Jalan-jalan

Di Pantai Selepuk dan Pantai Pasir Kuning, Yus Derahman Harap Adanya Pengembangan Pariwisata

WARTABANGKA, TEMPILANG – Anggota DPRD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) Yus Derahman, mengharapkan adanya pengembangan pariwisata yang dilakukan di Pantai Selepuk dan juga Pantai Pasir Kuning, Kecamatan Tempilang, Kabupaten Bangka Barat.

“Kita reses di Desa Air Lintang, tepatnya di Pantai Pasir Kuning. Kita undang RT dan seluruh perangkat desa. Kita menggali dari yang kecil hingga yang besar yang dirasakan perlu untuk pembangunan di Desa Air Lintang,” kata Yus Derahman kepada wartabangka, saat melakukan reses Tahun Sidang III Masa Sidang I, di Pantai Pasir Kuning, Desa Air Lintang, Kecamatan Tempilang, Kabupaten Bangka Barat, Senin (11/10).

Sekretaris Komisi I DPRD Babel itu juga menyebutkan, adapun pengembangan pariwisata yang diinginkan untuk di Pantai Selepuk dan juga Pantai Pasir Kuning, yakni berupa fasilitas dan juga hal-hal yang dianggap perlu untuk pengembangan pariwisata.

“Memang pengunjungnya di hari libur cukup ramai, namun ketika fasilitas untuk pengembangan pariwisata tidak ditambah, masyarakat bosan dan bisa tidak mau lagi ke pantai yang ada di Kecamatan Tempilang ini,” jelas Politisi Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) itu.

“Kita berharap, aspirasi ini benar-benar bisa menjadi masukan bagi eksekutif untuk dapat direncanakan dan direalisasikan,” harapnya. (*/ryu)

Selangkah Lagi Geopark Belitung Diakui UNESCO

WARTABANGKA, TANJUNGPANDAN – Geopark Belitung diyakini segera meraih status UNESCO dengan skor 850 yang merupakan nilai tertinggi yang pernah diperoleh Indonesia pada ujian akhir sidang konsel dari UNESCO Global Geopark yang dilaksanakan 8 Desember 2020 lalu.

Skor tertinggi ini menjadi hasil usaha Pemprov. Kepulauan Bangka Belitung di bawah pemerintahan Gubernur Erzaldi untuk mewujudkan cita-cita Babel membuat Geopark Belitung agar diakui nasional hingga UNESCO.

“Saya bangga dengan tim persiapan Geopark Belitong. Ini sudah final dan tinggal di clearkan saja hingga sertifikat tersebut dapat kita terima pada bulan April mendatang,” ungkap Bang ER, sapaan akrab Gubernur Babel saat santap malam di hari terakhir kunjungan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif RI, Sandiaga Salahuddin Uno, di Eco Beach, Tanjung Kelayang, Kabupaten Belitung, Sabtu (7/2/21).

Di momen yang sama, Kepala Badan Pengurus (BP) Geopark Belitong, Yuspian, mengatakan, Geopark Belitong tinggal menunggu undangan pemanggilan Babel atas geosite-geosite di Belitung yang telah diajukan pada November 2020 lalu untuk diakui UNESCO.

Badan Pengelola Geopark Pulau Belitong sendiri adalah badan pengelola yang dibentuk bersama oleh Pemerintah Kabupaten Belitung dan Belitung Timur. Tugasnya adalah mengembangkan potensi warisan geologi Pulau Belitong sehingga dapat memberikan efek kesejahteraan bagi masyarakat.

Nilai tinggi yang diraih Babel hingga mencapai skor 850 untuk Geopark Belitong, merupakan nilai tertinggi yang pernah diperoleh Indonesia dalam pengalaman mengajukan diri menjadi Geopark UNESCO dalam standar skor penilaian tertinggi 1.000 poin.

Lebih jauh, Yuspian mengungkap bahwa sebenarnya Babel bukan lagi dalam rangka berjuang untuk status UNESCO Global Geopark (UGG), akan tetapi lebih dari itu.

“Dari nilai itu sudah dapat dipastikan bahwa Belitung lolos. Apalagi Belitung sudah dinyatakan lulus oleh sidang konsel. Jadi, nanti di bulan April jika tidak ada perubahan jadwal, akan segera dikukuhkan atau disahkan atau ketok palu untuk Belitung Geopark UNESCO,” ungkapnya bersemangat.

“Ke depan kita akan mempersiapkan dan memberdayakan tim Geopark Belitong, mengingat banyak sekali daya tarik dari geopark disini,” sambung Bang ER mengapresiasi penjelasan Yuspian.

Bang Sandi, sapaan akrab Menteri Parekraf RI, memberikan apresiasi positif atas metamorfosis Pulau Belitung untuk lebih dikenal dunia.
“Hal ini menambah keyakinan kita bahwa Belitung memiliki sesuatu yang luar biasa. Ini destinasi incaran domestik dan manca negara. Jadi, sudah seharusnya pariwisata lebih terdukung oleh adanya Geopark Belitong sehingga peluang pasar ekonomi kreatif lebih terbuka,” tutupnya. (Diskominfo Babel)

KEK Tanjung Kelayang Diresmikan, Siap Tampung 5.000 Pekerja

WARTABANGKA, SIJUK – Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Tanjung Kelayang di Kabupaten Belitung telah diresmikan, tentunya hal ini memberikan dampak positif bagi lapangan pekerjaan, maka KEK tersebut diperkirakan dapat menyerap ribuan pekerja.

Demikian dikemukakan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif RI, Sandiaga Salahuddin Uno saat rapat konsolidasi bersama Gubernur Erzaldi Rosman, para deputi Kemenparekraf RI, dan pengelola kawasan, Banyu Sinergi Multikarya serta pelaku usaha, dalam hal ini manajemen Seraton Hotel, Sabtu (6/2) di Seraton Hotel.

“Diperkirakan kawasan ini mampu menyerap lapangan pekerjaan hingga lima ribu orang memasuki tahun 2025,” kata Sandi.

Walau pandemi cukup mengkhawatirkan dan membuat penundaan peresmian Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Tanjung Kelayang yang telah ditetapkan sejak 14 Maret 2019, namun demikian melihat kondisi saat ini di Bangka Belitung, pengembangannya tetap dapat dilanjutkan. Hal ini karena, pengembangan KEK akan berdampak positif bagi Bangka Belitung secara keseluruhan. Maka, KEK Tanjung Kelayang harus segera diresmikan.

KEK Tanjung Kelayang sangat memenuhi syarat. Ditambah letak geografis Babel khususnya Pulau Belitung yang merupakan jalur pusat pelayaran membuatnya menjadi objek wisata bahari yang luar biasa.

Sport tourism, eco wisata, dan keunggulan geostrategi Belitung dikatakan Menparekraf Sandi menjadi modal kuat Kawasan Tanjung Kelayang.

Selain itu Pantai Pasir Putih, batu granit raksasa yang menjadi ciri dari Belitung dan kunjungan-kunjungan lainnya juga membuat kawasan ini dapat ditetapkan menjadi KEK Tanjung Kelayang sejak 14 Maret 2019.

“Sudah saya coba sendiri saat melaksanakan mini triathlon pagi ini dengan mengelilingi Kawasan Tanjung Kelayang dan sangat berpotensi untuk sport tourism, eco wisata, keunggulan geostrategi,” ungkapnya.

Pada kesempatan tersebut, Gubernur Erzaldi mengapresiasi dukungan yang telah dilakukan Kemenparekraf RI atas KEK Tanjung Kelayang.

“Kami sangat berharap KEK ini segera dilakukan peresmiannya oleh bapak Presiden RI, sebab sudah pasti tidak hanya berdampak pada kawasan ini saja, tetapi juga Babel secara keseluruhan,” harapnya.

Dalam pengembangannya, gubernur yakin KEK ini mampu mengundang dan menambah investor lainnya untuk potensi usaha.

Lebih lanjut dikatakan bahwa sebelum atau sesudah diresmikan tentunya Babel perlu mempersiapkan banyak hal, tidak hanya konsolidasi.

Banyak orang yang tidak tahu apa yang dimiliki oleh Babel, dalam rapat ini Banyu Sinergi Multikarya sebagai pihak pengelola berkesempatan melakukan pelaporan tentang KEK Tanjung Kelayang di depan menteri dan gubernur.

“KEK tidak diberikan sembarangan, hanya beberapa daerah saja yang mendapatkan dan persiapan puncak peresmian oleh presiden masih terus dipersiapkan di lahan seluas 150 hektar ini,” ungkap Deri, perwakilan Banyu Sinergi Multikarya.

Orang nomor satu di Babel menjelaskan selama prokes dijalankan dengan ketat oleh semua pihak, tentunya akan tetap mampu meneruskan rencana atas KEK dan membuat wisata dan ekonomi kreatif Babel bangkit kembali. (Diskominfo Babel)

Maret 2021, Integrasi Ekowisata dan Agroforestery Siap Digarap

WARTABANGKA, TANJUNGPANDAN – Rencana Integrated Rehabilitation and Sustainable Development Hutan Kemasyarakatan (HKm) Seberang Bersatu (Ekowisata dan Agroforestery) akan segera terealisasi. Hal ini dapat menambah jumlah destinasi wisata unggulan yang ada di Pulau Belitung.

Kepastian itu didapat saat Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia (Menparekraf), Sandiaga Salahuddin Uno didampingi Gubernur Kepulauan Bangka Belitung, Erzaldi beserta Bupati dan Wakil Bupati Belitung bersepeda mengelilingi kawasan Juru Seberang yang terletak di Kecamatan Tanjung Pandan, Kabupaten Belitung, Jumat (5/2).

“Harapan kita agar terintegrasi Juru Seberang dengan Bukit Paramon. Destinasi ini akan menjadi salah satu destinasi unggulan di Kabupaten Belitung dan kita akan kembangkan sebagai road map Provinsi Kepulauan Bangka Belitung,” tegas Menteri Sandi saat tiba di zona mangrove.

Dengan tegas pula Menteri Sandi meminta rencana strategis dalam pengembangan pariwisata Bangka Belitung ini untuk dilanjutkan konsolidasinya pada hari Senin mendatang di Kantor Bupati Belitung.

“Saya harap ini jenis pariwisata dan ekonomi kreatif yang lebih bisa diunggulkan karena Belitung ini alamnya indah dan tingkat penyebaran covidnya rendah,” ungkapnya lagi.

Menteri Sandi sendiri menargetkan rencana integrasi ini selesai dalam waktu 3 minggu mendatang.

“Selesai persiapan diperkirakan awal Maret. Jika semua persiapan cukup, kementerian terkait dapat langsung merealisasikan secara bertahap,” pungkasnya.

Menanggapi hal tersebut Gubernur Babel, Erzaldi Rosman dengan cepat merespon keinginan dari Menteri Sandi. Menurut gubernur, kerja cepat dan kerja tepat yang dilakukan oleh Menteri Sandi harus segera ditindaklanjuti dengan rapat konsolidasi sesuai arahan Menteri.

Konsolidasi tersebut melibatkan pemerintah provinsi, kabupaten, dan pemerintah pusat yang terdiri dari Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif RI, Menko Maritim dan Investasi RI, serta Kementerian Lingkungan Hidup RI.

Orang nomor satu di Babel ini mengatakan, rapat konsolidasi perlu dilakukan untuk memantapkan masterplan pembangunan kawasan hutan sosial Juru Sebrang dengan Bukit Paramon yang terintegrasi. Kedua lokasi ini akan menjadi salah satu titik destinasi pariwisata yang lebih baik lagi atas dorongan pemerintah pusat terkait dalam pelaksanaannya.

“Harapan kita, kegiatan ini lancar secara bertahap dilakukan pada tahun ini hingga 2023,” ungkapnya.

Sementara itu Bupati Belitung, Sahani Saleh menambahkan pihaknya akan secara cepat melakukan pengerjaan yang menjadi kewenangannya.

“Hal ini harus tuntas dalam waktu cepat, jadi kami akan kerjakan dengan sebaik-baiknya,” tambahnya.

Juru Seberang dalam perencanaan pengembangannya oleh HKm Seberang Bersatu akan dibagi menjadi empat zona, diantaranya:

ZONA 1 – GUSONG BUGIS

  1. Belitong Mangrove Park (sudah terealisasi)
  2. Kampung Gusong Bugis
  3. Kampong Lanun
  4. Silvofishery (sudah terealisasi)
  5. Gallery (WORSHOP AREA)
  6. Kuliner Area (sudah terealisasi)
  7. Camping Ground (sudah terealisasi)
  8. Wahana Anak
  9. Mangrove Centre
  10. Balai Benih
  11. Live Sea Food Area
  12. Mini Theatre
  13. Taman Bonsai (sudah terealisasi).

ZONA 2 – AGROFORESTERY

  1. Perkebunan (sudah terealisasi buah-buahan: mete, mangga, klengkeng, sirsak)
  2. Pertanuan (jagung, nanas, cabai, dan tomat)
  3. Peternakan (Sapi ,Ayam ,Bebek)
  4. Perikanan Air Tawar (keramba dalam kolong-kolong ekstambang: lele, mujair, patin)
  5. Apartemen Walet
  6. Bamboo Park.

ZONA 2 – KEMARITIMAN

  1. Dermaga Yatch (Sail Indonesia: Turnamen Rally Tahunan Yatch, Tourism) Fasilitasi oleh Kemenparekraf dan Pemkab Belitung
  2. Tambak Udang (vaname)
  3. Budidaya Kerapu (keramba penggemukan)
  4. Industri Maritim (bengkel servis kapal, pengawetan udang, pabrik es)
  5. Water Sport (jet ski,  dll)
  6. Villa dan Resort (penunjang tourism).

ZONA 4 – INTEGRATED REHABILITATION AND SUSTAINABLE DEVELOPMENT

  1. Bumi Pramuka (sudah terealisasi)
  2. Learning Area
  3. Celebration Area
  4. Gathering Area
  5. Private Island.

Ikut dalam agenda kunjungan Menteri Pariwisata di kawasan Juru Seberang ini Forkopimda Kabupaten Belitung. (Diskominfo Babel)

Menparekraf: Desa Terong, Desa Wisata Kreatif Kelas Dunia

WARTABANGKA, TANJUNG PANDAN – Desa Terong, disebut sebagai Desa Wisata Kreatif oleh Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Republik Indonesia, Sandiaga Salahuddin Uno. Ini terbukti dari produk-produknya sudah berkelas, bukan hanya nasional tapi mendunia.

Hal ini diungkapkan Menparekraf, Sandiaga Uno saat mengunjungi Desa Terong Kecamatan Sijuk, Kabupaten Belitung, Jumat (5/2) untuk berdialog langsung dengan para pelaku ekonomi kreatif.

Motor penggeraknya adalah Pokdarwis (Kelompok Sadar Wisata), kelompok ini mengemas paket wisata di Desa Terong dengan edukasi kearifan lokal seperti wisata edukasi menanam sawi, menari dan sebagainya, yang memberdayakan mulai dari anak-anak hingga orang tua.

Desa wisata yang berjarak sekitar 16 km dari pusat kota Tanjung Pandan ini, mulai dirintis pertama kali pada tahun 2013. Dimulai dengan menanamkan perubahan pola pikir masyarakat, selama 3 tahun. Hingga mereka siap menerima perkembangan dunia dan dilanjutkan dengan diadakannya pelatihan demi pelatihan dan pembangunan hingga tahun 2019.

Lokasi yang digunakan untuk pusat kreativitas warga Desa Terong adalah bekas tambang timah masyarakat. Masyarakat bersama-sama berswadaya secara manual selama 2 tahun untuk mengembalikan lahan menjadi lebih bermanfaat.

Terdapat tiga HKm yang masuk dalam perhutanan sosial sebagai program awal di Kabupaten Belitung. HKm Bukit Tembalu, HKm mangrove dan HKm Hutan Tembalu. Selain mengelola madu trigona, HKm tersebut juga mengelola mangrove hingga agrowisata.

“Setelah kunjungan bapak menteri, tentunya akan berdampak besar terhadap apa yang akan kami lakukan,” ungkap Ketua Pokdarwis Desa Terong, Iswandi.

Pada kesempatan ini, Menparekraf mengatakan akan menindaklanjuti kendala-kendala yang dihadapi masyarakat di masa pandemi. Misalnya, dengan mempermurah ongkos kirim bagi para pelaku ekonomi kreatif, sehingga bisa membangkitkan kembali pemasaran.

Lebih lanjut dikatakan Bang Sandi, sapaan akrabnya, 97% lapangan pekerjaan tercipta dari ekonomi kreatif dan 60% dari ekonomi Indonesia, juga dari mereka para pelaku usaha pariwisata dan ekonomi kreatif.

“Kita harus saling mendukung dan saya berharap sinergi ini bisa saya dukung, insyaallah,” tegasnya.

Sandiaga Uno juga akan membentuk dan mencoba memetakan potensi-potensi daerah dan memecahkan permasalahan saat jadwal makan malam bersama Gubernur Erzaldi.

“Kedua pemerintahan (Pemprov. Babel dan Pemkab. Belitung) harus bisa membantu para pelaku ekonomi kreatif untuk bangkit dan menang,” ajaknya dengan tegas. (Diskominfo Babel)

Baru Softlaunching, Angka Penjualan Pertamax Turbo di Pangkalpinang Terus Melonjak Naik

WARTABANGKA, PANGKALPINANG – Kehadiran  Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Pertamax Turbo yang telah diuji coba sejak seminggu lalu ternyata mendapat antusias yang tinggi dari masyarakat Pangkalpinang.

Hal tersebut disampaikan Region Manager Retail Sales II, Riza Pahlefi didampingi Sales Area Manager Pertamina Sumsel Babel, Sadli Ario Priambodo saat peluncuran Pertamax Turbo di SPBU 23.331.11 Pangkalbalam, Kota Pangkalpinang, Sabtu (24/10) pagi.

Region Manager Retail Sales II, Riza Pahlefi

“Alhamdulillah, sejak Pertamax Turbo pertama kali hadir di SPBU Pangkalbalam, Sabtu (9/10), omset saat ini mencapai 500 liter per hari, target kami 1.000 liter per hari. Pertamax Turbo akan hadir juga di Sungailiat dan Toboali Bangka Selatan,” kata Riza Pahlefi.

Kegiatan peluncuran Pertamax Turbo ini diikuti oleh para bikers dengan melakukan touring terbatas bersama komunitas Maxi Owner yang berangkat dari SPBU Pangkalbalam sekitar pukul 10.00 WIB menuju Danau Kaolin Koba, Bangka Tengah (Bateng) dengan jarak sepanjang 140 Km (Pulang Pergi).

“Seluruh peserta bersemangat dan  antusias menunggangi kendaraannya. Dengan mengusung tema “Motor MAXImal dengan Pertamax Turbo”,  dengan tetap memperhatikan rambu lalu lintas, protokol Covid-19 dan aspek keselamatan,” ujarnya.

Sementara, Unit Manager Com. Rel and CSR Sumbagsel, Umar Ibnu Hasan, menambahkan, kehadiran Pertamax Turbo di Babel ini seiring dengan tingginya kesadaran konsumen setia Pertamina, menggunakan BBM terbaik di Indonesia untuk menjaga ketahanan mesin kendaraan.

“Dimana hasil pembakaran dari Pertamax Turbo tidak menyebabkan arang pada mesin sehingga asap menjadi lebih bersih. Dengan Research Octane Number (RON) sebesar 98, Pertamax Turbo merupakan BBM terbaik di Indonesia saat ini”, terang Umar. 

Terpisah, salah satu peserta touring Komunitas Yamaha NMax Club Indonesia, Ahmad Riadi mengaku puas dengan performa sepeda motor yang dikendarainya sejak memakai Pertamax Turbo.

“Pernah coba buat touring ke Sabang luar biasa performanya, tanjakan di daerah Padang dan daerah Aceh, gas sedikit langsung naik semuanya. Keiritan dan perbedaan tarikannya juga kami rasakan. Dengan Oktan 98, untuk motor 250 cc,” ungkap Ahmad.

Pria yang sudah malang melintang touring motor bermesin 250 cc itu juga mengaku siap menjajal lagi keandalan Pertamax Turbo dalam touring terbatas bersama komunitas Maxi Owner di Pangkalpinang.

Sebagai informasi, Formula Ignition Boost menyebabkan Pertamax Turbo membuat mesin lebih responsif, meningkatkan akselerasi dan performa mesin. Kadar oktan yang tinggi juga mengakibatkan sempurnanya pembakaran, efisiensi BBM, kecepatan kendaraan menjadi maksimal, kendaraan menjadi lebih nyaman untuk dikendarai. 

Pertamina juga senantiasa menjaga stabilisasi udara dengan meluncurkan Bahan Bakar Berkualitas (BBK) ramah lingkungan dengan emisi gas buang berkadar karbon rendah dan dengan kadar sulfur maksimal 50 part per million (ppm) atau setara dengan standar  Euro 4. (*/DEI)

Erzaldi-Herman Deru Akhirnya Sepakati Lokasi Pembangunan Jembatan Batera

WARTABANGKA, PANGKALPINANG– Gubernur Kepulauan Bangka Belitung (Babel), Erzaldi Rosman bersama Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel), Herman Deru telah sepakat soal titik lokasi rencana pembangunan Jembatan Bangka-Sumatera (Batera). Jembatan akan dibangun dari Tanjung Tapak, Kabupaten Ogan Komering Ilir tersambung ke kawasan Sebagin, Kabupaten Bangka Selatan.

“Yang paling penting adalah hari ini sudah menentukan titik masing-masing, bahwa di Sumatera Selatan itu berada di titik lokasi Tanjung Tapak, Kabupaten Ogan Komering Ilir dan untuk titik lokasi di Bangka itu di Sebagin, Kabupaten Bangka Selatan,” kata Herman Deru usai menggelar diskusi terfokus di ruang Tanjung Pendam Kantor Gubernur Babel, Kamis (17/9).

Hasil kesepakatan ini, kata dia, sebagai bentuk keseriusan dari kedua provinsi untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi dan mempercepat jarak silahturahmi, yakni dengan cara membangun jembatan tersebut.

“Jadi dalam setiap program besar itu tentu harus diawali dari perencanaan yang benar dulu, kita sudah pada tahap, FS atau Feasibility Study, DED (Detail Engineering Design-red), bahkan tadi timbul tiga opsi alternatif tempat titik operate masing-masing, ini adalah peristiwa penting bagi Sumsel dan Bangka,” ujarnya.

Dia berharap, pembangunan Jembatan Bangka – Sumatera ini nantinya akan menjadi semangat baru bagi pelaku usah, baik yang dari luar Sumsel dan Bangka, bahkan dari pelaku usaha dari luar negeri.

“Seperti kita ketahui bahwa SDA di Bangka itu sudah nyata dan terkenal, begitu juga Sumsel, baik pertanian, perkebunan dan juga SDA migas dan batubara nya. Jadi mudah-mudahan dapat saling memanfaatkan ini, sehingga dapat segera mempercepat lagi pertumbuhan ekonomi dan juga menuju kesejahteraan,” harapnya.

Sementara, Gubernur Babel, Erzaldi Rosman menyambut baik hasil kesepakatan ini semata-mata untuk lebih mensejahterakan masyarakat baik masyarakat Sumsel maupun Bangka Belitung.

“Silahturahmi lebih dekat lagi dan ekonomi tentunya lebih terangkat, ini usaha kita bersama untuk kepentingan dua provinsi ini sebagai saudara serumpun, kita ketemu Pak Menteri (PUPR-red) membawa kesepakatan ini untuk ditindaklanjuti untuk menjadi program strategis nasional,” ujarnya. (*/DEI)

Kampanyekan Safe Travel, Bandara Depati Amir Pastikan Kenyamanan Berpergian

WARTABANGKA.COM, PANGKALPINANG– Angkasa Pura II Bandara Depati Amir mengkampanyekan program safe travel yang dimulai 29 Juli hingga 4 September 2020. Kampenye ini merupakan bagian dari pelaksanaan kehidupan normal baru di tengah pandemi Corona Virus Disease 2019 (Covid-19).

“Safe travel campaign ini bertujuan untuk memberikan keyakinan dan kenyamanan kepada penumpang saat berpergian, karena kami menerapkan protokol kesehatan Covid-19, untuk mencegah penyebaran virus Corona,” ujar Executive General Manager PT Angkasa Pura II (Persero) Bandara Depati Amir Pangkalpinang, Muhammad Syahril, Selasa (11/8).

Kampanye safe travel, Angkasa Pura II Bandara Depati Amir memberikan masker kepada penumpang di ruang tunggu, Selasa (11/8). WARTABANGKA.COM/TWO

Ia menyebutkan, mulai dari penumpang turun dari kendaraan di lobi depan, sudah disediakan meja pemeriksaan untuk para penumpang yang akan berpergian, sementara di area parkir disediakan klinik untuk pemeriksaan rapid test.

“Sebelum masuk, penumpang di cek suhu tubuhnya di skrining, petugas juga mengenakan masker dan sarung tangan, saat check-in kami juga sudah sediakan plastik pembatas, dan hand sanitizer,” bebernya.

Ketika di ruang tunggu, pihak Angkasa Pura II Bandara Depati Amir juga sudah mengatur jarak kursi yang boleh diduduki oleh penumpang. Sementara di toilet, wastafel sudah menggunakan sensor jari. Tempat cuci tangan menggunakan injak kaki untuk mengganti jari yang memencet sabun cuci tangan atau memutar kran air.

“Kami dari pihak bandara mendukung penuh program kementerian kesehatan dan pemerintah daerah. Selalu siap mematuhi protokol kesehatan dan sudah berkoordinasi dengan gugus tugas dalam memenuhinya,” ulasnya.

Bandara, sebutnya sesuai surat gugus daerah, ditetapkan sebagai wilayah wajib masker, sehingga semua orang yang ada di bandara, wajib mengenakan masker.

“Kami ingin memberikan kenyamanan dan keamanan kepada para penumpang saat berpergian,” ulasnya.

Bagi penumpang yang tiba di bandara, juga harus mematuhi protokol kesehatan Covid-19, setiap penumpang wajib mengunduh aplikasi fight Covid-19, peduli lindungi. (*/)

Bangka Belitung Berduka, Pemprov Pasang Bendera Setengah Tiang

WARTABANGKA.COM, PANGKALPINANG – Atas musibah yang menimpa sejumlah pegawai ASN di Pemprov Babel, anggota DPRD dan duka yang dialami seluruh penumpang pesawat Lion Air JT 610 yang jatuh di perairan Tanjung Karawang, kemarin.

Gubernur Kepulauan Bangka Belitung (Babel), Erzaldi Rosman memerintah seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD)  untuk memasang bendera setengah tiang selama tiga hari.

Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) mengibarkan bendera setengah tiang, Selasa (30/10). Gubernur Babel Erzaldi Rosman menginstruksikan kepada perangkat daerah dan instansi lainnya, juga mengibarkan bendera setengah tiang selama tiga hari, sebagai ungkapan belasungkawa untuk para korban Lion Air JT 610. WARTABANGKA.COM/BAYU

“Sesuai arahan Pak Gubernur atas peristiwa jatuhnya Pesawat Lion pada tanggal 29 Oktober 2018, sebagai ungkapan belasungkawa untuk para korban. Berdasarkan Pasal 8 Ayat 2 Undang-Undang No.24 Tahun 2009 tentang Bendera, Bahasa dan  Lambang Negara serta Lagu Kebangsaan, untuk itu diinstruksikan kepada seluruh Kepala Perangkat Daerah serta instansi lainnya yang pegawainya juga korban atas peristiwa tersebut untuk dapat memasang bendera setengah tiang selama tiga hari mulai hari ini,” kata Kabag Protokol Biro Humas dan Protokol Setda  Pemprov Babel, Muhammad Ali, dalam grup WhatsApp, Selasa (30/10).

Atas instruksi ini, OPD diharapkan dapat memasang bendera setengah tiang dan turut mendoakan pegawai Pemprov maupun seluruh penumpang lainnya yang menjadi korban jatuhnya pesawat ini.

Pantauan di beberapa instansi vertikal seperti BI, BPK Babel dan sejumlah OPD, juga tampak sudah memasang bendera setengah tiang ini. (*/)