Wakil Ketua Komisi III DPRD Babel Minta Pengembangan Pelabuhan Pangkalbalam Dipercepat

WARTABANGKA.COM, PANGKALPINANG – Wakil Ketua Komisi III DPRD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel), Agung Setiawan kembali menyoroti permasalahan Jembatan Emas yang masih belum dapat beroperasi secara maksimal.

“Kalau sampai hari ini, Jembatan Emas kita masih seperti ini lah, sering “berdoa” (posisi naik atau terbuka-red), sehingga masyarakat tidak bisa melewati Jembatan Emas tersebut,” kata Agung kepada wartawan di gedung DPRD Babel, Senin (11/1).

Menanggapi permasalahan tersebut, Ketua Fraksi Nasdem DPRD Babel ini meminta kepada pemerintah daerah agar dapat mempercepat pengembangan Pelabuhan Pangkalbalam.

“Karena sampai hari ini Pelabuhan Pangkalbalam ini kan baru dilihat bagaimana kondisi pengembangannya yang sudah direncanakan oleh Dirjen Perhubungan untuk mengembangkan daerah ini apakah benar-benar kelayakannya, nah ini kita minta supaya dipercepat,” ujarnya.

Hal ini, diutarakan dia, bertujuan agar kapal-kapal besar tidak lagi melintas di bawah Jembatan Emas, sehingga tidak mengganggu aktivitas masyarakat yang ingin menyeberang jembatan tersebut.

“Karena fungsi daripada jembatan baik itu jembatan buka tutup, atau tetap sangat luar biasa sebagai infrastuktur penghubung dari tempat A ke tempat B, apalagi Jembatan Emas ini dibangun dengan biaya yang cukup mahal,” terangnya.

Oleh karena itu, dia menegaskan, Pelabuhan Pangkalbalam ini lah merupakan solusi agar jembatan yang menjadi ikon Bumi Serumpun Sebalai ini dapat berfungsi secara maksimal.

“Karena kita juga rutin membiayai perawatan untuk Jembatan Emas tersebut dengan anggaran kurang lebih Rp1 miliar dalam setahun,” tandasnya. (DEI)

loading...

Check Also

Pertamina Patra Niaga Menggelar Simulasi Operasi Keadaan Darurat Level 0 di Area Dermaga FT Pangkal Balam

WARTABANGKA, PANGKALPINANG– Pertamina Patra Niaga Region Sumbagsel melalui Fuel Terminal (FT) Pangkal Balam Kepulauan Bangka …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *