Dua Pegawai Disperkimhub Bangka Barat Positif Covid-19 Usai Pulang dari Surabaya

WARTABANGKA, MUNTOK – Dua pegawai Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Perhubungan (Disperkimhub) Kabupaten Bangka Barat terkonfirmasi positif Covid-19 usai pulang perjalanan dinas atau DL dari Kota Surabaya, Provinsi Jawa Timur. Kedua pasien Ny. R dan Ny. IA dinyatakan positif Covid-19 berdasarkan hasil swab pada Kamis ( 20/11).

Menanggapi hal tersebut, Sekretaris Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Bangka Barat, Sidarta Gautama sangat menyayangkan. Menurut dia, usai DL pegawai harusnya mematuhi aturan. Namun, masih ada pegawai yang tidak patuh dan selalu mencari cara untuk mengakalinya.

Salah satu aturan menegaskan, pegawai yang baru pulang DL harus menjalani swab dan harus isolasi mandiri sembari menunggu hasilnya keluar. Akan tetapi, aturan tersebut dilanggar.

“Cuma masalahnya apa nggak ngerti apa cemane ku dak tau juga, yang namanya orang swab itu sebelum hasilnya keluar nggak boleh kemana – mana, sebenarnya sudah otomatis, sudah paham lah ini sudah berbulan – bulan, bukan sebulan dua bulan. Orang pun harusnya sudah paham yang namanya swab itu kan menunggu hasil nggak boleh ke kantor, yang jadi masalah orang kemarin itu ke kantor, itu aja masalahnya,” ujar Sidarta, Jum’at ( 20/11).

Sidarta melanjutkan, agar kejadian serupa tidak terulang, pihaknya akan mengambil langkah – langkah pencegahan. Salah satunya adalah melakukan pengawasan terhadap pegawai yang DL akan langsung dilakukan oleh kepala OPD-nya. Sebab, timnya tidak bisa mengawasi itu, apalagi pihaknya tidak menerima tembusan surat tugas pegawai yang DL.

“Ya nanti pengawasannya di kepala OPD-nya, kan kita nggak tahu siapa – siapa yang DL di sebanyak – banyak dinas ini kan, enak juga kalau kita dapat tembusan surat tugasnya tiap dinas yang DL, ini kan kita nggak dapat tembusannya. Jadi kita nggak tahu siapa yang DL, yang tahu kan kepala OPD-nya. Nanti Kepala OPD-nya yang ditekankan untuk mengawasi itu. Maka die harus mengingatkan anak buahnya jangan masuk kantor dulu,” jelasnya.

Sidarta menambahkan jika pegawai tersebut tetap membandel dan berkeliaran makan tentunya hal ini sangat membahayakan.

“Kalau dia jalan – jalan sih bahaya, kalau orang disiplin nggak bahaya, cuma orang kita ni kan masih nek ( mau-red ) bantah tu lah. Sudah diatur sedemikian rupa pun masih bantah tu lah, ada yang bilang nggak percaya sama Covid lah, segala macam,” tutupnya. (*/)

loading...

About nath

Check Also

KPU Bateng Segera Tetapkan Algafry-Erfian Jadi Bupati dan Wakil Bupati Terpilih

WARTABANGKA, KOBA – Bangka Tengah (Bateng) tidak masuk dalam daftar perkara perselisihan hasil Pemilihan Gubernur …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *