DPRD Babar Gelar Paripurna Pengambilan Keputusan Raperda Perubahan APBD 2020

WARTABANGKA, MUNTOK – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bangka Barat (Babar) melaksanakan rapat paripurna Pengambilan Keputusan terhadap Raperda tentang perubahan APBD Kabupaten Bangka Barat tahun anggaran 2020 di Gedung Mahligai Betason II, Senin (14/9).

Paripurna dibuka oleh Wakil ketua DPRD I, H. Oktoraszari, dihadiri oleh Bupati Babar, Markus, SH, wakil ketua II, Miyuni Rohantap, Dandim 0431/BB, Letkol Inf. Agung Wahyu Perkasa, anggota DPRD, kepala OPD di lingkungan Pemkab Babar dan tamu undangan lainnya.

Bupati Bangka Barat, Markus mengatakan rancangan perubahan APBD Kabupaten Bangka Barat tahun anggaran 2020 telah disampaikan pada tanggal 31 agustus 2020 yang lalu dan telah dibahas oleh organisasi perangkat daerah bersama komisi DPRD dan tim anggaran pemerintah daerah pada tanggal 1 september 2020 yang lalu.

” Laporan hasil kerja badan anggaran pun telah kita dengar bersama. Kami memahami terhadap hal yang disampaikan serta akan menjadi perhatian demi pembangunan dan kemajuan Bangka Barat,” kata Markus.

Selanjutnya, Markus menyampaikan secara ringkas perubahan anggaran pendapatan dan belanja daerah kabupaten Bangka Barat tahun anggaran tahun 2020 setelah pembahasan dan disetujui bersama.

Untuk pendapatan, pada rancangan APBD perubahan tahun 2020 ini dianggarkan semula sebesar Rp. 900.009.421.572,00 menjadi sebesar Rp. 875.292.782.195,50 yang terdiri dari Pendapatan Asli Daerah semula diproyeksikan sebesar Rp 72.519.688.000,00 menjadi Rp.74.663.942.862,00 atau bertambah sebesar Rp. 2.144.254.862,00.

Sementara itu, Dana Perimbangan semula sebesar Rp. 676.975.064.000,00 menjadi sebesar Rp. 615.510.133.450,00 atau berkurang sebesar Rp.61.464.930.550,00.

” Lain-lain Pendapatan Daerah yang sah pada rancangan perubahan APBD semula sebesar Rp. 150.514.669.572,00 menjadi Rp.185.118.705.883,50 atau bertambah sebesar Rp. 34.604.036.311,50,” jelas Markus.

Markus menerangkan terkait Belanja pada Rancangan Perubahan APBD semula sebesar Rp.1.079.280.015.508,36 menjadi Rp.975.346.533.270,45 atau menurun sebesar Rp. 103.933.482.237,91.

“Belanja tidak langsung pada rancangan perubahan APBD semula sebesar Rp. 511.134.180.508,00 menjadi Rp. 470.120.554.401,45 atau menurun sebesar Rp. 41.013.626.106,55. Belanja langsung pada rancangan perubahan APBD semula sebesar Rp. 568.145.835.000,36 menjadi Rp.505.225.978.869,00 atau menurun sebesar Rp.62.919.856.131,36,” ujar Markus.

Sedangkan, Markus menambahkan perbandingan belanja langsung dan belanja tidak langsung setelah perubahan adalah 48,20 persen untuk belanja tidak langsung dan 51,80 persen untuk belanja langsung.

Penerimaan pembiayaan, semula diproyeksikan sebesar Rp 191.270.593.936,36 menjadi Rp. 103.053.751.074.95 atau menurun sebesar Rp. 88.216.842.861,41.

” Pengeluaran pembiayaan semula diproyeksikan sebesar Rp. 12.000.000.000,00 menjadi Rp. 3.000.000.000,00 atau menurun sebesar Rp. 9.000.000.000,00,” pungkasnya. (*/IBB )

loading...

About nath

Check Also

Gubernur Erzaldi Perbarui SOP Penanganan Pencegahan Covid-19

WARTABANGKA, PANGKALPINANG – Gubernur Kepulauan Bangka Belitung (Babel), Erzaldi Rosman sebagai Ketua Tim Gugus Tugas …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *