Komisi II DPRD Babel Tinjau Pembudidayaan Ikan di Simpang Katis

WARTABANGKA, SIMPANGKATIS – Komisi II DPRD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) terus mendukung masyarakat yang ingin mengembangkan usaha di sektor perikanan.

Baik pembudidayaan ikan air laut maupun ikan air tawar.

Pasalnya, sektor kelautan dan perikanan memiliki peluang yang cukup besar dalam mendongkrak pertumbuhan ekonomi masyarakat.

Saat kunjungan kerja ke kelompok pembudidaya ikan air sabe, Komisi II DPRD Babel yang dikomandoi oleh Adet mastur, SH, MH, didampingi anggota komisi II antara lain, Mulyadi, Heryawandi dan Warkamni, serta didampingi beberapa pegawai dinas kelautan perikanan Babel. langsung disambut baik oleh Ketua Kelompok Ruslan dan Dodi Kepala Dusun Simpang Katis, serta Muliati Penyuluh perikanan.

“Kami ingin melihat secara langsung kondisi pembudidayaan ikan yang dikelola para kelompok budidaya ikan yang ada di simpang katis ini,” kata Adet Mastur saat melakukan Peninjauan langsung ke Kelompok Pembudidaya Ikan di Desa Katis, Kecamatan Simpang Katis Kabupaten Bangka Tengah, Rabu (22/12).

Adet juga menyebutkan, sektor perikanan menjadi salah satu sektor yang berperan penting dalam pertumbuhan ekonomi Bangka Belitung, di tengah kondisi pandemi Covid-19 saat ini.

“Di suasana pandemi Covid-19, perekonomian kita ini agak meningkat karena ditunjang dari beberapa sektor, selain sektor pertanian yaitu sektor perikanan,” katanya.

Berdasarkan informasi data dari Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Bangka Belitung, bahwa Kabupaten Bangka Tengah merupakan pusat pembudidayaan ikan khususnya ikan air tawar (darat) terbesar jika dibandingkan dengan kabupaten/kota se-Bangka Belitung.

Salah satunya di Desa Pinang Sebatang yang dijadikan sebagai sentra budi daya ikan air tawar.

“Bangka Tengah sangat luar biasa, ini adalah kelompok pembudidayaan ikan secara mandiri. Di tahun anggaran 2018 berdasarkan data yang kami terima, bahwa kelompok ini yang mendapatkan dana alokasi khusus (DAK) dari pusat untuk bioflok,” imbuh Adet.

Sementara itu, Ruslan Ketua kelompok Air Sabe menjelaskan, bahwa pembudidayaan ikan yang dilakukan kelompoknya cukup berkembang dan maju, sehingga ekonomi kelompoknya meningkat.

Untuk pemasaran hasil panen budidaya ikan tersebut, menurutnya, selain dibeli para masyarakat yang ada di desa sekitar, juga para pengepul yang datang ke lokasi untuk membeli hasil panen tersebut.

Adapun budidaya ikan tersebut, selain meraup keuntungan, para pembudidaya ikan tak luput mengalami kendala, salah satunya yakni pakan ikan.

Selain itu, untuk kolam /tambak ikan apung, yakni kerangka kolam yang dibuat menggunakan pohon bambu tak bertahan lama dan mudah rusak.

“Kendala kami itu, kolam apung itu seharusnya rangka baja, Karena menggunakan bambu itu hampir setahun mesti ganti lagi-ganti lagi. Pakan juga,” jelasnya.

Sementara itu, Muliati Penyuluh perikanan, menjelaskan, untuk di Desa Simpang Katis telah mempunyai sebanyak empat kelompok pembudidayaan ikan.

“Rata-rata mereka itu kolamnya kolam tanah dan ternak ikan nila dan mulai berkembang. Tahun ini tadi kita mulai budidaya ikan Baung,” ungkapnya.

Selain di Desa Simpang Katis, seperti Desa Teru, Desa Terak, Desa Beruas, kini mulai terbentuk kelompok-kelompok pembudidayaan ikan air tawar.

Adapun kendala yang dihadapi para pembudidaya ikan tersebut yakni pakan ikan.

“Desa Teru, Beruas hampir rata-rata setiap desa itu ada empat sampai lima kelompok. Rata-rata untuk pembenihan dan pembesaran. Kendalanya di pakan, karena semakin hari harga pakannya itu terus meningkat,” tuturnya. (*/rls)

loading...

Check Also

Erzaldi Keluarkan Pergub, Tempat Umum Wajib Gunakan Aplikasi Peduli Lindungi

WARTABANGKA, PANGKALPINANG -Gubernur Kepulauan Bangka Belitung (Babel), Erzaldi Roesman mengeluarkan Peraturan Gubernur (Pergub) Nomor 3 …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *