Soal Tambang Teluk Kelabat, Warga Desa Bakit Datangi Kantor Bupati Bangka Barat

WARTABANGKA, MUNTOK – Puluhan warga Desa Bakit, Kecamatan Parittiga mendatangi Kantor Bupati Bangka Barat, Rabu (25/8).Kedatangan warga untuk menyampaikan aspirasi terkait penambangan yang ada di perairan Teluk Kelabat.

Massa ditemui langsung oleh Bupati Bangka Barat, H. Sukirman, Wakil Bupati Bong Ming Ming, Kapolres AKBP Agus Siswanto serta Dandim 0431 Bangka Barat, Letkol Inf. Agung Wahyu Perkasa di area parkir timur Kantor Bupati.

Salah satu warga, Herniati mengatakan pihaknya merasa tidak mendapatkan keadilan karena TI selam milik warga Desa Bakit tidak diizinkan ikut menambang di Teluk Kelabat bersama TI tower milik PT Lautan Sarana Mandiri (LSM).

“Saya datang kesini saya mau keadilan untuk warga Desa Bakit. Kami yang punya TI selam tidak bisa bekerja Pak, sedangkan TI tower disana bisa bekerja. Yang kami perjuangkan juga disini Pak, dari PT. LSM itu bendera merah itu cuma 5 persen, sedangkan kami 20 persen dari bendera putih masuk ke warga Desa Bakit Pak. Jadi kami disini memperjuangkan keadilan untuk kami, biar kami bisa bekerja sama – sama,” kata Herniati.

Sementara itu, Rahman, mengungkapkan faktor permasalahan ini adalah kecemburuan sosial. Hal itu dikarenakan TI selam milik warga tersebut tidak diizinkan menambang sedangkan TI tower milik PT. LSM bisa menambang di perairan itu.

Dirinya merasa kasihan karena warga disana tidak dapat menambang di perairan tersebut.

“Saya kasihan dengan warga Bakit. Mereka sedang terjepit. Terjepit bagaimana? Kita ketahui bersama Desa Bakit untuk sementara ini adalah sumber rejeki warga Bakit. Karena untuk sementara ini Desa Bakit lah penghasilan timah yang ada. Saya juga prihatin karena mereka mau nambang di Desa Semulut sudah dicegah warga Semulut Pak. Kenapa? Karena di Desa Bakit itu sudah ada PT. LSM,” ungkap Herman.

Herman menambahkan sebenarnya warga Desa Bakit tidak mempermasalahkan PT. LSM untuk menambang di perairan Teluk Kelabat, asalkan warga disana juga bisa ikut menambang.

Akan tetapi setelah berjalan, warga Bakit khususnya Kecamatan Parittiga tidak bisa menambang untuk TI selam.

” Intinya sama dengan aspirasi kami kemarin, bahwasanya kami ingin bekerja. Kedua, kita selalu dicegat dengan Perda dan Undang – Undang. Kami tidak mengerti Undang – Undang, kami mengertinya ingin mencari makan,” tutup Herman. (IBB )

loading...

Check Also

Promosikan Produk UMKM Babel, PT Timah Boyong Mitra Binaan ke Pameran BUMN-UMKM Great Sale 2021

WARTABANGKA, SOLO – Menggeliatkan promosi produk Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) di Provinsi Kepulauan Bangka …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *