Pendidikan

Tolak RUU Cipta Kerja, Ratusan Mahasiswa Demo di Gedung DPRD Babel

 

WARTABANGKA.COM, PANGKALPINANG – Massa yang tergabung dalam Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Bangka Belitung (Babel) menggelar aksi unjuk rasa menolak RUU Omnibus Law di Gedung DPRD Babel, Selasa (25/8).

Dengan pengawalan ketat pihak keamanan, massa “menduduki” ruang rapat paripurna DPRD Babel untuk menyampaikan orasinya.

Salah satu mahasiswa dari Stisipol Pahlawan 12, Resma mengatakan RUU Omnibus Law Cipta Kerja ini banyak merugikan rakyat, khususnya bagi kaum buruh karena menghapus upah minimum dan memberlakukan upah per jam dibawah upah minimum.

“Di dalam draf RUU tersebut, banyak sekali kepentingan investor yang diuntungkan, maka saya disini menyebutnya, RUU Cipta Kerja ini adalah RUU Cilaka (Celaka-red), ini adalah suatu bentuk perbudakan modern,” kata Resma.

Selain itu, menurut dia, RUU ini juga sangat berimbas kepada hak-hak kaum wanita yang bekerja di perusahaan. “Ketika dia sedang haid, hamil, melahirkan, keguguran itu tidak mendapatkan upah, karena dianggap tidak produktif,” ujarnya.

Oleh karena itu, menurut dia, apabila RUU ini disahkan menjadi UU, maka rakyat akan semakin menderita dan menuntut DPRD Babel untuk menindaklanjuti aspirasi mereka ke DPR RI.

Menanggapi aksi tersebut, Ketua Komisi IV DPRD Babel, Jawarno mengatakan pihaknya telah menyampaikan aspirasi penolakan RUU tersebut ke SPSI pusat dan DPR RI beberapa waktu lalu.

“Barangkali ada pasal-pasal yang belum tercantum saat kita menyampaikan penolakan ke DPR RI, akan kita masukan kembali kalau yang disampaikan mahasiswa itu tidak berpihak kepada masyarakat Babel, tetap kita tambah lagi penolakannya,” kata Jawarno.

Kendati demikian, dia turut menghargai aspirasi yang disampaikan oleh para mahasiswa tersebut yang telah perduli terhadap nasib dan kesejahteraan masyarakat.

“Kita sepakat bahwa menolak RUU Omnibus Law itu untuk disahkan menjadi UU, yang mana saja pasal-pasal yang tidak berpihak kepada masyarakat khususnya Babel,” tegasnya. (*/)

Tolak RUU Cipta Kerja, Ratusan Mahasiswa Demo di Gedung DPRD Babel

WARTABANGKA.COM, PANGKALPINANG – Massa yang tergabung dalam Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Bangka Belitung (Babel) menggelar aksi unjuk rasa menolak RUU Omnibus Law di Gedung DPRD Babel, Selasa (25/8).

Dengan pengawalan ketat pihak keamanan, massa “menduduki” ruang rapat paripurna DPRD Babel untuk menyampaikan orasinya.

Salah satu mahasiswa dari Stisipol Pahlawan 12, Resma mengatakan RUU Omnibus Law Cipta Kerja ini banyak merugikan rakyat, khususnya bagi kaum buruh karena menghapus upah minimum dan memberlakukan upah per jam dibawah upah minimum.

“Di dalam draf RUU tersebut, banyak sekali kepentingan investor yang diuntungkan, maka saya disini menyebutnya, RUU Cipta Kerja ini adalah RUU Cilaka (Celaka-red), ini adalah suatu bentuk perbudakan modern,” kata Resma.

Selain itu, menurut dia, RUU ini juga sangat berimbas kepada hak-hak kaum wanita yang bekerja di perusahaan. “Ketika dia sedang haid, hamil, melahirkan, keguguran itu tidak mendapatkan upah, karena dianggap tidak produktif,” ujarnya.

Oleh karena itu, menurut dia, apabila RUU ini disahkan menjadi UU, maka rakyat akan semakin menderita dan menuntut DPRD Babel untuk menindaklanjuti aspirasi mereka ke DPR RI.

Menanggapi aksi tersebut, Ketua Komisi IV DPRD Babel, Jawarno mengatakan pihaknya telah menyampaikan aspirasi penolakan RUU tersebut ke SPSI pusat dan DPR RI beberapa waktu lalu.

“Barangkali ada pasal-pasal yang belum tercantum saat kita menyampaikan penolakan ke DPR RI, akan kita masukan kembali kalau yang disampaikan mahasiswa itu tidak berpihak kepada masyarakat Babel, tetap kita tambah lagi penolakannya,” kata Jawarno.

Kendati demikian, dia turut menghargai aspirasi yang disampaikan oleh para mahasiswa tersebut yang telah perduli terhadap nasib dan kesejahteraan masyarakat.

“Kita sepakat bahwa menolak RUU Omnibus Law itu untuk disahkan menjadi UU, yang mana saja pasal-pasal yang tidak berpihak kepada masyarakat khususnya Babel,” tegasnya. (*/)

DPRD Babel Setujui Penerapan KBM Tatap Muka di Sekolah

WARTABANGKA.COM, PANGKALPINANG – DPRD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) menyetujui kegiatan belajar mengajar (KBM) tatap muka di sekolah dapat dilaksanakan usai rapat dengar pendapat (RDP) bersama dinas pendidikan, dinas kesehatan, Satuan Tugas BPBD Babel dan Sat Pol PP beberapa waktu lalu.

“Mengacu kepada SK bersama empat menteri tentang memperbolehkan daerah untuk mengeluarkan kebijalan belajar tatap muka di zona hijau dan kuning, maka kita tindak lanjuti dengan bersepakat waktu RDP itu,” kata Wakil Ketua DPRD Provinsi Babel, Amri Cahyadi kepada wartabangka.com melalui telepon seluler, Kamis (20/8).

Dia menambahkan, KBM tatap muka ini berlaku apabila pihak sekolah sudah siap melaksanakan atau mempersiapkan sarana dan prasarana penunjang protokol kesehatan Covid-19 dan lingkungan sekitar sekolah harus masuk zona hijau atau kuning.

Disisi lain, politikus PPP ini menilai, dibukanya KBM tatap muka ini mengundang dampak positif dan negatif.

“Sisi negatifnya, pasti kita khawatir anak-anak didik kita apabila ada satu yang terpapar Covid-19, bisa mempengaruhi atau menular ke yang lainnya,” ujarnya.

“Namun disisi lain, dalam hal pendidikan, kita khawatir juga kualitas pendidikan kita menurun dengan metode pendidikan jarak jauh atau daring ini, tidak akan maksimal proses pembelajaran,” imbuhnya.

Hal tersebut, diutarakan dia, turut dirasakan oleh para orang tua atau wali murid. Selain itu, lanjut dia, selama KBM jarak jauh melalui sistem daring ini memiliki kendala bagi para peserta didik khususnya para orang tua.

“Diantaranya yang pertama, kesiapan anak didik orang tua terhadap fasilitas peralatan. Tidak semua anak punya peralatan handphone android maupun laptop yang mumpuni untuk menunjang kegiatan tersebut, kemudian setelah mereka punya peralatan, orang tua juga harus menyiapkan paket pulsa, jadi tidak semuanya kita punya,” terangnya.

Tidak hanya itu, dia menilai, KBM sistem daring ini membuat waktu peserta didik banyak diluar, sehingga akhirnya banyak diantara mereka yang memanfaatkan waktu tersebut untuk bermain dan berkumpul.

“Maka di satu sisi, kegiatan sekolah kita tiadakan dikhawatirkan mereka berkerumun, tapi faktanya dilapangan, anak-anak keluar rumah juga, apalagi untul provinsi kewenangannya itu SMA/SMK, rata-rata sekarang anak SMA kan banyak melakukan kegiatan-kegiatan diluar, seperti di kafe,” tandasnya. (*/)

 

Gubernur Babel Wacanakan Buka Sekolah 24 Agustus

Gubernur Babel, Erzaldi Rosman saat meninjau sarana dan prasarana di SMA Negeri 4 Pangkalpinang, Selasa (18/8). WARTABANGKA.COM/TWO

WARTABANGKA.COM, PANGKALPINANG – Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) tatap muka jenjang SMA, MA dan SMK di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) akan mulai dibuka pada 24 Agustus 2020 mendatang. Dengan catatan, tetap mematuhi protokol kesehatan (prokes) Covid-19.

“Insyaallah mulai tanggal 24 itu, sekolah paling cepat sudah dibuka, paling lambat 31 Agustus dan sekolah sudah diberikan sosialisasi standar operasional prosedur atau SOP,” kata Gubernur Babel, Erzaldi Rosman disela peninjauan sarana dan prasarana di SMA Negeri 4 Pangkalpinang, Selasa (18/8).

Untuk memulai KBM tatap muka ini, sekolah diminta berkoordinasi dengan Satgas Covid-19, tim kesehatan, keamanan dan harus menyiapkan infrastruktur sarana prasarana Covid-19. Dia meminta, pihak sekolah juga mengundang terlebih dahulu orang tua siswa untuk menginformasikan apakah anak-anak diizinkan untuk masuk sekolah atau tidak.

“Sekolah tidak boleh memaksa, cuma kita minta orang tuanya untuk menandatangani surat pernyataan yang menyatakan bahwa anaknya itu memang tidak sekolah, tidak mau ikut sekolah KBM, kalau nanti diperbolehkan tatap muka melapor ke sekolah, harapannya ketika surat yang ditandatangani jangan sampai nanti anaknya menyatakan pergi sekolah ternyata tidak sekolah,” jelasnya.

Gubernur Babel Pantau Kesiapan Sekolah Hadapi KBM Tatap Muka

Siswa, juga diingatkan untuk mematuhi prokes Covid-19, menggunakan masker, mencuci tangan, dan lainnya. Erzaldi menilai, untuk di SMA 4 sudah layak melakukan kegiatan KBM, demikian juga dengan sekolah-sekolah di Babel, dari laporan sudah memenuhi persyaratan dan persyaratan.

“Dari laporan, untuk kabupaten yang sudah membuka terlebih dahulu kegiatan KBM ini, seperti di Bangka Barat, berjalan lancar dan nggak ada masalah,” ulasnya.

Jika ditemukan kasus Covid-19 di sekolah, maka mantan Bupati Bangka Tengah ini menegaskan, tim akan langsung turun untuk melakukan pencegahan dan antisipasi.

“Kita akan lakukan gas dan rem dalam pencegahan Covid-19 ini, mudah-mudahan semuanya aman dan berjalan lancar,” harapnya. (*/)

Gubernur Babel Pantau Kesiapan Sekolah Hadapi KBM Tatap Muka

Gubernur Babel, Erzaldi Rosman memantau sarana dan prasarana (sarpras) di SMA Negeri 4 Kota Pangkalpinang, Selasa (18/8). WARTABANGKA.COM/TWO

WARTABANGKA.COM, PANGKALPINANG – Gubernur Kepulauan Bangka Belitung (Babel), Erzaldi Rosman memantau sarana dan prasarana (sarpras) di SMA Negeri 4 Kota Pangkalpinang untuk persiapan Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) tatap muka.

Ia melihat, sarpras di sekolah tersebut sudah memadai dimana telah menyediakan tempat cuci tangan hampir di setiap kelas, dan sebelum masuk setiap tamu atau pengunjung dilakukan pengecekan suhu tubuh.

“Dalam rangka menghadapi pembelajaran tatap muka dengan SOP, pada prinsipnya sarpras yang disediakan untuk tatap muka ini sudah terpenuhi, kami ingin sampaikan yang terpenting bagaimana disiplin dalam menghadapi protokol kesehatan Covid-19,” kata Erzaldi, Selasa (18/8).

Setiap sekolah yang akan dibuka, akan diregistrasi dulu keberadaan dan persiapan bersama satgas di kecamatan, dan di pantau satgas provinsi, yang terpenting siswa dan guru harus menjadi satgas di sekolah.

Ia juga berpesan, agar guru-guru di sekolah bisa lebih berinovasi dan berkreativitas dalam pembelajaran di tengah pandemi ini, terutama pembelajaran online.

“Dalam memberikan belajar mengajar, pembelajaran jarak jauh harus lebih berinovasi, kalau belajar di sekolah harus dipantau siswanya,” pintanya.

Erzaldi juga menyebutkan, bahwa jika ada orangtua siswa yang keberatan untuk anaknya masuk sekolah, tidak masalah. Namun, harus dibuatkan dalam surat secara jelas, jangan sampai orangtua memperbolehkan ternyata siswa tak sampai ke sekolah.

“Anak-anak yang sekolah ini, akan menjadi lebih peka, paham dan patuh akan disiplin prokes Covid-19, ia juga akan menularkan kebiasaan ini di keluarga dan  lingkungannya,” tandasnya.

Kunjungan ini, juga didampingi oleh Kepala Dinas Pendidikan Pemprov Babel, M. Soleh, Kepala Satgas Covid-19 Pusdalops BPBD Babel, Mikron Antariksa. (*/)

Gubernur Erzaldi Letakkan Batu Pertama Gedung Mekkah Ponpes Modern Daarul Abro

WARTABANGKA.COMMENDOBARAT – Gubernur Kepulauan Bangka Belitung (Babel), Erzaldi Rosman melakukan peletakan batu pertama Gedung Mekkah Pondok Pesantren Modern Daarul Abror, Desa Kace, Kecamatan Mendo Barat, Kabupaten Bangka, Sabtu (15/8/20).

Diawali dengan kunjungan ke kampus dan asrama putra, di pondok pesantren modern itu Gubernur Erzaldi meninjau sejumlah fasilitas dan sarana yang ada, serta rencana pengembangan Ponpes Daarul Abror. 

Usai kunjungan ke kampus putra, Gubernur Erzaldi melangsungkan kegiatan peletakan batu pertama gedung mekkah yang diharapkan akan bisa menampung lebih banyak lagi santri yang ingin belajar di tempat ini.

Dalam arahannya, Gubernur Erzaldi Rosman mengapresiasi dan menunjukkan rasa bangganya kepada pengurus yayasan dan para pengajar atas perkembangan pondok pesantren ini. Gubernur Erzaldi merasa tiap kunjungan yang dilakukan, selalu ada perkembangan fisik yang dilakukan. 

“Saya memberikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada para pendiri penggerak dan para ustaz-ustaz yang terus berjuang di jalan Allah Swt, sehingga pesantren ini terus berkembang dan tidak pernah tidur,” ungkapnya.

Gubernur Erzaldi juga memuji manajemen dan perencanaan yang dilakukan oleh Pondok Modern Daarul Abror ini. Selain pengembangan fisik, diharapkan pondok pesantren ini juga melakukan pengembangan SDM, salah satunya adalah dengan memberikan pelatihan ataupun studi lanjut kepada para ustaz dan ustazahnya.

Ketua Dekranasda Babel Luncurkan Produk Teh Seraje Desa Kace

Ketua Dekranasda Babel, Melati Erzaldi

WARTABANGKA.COM, MENDOBARAT – Desa Kace, Kecamatan Mendo Barat, Kabupaten Bangka resmi mempunyai produk baru sebagai salah satu produk program “One Village One Product”. 

Produk “Teh Seraje”, kepanjangan dari Teh Serai Jahe itu secara resmi diluncurkan oleh Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Babel, Melati Erzaldi yang ditandai dengan pembukaan tudung saji, di Gedung Serba Guna Desa Kace, Sabtu (15/8) pagi. 

Produk teh seraje yang akan menjadi produk unggulan Desa Kace ini, merupakan hasil inisiasi yang dilakukan oleh para mahasiswa dari program Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Bangka Belitung (UBB) yang berlangsung selama tiga minggu di desa itu. 

Ketua Dekranasda Babel, Melati Erzaldi saat meluncurkan produk teh seraje menyampaikan apresiasinya kepada para mahasiswa yang saat ini melakukan KKN, karena telah mendorong masyarakat Desa Kace untuk menciptakan produk UMKM teh seraje.

Kehadiran KKN mahasiswa UBB sangat bermanfaat bagi daerah yang menjadi lokus KKN. Ini merupakan yang memang seharusnya dilakukan oleh para generasi muda khususnya akademisi untuk memberikan ilmu yang didapat untuk mendukung pembangunan. Mereka melakukan KKN bukan semata mata sebagai tugas dari universitas, tetapi lebih dari itu agar bisa memberikan manfaat bagi orang banyak. 

Kepada masyarakat Desa Kace, Ibu Melati mengingatkan agar program ini tidak berhenti begitu saja ketika para mahasiswa UBB ini selesai dari tugas KKN. Tetapi harus dikembangkan melalui BUMD setempat agar dapat meningkatkan perekonomian masyarakat. Ini juga akan memotivasi desa lain di Babel untuk menggali potensi yang ada untuk kesejahteraan bersama.

Namun demikian Ketua Dekranasda Melati Erzaldi mengingatkan, dalam menciptakan suatu produk UMKM harus berkesinambungan, khususnya dengan program pertanian untuk penyiapan bahan baku, agar dapat berkelanjutan sehingga mampu memenuhi permintaan pasar. 

Pemprov. Kepulauan Babel melalui Dinas Koperasi dan UKM Babel melalui UPT Pusat Layanan Usaha Terpadu (PLUT) Babel serta Dinas Perindustrian dan Perdagangan Babel dengan UPT Rumah Promosi dan Kemasan Babel siap membantu dan mendampingi baik dari segi akses pemodalan, pemasaran produk, manajemen pengelolaan, maupun pengemasannya. 

Provinsi Kepulauan Bangka Belitung juga beberapa waktu lalu berhasil mengekspor secara perdana lidi nipah yang sebelumnya tidak disangka dan dilirik sama sekali. Hal ini membuktikan bahwa banyak potensi Bangka Belitung yang bisa dikembangkan dan digali. Ini juga merupakan peluang bagi masyarakat, terlebih di masa pandemi, perkeonomian secara global mengalami pelemahan.

Namun, Ketua Dekranasda Melati Erzaldi menegaskan masyarakat Bangka Belitung harus berusaha menjadi pemenang. 

“Kita harus menjadi pemenenang di saat semua orang sudah mulai menyerah,” tegas Ibu Melati.

Pengadilan Negeri Mentok Eksekusi Bangunan Chung Hwa School

WARTABANGKA.COM, MUNTOK – Pengadilan Negeri (PN) Mentok, Kabupaten Bangka Barat melakukan eksekusi bangunan Chung Hwa School di Kelurahan Tanjung, Rabu (12/8). Sebelum eksekusi dilakukan, Panitera PN Mentok, Helni Aryadi terlebih dahulu membacakan surat putusan penetapan eksekusi.  

Pengadilan Negeri (PN) Mentok, Kabupaten Bangka Barat melakukan eksekusi bangunan Chung Hwa School di Kelurahan Tanjung, Rabu (12/8). WARTABANGKA.COM/IBB

Selanjutnya Ketua PN Mentok, Golom Silitonga, Camat Muntok, Sukandi, Kapolsek Muntok, AKP Taufik Zulfikar, Kasi Datun Kejari Babar, Heru Pujakesuma dan sejumlah pihak menyempatkan diri untuk meninjau ke area dalam gedung yang sempat dijadikan gedung walet tersebut.

Setelah itu, petugas Sat Pol PP langsung merobohkan pos jaga dengan palu. Selain pos jaga, pagar besi yang berada di depan bangunan tersebut juga dirobohkan menggunakan ekskavator.

Ketua PN Mentok, Golom Silitonga menjelaskan pihaknya melakukan eksekusi ini sesuai dengan putusan Pengadilan Negeri yang sudah inkrah. 

“Jadi perintah di sana ada pengosongan dan menyerahkan tanah dan bangunannya kepada pemohon dalam keadaan kosong,” ujar Golom kepada awak media, Rabu siang. 

Dikatakan Golom, dalam hal ini pihaknya harus mengosongkan dan membersihkan barang-barang di dalam gedung yang di claim oleh Sutina sebagai termohon.

“Isi di dalamnya yang diklaim masih ada kepemilikan beliau atau termohon, iya kita singkirkan semua jadi tidak ada lagi hubungan-hubungan kepemilikan dia di situ jadi semua sudah berpindah,” jelas Golom.

Dia menyebut kasus sengketa atas objek tanah dan bangunan Chung Hwa School antara Kementerian Keuangan dan Sutina sudah berjalan sejak tahun 2004-2014. Kasus ini ditangani oleh Pengadilan Negeri Sungailiat.

“Yang menanganinya Pengadilan Negeri Sungailiat. Kalau saya lihat itu dari tahun 2004 sampai tahun 2014. Dari tahun 2014 sampai hari ini baru dimohonkan,” sebutnya.

Setelah bangunan benar-benar steril, Golom menambahkan Chung Hwa School akan diserahkan ke Pemerintah Kabupaten Bangka Barat.

“Tidak ada lagi kepemilikan siapapun ya, kami serahkan ke Pemda Bangka Barat,” tutup Golom. (*/)