Tiga Raperda yang dibahas DPRD Babel, Menuju Finalisasi

WARTABANGKA, SUNGAILIAT – Tiga rancangan Peraturan Daerah (Raperda) yang digodok tiga pansus DPRD Bangka Belitung (Babel) sudah memasuki tahap finalisasi.

Selasa (21/9/2021), ketiga raperda inisiatif DPRD ini dikonsultasikan ke Direktorat Produk Hukum Daerah Ditjen Otonomi Daerah (Otda) Kemendagri RI.

Bertempat di Hotel Tanjung Pesona Sungailiat, berbagai masukan disampaikan langsung oleh Kasubdit Wilayah I Direktorat Produk Hukum Daerah Ditjen Otda Kemendagri, Slamet Endarto sehingga produk hukum di tingkat daerah benar-benar bermanfaat.

“Pada intinya semua sudah selesai dalam tingkat pembahasan pemahaman terkair isi hukumnya, tinggal legal drafting itu. Dan masih dalam penyusunan. Kan Nantinya ada tahap fasilitasi,” jelasnya seusai konsulitasi.

Ia sendiri mengapresiasi ketiga raperda tersebut. Namun dalam membuat aturan, Endarto menyarankan agar pemda dapat memahami aturan yang telah dibuat pemerintah pusat.

Hal ini juga sejalan dengan kualitas akan aturan yang dibuatkan oleh Pemda.

“Kita jangan obisitas terkait dengan peraturan. Pahami dengan aturan pusat. Jangan banyak membuat aturan yang membelenggu kita. Bukan berarti tidak boleh membaut aturan, boleh tapi yang mana dulu,” ungkapnya.

Sementara Ketua Pansus Raperda Kearsipan Ringgit Kecubung mengaku secara keseluruhan raperda yang disusun pihaknya sudah diterima oleh Kasubdit Wilayah I Direktorat Produk Hukum Daerah.

Hanya saja, ada beberapa klausul yang diminta untuk ditambahkan.

“Pembahasan tadi itu lancar, hanya saja diminta untuk memasukkan sanksi pidananya. Dan untuk sanksi pidana ini akan kami masukan dalam bab tersendiri,” ujar Ringgit.

Pihaknya juga ke depan dengan raperda ini mendorong penerapan arsip digital.

“Jelas masalah arsip digital ini kami tekankan, sebab itu sangat penting selain ada arsip fisik manualnya,” paparnya.

Sementara Ketua Pansus Pondok Pesantren Ust Dede Purnama menjelaskan, raperdanya diminta untuk koreksi dan evaluasi terhadap judul.

“Khawatir ada kewenangan pusat yang masuk dalam perda itu, jika ada takutnya menjadikan perda tidak berfungsi. Apalagi terkait dengan pemberdayaan, siapa pelaksana akan didetailkan, jangan sampai mengambang,” paparnya.

Ditambahkannya apabila raperda ini disahkan menjadi perda tidak hanya tentang pendanaan saja, tapi perda ini bermisi terkait semua aktifitas pondok pesantren di antaranya menjadi mandiri baik ekonomi, fasilitas penunjang supaya bisa bersaing dengan potensi yang dimiliki pondok pesantren.

“Targetnya nanti pondok pesantren tidak beranggapan mendapatkan apa, tapi bisa berbuat dan memberikan apa bagi daerah,” tandasnya.

“Kami akan mencari sela bagaimana Pemprov Babel bisa membantu terutama dengan pemberdayaan ini, seperti usaha tambak ikan atau pun tenaga kerja menyerahkan kepada organisasi perangkat daerah (OPD) untuk pelatihan di pondok pesantren tersebut,” tuturnya.

Sedangkan Raperda Arsitektur Berciri Khas Serumpun Sebalai harus mengalami perombakan hampir 60 persen.

“Luar biasa alot dalam pembahasan bersama Kemendagri tadi, kami harus merubah dari legal drafting nya hampir keseluruhan dirombak, sebab harus mengikuti ruang lingkup, materi isi dan muatan sudah ada, tapi pola penyusunan berdasarkan masukan Kemendagri terkait draf pasal dan babnya,” kata Ketua Pansus Mansah.

Lanjut Mansah, kemendagri minta penonjolan kearifan lokal dalam raperda ini menjadi hal penting, apalagi Babel pada 21 November 2021 nanti berumur 21 tahun, tapi belum ada ciri khas atau belum ada penunjukkan identitas.

“Kemendagri apresiasi sebenarnya raerda ini mereka ingin ini paripurna, sempurna pembahasan dan aplikasinya supaya benar-benar dirasakan dan membahagiakan masyarakat,” jelas Mansah.

Menurutnya berdasarkan masukan dari kemendagri, djkhawatirkan ada beberapa aturan-aturan yang memberatkan masyarakat.

“Kami inventarisir untuk dihindari, tadi sudah ada beberapa pasal yang akan dirombak berdasarkan masukan dari kemendagri,” tandasnya.

“Nanti kami akan berkoordinasi dengan bagian hukum DPRD, untuk membreakdown beberapa pasal, termasuk judulnya yang akan diblankkan dulu,” tukasnya. (*/ryu)

loading...

Check Also

Sinergi dengan TNI, PT Timah Tbk Renovasi Rumah Aminah

WARTABANGKA, BANGKA BARAT – Aminah (60) tak mampu membendung air mata bahagianya saat mendengar rumahnya …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *