Rekreasi

Maret 2021, Integrasi Ekowisata dan Agroforestery Siap Digarap

WARTABANGKA, TANJUNGPANDAN – Rencana Integrated Rehabilitation and Sustainable Development Hutan Kemasyarakatan (HKm) Seberang Bersatu (Ekowisata dan Agroforestery) akan segera terealisasi. Hal ini dapat menambah jumlah destinasi wisata unggulan yang ada di Pulau Belitung.

Kepastian itu didapat saat Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia (Menparekraf), Sandiaga Salahuddin Uno didampingi Gubernur Kepulauan Bangka Belitung, Erzaldi beserta Bupati dan Wakil Bupati Belitung bersepeda mengelilingi kawasan Juru Seberang yang terletak di Kecamatan Tanjung Pandan, Kabupaten Belitung, Jumat (5/2).

“Harapan kita agar terintegrasi Juru Seberang dengan Bukit Paramon. Destinasi ini akan menjadi salah satu destinasi unggulan di Kabupaten Belitung dan kita akan kembangkan sebagai road map Provinsi Kepulauan Bangka Belitung,” tegas Menteri Sandi saat tiba di zona mangrove.

Dengan tegas pula Menteri Sandi meminta rencana strategis dalam pengembangan pariwisata Bangka Belitung ini untuk dilanjutkan konsolidasinya pada hari Senin mendatang di Kantor Bupati Belitung.

“Saya harap ini jenis pariwisata dan ekonomi kreatif yang lebih bisa diunggulkan karena Belitung ini alamnya indah dan tingkat penyebaran covidnya rendah,” ungkapnya lagi.

Menteri Sandi sendiri menargetkan rencana integrasi ini selesai dalam waktu 3 minggu mendatang.

“Selesai persiapan diperkirakan awal Maret. Jika semua persiapan cukup, kementerian terkait dapat langsung merealisasikan secara bertahap,” pungkasnya.

Menanggapi hal tersebut Gubernur Babel, Erzaldi Rosman dengan cepat merespon keinginan dari Menteri Sandi. Menurut gubernur, kerja cepat dan kerja tepat yang dilakukan oleh Menteri Sandi harus segera ditindaklanjuti dengan rapat konsolidasi sesuai arahan Menteri.

Konsolidasi tersebut melibatkan pemerintah provinsi, kabupaten, dan pemerintah pusat yang terdiri dari Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif RI, Menko Maritim dan Investasi RI, serta Kementerian Lingkungan Hidup RI.

Orang nomor satu di Babel ini mengatakan, rapat konsolidasi perlu dilakukan untuk memantapkan masterplan pembangunan kawasan hutan sosial Juru Sebrang dengan Bukit Paramon yang terintegrasi. Kedua lokasi ini akan menjadi salah satu titik destinasi pariwisata yang lebih baik lagi atas dorongan pemerintah pusat terkait dalam pelaksanaannya.

“Harapan kita, kegiatan ini lancar secara bertahap dilakukan pada tahun ini hingga 2023,” ungkapnya.

Sementara itu Bupati Belitung, Sahani Saleh menambahkan pihaknya akan secara cepat melakukan pengerjaan yang menjadi kewenangannya.

“Hal ini harus tuntas dalam waktu cepat, jadi kami akan kerjakan dengan sebaik-baiknya,” tambahnya.

Juru Seberang dalam perencanaan pengembangannya oleh HKm Seberang Bersatu akan dibagi menjadi empat zona, diantaranya:

ZONA 1 – GUSONG BUGIS

  1. Belitong Mangrove Park (sudah terealisasi)
  2. Kampung Gusong Bugis
  3. Kampong Lanun
  4. Silvofishery (sudah terealisasi)
  5. Gallery (WORSHOP AREA)
  6. Kuliner Area (sudah terealisasi)
  7. Camping Ground (sudah terealisasi)
  8. Wahana Anak
  9. Mangrove Centre
  10. Balai Benih
  11. Live Sea Food Area
  12. Mini Theatre
  13. Taman Bonsai (sudah terealisasi).

ZONA 2 – AGROFORESTERY

  1. Perkebunan (sudah terealisasi buah-buahan: mete, mangga, klengkeng, sirsak)
  2. Pertanuan (jagung, nanas, cabai, dan tomat)
  3. Peternakan (Sapi ,Ayam ,Bebek)
  4. Perikanan Air Tawar (keramba dalam kolong-kolong ekstambang: lele, mujair, patin)
  5. Apartemen Walet
  6. Bamboo Park.

ZONA 2 – KEMARITIMAN

  1. Dermaga Yatch (Sail Indonesia: Turnamen Rally Tahunan Yatch, Tourism) Fasilitasi oleh Kemenparekraf dan Pemkab Belitung
  2. Tambak Udang (vaname)
  3. Budidaya Kerapu (keramba penggemukan)
  4. Industri Maritim (bengkel servis kapal, pengawetan udang, pabrik es)
  5. Water Sport (jet ski,  dll)
  6. Villa dan Resort (penunjang tourism).

ZONA 4 – INTEGRATED REHABILITATION AND SUSTAINABLE DEVELOPMENT

  1. Bumi Pramuka (sudah terealisasi)
  2. Learning Area
  3. Celebration Area
  4. Gathering Area
  5. Private Island.

Ikut dalam agenda kunjungan Menteri Pariwisata di kawasan Juru Seberang ini Forkopimda Kabupaten Belitung. (Diskominfo Babel)

Menparekraf: Desa Terong, Desa Wisata Kreatif Kelas Dunia

WARTABANGKA, TANJUNG PANDAN – Desa Terong, disebut sebagai Desa Wisata Kreatif oleh Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Republik Indonesia, Sandiaga Salahuddin Uno. Ini terbukti dari produk-produknya sudah berkelas, bukan hanya nasional tapi mendunia.

Hal ini diungkapkan Menparekraf, Sandiaga Uno saat mengunjungi Desa Terong Kecamatan Sijuk, Kabupaten Belitung, Jumat (5/2) untuk berdialog langsung dengan para pelaku ekonomi kreatif.

Motor penggeraknya adalah Pokdarwis (Kelompok Sadar Wisata), kelompok ini mengemas paket wisata di Desa Terong dengan edukasi kearifan lokal seperti wisata edukasi menanam sawi, menari dan sebagainya, yang memberdayakan mulai dari anak-anak hingga orang tua.

Desa wisata yang berjarak sekitar 16 km dari pusat kota Tanjung Pandan ini, mulai dirintis pertama kali pada tahun 2013. Dimulai dengan menanamkan perubahan pola pikir masyarakat, selama 3 tahun. Hingga mereka siap menerima perkembangan dunia dan dilanjutkan dengan diadakannya pelatihan demi pelatihan dan pembangunan hingga tahun 2019.

Lokasi yang digunakan untuk pusat kreativitas warga Desa Terong adalah bekas tambang timah masyarakat. Masyarakat bersama-sama berswadaya secara manual selama 2 tahun untuk mengembalikan lahan menjadi lebih bermanfaat.

Terdapat tiga HKm yang masuk dalam perhutanan sosial sebagai program awal di Kabupaten Belitung. HKm Bukit Tembalu, HKm mangrove dan HKm Hutan Tembalu. Selain mengelola madu trigona, HKm tersebut juga mengelola mangrove hingga agrowisata.

“Setelah kunjungan bapak menteri, tentunya akan berdampak besar terhadap apa yang akan kami lakukan,” ungkap Ketua Pokdarwis Desa Terong, Iswandi.

Pada kesempatan ini, Menparekraf mengatakan akan menindaklanjuti kendala-kendala yang dihadapi masyarakat di masa pandemi. Misalnya, dengan mempermurah ongkos kirim bagi para pelaku ekonomi kreatif, sehingga bisa membangkitkan kembali pemasaran.

Lebih lanjut dikatakan Bang Sandi, sapaan akrabnya, 97% lapangan pekerjaan tercipta dari ekonomi kreatif dan 60% dari ekonomi Indonesia, juga dari mereka para pelaku usaha pariwisata dan ekonomi kreatif.

“Kita harus saling mendukung dan saya berharap sinergi ini bisa saya dukung, insyaallah,” tegasnya.

Sandiaga Uno juga akan membentuk dan mencoba memetakan potensi-potensi daerah dan memecahkan permasalahan saat jadwal makan malam bersama Gubernur Erzaldi.

“Kedua pemerintahan (Pemprov. Babel dan Pemkab. Belitung) harus bisa membantu para pelaku ekonomi kreatif untuk bangkit dan menang,” ajaknya dengan tegas. (Diskominfo Babel)