Pilkada

KPU Bangka Barat Tunggu PKPU Soal Aturan Kampanye Pilkada

WARTABANGKA, MUNTOK – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Bangka Barat telah menetapkan tahapan jadwal kampanye untuk tiga pasangan calon (paslon) di Pilkada di daerah itu. Tahapan ini akan dimulai pada 26 September hingga 5 Desember 2020.

“Jadi mulai tanggal 26 September sampai dengan 5 Desember artinya rentang waktu itu ada 71 hari masa kampanye,” kata Divisi Sosialisasi Pendidikan Pemilih, Partisipasi Masyarakat dan SDM, Yulizar, Rabu (23/9).

Dia menjelaskan, ada beberapa materi dalam kampanye tersebut seperti pertemuan terbatas tatap muka, pemasangan Alat Peraga Kampanye (APK) dan penyebaran bahan kampanye.

“Di rentang waktu itu ada namanya debat publik antarkandidat calon bupati dan wakil bupati Bangka Barat kemudian ada iklan kampanye di media cetak elektronik maupun daring nanti tentu akan kita atur,” jelasnya.

Namun, terkait hal ini, pihaknya, kata Yulizar masih belum bisa memutuskan karena masih menunggu terbitnya PKPU tentang kampanye.

“Mudah-mudahan malam ini atau besok PKPU itu akan terbit sehingga kami akan segera mungkin akan menyampaikan kepada kawan-kawan tim kampanye sehingga ada hal-hal penting yang harus disebutkan dalam SK itu terkait misalnya zonasi pemasangan APK ukurannya,” ujar Yulizar.

“Kemudian di mana yang tidak boleh dan di mana yang boleh dan ini penting untuk menjadi perhatian kami kemudian penyebaran bahan kampanye ini juga harus akan kami sampaikan tetapi lagi-lagi karena memang belum diterbitkannya PKPU kampanye sehingga kami bisa belum bisa menerbitkan SK, mungkin keterlambatan ini adalah masih mempertimbangkan faktor protokol kesehatan covid-19,” lanjutnya.

Disamping itu, Yulizar menerangkan saat video conference bersama KPU RI, pihaknya telah disampaikan bahwa salah satu yang mungkin akan ditiadakan adalah rapat umum. Selain itu, kegiatan lain yang bisa menimbulkan kerumunan banyak orang seperti kegiatan Pagelaran Seni Budaya, kegiatan olahraga kemudian bazar dan sebagainya masih akan dibahas.

Akan tetapi, terkait rapat umum, apabila ternyata memang nantinya di PKPU 4 itu tertuang pasal yang menyatakan kampanye ini ditiadakan maka secara otomatis SK akan berubah.

“Makanya kemudian kenapa sampai sekarang kami belum men SK kan itu kami masih menunggu PKPU tentang kampanye jadi ini salah satu permasalahan penting yang memang harus dibahas di PKPU itu kalau kita melihat,” pungkas Yulizar. (*/IBB )

Besok, KPU Bangka Barat Gelar Pengundian Nomor Urut Paslon di Pesanggrahan Banka Tin

WARTABANGKA, MUNTOK – Koordinator Divisi Teknis Penyelenggara KPU Bangka Barat, Harpandi mengatakan pihaknya akan melakukan pengundian nomor urut pasangan calon pada 24 September 2020 di Pesanggrahan Banka Tin Winning, Muntok. Saat acara pengundian, katanya akan tetap mematuhi protokol kesehatan (prokes) Covid-19.

“Besok itu kita jadwalkan untuk melakukan pengundian nomor urut, itu kita mulai jam 9 pagi. Kami akan tetap memperhatikan protokol kesehatan. Hal ini pun telah disampaikan kepada LO masing-masing pasangan calon,” kata Harpandi saat konferensi pers di Cafe Katiga, Muntok, Rabu (23/9) sore.

Dia menegaskan, siapa saja yang datang pada saat acara sesuai dengan undangan yang sudah dilampirkan oleh KPU kepada pasangan calon. “Bukan apa-apa karena memang kita di situasi pandemi ini kita harus memperhatikan situasi yang sampai sekarang itu juga kan masih tinggi,” kata Harpandi.

Untuk itu, dia berharap kepada para awak media untuk bisa mensosialisasikan kepada partai politik untuk bisa mengingatkan kepada LO partai politik ataupun dukungan pasangan calon agar mentaati protokol kesehatan covid-19.

Terkait penetapan pasangan calon, dia mengatakan sebelumnya pihaknya telah melakukan rapat pleno terlebih dahulu.

Dalam rapat pleno tersebut, berbagai pertimbangan serta merujuk kepada SK KPU RI 394 terkait masalah baik itu syarat pencalonan dan syarat calon.

Sementara, tiga pasangan calon bupati dan wakil bupati yang bertarung di Pilkada Serentak 2020 telah ditetapkan dalam rapat pleno yang berlangsung di Kantor KPU Bangka Barat, Rabu (23/9/2020). Paslon tersebut adalah Markus-Badri Syamsu, Safri-Eddy Arif dan Sukirman-Bong Ming Ming.(*/IBB)

Tiga Paslon Resmi Bertarung di Pilkada Bangka Barat

WARTABANGKA, MUNTOK – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Bangka Barat resmi menetapkan tiga pasangan calon (paslon) bupati dan wakil bupati yang bertarung di Pilkada Serentak 2020.

Penetapan ketiga paslon kepala daerah itu dilakukan dalam rapat pleno yang berlangsung di Kantor KPU setempat, Rabu (23/9/2020). Paslon tersebut adalah Markus-Badri Syamsu, Safri-Eddy Arif dan Sukirman-Bong Ming Ming.

Ketua KPU Bangka Barat, Pardi menjelaskan terkait dengan pendaftaran pasangan calon yang mendaftar mulai tanggal 4 sampai 6 September 2020, pihaknya telah melakukan tahapan verifikasi dan pemeriksaan kesehatan.

“Sehingga pada pagi hari tadi jam 10 pagi tadi kami sudah menetapkan pasangan calon yang akan berkompetisi di Pemilukada Kabupaten Bangka Barat,” jelas Pardi saat Konferensi Pers di Cafe Katiga, Muntok, Rabu (23/9) sore.

Dia menambahkan untuk persiapan kampanye para pasangan calon akan dimulai pada tanggal 26 September 2020.

“KPU sedang menyiapkan beberapa peraturan teknis terkait dengan persiapan kampanye tersebut baik berupa zona kampanye jadwal kampanye maupun alat peraga jenis atau apa jenis fasilitasi alat peraga yang akan digunakan dalam pelaksanaan kampanye,”tutup Pardi. (*/IBB)

Bawaslu Bateng Ajak Bapaslon Bersama-sama Cegah Kerumunan di Tahapan Pencalonan

WARTABANGKA, KOBA – Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Bangka Tengah (Bateng) mengajak bakal pasangan calon (Bapaslon) dan partai politik pada Pilkada Serentak Tahun 2020 ini untuk bersama-sama berkomitmen mencegah terjadinya kerumunan massa dan menerapkan protokol kesehatan Covid-19 pada saat penetapan paslon dan pengundian nomor urut yang dilaksanakan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Bateng pada 23 dan 24 September 2020 ini.

Imbauan ini disampaikan Bawaslu Kabupaten Bateng dalam gelaran Rapat Dalam Kantor (RDK) yang dilaksanakan pada Senin (21/9) sore di Kantor Bawaslu Kabupaten Bateng.

Hadir dalam RDK tersebut Ketua Bawaslu Kabupaten Bateng Robianto dan Anggota Muhamad Utoyo, Ketua KPU Kabupaten Bateng Rusdi dan Anggota Apit, Hendra Sinaga, dan M. Panjitiana, LO Bakal Paslon, serta Pimpinan Partai Politik. Adapun narasumber yang dihadirkan, yakni Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bateng dr. Bahrun Siregar dan Kasat Reskrim Polres Bateng Iptu. Mulya.

Ketua Bawaslu Kabupaten Bateng, Robianto dalam kesempatan tersebut mengatakan kegiatan RDK ini dilaksanakan pihaknya guna menindaklanjuti surat Bawaslu RI Nomor 0553 yang baru saja diterima pihaknya pada Sabtu (19/9) malam.

Dalam surat tersebut pihaknya diminta untuk mensosialisasikan secara langsung kepada bakal Paslon dan partai politik untuk mencegah terjadinya kerumunan dan menerapkan protokol kesehatan Covid-19 pada saat penetapan paslon dan pengundian nomor urut oleh KPU Kabupaten Bateng.

“Imbauan secara tertulis sudah kita sampaikan, baik kepada KPU Kabupaten Bateng maupun kepada bakal Paslon. Sore ini (Senin_red) kita perkuat kembali dengan menyampaikan sosialisasi secara langsung melalui kegiatan RDK ini,” ujarnya.

Menurutnya, pandemi Covid-19 masih belum berakhir. Untuk itu, penting bagi bakal Paslon dan partai politik untuk memiliki komitmen bersama guna mencegah terjadinya kerumunan massa dan menerapkan protokol kesehatan Covid-19 pada saat menghadiri kegiatan penetapan paslon dan pengundian nomor urut Paslon.

“Komitmen ini yang terpenting untuk kita bangun bersama, yaitu komitmen untuk melaksanakan ketentuan yang ada. Tidak perlu kita melakukan konvoi ataupun kegiatan lainnya yang menyebabkan kerumunan massa pada saat penetapan paslon dan pengundian nomor urut,” ungkapnya di hadapan LO bakal Paslon dan partai politik.

“Kami yakin dan percaya, setiap bakal Paslon tentu punya barisan pendukung masing-masing. Hal ini tidak perlu kita tunjukkan kepada publik, karena saa ini kita masih dalam kondisi Pandemi Covid-19. Yang terpenting bagaimana kita bersama-sama memiliki komitmen untuk mematuhi ketentuan yang ada, sehingga tidak tercipta klaster Covid-19 yang baru pada Pilkada Serentak Tahun 2020 ini,” ingatnya.

Dalam kesempatan tersebut, LO Bakal Paslon H. Ibnu Saleh dan Herry Erfian, serta LO Bakal Paslon Didit Sri Gusjaya dan H. Korari Suwondo bersama partai politik yang hadir menyampaikan komitmennya untuk bersama-sama mencegah terjadinya kerumunan massa dan menerapkan protokol kesehatan Covid-19 pada saat penetapan paslon dan pengundian nomor urut. Mereka pun berjanji untuk menyampaikan hal tersebut kepada bakal Paslon masing-masing.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bateng dr. Bahrun Siregar menyampaikan paparannya dengan menjelaskan penerapan protokol kesehatan Covid-19 dan cara penularan Covid-19. Bahrun pun mengungkapkan data sebaran Covid-19 di Kabupaten Bateng yang jumlahnya sebanyak 20 kasus, dimana 18 kasus telah dinyatakan sembuh dan 2 kasus masih dalam perawatan.

Sedangkan Kasat Reskrim Polres Bateng, Iptu. Mulya dalam paparannya menyampaikan sanksi hukum yang dapat dijerat bagi pelanggar prokotol kesehatan Covid-19, terutama terkait adanya Maklumat Kapolri tentang Kepatuhan Terhadap Protokol Kesehatan Dalam Pelaksanaan Pemilihan Tahun 2020 yang baru saja diterbitkan pada tanggal 21 September 2020.(Humas Bawaslu Bangka Tengah)

Jelang Tahapan Kampanye, 150 Orang Jajaran Pengawas di Bateng Ikuti Rapid Test

WARTABANGKA,KOBA – Menjelang tahapan kampanye pada Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Bangka Tengah Tahun 2020, Badan Pengawasan Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Bangka Tengah (Bateng) melakukan rapid test bagi seluruh jajaran pengawas pemilihan, mulai dari tingkat kabupaten, kecamatan hingga tingkat kelurahan/desa.

Kegiatan yang dilakukan pada Senin (21/9) pagi tersebut dilakukan untuk memastikan seluruh jajaran pengawas pemilihan di Kabupaten Bateng terbebas dari paparan Covid-19 sebelum melakukan tugas-tugas pengawasan pada masa kampanye ini.

“Kegiatan rapid tes ini merupakan bentuk kerjasama kita dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Bateng,” ujar Ketua Bawaslu Kabupaten Bateng, Robianto disela-sela kegiatan rapid tes, Senin (22/9).


Menurut dia, sebelum melaksanakan tugas-tugas pengawasan pada kampanye, penting bagi pihaknya untuk memastikan bahwa seluruh jajaran pengawas pemilihan di Bateng terbebas dari paparan Covid-19. Hal ini dimaksudkan guna memberikan rasa aman bagi masyarakat.

“Alhamdulillah dari hasil rapid tes ini seluruh jajaran kita sebanyak 150 orang hasilnya nonreaktif semua,” terangnya.

Diungkapkannya, kegiatan rapid tes tersebut diselenggarakan di 6 titik yang tersebar di setiap kecamatan di Kabupaten Bateng dan dilaksanakan secara serentak, yaitu Kantor Dinas Kesehatan Kabupaten Bateng, Puskesmas Kecamatan Namang, Puskesmas Kecamatan Pangkalan Baru, Puskesmas Kecamatan Sungaiselan, Puskesmas Kecamatan Simpangkatis, serta Puskesmas Kecamatan Lubuk Besar.

“Terimakasih kepada pihak Dinas Kesehatan Kabupaten Bateng yang telah memfasilitasi pelaksanaan rapid tes ini,” ungkapnya.

Lebih lanjut ia pun menghimbau kepada seluruh jajaran pengawas pemilihan di Kabupaten Bateng agar selalu menerapkan protokol kesehatan dalam setiap kali melakukan tugas-tugas pengawasan di lapangan.

“Kondisi Pandemi Covid-19 belum berakhir. Untuk itu, kami menghimbau setiap jajaran pengawas agar selalu waspada dan selalu menjaga imunitas tubuh supaya terhindar dari paparan Covid-19,” tandasnya. (Humas Bawaslu Bangka Tengah)

KPU Izinkan Peserta Pilkada Gelar Konser di Tengah Pandemi, Ini Tanggapan Ketua Bawaslu Babel

WARTABANGKA, PANGKALPINANG – Ketua Bawaslu Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel), Edi Irawan mempersilahkan para kandidat Pilkada Serentak 2020 menggelar konser maupun bazar dalam rangka kampanye di tengah pandemi Covid-19.

“Kalaupun aturannya seperti itu, memperbolehkan, pada prinsipnya bagi kami Bawaslu, silahkan saja untuk melakukan itu,” kata Edi kepada wartawan, Rabu (16/9).

Dia menekankan, perlu adanya pemahaman bersama terkait Pasal 63 ayat (1) PKPU Nomor 10 tahun 2020 yang mengatur tentang metode kampanye.

“Baik itu dari pihak penyelenggara, KPU, Bawaslu, pasangan calon (paslon), tim sukses, dan aparat keamanan di dalam menindaklanjuti setiap metode kampanye yang akan dilakukan oleh paslon,” jelasnya.

“Secara teknis memang juga sudah disebutkan aturannya seperti apa, metode yang diperbolehkan, jumlah orang yang hadir di dalam momen kegiatan itu,” tambahnya.

Dalam posisi ini, ia hanya dapat mengimbau agar paslon beserta dengan tim suksesnya yang hadir dalam kegiatan konser atau bazar tetap mematuhi protokol kesehatan.

“Yang pertama, dalam rangka kita untuk meminimalisir terjangkitnya wabah virus corona ini, kemudian yang kedua, antarsesama lembaga penyelenggara, pihak keamanan agar berkoordinasi dengan stakeholder yang lain, dalam hal ini, termasuk pemerintah daerah,” terangnya.

“Karena pemerintah daerah juga bertanggung jawab terhadap kondusifitas daerahnya, artinya dalam koordinasi ini, setidaknya ada hal-hal yang perlu dibicarakan bersama,” tandasnya. (*/DEI)

Pengurus dan Kader Partai Golkar Babar Diinstruksikan Menangkan Pasangan Markus-Badri

WARTABANGKA, MUNTOK – Ketua DPD Partai Golkar Bangka Belitung (Babel), Bambang Patijaya menegaskan kepada seluruh pengurus dan kader Partai Golkar di Bangka Barat mematuhi instruksi partai untuk memenangkan pasangan calon Markus dan H. Badri Syamsu dalam Pilkada 2020.

Hal ini sesuai dengan Surat Keputusan dan B-1 KWK Parpol yang telah dikeluarkan dan ditandatangani oleh Ketua Umum DPP Partai Golkar Airlangga Hartanto dan Sekretaris Jenderal Lodewijk F Paulus tertanggal 28 Agustus 2020.

SK itu berisi tentang Persetujuan Pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati di Bangka Barat, maka seluruh pengurus dan kader golkar yang ada di kabupaten, kecamatan, desa dan organisasi sayap partai golkar wajib untuk mematuhi dan memenangkan pasangan yang ditunjuk tersebut.

“Tidak boleh ada kader membelot dari perintah partai, meskipun kita semua mempunyai kedekatan dengan pasangan calon lain tetapi yang harus diutamakan adalah partai dan jika ada yang membelot maka bisa dikasih sanksi tegas,” tegas BPJ, Rabu (16/9).

Ketua DPD II Partai Golkar Bangka Barat, Deddi Wijaya meyakini bahwa semua pengurus dan kader partai golkar di Bangka Barat tetap solid mengikuti perintah DPP Partai Golkar.

“Kita adalah Golkar, Golkar adalah kita maka ikut perintah partai, andaikan ada pihak lain yang mengatasnamakan partai golkar untuk dukung pasangan lain maka mereka bukan golkar dan diingatkan untuk tidak memakai atribut partai Golkar,” jelas Deddi.

Selain itu, pria yang akrab disapa DW ini menuturkan SK Kepengurusan dan Surat Persetujuan Pasangan Calon Bupati/Wakil Bupati yang terdaftar di KPUD Bangka Barat sudah terang kemana arah dukungan dan perintah Partai Golkar yaitu pasangan Markus-Badri.

” Jangan dipolitisasi ada dukungan ganda, tanyakan langsung pada KPUD Bangka Barat, biar tidak ada unsur menyebarkan berita bohong,” ujar DW.

Dengan begitu, DW menambahkan DPP, DPD Propinsi Bangka Belitung, DPD Kabupaten Bangka Barat dan Pengurus Kecamatan tetap solid berjuang untuk kebesaran Partai Golkar. (*/IBB )

Kapolda Ucapkan Selamat Berkompetisi kepada Tiga Paslon di Pilkada Babar

WARTABANGKA, MUNTOK – Kapolda Kepulauan Bangka Belitung (Babel), Irjen Pol Anang Syarif Hidayat memimpin kegiatan apel gelar pasukan dan simulasi Sistem Pengamanan Kota (Sispamkota) Operasi Mantap Praja 2020 di Mapolres Bangka Barat (Babar), Rabu (16/9).

Dalam kesempatan itu, kapolda sempat mengucapkan selamat kepada tiga paslon yang akan berkompetisi di Pilkada Babar tahun 2020 yakni Markus-H. Badri, Safri Arsyad-Eddy Arif dan H.Sukirman-Bong Ming Ming.

“Saya yakin bocoran yang saya terima mereka semua lolos kesehatan, dan berarti tiga pasangan ini siap mengikuti kompetisi kepala daerah bupati dan wakil bupati Bangka Barat,” ujar kapolda.

Menurut dia, apel gelar pasukan ini dimaksudkan untuk dapat menyamakan visi, persepsi, pola pikir, pola tindak sekaligus mengecek kesiapan personil sarana prasarana peralatan yang ada yang akan digunakan dalam pelaksanaan pilkada serentak 2020 ini.

Selain itu, Kapolda mengingatkan walaupun Babar termasuk daerah zona hijau yang sangat sedikit terpapar virus, paling tidak masyarakat harus tetap mempertahankan protokol Covid-19 di tengah-tengah pelaksanaan Pilkada ini sejak dari awal tahapan pemilu.

Hal itu dimulai dari pendaftaran, penetapan calon, kampanye, minggu tenang, pemungutan suara, penghitungan sampai pengumuman hasil oleh KPUD.

“Semua tolong diikuti protokol kesehatan. Ketentuan-ketentuan yang sudah ditetapkan dalam PKPU agar ditaati semua paslon. Karena bilamana dalam pelaksanaan nanti muncul klaster baru, tentunya akan membuat kredibilitas paslon akan jatuh. Jadi kami sarankan paslon untuk turut menjaga pelaksanaaan kampanye, tidak hanya sekdar menyampaikan visi misi, tapi menjaga protokol kesehatan,” jelasnya.

Untuk itu, dia berpesan kepada semua penyelanggara pemilu serta unsur pengamanan menjaga netralitas untuk dapat berdiri pada kaki yang sama dan tidak berpihak pada suatu kelompok, suatu golongan, perseorangan ataupun yang lain.

“Kita ditugaskan sebagai pelaksana dan penyelenggara pemilu, intinya adalah kepercayaan luar biasa negara kepada kita. Oleh karena itu jagalah kepercayaan ini dengan bersikap netral tidak berpihak kepada siapapun,” tutupnya. (*/IBB )

Gubernur Erzaldi Hadiri Simulasi Sispamkota Mantap Praja di Basel

WARTABANGKA, SADAI – Gubernur Kepulauan Bangka Belitung (Babel), Erzaldi Rosman bersama Kapolda Irjen Anang Syarif Hidayat menghadiri kegiatan apel gelar pasukan dan simulasi Sistem Pengamanan Kota (Sispamkota) Operasi Mantap Praja 2020 Polres Bangka Selatan (Basel), dalam rangka pengamanan pilkada serentak di Basel tahun 2020. Kegiatan ini berlangsung di Pelabuhan Sadai, Selasa (15/9).

Kegiatan ini diselenggarakan oleh Polda Babel bersama Polres Basel guna mengamankan pilkada yang saat ini prosesnya sudah mulai berjalan. Untuk itu, diminta kepada jajaran kepolisian bersama TNI agar dapat menegakkan dan mengamankan agenda demokrasi di Basel supaya berjalan sesuai harapan.

Menurut Kapolda Anang Syarif Hidayat, pilkada di Basel ini berbeda dengan daerah lain karena ada pasangan calon (paslon) yang berasal dari nonpartai politik. Ini membuktikan tingkat kedewasaan berpolitik di daerah ini sudah berjalan sebagaimana mestinya.

“Pilkada tahun ini berbeda dari pilkada sebelumnya karena, suasana saat ini masih dalam kondisi pandemi Covid -19. Walau demikian pesta demokrasi ini dilaksanakan sesuai aturan pemerintah,” ungkapnya.

Pilkada di suasana pandemi Covid -19 membutuhkan penanganan yang berbeda dari pilkada sebelumnya. Selain mempersiapkan semua rangkaian pilkada, pelaksana juga memikirkan solusi agar dalam pilkada kali ini tidak membuat klaster baru dalam penyebaran Covid -19.

Untuk itu Kapolda Anang mengingatkan supaya setiap tahapan pilkada mulai dari pendaftaran paslon hingga akhir kegiatan harus menerapkan protokol kesehatan Covid -19.

“Pilkada merupakan sarana mewujudkan kedaulatan rakyat yang diselenggarakan secara luber, jujur, dan adil guna menghasilkan pimpinan pemerintahan yang demokratis berdasarkan pancasila dan UUD 45,” ujarnya.

Semua itu akan terwujud apabila proses pilkada ini diselenggarakan oleh penyelenggara yang profesional, integritas, akuntabilitas ,tetap menjaga netralitas.

Harapannya, dengan diselenggarakan apel gelar pasukan dan simulasi sispamkota operasi mantap praja 2020, Polres Basel nantinya dapat mengamankan pilkada serentak di Kabupaten Bangka Selatan dimulai tahapan awal hingga akhir kegiatan pilkada, sehingga proses pemilihan kepala daerah yang diinginkan masyarakat terlaksana sebagaimana mestinya.

Akhir kegiatan, jajaran Polres Basel dan TNI melakukan simulasi pengamanan tahapan pilkada 2020 disaksikan oleh Gubernur Erzaldi, bupati, forkopimda, serta ikuti oleh perserta apel lainnya. Hadir dalam kegiatan ini Gubernur Erzaldi Rosman, Bupati Basel, forkopimda, ketua KPU, Bawaslu, para paslon, parpol, tokoh masyarakat, tokoh agama, dan undangan lainnya. (Diskominfo Babel)

Penulis : Hasan. A. M
Foto : Saktio
Editor : Listya

Pemerintah Terbitkan SKB Netralitas ASN di Pilkada 2020

WARTABANGKA, JAKARTA – Pemerintah menerbitkan surat keputusan bersama (SKB) mengenai Pedoman Pengawasan Netralitas Pegawai ASN dalam Penyelenggaraan Pemilihan Kepala Daerah Serentak Tahun 2020. Gelaran pesta demokrasi di akhir tahun 2020 dapat membuka celah bagi tindak pelanggaran netralitas aparatur sipil negara (ASN).

Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) Tjahjo Kumolo bersama dengan Menteri Dalam Negeri M. Tito Karnavian, Kepala Badan Kepegawaian Negara (BKN) Bima Haria Wibisana, Ketua Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN) Agus Pramusinto, serta Ketua Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Abhan menandatangani SKB tersebut yang dilakukan secara terpisah di kantor masing-masing.

“Penerbitan SKB ini dimaksudkan sebagai pedoman bagi ASN di seluruh Indonesia untuk tetap dapat menjaga netralitasnya dan tidak terlibat dalam politik praktis dimasa pilkada serentak,” jelas Menteri Tjahjo dalam acara Penandatanganan SKB Netralitas di Kantor Kementerian PANRB, Kamis (10/9).

Sebagaimana tercantum dalam UU No. 5/2014 tentang ASN, netralitas dimaksudkan bahwa ASN tidak berpihak dari segala bentuk pengaruh manapun dan tidak memihak kepada kepentingan siapapun.

Dengan demikian, meski hak suara ASN sebagai pemilih tidak dicabut, tetapi perlu diatur agar ASN tidak melanggar asas netralitas dalam kontestasi pemilihan kepala daerah.

Menteri Tjahjo melanjutkan bahwa berbagai pengaturan yang tercantum dalam SKB ini bertujuan untuk mendorong sinergisitas serta meningkatkan efektivitas dan efisiensi dari instansi pusat dan daerah dalam mengawasi ASN selama pesta demokrasi berlangsung.

“Selain itu, SKB ini juga ditujukan untuk menjadi pedoman dalam mewujudkan kepastian hukum terhadap penanganan pengaduan netralitas ASN,” lanjutnya.