Pilkada

Jelang Pilkada, Tiga Bawaslu Kabupaten di Babel Gelar Rapid Test Serentak

WARTABANGKA, PANGKALPINANG – Ketua Bawaslu Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel), Edi Irawan menyebutkan digelarnya rapid test bagi seluruh jajaran pengawas jelang Pilkada Serentak 9 Desember mendatang sebagai upaya untuk menciptakan rasa aman bagi masyarakat yang ingin menggunakan hak suaranya.

“Artinya ini (rapid test-red) tahapan yang memang tidak ada di dalam mekanisme tahapan pemilu, tapi ini (rapid test-red) penting dilakukan terkait pandemi saat ini,” kata Ketua Bawaslu Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Edi Irawan kepada wartabangka.com, Sabtu (28/11).

Dia menambahkan, pemeriksaan rapid test ini dilakukan serentak di tiga kabupaten yang menyelenggarakan pilkada, yakni Kabupaten Bangka Tengah, Bangka Selatan, dan Belitung Timur, sementara Kabupaten Bangka Barat sudah terlebih dahulu menggelar rapid test.

“Alhamdulillah di Kabupaten Bangka Barat itu semua pengawas TPS yang di rapid test itu tidak ada yang reaktif, terus di Kabupaten Belitung Timur itu kami mendapat laporan hari ini, dimana pelaksanaan rapid test nya ada dua petugas TPS kita yang reaktif,” ungkapnya.

“Hal ini sudah dikoordinasikan kawan-kawan dari Bawaslu Belitung Timur dengan Satgas Penanganan Covid-19 untuk dilakukan test swab, PCR ini nanti menjadi tanggung jawab pemerintah daerah, kami juga berterima kasih kepada pemerintah daerah yang sudah memfasilitasi terkait dengan test swab, PCR untuk petugas TPS kita yang reaktif,” imbuhnya.

Untuk Kabupaten Bangka Tengah dan Bangka Selatan, dia menuturkan, pihaknya belum menerima laporan resmi terkait hasil kegiatan rapid test ini.

“Namun untuk di Bangka Tengah, kegiatan rapid test nya sedikit berbeda dengan tiga kabupaten lain, karena sampel darahnya harus di cek di laboratorium sehingga membutuhkan waktu sedikit agak lama,” terangnya. (*/DEI)

Bawaslu Bateng Gelar Raker Persiapan Pungut Hitung dan Rapid Test untuk Pengawas TPS

WARTABANGKA, KOBA – Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Bangka Tengah (Bateng) menggelar rapat kerja (raker) persiapan pengawasan pungut hitung bagi seluruh pengawas TPS dan turut diikuti oleh panwaslu kelurahan/desa.

“Kegiatannya diselenggarakan oleh Panwaslu kecamatan di kecamatan masing-masing,” kata Ketua Bawaslu Bateng, Robianto kepada wartabangka.com, Sabtu (28/11).

Dia menyebutkan, jumlah pengawas TPS yang mengikuti kegiatan ini sebanyak 383 orang ditambah petugas panwaslu kelurahan/desa sebanyak 63 orang.

Bersamaan dengan kegiatan ini, Bawaslu juga melakukan rapid test untuk seluruh pengawas TPS, sehingga nanti pada saat pungut hitung, para pengawas TPS itu memang benar-benar dinyatakan bebas dari Covid-19.

“Dalam rangka untuk mendukung rasa aman dan rasa nyaman masyarakat ketika menggunakan hak pilih pada 9 Desember mendatang,” ujarnya.

“Nah kalau dari hasil rapid test nya ini diketahui ada yang reaktif, maka kami sudah berkoordinasi dengan Tim Satgas Covid Bangka Tengah untuk dilakukan tindakan lebih lanjut, yaitu, test swab yang akan dilakukan hari Senin kalau ada hasilnya yang reaktif,” timpalnya.

Lebih lanjut dia mengungkapkan, pihaknya telah berkoordinasi untuk meminta pengawalan kepada Dinas Kesehatan Kabupaten Bangka Tengah dalam proses Pilkada Serentak ini yang diselenggarakan ditengah pandemi Covid-19.

“Jadi hasil test swab itu dipercepat, sehingga nanti kalaupun ada hal-hal yang perlu kami tindaklanjuti dapat kami tindaklanjuti dengan cepat, dan itu sudah disanggupi oleh Dinas Kesehatan dalam hal ini sebagai Satgas Covid-19,” terangnya. (*/DEI)

Bawaslu Bangka Barat Gelar Rapid Test Serentak Bagi Jajaran Pengawas Pilkada

WARTABANGKA, MUNTOK– Bawaslu Kabupaten Bangka Barat melalui Panwaslu Kecamatan melakukan rapid test untuk mengantisipasi penyebaran Covid-19 bagi jajaran pengawas pemilihan di daerah itu selama tahapan Pilkada 2020.

Pelaksanaan rapid test dilakukan di Kantor Bawaslu Bangka Barat dan juga digelar serentak di masing-masing kecamatan, pada Jum’at (27/2).

Adapun jumlah pengawas yang mengikuti Rapid Test sebanyak 553 orang dengan rincian, jajaran Bawaslu Bangka Barat meliputi ketua, anggota dan pegawai sekretariat sebanyak 21 orang.

Sedangkan pelaksanaan rapid test di Panwaslu Kecamatan Mentok diikuti sebanyak 124 orang, Simpangteritip, 84 orang, Jebus, 86 orang, Parittiga, 86 orang, Kelapa, 92 orang dan Kecamatan Tempilang sebanyak 80 orang.

Pelaksanaan rapid tes ini merupakan kerja sama antara Bawaslu Bangka Barat, RSUD Kabupaten serta Dinas Kesehatan Kabupaten Bangka Barat. Rapid yang dilakukan ini merupakan bentuk komitmen Bawaslu dalam proses penegakan protokol Kesehatan untuk mencegah penyebaran Covid-19.

Selain dilakukan rapid, jajaran Bawaslu juga dibekali dengan Alat Pelindung Diri (APD) berupa masker, face shield dan hand sanitizer, serta sarung tangan karet yang dapat digunakan pada saat melakukan pengawasan tahapan kampanye dan pemungutan dan penghitungan suara.

Sementara itu, di Sekretariat Bawaslu dan Panwaslu juga diberlakukan pencegahan Covid-19 melalui 3M, mencuci tangan, menjaga jarak dan memakai masker. Sebelum memasuki kantor, setiap pegawai dan tamu kantor diperiksa suhu tubuhnya dengan menggunakan thermo gun. Jika suhu tubuh mencapai lebih dari 37,3 derajat, maka yang bersangkutan tidak diperbolehkan memasuki kantor.

Untuk memantau pelaksanaan rapid di Kabupaten Bangka Barat, Bawaslu Provinsi melakukan monitoring untuk memastikan pelaksanaan rapid test berjalan dengan lancar.

Monitoring ini merupakan dukungan moril untuk jajaran pengawasan agar siap dan selalu sigap dalam melakukan pengawasan pilkada di masa pandemik. Berdasarkan hasil monitoring seluruh peserta yang dijadwalkan ikut rapid seluruhnya dapat mengikuti kegiatan dengan baik di wilayah masing-masing, dan pelaksanaan rapid tidak ada kendala sama sekali.

Sampai dengan berita ini diturunkan belum ada peserta rapid yang dinyatakan reaktif, sehingga merupakan bentuk kelegaan. Kalaupun ada peserta yang reaktif akan langsung diswab pada saat itu juga, untuk selanjutnya jika positif akan dikarantina pada tempat yang telah ditentukan oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Bangka Barat. (rls)

Amankan Pilkada Serentak, Polres Bangka Barat Terjunkan 292 Personel

WARTABANGKA, MUNTOK – Kapolres Bangka Barat, AKBP Fedriansah menegaskan pihaknya siap melaksanakan tugas pengamanan dalam menghadapi Pilkada Serentak 2020. Sebanyak 292 personel diterjunkan untuk mengamankan pesta demokrasi yang akan berlangsung pada Desember mendatang.

“Kami siap menerjunkan sebanyak 292 personel polres dan polsek jajaran dan akan diperbantukan personel BKO dari Polda Bangka Belitung,” sebut kapolres saat Rapat Koordinasi Persiapan Pelaksanaan Pilkada serentak Tahun 2020 di Gedung OR I Setda Kabupaten Bangka Barat, Jumat ( 27/11) .

Dalam kesempatan tersebut, kapolres juga menjelaskan sebelum melakukan pengamanan, tiap-tiap personel harus di cek terlebih dahulu kesehatannya sesuai dengan protokol kesehatan Covid-19.

” Sebelum melaksanakan pengamanan Pilkada serentak 2020 Bangka Barat, saya harap personel pengamanan harus dicek dulu kesehatannya dan di fasilitas APD kesehatan, agar masyarakat yang datang ke TPS merasa aman,” tutupnya. (*/IBB)

Algafry Siap Bangun Akses Jalan Sungaiselan-Tanjung Pura

WARTABANGKA, SUNGAISELAN – Calon Bupati Bangka Tengah Algafry Rahman siap membangun jalan yang menghubungkan Sungaiselan dengan Tanjung Pura, Kecamatan Sungaiselan.

Hal itu ditegaskan Politisi Partai Golkar tersebut dalam pertemuan dengan masyarakat Desa Tanjung Pura, sebelum menyambangi warga Dusun Pulau Nangka beberapa waktu lalu.

“Ini janji saya akan turun langsung ke bapak ibu ketika nanti diamanahkan menjadi bupati Bangka Tengah,” katanya.

Menurutnya, masyarakat Desa Tanjung Pura juga akan diupayakan mendapat akses jalan menuju Sungaiselan jika ia terpilih nanti. Kedekatan dengan Gubernur Babel membuat hal ini akan lebih mudah terealisasi.

“Dengan kedekatan kita ke pak Gubernur, kolaborasi dengan Pemerintah Provinsi akan mudah merealisasikan sejumlah program yang kita canangkan,” kata mantan ketua DPRD Bangka Tengah itu.

Algafry menyampaikan sejumlah program dalam kampanye dialogis itu yakni membekali anak siswa sekolah dengan pendidikan yang layak, memberikan beasiswa dan meningkatkan ketrampilan agar mempunyai skill dan siap kerja.

“Bidang kesehatan kita maksimalkan puskesmas dengan pelayanan 24 jam, dengan menyediakan ambulans standby, antar jemput pasien. Ini harus mulai kita gerakkan,” ucapnya.

Sebagai calon bupati akan dia membuktikan yang terbaik kepada semua orang. Jika ada pertimbangan lain untuk memilih pasangan calon lain dipersilahkan. Tetapi jangan bertengkar dan harus saling menjaga hubungan baik.

“Silakan ada pilihan lain, tetapi jangan bertengkar. Kita harus baik semua. Jangan sekecil hati pun menjelekkan orang lain,” pungkasnya. (*/)

Bawaslu Bateng Jalin Kerja Sama Pengawasan Partisipatif dengan PC NU dan STIH Pertiba

WARTABANGKA, KOBA – Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Bangka Tengah (Bateng) menandatangani nota kesepahaman dengan Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Bateng dan STIH Pertiba Pangkalpinang.

Penandatanganan nota kesepahaman terkait program pengawasan partisipatif pada Pilkada Serentak Tahun 2020 ini dilakukan pada Senin (9/11) di Homepage Cafe Koba.

Hadir dalam kesempatan tersebut Anggota Bawaslu Provinsi Kepulauan Bangka Belitung Andi Budi Yulianto, Ketua Bawaslu Kabupaten Bateng Robianto bersama Anggota Muhammad Utoyo dan Wahyu Tri Buwono, Wakil Ketua I STIH Pertiba Pangkalpinang Yandi, Ketua PCNU Bateng Ustadz Maftuh Ali, serta Ketua Panwaslu Kecamatan se-Kabupaten Bateng.

Adapun nota kesepahaman yang ditandatangani bersama PCNU Kabupaten Bateng ini berkaitan dengan pelaksanaan program Safari Pengawasan Goes To Masjid. Sedangkan nota kesepahaman yang ditandatangani bersama STIH Pertiba Pangkalpinang berkaitan dengan pelaksanaan program Gardu Pengawasan Partisipatif.

Kedua program unggulan Bawaslu Kabupaten Bateng ini dilaksanakan di seluruh kecamatan di Kabupaten Bateng.

Dalam sambutannya, Ketua Bawaslu Bateng, Robianto menyampaikan apresiasi dan ungkapan terima kasihnya kepada PCNU Bateng dan STIH Pertiba Pangkalpinang yang telah bersedia menjalin kerjasama dengan pihaknya.

Dikatakannya, hal ini menunjukkan semangat yang luar biasa dari organisasi keagamaan dan pihak Perguruan Tinggi dalam mendukung secara nyata upaya Bawaslu Kabupaten Bateng dalam memerangi politik uang dan hoaks pada Pilkada Tahun 2020 ini.

“Kepedulian yang ditunjukkan oleh PCNU Bateng dan STIH Pertiba Pangkalpinang ini menandakan bahwa politik uang dan hoaks pada Pilkada Kabupaten Bateng Tahun 2020 ini merupakan musuh kita bersama yang harus kita perangi bersama dalam mewujudkan Pilkada Kabupaten Bateng Tahun 2020 yang demokratis, bermartabat, dan berintegritas,” ujarnya.

Dengan adanya jalinan kerjasama dalam pelaksanaan kedua program ini, menurut Robianto tentu sangat membantu pihaknya dalam optimalisasi pelaksanaannya. Apalagi dalam realisasinya, program ini akan bersentuhan langsung dengan masyarakat di lapangan.

“Ini salah satu upaya yang kita lakukan untuk menciptakan Pilkada Bateng Tahun 2020 yang demokratis dan berintegritas melalui kerjasama dengan stakeholder,” ungkapnya.

Ketua PCNU Kabupaten Bateng, Ustaz Maftuh Ali menyatakan pihaknya menyambut baik adanya jalinan kerjasama ini. Menurutnya, jalinan kerjasama seperti ini baru pertama kali dilaksanakan pihaknya dalam mendukung pengawasan partisipatif di Pilkada maupun Pemilu.

“Terimakasih untuk Bawaslu Bateng yang sudah menggandeng kami dalam program ini. Insya Allah kami akan membantu semaksimal mungkin untuk menyampaikan pesan anti politik uang dan anti hoaks dalam Pilkada Bateng Tahun 2020 ini,” ucapnya.

Senada, Wakil Ketua I STIH Pertiba Pangkalpinang, Yandi menyampaikan jalinan kerjasama seperti ini sangat penting dilakukan agar semua pihak memiliki semangat yang sama dalam menciptakan Pilkada yang demokratis, bermartabat, dan berintegritas di Kabupaten Bateng tahun 2020 ini.

“Program yang diinisiasi Bawaslu Kabupaten Bateng ini tentu sangat baik. Makanya, kami pun menyambut baik jalinan kerjasama ini,” imbuhnya.

Sementara itu, Anggota Bawaslu Provinsi Kepulauan Babel, Andi Budi Yulianto mengatakan program yang melibatkan stakeholder seperti ini sangat penting. Untuk itu, menurutnya Bawaslu Provinsi Kepulauan Babel menyambut baik kerjasama yang dijalin oleh Bawaslu Kabupaten Bateng dengan dua lembaga ini.

“Mudah-mudahan dengan banyaknya pola pengawasan partisipatif yang dilakukan ini, dapat semakin mendorong terciptanya Pilkada Kabupaten Bateng yang demokratis,” harapnya. (*/Humas Bawaslu Bateng)

Kuota Calon PTPS di Bateng Terpenuhi Tanpa Perpanjangan Pendaftaran

WARTABANGKA, KOBA– Panwaslu Kecamatan se-Kabupaten Bangka Tengah telah mengumumkan hasil penjaringan calon Pengawas Tempat Pemungutan Suara (PTPS) pada Pilkada Kabupaten Bangka Tengah (Bateng) yang telah memenuhi syarat administrasi dan hasil tes wawancara.

Pengumuman ini telah disampaikan pada Rabu (28/10) kemarin di seluruh kantor kelurahan/desa, kantor kecamatan dan kantor Panwaslu Kecamatan, serta laman Bawaslu Kabupaten Bateng.

Ketua Bawaslu Kabupaten Bateng, Robianto mengatakan proses pendaftaran calon PTPS di Kabupaten Bateng telah berakhir pada tanggal 15 Oktober 2020, dimana di setiap kecamatan di Kabupaten Bateng tidak ada masa perpanjangan pendaftaran.

“Alhamdulillah untuk di Bateng kuota minimal setiap TPS terpenuhi tanpa perpanjangan masa pendaftaran. Artinya kuota minimal terpenuhi sejak masa pendaftaran dari tanggal 03 – 15 Oktober 2020 dan Bateng menjadi satu-satunya dari 4 kabupaten Pilkada di Babel yang tidak ada perpanjangan masa pendaftaran,” ujarnya, Sabtu (31/10).

Diungkapkannya, jumlah kuota minimal calon PTPS di Kabupaten Bateng sebanyak dua kali jumlah PTPS yang dibutuhkan. Adapun jumlah TPS di Kabupaten Bateng pada Pilkada Serentak Tahun 2020 ini sebanyak 383 TPS.

“Jadi, jumlah kuota minimal yang kita perlukan itu sebanyak 766 orang, dimana minimal tersebar 2 orang calon di setiap TPS,” ungkapnya.

Adapun jumlah calon PTPS yang menyerahkan berkas, disampaikannya sebanyak 823 orang, terdiri dari 415 orang laki-laki dan 408 perempuan yang tersebar di Kecamatan Koba sebanyak 181 orang, Kecamatan Lubuk Besar sebanyak 142 orang dan Kecamatan Sungaiselan sebanyak 146 orang

Sedangkan di Kecamatan Simpangkatis sebanyak 111 orang, Kecamatan Pangkalan Baru sebanyak 173 orang, dan Kecamatan Namang sebanyak 70 orang.

“Dari total 823 orang pelamar tersebut, jumlah yang dinyatakan Memenuhi Syarat (MS) sebanyak 811 orang dan Tidak Memenuhi Syarat sebanyak 12 orang,” terangnya seraya menyatakan pelamar yang dinyatakan TMS disebabkan karena terdata di dalam Sipol sebagai anggota partai politik.

“Untuk rincian pelamar MS sebanyak 811 orang tersebut terdiri dari Kecamatan Koba sebanyak 181 orang, Kecamatan Lubuk Besar sebanyak 132 orang, Kecamatan Sungaiselan sebanyak 146 orang, Kecamatan Simpangkatis sebanyak 109 orang, Kecamatan Pangkalan Baru sebanyak 173 orang, dan Kecamatan Namang sebanyak 70 orang,” sambungnya panjang lebar.

Lebih lanjut diutarakannya saat Ini pihaknya bersama seluruh Panwaslu Kecamatan sedang meminta tanggapan dan masukan dari masyarakat terhadap nama-nama yang sudah diumumkan. Tanggapan dan masukan masyarakat ini berkaitan dengan rekam jejak calon PTPS dan bisa disampaikan mulai tanggal 28 Oktober hingga 03 November 2020.

“Tanggapan dan masukan masyarakat ini kami minta jika ada dari masyarakat yang mengetahui terhadap rekam jejak calon PTPS, misalnya berafiliasi dengan partai politik atau sebagai Tim Kampanye. Kalau secara administrasi sudah kami telusuri. Nah, ini dimaksudkan siapa tahu masih ada dan belum kami ketahui,” imbuhnya.

Penyampaian tanggapan dan masukan masyarakat ini, menurutnya dengan mengisi formulir tanggapan terlebih dahulu yang bisa diperoleh di Kantor Panwaslu Kecamatan se-Bateng ataupun melalui laman Bawaslu Kabupaten Bateng.

“Tanggapan dan masukan ini bisa disampaikan langsung ke Kantor Panwaslu Kecamatan atau dikirim melalui email Bawaslu Kabupaten Bateng. Setelah tanggapan ini kita terima, selanjutnya akan ada proses klarifikasi yang akan dilakukan Panwaslu Kecamatan pada tanggal 04-06 November 2020,” pungkasnya.

“Selanjutnya pengumuman PTPS terpilih akan dilakukan pada tanggal 11 November 2020 dan pelantikan dilakukan secara serentak oleh masing-masing Panwaslu Kecamatan pada tanggal 16 November 2020,” tambahnya.(Humas Bawaslu Bangka Tengah)

Bawaslu Babel Sosialisasikan Perbawaslu Nomor 4 Tahun 2020

WARTABANGKA, PANGKALPINANG– Bawaslu Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) melakukan sosialisasi Perbawaslu Nomor 4 Tahun 2020 tentang Pengawasan Penanganan Pelanggaran dan Penyelesaian Sengketa Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur, Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati, serta Walikota dan Wakil Walikota Serentak Lanjutan Dalam Kondisi Bencana Non-Alam pada salah satu hotel di Pangkalpinang.

Sosialisasi dilakukan untuk memberikan pemahaman kepada seluruh Partai Politik dan masyarakat Pengawasan Penanganan Pelanggaran dan Penyelesaian Sengketa Pemilihan di tengah Pandemi Covid-19, Selasa (27/10).

“Tugas dan kewenangan Bawaslu dalam penyelenggaraan Pilkada tidak hanya menjaga legitimasi penyelenggara Pilkada, namun juga menyangkut kondisi Pandemi Covid-19 ditengah berlangsungnya tahapan Pilkada,” jelas Ketua Bawaslu Babel, Edi Irawan saat menyampaikan sambutannya.

Mengupas tuntas isi dan materi penanganan pelanggaran serta penyelesaian sengketa yang ada dalam Perbawaslu tersebut, Bawaslu Babel menghadirkan 2 narasumber berkompeten yakni Faisal Akademisi Fakultas Hukum Universitas Bangka Belitung dan Yandi Akademisi Sekolah Tinggi Ilmu Hukum Perguruan Tinggi Bangka.

“Terimakasih kepada kedua narasumber yang nantinya akan mengupas tuntas point penting dalam Perbawaslu ini sehingga diketahui masyarakat secara umum,”jelasnya.

Edi menilai bahwa ada tugas tambahan yang dituangkan dalam Perbawaslu tersebut, karena selain mengawasi pelaksanaan Pilkada 2020, Bawaslu juga diwajibkan mengawasi protokol kesehatan pencegahan Covid-19 selama pelaksanaan tahapan Pilkada 2020.

Dalam kesempatan itu, Edi meminta dukungan semua pihak terutama masyarakat untuk turut mensukseskan Pilkada 2020 terutama terkait dengan penerapan prokol kesehatan pencegahan penyebaran Covid-19 di Babel.

Penulis dan Foto : Jazzkyanda

Editor : Hilton Tampubolon

Debat Publik Pilkada Bangka Barat Bisa Diikuti dengan Aplikasi Zoom

WARTABANGKA, MUNTOK – Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Bangka Barat, Pardi menyebutkan akan ada pembatasan jumlah orang yang menghadiri debat publik Pilkada Bangka Barat 2020 yang dilaksanakan dalam waktu dekat. Pembatasan ini menurut dia, tidak hanya berlaku bagi para pendukung dan simpatisan calon kepala daerah tetapi juga wartawan.

Menurut dia, pembatasan dikarenakan karena kondisi Pilkada 2020 sangatlah berbeda, karena dalam pandemi Covid-19. Saat acara tersebut, para awak media atau jurnalis bisa mengikuti acara tersebut namun menggunakan aplikasi zoom. Akan tetapi, terkecuali bagi media yang bekerja sama dengan KPU seperti media RRI atau pun radio yang terlibat dalam proses penyiaran secara langsung nanti.

“Tapi tidak menutup kemungkinan kalau kawan-kawan mau hadir untuk menyaksikan, hadir ngambil foto minimal. Nanti kita berikan kesempatan di session setelah atau sebelum, nanti kami akan susun di sesi sebelum debat,” ujar Pardi saat konferensi pers bersama awak media di Orange Cafe, Jalan Raya Peltim, Muntok, Selasa ( 27/10) sore.

Dia mengatakan saat debat publik nanti, pihaknya juga akan menggelar jumpa pers bagi awak media.

“Mungkin sekitar 10-15 menit untuk jumpa pers. Kita berikan kesempatan, biasa setelah debat, pasti ada tuh jumpa pers, paslon dengan media, mungkin kawan – kawan media ada yang mau ditanya kan secara langsung terkait debat nanti kami akan atur space-nya ruangnya apakah sebelum atau setelah debat,” kata Pardi.

Dia menambahkan durasi debat publik yang akan dilaksanakan sekitar 90 menit. “Ini debatnya nggak lama, paling hanya 90 menit jadi kita akan bagi dua kali debat, debat pertama 11 November dan 23 November,” tukas Pardi. (*/IBB )

Debat Publik Pilkada, KPU Bangka Barat Siapkan Empat Panelis

WARTABANGKA, MUNTOK – Divisi Sosialisasi Pendidikan Pemilih, Partisipasi Masyarakat dan Sumber Daya Manusia KPU Bangka Barat (Babar), Yulizar mengatakan dalam debat publik yang akan digelar akan ada beberapa materi-materi yang akan dibahas. Pihaknya juga telah menyiapkan para panelis untuk debat publik.

“Tentunya ini akan dibedah nanti materi-materi kampanye itu atau materi-materi debat publik itu oleh para panelis yang memang sudah kita dapatkan panelisnya,” kata Yulizar saat konferensi pers bersama awak media di Orange Cafe, Jalan Raya Peltim Muntok, Selasa (27/10).

Yulizar menyebut para panelis itu berasal dari perwakilan empat perguruan tinggi atau universitas yang ada di Bangka Belitung.

“Itu dari akademisi rata-rata itu di empat perguruan tinggi di Babel ini sudah kita ada perwakilan. Itu ada dari UBB, ada dari IAIN juga ada, ada dari STKIP Muhammadiyah dan kemudian juga dari Sekolah Tinggi Ilmu Politik Pahlawan 12. Jadi sudah mewakili semua universitas yang ada di Bangka Belitung,” imbuhnya.

Dia menambahkan panelis tersebut nantinya mempunyai tugas tersendiri yakni memformulakan, membuat pertanyaan atau membedah menyiapkan pertanyaan kepada paslon-paslon calon Bupati dan wakil Bupati pada Pilkada 2020.

“Tentu ini terkait juga disamping memang materi-materi yang ada di memang sudah di bunyikan di PKPU tentunya terkait masalah visi misi masing-masing paslon,” tutup Yulizar. (*/IBB)