Kualitas Air Sungai Rangkui Berdasarkan Hasil Pemantauan DLH Babel


Sri Heldawati, S.T

Pengendali Dampak Lingkungan Dlh Prov.Kep.Babel

Sumber-sumber pencemar yang berada di dalam dan sekitar sepanjang Sungai Rangkui, Kota Pangkalpinang, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) yang menghasilkan air limbah dan limbah padat yang secara langsung atau tidak langsung akan masuk ke dalam badan air.

Di sepanjang Sungai Rangkui yang banyak kegiatan industri pertambangan timah maka ini akan mempercepat memburuknya kualitas air Sungai Rangkui. Masuknya limbah ke dalam badan air akan mempengaruhi kualitas air Sungai Rangkui sehingga kualitas akan merosot atau memburuk dan tidak akan memenuhi persyaratan mutu air untuk rekreasi (kelas 2) apalagi sebagai air baku (kelas 1).


Kemampuan sungai untuk melakukan pemurnian dirinya sendiri (self purification) sangat terbatas, tidak hanya dipengaruhi oleh beban pencemar yang masuk namun juga tergantung pada kondisi hidromorfologi sungai.

Upaya pengelolaan kualitas air dan pengendalian pencemaran air untuk tujuan meningkatkan kualitas air sangat dibutuhkan.
Guna melihat kualias air Sungai Rangkui, Pemerintah Provinsi Bangka Belitung melalui Dinas Lingkungan Hidup telah melaksanakan pemantauan kualitas Sungai Rangkui pada 9 lokasi di titik-titik pantau yaitu : di air pasir/desa Kace, Anak sungai rangkui/Sungai pedindang hulu (mangkol), Air Nangka/Desa Kace, Pintu Air, Puncak, Jembatan Trem, Anak Sungai Rangkui/Sungai Pedindang Hilir (Gudang Padi), Jembatan Semujur, Sungai Pangkal Balam/Rusunawa.


Dalam pemantauan kualitas air Sungai Rangkui dilakukan pengukuran dalam bebarapa paremater namun yang ditampilkan hanya untuk parameter Biological Oxygen Demand (BOD), Chemical Oxygen Demand (COD) dan Total Suspended Solid (TSS) di 9 lokasi, yang terbagi dalam 7 segmen.

KUALITAS AIR SUNGAI RANGKUI SEGMEN 1 (MENDO BARAT)

Pada segmen 1 ini dilakukan pemantauan sebanyak dua kali yaitu pada bulan September dan November di dua lokasi dua tiitik pantau yaitu Air Pasir dan Air Nangka. Dari hasil pemantauan kualitas air tersebut untuk parameter BOD secara umum menunjukkan bahwa tidak bisa memenuhi Kelas I dan Kelas II bahkan untuk lokasi Air Pasir pemantauan bulan September justru malah tidak masuk Kelas III.

Dengan kondisi tersebut maka untuk parameter BOD hanya masuk ke Kelas IV karena semuanya memenuhi baku mutu. Dikarenakan kondisi BOD yang tinggi untuk kelas I dan Kelas II maka akan menjadi problem apabila Sungai Rungkai akan ditetapkan menjadi daerah rekreasi air (kelas II).


Hasil pemantauan kualitas air untuk parameter COD masih menunjukkan memenuhi kelas II, kelas III dan kelas IV hanya untuk di bulan November untuk dilokasi air nangka sedikit melebihi baku mutu kelas II. Namun demikian semua data parameter COD tidak ada yang dapat memenuhi baku mutu kelas I.


Dalam Segmen 1 ini parameter TSS maih menunjukan memenuhi mutu kelas I, Kelas II, Kelas III, dan Kelas IV kecuali pada bulan September untuk lokasi Air Pasir melebih mutu untuk kelas I, dan Kelas II.

KUALITAS AIR SUNGAI RANGKUI SEGMEN 2 (MENDO BARAT – GERUNGGANG – RANGKUI – TAMAN SARI)

Di Segmen 2 ini dilakukan pemantauan sebanyak dua kali yaitu pada bulan September dan November pada dua lokasi di dua tiitik pantau yaitu Air Nangka dan Pintu Air . Hasil pemantauan kualitas air di dua lokasi tersebut.

Pemantauan kualitas air pada segmen 2 ini untuk parameter BOD melebihi mutu untuk kelas I dan Kelas II namun masih menunjukan memenuhi mutu untuk Kelas III dan Kelas IV. Parameter COD masih menunjukkan memenuhi untuk kelas II, Kelas III dan Keelas IV namun untuk kelas I belum dapat terpenuhi. Sedangkan untuk parameter TSS masih dapat memenuhi kelas I, kelas II, kelas III dan kelas IV namun di bulan November di lokasi Pintu Air melebihi sedikit untuk kelas I dan kelas II yaitu sebesar 4 mg/l.

KUALITAS AIR SUNGAI RANGKUI SEGMEN 3 (TAMAN SARI – RANGKUI 1)

Segmen 3 yang merupakan wilayah bagian tengah dari wilayah kajian Sungai Rangkui ini mencakup dua lokasi dengan panjang 1.09 Km. Lokasi tersebut adalah meliputi Pintu Air dan Puncak. Parameter BOD hasil pemantauan dalam segmen 3 ini menunjukan nilai yang melebihi kelas I dan kelas II namun untuk kelas III dan kelas IV masih dapat memenuhi.

Pemantauan kualitas air untuk parameter COD pada segmen 3 ini menunjukkan bahwa untuk kelas II, Kelas III dan Kelas IV masih dapat terpenuhi kecuali hasil pemantauan pada bulan November di lokasi puncak melebihi untuk kelas II sebesar 6 mg/l dari mutu kelas II sebesar 25 mg/l. Sedangkan hasil pemantauan kualitas air parameter TSS di segmen 3 ini menunjukkan bahwa pada bulan November di Lokasi Pintu air dan bulan September di lokasi Puncak masih melebihi mutu kelas I dan Kelas II namun untuk kelas III dan kelas IV masih dapat terpenuhi.


KUALITAS AIR SUNGAI RANGKUI SEGMEN 4 (TAMAN SARI – RANGKUI 2)

Seperti halnya di segmen 3, wilayah segmen 4 ini masih diposisi di daerah bagian tengah dari wilayah kajian. Segmen 4 merupakan wilayah pendek yang mencakup wilayah antara Puncak dan Jembata Trem sejauh 0,37 km. Pemantauan kualitas air sungai Rangkui dalam segmen 4 untuk parameter BOD menunjukan masih melebihi untuk mutu kelas I dan kelas II namun untuk kelas III dan kelas IV sudah dapat terpenuhi. Hasil pemantauan kualitas air untuk parameter COD menunjukkan masih memenuhi mutu kelas II, kelas III dan kelas IV tetapi pemantaun di bulan November di lokasi Jembatan Trem masih belum memenuhi untuk kelas II. Sedangkan untuk kelas I parameter COD tidak dapat memenuhi. Parameter TSS hasilnya masih dapat memenuhi kelas I, kelas II, kelas III dan kelas IV.


KUALITAS AIR SUNGAI RANGKUI SEGMEN 5 (TAMAN SARI – RANGKUI 3)

Segmen 5 yang merupakan bagian tengah juga dari wilayah kajian dan sumber pencemarnya dari anak sungai yang akhirnya masuk ke Sungai Utama Rangkui. Panjang segmen 5 ini merupakan segmen yang terpendek yaitu sepanjang 0,26 Km dengan lokasi dari Jembatan Trem sampai Anak Sungai.

Dalam segmen 5 ini data kurang lengkap khususnya data pemantauan di lokasi anak sungai, namun demikian dari lokasi Jembatan Trem parameter BOD masih belum dapat memenuhi mutu kelas I dan kelas II, namun untuk kelas III dankelas IV masih dapat memenuhi. Sedangkan untuk parameter COD mutu kelas I dan kelas II belum terpenuhi, namun untuk kelas III dan kelas IV sudah terpenuhi. Adapun untuk parameter TSS sudah dapat memenuhi untuk kelas I, kelas II, kelas III, dan kelas IV.


KUALITAS AIR SUNGAI RANGKUI SEGMEN 6 (GIRIMAYA – RANGKUI – BUKITINTAN)

Pemantauan di segmen 6 ini adalah segmen yang sudah mendekati muara dari mulai Anak Sungai menuju ke Jembatan Semujur sepanjang 2,05 km. Hasil pemantauan kualitas air pada segmen 6 ini untuk perameter BOD hasilnya menunjukkan mendekati kelas I karena hanya satu melebihi 0,01 mg/l pada pengukuran bulan November 2017 di lokasi Jembatan Semujur, demikian pula untuk parameter TSS juga dapat terpenuhi untuk kelas I. Sedangkan untuk parameter COD terlihat bahwa untuk kelas I tidak memenuhi namun untuk kelas II, III dan IV dapat terpenuhi. Rendahnya hasil pengukuran parameter BOD, COD dan TSS tersebut kemungkinan karena sudah cukup besar pengaruh pasang surut air laut.

KUALITAS AIR SUNGAI RANGKUI SEGMEN 7 (PANGKALBALAM – BUKITINTAN)

Segmen 7 yang merupakan wilayah yang sangat besar pengaruh pasang surut air laut di karenakan dalam posisi di muara Sungai Rangkui. Panjang segmen ini adalah 2,93 Km yang membentang dari Jembatan semujur ke S Pangkalbalam / Rusunawa. Dengan pengaruh pasng surut maka kualitas air di segmen ini naik turun.

Hasil pemantauan kualitas air di segmen 7 memperlihatkan bahwa parameter BOD dan COD tidak dapat memenuhi mutu kelas I namun untuk kelas II, III, dan IV masih dapat terpenuhi. Sedangkan untuk parameter TSS masih dapat memenuhi mutu kelas I, II, III, dan IV.

Berdasarkan hasil kualitas air sungai Rangkui dari segmen 1 sampai segmen 7 memperlihatkan kualitas yang naik turun hal tersebut dikarenakan sangat besarnya pengaruh pasang surut air laut. Memperhatikan hasil pengujian untuk parameter BOD, COD dan TSS maka Sungai Rangkui masih digolongkan masuk kelas III atau IV. Namun demikian karena data yang dihasilkan hanya terbatas (dua kali pemantauan) maka hasil analisis kualitas air limbah ini belum bisa mewakili sepenuhnya kualitas Sungai Rangkui. Dengan demikian apabila peruntukan Sungai Rangkui sebagai kawasan rekreasi akan ditetapkan maka masih perlu kerja keras untuk dapat menaikkan menjadi kelas II.

Sumber : DLH PRovinsi Kepulauan Bangka Belitung

loading...

Check Also

Proses Instalasi Komponen Mesin Capai 81 Persen, PLN 24 Jam Non Stop Pulihkan Sistem Kelistrikan Pulau Bangka

WARTABANGKA, PANGKALPINANG– Proses instalasi komponen mesin PLTMG dari Riau kini mencapai 81 persen. Sejak kedatangan …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *