Strategi Pemasaran Sekolah Luar Biasa (SLB) Negeri Angkola Timur, Dalam Peningkatan Minat Peserta Didik yang Berkebutuhan Khusus

Oleh: Fitri

Mahasiswa Magister Manajemen, Universitas Pembangunan Panca Budi, Medan

Latar Belakang

Setiap warga negara mempunyai kesempatan yang sama dalam memperoleh pendidikan yang bermutu termasuk anak berkebutuhan khusus (ABK) dan yang memiliki potensi dan kecerdasan istimewa.

Guna memberikan kesempatan kepada anak berkebutuhan khusus, pemerintah telah memberikan kebijakan pemerataan dan perluasan akses pendidikan yang tertuang dalam peraturan Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Republik Indonesia Nomor 10 tahun 2011 tentang Kebijakan Penanganan Anak Berkebutuhan Khusus.

Sekolah Luar Biasa adalah sebuah sekolah yang diperuntukkan bagi anak berkebutuhan khusus agar bisa mendapatkan layanan dasar yang bisa membantu mendapatkan akses pendidikan.

Dengan jenis yang berbeda, berbeda pula strategi pembelajaran serta fasilitas yang dimiliki.

Meskipun sekolah luar biasa selama ini dianggap sebagai sekolah dengan keterbelakangan pendidikan dan memiliki metode belajar yang tertinggal dibanding sekolah umum, sekolah luar biasa mengajarkan anak mengenai berbagai keterampilan dan kemampuan dasar agar dapat mengikuti kurikulum pendidikan di sekolah umum.

Dalam Hal ini akan dibahas strategi pemasaran Sekolah Luar Biasa (SLB) Negeri Angkola Timur yang berlokasi di Jalan. Sipirok, PAL XI, Kecamatan Angkola Timur, Kabupaten Tapanuli Selatan, Provinsi Sumatera Utara, dimana masyarakatnya masih kurang dalam pemahaman pendidikan apalagi yang memiliki kebutuhan khusus.

Pembahasan

Pendidikan Luar Biasa atau Sekolah Luar Biasa (SLB) merupakan pendidikan bagi peserta didik yang memiliki tingkat kesulitan dalam mengikuti proses pembelajaran karena kelainan fisik, emosional, mental sosial, tetapi memiliki potensi kecerdasan dan bakat istimewa.

Pendidikan luar biasa berarti pembelajaran yang dirancang secara khusus untuk memenuhi kebutuhan yang unik dari anak kelainan fisik. pendidikan luar biasa adalah program pembelajaran yang disiapkan untuk memenuhi kebutuhan unik dari individu siswa.

Mungkin mereka memerlukan penggunaan bahan-bahan, peralatan, layanan, dan/atau strategi mengajar yang khusus

Dalam hal ini SLB Angkola Timur memiliki strategi yang dilakukan di sekolah dengan membuat program keterampilan sesuai perspektif ABK, yang dibutuhkan dan digunakan di masyarakat dengan itu para orangtua akan mempercayai dan menyekolahkan anaknya demi untuk mendapatkan pendidikan yang secara khusus dirancang untuk membantu mereka mencapai potensi maksimalnya.

Dengan hal tersebut sudah mulai banyak yang respond dan sadar secara baik mau menyekolahkan anak mereka di sekolah SLB Angkola Timur.

Apalagi SLB Angkola Timur memiliki asrama dan sebahagian siswa yang akses rumahnya jauh bisa tinggal di asrama.

Menurut Kepala Sekolah SLB Negeri Angkola Timur, Nuryaningsih, S.Pd.,M.Pd., pandangan anak berkebutuhan khusus tidak perlu sekolah itu salah, maka dengan itu saya dan para guru memberikan arahan dan solusi dengan berbagai keterampilan yang penanganannya dengan menggunakan perspektif ABK dan menciptakan pola asuh dan interaksi yang ramah terhadap mereka dengan sebuah keterampilan dan guru berupaya focus dalam group discussion, monitoring dan coaching serta supervisi akademik serta memberikan bahan ajar keterampilan yang disesuaikan dengan kemampuan awal, bakat dan minat peserta didik.

Kesimpulan

Tidak dipungkiri, jika anak berkebutuhan khusus selama ini masih dianggap sebagai sosok yang dalam tanda kutip tidak berdaya dan perlu dikasihani.

Sehingga anak berkebutuhan khusus sering termarginalkan dari lingkungan sekitar.

Padahal anak berkebutuhan khusus yang mengalami keterbatasan keluarbiasaan, baik fisik, mental intelektual, sosial, maupun emosional yang berpengaruh signifikan dalam proses pertumbuhan dan perkembangannya, dibandingkan dengan anak-anak yang lain seusianya tersebut untuk mendapatkan pendidikan yang layak, seperti yang tertuang dalam peraturan Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Republik Indonesia.

Saran

Diharapkan kepada masyarakat yang memiliki anak berkebutuhan khusus tetap menyekolahkan anaknya seperti anak-anak umumnya, guna mendapatkan layanan dasar yang bisa membantu mendapatkan akses pendidikan dan dapat diberikan bahan ajar keterampilan yang disesuaikan dengan kemampuan awal, bakat dan minat anak tersebut.

Dan pastinya akan terpantau untuk pertumbuhan dan perkembangan anak tersebut guna mendapatkan pendidikan yang layak dan bisa berkembang sesuai usianya.

Daftar Pustaka

Undang-Undang Dasar 1945 pasal 31 ayat 1 dan Undang-Undang Nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional Bab IV pasal 5 ayat 1

Peraturan Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Republik Indonesia Nomor 10 tahun 2011

Kepala Sekolah SLBN Angkola Timur, Nuryaningsih, S.Pd.,M.Pd.,

loading...

Check Also

DPRD Babel Wacanakan Pembangunan SMK di Belitung

WARTABANGKA, TANJUNGPANDAN – Ketua DPRD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel), Herman Suhadi menyampaikan, DPRD Babel …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *