Ganggu Ketertiban di Jalan Raya, Amri Ingatkan Pemda Atur Pengerit

WARTABANGKA, MERAWANG — Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Bangka Belitung (Babel), Amri Cahyadi menegaskan, keberadaan pengerit di jalan raya dapat menganggu ketertiban umum dan kenyamanan masyarakat di jalan raya. Untuk itu, ia mengingatkan pemerintah agar mengatur dan menerapkan kebijakan.

“Contoh masih terjadi antrean panjang kendaraan bermotor di SPBU ini harus diperbaiki, menganggu ketertiban umum menjadi urusan wajib pemerintah, Pemda mestinya harus segera lakukan penertiban tidak boleh dibiarkan karena ada aturannya Perda ini. Kalau Satpol-PP nggak bergerak salah juga,” tegas Amri, disela Sosialisasi Perda nomor 17/2016 di Desa Baturusa, Kecamatan Merawang, Minggu (12/12).

Ia juga meminta, agar masyarakat bersikap bijak, jangan seenaknya menggunakan jalan hingga menganggu kepentingan orang banyak.

“Sekarang memang banyak antrean di SPBU tetapi dari infromasi Pertamina bahwa stok sudah mulai banyak, masyarakat juga diminta bijak untuk membeli secukupnya, dan harus dipahami bahwa ada bagian di jalan yang dimanfaatkan pengguna lain, bahu jalan mana saja yang boleh parkir, serta dari dampak mengerit itu mengganggu. Itu ada aturan dan sanksi, ini perlu yang perlu disosialisasikan, minimal masyarakat bisa memahami agar tertib,” tuturnya.

Ia berharap, para pengerit juga tidak kemanfaatan kesempatan ini untuk kentungan pribadi. Karena jika semuanya ditangkap pengerit, seberapapun bahan bakar yang didistribusikan tidak akan mencukupi.

Tak hanya itu, ia juga mengajak masyarakat di Desa Baturusa untuk ikut menjaga ketertiban dan ketentraman dalam bermasyarakat.

Hal ini, sesuai dengan Peraturan daerah (Perda) Nomor 17 tahun 2016 tentang ketertiban umum dan ketentraman masyarakat. Ia menyebutkan, bahwa ketertiban dan ketentraman menjadi tanggungjawab semua unsur.

“Perda ini sangat penting bagi masyarakat khususnya di Baturusa ini mengingat masyarakat belum memahami aturan yang termaktub dalam Perda tersebut berkaitan ketertiban dan ketentraman masyarakat, karena itu ada ruang lingkungan keikutsertaan masyarakat sehingga harus disosialisasikan,” ulasnya.

Salah satunya sebut Amri berkaitan dengan ketertiban di jalan raya, misalnya masyarakat tidak diperbolehkan membuang puntung rokok dan sampah ketika sedang berkendara, serta hal-hal lainnya yang dapat menimbulkan gangguan ketertiban dan ketentraman.

“Muaranya kita harapkan masyarakat memahami mengapa itu harus diatur yang pastinya untuk ketentraman dan ketertiban kita bersama,” imbuhnya.

Selain sosialisasi Perda nomor 16/20216, pada kesempatan ini juga disosialisasikan Perda nomor 9/2016 tentang Pengarusutamaan Gender, dan Perda nomor 8/2016 tentang Penyelenggaraan Perlindungan Anak.

Dalam sosialisasi ini, diikuti oleh warga Desa Baturusa, dengan tetap mematuhi protokol kesehatan. (two/*)

loading...

Check Also

Pemkab Bangka Percepat Validasi Objek PBB-P2

WARTABANGKA, SUNGAILIAT – Pemerintah Kabupaten Bangka mempercepat validasi data objek Pajak Bumi Bangunan Sektor Perkotaan …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *