Demokrat

Nico Plamonia Sosialisasikan Perda Pengembangan Ekonomi Kreatif

WARTABANGKA, PANGKALANBARU – DPRD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) terus berupaya mewujudkan Pembangunan di Provinsi Babel menjadi yang terbaik.

Terwujudnya kerja yang lebih efisien dan efektif terus digencarkan para wakil rakyat Babel.

Terbukti, dengan telah ditetapkan Peraturan Daerah (Perda) Provinsi Babel, menjadi parameter para wakil rakyat bersama Pemprov Babel dalam menggerakkan roda pemerintahan yang lebih baik.

Penyebarluasan Perda merupakan tugas dan fungsi DPRD selaku wakil rakyat yaitu legislasi, berkaitan dengan pembentukan peraturan daerah dan pengawasan, kewenangan mengontrol pelaksanaan Perda dan peraturan lainnya serta kebijakan pemerintah daerah.

Hal ini diwujudkan, dengan melakukan sosialisasi Perda yang digelar 9-12 September 2021 lalu, yang dilakukan serentak oleh 45 anggota DPRD Babel, di seluruh wilayah Babel.

Seperti yang dilakukan Anggota DPRD Babel daerah pemilihan (Dapil) Kota Pangkalpinang, Nico Plamonia Utama.

Bertempat di Hotel Osella, Sabtu (11/9), Nico mensosialisasikan Perda Nomor 9 Tahun 2018 tentang Pengembangan ekonomi kreatif.

“Semua Anggota DPRD Bangka Belitung sesuai jadwal diberikan waktu dua kali menyebarluaskan Perda yang ada di Babel ini. Saya sendiri, Perda kedua yang disampaikan ini terkait Perda Nomor 9 Tahun 2018 Tentang Pengembangan ekonomi kreatif,” ungkapnya.

Nico menjelaskan, pentingnya penyebarluasan ini menimbang bahwa ekonomi kreatif memiliki arti penting dan strategis dalam penyediaan lapangan kerja, meningkatkan perekonomian masyarakat, memajukan pembangunan dalam rangka mencapai kesejahteraan umum.

Pemerintah daerah perlu mengembangkan ekonomi kreatif di Babel secara terencana, terarah dan terkoordinasi untuk mencapai hasil yang maksimal.

“Provinsi Babel belum memiliki Perda yang memberikan kepastian hukum bagi pemerintah daerah dalam rangka pengembangan ekonomi kreatif. Karenanya, berdasarkan pertimbangan itu maka ditetapkan Perda Nomor 9 Tahun 2018 tentang Pengembangan ekonomi kreatif ini. Hal ini supaya pelaku usaha ini lebih kreatif lagi, bahwa ada dasar untuk mengembangkan usaha mereka ini lebih berkembang lagi,” tuturnya.

Ia menambahkan, masyarakat harus kreatif dalam kehidupan sehari-hari, jangan hanya mengandalkan komoditi yang ada saja.

Seperti timah, karet dan lada, tapi bisa berkreasi dengan mengembangkan potensi lainnya dari alam yang ada di Babel ini.

“Peluang ekonomi kreatif itu sangat besar. Dunia saat ini terus bergerak dengan kreativitas, begitu juga masyarakat Babel tidak hanya bisa mengandalkan karet, timah dan lada saja, tapi harus ada hasil kreativitas lainnya yang bisa dijual atau ekspor,” jelasnya.

“Namun pemerintah daerah juga harus mempersiapkan dana untuk mendukung pelaku usaha ini, supaya dapat bergerak dan terus berkreativitas melakukan pengembangan usahanya,” tandasnya. (*/ryu)