Breaking News

Pilkada

Bawaslu Bateng Ajak Bapaslon Bersama-sama Cegah Kerumunan di Tahapan Pencalonan

WARTABANGKA, KOBA – Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Bangka Tengah (Bateng) mengajak bakal pasangan calon (Bapaslon) dan partai politik pada Pilkada Serentak Tahun 2020 ini untuk bersama-sama berkomitmen mencegah terjadinya kerumunan massa dan menerapkan protokol kesehatan Covid-19 pada saat penetapan paslon dan pengundian nomor urut yang dilaksanakan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Bateng pada 23 dan 24 September 2020 ini.

Imbauan ini disampaikan Bawaslu Kabupaten Bateng dalam gelaran Rapat Dalam Kantor (RDK) yang dilaksanakan pada Senin (21/9) sore di Kantor Bawaslu Kabupaten Bateng.

Hadir dalam RDK tersebut Ketua Bawaslu Kabupaten Bateng Robianto dan Anggota Muhamad Utoyo, Ketua KPU Kabupaten Bateng Rusdi dan Anggota Apit, Hendra Sinaga, dan M. Panjitiana, LO Bakal Paslon, serta Pimpinan Partai Politik. Adapun narasumber yang dihadirkan, yakni Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bateng dr. Bahrun Siregar dan Kasat Reskrim Polres Bateng Iptu. Mulya.

Ketua Bawaslu Kabupaten Bateng, Robianto dalam kesempatan tersebut mengatakan kegiatan RDK ini dilaksanakan pihaknya guna menindaklanjuti surat Bawaslu RI Nomor 0553 yang baru saja diterima pihaknya pada Sabtu (19/9) malam.

Dalam surat tersebut pihaknya diminta untuk mensosialisasikan secara langsung kepada bakal Paslon dan partai politik untuk mencegah terjadinya kerumunan dan menerapkan protokol kesehatan Covid-19 pada saat penetapan paslon dan pengundian nomor urut oleh KPU Kabupaten Bateng.

“Imbauan secara tertulis sudah kita sampaikan, baik kepada KPU Kabupaten Bateng maupun kepada bakal Paslon. Sore ini (Senin_red) kita perkuat kembali dengan menyampaikan sosialisasi secara langsung melalui kegiatan RDK ini,” ujarnya.

Menurutnya, pandemi Covid-19 masih belum berakhir. Untuk itu, penting bagi bakal Paslon dan partai politik untuk memiliki komitmen bersama guna mencegah terjadinya kerumunan massa dan menerapkan protokol kesehatan Covid-19 pada saat menghadiri kegiatan penetapan paslon dan pengundian nomor urut Paslon.

“Komitmen ini yang terpenting untuk kita bangun bersama, yaitu komitmen untuk melaksanakan ketentuan yang ada. Tidak perlu kita melakukan konvoi ataupun kegiatan lainnya yang menyebabkan kerumunan massa pada saat penetapan paslon dan pengundian nomor urut,” ungkapnya di hadapan LO bakal Paslon dan partai politik.

“Kami yakin dan percaya, setiap bakal Paslon tentu punya barisan pendukung masing-masing. Hal ini tidak perlu kita tunjukkan kepada publik, karena saa ini kita masih dalam kondisi Pandemi Covid-19. Yang terpenting bagaimana kita bersama-sama memiliki komitmen untuk mematuhi ketentuan yang ada, sehingga tidak tercipta klaster Covid-19 yang baru pada Pilkada Serentak Tahun 2020 ini,” ingatnya.

Dalam kesempatan tersebut, LO Bakal Paslon H. Ibnu Saleh dan Herry Erfian, serta LO Bakal Paslon Didit Sri Gusjaya dan H. Korari Suwondo bersama partai politik yang hadir menyampaikan komitmennya untuk bersama-sama mencegah terjadinya kerumunan massa dan menerapkan protokol kesehatan Covid-19 pada saat penetapan paslon dan pengundian nomor urut. Mereka pun berjanji untuk menyampaikan hal tersebut kepada bakal Paslon masing-masing.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bateng dr. Bahrun Siregar menyampaikan paparannya dengan menjelaskan penerapan protokol kesehatan Covid-19 dan cara penularan Covid-19. Bahrun pun mengungkapkan data sebaran Covid-19 di Kabupaten Bateng yang jumlahnya sebanyak 20 kasus, dimana 18 kasus telah dinyatakan sembuh dan 2 kasus masih dalam perawatan.

Sedangkan Kasat Reskrim Polres Bateng, Iptu. Mulya dalam paparannya menyampaikan sanksi hukum yang dapat dijerat bagi pelanggar prokotol kesehatan Covid-19, terutama terkait adanya Maklumat Kapolri tentang Kepatuhan Terhadap Protokol Kesehatan Dalam Pelaksanaan Pemilihan Tahun 2020 yang baru saja diterbitkan pada tanggal 21 September 2020.(Humas Bawaslu Bangka Tengah)

Jelang Tahapan Kampanye, 150 Orang Jajaran Pengawas di Bateng Ikuti Rapid Test

WARTABANGKA,KOBA – Menjelang tahapan kampanye pada Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Bangka Tengah Tahun 2020, Badan Pengawasan Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Bangka Tengah (Bateng) melakukan rapid test bagi seluruh jajaran pengawas pemilihan, mulai dari tingkat kabupaten, kecamatan hingga tingkat kelurahan/desa.

Kegiatan yang dilakukan pada Senin (21/9) pagi tersebut dilakukan untuk memastikan seluruh jajaran pengawas pemilihan di Kabupaten Bateng terbebas dari paparan Covid-19 sebelum melakukan tugas-tugas pengawasan pada masa kampanye ini.

“Kegiatan rapid tes ini merupakan bentuk kerjasama kita dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Bateng,” ujar Ketua Bawaslu Kabupaten Bateng, Robianto disela-sela kegiatan rapid tes, Senin (22/9).


Menurut dia, sebelum melaksanakan tugas-tugas pengawasan pada kampanye, penting bagi pihaknya untuk memastikan bahwa seluruh jajaran pengawas pemilihan di Bateng terbebas dari paparan Covid-19. Hal ini dimaksudkan guna memberikan rasa aman bagi masyarakat.

“Alhamdulillah dari hasil rapid tes ini seluruh jajaran kita sebanyak 150 orang hasilnya nonreaktif semua,” terangnya.

Diungkapkannya, kegiatan rapid tes tersebut diselenggarakan di 6 titik yang tersebar di setiap kecamatan di Kabupaten Bateng dan dilaksanakan secara serentak, yaitu Kantor Dinas Kesehatan Kabupaten Bateng, Puskesmas Kecamatan Namang, Puskesmas Kecamatan Pangkalan Baru, Puskesmas Kecamatan Sungaiselan, Puskesmas Kecamatan Simpangkatis, serta Puskesmas Kecamatan Lubuk Besar.

“Terimakasih kepada pihak Dinas Kesehatan Kabupaten Bateng yang telah memfasilitasi pelaksanaan rapid tes ini,” ungkapnya.

Lebih lanjut ia pun menghimbau kepada seluruh jajaran pengawas pemilihan di Kabupaten Bateng agar selalu menerapkan protokol kesehatan dalam setiap kali melakukan tugas-tugas pengawasan di lapangan.

“Kondisi Pandemi Covid-19 belum berakhir. Untuk itu, kami menghimbau setiap jajaran pengawas agar selalu waspada dan selalu menjaga imunitas tubuh supaya terhindar dari paparan Covid-19,” tandasnya. (Humas Bawaslu Bangka Tengah)

KPU Izinkan Peserta Pilkada Gelar Konser di Tengah Pandemi, Ini Tanggapan Ketua Bawaslu Babel

WARTABANGKA, PANGKALPINANG – Ketua Bawaslu Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel), Edi Irawan mempersilahkan para kandidat Pilkada Serentak 2020 menggelar konser maupun bazar dalam rangka kampanye di tengah pandemi Covid-19.

“Kalaupun aturannya seperti itu, memperbolehkan, pada prinsipnya bagi kami Bawaslu, silahkan saja untuk melakukan itu,” kata Edi kepada wartawan, Rabu (16/9).

Dia menekankan, perlu adanya pemahaman bersama terkait Pasal 63 ayat (1) PKPU Nomor 10 tahun 2020 yang mengatur tentang metode kampanye.

“Baik itu dari pihak penyelenggara, KPU, Bawaslu, pasangan calon (paslon), tim sukses, dan aparat keamanan di dalam menindaklanjuti setiap metode kampanye yang akan dilakukan oleh paslon,” jelasnya.

“Secara teknis memang juga sudah disebutkan aturannya seperti apa, metode yang diperbolehkan, jumlah orang yang hadir di dalam momen kegiatan itu,” tambahnya.

Dalam posisi ini, ia hanya dapat mengimbau agar paslon beserta dengan tim suksesnya yang hadir dalam kegiatan konser atau bazar tetap mematuhi protokol kesehatan.

“Yang pertama, dalam rangka kita untuk meminimalisir terjangkitnya wabah virus corona ini, kemudian yang kedua, antarsesama lembaga penyelenggara, pihak keamanan agar berkoordinasi dengan stakeholder yang lain, dalam hal ini, termasuk pemerintah daerah,” terangnya.

“Karena pemerintah daerah juga bertanggung jawab terhadap kondusifitas daerahnya, artinya dalam koordinasi ini, setidaknya ada hal-hal yang perlu dibicarakan bersama,” tandasnya. (*/DEI)

Pengurus dan Kader Partai Golkar Babar Diinstruksikan Menangkan Pasangan Markus-Badri

WARTABANGKA, MUNTOK – Ketua DPD Partai Golkar Bangka Belitung (Babel), Bambang Patijaya menegaskan kepada seluruh pengurus dan kader Partai Golkar di Bangka Barat mematuhi instruksi partai untuk memenangkan pasangan calon Markus dan H. Badri Syamsu dalam Pilkada 2020.

Hal ini sesuai dengan Surat Keputusan dan B-1 KWK Parpol yang telah dikeluarkan dan ditandatangani oleh Ketua Umum DPP Partai Golkar Airlangga Hartanto dan Sekretaris Jenderal Lodewijk F Paulus tertanggal 28 Agustus 2020.

SK itu berisi tentang Persetujuan Pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati di Bangka Barat, maka seluruh pengurus dan kader golkar yang ada di kabupaten, kecamatan, desa dan organisasi sayap partai golkar wajib untuk mematuhi dan memenangkan pasangan yang ditunjuk tersebut.

“Tidak boleh ada kader membelot dari perintah partai, meskipun kita semua mempunyai kedekatan dengan pasangan calon lain tetapi yang harus diutamakan adalah partai dan jika ada yang membelot maka bisa dikasih sanksi tegas,” tegas BPJ, Rabu (16/9).

Ketua DPD II Partai Golkar Bangka Barat, Deddi Wijaya meyakini bahwa semua pengurus dan kader partai golkar di Bangka Barat tetap solid mengikuti perintah DPP Partai Golkar.

“Kita adalah Golkar, Golkar adalah kita maka ikut perintah partai, andaikan ada pihak lain yang mengatasnamakan partai golkar untuk dukung pasangan lain maka mereka bukan golkar dan diingatkan untuk tidak memakai atribut partai Golkar,” jelas Deddi.

Selain itu, pria yang akrab disapa DW ini menuturkan SK Kepengurusan dan Surat Persetujuan Pasangan Calon Bupati/Wakil Bupati yang terdaftar di KPUD Bangka Barat sudah terang kemana arah dukungan dan perintah Partai Golkar yaitu pasangan Markus-Badri.

” Jangan dipolitisasi ada dukungan ganda, tanyakan langsung pada KPUD Bangka Barat, biar tidak ada unsur menyebarkan berita bohong,” ujar DW.

Dengan begitu, DW menambahkan DPP, DPD Propinsi Bangka Belitung, DPD Kabupaten Bangka Barat dan Pengurus Kecamatan tetap solid berjuang untuk kebesaran Partai Golkar. (*/IBB )

Kapolda Ucapkan Selamat Berkompetisi kepada Tiga Paslon di Pilkada Babar

WARTABANGKA, MUNTOK – Kapolda Kepulauan Bangka Belitung (Babel), Irjen Pol Anang Syarif Hidayat memimpin kegiatan apel gelar pasukan dan simulasi Sistem Pengamanan Kota (Sispamkota) Operasi Mantap Praja 2020 di Mapolres Bangka Barat (Babar), Rabu (16/9).

Dalam kesempatan itu, kapolda sempat mengucapkan selamat kepada tiga paslon yang akan berkompetisi di Pilkada Babar tahun 2020 yakni Markus-H. Badri, Safri Arsyad-Eddy Arif dan H.Sukirman-Bong Ming Ming.

“Saya yakin bocoran yang saya terima mereka semua lolos kesehatan, dan berarti tiga pasangan ini siap mengikuti kompetisi kepala daerah bupati dan wakil bupati Bangka Barat,” ujar kapolda.

Menurut dia, apel gelar pasukan ini dimaksudkan untuk dapat menyamakan visi, persepsi, pola pikir, pola tindak sekaligus mengecek kesiapan personil sarana prasarana peralatan yang ada yang akan digunakan dalam pelaksanaan pilkada serentak 2020 ini.

Selain itu, Kapolda mengingatkan walaupun Babar termasuk daerah zona hijau yang sangat sedikit terpapar virus, paling tidak masyarakat harus tetap mempertahankan protokol Covid-19 di tengah-tengah pelaksanaan Pilkada ini sejak dari awal tahapan pemilu.

Hal itu dimulai dari pendaftaran, penetapan calon, kampanye, minggu tenang, pemungutan suara, penghitungan sampai pengumuman hasil oleh KPUD.

“Semua tolong diikuti protokol kesehatan. Ketentuan-ketentuan yang sudah ditetapkan dalam PKPU agar ditaati semua paslon. Karena bilamana dalam pelaksanaan nanti muncul klaster baru, tentunya akan membuat kredibilitas paslon akan jatuh. Jadi kami sarankan paslon untuk turut menjaga pelaksanaaan kampanye, tidak hanya sekdar menyampaikan visi misi, tapi menjaga protokol kesehatan,” jelasnya.

Untuk itu, dia berpesan kepada semua penyelanggara pemilu serta unsur pengamanan menjaga netralitas untuk dapat berdiri pada kaki yang sama dan tidak berpihak pada suatu kelompok, suatu golongan, perseorangan ataupun yang lain.

“Kita ditugaskan sebagai pelaksana dan penyelenggara pemilu, intinya adalah kepercayaan luar biasa negara kepada kita. Oleh karena itu jagalah kepercayaan ini dengan bersikap netral tidak berpihak kepada siapapun,” tutupnya. (*/IBB )

Gubernur Erzaldi Hadiri Simulasi Sispamkota Mantap Praja di Basel

WARTABANGKA, SADAI – Gubernur Kepulauan Bangka Belitung (Babel), Erzaldi Rosman bersama Kapolda Irjen Anang Syarif Hidayat menghadiri kegiatan apel gelar pasukan dan simulasi Sistem Pengamanan Kota (Sispamkota) Operasi Mantap Praja 2020 Polres Bangka Selatan (Basel), dalam rangka pengamanan pilkada serentak di Basel tahun 2020. Kegiatan ini berlangsung di Pelabuhan Sadai, Selasa (15/9).

Kegiatan ini diselenggarakan oleh Polda Babel bersama Polres Basel guna mengamankan pilkada yang saat ini prosesnya sudah mulai berjalan. Untuk itu, diminta kepada jajaran kepolisian bersama TNI agar dapat menegakkan dan mengamankan agenda demokrasi di Basel supaya berjalan sesuai harapan.

Menurut Kapolda Anang Syarif Hidayat, pilkada di Basel ini berbeda dengan daerah lain karena ada pasangan calon (paslon) yang berasal dari nonpartai politik. Ini membuktikan tingkat kedewasaan berpolitik di daerah ini sudah berjalan sebagaimana mestinya.

“Pilkada tahun ini berbeda dari pilkada sebelumnya karena, suasana saat ini masih dalam kondisi pandemi Covid -19. Walau demikian pesta demokrasi ini dilaksanakan sesuai aturan pemerintah,” ungkapnya.

Pilkada di suasana pandemi Covid -19 membutuhkan penanganan yang berbeda dari pilkada sebelumnya. Selain mempersiapkan semua rangkaian pilkada, pelaksana juga memikirkan solusi agar dalam pilkada kali ini tidak membuat klaster baru dalam penyebaran Covid -19.

Untuk itu Kapolda Anang mengingatkan supaya setiap tahapan pilkada mulai dari pendaftaran paslon hingga akhir kegiatan harus menerapkan protokol kesehatan Covid -19.

“Pilkada merupakan sarana mewujudkan kedaulatan rakyat yang diselenggarakan secara luber, jujur, dan adil guna menghasilkan pimpinan pemerintahan yang demokratis berdasarkan pancasila dan UUD 45,” ujarnya.

Semua itu akan terwujud apabila proses pilkada ini diselenggarakan oleh penyelenggara yang profesional, integritas, akuntabilitas ,tetap menjaga netralitas.

Harapannya, dengan diselenggarakan apel gelar pasukan dan simulasi sispamkota operasi mantap praja 2020, Polres Basel nantinya dapat mengamankan pilkada serentak di Kabupaten Bangka Selatan dimulai tahapan awal hingga akhir kegiatan pilkada, sehingga proses pemilihan kepala daerah yang diinginkan masyarakat terlaksana sebagaimana mestinya.

Akhir kegiatan, jajaran Polres Basel dan TNI melakukan simulasi pengamanan tahapan pilkada 2020 disaksikan oleh Gubernur Erzaldi, bupati, forkopimda, serta ikuti oleh perserta apel lainnya. Hadir dalam kegiatan ini Gubernur Erzaldi Rosman, Bupati Basel, forkopimda, ketua KPU, Bawaslu, para paslon, parpol, tokoh masyarakat, tokoh agama, dan undangan lainnya. (Diskominfo Babel)

Penulis : Hasan. A. M
Foto : Saktio
Editor : Listya

Pemerintah Terbitkan SKB Netralitas ASN di Pilkada 2020

WARTABANGKA, JAKARTA – Pemerintah menerbitkan surat keputusan bersama (SKB) mengenai Pedoman Pengawasan Netralitas Pegawai ASN dalam Penyelenggaraan Pemilihan Kepala Daerah Serentak Tahun 2020. Gelaran pesta demokrasi di akhir tahun 2020 dapat membuka celah bagi tindak pelanggaran netralitas aparatur sipil negara (ASN).

Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) Tjahjo Kumolo bersama dengan Menteri Dalam Negeri M. Tito Karnavian, Kepala Badan Kepegawaian Negara (BKN) Bima Haria Wibisana, Ketua Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN) Agus Pramusinto, serta Ketua Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Abhan menandatangani SKB tersebut yang dilakukan secara terpisah di kantor masing-masing.

“Penerbitan SKB ini dimaksudkan sebagai pedoman bagi ASN di seluruh Indonesia untuk tetap dapat menjaga netralitasnya dan tidak terlibat dalam politik praktis dimasa pilkada serentak,” jelas Menteri Tjahjo dalam acara Penandatanganan SKB Netralitas di Kantor Kementerian PANRB, Kamis (10/9).

Sebagaimana tercantum dalam UU No. 5/2014 tentang ASN, netralitas dimaksudkan bahwa ASN tidak berpihak dari segala bentuk pengaruh manapun dan tidak memihak kepada kepentingan siapapun.

Dengan demikian, meski hak suara ASN sebagai pemilih tidak dicabut, tetapi perlu diatur agar ASN tidak melanggar asas netralitas dalam kontestasi pemilihan kepala daerah.

Menteri Tjahjo melanjutkan bahwa berbagai pengaturan yang tercantum dalam SKB ini bertujuan untuk mendorong sinergisitas serta meningkatkan efektivitas dan efisiensi dari instansi pusat dan daerah dalam mengawasi ASN selama pesta demokrasi berlangsung.

“Selain itu, SKB ini juga ditujukan untuk menjadi pedoman dalam mewujudkan kepastian hukum terhadap penanganan pengaduan netralitas ASN,” lanjutnya.

Pasangan BERIMAN Jalani Tes Kesehatan di RSPAD Gatot Soebroto

WARTABANGKA, KOBA – Bakal calon Bupati Bangka Tengah, H. Ibnu Saleh bersama pasangannya, Herry Erfian (BERIMAN) menjalani tes kesehatan di RSPAD Gatot Soebroto, Jakarta, Selasa (8/9). Tes kesehatan merupakan salah satu syarat untuk menjadi peserta Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2020.

“Saat ini kondisi kesehatan Ibnu Saleh dan Herry Erfian dalam keadaan sehat. Sebelum mengikuti pemeriksaan kesehatan jasmani, keduanya melakukan puasa.

Hanya minum air putih sesuai arahan dari KPU Bangka Tengah,” kata
Ketua Tim Koalisi BERIMAN, Algafri Rahman.

Dia mengajak masyarakat Bangka Tengah mendoakan pasangan BERIMAN agar rangkaian pemeriksaan kesehatan jasmani berjalan lancar sesuai harapan masyarakat.

“Mudah-mudahan semunya berjalan lancar. Mari kita berdo’a bersama untuk pasangan BERIMAN,” ajaknya.

Algafri juga mengungkapkan pada 9 september 2020, pasangan BERIMAN lanjut melaksanakan pemeriksaan kesehatan rohani dan narkotika. Lalu pada 10 september 2020 hasil pemeriksaan kesehatan akan diumumkan.

“Sekali lagi, mari kita do’akan semoga semua proses pemeriksaaan kesehatan berjalan lancar, amiin,” tutup Algafri. (*/rn)

Bawaslu Beberkan Proses Pengawasan Pendaftaran Paslon di KPU Beltim

WARTABANGKA, MANGGAR– Anggota Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) Andi Budi Yulianto melakukan supervisi dan monitoring pengawasan pendaftaran calon bupati dan wakil bupati Belitung Timur (Beltim) Pilkada 2020 di Kantor KPU Kabupaten Beltim.

Dalam pengawasan tersebut diketahui ada dua pasangan calon (paslon) yang akan maju dalam Pilkada 2020 yakni atas nama Burhanudin-Khairil Anwar yang didukung 3 partai politik dengan 8 kursi dan Paslon Yuri Kemal Fadlullah – Nurdiansyah didukung oleh 7 parpol dengan jumlah 17 kursi.

Andi Budi Yulianto menilai seluruh proses tahapan pendaftaran paslon sudah sesuai dengan prosedur yang berlaku.

“Kita hari ini melakukan supervisi dan monitoring dalam rangka melakukan pemantauan pengawasan pendaftaran yang dilakukan jajaran Bawaslu Beltim di kantor KPU Beltim, dari hasil pemantauan kita mulai dari awal sampai dengan akhir proses pendaftaran semuanya berjalan lancar tanpa ada hambatan, sanggahan atau keberatan dari semua yang hadir,” kata Andi saat diwawancarai Tim Humas Bawaslu Babel, Minggu (6/9).

Menurut dia, semua sudah sesuai dengan prosedur yang berlaku. Hal ini bisa dilihat dari para pihak yang hadir tetap menerapkan protokol kesehatan Covid-19. Selain itu bapaslon juga menyampaikan salinan dokumen persyaratan pencalonan dan persyaratan calon kepada Bawaslu Beltim.

Sementara itu Ketua Bawaslu Beltim, Wahyu Epan Yudhistira mengungkapkan, belum ada ditemukan pelanggaran dalam tahapan pendaftaran paslon. Hanya saja pihaknya menegaskan tentang keterangan waktu pendaftaran dalam formulir pendaftaran paslon.

“Hari ini kami sudah melakukan pengawasan langsung dan hasilnya belum ditemukan pelanggaran, hanya saja ada beberapa prinsip dalam pendaftaran calon yakni tanggal yang belum tercantum, namun itu tidak membatalkan proses pendaftaran paslon,”ujarnya.

Dia menegaskan bahwa sejauh ini tidak ada indikasi dualisme parpol dalam proses pendaftaran paslon di Beltim.

“Secara cepat hasil pencermatan kami bahwa partai pendukung telah clear dan berkas kelengkapan calon telah ditandatangani oleh masing-masing DPP parpol artinya tidak ditemukan dualisme”, imbuhnya.

Dirinya menambahkan bahwa hari Minggu merupakan hari terakhir masa pendaftaran yang dimulai 4 September sampai 6 September 2020.

Setelah mencermati berkas kelengkapan calon dan pencalonan sudah memenuhi ketentuan, bakal pasangan calon hanya menunggu proses verifikasi sebelum penetapan sebagai calon oleh KPU.

“Sejalan dengan pemeriksaan kesehatan, termasuk hasilnya menjadi satu kesatuan proses pendaftaran sehingga tanggal 23 September akan datang penetapan calon,” bebernya.

Berdasarkan hasil pengawasan Bawaslu diketahui bahwa kedua bakal pasangan calon tersebut sudah menerima berita acara penyerahan berkas dan sah menjadi bakal calon, sedangkan untuk status calon akan diumumkan pada 23 September 2020 akan datang.

Proses selanjutnya adalah pemeriksaan lanjutan berkas calon dan pencalonan. Selain itu, pada tanggal 8 dan 9 September akan dilakukan pemeriksaan kesehatan bakal pasangan calon yang akan dilaksanakan di RSPAD Gatot Subroto, Jakarta. (*/rls)

Ketua Bawaslu Babel Imbau Bawaslu 4 Kabupaten Lakukan Pengawasan Melekat

WARTABANGKA, PANGKALPINANG – Ketua Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel), Edi Irawan mengimbau, agar Bawaslu di empat kabupaten yang menyelenggarakan Pilkada Tahun 2020 dapat melakukan pengawasan melekat.

“Ke depan, kawan-kawan di Bawaslu empat kabupaten melakukan pengawasan melekat dan mengawal hingga tahapan berikutnya. Yakni, verifikasi administrasi maupun klarifikasi yang dilakukan KPU terkait syarat calon,” ujar Edi kepada wartabangka.com, Minggu (6/9).

Sebelumnya, Bawaslu Babel melakukan monitoring pengawasan pendaftaran bakal pasangan calon di empat kabupaten. Yakni, Kabupaten Bangka Tengah (Bateng), Kabupaten Bangka Selatan (Basel), Kabupaten Bangka Barat (Babar) dan Kabupaten Belitung Timur (Beltim).

Jumat (4/9), Edi Irawan secara langsung memonitor pelaksanaan pendaftaran bakal pasangan calon Ibnu Saleh-Herry Erfian (Beriman) dan Didit Srigusjaya-Korari (Berdikari) saat mendaftar ke KPU Bateng.

“Di KPU Bangka Tengah, tahapan pendaftaran pilkada sudah dilaksanakan dan ada dua bakal calon yang mendaftarkan diri. Dari dua calon ini, terkait syarat pencalonan dan syarat calon dari kedua pasang kandidat ini, kami melihatnya sudah sesuai dengan mekanisme yang sudah diatur dalam peraturan KPU itu sendiri,” kata Edi.

“Dalam pengawasan kita (Bawaslu Babel) dan Bawaslu Bangka Tengah, sudah melakukan pengawasan secara langsung dan cermat. Jika ada kekurangan, masih bisa dilakukan perbaikan. Namun secara umum, sudah sesuai dengan persyaratan,” pungkasnya. (*/)