Mantan Kabag Operasional PT BPRS Muntok Resmi Ditahan

WARTABANGKA.COM, MUNTOK – Kejaksaan Negeri (Kejari) Bangka Barat akhirnya melakukan penahanan terhadap mantan kabag operasional PT Bank Pembiayaan Rakyat Syariah (BPRS) Babel Cabang Muntok berinisial M, Selasa malam (25/8).

Dia ditahan karena diduga terlibat kasus tindak pidana korupsi kredit fiktif. Sebelumnya, pihak Kejari telah lebih dulu menahan tersangka KTH yakni mantan Kepala PT BPRS Cabang Muntok.

Kajari Bangka Barat, Helena Octavianne mengatakan seluruh pengajuan kredit fiktif di PT BPRS Cabang Muntok lewat tersangka M. Tanpa peranan tersangka M, kata Helena, maka kredit fiktif tidak akan cair.

“Karena kabag operasional bukan hanya andil dalam pencairan ini tetapi dia kan memeriksa juga apakah ini benar atau tidak. Sebagai kabag operasional tentunya dia mengetahui kalau ada yang salah. Dia (M-red) salah tapi dia bilang ini adalah sistemnya dan kemudian tersangka satu (KTH-red) yang menyuruh,” ujar Helena kepada wartawan saat konferensi pers.

Untuk itu, dikatakan Helena, pihaknya masih akan terus menggali lagi lebih dalam peran serta dari tersangka kedua untuk kasus korupsi ini.

“Kalau untuk hal tersebut sebenarnya ada agunan jaminan ya, yang mana memang ada dari keluarganya terus kemudian kita belum gali lagi karena yang penting kita cari dulu peran serta dari tersangka kedua ini apa,” katanya.

“Pasti, peranannya pasti tapi misalnya tadi dibilang menikmatinya kita belum memastikan tapi kalau peran sertanya pasti pasal dua pasal tiga itu kan dengan memperkaya diri sendiri atau orang lain unsurnya kan disitu,” sambungnya.

Sementara itu, Kasi Pidsus Kejari Bangka Barat, Agung Dhedi Dwi Handes menjelaskan peran aktif dari tersangka M yang memalsukan tanda tangan atas nama nasabah. Ditambah lagi adanya dua rekening penampungan setoran nelayan yang diatasnamakan salah satu nama PNS di Kabupaten Bangka Barat.

Namun, dari keterangan PNS yang bersangkutan, dia tidak pernah membuat rekening penampungan setoran nelayan. Uang yang disetor ke rekening ternyata diambil dan dikeluarkan serta bukti-bukti penarikan tersebut yang bertanda tangan adalah tersangka M.

“Selain itu peran aktif yang selanjutnya adanya pembiayaan-pembiayaan fiktif yang dicairkan langsung di RTGS untuk pembelian barang barang milik tersangka satu diantaranya misalnya membeli mobil Fortuner, tanah dan rumah,” jelas Agung.

Dia menambahkan saat ini tersangka M ditahan di tahanan Polsek Muntok dengan jangka waktu penahanan selama dua puluh hari ke depan.

“Tersangka akan dikenakan pasal dua dengan amcaman minimal empat tahun penjara. Kalau untuk pasal dua ancamannya minimal 4 tahun nanti kita kan melihat dari sisi kerugian negara dan ada hal-hal yang memberatkan atau meringankan tersangka,” katanya. (*/)

loading...

About Ryu

Check Also

Anggota DPRD Bangka Tengah Dianiaya Seorang Pemuda di Batu Belubang, Begini Kronologinya

WARTABANGKA, PANGKALANBARU– Anggota DPRD Kabupaten Bangka Tengah (Bateng), Wahidah dianiaya seorang pemuda di Desa Batu …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *