Puskesmas Muntok, Dinkes Babar dan Forkopincam Gelar Rapat Pengendalian DBD

WARTABANGKA, MUNTOK – Jumlah kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kabupaten Bangka Barat semakin meningkat. Puskemas Muntok, Dinas Kesehatan Bangka Barat dan Forkopincam Muntok melakukan rapat pengendalian DBD di Kantor Camat Muntok, Kamis (18/11).

“Kami melakukan rapat program tinkam terkait dengan pengendalian demam berdarah dengue di wilayah kerja Kecamatan Muntok. Yang mana kita ketahui kasusnya semakin meningkat,” kata Kepala Puskemas Muntok, Harianto.

Dia menjelaskan tujuan pihaknya mengundang seluruh kades, lurah dan lintas sektor di Kecamatan Muntok adalah mengajak masyarakat agar sadar, tahu dan mampu untuk membudayakan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) di tatanan rumah tangga.

“Dalam PHBS tersebut ada yang namanya indikator bebas jentik di rumah atau di lingkungan. Tujuan ini adalah dalam rangka mencegah supaya betul-betul demam berdarah ini dapat dicegah. Kita tahu sampai saat ini semakin meningkat kasusnya bahkan sampai ada yang meninggal dunia,” ujarnya.

Harianto menyarankan kepada pihak terkait untuk segera melakukan beberapa langkah yakni PHBS, Pemberantasan Sarang Nyamuk ( PSN ) dan mengaktifkan kembali Juru Pemantau Nyamuk (Jumantik).

“Kalau dalam seminggu sekali betul-betul kita lakukan PSN dirumah tentunya jentik tidak akan ada. Dan kami menyampaikan merekomendasikan kepada seluruh kades, lurah, KUPT dan lintas sektor pastikan bahwa dirumah tidak ada jentik,” ungkap Harianto.

“Kedua agar membentuk atau mengaktifkan kembali juru pemantau jentik baik di sekolah di rumah maupun di lingkungan sekitarnya. Pastikan bahwa disetiap minggu kita melakukan pemberantasan sarang nyamuk,” lanjutnya.

Langkah-langkah selanjutnya, kata Harianto adalah menggalakkan masyarakat untuk sadar, tahu dan mampu untuk dapat gotong royong dalam memberantas jentik-jentik nyamuk. Pihaknya juga siap membantu masyarakat untuk hal tersebut.

“Jadi setiap minggu itu RT/RW setempat melakukan agenda gotong royong. Kami siap puskesmas untuk melakukan promosi kesehatan kapanpun kami dibutuhkan tidak mengenal waktu entah hari libur pagi sore dan malam kami siap,” imbuhnya.

Menurut Harianto, DBD merupakan penyakit yang berbasis lingkungan dan berbasis perilaku. Kalau perilaku masyarakatnya betul-betul membudayakan phbs tentunya DBD dapat dicegah.
Maka dari itu, dirinya memberikan saran agar tiap desa atau lurah untuk membuat semacam program atau agenda rutin yang setiap seminggu sekali menggerakkan masyarakatnya untuk melakukan PSN. Tentunya yang paling terpenting adalah setiap rumah harus mempunyai Jumantik.

” Iya tetapi tidak tertulis sudah kita sampaikan. Mungkin ada edaran dari kades lurah kepada RT/RW setempat bahwa memastikan di satu rumah ada juru pemantau jentik dan melakukan PSN seminggu sekali,” tutup Harianto. ( IBB )

loading...

Check Also

Ringankan Korban Kebakaran di Kelurahan Pintu Air, PT Timah Serahkan Bantuan Sembako

WARTABANGKA, PANGKALPINANG – Meringankan beban korban kebakaran yang terjadi di Jalan Kenali Asam, Kelurahan Pintu …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *