Pariwisata

Ferdi Ajak Masyarakat Bentuk Wadah dan Diskusi Kepariwisataan

WARTABANGKA, PANGKALPINANG – Sektor pariwisata di Bangka Belitung (Babel) patut dikembangkan. 

Tak hanya pemerintah, masyarakatnya pun diharapkan dapat bergerak mengembangkan pariwisata tersebut sehingga terciptanya peluang usaha di dalamnya untuk meningkatkan perekonomian masyarakat.

Demikian hal itu disampaikan anggota DPRD Babel Ferdiyansyah dalam kegiatan penyebarluasan peraturan daerah (Perda) Nomor 7 Tahun 2016 tentang rencana induk pembangunan Kepariwisataan Babel 2016-2025, di salah satu Cafe di Pangkalpinang, Jumat (10/9). 

Hadir puluhan masyarakat milenial dan pelaku pariwisata di acara tersebut.

Diakui Ferdi-biasa disapa, penting Perda ini diketahui oleh masyarakat, terkhususnya pelaku pariwisata di Babel. 

“Karena salah satu fokus pembangunan Babel di bidang pariwisata,” sebut dewan dapil Pangkalpinang yang duduk di Komisi III DPRD Babel ini.

Hanya saja, diakui Ferdi, sektor pariwisata Babel saat ini benar-benar jatuh diterpa badai Covid-19. 

Namun, politisi Partai Gerindra ini optimis sektor pariwisata di Babel akan bangkit kembali seperti sedia kala. 

Oleh sebabnya, ada hal yang perlu disiapkan untuk menghadapi berkembangnya pariwisata Babel ini.

“Karena memang selama ini pariwisata sebelum pandemi sangat luar biasa. Ekonominya pun menggeliat. Maka perlu yang mengatur gimana supaya tempat objek wisata ini lebih cepat berkembang, dan daya tarik wisata dapat menjadi industri. Sebab kita pernah bermimpi Babel ini seperti Bali, dengan mengutamakan pariwisata,” ujarnya.

“Pandemi Covid-19 memang membuat pariwisata kita menjadi terpuruk. Tapi kita bisa mengambil hikmahnya, dan mudah-mudahan, Insyaallah setelah pandemi selesai pariwisata kita akan sangat luar biasa. Apalagi untuk perekonomian,” sebutnya.

Oleh karenanya, lanjut Ferdi, kedepan para masyarakat dan juga pelaku pariwisata ini bisa membentuk suatu wadah atau forum diskusi tentang kepariwisataan.


“Disini lah mereka sharing ilmu, sebab potensi pariwisata Babel ini luar biasa. Tinggal bagaimana niat masyarakat atau pelaku pariwisata ini untuk membuka potensi potensi ini menjadi ladang bisnis. Seperti ekonomi kreatif,” imbuhnya.

Ia juga menjelaskan, sosper ini merupakan salah satu fungsi anggota DPRD Babel yang tertuang dalam Undang-undang MD3. 

“Jadi wajib, perda-perda yang disahkan, yang sudah ada lembaran negaranya wajib kami sosialisasikan kepada masyarakat agar paham dengan peraturan-peraturan yg dibuat ini,” pungkasnya.  (*/ryu)