DPRD Babel Sahkan APBD Perubahan TA 2021

WARTABANGKA, PANGKALPINANG – Tujuh Fraksi DPRD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel), yang disampaikan melalui juru bicara fraksi. Yakni, Fraksi Gerindra yang disampaikan oleh Jawarno, Juru Bicara Fraksi Nasdem Mansah, Juru Bicara Fraksi PKS Dodi Kusdian, Fraksi Demokrat Ranto Sendhu, Fraksi PPP Dede Purnama Alzulami, Fraksi Golkar Harianto dan Fraksi PDI-P Adet Mastur.

Menyatakan menerima dan menyetujui terhadap RAPBD Perubahan TA 2021, untuk ditetapkan sebagai APBD Perubahan TA 2021. Dengan berbagai saran, catatan dan masukan tersebut, antara lain berkenaan dengan, pemulihan perekonomian, kesehatan penanganan Covid-19, pembangunan infrastruktur dan pertambangan.

Rapat Paripurna yang dipimpin langsung ketua DPRD Babel, Herman Suhadi, S. Sos, didampingi Wakil Ketua I Hendra Apollo, wakil Ketua II Muhammad Amin dan Gubernur Babel Erzaldi Rosman, di ruang Paripurna DPRD Babel, Jumat (17/9).

“RAPBD Perubahan TA 2021 dibahas secara khusus dimulai dari tingkat komisi bersama mitra terkait, ¬†yang dilanjutkan dengan rapat badan anggaran DPRD bersama TAPD Pemprov Babel” jelas, Ketua DPRD Babel, Herman Suhadi.

Adapun Anggaran Pendapatan Dan Belanja Daerah Perubahan Tahun Anggaran 2021 adalah sebagai berikut :

1). Target Pendapatan Daerah yang dianggarkan dalam rancangan perubahan APBD tahun anggaran 2020 sebesar Rp. 2.551.590.249.215,00 atau turun sebesar 0.65 persen.

2). Belanja daerah dianggarkan sebesar Rp. 2.843.516.230.217,00 atau turun sebesar 8,53 persen.

3). Pembiayaan daerah dianggarkan sebesar Rp. 291.925.981.002,00 atau turun 45,98 persen. Pembiayaan daerah terdiri dari Silpa tahun sebelumnya sebesar Rp. 49.536.738.602,00. Dan Penerimaan pinjaman daerah sebesar Rp. 245.296.000.000,00. Khusus untuk penerimaan daerah yang untuk membiayai infrastruktur rumah sakit dan alat kesehatan akan dianggarkan kembali pada tahun anggaran 2022.

“APBD Perubahan TA 2021, diminta kepada eksekutif untuk segera memproses lebih lanjut sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang berlaku,” pungkas Herman Suhadi.

Kemudian dilanjutkan penyampaian RAPBD Perubahan TA 2021, yang disampaikan oleh Sekretaris DPRD Babel, M Haris, AR. AP.

Ketua DPRD Babel, Herman Suhadi, menjelaskan, empat Raperda akan di proses, dibahas dan dikaji oleh Pansus,  akan dijadwalkan di rapat anggaran kegiatan DPRD Babel bulan depan.

“Rancangan KUA dan PPAS APBD TA 2022 akan segera dibahas Badan anggaran DPRD bersama TAPD dalam rapat anggaran yang akan dilaksanakan pada tanggal 27-29 September 2021 mendatang,” terangnya.

Tiga Raperda inisiatif DPRD Babel, yang disampaikan langsung oleh Ketua Bapemperda (Badan Pembentukan Peraturan Daerah) DPRD Babel, Nico Plamonia Utama. Antara lain, Raperda Tentang Keanekaragaman Hayati, Raperda tentang Pengendalian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga, Raperda tentang Rencana Induk usaha Perikanan Budidaya.

Adapun, Satu di antara empat Rancangan Peraturan Daerah yang diinisiasi Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, yakni Raperda tentang penambahan modal Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung pada PT. Jamkrida Babel.

Ketua Badan Pembentukan Peraturan Daerah (Bapemperda) DPRD Bangka Belitung, Nico Plamonia Utama, mengatakan, Pembentukan raperda terkait pelestarian keanekaragaman hayati sangat penting, sebab Bangka Belitung merupakan daerah sebagai penghasil timah terbesar di Indonesia bahkan dunia.

Berdasarkan, Data dari Dinas Kehutanan Babel bahwa pada tahun 2018 luas kawasan hutan di Babel adalah 657.378 Ha, dengan luas kerusakan 41.789 Ha. Kondisi lingkungan hidup di Babel sangat memprihatikan.

“Dampak tersebut tidak hanya berpengaruh terhadap kehidupan manusia, tetapi juga berpengaruh terhadap sumber kelestarian hayati. Beberapa satwa seperti Mentilen atau Tarsius yang menjadi fauna identitas Babel kini berstatus sangat rentan”, Jelas, Ketua Bapemperda Nico Plamonia Utama.

Hadirnya Raperda tentang Pengendalian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga, diharapkan dapat memberikan ruang seluas-luasnya bagi masyarakat dalam proses memutuskan kebijakan dan implementasi pengendalian kependudukan dan pembangunan keluarga di Bangka Belitung.

Raperda tentang Rencana Induk usaha Perikanan Budidaya, Raperda tersebut dipandang penting, dimana Provinsi Kepulauan Bangka Belitung merupakan daerah Kepulauan.

“Salah satu upaya melakukan akselerasi tersebut adalah dengan mendorong investasi di sektor kelautan dan perikanan,baik tangkap, budidaya, maupun pengolahan hasil perikanan sebagai sektor sekunder serta wisata bahari,” Nico.

Sementara itu, Gubernur Babel Erzaldi Rosman,  menyampaikan rasa Terima kasih kepada DPRD Babel atas telah disepakati dan disetujui nya APBD Perubahan TA 2021.

Dan menerima atas segala saran, catatan dan masukan yang disampaikan Fraksi DPRD tersebut, untuk segera ditindaklanjuti, sehingga kebijakan yang telah disepakati dapat memberikan manfaat bagi pembangunan dan kesejahteraan Masyarakat di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.

“Alhamdulillah, hari ini APBD perubahan telah disetujui oleh DPRD Bangka Belitung, sehingga kita harus bergerak cepat untuk merealisasikan dan mengimplementasikan anggaran ini, di seluruh sektor,” ungkap Erzaldi. (*/adv)

loading...

Check Also

Turnamen Bola Volly Bupati Cup 2021 Resmi Dimulai, Algafry: Menang Kalah Biasa

WARTABANGKA, KOBA – Bupati Bangka Tengah (Bateng), Algafry Rahman berharap kepada peserta Turnamen Bola Volly …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *