PDI Perjuangan

Kunjungi SMKN 1 Tukai Sadai, Komisi II DPRD Babel Minta Pemprov Perhatikan Sarpras SMK

WARTABANGKA, TUKAKSADAI – Komisi II DPRD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung melaksanakan peninjauan lapangan ke Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) 1 Tukak Sadai, Kabupaten Bangka Selatan sekaligus memberikan pelatihan singkat terkait pembangunan karakter kepemimpinan dan kedisiplinan kepada siswa, Rabu (12/1).

“Jadi, tujuan kita hari ini ke SMK Negeri 1 Tukak Sadai adalah dalam rangka kami melihat secara langsung kegiatan proses belajar mengajar sekaligus memantau pemberian hibah dari Dinas Kelautan dan Perikanan ke SMK ini. Yaitu, berupa kapal untuk menunjang proses belajar mengajar,” ungkap Ketua Komisi II, Adet Mastur, SH, MH usai memberikan materi pembelajaran pembangunan karakter kepada sejumlah siswa/i.

Lebih jauh, Ketua Fraksi PDI Perjuangan itu menuturkan, terdapat beberapa jurusan di SMK ini yang memerlukan sarana dan alat penunjang lainnya guna mendukung proses belajar-mengajar, terutama pada saat siswa/i melakukan kegiatan praktikum.

Tanpa sarana dan prasarana yang memadai mustahil bagi siswa/i dapat mengembangkan skillnya.

“Ini menjadi catatan bagi dinas pendidikan dan kami sendiri tentunya, setelah melihat di SMK ini alat-alat praktikum masih sangat minim.” ujarnya.

Untuk itu dirinya bersama anggota DPRD Babel lainnya kedepan harus lebih memperhatikan dunia pendidikan di Kepulauan Bangka Belitung terutama pada saat melakukan pembahasan-pembahasan anggaran agar lebih memprioritaskan sarana dan prasarana yang ada di SMK.

Menurut Adet, proses belajar siswa/i SMK lebih banyak terjadi dalam kegiatan praktikum.

Hampir enam puluh persen harus praktek dan empat puluh persen teori.

“Kalau banyak teori, ini kan ndak paham mereka. Harus banyak praktek karena SMK ini tujuannya untuk menciptakan tenaga yang memiliki skill yang di siap diturunkan di lapangan,” jelas Adet.

Adet pun berharap, agar ketika lulus dari sekolah para siswa/i SMK ini sudah memiliki skill mumpuni dan siap diaplikasikan di masyarakat.

“Tamat dari SMK seharusnya mereka sudah bisa bekerja, sudah memiliki skill dan diterima dikalangan masyarakat,” harapnya.

Sementara itu, Kepala SMKN 1 Tukak Sadai, Zanizen, S. Si mengungkapkan rasa bahagia dan mengapresiasi peninjauan langsung yang dilakukan Komisi II.

“Alhamdulillah hari ini kami mendapat kunjungan dari Komisi II DPRD Babel. Harapan kami ada nya perubahan dan dapat segera terealisasi kebutuhan-kebutuhan kami yang menjadi kendala untuk membentuk kompetensi lulusan siswa yg lebih baik lagi, semisal sarana dan prasarana memadai yang memang harus tersedia,” ujar Zanizen.

Ia pun menuturkan, sekolah kejuruan saat ini menampung 330 siswa/i dari beberapa jurusan berbeda termasuk perkapalan.

Sedangkan 119 diantaranya sudah menempati kelas sepuluh dan mulai membutuhkan peralatan praktikum yang memadai.

“Kelas 10 itu ada 119 siswa, kelas 11 terdapat 105 dan di kelas 12 ada 106, setiap praktikum itu diperlukan sarana prasarana yang memadai dan standar,” tutupnya.

Turut hadir dalam kunjungan tersebut, Anggota komisi II Ariyanto. SH., MH, Heryawandi. SE, H. Mulyadi, Warkamni, Mansah, S. Th.i, dan Edi Junaidi Foe. (*/rls)

PDI-P Kota Pangkalpinang dan Rudi Center Gelar Program Warung Makan Gratis, Abang Hertza: Bakti Kami untuk Masyarakat

WARTABANGKA, PANGKALPINANG– DPC PDI Perjuangan (PDI-P) Kota Pangkalpinang bekerja sama dengan Yayasan Rudi Center kembali menggelar program Warung Makan Gratis. Melalui program ini, masyarakat khususnya kalangan tidak mampu bisa memperoleh makanan siap saji secara gratis.

Program tersebut akan berlangsung selama satu bulan lebih. Terhitung mulai hari ini, Rabu, 12 Januari 2022 hingga Senin, 28 Februari 2022 mendatang di Kantor DPC PDI-P Kota Pangkalpinang. Dibuka dari pukul 10.00 WIB sampai selesai (habis).

Anggota DPR RI sekaligus pendiri Yayasan Rudi Center, Ir. Rudianto Tjen mengharapkan dengan adanya Warung Makan Gratis yang disediakan oleh PDI-P dan Rudi Center kali ini, dapat membantu dan meringankan beban masyarakat pada kebutuhan makan sehari-hari.

“Kita harapkan, masyarakat tidak perlu lagi membeli jika ingin makan. Karena warung makan yang disiapkan PDI Perjuangan Kota Pangkalpinang dan Rudi Center diberikan secara gratis. Masyarakat cukup datang ke lokasi dan makanan sudah siap saji,” kata Rudi, Rabu (12/1).

Di kesempatan lain, Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Pangkalpinang, Abang Hertza mengatakan bahwa kegiatan Warung Makan Gratis ini digelar sebagai tanda dan bukti kepedulian partai moncong putih bersama Rudi Center kepada masyarakat Bangka Belitung.

Selain itu, dikatakan Hertza, program tersebut juga dilaksanakan dalam rangka memperingati HUT ke-49 PDI Perjuangan yang jatuh pada hari Senin 10 Januari 2022 kemarin.

“Ini adalah bakti kami kepada masyarakat yang memang PDI Perjuangan sedang melaksanakan HUT ke-49 PDI Perjuangan. Kami di partai sesuai dengan berkomitmen selalu berada di tengah-tengah masyarakat, menangis dan tertawa bersama rakyat, itu adalah hal yang harus kami lakukan,” kata Abang Herta yang saat ini juga aktif sebagai Ketua DPRD Kota Pangkalpinang.

“PDI Perjuangan dan Rudi Center hadir di tengah-tengah masyarakat yang tidak lain dan tidak bukan untuk memberikan yang terbaik bagi masyarakat yaitu Warung Makan Gratis,” tambahnya.

Hertza menambahkan, bahwa dalam program Warung Makan Gratis kali ini memberdayakan masyarakat lokal untuk ikut terlibat dalam menyiapkan makanan setiap harinya.

“Dengan begini kita gotong royong bersama agar ekonomi masyarakat yang ada bisa kembali bangkit, di mana kita ketahui bersama perekonomian masyarakat terpukul akibat pandemi Covid-19 yang hingga kini belum usai,” tegas Hertza.

Selain itu, warung makan gratis juga menjadi upaya PDI Perjuangan dan Rudi Center mensosialisasikan program terdekat, yakni bakti sosial Operasi Bibir Sumbing Gratis yang akan diselenggarakan pada Februari 2022 mendatang di RS Kalbu Intan Medika (KIM).

Atas hal tersebut, sejumlah warga turut menyampaikan rasa terima kasih kepada PDI Perjuangan dan Rudi Center, khususnya kepada Anggota DPR RI Dapil Babel, Ir. Rudianto Tjen.

“Terimakasih Pak Rudi, Semoga PDI-P jaya dan menang selalu,” kata Bu Arsinah, salah satu warga Kecamatan Girimaya yang ikut mencicipi makanan warung gratis tersebut secara gratis.

Arsinah juga ikut memuji makanan yang disajikan oleh PDI Perjuangan dan Rudi Center kali ini, “Makanannya enak,” tutupnya.(rls)

Peduli Rakyat, Puan Maharani Bagikan 2.000 Paket Beras di Babel

WARTABANGKA, PANGKALPINANG– Ketua DPR RI, Puan Maharani membagikan bantuan sosial untuk masyarakat Provinsi Kepulauan Bangka Belitung berupa 2.000 paket beras premium, Selasa (4/1). Adapun penyalurannya diwakili oleh Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPR RI, Ir. Rudianto Tjen.

“Saat ini kita turun ke lapangan menyerap aspirasi masyarakat sekaligus membagikan bantuan sosial dari Ketua DPR RI Ibu Puan Maharani untuk masyarakat Bangka Belitung,” kata Rudi, Selasa (4/1).

Bantuan tersebut tersebar di 20 titik lokasi se Bangka Belitung di mana setiap lokasi dibagikan 100 paket beras. Adapun sebarannya yakni tersebar di 7 kabupaten/kota se-Bangka Belitung.

Rudi mengatakan, bantuan paket beras tersebut merupakan bentuk kepedulian Puan Maharani selaku Ketua DPR RI sekaligus pembina Fraksi PDI Perjuangan di tengah kondisi pandemi masih belum bisa dikendalikan sepenuhnya. Dikatakan Rudi, Puan sangat berharap bantuan tersebut bisa meringankan beban masyarakat terdampak Covid-19.

“Ibu Puan menitipkan pesan untuk masyarakat Bangka Belitung, semoga bantuan kali ini bisa bisa diterima dan membantu serta bermanfaat bagi masyarakat. Karena kita ketahui bersama bahwa pandemi Covid-19 saat ini belum berakhir,” kata Rudi.

Lanjut Rudi menjelaskan, bahwa bantuan yang distribusikan melalui kader dan pengurus PDI Perjuangan di setiap daerah adalah bentuk kepedulian dan gotong royong partai untuk selalu hadir bersama rakyat.

“Dan ini adalah bentuk gotong royong kita bersama untuk terus membantu masyarakat terdampak Covid-19. Dan juga Ibu Puan titip salam untuk bapak-bapak dan ibu-ibu semua. Semoga bapak dan ibu selalu diberi kesehatan,” kata Anggota Komisi I DPR RI empat periode tersebut.

Dalam kesempatan yang sama, Rudi juga tak henti-hentinya mengajak masyarakat untuk selalu disiplin menerapkan protokol kesehatan dalam aktifitas sehari-hari. Ia berharap, dengan disiplin prokes, pandemi Covid-19 segera berlalu.

“Dan kita harapkan, ekonomi kembali normal dan masyarakat bisa beraktifitas seperti sedia kala,” kata dia.(rls)

Peringati HKSN, Ketua DPRD Herman Suhadi Dampingi Mensos

WARTABANGKA, MUNTOK – Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Herman Suhadi, S. Sos, ikut mendampingi Menteri Sosial Republik Indonesia (Mensos), Tri Rismaharini, memberikan bantuan sosial rehabilitasi Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu), di Kelurahan Tanjung Laut, Kecamatan Muntok Kabupaten Bangka Barat, Minggu (19/12).

Menteri Sosial Republik Indonesia (Mensos), Tri Rismaharini, meninjau secara langsung lokasi pembangunan Rutilahu dan sekaligus memberikan bantuan terhadap 25 Rumah Tidak Layak Huni ( Rutilahu), didampingi ketua DPRD Babel Herman Suhadi, Gubernur Babel Erzaldi Rosman, Bupati Bangka Barat H. Sukirman dan Wakil Bupati Bangka Barat Bong Ming-Ming, serta dihadiri Bupati Kabupaten Bangka Mulkan, beserta forkopimda.

Kota Muntok Kabupaten Bangka Barat Provinsi Kepulauan Bangka Belitung dipercaya sebagai tuan rumah Peringatan Hari Kesetiakawanan Sosial Nasional (HKSN) tahun 2021, dengan mengusung tema “Perkokoh Solidaritas, Indonesia Sejahtera”.

Menteri Sosial Republik Indonesia (Mensos) Tri Rismaharini, mengapresiasi semangat kebersamaan dan gotong royong semua pihak atas terwujudnya pembangunan Rumah Tidak Layak Huni ( Rutilahu) di Bangka Barat tersebut.

Mensos pun melihat satu persatu pembangunan Rutilahu yang sedang dalam proses pembangunan dengan semangat kegotongroyongan dan Kesetiakawanan sosial tersebut.

“Kesetiakawanan sosial ada dan diperlukan saat kita ada keterbatasan. Dengan Kesetiakawanan sosial Keterbatasan itu bisa kita selesaikan bersama-sama,” pungkasnya.

Untuk diketahui, Provinsi Bangka Belitung mendapatkan alokasi bantuan Rutilahu kepada 50 penerima bantuan, dengan rincian 25 penerima bantuan di Kabupaten Bangka Barat dan 25 penerima di Kabupaten Bangka Selatan. Setiap penerima bantuan mendapatkan bantuan senilai Rp20 juta.

Usai melakukan peninjauan dan memberikan bantuan terhadap 25 Rumah Tidak Layak Huni ( Rutilahu), Mensos Tri Rismaharini bersama Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Herman Suhadi, S. Sos, beserta rombongan menghadiri acara puncak bulan bhakti kesetiakawanan sosial, di lapangan Gelora Bung Karno, Muntok, Bangka Barat.

Mensos Tri Rismaharini, mengajak unsur pemerintah daerah provinsi kepulauan Bangka Belitung, khususnya Bangka Barat serta seluruh elemen masyarakat, untuk selalu memperkuat kesetiakawanan sosial dan semangat gotong royong.

“Seberat dan sesulit apapun, bisa kita atasi dengan memperkuat kesetiakawanan sosial dan gotong royong,” ujarnya. 

Pada kesempatan tersebut, Mensos juga menyerahkan Bantuan Atensi kepada para Disabilitas, bantuan kepada Anak Yatim Piatu korban covid-19, serta mengunjungi stand pameran yang menampilkan hasil usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) dan melihat pelaksanaan Vaksinasi.

Kemudian Mensos bersama rombongan beranjak menuju Pesanggrahan Bukit Menumbing. (*/rls)

Evi Junita Ingin Wujudkan Kesetaraan Gender

WARTABANGKA, PANGKALANBARU – Anggota DPRD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel), Evi Junita, melaksanakan penyebarluasan Peraturan Daerah Nomor 9 Tahun 2016 tentang Pengarusutamaan Gender Dalam Pembangunan Daerah, di Hotel Santika Pangkalanbaru Kabupaten Bangka Tengah, Jumat (5/11/2021).

Evi Junita mengatakan, tujuan dari pengarusutamaan gender adalah untuk  menjamin dan mewujudkan kesetaraan dan keadilan gender.

Untuk itu ia berharap, baik pemerintah provinsi, kabupaten/kota, pihak terkait dan masyarakat untuk saling bersinergi dalam mewujudkan kesetaraan dan keadilan gender di Babel.

“Tidak hanya itu, regulasi yang ditetapkan ini bisa menjadi acuan dalam menyusun strategi yang jitu dalam pengintegrasian gender bagi pembangunan di Provinsi Babel,” ujarnya.

Sementara itu, Andre yang bertindak selaku narasumber di kegiatan penyebarluasan Perda, mengatakan, Perda ini telah menegaskan bahwa tidak ada diskriminatif dalam gender di Babel.

“Perda ini mengharuskan Organisasi Perangkat Daerah harus menyusun program yang berkenaan dengan pengarusutamaan gender dan sekaligus mensosialisasikan di internal OPD masing-masing dan juga kepada masyarakat,” kata Andre.

Kegiatan penyebarluasan Perda ini, turut dihadiri sejumlah perwakilan majelis taklim di wilayah Kabupaten Bangka Tengah. (*/rls)

Wakil Rakyat Babel Jaring Aspirasi, Siap Mewujudkan Pemerataan Pembangunan dan Kesejahteraan Masyarakat

WARTABANGKA, PANGKALPINANG – Guna Mewujudkan Keadilan pembangunan dan kesejahteraan masyarakat, gerak cepat Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) secara serentak mendengar, menjaring, menyerap, menghimpun serta menindaklanjuti aspirasi masyarakat dengan turun gunung melalui masa Reses.

Reses merupakan amanah konstitusi yang dilaksanakan wakil rakyat di luar masa sidang terhadap konstituen di Daerah Pemilihan (Dapil) masing-masing. Hasil reses yang akan dituangkan sebagai bahan Pokok-Pokok Pikiran (Pokir) DPRD di dalam pelaksanaan pembangunan serta menentukan arah kebijakan pembangunan kedepan, sesuai dengan kewenangan yang ada di Pemerintah Provinsi Babel.

Pentingnya pelaksanaan Reses yang dilaksanakan seluruh pimpinan serta anggota DPRD dalam rangka menjalankan tugas dan fungsinya antara lain, Legislasi, Anggaran dan Pengawasan. Reses tahun sidang III masa sidang I dilaksanakan terhitung sejak tanggal 11-16 Oktober 2021.

Dengan mengusung tema “Rela Menjadi Jembatan Penyambung Aspirasi Rakyat Bangka Belitung”, Ketua DPRD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Herman Suhadi, S. Sos, bertekad dan berjuang untuk memastikan terakomodirnya aspirasi masyarakat dalam keberlangsungan pembangunan daerah dan negara.

“Jangan khawatir, negara hadir di sini untuk memberikan solusi bagi masyarakat agar semua persoalan itu nantinya dapat di atasi dan terealisasi,” kata Politisi PDI Perjuangan Dapil Bangka itu.

Reses dilaksanakan di seluruh kabupaten/kota se-Babel, terwujudnya kerja yang lebih efisien dan efektif terus digencarkan para wakil rakyat Babel.

Terbukti, pelaksanaan reses berhasil menghimpun berbagai aspirasi dari masyarakat. Antara lain, peningkatan pembangunan infrastruktur, sektor perekonomian, sektor pertanian dan perkebunan, sektor pendidikan, sektor kelautan perikanan hingga sektor pariwisata.

Tak hanya itu, berbagai aspirasi yang diharapkan masyarakat dihadapan wakil rakyatnya, seperti bantuan bibit untuk pertanian dan perkebunan.

Selain itu juga, bantuan pembiayaan modal usaha, fasilitas pendidikan, kesejahteraan guru, kesejahteraan masjid serta pembangunan akses jalan, peningkatan jalan, lampu penerang jalan serta pembangunan sarana dan prasarana publik.

Ketua DPRD Provinsi Bangka Belitung, Herman Suhadi, Sos, memandang penting perhatian dari pemerintah terhadap sektor Pertanian dan perkebunan didalam pemulihan perekonomian masyarakat pasca pandemi covid-19, seperti bantuan bibit sawit untuk masyarakat.

“Sawit sangat berpotensi besar terhadap Peningkatan ekonomi dan hari ini alhamdulillah dengan harga yang cukup baik. Kita DPRD sangat mendukung. sehingga Insyaallah kita akan memperjuangkan aspirasi ini di APBD Provinsi Babel,” terangnya.

Wakil Ketua II DPRD Bangka Belitung, Muhammad Amin, SE, berharap dan terus memotivasi pemuda agar dapat menjadi ujung tombak disektor pertanian dan sebagai pelopor pembangunan dalam meningkatkan perekonomian daerah.

“Seorang petani milenial dapat menjadi agen perubahan. Dengan semangat dan jiwa muda yang dimiliki serta cakap dalam penggunaan teknologi. Kedepan kita yakin generasi milenial ini dapat membangun desa menjadi lebih maju,” tandas Politisi Gerindra Dapil Bangka Selatan itu.

Sektor Pendidikan menjadi perhatian serius Wakil Ketua III DPRD Bangka Belitung, Amri Cahyadi, ST. MM.

Pasalnya, Pendidikan mempunyai peranan penting dalam melahirkan generasi yang berkarakter, handal dan berdaya saing dalam menatap kehidupan kedepan yang lebih baik.

Saat melaksanakan Reses, berbagai aspirasi yang ditampung dan akan ditindaklanjuti, antara lain, terkait Penerimaan Peserta Didik Baru ( PPDB) 2021 pada sistem zonasi, sistem pembelajaran secara daring (online), fasilitas sarana dan prasana pendidikan maupun kesejahteraan para guru.

“Aspirasi tersebut akan diperjuangkan, yang pastinya ini akan menjadi pokok -pokok pikiran DPRD yang akan diparipurna dan disingkronkan dengan hasil Musrenbang desa, kemudian menjadi kebijakan daerah di APBD kita,” pungkas Politisi PPP Dapil Bangka itu.

Ketua Komisi I DPRD Babel, Hellyana, SH, menerangkan bahwa, segala aspirasi masyarakat yang menjadi kewenangan Provinsi akan di perjuangkan dan akan dijadikan sebagai bahan Pokok-Pokok pikiran DPRD.

“Kami akan memperjuangkan apa yang telah di aspirasikan kepada kami, juga akan kami pilah mana yang masuk ranahnya provinsi dan mana ranah kabupaten. Bila ada aspirasi yang ternyata wewenangnya ada dikabupaten akan kami sampaikan kepada kawan-kawan DPRD kabupaten,” terang Hellyana, Legislator PPP, Dapil Belitung dan Belitung Timur itu.

Ketua Komisi II DPRD Bangka Belitung, Adet Mastur, SH, MH, akan terus memperjuangkan aspirasi masyarakat demi tercapainya kemakmuran dan kesejahteraan bersama.

“Kami telah berusaha memperjuangkan anggaran-anggaran provinsi, untuk tahun ini ada pembuatan DED (detail enginering desain) pemandian Air Keretak dan Insyallah, juga pembangunan dan pengerukan alur air Desa Keretak ini sudah masuk ke dalam APBD tahun 2022 sebesar tiga miliar rupiah,” pungkas Politisi PDI Perjuangan Dapil Bangka Tengah itu.

Ketua Komisi III DPRD Bangka Belitung, Efredi Effendy menjelaskan, bahwa mitra komisi III antara lain, Dinas PUPR, Dinas Perhubungan, BUMN (termasuk pertamina dan PT Timah) hingga Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan.

Untuk itu dia mengarahkan kepada peserta reses untuk menyampaikan berkaitan dengan pembangunan sesuai mitra kerja.

“Ditahun sebelumnya di Semabung Lama, ada yang mengusulkan perbaikan jalan setapak, Alhamdulillah bisa diakomodir tetapi tidak semua, karena memang tidak bisa dari TAPD, dengan alasan sebagian jalan bukan kewenangan provinsi tetapi kota,” jelas legislator Dapil Kota Pangkalpinang itu.

Ketua Komisi IV DPRD Babel, H. Jawarno, mengatakan, semua usulan yang didapatkan akan tetap ditampung, namun nanti dalam tindakannya akan diseleksi kembali menurut skala prioritas.

“Karena motivasi kita di DPRD untuk terus memajukan sektor pendidikan di Bangka Belitung. namun nanti dalam tindakan menyangkut dana anggaran, kita akan lihat menurut skala prioritas, mana yang lebih penting, mana yang belum,” imbuh, Legislator Gerindra Dapil Bangka itu. (*/adv)

Jadi Narasumber Pelatihan KIPAN, Adet Ingatkan Jangan Menjadi Generasi Bermental Narkoba

WARTABANGKA, PANGKALAN BARU – Ketua Komisi II DPRD provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) Adet Mastur bakar semangat pemuda-pemudi yang tergabung dalam Kader Inti Pemuda Anti Narkoba (Kipan), saat menjadi narasumber Pelatihan Kipan 2021 Generasi Emas Tanpa Narkoba, di Hotel Soll Marina Pangkalan Baru, Rabu (13/10).

“Seperti yang pernah dikatakan Soekarno ‘Berikan aku sepuluh pemuda, maka akan kuguncangkan dunia’. Ini mengindikasikan begitu dahsyatnya kekuatan yang dimiliki pemuda/i ini,” tegasnya.

Lebih jauh anggota DPRD provinsi Kepulauan Bangka Belitung Dapil Bangka Tengah itu menyampaikan, bahwa masa depan Indonesia khususnya Provinsi Kepulauan Bangka Belitung ke depan berada di tangan generasi muda saat ini.

Karena di tangan merekalah yang akan mengisi pembangunan di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.

Maju atau mundurnya suatu daerah itu tergantung pada diri kita sendiri.

“Ditangan kalianlah perubahan-perubahan ini akan terjadi, apakah akan berjalan ke arah yang lebih baik atau ke arah sebaliknya. Karena generasi muda inilah agen perubahan,” tegasnya kembali.

Ia mengajak selalu melakukan kegiatan yang positif.

Tetapi sebaliknya, jika kita menginginkan kehancuran, maka lakukanlah tindakan-tindakan yang negatif.

Di hadapan puluhan peserta yang hadir dirinya pun mewanti-wanti agar generasi muda tidak terjerumus dalam Narkoba.

“Jangan sampai nantinya generasi muda Bangka Belitung ini menjadi generasi yang bermental Narkoba. Karena kalau generasi muda sudah terjerumus kedalam narkoba, maka masa depan diri kita, keluarga, bangsa dan negara akan menghasilkan generasi yang bobrok,” jelasnya.

Anggota DPRD lima periode ini pun membagikan pengalamannya semasa kecil hingga dirinya berhasil menyandang gelar anggota DPRD termuda se-Indonesia pada masa itu.

Lahir dari keluarga yang kurang mampu, di sebuah desa yang sepi tepatnya Desa Keretak, ayahnya seorang penjual ikan dan ibu bekerja sebagai pengambil upah di kebun milik orang lain, tidak menyurutkan niatnya untuk tetap menimba ilmu.

Semasa duduk di bangku SMK pun dirinya tetap semangat, meski jarak yang ditempuh dari rumahnya ke sekolah cukup jauh saat itu karena berada di Kota Pangkalpinang.

Pukul 04.00 WIB pagi dirinya sudah berangkat menuju sekolah menggunakan mobil truk ikan yang menuju Pangkalpinang.

Bahkan tuturnya, pernah suatu waktu dirinya tiba dirumah pukul 20.00 WIB karena harus berjalan kaki pulang dari sekolahnya STM Negeri (sekarang SMK 2) pangkalpinang ke rumahnya, dikarenakan kendaraan yang lewat sudah tidak ada.

Di tengah keterbatasan ekonomi keluarganya selama sekolah, politisi PDIP ini juga hanya mempunyai seragam sekolah dua setel saat itu yang digunakannya selama tiga tahun.

Satu untuk seragam utama (putih/abu-abu) dan satu lagi seragam praktek.

Tempaan hidup yang keras inilah akhirnya mengantarkan Adet untuk tidak pernah putus asa dan semangat.

Hingga akhirnya di usianya yang masih 22 tahun dirinya pun sudah menduduki sebuah jabatan mentereng sebagai anggota DPRD Kabupaten Bangka yang saat itu masih menjadi bagian dari Provinsi Sumatera Selatan.

“Itulah sedikit pengalaman masa muda saya yang bisa menjadi motivasi adik-adik kedepan mau menjadi seperti apa,” tutupnya. (*/Publikasi Setwan DPRD Babel)

Pemulihan Ekonomi di Babel, Adet Usulkan Pengembangan UMKM

WARTABANGKA, PANGKALANBARU – Arah kebijakan pembangunan Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) di Tahun 2022, akan difokuskan pada pemulihan perekonomian.

Kendati belum berakhirnya Pandemi covid-19, namun Pemprov. Babel tetap berupaya, salah satunya dengan mendorong kemitraan antara koperasi dengan pelaku usaha.

Ketua komisi II DPRD Babel Adet Mastur, SH. MH, menjelaskan, DPRD mempunyai  tiga fungsi, yakni antara lain, Pertama, Anggaran, kedua, Legislasi berkaitan dengan pembentukan peraturan daerah dan ketiga yakni Pengawasan atau Controling.

“Pemulihan ekonomi, jika berbicara anggaran. pemulihan ekonomi banyak sektor yang harus kita giatkan, terkhusus nya pengembangan usaha mikro kecil menengah (UMKM) di Babel yang harus kita berikan kebijakan-kebijakan di dalam pembahasan anggaran,” ungkap Adet Mastur, saat menjadi narasumber pada Kegiatan Temu Usaha Koperasi, di Hotel Soll Marina, Senin (27/9).

Kegiatan Pemberdayaan dan Perlindungan Koperasi keanggotaannya Lintas Daerah kabupaten/kota dalam satu daerah Provinsi, dibuka secara resmi oleh Kepala Dinas Koperasi dan UKM (KUKM) Prov Kep Bangka Belitung, Yulizar Adnan. Kegiatan yang diikuti sebanyak 64 peserta. menghadirkan narasumber antara lain, Ketua komisi II DPRD Babel Adet Mastur, Kepala BI Perwakilan Prov Kep Babel dan Direktur PT. Jamkrida Babel.

Lebih jauh Adet menjelaskan, terkait dengan regulasi yakni Legislasi berkaitan dengan pembentukan peraturan daerah.

Terkait dengan perekonomian, di Bangka belitung telah memiliki Perda Nomor 9 Tahun 2018 Tentang Pengembangan Ekonomi Kreatif.
 
“Perda tersebut, ada jaminan untuk para pelaku usaha, Untuk mempermudah berinvestasi di Bangka Belitung,  baik investasi besar maupun investasi kecil, jadi akan dipermudah untuk investasi yang ingin masuk ke Babel, Khususnya pengembangan UMKM yang mesti harus kita galakkan,” kata Ketua Fraksi PDIP itu.

Selain itu, DPRD juga akan menjalankan fungsi yang ketiga yaitu pengawasan atau kontrol terhadap koperasi yang ada di Bangka Belitung.

Hal itu dilakukan, sebagai upaya untuk melakukan verifikasi koperasi yang dikategorikan sehat, koperasi yang sedang sakit dan koperasi yang akan disehatkan.

Sebab menurutnya, masih banyaknya koperasi yang ada di Bangka Belitung terkesan sakit.

“Karena di suasana pandemi ini, untuk menumbuh kembangkan ekonomi di Babel lewat wadah koperasi inilah salah satu wadah yang akan meningkatkan ekonomi. Karena di koperasi inilah pusat dari ekonomi level bawah, karena akan mengakomodir pelaku usaha untuk tergabung dalam koperasi,” tegasnya.

Untuk itu, ia mengingatkan, bahwa di Tahun 2022 mendatang akan ada verifikasi terhadap koperasi di Bangka Belitung.

Untuk itu ia berharap, agar Dinas Koperasi dan UKM (KUKM) Provinsi Kep Bangka Belitung dapat menyampaikan data koperasi yang ada di Bangka Belitung.

“Karena jangan sampai koperasi di Babel tumbuh apabila adanya bantuan-bantuan. Saya menyebutkan ini adalah koperasi merpati, kenapa koperasi merpati, karena burung merpati itu jika ada makanan jagung, burung merpati pasti datang. Tetapi jika tidak ada jagung tidak tahu arahnya ke mana,” pungkasnya. (*/rls)

Cegah Covid-19, Adet Mastur Laksanakan Penyebarluasan Perda

WARTABANGKA, SUNGAISELAN – Ketua Komisi II DPRD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel), Adet Mastur melaksanakan penyebarluasan Peraturan Daerah (Perda) Nomor 10 Tahun 2020 tentang Adaptasi Kebiasaan Baru Dalam Pencegahan dan Pengendalian Covid-19, di SMA Negeri 2 Sungaiselan, Kabupaten Bangka Tengah, Kamis (9/9).

Adapun dalam kegiatan penyebarluasan Perda tersebut, Adet Mastur menjelaskan bahwa Perda Nomor 10 Tahun 2020 merupakan Perda inisiatif anggota DPRD, dimana disetiap pembuatan produk hukum harus memenuhi tiga unsur, antara lain, asas sosiologis, asas filosofis dan asas yuridis.

“Covid-19 ini bukan hanya di Babel saja, tetapi sudah mendunia. Covid-19 ini bukan penyakit ‘ecek-ecek’, tetapi penyakit yang menular dan mematikan, jadi perlu kita antisipasi. Untuk mengantisipasi dan melakukan pencegahan, maka kita membuat Perda yaitu Perda adaptasi kebiasaan baru dalam pandemi covid-19,” terang Adet.

Ia juga menjelaskan, asas kedua yakni asas filosofis, dengan merebaknya virus covid 19, sehingga banyak yang terkena bahkan hingga banyak yang meninggal dunia akibat terkena covid-19.

Namun ia menyayangkan, pasalnya, masih banyaknya masyarakat yang beranggapan remeh dan tidak percaya dengan Virus Covid-19.

“Katanya covid itu tidak ada. Kalau mati dimana pun mati, lalu saya bilang betul, karena kita ini akan menunggu ajal, semua ibarat arisan siapa yang mendapatkan duluan, ini jika kita berbicara ajal. Tapi ini jangan ditantang-tantang penyakit ini,” tegasnya.

Berdasarkan asas sosiologis, asas filosofis, maka adanya asas yuridis, yang berfungsi dalam mengatur pelaksanaan Perda Nomor 10 Tahun 2020.

“Kita harus jaga jarak, kita harus sering cuci tangan pakai sabun dengan air yang mengalir, ini adalah kebiasaan baru. Kita juga harus pakai masker, kemudian harus menghindari kerumunan,” imbuhnya.

Selain itu, ia mengingatkan agar untuk selalu menerapkan Prokes seperti memakai masker.

Pasalnya, Perda tersebut juga menerapkan sanksi bagi pelanggar protokol kesehatan.

“Ditempat proses belajar mengajar ini prokesnya harus ketat, jangan sampai ada varian baru dari sekolah-sekolah. Mari patuhi protokol kesehatan sehingga kita dapat terhindar dari wabah Covid-19”, harapnya.

Sementara itu, Kepala Sekolah SMAN 2 Sungaiselan, Dr. Hamdan S. Pd. M.M,  menyambut baik kegiatan pelaksanaan penyebarluasan Perda yang dilaksanakan DPRD Babel.

“Sosialisasi Perda ini disosialisasikan ke guru-guru, saya harapkan guru dapat menyampaikan ke siswa, dan siswa akan menyampaikan ke orang tua. Mudah-mudahan dengan adanya kegiatan ini semuanya tercerahkan dan wabah ini segera berlalu dan kembali normal”, harapnya.

Sementara itu, dr. Apriyerti selaku narasumber mengatakan, Covid-19 merupakan penyakit yang disebabkan Coronavirus yang terjadi di Wuhan, Desember Tahun 2019.

Ia menjelaskan, proses penularan Covid-19 dengan masa inkubasi virus 1-14 hari dan proses penularan.

Ketika seseorang sudah terinfeksi Covid, ketika berbicara dengan orang yang sehat tanpa menggunakan masker dengan jarak kurang dari satu meter dengan waktu lebih dari lima belas menit.

Adapun orang yang terinfeksi Covid akan mengalami gejala keluhan seperti demam, batuk, pilek dan mencret.

“Kenapa orang harus isolasi selama 14 hari, dengan rata-rata 5-6 hari masa penularan virus tertingginya. Mencret ini banyak orang yang tidak tahu, karena mencret itu merupakan gejala awal orang itu terinfeksi covid,” pungkasnya. (*/Publikasi Setwan DPRD Babel)

Ketua DPRD Bagikan Masker ke Jamaah Masjid Baitul Hasanah

WARTABANGKA, PANGKALPINANG – Upaya pencegahan dan sosialisasi penyebaran Covid-19 di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel), tak henti-hentinya dilakukan oleh seluruh unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Babel.

Hal ini dimaksudkan guna menekan angka penyebaran virus Corona dan meningkatkan kesadaran masyarakat dalam penerapan potokol kesehatan di Babel.

Kali ini, giliran masjid Baitul Hasanah, kel. Air Mawar, Pangkalpinang yang menjadi tujuan sosialisasi, Jumat (28/5). Bersama Kapolda Babel Irjen Pol. Drs. Anang Syarif Hidayat, Ketua DPRD Provinsi Kep. Babel Herman Suhadi membagikan ratusan masker kepada masyarakat dan jamaah masjid.

Selain membagikan masker Ketua DPRD dan Kapolda bersama warga Air Mawar juga melaksanakan sholat jumat berjamaah.

Dalam kesempatan tersebut politisi PDIP ini juga tampak menyapa beberapa jamaah masjid dan masyarakat sekitar seraya membagi-bagikan masker. Ia juga menghimbau masyarakat untuk tetap menerapkan protokol kesehatan seperti mencuci tangan dan memakai masker.

“Kesehatan adalah hal yang utama, kalau sehat kita beraktivitas dan bekerja, ekonomi bangkit dan kesejahteraan akan tercapai,” ujar Herman.

Sosialisasi penerapan protokol kesehatan seperti ini akan terus dilakukan guna meningkatkan kesadaran masyarakat dimasa pandemi. (*/rls)