Timgab Gagalkan Penyelundupan 300 Kilogram Daging Babi Ilegal Asal Palembang

WARTABANGKA, MUNTOK – Tim gabungan dari Balai Karantina Pertanian Kelas II Pangkalpinang Wilayah Kerja Pelabuhan Muntok, KSOP dan Satgas Angkutan Laut menggagalkan penyelundupan 300 kilogram daging babi ilegal asal Palembang, Sumatera Selatan, Kamis (27/8) malam.

Ratusan kilogram daging ini diamankan petugas saat melakukan pemeriksaan muatan truk di Pelabuhan Tanjung Kalian Muntok. Di salah satu truk dengan nomor polisi BN 8765 RQ disopiri, DS (20 ) warga Pal Muntok, didapati daging babi tanpa dokumen dibawah tumpukan jagung.

“Sampai sini diperiksa muatannya jagung, setelah diperiksa lagi dibuka terpal semua ketemu ini daging babi. Masuknya semalam menumpang Kapal Extras Darma Kosala, jam enam malam kalau berangkat dari Tanjung Api Api-nya,” jelas Dokter Hewan Karantina Pertanian Wilker Muntok, Wawan Nazaruddin, Jumat (28/8).

Dia menjelaskan, pihaknya akan segera memusnahkan ratusan kilogram daging babi ilegal ini di Kantor Balai Karantina Pertanian Kelas II Pangkalpinang Wilayah Kerja Pelabuhan Muntok. Hal ini dikarenakan daging babi ilegal tersebut sudah tak layak konsumsi.

Namun, sebelum daging dimusnahkan, pihaknya akan meminta keterangan si pemilik daging babi ilegal terlebih dahulu. Selain itu, Wawan menambahkan saat ini pemerintah baik pusat maupun daerah sedang gencar-gencarnya mencegah masuknya virus African Swine Fever (ASF) atau demam babi afrika ke Indonesia.

“Ini masih menunggu pemiliknya, rencananya pemusnahan di belakang kantor disaksikan pihak terkait lainnya. Untuk mencegah penyebaran penyakit kemungkinan dimusnahkan karena daging tidak layak konsumsi. Apalagi posisi sekarang ini Babel berupaya memerangi virus ASF,” tutup Wawan. (*/IBB)

loading...

About nath

Check Also

Enam Pramugara Pikul Peti Jenazah Yulian Andika Korban Sriwijaya SJ 182

WARTABANGKA, PANGKALPINANG — Enam pramugara Sriwijaya Air, memikul peti jenazah almarhum Yulian Andika, pramugara Sriwijaya …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *