Politik

Ratusan mahasiswa Geruduk Gedung DPRD Babel, Evaluasi Dua Tahun Kinerja Jokowi-Amin

WARTABANGKA, PANGKALPINANG – Dua tahun kepemimpinan Presiden dan Wakil Presiden Joko Widodo-Ma’ruf Amin diwarnai dengan aksi mahasiswa, termasuk juga di Bangka Belitung (Babel), Jumat sore (22/10).

Evaluasi, demikian seruan aksi yang diikuti ratusan mahasiswa yang tergabung dalam Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) di depan gedung DPRD Babel.

“Disini kita mengevaluasi dua tahun sudah kabinet maju mundur,” kata Presma UBB, Rio Saputra dalam orasinya.

Dihadapan Wakil Ketua DPRD Babel Hendra Apollo dan anggota Komisi IV Fitra Wijaya, setidaknya ada 10 tuntutan yang mencakup permasalahan nasional dan 10 tuntutan yang mencakup permasalahan di Babel yang disampaikan mahasiswa.

Sedangkan untuk tuntutan nasional, mahasiswa menyayangkan banyaknya regulasi yang dinilai mendiskreditkan.

Salah satunya revisi Undang-undang KPK dan Informasi Transaksi Elektronik (ITE).

“Keduanya ini membungkam, membungkam KPK dengan pemecatan pegawainya yang kompeten dan membungkam warga suara sipil/akademisi. Intimidasi dimana-mana,” ungkapnya.

“Dua tahun ini kami nilai banyak permasalahan. Dan tuntutan ini sudah melalui kajian kami. Untuk itu kami harap wakil rakyat kami di DPRD menyuarakan tuntutan ini ke pusat,” katanya sembari mendesak dukungan kesepakatan bermaterai ke Wakil Ketua DPRD Babel.

Sementara menanggapi tuntutan mahasiswa, Wakil Ketua Hendra Apollo mengaku senang atas kepedulian mahasiswa terhadap situasi saat ini.

“Saya sudah baca tuntutannya dan saya mendukung,” ujarnya di hadapan mahasiswa.

Di atas mobil pickup, Hendra juga menandatangi kesepakatan atas tuntutan mahasiswa.

“Ini sejiwa dengan saya, apalagi menyangkut kesejahteraan masyarakat,” ungkapnya.

Berkenaan dengan permasalahan di daerah, terkhusus persoalan tambang diakuinya memang belum memberikan kesejahteraan kepada masyarakat.

Oleh sebab itu, dikatakan politisi Partai Golkar ini, kini besar royalti dari sumber daya alam timah diperjuangkan oleh pemerintah provinsi.

“Karena tidak sesuai dengan kenyataannya, SDA kita habis dan lingkungan kita rusak, kita hanya jadi penonton,” jelasnya seraya menaruh harapan kepada mahasiswa yang kedepannya menjadi figur-figur pemimpin yang akan menyelamatkan Babel. (*/ryu)

Wakil Rakyat Babel Jaring Aspirasi, Siap Mewujudkan Pemerataan Pembangunan dan Kesejahteraan Masyarakat

WARTABANGKA, PANGKALPINANG – Guna Mewujudkan Keadilan pembangunan dan kesejahteraan masyarakat, gerak cepat Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) secara serentak mendengar, menjaring, menyerap, menghimpun serta menindaklanjuti aspirasi masyarakat dengan turun gunung melalui masa Reses.

Reses merupakan amanah konstitusi yang dilaksanakan wakil rakyat di luar masa sidang terhadap konstituen di Daerah Pemilihan (Dapil) masing-masing. Hasil reses yang akan dituangkan sebagai bahan Pokok-Pokok Pikiran (Pokir) DPRD di dalam pelaksanaan pembangunan serta menentukan arah kebijakan pembangunan kedepan, sesuai dengan kewenangan yang ada di Pemerintah Provinsi Babel.

Pentingnya pelaksanaan Reses yang dilaksanakan seluruh pimpinan serta anggota DPRD dalam rangka menjalankan tugas dan fungsinya antara lain, Legislasi, Anggaran dan Pengawasan. Reses tahun sidang III masa sidang I dilaksanakan terhitung sejak tanggal 11-16 Oktober 2021.

Dengan mengusung tema “Rela Menjadi Jembatan Penyambung Aspirasi Rakyat Bangka Belitung”, Ketua DPRD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Herman Suhadi, S. Sos, bertekad dan berjuang untuk memastikan terakomodirnya aspirasi masyarakat dalam keberlangsungan pembangunan daerah dan negara.

“Jangan khawatir, negara hadir di sini untuk memberikan solusi bagi masyarakat agar semua persoalan itu nantinya dapat di atasi dan terealisasi,” kata Politisi PDI Perjuangan Dapil Bangka itu.

Reses dilaksanakan di seluruh kabupaten/kota se-Babel, terwujudnya kerja yang lebih efisien dan efektif terus digencarkan para wakil rakyat Babel.

Terbukti, pelaksanaan reses berhasil menghimpun berbagai aspirasi dari masyarakat. Antara lain, peningkatan pembangunan infrastruktur, sektor perekonomian, sektor pertanian dan perkebunan, sektor pendidikan, sektor kelautan perikanan hingga sektor pariwisata.

Tak hanya itu, berbagai aspirasi yang diharapkan masyarakat dihadapan wakil rakyatnya, seperti bantuan bibit untuk pertanian dan perkebunan.

Selain itu juga, bantuan pembiayaan modal usaha, fasilitas pendidikan, kesejahteraan guru, kesejahteraan masjid serta pembangunan akses jalan, peningkatan jalan, lampu penerang jalan serta pembangunan sarana dan prasarana publik.

Ketua DPRD Provinsi Bangka Belitung, Herman Suhadi, Sos, memandang penting perhatian dari pemerintah terhadap sektor Pertanian dan perkebunan didalam pemulihan perekonomian masyarakat pasca pandemi covid-19, seperti bantuan bibit sawit untuk masyarakat.

“Sawit sangat berpotensi besar terhadap Peningkatan ekonomi dan hari ini alhamdulillah dengan harga yang cukup baik. Kita DPRD sangat mendukung. sehingga Insyaallah kita akan memperjuangkan aspirasi ini di APBD Provinsi Babel,” terangnya.

Wakil Ketua II DPRD Bangka Belitung, Muhammad Amin, SE, berharap dan terus memotivasi pemuda agar dapat menjadi ujung tombak disektor pertanian dan sebagai pelopor pembangunan dalam meningkatkan perekonomian daerah.

“Seorang petani milenial dapat menjadi agen perubahan. Dengan semangat dan jiwa muda yang dimiliki serta cakap dalam penggunaan teknologi. Kedepan kita yakin generasi milenial ini dapat membangun desa menjadi lebih maju,” tandas Politisi Gerindra Dapil Bangka Selatan itu.

Sektor Pendidikan menjadi perhatian serius Wakil Ketua III DPRD Bangka Belitung, Amri Cahyadi, ST. MM.

Pasalnya, Pendidikan mempunyai peranan penting dalam melahirkan generasi yang berkarakter, handal dan berdaya saing dalam menatap kehidupan kedepan yang lebih baik.

Saat melaksanakan Reses, berbagai aspirasi yang ditampung dan akan ditindaklanjuti, antara lain, terkait Penerimaan Peserta Didik Baru ( PPDB) 2021 pada sistem zonasi, sistem pembelajaran secara daring (online), fasilitas sarana dan prasana pendidikan maupun kesejahteraan para guru.

“Aspirasi tersebut akan diperjuangkan, yang pastinya ini akan menjadi pokok -pokok pikiran DPRD yang akan diparipurna dan disingkronkan dengan hasil Musrenbang desa, kemudian menjadi kebijakan daerah di APBD kita,” pungkas Politisi PPP Dapil Bangka itu.

Ketua Komisi I DPRD Babel, Hellyana, SH, menerangkan bahwa, segala aspirasi masyarakat yang menjadi kewenangan Provinsi akan di perjuangkan dan akan dijadikan sebagai bahan Pokok-Pokok pikiran DPRD.

“Kami akan memperjuangkan apa yang telah di aspirasikan kepada kami, juga akan kami pilah mana yang masuk ranahnya provinsi dan mana ranah kabupaten. Bila ada aspirasi yang ternyata wewenangnya ada dikabupaten akan kami sampaikan kepada kawan-kawan DPRD kabupaten,” terang Hellyana, Legislator PPP, Dapil Belitung dan Belitung Timur itu.

Ketua Komisi II DPRD Bangka Belitung, Adet Mastur, SH, MH, akan terus memperjuangkan aspirasi masyarakat demi tercapainya kemakmuran dan kesejahteraan bersama.

“Kami telah berusaha memperjuangkan anggaran-anggaran provinsi, untuk tahun ini ada pembuatan DED (detail enginering desain) pemandian Air Keretak dan Insyallah, juga pembangunan dan pengerukan alur air Desa Keretak ini sudah masuk ke dalam APBD tahun 2022 sebesar tiga miliar rupiah,” pungkas Politisi PDI Perjuangan Dapil Bangka Tengah itu.

Ketua Komisi III DPRD Bangka Belitung, Efredi Effendy menjelaskan, bahwa mitra komisi III antara lain, Dinas PUPR, Dinas Perhubungan, BUMN (termasuk pertamina dan PT Timah) hingga Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan.

Untuk itu dia mengarahkan kepada peserta reses untuk menyampaikan berkaitan dengan pembangunan sesuai mitra kerja.

“Ditahun sebelumnya di Semabung Lama, ada yang mengusulkan perbaikan jalan setapak, Alhamdulillah bisa diakomodir tetapi tidak semua, karena memang tidak bisa dari TAPD, dengan alasan sebagian jalan bukan kewenangan provinsi tetapi kota,” jelas legislator Dapil Kota Pangkalpinang itu.

Ketua Komisi IV DPRD Babel, H. Jawarno, mengatakan, semua usulan yang didapatkan akan tetap ditampung, namun nanti dalam tindakannya akan diseleksi kembali menurut skala prioritas.

“Karena motivasi kita di DPRD untuk terus memajukan sektor pendidikan di Bangka Belitung. namun nanti dalam tindakan menyangkut dana anggaran, kita akan lihat menurut skala prioritas, mana yang lebih penting, mana yang belum,” imbuh, Legislator Gerindra Dapil Bangka itu. (*/adv)

Reses, Agung Setiawan Serap Aspirasi Warga Air Duren

WARTABANGKA, PEMALI – Anggota DPRD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) Agung Setiawan, menggelar Reses Tahun Sidang III Masa Sidang I, di Desa Air Duren, Kecamatan Pemali Kabupaten Bangka, Rabu (13/10) malam.

Dalam resesnya, Agung yang didampingi pihak Dinas Perhubungan Provinsi Babe, mendapatkan banyak masukan terkait penambahan penerangan jalan dan pelebaran jalan.

“Kita melakukan reses untuk menyerap aspirasi warga. Kebanyakan warga meminta agar adanya penambahan penerangan jalan dan jalan di tikungan minta dilebarkan. Lalu, adanya tiang listrik yang masih dari kayu, diubah menjadi beton agar sama dengan tiang-tiang listrik lainnya,” ujar Agung kepada sejumlah wartawan.

Ketua Fraksi Partai Nasdem itu melanjutkan, sebagai anggota DPRD Babel yang juga berada di Komisi III, Agung berjanji akan membantu keluhan masyarakat agar dapat diteruskan ke pihak terkait.

“Sebagai mitra kami, kami minta juga kepada dinas terkait untuk membantu persoalan yang ada di Desa Air Duren ini. Ini akan bertahap dan hasil reses ini akan dimasukkan di Tahun 2023. Intinya melalui pokok-pokok pikiran DPRD Bangka Belitung, khususnya dari Dapil (daerah pemilihan) Kabupaten Bangka,” imbuh Wakil Ketua Komisi III itu.

Kendati demikian tuturnya, ada kewenangan provinsi dan kabupaten yang disampaikan oleh masyarakat Air Duren.

“Kalau ini menjadi kewenangan kabupaten, tentunya akan harus dibuat surat dari provinsi ke kabupaten. Misalnya, jalan kecamatan ini dilakukan kabupaten. Sedangkan yang berhubungan dengan provinsi, misalnya ada pedestrian di kawasan SMA Negeri 1 Pemali, lalu jalannya sudah lebar dan tiang-tiang PLN sudah tidak menggangu lagi. Ini gunanya kami turun reses untuk kesejahteraan masyarakat. Adanya kami, masyarakat lebih baik,” pungkasnya. (*/ryu)

Jadi Narasumber Pelatihan KIPAN, Adet Ingatkan Jangan Menjadi Generasi Bermental Narkoba

WARTABANGKA, PANGKALAN BARU – Ketua Komisi II DPRD provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) Adet Mastur bakar semangat pemuda-pemudi yang tergabung dalam Kader Inti Pemuda Anti Narkoba (Kipan), saat menjadi narasumber Pelatihan Kipan 2021 Generasi Emas Tanpa Narkoba, di Hotel Soll Marina Pangkalan Baru, Rabu (13/10).

“Seperti yang pernah dikatakan Soekarno ‘Berikan aku sepuluh pemuda, maka akan kuguncangkan dunia’. Ini mengindikasikan begitu dahsyatnya kekuatan yang dimiliki pemuda/i ini,” tegasnya.

Lebih jauh anggota DPRD provinsi Kepulauan Bangka Belitung Dapil Bangka Tengah itu menyampaikan, bahwa masa depan Indonesia khususnya Provinsi Kepulauan Bangka Belitung ke depan berada di tangan generasi muda saat ini.

Karena di tangan merekalah yang akan mengisi pembangunan di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.

Maju atau mundurnya suatu daerah itu tergantung pada diri kita sendiri.

“Ditangan kalianlah perubahan-perubahan ini akan terjadi, apakah akan berjalan ke arah yang lebih baik atau ke arah sebaliknya. Karena generasi muda inilah agen perubahan,” tegasnya kembali.

Ia mengajak selalu melakukan kegiatan yang positif.

Tetapi sebaliknya, jika kita menginginkan kehancuran, maka lakukanlah tindakan-tindakan yang negatif.

Di hadapan puluhan peserta yang hadir dirinya pun mewanti-wanti agar generasi muda tidak terjerumus dalam Narkoba.

“Jangan sampai nantinya generasi muda Bangka Belitung ini menjadi generasi yang bermental Narkoba. Karena kalau generasi muda sudah terjerumus kedalam narkoba, maka masa depan diri kita, keluarga, bangsa dan negara akan menghasilkan generasi yang bobrok,” jelasnya.

Anggota DPRD lima periode ini pun membagikan pengalamannya semasa kecil hingga dirinya berhasil menyandang gelar anggota DPRD termuda se-Indonesia pada masa itu.

Lahir dari keluarga yang kurang mampu, di sebuah desa yang sepi tepatnya Desa Keretak, ayahnya seorang penjual ikan dan ibu bekerja sebagai pengambil upah di kebun milik orang lain, tidak menyurutkan niatnya untuk tetap menimba ilmu.

Semasa duduk di bangku SMK pun dirinya tetap semangat, meski jarak yang ditempuh dari rumahnya ke sekolah cukup jauh saat itu karena berada di Kota Pangkalpinang.

Pukul 04.00 WIB pagi dirinya sudah berangkat menuju sekolah menggunakan mobil truk ikan yang menuju Pangkalpinang.

Bahkan tuturnya, pernah suatu waktu dirinya tiba dirumah pukul 20.00 WIB karena harus berjalan kaki pulang dari sekolahnya STM Negeri (sekarang SMK 2) pangkalpinang ke rumahnya, dikarenakan kendaraan yang lewat sudah tidak ada.

Di tengah keterbatasan ekonomi keluarganya selama sekolah, politisi PDIP ini juga hanya mempunyai seragam sekolah dua setel saat itu yang digunakannya selama tiga tahun.

Satu untuk seragam utama (putih/abu-abu) dan satu lagi seragam praktek.

Tempaan hidup yang keras inilah akhirnya mengantarkan Adet untuk tidak pernah putus asa dan semangat.

Hingga akhirnya di usianya yang masih 22 tahun dirinya pun sudah menduduki sebuah jabatan mentereng sebagai anggota DPRD Kabupaten Bangka yang saat itu masih menjadi bagian dari Provinsi Sumatera Selatan.

“Itulah sedikit pengalaman masa muda saya yang bisa menjadi motivasi adik-adik kedepan mau menjadi seperti apa,” tutupnya. (*/Publikasi Setwan DPRD Babel)

Reses di SMAN 1 Merawang, Amri Ingatkan Seluruh Stakeholder Bertanggungjawab Tingkatkan Mutu Pendidikan

WARTABANGKA, MERAWANG – Wakil Ketua DPRD Bangka Belitung, Amri Cahyadi ST MM memaksimalkan reses tahun sidang ketiga ini dengan berinteraksi dengan pihak sekolah. Setelah melaksanakan reses di SMA N 1 Belinyu dan SMA N 1 Riau Silip, Selasa (12/10), pimpinan DPRD itu berkunjung ke SMA N 1 Merawang.
 
Dalam arahan reses yang sedang dilaksanakan ini, bertujuan mendapatkan pemahaman dalam menelurkan kebijakan di sektor pendidikan.

“Kemarin kita sudah berkunjung ke SMA N 1 Belinyu dan Riau Silip, saya cukup bahagia karena siswa-siswanya berani dan cerdas. Tentu kita mau kualitas siswanya ini setara, atau lebih baik lagi,” tutur Amri di hadapan puluhan siswa saat menyampaikan materi reses.

Dengan sikap yakin, dia menegaskan bahwa kemajuan sebuah negeri tergantung pada mutu pendidikan dan kualitas SDA yang dihasilkan sekolah tersebut.

Untuk itu, menurutnya pendidikan tidak hanya dibebankan kepada guru dan komite atau pemerintah saja, namun juga perlu melibatkan masyarakat.

“Sektor pendidikan itu tidak dibebankan kepada guru pengajar, komite, orangtua dan pemerintah saja tetapi juga harus kepada masyarakat termasuk kami ini (anggota legislatif pemprov),” terangnya.

Ditengah-tengah penyampaian reses, dia mengajak peserta reses lebih interaktif dengan mengajukan berbagai pertanyaan, baik kepada siswa dan guru.

Terkhusus untuk siswa, lanjutnya dengan sistem daring selama pandemi, apakah dinilai efektif , kemudian mempertanyakan kuota gratis yang disediakan oleh pemerintah kepada siswa apakah diterima langsung, apakah kemudian digunakan untuk belajar main game.

Sebab, dia menilai sesuai informasi yang diterima dari aduan orangtua tidak sedikit siswa menyalahgunakan kuota gratis itu untuk bermain game.

Lebih lanjut, dia memerlukan jawaban dan sikap jujur para siswa demi sebuah mutu pendidikan.

Terkhusus untuk guru, tidak lupa juga dia mengajukan berbagai pertanyaan yang masih berhubungan dengan pelaksanaan PPDB 2021.

Terutama soal sistem zonasi dari SMA N 1 Merawang, apakah masih ada siswa yang tidak terakomodir disebabkan kekurangan ruang belajar.

“Apakah ada siswa yang tidak terakomodir hanya kekurangan ruang belajar yang kemudian karena dihitung jarak zonasi akhirnya banyak siswa yang mendaftar tidak masuk,” tanyanya.

Jika hal itu terjadi, Amri Cahyadi menerangkan bahwa perlu ada kebijakan penambahan ruang belajar dan unit sekolah baru.

Artinya jangan sampai terdengar ada siswa tidak sekolah dikarenakan zonasi.
 
Dalam pekan terakhir, pihak DPRD melalui pimpinan DPRD Bangka Belitung bersama Dinas Pendidikan telah menghadap Kemendikbud dalam pembahasan aturan PPDB yang tidak cocok dengan geografis Bangka Belitung.

Sebagai suksesor pendidikan baik pemerintah harus perlu melibatkan seluruh Stakeholder (pemangku kepentingan).
 
Dalam momen baik itu pun, Kepala Sekolah SMA N 1 Merawang, Dra Nihlatin Nisa turut memberikan aspirasi untuk keperluan sekolah.

Diantaranya pembentukan pojok literasi sebagai upaya meningkatkan kesadaran literasi dan pengajuan sarana penunjang sekolah lainnya. (*/Publikasi Setwan DPRD Babel)

Ditengah Padamnya Listrik, Ustaz Dede Purnama Serap Aspirasi Warga Selindung

WARTABANGKA, PANGKALPINANG – Anggota DPRD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) Dede Purnama Alzulami, LC. MA, Hk daerah pemilihan (dapil) Kota Pangkalpinang melakukan reses di Aula Darul Adzkar, Jalan Jebung Dalam Kelurahan Selindung, Senin (11/10).

Dihadapan masyarakat yang hadir dan dalam suasana bertepatan dengan padamnya aliran listrik, Ustaz Dede di awal pertemuan mengatakan bahwa kegiatan reses ini merupakan kegiatan istirahat sidang anggota DPRD, untuk turun ke masyarakat secara langsung menyerap aspirasi masyarakat konstituen di Dapil masing-masing.

Selanjutnya Ustaz Dede yang duduk di Fraksi PPP DPRD Babel mempersilahkan masyarakat untuk menyampaikan usulan atau aspirasi yang dibutuhkan.

“Di kesempatan ini dipersilahkan kepada peserta yang hadir untuk menyampaikan aspirasi atau usulan. Dan apabila usulan merupakan wewenang provinsi, maka kita akan menyampaikan usulan ke Pemprov. Babel dalam bentuk Pokir DPRD dan apabila wewenang Pemkot Pangkalpinang kita akan melakukan koordinasi dengan Pemkot Pangkalpinang,” jelas Dede Purnama.

Dari hasil hasil dialog dengan masyarakat, terdapat beberapa usulan.

Diantaranya yakni, pengadaan lampu jalan, pembuatan siring jalan, peningkatan keamanan kampung hingga pembangunan Podium lapangan bola.

“Untuk usulan lampu penerangan jalan, pembuatan siring, peningkatan keamanan kampung kita koordinasikan ke Pemkot Pangkalpinang. Dan untuk pembangunan podium lapangan sepakbola kita usulkan melalui dana hibah Pemprov. Bangka Belitung,” tutur anggota Komisi IV ini.

Dan menutup kegiatan reses, Ustaz Dede menyampaikan kabar gembira dengan terealisasinya pembangunan SMA Negeri 5 dalam usaha peningkatan sarana pendidikan di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. (*/Publikasi Setwan DPRD Babel)

Di Pantai Selepuk dan Pantai Pasir Kuning, Yus Derahman Harap Adanya Pengembangan Pariwisata

WARTABANGKA, TEMPILANG – Anggota DPRD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) Yus Derahman, mengharapkan adanya pengembangan pariwisata yang dilakukan di Pantai Selepuk dan juga Pantai Pasir Kuning, Kecamatan Tempilang, Kabupaten Bangka Barat.

“Kita reses di Desa Air Lintang, tepatnya di Pantai Pasir Kuning. Kita undang RT dan seluruh perangkat desa. Kita menggali dari yang kecil hingga yang besar yang dirasakan perlu untuk pembangunan di Desa Air Lintang,” kata Yus Derahman kepada wartabangka, saat melakukan reses Tahun Sidang III Masa Sidang I, di Pantai Pasir Kuning, Desa Air Lintang, Kecamatan Tempilang, Kabupaten Bangka Barat, Senin (11/10).

Sekretaris Komisi I DPRD Babel itu juga menyebutkan, adapun pengembangan pariwisata yang diinginkan untuk di Pantai Selepuk dan juga Pantai Pasir Kuning, yakni berupa fasilitas dan juga hal-hal yang dianggap perlu untuk pengembangan pariwisata.

“Memang pengunjungnya di hari libur cukup ramai, namun ketika fasilitas untuk pengembangan pariwisata tidak ditambah, masyarakat bosan dan bisa tidak mau lagi ke pantai yang ada di Kecamatan Tempilang ini,” jelas Politisi Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) itu.

“Kita berharap, aspirasi ini benar-benar bisa menjadi masukan bagi eksekutif untuk dapat direncanakan dan direalisasikan,” harapnya. (*/ryu)

Hadiri PON XX Papua, Hellyana Keluhkan Fasilitas Atlet di Babel

WARTABANGKA, PANGKALPINANG – Ketua Komisi I DPRD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel), Hellyana mengeluhkan fasilitas latihan untuk atlet-atlet di Babel.

Fasilitas berlatih di Babel dinilainya, masih manual dan tentu jauh berbeda dibandingkan provinsi lainnya.

“Kita memberi masukan bahwa fasilitas untuk berlatih di Babel masih sangat jauh dari yang diharapkan, masih sangat manual. Dibandingkan dengan provinsi lain, Babel sangat tertinggal. Kita mengharapkan adanya perbaikan sapras (sarana dan prasarana) serta penghargaan atau bonus terhadap prestasi emas yang sudah diberikan,” ungkap Hellyana ketika dihubungi wartabangka, usai mengunjungi atlet Senam Ritmik, di Rumah Subsidi, Papua, Jumat (8/10).

“Aku baru lihat atlet Senam Ritmik dari Belitung Timur dan atlet-atlet dari Bangka Belitung. Harapannya tentu atlet-atlet kita bisa mengharumkan Bangka Belitung. Saya mengunjungi mereka untuk tahu keberadaan atlet-atlet kita dibandingkan. Dan pastinya kepedulian pemerintahan kita, Bangka Belitung terhadap even-even besar seperti ini. Saya selaku Anggota DPRD Bangka Belitung, tentu memberi semangat dan dukungan kepada para atlet,” tutur Ketua Fraksi Partai Persatuan Pembangunan (PPP) itu.

Kendati demikian kata legislator daerah pemilihan (Dapil) Pulau Belitung itu, anggaran untuk kejuaraan PON XX Papua sebesar Rp7 miliar sangatlah kurang.

“Tapi kita berharap, prestasi atlet Babel tidak turun dan harus tetap semangat. Diharapkan di anggaran ini, ada anggaran dari DPRD untuk bonus atlet.

“Pendapat pelatih Senam Ritmik mbak Ayu, atlet harus banyak-banyak tanding diluar dan belajar serta berlatih di daerah-daerah yang biasa juara. Seperti Lampung dan Jakarta yang biasa dikirim ke luar negeri,” imbuhnya.

baca juga: Hadir di PON XX Papua, Hellyana Harap Babel Menjadi Tuan Rumah PON XXII

Kedepan lanjut Hellyana, harus ada persiapan Pra PON bagi para atlet-atlet agar lebih siap bertanding

“Waktu mengunjungi atlet Senam Ritmik, perasaan mereka sangat bangga telah dikirim dan diloloskan untuk ikut kejuaraan sekelas PON,” tukasnya.

Untuk diketahui, dalam perolehan medali PON XX Papua Tahun 2021 hingga Jumat (8/10), Babel masih menduduki peringkat ke-27 klasemen sementara perolehan medali dengan 1 emas, 1 perak dan 4 perunggu. (*/ryu)

Hadir di PON XX Papua, Hellyana Harap Babel Menjadi Tuan Rumah PON XXII

WARTABANGKA, PANGKALPINANG – Ketua Komisi I DPRD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) Hellyana berharap, Babel dapat menjadi Tuan Rumah ajang olahraga nasional utama Pekan Olahraga Nasional (PON) XXII.

Hellyana menilai, atlet-atlet dari Babel mampu bersaing dan terbukti banyak lolos dalam kejuaraan tingkat nasional.

“Saya berharap, untuk PON selanjutnya, 10 tahun mendatang Babel harus sudah bisa menjadi Tuan Rumah PON. Setelah ini Insyaallah Provinsi Aceh yang menjadi tuan rumah pada Tahun 2025, karena Tahun 2024 ada Pilkada,” ungkap Hellyana ketika dikonfirmasi wartabangka via telepon seluler saat berada di Stadion Lukas Enembe, Sentani Timur, Kabupaten Jayapura, Papua, Jumat (8/10).

Keinginannya agar Babel menjadi Tuan Rumah PON XXII menurut Sekretaris DPW Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Babel itu, bisa dilakukan ketika seluruh masyarakat Babel dan Stakeholder berperan aktif mewujudkannya.

“Hasil bincang dengan Ketua DPRD Papua Pak Jhony, ia mengatakan sebenarnya kalau bicara kesiapan memang semua dipaksakan. Namun intinya demi marwah pemerintahan dan demi persatuan NKRI (Negara Kesatuan Republik Indonesia), maka Papua bersedia untuk menjadi tuan rumah PON kali ini,” ucapnya. (*/ryu)

Komisi IV Harap DPRD dan Pemda Bersinergi Dalam Upaya Penanggulangan Bencana di Daerah

WARTABANGKA, SUNGAILIAT –  Dalam rangka meningkatkan profesionalitas kerja mitigasi bencana di daerah, Komisi IV DPRD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) berkoordinasi dengan Badan Penanggulan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bangka, di Kantor BPBD Bangka, Jumat (8/10).

Ketua Komisi IV DPRD Babel Jawarno K, S.IP dalam pertemuan tersebut menyampaikan, pihaknya berharap mengerahkan segala upaya untuk mengurangi risiko bencana di setiap daerah.

Karenanya kata Jawarno, diperlukan kerja sama yang baik antara lembaga legislatif dengan eksekutif.

Untuk itu, pihak DPRD selalu berkoordinasi dengan OPD yang dinilai terlibat langsung dalam penanggulangan bencana baik alam dan non alam beresiko tinggi.

“Termasuk keberadaan personil dalam OPD atau instansi BPBD. Walaupun dipandang perlu supaya BPBD menerima tenaga honorer supaya ada keseimbangan antara kinerja dengan jumlah personil. Sehingga kedepan tidak ada lagi terkendala SDM,” tutur Jawarno.

Lebih khusus ia mengingatkan, bahwa kondisi geografis Kabupaten Bangka berbeda dengan Pangkalpinang, dimana wilayah kerja Kabupaten Bangka lebih luas.

Untuk itu menurutnya, penambahan personil BPBD perlu dipertimbangkan, sebagaimana yang telah direkrut oleh Pemprov Babel.

“Ajukan anggaran kepada TAPD (Tim Anggaran Pemerintahan Daerah), kita mohon mesti ada keseimbangan supaya terkendali. Bangka ini tidak sama dengan Pangkalpinang. Kalau tidak dibentuk tim kita kewalahan, memang sejatinya kita tidak berharap bencana datang tapi ini bentuk kesiapsiagaan kita,” imbuh Politisi Partai Gerindra itu.

Senada dengan Jawarno, Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Bangka, Mohd Nursi S.IP mengatakan, bahwa penambahan personil dalam organisasi ini merupakan skala prioritas.

Menimbang sejauh ini, pihaknya telah memiliki 12 PNS dan 30 tenaga honorer.

Kedepan katanya, perlu mengklasifikasi bencana alam yang sering terjadi di Kabupaten Bangka.

Diantaranya puting beliung saat musim hujan, banjir dan kebakaran.

Sehingga menurutnya, penting BPBD segera membentuk Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops).

“Mengingat wilayah Bangka ini luas, maka sebenarnya Pusdalops BPBD harus dibentuk. Kita sudah bisa merencanakan tapi anggaran sedang refocusing sehingga belum maksimal. Karena didalamnya juga perlu peralatan, mudah-mudahan Tahun 2022 segera terbentuk,” harapnya.

Dalam rapat koordinasi tersebut, dihadiri Ketua Komisi IV beserta anggota.

Yakni, Evi Junita, Toni Mukti, dan H Marsidi Satar, SH, beserta Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Bangka, Mohd Nursi S.IP, Sekretaris BPBD Kabupaten Bangka, Budi Gustiansyah dan Kasi Kedaruratan BPBD Babel Raden Hardiansyah, SE. (*/rls)