Gara-Gara Penambangan Liar di Menumbing, Sumber Air PDAM Keruh

WARTABANGKA, MUNTOK – Penambangan timah liar di Taman Hutan Raya (Tahura) Menumbing kembali terjadi. Kali ini, aksi tambang liar tersebut menyebabkan sumber air PDAM Tirta Sejiran Setason menjadi keruh. Menurut Direktur PDAM Tirta Sejiran Setason, Najamuddin, kejadian tersebut terjadi sekitar tiga hari yang lalu.

“Jadi ketahuannya itu karena air watervang reservoar PDAM itu kan kami tampung di bak penampung pada saat dicek petugas kita air itu keruh. Setelah keruh petugas kita survei ke atas menelusuri sumber yang keruh kan ada dua nah yang satu bening yang satu itu udah keruh,” kata Najamuddin di Ruang Kerja Kasat Pol PP Bangka Barat, Rabu (17/2).

Menurut dia, sebelum memeriksa ke sumber air di daerah watervang di Menumbing, pihaknya telah berkoordinasi dengan Sat Pol PP Bangka Barat. Saat tiba di lokasi, pihaknya melihat sejumlah barang bukti dan juga ada dua orang yang sedang menambang di dekat area tersebut. Namun sayangnya, orang tersebut langsung kabur ketika pihaknya sampai di lokasi.

“Kebetulan ketika kami naik memang ditemukan kita udah dapat bb malahan ada orang yang ngelimbang namanya nambang itu apalah ada orang yang berlari ketika ketahuan oleh kita. Dihawatirkan petugas kita kan bukannya penegak hukum takutnya mereka melawan kami harus koordinasi dengan pak Kasat Pol PP dalam hal ini penegak Perda di Bangka Barat,” jelasnya.

Ia melanjutkan barang bukti yang ditemukan adalah kapak, selang, sarung parang, sandal dan karung. Namun pihaknya tidak menemukan mesin apapun.

” Pelaku membuat lobang tapi menurut saya membahayakan karena dia akan menutup tapi dia akan menutup sumber baku kami dan membahayakan nyawa manusia karena yang dibongkar itu batu-batu besar. Dia bikin lobang kayak lobang tikus. Yang dikhawatirkan dia terjadi apa-apa di atas kita tidak tahu dan bisa mencemar air baku PDAM,” sebutnya.

Najamuddin menambahkan parahnya pelaku penambangan liar ini mengalihkan aliran air dari sumber air PDAM ke tempat lain.

“Ketika ketahuan kami langsung naik ke atas karena ya terus terang di samping saya lagi mencoba menyambut musim kemarau kecukupan atas air di Bangka Barat ya jangan sampai saya mencoba itu kan ternyata yang di atas itu ada yang mengalihkan. Jadi alur air itu dialihkan dibuangnya ke tempat lain jadi tidak ke sumber kita di belokan nya,” tukas Najamuddin. ( IBB )

loading...

About nath

Check Also

Pemkab Babar Segera Lengkapi Dokumen Pengadaan Tanah untuk Pembangunan Jalan Tanjung Ular-Air Limau

WARTABANGKA, MUNTOK – Sekretaris Daerah Kabupaten Bangka Barat (Babar) , Muhammad Soleh mengatakan pihaknya akan …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *