Kasi Pidum Berganti, Ekspose Kasus PC Kolong Jebu Ditunda

WARTABANGKA, MUNTOK – Ekspose kasus ekskavator atau PC merek Cat di Kolong Jebu Bembang Pasir Kuarsa Desa Teluk Limau, Kecamatan Parittiga, Kabupaten Bangka Barat (Babar) yang rencananya digelar Sat Reskrim Polres Babar bersama Kejaksaan Negeri (Kejari) Babar harus ditunda. Hal itu dikarenakan Kasi Pidum Kejari Babar baru saja berganti dan digantikan oleh Jan Maswan Sinurat, SH.

“Ekspose belum jadi karena jadwalnya masih belum. Kasi Pidum kan baru juga nih, rencananya kita komunikasi dulu kira – kira petunjuk beliau bagaimana kalau ekspose kan, beliau juga pasti belum tahu masalah kasus PC ini,” kata Kasat Reskrim Polres Babar, AKP Andri Eko Setiawan kepada awak media di ruang kerjanya, Kamis ( 21/1).

Dikatakan Andri, walaupun Surat Pemberitahuan Dimulainya Penyidikan (SPDP) telah dikembalikan oleh Kejari bukan berarti kasus ini selesai. Pihaknya, masih bisa mengirim SPDP ini ke pihak Kejari.

“SPDP dikembalikan tapi bukan berarti kasus itu selesai, SPDP masih bisa kita kirim lagi. Bisa kita antar lagi kesana. Kenapa dikembalikan? Karena memang kalau terlalu lama tidak ada perkembangan dari penyidik dari sana dikembalikan kesini. Memang waktu itu kita masih sibuk masalah Pilkada. Memang ada keterlambatan mengirimkan berkas lagi kesana karena anggota fokus ke lapangan semua,” jelas Andri.

Andri melanjutkan meskipun masa penahanan tersangka sudah habis dan dibebaskan, akan tetapi bila berkas sudah lengkap, kasus ini masih tetap bisa dilanjutkan.

“Penyidik wajib mengeluarkan walaupun kasus belum selesai di UU-nya seperti itu. Seiring berjalan waktu kita ngirim berkas lagi, oke berkas sudah fix , ya sudah kewajiban penyidik mencari si tersangka ini. Baru nanti kita nggak melakukan penahanan lagi, begitu dapat langsung kita serahkan ke Jaksa. Kan kita penahahan sudah habis. Kita amankan kita serahkan ke Jaksa, ini tersangkanya,” ungkapnya.

Selain itu, Andri menambahkan terkait barang bukti yang telah lama disita di halaman belakang Mako Polres Babar akan tetap menjadi barang sitaan negara.

“Kalau di UU Kehutanan kalau kegiatan penambangan kalau itu masih proses sidik, nanti PC ini disita negara. Misalnya kasus sudah selesai nih, misalnya tersangka sudah divonis sekian tahun, nanti bebas bukan PC ini kembali ke orangnya, nggak, tapi disita negara. Kasus lanjut atau tidak PC tetap disita. Kan masih proses sidik, ggak bisa diambil juga. Lelang nanti kalau sudah selesai kasusnya. Bisa dilelang tapi kalau sudah selesai semuanya. Lelang resmi untuk negara,” tukasnya. ( IBB )

loading...

Check Also

Pelaku Pembunuhan Guru Ngaji di Simpangperlang Diserahkan Keluarga ke Polisi

WARTABANGKA.COM, KOBA -MF alias DD, pelaku pembunuhan terhadap Jauhari (41), warga Simpangperlang, Kecamatan Koba, diserahkan …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *