Kesadaran Masyarakat Bangka untuk Donor Darah Masih Kurang

WARTABANGKA.COM, SUNGAILIAT – Kepala Markas Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Bangka, Tego mengakui kesadaran masyarakat untuk melakukan donor darah masih kurang. Hal ini berbeda bila dibandingkan dengan masyarakat yang ada di Pangkalpinang.

Dia mengungkapkan bahwa kekurangan kantong darah ini disebabkan oleh kurangnya kesadaran masyarakat akan pentingnya donor darah. Padahal, dengan mendonor darah secara rutin akan mengurangi risiko penyakit jantung dan stroke.

“Memang, selama ini orang masih terpaku dengan stigma kalau donor darah itu mengerikan dan seram, padahal itu semua salah. PMI sendiri berupaya untuk terus membuat stigma mengerikan itu menjadi stigma yang sangat menyenangkan dan menyehatkan,” kata Tego, Rabu (9/6).

PMI Bangka, sambung Tego terus menggiatkan donor darah massal guna mencukupi stok darah saat ini. Diakui dia, saat ini stok darah sangat minim.

“Stok darah minim. Kita akui. Paling kalau ada donor massal baru ada stok. Itu juga paling bertahan dua tiga hari saja,” kata Tego.

Tego menjelaskan, ketersediaan relawan dan bekerjasama dengan komunitas dan organisasi kata Tego dilakukan pihaknya. Ia bersyukur, dari 500 kantong darah yang dibutuhkan setiap bulan selalu tercukupi.

“Untuk menarik pendonor pemula khususnya kita sediakan paket sembako untuk mereka hari ini yang mendonorkan darah,” tutup Tego.(Zen)

loading...

Check Also

Pelaku Pembunuhan Guru Ngaji di Simpangperlang Diserahkan Keluarga ke Polisi

WARTABANGKA.COM, KOBA -MF alias DD, pelaku pembunuhan terhadap Jauhari (41), warga Simpangperlang, Kecamatan Koba, diserahkan …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *