Soal Penertiban PKL Pasar Pembangunan, Ini Kata Rio Setiady

WARTABANGKA, PANGKALPINANG – Pemerintah Kota Pangkalpinang melalui Satuan Polisi Pamong Praja (Satol PP) dalam beberapa hari terakhir gencar melakukan penertiban dan pengawasan pedagang kaki lima (PKL) di sekitar Pasar Pembangunan. Hal itu tentu saja mendapat penolakan sepihak dari para pedagang.

Menanggapai hal itu, Wakil Ketua Komisi II DPRD Kota Pangkalpinang, Rio Setiady ketika dikonfirmasi via telepon Senin (8/2) menyampaikan, penertiban yang dilakukan oleh satpol PP kepada pedagang di sekitar pasar besar, tentu bagian dari program penegakan Perda yang dilakukan oleh penegak Perda yaitu satpol PP.

Sebelum melakukan penertiban, Pemkot Pangkalpinang, katanya, tentu sudah melakukan pendekatan persuasif dalam rangka untuk optimalisasi fungsi jalan.

“Namun memang kondisi hari ini adalah suasana pandemi. Dimana masyarakat kesulitan dalam mempertahankan penghasilan. Tentu memang relokasi yang dilakukan diharapkan dapat lebih baik. Karen tempat yang sebelumnya memang belum berada di tempat yang pas, dalam artian mengganggu fungsi jalan,” ujar Rio.

Dilanjutkannya, Pemerintah Kota Pangkalpinang menurutnya sudah mempertimbangkan dengan matang, bahwa relokasi yang dilakukan terhadap para pedagang sudah mempertimbangkan banyak hal dan tidak salah jika dicoba terlebih dahulu.

“Kami maklum jika ada penolakan dari warga dikarenakan khawatir tempat yang baru nanti apakah akan seperti tempat sebelumnya. Tapi tetap saja, ada aturan yang harus kita tegakkan dengan berbagai pertimbangan kemanusiaan,” tukasnya. (*)

loading...

Check Also

Kepala Perangkat Daerah Laporkan Serapan Dana Dekonsentrasi TA 2021

WARTABANGKA.COM, PANGKALPINANG– Dalam rangka mendorong percepatan penyerapan penggunaan dana Dekonsentrasi Tahun Anggaran 2021, Pemerintah Provinsi …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *