tatap muka ditiadakan bagi sekolah dengan tenaga pendidik ataupun siswa terkonfirmasi positif Covid-19,” kata Kepala Sekretariat Satgas Covid-19 Bateng, Yudi Sahbara, Kamis (8/4).

Menurutnya, untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19 dengan melarang KBM tatap muka, Yudi menyebut semua tenaga pendidik SMP 1 Koba lainnya diwajibkan melaksanakan Swab PCR.

“Jika ada kontak fisik, siapa saja harus di Swab PCR, termasuk kepada siswanya,” ujar Yudi.

Dia mengatakan, saat ini pihaknya terus berkoordinasi dengan dinas pendidikan, memantau penyebaran Covid-19 di sektor pendidikan.

“Jika ada tenaga pendidik terkonfirmasi positif Covid-19, kita menekankan kepala sekolahnya agar melaksanakan KBM secara online atau daring tidak tatap muka,” tegasanya.

Kepada tenaga pendidik yang terkonfirmasi positif Covid-19, tegasnya, harus melaksanakan isolasi selama 14 hari. Satgas Covid-19 Bateng juga terus mensosialisasikan Protokol kesehatan di sekolah-sekolah.

“Harapannya, mata rantai penyebaran Covid-19 di Bateng terputus dengan kedisiplinan masyarakat,” pungkas Yudi.

Terpisah Kepala Dinas Pendidikan Bateng, Iskandar membenarkan ada tenaga pendidik positif Covid-19 di SMP 1 Koba. Selain SMP 1 Koba, SMP 2 Koba dan 3 SD di Bateng juga terdapat tenaga pendidik yang positif Covid-19.

“Data kita mencatat, tenaga pendidik terpapar Covid-19 se Bateng tersebar 5 Sekolah,” kata Iskandar.

Dia mengatakan pelaksanaan KBM di Bateng masih secara daring. Namun, sekolah yang berada di daerah kategori zona hijau telah mengajukan KBM tatap muka ke Dindik Bateng dan sudah disampaikan ke Satgas penanggulangan Covid-19 Bateng.

“Ya, harapan kita ke depan seluruh sekolah di Bangka Tengah masuk kategori zona hijau, dan bisa melaksanakan KBM tatap muka,” harapnya. (RN)

Kasus Positif Covid-19 di Bangka Tengah Turun 50 Persen

WARTABANGKA, KOBA– Juru Bicara (Jubir) Satgas Penanggulangan Covid-19 Kabupaten Bangka Tengah (Bateng), Zaitun mengatakan kasus positif Covid-19 sejak satu bulan terakhir menurun hingga 50 persen.

Ia menjelaskan pada bulan Februari lalu, total kasus terkonfirmasi positif Covid-19 mencapai angka 400 lebih orang, sedangkan pada bulan Maret angka kasus konfirmasi positif Covid-19 menurun hingga kisaran 100 lebih orang.

“Signifikan penurunannya, lebih dari 50 persen. Untuk angka konfirmasi sendiri di Bangka Tengah saat ini ada penurunan yang signifikan lebih dari 50 persen,” kara Zaitun, Rabu (7/4).

Namun ia belum bisa memastikan lebih lanjut penyebab menurunnya kasus terkonfirmasi positif di Bateng saat ini.

“Namun yang jelas faktor penurunan angka terkonfirmasi Covid-19, karena warga Bateng mematuhi protokoler kesehatan,”ungkapnya.

Ia menambahkan saat ini pihaknya masih tetap melaksanakan vaksinasi sesuai intruksi dari pemerintah Provinsi Bangka Belitung.

“Sejauh ini pelaksanaan vaksin di Bangka Tengah berjalan lancar sesuai intruksi,” ujar Zaitun.

Ia berharap, dengan menurunnya angka penyebaran kasus terkonfirmasi positif, masyarakat tetap konsisten menerpakan protokol kesehatan dengan baik dan benar.

“Menggunakan Masker, Mencuci tangan, Menjauhi Kerumunan hingga Menjaga jarak harus dilaksanakan,” pungkas Zaitun. (RN)

Kapolda Babel Pantau Vaksinasi Bagi Tokoh Agama dan Masyarakat di Bangka Tengah

WARTABANGKA, NAMANG – Kapolda Kepulauan Babel, Irjen Pol Anang Syarief Hidayat memantau langsung kegiatan vaksinasi Covid-19 terhadap perwakilan tokoh agama dan tokoh masyarakat se-Kabupaten Bangka Tengah di Kantor Kecamatan Namang, Rabu (7/4).

Selain Kapolda dan Kapolres Bangka Tengah, AKBP Slamet Adi Purnomo, juga hadir Bupati Bangka Tengah, Algafry Rahman.

Bupati Bangka Tengah, Algafry Rahman mengatakan vaksinasi bagi tokoh agama dan masyarakat menyasar 150 orang. Dia menegaskan vaksin Covid-19 ini aman bagi semuanya.

“Vaksin Covid-19 ini tidak ada efek samping, Insya Allah aman bagi kita semua. Harapan kita vaksin ke 2 bapak ibu jangan tidak pergi, pergi saja jangan ragu dan takut,” ujarnya.

“Silahkan jika ada gejala sampaikan ke puskesmas, ibu Zaitun PJ Dinkes siap dengan segala kondisi apapun,” tambahnya.

Kapolda Babel, Irjen Pol Anang Syarief Hidayat mengucapkan terima kasih kepada masyarakat yang telah bersedia untuk divaksin dan turut mensukseskan program pemerintah.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada bapak ibu sekalian yang bersedia divaksin dan melaksanakan program pemerintah. Setelah melaksanakan vaksin bukan berati bebas dari virus Corona, tapi tetap harus mematuhi protokol kesehatan,” ujarnya.

“Vaksin ini bekerja setelah 28 hari dan akan dilakukan vaksin tahap 2, di mana vaksin ini bisa bertahan sampai 1 tahun,” tambahnya.

Lebih lanjut dia menekankan bahwa vaksin yang digunakan adalah halal dan aman.

“Vaksin yang bapak terima dijamin halal dan aman, vaksin ke 2 akan dilaksanakan di tengah puasa insya Allah tidak apa-apa. Saya harapkan vaksin ke 2 pada saat puasa jangan ragu,” tuturnya.

“Setelah masa orientasi silahkan bapak ibu sampaikan keluhannya, insya Allah tidak ada efek samping usai vaksin. Sampaikan ke masyarakat jangan takut untuk divaksin, demikian penyampaian saya insya Allah idul fitri nanti semua bisa berjalan dengan harapan kita,” timpalnya. (RN)

Soal Penerapan GeNose di Bandara, Ini Kata Wali Kota Molen

WARTABANGKA, PANGKALPINANG – Wali Kota Pangkalpinang, Maulan Aklil alias Molen menyambut positif kebijakan pemerintah yang ingin menerapkan penggunaan GeNose di setiap bandar udara.

Menurut wali kota muda ini, penerapan GeNose sangat baik dan efektif ketimbang penerapan swab antigen yang selama ini diterapkan.

“Saya juga cape ditusuk-tusuk terus hidungnya. Saya mendukung penuh kebijakan Pemerintah dan saya pun lebih memilih untuk pakai GeNose dari pada test swab,” kata Molen kepada wartawan, kemarin.

Selain itu kata Molen, penumpang pesawat juga sangat terbantu dengan penerapan GeNose mengingat biayanya yang lebih murah.

” Ini patut didukung dong. Semoga penerapan GeNose ini membuat masyarakat lebih nyaman,” harap Molen.

GeNose sendiri merupakan suatu alat test pendeteksi Covid-19 buatan Universitas Gajah Mada. Alat ini dinilai cukup akurat dalam mendeteksi virus. Selain murah, cara kerjanya pun cukup simpel yakni dengan cara menghembuskan nafas melalui tabung khusus yang sudah disiapkan. Butuh waktu dua menit saja untuk mengetahui positif atau tidak seseorang dari Covid-19.(*)

Gubernur Erzaldi Desak Angkasa Pura Sediakan Alat GeNose C19


 

WARTABANGKA, PANGKALPINANG – Belum tersedianya alat GeNose C19 di Bandara Depati Amir Pangkalpinang dan Hanandjoedin Belitung, banyak dikeluhkan masyarakat. Padahal faktor kemudahan dan keringanan biaya kepada masyarakat membuat ketersediaan alat ciptaan Universitas Gadjah Mada (UGM) ini sangat penting.

Keluhan tersebut sampai ke telinga Gubernur Kepulauan Bangka Belitung (Babel), Erzaldi Rosman. Dan ia mendesak agar pihak PT. Angkasa Pura II secepatnya menyediakan peralatan GeNose C19 dikedua bandara tersebut.

“Saya sering mendapat keluhan dari masyarakat kenapa di bandara kita (Depati Amir dan Hanandjoedin) tidak tersedia peralatan GeNose, padahal alat ini penting. Maka itu atas nama kemanusiaan, kita bersama-sama mendesak PT. Angkasa Pura II untuk secepatnya menyediakan alat ini di bandara,” sebut Gubernur Erzaldi.
     
Jika PT. Angkasa Pura II bisa bergerak cepat untuk menyediakan peralatan GeNose, maka kata gubernur mereka bisa membantu menekan angka penyebaran Covid-19.

“Sekaligus, ini bisa memberikan keringanan biaya pemeriksaan kepada masyarakat,” harapnya.
     
Dan jika pihak Angkasa Pura belum juga mau menyediakan alat tersebut, maka Gubernur akan meminta kepada Satgas Covid-19 menempatkan alat GeNose dikedua bandara tersebut.

“Ya mau tidak mau kalau mereka (PT. Angkasa Pura II) belum menyediakannya, ya biarlah Satgas kita yang akan menempatkan GeNose dikedua bandara itu. Karena masyarakat sudah banyak mengeluh soal tidak tersedianya alat ini di bandara, kita dak mau masyarakat resah,” tegasnya.

Sementara itu, Sekretaris Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Provinsi Babel Mikron Antariksa mengungkapkan betapa pentingnya alat GeNose itu disiapkan di bandara.

“(Rencana) penempatan (alat) GeNose di bandara oleh pak gubernur adalah salah hal yang luar biasa, dan kami ini pikir ini dapat membantu masyarakat dalam memperoleh layanan yang baik dan murah,” kata Mikron.

Dengan tersedianya alat tersebut, ia yakin akan mempermudah perjalanan seseorang ke luar daerah dengan tetap menjaga ketat protokol kesehatan.

“Terutama dalam hal testing dan screening di dalam perjalannya,” tegas Mikron yang juga Kepala Pelaksana Harian (Kalakhar) BPBD Pemprov Babel.

Untuk diketahui, GeNose C19 ini diklaim memiliki cara kerja yang ringkas dan cepat dalam mendeteksi Covid-19.

GeNose C19 bekerja dengan mengenali pola senyawa metabolit, yang terbentuk dari orang yang sudah terinfeksi Covid-19 hanya melalui sampel nafas. Alat pendeteksi Covid-19 berbasis hembusan napas tersebut dirasa bisa membantu pemerintah dalam mendeteksi Covid-19 secara lebih masif dengan biaya yang relatif murah. (Diskominfo Babel)

Gubernur Babel dan PT Pertamina Patra Niaga Bahas Kelanjutan Program LPG Bersubsidi

WARTABANGKA, JAKARTA – Gubernur Kepulauan Bangka Belitung (Babel), Erzaldi Rosman melakukan pertemuan dengan dengan Mas’ud Khamid, Dirut PT Pertamina Patra Niaga (commercial and trading) beserta tim untuk membahas tindak lanjut dari program subsidi gas LPG 3 kilogram (kg) hijau atau yang lebih dikenal dengan gas melon, di Wisma Tugu 2 Kuningan, Jakarta Selatan, Selasa (9/3).

“Kami sudah mulai mendata penerima subsidi tabung gas melon yang layak dan menginputnya ke BI. Nantinya kartu ini kita berikan kepada yang berhak,” ungkapnya.

Lebih lanjut, apa yang akan dilakukan Gubernur Babel?

Dengan data ini, akan menjadi dasar penyaluran tabung gas subsidi LPG 3 kg. Bang ER juga telah mengeluarkan surat edaran yang memberitahukan bahwa TNI, Polri, dan ASN tidak diperbolehkan menerima subsidi tabung gas LPG 3 kg ini.

“Tapi kendalanya, komposisi kebutuhan masyarakat belum tentu sama. Untuk pelaku UMKM kebutuhan gasnya berbeda dengan ibu rumah tangga,” ungkapnya.

Harapannya, pihak Pertamina bisa mengatur penerima dan menghitungnya jika penggunaan tabung gas masyarakat yang berbeda-beda. Karena pada dasarnya pelaku UMKM biasanya membutuhkan tabung gas lebih banyak dari pada masyarakat lainnya.

Lalu bagaimana tanggapan PT Pertamina?

Menanggapi pernyataan ini, Mas’ud Khamid selaku Dirut PT Pertamina Patra Niaga meminta Gubernur Erzaldi untuk tidak khawatir. Karena jika penggunaan kartu pada transaksi jual beli gas subsidi telah dimulai, maka akan secara jelas tercatat data pembelian.

“Record pembelian ini yang akan kita jadikan acuan untuk para pembeli untuk menghitung masing-masing kuota kebutuhan gas pada tiap-tiap pembeli,” ungkapnya.

Dirinya pun menambahkan, akan menaikkan jumlah penjualan tabung gas non subsidi ke Babel. Karena akan semakin banyak masyarakat tidak tepat sasaran sebelumnya yang beralih ke tabung gas merah muda ukuran 5 kg non subsidi.

Selain keputusan mengenai tabung gas, Gubernur Erzaldi pun menyampaikan keputusan mengenai program Pertamina Langit Biru. Dirinya menyatakan akan mendukung pertamina. Namun perlu dilakukan kajian tambahan untuk menghindari inflasi dan supaya tidak ada pihak yang dirugikan. (Diskominfo Babel)