Ruang Publik Dianjurkan Punya Tempat Merokok

WARTABANGKA, TANJUNGPANDAN – Anggota DPRD provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) dari fraksi Demokrat, Ranto Sendhu, SE, mengatakan bahwa setiap tempat pelayanan publik harus menyediakan tempat untuk perokok, dimana tempat yang disediakan harus memiliki sirkulasi udara yang baik.

Hal itu disampaikannya pada saat memberikan materi di penghujung massa kegiatan penyebarluasan Perda, di Tanjungpandan, Kabupaten Belitung, Sabtu (11/12).

“Dalam perda ini, dianjurkan bahwa setiap ruang publik harus memiliki tempat khusus yang diperuntukkan bagi para perokok,” kata Ranto.

Dipilihnya Peraturan Daerah No. 02 tahun 2015 tentang Kawasan Tanpa Rokok, karena asap rokok bisa dikatakan sangat berbahaya, bukan saja kepada perokok aktif tapi berimbas ke perokok pasif.

Ranto juga menjelaskan, dengan terpilihnya sebagai wakil rakyat yang duduk di DPRD Babel untuk mewakili masyarakat baik itu Pulau Bangka maupun Pulau Belitung, sekalipun dirinya berasal dari dapil Kabupaten Bangka.

“Maka itulah alasan saya memilih daerah Kabupaten Belitung. Dirinya juga siap menerima kritik dan saran terhadap perda tersebut,” ungkap Ranto.

Sekretaris DPRD Babel M. Haris, AR. AP juga menambahkan, beberapa pasal terkait peraturan Daerah Nomor 02 Tahun 2015 tentang Kawasan Tanpa Rokok.

Dikatakannya, perda ini mengatur bukan melarang orang untuk merokok, tapi mengatur tempat-tempat yang dilarang atau boleh merokok.

Seperti rumah sakit contohnya, terdapat tulisan “Kawasan Tanpa Rokok”, jadi kawasan itu tidak boleh merokok.

“Bagi para perokok yang tidak mengindahkan hal tersebut akan diberi teguran baik tertulis maupun lisan,” ungkap Haris.

Berdasarkan data dan hasil survei para peneliti Amerika, Indonesia merupakan konsumen terbesar nomor tiga setelah China dan India.

46 persen perokok Asean itu berada di Indonesia.

Dalam pelaksanaan perda tersebut terdapat kawasan tanpa rokok yakni, pelayanan kesehatan, sekolah, tempat anak bermain, angkutan umum, tempat ibadah, tempat kerja/kantor dan tempat-tempat yang telah ditetapkan oleh pemerintah.

“Peran masyarakat sangat dibutuhkan terhadap pelaksanaannya perda kawasan tanpa rokok ini. Masyarakat bisa melaporkan setiap orang yang terbukti melanggar perda tersebut, bisa membantu mensosialisasikan perda tersebut di seputaran kediamannya masing-masing,” pungkasnya. (*/rls)

loading...

Check Also

Persiapan Tuan Rumah G-20, Pemprov Babel Pastikan Sinyal di Belitung Aman

WARTABANGKA, PANGKALPINANG – Wakil Gubernur Kepulauan Bangka Belitung (Babel), Abdul Fatah memastikan, persoalan jaringan telekomunikasi …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *