Travel

Selangkah Lagi Geopark Belitung Diakui UNESCO

WARTABANGKA, TANJUNGPANDAN – Geopark Belitung diyakini segera meraih status UNESCO dengan skor 850 yang merupakan nilai tertinggi yang pernah diperoleh Indonesia pada ujian akhir sidang konsel dari UNESCO Global Geopark yang dilaksanakan 8 Desember 2020 lalu.

Skor tertinggi ini menjadi hasil usaha Pemprov. Kepulauan Bangka Belitung di bawah pemerintahan Gubernur Erzaldi untuk mewujudkan cita-cita Babel membuat Geopark Belitung agar diakui nasional hingga UNESCO.

“Saya bangga dengan tim persiapan Geopark Belitong. Ini sudah final dan tinggal di clearkan saja hingga sertifikat tersebut dapat kita terima pada bulan April mendatang,” ungkap Bang ER, sapaan akrab Gubernur Babel saat santap malam di hari terakhir kunjungan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif RI, Sandiaga Salahuddin Uno, di Eco Beach, Tanjung Kelayang, Kabupaten Belitung, Sabtu (7/2/21).

Di momen yang sama, Kepala Badan Pengurus (BP) Geopark Belitong, Yuspian, mengatakan, Geopark Belitong tinggal menunggu undangan pemanggilan Babel atas geosite-geosite di Belitung yang telah diajukan pada November 2020 lalu untuk diakui UNESCO.

Badan Pengelola Geopark Pulau Belitong sendiri adalah badan pengelola yang dibentuk bersama oleh Pemerintah Kabupaten Belitung dan Belitung Timur. Tugasnya adalah mengembangkan potensi warisan geologi Pulau Belitong sehingga dapat memberikan efek kesejahteraan bagi masyarakat.

Nilai tinggi yang diraih Babel hingga mencapai skor 850 untuk Geopark Belitong, merupakan nilai tertinggi yang pernah diperoleh Indonesia dalam pengalaman mengajukan diri menjadi Geopark UNESCO dalam standar skor penilaian tertinggi 1.000 poin.

Lebih jauh, Yuspian mengungkap bahwa sebenarnya Babel bukan lagi dalam rangka berjuang untuk status UNESCO Global Geopark (UGG), akan tetapi lebih dari itu.

“Dari nilai itu sudah dapat dipastikan bahwa Belitung lolos. Apalagi Belitung sudah dinyatakan lulus oleh sidang konsel. Jadi, nanti di bulan April jika tidak ada perubahan jadwal, akan segera dikukuhkan atau disahkan atau ketok palu untuk Belitung Geopark UNESCO,” ungkapnya bersemangat.

“Ke depan kita akan mempersiapkan dan memberdayakan tim Geopark Belitong, mengingat banyak sekali daya tarik dari geopark disini,” sambung Bang ER mengapresiasi penjelasan Yuspian.

Bang Sandi, sapaan akrab Menteri Parekraf RI, memberikan apresiasi positif atas metamorfosis Pulau Belitung untuk lebih dikenal dunia.
“Hal ini menambah keyakinan kita bahwa Belitung memiliki sesuatu yang luar biasa. Ini destinasi incaran domestik dan manca negara. Jadi, sudah seharusnya pariwisata lebih terdukung oleh adanya Geopark Belitong sehingga peluang pasar ekonomi kreatif lebih terbuka,” tutupnya. (Diskominfo Babel)

KEK Tanjung Kelayang Diresmikan, Siap Tampung 5.000 Pekerja

WARTABANGKA, SIJUK – Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Tanjung Kelayang di Kabupaten Belitung telah diresmikan, tentunya hal ini memberikan dampak positif bagi lapangan pekerjaan, maka KEK tersebut diperkirakan dapat menyerap ribuan pekerja.

Demikian dikemukakan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif RI, Sandiaga Salahuddin Uno saat rapat konsolidasi bersama Gubernur Erzaldi Rosman, para deputi Kemenparekraf RI, dan pengelola kawasan, Banyu Sinergi Multikarya serta pelaku usaha, dalam hal ini manajemen Seraton Hotel, Sabtu (6/2) di Seraton Hotel.

“Diperkirakan kawasan ini mampu menyerap lapangan pekerjaan hingga lima ribu orang memasuki tahun 2025,” kata Sandi.

Walau pandemi cukup mengkhawatirkan dan membuat penundaan peresmian Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Tanjung Kelayang yang telah ditetapkan sejak 14 Maret 2019, namun demikian melihat kondisi saat ini di Bangka Belitung, pengembangannya tetap dapat dilanjutkan. Hal ini karena, pengembangan KEK akan berdampak positif bagi Bangka Belitung secara keseluruhan. Maka, KEK Tanjung Kelayang harus segera diresmikan.

KEK Tanjung Kelayang sangat memenuhi syarat. Ditambah letak geografis Babel khususnya Pulau Belitung yang merupakan jalur pusat pelayaran membuatnya menjadi objek wisata bahari yang luar biasa.

Sport tourism, eco wisata, dan keunggulan geostrategi Belitung dikatakan Menparekraf Sandi menjadi modal kuat Kawasan Tanjung Kelayang.

Selain itu Pantai Pasir Putih, batu granit raksasa yang menjadi ciri dari Belitung dan kunjungan-kunjungan lainnya juga membuat kawasan ini dapat ditetapkan menjadi KEK Tanjung Kelayang sejak 14 Maret 2019.

“Sudah saya coba sendiri saat melaksanakan mini triathlon pagi ini dengan mengelilingi Kawasan Tanjung Kelayang dan sangat berpotensi untuk sport tourism, eco wisata, keunggulan geostrategi,” ungkapnya.

Pada kesempatan tersebut, Gubernur Erzaldi mengapresiasi dukungan yang telah dilakukan Kemenparekraf RI atas KEK Tanjung Kelayang.

“Kami sangat berharap KEK ini segera dilakukan peresmiannya oleh bapak Presiden RI, sebab sudah pasti tidak hanya berdampak pada kawasan ini saja, tetapi juga Babel secara keseluruhan,” harapnya.

Dalam pengembangannya, gubernur yakin KEK ini mampu mengundang dan menambah investor lainnya untuk potensi usaha.

Lebih lanjut dikatakan bahwa sebelum atau sesudah diresmikan tentunya Babel perlu mempersiapkan banyak hal, tidak hanya konsolidasi.

Banyak orang yang tidak tahu apa yang dimiliki oleh Babel, dalam rapat ini Banyu Sinergi Multikarya sebagai pihak pengelola berkesempatan melakukan pelaporan tentang KEK Tanjung Kelayang di depan menteri dan gubernur.

“KEK tidak diberikan sembarangan, hanya beberapa daerah saja yang mendapatkan dan persiapan puncak peresmian oleh presiden masih terus dipersiapkan di lahan seluas 150 hektar ini,” ungkap Deri, perwakilan Banyu Sinergi Multikarya.

Orang nomor satu di Babel menjelaskan selama prokes dijalankan dengan ketat oleh semua pihak, tentunya akan tetap mampu meneruskan rencana atas KEK dan membuat wisata dan ekonomi kreatif Babel bangkit kembali. (Diskominfo Babel)

Maret 2021, Integrasi Ekowisata dan Agroforestery Siap Digarap

WARTABANGKA, TANJUNGPANDAN – Rencana Integrated Rehabilitation and Sustainable Development Hutan Kemasyarakatan (HKm) Seberang Bersatu (Ekowisata dan Agroforestery) akan segera terealisasi. Hal ini dapat menambah jumlah destinasi wisata unggulan yang ada di Pulau Belitung.

Kepastian itu didapat saat Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia (Menparekraf), Sandiaga Salahuddin Uno didampingi Gubernur Kepulauan Bangka Belitung, Erzaldi beserta Bupati dan Wakil Bupati Belitung bersepeda mengelilingi kawasan Juru Seberang yang terletak di Kecamatan Tanjung Pandan, Kabupaten Belitung, Jumat (5/2).

“Harapan kita agar terintegrasi Juru Seberang dengan Bukit Paramon. Destinasi ini akan menjadi salah satu destinasi unggulan di Kabupaten Belitung dan kita akan kembangkan sebagai road map Provinsi Kepulauan Bangka Belitung,” tegas Menteri Sandi saat tiba di zona mangrove.

Dengan tegas pula Menteri Sandi meminta rencana strategis dalam pengembangan pariwisata Bangka Belitung ini untuk dilanjutkan konsolidasinya pada hari Senin mendatang di Kantor Bupati Belitung.

“Saya harap ini jenis pariwisata dan ekonomi kreatif yang lebih bisa diunggulkan karena Belitung ini alamnya indah dan tingkat penyebaran covidnya rendah,” ungkapnya lagi.

Menteri Sandi sendiri menargetkan rencana integrasi ini selesai dalam waktu 3 minggu mendatang.

“Selesai persiapan diperkirakan awal Maret. Jika semua persiapan cukup, kementerian terkait dapat langsung merealisasikan secara bertahap,” pungkasnya.

Menanggapi hal tersebut Gubernur Babel, Erzaldi Rosman dengan cepat merespon keinginan dari Menteri Sandi. Menurut gubernur, kerja cepat dan kerja tepat yang dilakukan oleh Menteri Sandi harus segera ditindaklanjuti dengan rapat konsolidasi sesuai arahan Menteri.

Konsolidasi tersebut melibatkan pemerintah provinsi, kabupaten, dan pemerintah pusat yang terdiri dari Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif RI, Menko Maritim dan Investasi RI, serta Kementerian Lingkungan Hidup RI.

Orang nomor satu di Babel ini mengatakan, rapat konsolidasi perlu dilakukan untuk memantapkan masterplan pembangunan kawasan hutan sosial Juru Sebrang dengan Bukit Paramon yang terintegrasi. Kedua lokasi ini akan menjadi salah satu titik destinasi pariwisata yang lebih baik lagi atas dorongan pemerintah pusat terkait dalam pelaksanaannya.

“Harapan kita, kegiatan ini lancar secara bertahap dilakukan pada tahun ini hingga 2023,” ungkapnya.

Sementara itu Bupati Belitung, Sahani Saleh menambahkan pihaknya akan secara cepat melakukan pengerjaan yang menjadi kewenangannya.

“Hal ini harus tuntas dalam waktu cepat, jadi kami akan kerjakan dengan sebaik-baiknya,” tambahnya.

Juru Seberang dalam perencanaan pengembangannya oleh HKm Seberang Bersatu akan dibagi menjadi empat zona, diantaranya:

ZONA 1 – GUSONG BUGIS

  1. Belitong Mangrove Park (sudah terealisasi)
  2. Kampung Gusong Bugis
  3. Kampong Lanun
  4. Silvofishery (sudah terealisasi)
  5. Gallery (WORSHOP AREA)
  6. Kuliner Area (sudah terealisasi)
  7. Camping Ground (sudah terealisasi)
  8. Wahana Anak
  9. Mangrove Centre
  10. Balai Benih
  11. Live Sea Food Area
  12. Mini Theatre
  13. Taman Bonsai (sudah terealisasi).

ZONA 2 – AGROFORESTERY

  1. Perkebunan (sudah terealisasi buah-buahan: mete, mangga, klengkeng, sirsak)
  2. Pertanuan (jagung, nanas, cabai, dan tomat)
  3. Peternakan (Sapi ,Ayam ,Bebek)
  4. Perikanan Air Tawar (keramba dalam kolong-kolong ekstambang: lele, mujair, patin)
  5. Apartemen Walet
  6. Bamboo Park.

ZONA 2 – KEMARITIMAN

  1. Dermaga Yatch (Sail Indonesia: Turnamen Rally Tahunan Yatch, Tourism) Fasilitasi oleh Kemenparekraf dan Pemkab Belitung
  2. Tambak Udang (vaname)
  3. Budidaya Kerapu (keramba penggemukan)
  4. Industri Maritim (bengkel servis kapal, pengawetan udang, pabrik es)
  5. Water Sport (jet ski,  dll)
  6. Villa dan Resort (penunjang tourism).

ZONA 4 – INTEGRATED REHABILITATION AND SUSTAINABLE DEVELOPMENT

  1. Bumi Pramuka (sudah terealisasi)
  2. Learning Area
  3. Celebration Area
  4. Gathering Area
  5. Private Island.

Ikut dalam agenda kunjungan Menteri Pariwisata di kawasan Juru Seberang ini Forkopimda Kabupaten Belitung. (Diskominfo Babel)

Menparekraf: Desa Terong, Desa Wisata Kreatif Kelas Dunia

WARTABANGKA, TANJUNG PANDAN – Desa Terong, disebut sebagai Desa Wisata Kreatif oleh Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Republik Indonesia, Sandiaga Salahuddin Uno. Ini terbukti dari produk-produknya sudah berkelas, bukan hanya nasional tapi mendunia.

Hal ini diungkapkan Menparekraf, Sandiaga Uno saat mengunjungi Desa Terong Kecamatan Sijuk, Kabupaten Belitung, Jumat (5/2) untuk berdialog langsung dengan para pelaku ekonomi kreatif.

Motor penggeraknya adalah Pokdarwis (Kelompok Sadar Wisata), kelompok ini mengemas paket wisata di Desa Terong dengan edukasi kearifan lokal seperti wisata edukasi menanam sawi, menari dan sebagainya, yang memberdayakan mulai dari anak-anak hingga orang tua.

Desa wisata yang berjarak sekitar 16 km dari pusat kota Tanjung Pandan ini, mulai dirintis pertama kali pada tahun 2013. Dimulai dengan menanamkan perubahan pola pikir masyarakat, selama 3 tahun. Hingga mereka siap menerima perkembangan dunia dan dilanjutkan dengan diadakannya pelatihan demi pelatihan dan pembangunan hingga tahun 2019.

Lokasi yang digunakan untuk pusat kreativitas warga Desa Terong adalah bekas tambang timah masyarakat. Masyarakat bersama-sama berswadaya secara manual selama 2 tahun untuk mengembalikan lahan menjadi lebih bermanfaat.

Terdapat tiga HKm yang masuk dalam perhutanan sosial sebagai program awal di Kabupaten Belitung. HKm Bukit Tembalu, HKm mangrove dan HKm Hutan Tembalu. Selain mengelola madu trigona, HKm tersebut juga mengelola mangrove hingga agrowisata.

“Setelah kunjungan bapak menteri, tentunya akan berdampak besar terhadap apa yang akan kami lakukan,” ungkap Ketua Pokdarwis Desa Terong, Iswandi.

Pada kesempatan ini, Menparekraf mengatakan akan menindaklanjuti kendala-kendala yang dihadapi masyarakat di masa pandemi. Misalnya, dengan mempermurah ongkos kirim bagi para pelaku ekonomi kreatif, sehingga bisa membangkitkan kembali pemasaran.

Lebih lanjut dikatakan Bang Sandi, sapaan akrabnya, 97% lapangan pekerjaan tercipta dari ekonomi kreatif dan 60% dari ekonomi Indonesia, juga dari mereka para pelaku usaha pariwisata dan ekonomi kreatif.

“Kita harus saling mendukung dan saya berharap sinergi ini bisa saya dukung, insyaallah,” tegasnya.

Sandiaga Uno juga akan membentuk dan mencoba memetakan potensi-potensi daerah dan memecahkan permasalahan saat jadwal makan malam bersama Gubernur Erzaldi.

“Kedua pemerintahan (Pemprov. Babel dan Pemkab. Belitung) harus bisa membantu para pelaku ekonomi kreatif untuk bangkit dan menang,” ajaknya dengan tegas. (Diskominfo Babel)

Menkraf RI : Lets Go Belitung!

WARTABANGKA, TANJUNG PANDAN – Teriakan “Lets go Belitung!” dari Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia, Sandiaga Salahuddin Uno terdengar lantang, mengenakan topi khas Belitung Todapa (topi daun kelapa), menyemangati warga Desa Batu Itam, Kecamatan Tanjung Pandan, Kabupaten Belitung, yang antusias menyambut kehadirannya bersama Gubernur Kepulauan Bangka Belitung, Erzaldi Rosman di Desa itu, Jumat (5/2).

Desa Batu Itam diakui Menteri yang kerap disapa Sandiaga Uno ini, sebagai satu dari contoh Desa Ekonomi Kreatif yang sukses mengangkat kearifan lokal, bahkan produk keluarannya sudah lebih dari satu jenis.

Dikenal sebagai Desa yang memiliki Galangan Kapal Kayu atau biasa disebut Jeramba Kubu, Desa Batu Itam juga penghasil produk ekonomi kreatif lainnya seperti Produk Bika keramik, Pembuatan miniatur perahu, Produk kain batik dari sepiak belitong dan sanggar tari pelita budaya.

Membuat kapal dari kayu yang biasa untuk mengangkut barang, masyarakat kubu diajak Menteri Sandi untuk mengonversi produk kapal kayu tersebut menjadi lebih kreatif seperti dijadikan kapal pariwisata.

“Produk-produk keramik bahkan sudah sampai ke Singapura, dan baju yang saya kenakan saat ini juga berasal dari Batik Sepiak,” ungkapnya bangga terhadap kreativitas warga.

“Kita ingin kita semua bangkit, buka lapangan pekerjaan seluas-luasnya beri peluang untuk pelaku ekonomi lokal, khususnya ekonomi kreatif,” tegasnya ditujukan kepada Gubernur Babel dan Bupati Belitung.

Desa ini tidak hanya miliki berbagai ekonomi kreatif yang sudah berjalan sejak lama dan menuai berbagai macam penghargaan saja, tetapi juga mampu menciptakan objek wisata baru seperti susur sungai Kubu dan homestay.

“Nantinya akan terkoneksi, susur sungai dengan paket menginap di homestay, membatik hingga mencoba membuat keramik,” ungkap salah seorang warga menjelaskan kepada Menteri Sandi saat berkeliling desa.

Gubernur Erzaldi berharap, motivasi dari Menteri Sandi ini dapat diimplementasikan agar ekonomi kreatif di Babel terus aktif.

“Protokol kesehatan juga harus benar-benar diterapkan agar ekonomi Babel bangkit dan menunjang keamanan pariwisata,” pesan Gubernur Erzaldi kepada warga. (Diskominfo Babel)

Dua Site Belitung Dicanangkan Jadi Prioritas Destinasi Wisata Indonesia

WARTABANGKA, TANJUNG PANDAN – Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif RI, Sandiaga Uno, mengakui keindahan Belitung saat berkunjung dan menikmati santap pagi di Waroeng Kopi Ake Kawasan KV Senang, Tanjung Pandan, Kabupaten Belitung, Jumat (5/2).

“Alamnya indah, Covid-19 nya rendah. Ini karunia, tapi jangan lengah,” ungkapnya.

Pada kesempatan ini, Menteri Sandi mengatakan bahwa sektor pariwisata bergandeng erat dengan ekonomi kreatif.

“Ini perlu ditingkatkan melalui intervensi digitalisasi dengan persiapan ekosistem yang baik,” tegasnya.

Lebih lanjut, mantan Wakil Gubernur DKI Jakarta mengakui bahwa kunjungan ke Pulau Belitung dilakukan sebagai wujud dorongan kepada para pelaku ekonomi kreatif agar bisa bersaing di era digitalisasi. Sehingga, para pelaku usaha diberikan motivasi khusus agar lebih berkembang dalam menjalankan usahanya.

“Saya ingatkan, jika ingin pariwisata pulih dan ekonomi bangkit, maka, hal utama yang harus diterapkan adalah 3 M, menggunakan masker, menjaga jarak dan mencuci tangan. Karena tidak ada daerah yang berhasil menekan angka penyebaran covid jika tidak menerapkan ini,” tegasnya.

Menteri Sandi mengatakan, beberapa waktu ke depan, dirinya juga akan melaunching pariwisata berbasis pelestarian alam, yaitu hutan sosial dan geoparknya, seperti Juru Seberang dan Bukit Paramon.

Masih di Warung Kopi Ake yang sudah diwariskan turun temurun ini, Gubernur Kepulauan Bangka Belitung (Babel), Erzaldi Rosman, mengucapkan terima kasih atas kunjungan Menteri Pariwisata ke Bangka Belitung.

Dikatakan bahwa Pemprov Babel dan pemerintah kabupatennya sudah berkolaborasi dalam rangka pengembangan Hutan Sosial Bukit Paramon dan Juru Seberang untuk menjadikannya prioritas kunjungan wisata keenam di Indonesia. Hal ini tentunya membutuhkan dukungan pemerintah pusat khususnya Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif.

“Terima kasih kepada Pak Menteri yang sudah berkunjung ke Babel. Semoga bisa mendorong peresmian KEK Tanjung Kelayang kepada presiden,” ungkap Gubernur Erzaldi.

“Saya yakin, pemulihan pariwisata ini bisa terwujud atas kerja sama antara pemerintah pusat, pemerintah provinsi, dan pemerintah kabupaten demi suksesnya pertumbuhan pariwisata kita di Bangka Belitung,” pungkasnya. (Diskominfo Babel)

Menteri Sandi Kunjungi Pulau Belitung, Ini Agendanya

WARTABANGKA, BELITUNG – Elok dan eksotisnya Pulau Belitung tak pernah membuat seorang Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif RI, Sandiaga Salahudin Uno bosan. Tentu ini pertanda sang menteri jatuh hati dengan Bangka Belitung.

Itu tampak saat pria yang dijuluki netizen sebagai ‘Papa Online’ ini menginjakkan kakinya lagi ke Pulau Belitung, Jumat pagi (5/2) yang langsung disambut Gubernur Babel Erzaldi Rosman dan istri, Melati Erzaldi, serta alunan musik dari kelompok Stambul Fajar Pengekar Campo dari Selat Nasik Belitung.

Di saat yang bersamaan, menteri yang juga pengusaha itu mencoba scan barcode untuk mendapat informasi lanjutan dari foto-foto keindahan alam Pulau Belitung yang dipamerkan di ruang kedatangan bandara.

Kunjungan Menteri Sandi ke Pulau Belitung direncanakan hingga dua hari mendatang, yakni dari tanggal 5 – 7 Februari 2021. Sedangkan titik-titik yang dijadwalkan akan dikunjungi diantaranya, Desa Batu Itam, Masjid Agoeng Mohammad Saleh, Hutan Kemasyarakatan (HKm), Desa Seberang Bersatu (Juru Seberang), Desa Wisata Kreatif Terong, Peninjauan Bukit Peramun, dan KEK Tanjung Kelayang.

Kunjungan di awali dengan tujuan pusat kota, tepatnya di titik Nol Kilometer untuk mengunjungi KV Senang yakni, area sekitar Bundaran Batu Satam tempat kedai-kedai kopi dan warung makan khas Belitung. Mencicipi hidangan pagi seperti Nasi Gemok, yakni nasi putih yang dibungkus daun simpor, dengan lauk ikan bebulus goreng yang diberi kuah santan.

Selain itu, menteri yang sempat dijuluki oleh emak-emak sebagai ‘cawapres ganteng’ ini, ingin mengajak tokoh adat dan para pengusaha Belitung yang tergabung dalam Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) dan organisasi Kamar Dagang, berdialog, terutama tentang Ekonomi Kreatif saat ini.

Dalam rangkaian acara, tampak hadir Bupati Belitung, Sahani Saleh, dan Wakilnya, Isyak Meirobie beserta Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Belitung.

“Kami menyesuaikan pada rundown kunjungan Menteri Sandi selama di Belitung. Pada setiap titik kunjungan sudah disiapkan panitia khusus serta tim keamanan,” ungkap Bupati Sahani Saleh.

Diakuinya, ini bukan kali pertama Sandiaga Uno berkunjung ke Pulau Belitung. Sebelumnya, Ketua Umum HIPMI periode 2005 – 2008 ini kerap datang selain untuk berwisata pribadi, juga sebagai penasehat HIPMI Pusat. Sedangkan lawatan kali ini, merupakan yang pertama sebagai Menteri Pariwisata.

Bupati Sanem, panggilan akrab Bupati Belitung, berharap kedatangan orang nomor satu di bidang pariwisata ini, dapat memberi solusi atas ketidakstabilan ekonomi pariwisata Belitung setelah pandemi Covid-19. (Diskominfo Babel)

2021, Babel Akan Prioritaskan Sektor Pariwisata

WARTABANGKA, PANGKALPINANG – Gubernur Kepulauan Bangka Belitung (Babel), Erzaldi Rosman optimis dengan transformasi Babel ke sektor pariwisata dengan melihat potensi wisata alam serta didukung dengan letak geografis yang strategis.

“Bangka Belitung tidak dapat terus bergantung pada sektor tambang. Beberapa daerah kami sudah memprioritaskan sektor pariwisata seperti Kabupaten Bangka Tengah dan Belitung. Hal ini didukung dengan alokasi anggaran yang sudah mengarah ke sana. Harapan kita daerah lainnya mengikuti,” ujar Erzaldi saat menjadi narasumber pada Webinar “Outlook Pariwisata 2021” yang diselenggarakan oleh Berita Satu, Kamis (26/11).

Menurutnya, Pemprov Babel saat ini sudah melakukan strategi untuk meningkatkan jumlah wisatawan dan menambah masa tinggal (length of stay).

“Untuk menambah jumlah wisatawan, Pemprov Babel memperkuat kerja sama dengan berbagai maskapai untuk menambah jumlah penerbangan ke Bangka Belitung khususnya untuk wisatawan manca negara. Kita kerja sama dengan Maskapai Garuda untuk bisa membuka penerbangan langsung dari Cina, tepatnya dari Provinsi Sichuan yang merupakan asal dari etnis Tionghoa di Babel ini,” ujar Gubernur Erzaldi.

Selain itu, dirinya menyebutkan bahwa pembangunan jembatan yang menghubungkan Pulau Bangka dan Sumatera akan mendorong jumlah wisatawan domestik ke Bangka Belitung.

“Jembatan Bahtera Sriwijaya saat ini masih proses DED, pembangunannya akan dimulai pada tahun 2023 mendatang. Jembatan sepanjang 13 km ini tidak hanya memudahkan distribusi barang namun, akan memberi efek domino dalam meningkatkan jumlah wisatawan kita,” ujarnya.

Ditambahkannya, Bangka Belitung saat ini mengajukan dua Kawasan Ekonomi Khusus yakni KEK Tanjung Gunung dan KEK Sungailiat.

“Untuk menambah length of stay wisatawan, pemprov terus mensupport disahkannya 2 KEK lagi setelah KEK Tanjung Kelayang di Belitung. Pergelaran event-event baik di Pulau Bangka maupun Belitung. Di samping itu kita terus mengedukasi masyarakat agar sadar pariwisata mulai dari menanamkan keramah-tamahan sampai pada peran serta menjaga kebersihan dan ketertiban,” ujarnya.

Sementara itu, Direktur PT Panorama Sentrawisata, Budi Tirtawisata mengatakan bahwa potensi wisata Babel tidak kalah menarik dari daerah lain.

“Saya setuju dengan Gubernur Erzaldi bahwa Bangka Belitung perlu menambahkan jumlah dan akses penerbangan. Namun hal itu juga harus diimbangi dengan kesiapan pariwisata Babel dari aspek amenitas, aksesibilitas, maupun atraksi,” ujar Budi.

Terkait masalah penerbangan, Direktur Layanan Pengembangan Usaha dan Teknologi Informasi Garuda Indonesia, Ade R. Susardi mengatakan bahwa tahun 2021 jumlah penerbangan diharapkan akan normal kembali.

“Selama bulan Mei kemaren jumlah penerbangan hanya 40, normalnya kita sampai 500 penerbangan. Sekarang ini masih sekitar 200 penerbangan, dan hanya mengangkut sekitar 60-70 % penumpang. Tahun depan kita harap sudah normal kembali. Karena kita lihat penduduk duniapun sudah mulai melakukan pergerakan (perjalanan),” ujarnya.

Selain Gubernur Erzaldi, hadir juga narasumber dari Garuda Indonesia yakni Ade R Susardi selaku Direktur Layanan, Pengembangan Usaha, dan Teknologi Informasi; Hariyadi Sukamdani selaku Ketua Umum PHRI; dan BudinTirtawisata selaku Direktur Utama PT Panarama Sentrawisata Tbk.

Sumber: Dinas Kominfo

Baru Softlaunching, Angka Penjualan Pertamax Turbo di Pangkalpinang Terus Melonjak Naik

WARTABANGKA, PANGKALPINANG – Kehadiran  Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Pertamax Turbo yang telah diuji coba sejak seminggu lalu ternyata mendapat antusias yang tinggi dari masyarakat Pangkalpinang.

Hal tersebut disampaikan Region Manager Retail Sales II, Riza Pahlefi didampingi Sales Area Manager Pertamina Sumsel Babel, Sadli Ario Priambodo saat peluncuran Pertamax Turbo di SPBU 23.331.11 Pangkalbalam, Kota Pangkalpinang, Sabtu (24/10) pagi.

Region Manager Retail Sales II, Riza Pahlefi

“Alhamdulillah, sejak Pertamax Turbo pertama kali hadir di SPBU Pangkalbalam, Sabtu (9/10), omset saat ini mencapai 500 liter per hari, target kami 1.000 liter per hari. Pertamax Turbo akan hadir juga di Sungailiat dan Toboali Bangka Selatan,” kata Riza Pahlefi.

Kegiatan peluncuran Pertamax Turbo ini diikuti oleh para bikers dengan melakukan touring terbatas bersama komunitas Maxi Owner yang berangkat dari SPBU Pangkalbalam sekitar pukul 10.00 WIB menuju Danau Kaolin Koba, Bangka Tengah (Bateng) dengan jarak sepanjang 140 Km (Pulang Pergi).

“Seluruh peserta bersemangat dan  antusias menunggangi kendaraannya. Dengan mengusung tema “Motor MAXImal dengan Pertamax Turbo”,  dengan tetap memperhatikan rambu lalu lintas, protokol Covid-19 dan aspek keselamatan,” ujarnya.

Sementara, Unit Manager Com. Rel and CSR Sumbagsel, Umar Ibnu Hasan, menambahkan, kehadiran Pertamax Turbo di Babel ini seiring dengan tingginya kesadaran konsumen setia Pertamina, menggunakan BBM terbaik di Indonesia untuk menjaga ketahanan mesin kendaraan.

“Dimana hasil pembakaran dari Pertamax Turbo tidak menyebabkan arang pada mesin sehingga asap menjadi lebih bersih. Dengan Research Octane Number (RON) sebesar 98, Pertamax Turbo merupakan BBM terbaik di Indonesia saat ini”, terang Umar. 

Terpisah, salah satu peserta touring Komunitas Yamaha NMax Club Indonesia, Ahmad Riadi mengaku puas dengan performa sepeda motor yang dikendarainya sejak memakai Pertamax Turbo.

“Pernah coba buat touring ke Sabang luar biasa performanya, tanjakan di daerah Padang dan daerah Aceh, gas sedikit langsung naik semuanya. Keiritan dan perbedaan tarikannya juga kami rasakan. Dengan Oktan 98, untuk motor 250 cc,” ungkap Ahmad.

Pria yang sudah malang melintang touring motor bermesin 250 cc itu juga mengaku siap menjajal lagi keandalan Pertamax Turbo dalam touring terbatas bersama komunitas Maxi Owner di Pangkalpinang.

Sebagai informasi, Formula Ignition Boost menyebabkan Pertamax Turbo membuat mesin lebih responsif, meningkatkan akselerasi dan performa mesin. Kadar oktan yang tinggi juga mengakibatkan sempurnanya pembakaran, efisiensi BBM, kecepatan kendaraan menjadi maksimal, kendaraan menjadi lebih nyaman untuk dikendarai. 

Pertamina juga senantiasa menjaga stabilisasi udara dengan meluncurkan Bahan Bakar Berkualitas (BBK) ramah lingkungan dengan emisi gas buang berkadar karbon rendah dan dengan kadar sulfur maksimal 50 part per million (ppm) atau setara dengan standar  Euro 4. (*/DEI)

Erzaldi-Herman Deru Akhirnya Sepakati Lokasi Pembangunan Jembatan Batera

WARTABANGKA, PANGKALPINANG– Gubernur Kepulauan Bangka Belitung (Babel), Erzaldi Rosman bersama Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel), Herman Deru telah sepakat soal titik lokasi rencana pembangunan Jembatan Bangka-Sumatera (Batera). Jembatan akan dibangun dari Tanjung Tapak, Kabupaten Ogan Komering Ilir tersambung ke kawasan Sebagin, Kabupaten Bangka Selatan.

“Yang paling penting adalah hari ini sudah menentukan titik masing-masing, bahwa di Sumatera Selatan itu berada di titik lokasi Tanjung Tapak, Kabupaten Ogan Komering Ilir dan untuk titik lokasi di Bangka itu di Sebagin, Kabupaten Bangka Selatan,” kata Herman Deru usai menggelar diskusi terfokus di ruang Tanjung Pendam Kantor Gubernur Babel, Kamis (17/9).

Hasil kesepakatan ini, kata dia, sebagai bentuk keseriusan dari kedua provinsi untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi dan mempercepat jarak silahturahmi, yakni dengan cara membangun jembatan tersebut.

“Jadi dalam setiap program besar itu tentu harus diawali dari perencanaan yang benar dulu, kita sudah pada tahap, FS atau Feasibility Study, DED (Detail Engineering Design-red), bahkan tadi timbul tiga opsi alternatif tempat titik operate masing-masing, ini adalah peristiwa penting bagi Sumsel dan Bangka,” ujarnya.

Dia berharap, pembangunan Jembatan Bangka – Sumatera ini nantinya akan menjadi semangat baru bagi pelaku usah, baik yang dari luar Sumsel dan Bangka, bahkan dari pelaku usaha dari luar negeri.

“Seperti kita ketahui bahwa SDA di Bangka itu sudah nyata dan terkenal, begitu juga Sumsel, baik pertanian, perkebunan dan juga SDA migas dan batubara nya. Jadi mudah-mudahan dapat saling memanfaatkan ini, sehingga dapat segera mempercepat lagi pertumbuhan ekonomi dan juga menuju kesejahteraan,” harapnya.

Sementara, Gubernur Babel, Erzaldi Rosman menyambut baik hasil kesepakatan ini semata-mata untuk lebih mensejahterakan masyarakat baik masyarakat Sumsel maupun Bangka Belitung.

“Silahturahmi lebih dekat lagi dan ekonomi tentunya lebih terangkat, ini usaha kita bersama untuk kepentingan dua provinsi ini sebagai saudara serumpun, kita ketemu Pak Menteri (PUPR-red) membawa kesepakatan ini untuk ditindaklanjuti untuk menjadi program strategis nasional,” ujarnya. (*/DEI)