Polres Bateng Ungkap 28 Kasus Penyalahgunaan Narkoba Sepanjang 2020

WARTABANGKA, KOBA – Kapolres Bangka Tengah (Bateng), AKBP Slamet Ady Purnomo mengungkapkan sepanjang tahun 2020 pihaknya berhasil mengungkap 28 kasus penyalahgunaan narkoba. Menurutnya dari jumlah tersebut ada dua TKP dengan jumlah barang bukti yang cukup menonjol.

“Kasus penyalahgunaan narkoba ini terus kami kembangkan. Kasus narkoba ini masuk dalam katagori kriminalitas transnasional,” kata AKBP Slamet, Kamis (31/12).

Menurut Slamet, Penyelesaian Tindak Pindana (PTP) dari 28 Jumlah Tindak Pidana (JTP) tersebut, 100 persen tuntas. Sebagian kasus sudah putusan dari pengadilan negeri dan sebagian lagi proses persidangan.

Dari rekapitulasi yang dilakukan pihak Polres Bateng, ada 2 TKP di 2 desa dengan barang bukti cukup banyak. TKP tersebut berada di Desa Kurau Timur dan Perlang.

“Di Perlang pada bulan April 2020, anggota kami berhasil mengamankan barang bukti berupa 45 paket kecil sabu-sabu, 5 paket sedang dan 1 paket besar dari tangan pelaku berinisial SP (28) warga Desa Trubus, ” katanya.

“Lalu, di Desa Kurau kita mengamankan 27 paket kecil sabu dan 3 paket besar sabu dari tangan pelaku berinisial SD (47) warga setempat pada bulan Agustus 2020,” ulasnya panjang lebar.

Slamet menyebutkan bahwa tren barang bukti narkoba jenis sabu-sabu menurun, termasuk ineks, namun untuk ganja meningkat dari tahun sebelumnya. Di tahun 2019 barang bukti narkoba jenis sabu-sabu hasil sitaan sebanyak 78,08 gram, di tahun 2020 turun menjadi 71,45 gram.

“Kemudian barang bukti narkoba jenis ineks tahun 2019 sebanyak 2,94 gram turun menjadi 0,45 gram. Sementara barang bukti jenis ganja nihil pada tahun 2019, di tahun 2020 ini kami berhasil menyita 13,71 gram,” ungkap Slamet.

Selain jumlah barang bukti yang mengalami penurun, dia mengatakan jumlah tersangka penyalahgunaan narkoba tahun 2020 juga menurun sebanyak 6 orang.

“Tahun 2019 kemarin jumlah tersangka sebanyak 36 orang, terdiri dari 33 orang laki-laki dan 3 orang perempuan. Sementara di tahun 2020 ini hanya 30 orang, terdiri dari 28 orang laki-laki dan 2 orang perempuan,” ungkapnya.

Dalan rangka menekan angka kriminalitas Transnasional ini, Slamet menegaskan akan selalu berkoordinasi dengan pihak terkait melakukan sosialisasi hukum dan bahaya penyalahgunaan narkoba.

“Mudah-mudahan setiap tahunnya angka kriminalitas transnasional di Bangka Tengah terus menurun,” harapnya. (RN)

loading...

Check Also

Perawat RSUD Depati Bahrin Sungailiat Diberi Pelatihan Soft Skill

WARTABANGKA.COM, SUNGAILIAT – Dalam rangka meningkatkan pelayanan, RSUD Depati Bahrin Sungailiat menggelar pelatihan soft skill …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *