Masyarakat Desa Penyak Berharap Bisa Kembali Menambang di IUP PT MSP

WARTABANGKA, KOBA – Masyarakat Desa Penyak, Kecamatan Koba, Kabupaten Bangka Tengah saat ini belum dapat melakukan aktivitas penambangan di kawasan Izin Usaha Pertambangan (IUP) PT Mitra Stania Prima (MSP).

Hal ini lantaran pihak PT MSP meminta masyarakat untuk sementara berhenti menambang karena sedang dilakukan eksplorasi dan pengecekan kandungan timah.

Kepala Desa Penyak, Sapawi berharap kepada PT MSP untuk memberikan keputusan dengan segera karena tambang timah menjadi salah satu pekerjaan utama warganya. Selama ini kata dia, masyarakat tidak tahu jika lokasi penambangan biji timah yang dikelola masyarakat masuk IUP PT MSP.

“Setahu mereka (masyarakat-red) itu masuk Kontrak Karya (KK) PT Koba tin yang sudah tutup tahun 2013 kemarin.

Ya, namanya tambang rakyat. Mereka nambang, lalu timahnya dijual ke pembeli. Hasilnya juga tidak banyak, hanya cukup memenuhi kebutuhan sehari-hari,” kata Sapawi, Kamis (4/2).

Dia menjelaskan, aktivitas tambang rakyat tersebut disetop oleh PT MSP dengan alasan sedang pelaksanaan eksplorasi atau mengecek kandungan timah. Masyarakat, katanya, diminta setop kurang lebih selama 3 bulan, terhitung tanggal 29 Desember 2020 kemarin.

“Masyarakat sekarang sudah minta kejelasan, kapan PT MSP ini memberikan masyarakat bekerja di lokasi tersebut,” ungkapnya.

Sapawi mengaku belum lama ini, masyarakat sudah pernah melakukan pertemuan dengan PT MSP yang dimediasi oleh pihak Kecamatan Koba. Masyarakat merespon positif, dengan harapan yang bekerja adalah masyarakat setempat.

“Masyarakat juga tidak mempermasalahkan kalau PT MSP membeli hasil timah mereka, tapi dengan hasil yang sesuai. Nah, saat ini, masyarakat lagi-lagi nanya, kapan mereka bekerja,” ungkap Sapawi.

“Wajar masyarakat nanya, 551,8 hektare milik Desa Penyak merupakan luasan terbesar dari dua desa lainnya yang masuk IUP PT MSP, yakni Belilik Kecamatan Namang dan Kemingking Kecamatan Sungaiselan,” tegas Sapawi.

Selain masyarakat dilibatkan dalam penambangan, ke depan Sapawi juga minta PT MSP memperhatikan masyarakat setempat dengan program CSR.


“Saat ini, harapan masyarakat untuk bekerja nambang timah jangan digantung lagi,” pungkasnya.

Terpisah, perwakilan PT MSP, Rio membenarkan sekarang pihak perusahaan meminta aktivitas masyarakat untuk berhenti sesaat. Sebab, pihaknya sedang melaksanakan eksplorasi, mengecek kandungan timah dan lain-lain. Untuk eksploitasinya nanti, kata Rio tetap melibatkan masyarakat.

“Timahnya nanti PT MSP yang membeli dengan harga yang ditentukan. Kita kan bayar pajak, ya soal harga timah kami yang nentukan dan timahnya tidak boleh dijual ketempat lain karena kita yang mempunyai IUP nya,” kata Rio.

“Mengenai izin kapan terbit, nanti tanyakan ke bidang lain. Saya tidak mengetahui, karena saya saat ini fokus ke eksplorasi,” pungkasnya. (RN)

loading...

Check Also

Perawat RSUD Depati Bahrin Sungailiat Diberi Pelatihan Soft Skill

WARTABANGKA.COM, SUNGAILIAT – Dalam rangka meningkatkan pelayanan, RSUD Depati Bahrin Sungailiat menggelar pelatihan soft skill …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *