Andri Tewas Dibacok Mantan Mertua Pakai Parang

WARTABANGKA, SUNGAISELAN – Andri Budiman, warga Kecamatan Sungaiselan, Kabupaten Bangka Tengah tewas dibacok mantan mertuanya, Rabu siang (3/3). Peristiwa berdarah yang terjadi tidak jauh dari Kantor Camat Sungai Selan itu lantas membuat warga geger.

Informasi yang dihimpun, kejadian bermula saat terjadi cekcok antara korban dengan mantan adik iparnya Dahlan Patonil. Dahlan ketika itu memberi peringatan kepada Andri untuk tidak lagi mencampuri urusan Hartuti (mantan istri Andri-red).

Kemudian terjadi duel antara Andri dan Dahlan. Saat terjadi perkelahian, datang pelaku Abdul Hadi dengan membawa sebilah parang dan langsung membacok Andri di bagian kepala.

“Korban dibacok sebanyak lima kali yang mengenai kepala korban hingga korban meninggal dunia saat dibawa di Puskesmas Sungaiselan,” ungkap Kapolsek Sungaiselan, Iptu Boy kepada wartawan, Rabu sore.

Dia menambahkan, saat ini pelaku Abdul Hadi sudah diamankan di Mapolsek Sungaiselan. “Saat ini pelaku sudah kita amankan. Untuk pelaku kita jerat dengan pasal 338 KUHP atau 351 KUHP dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara,” katanya.

Sementara, Kades Sungaiselan Atas, Rusman mengatakan korban pembunuhan tersebut merupakan warga Lamongan Jawa Timur yang telah ber-KTP Sungaiselan Atas. Korban katanya, sempat menikahi warga setempat secara siri dan telah dikarunia seorang anak perempuan berusia 6 tahun.

“Karena sudah bercerai. Saat peristiwa terjadi, mantan istrinya tidak ada ditempat. Jadi saat peristiwa pembacokan terjadi, hanya ada mantan adik ipar bernama Dahlan dan mantan mertua korban saja,” ujarnya.

Menurut Rusman, hubungan rumah tangga korban Andri Budiman dengan istrinya Astuti memang tidak berjalan harmonis dan terhitung sudah 4 kali rujuk atau kawin cerai secara agama Islam. Penyebab konflik katanya, karena korban sering melakukan kekerasan dalam rumah tangga atau KDRT.

“Saya bersama tokoh agama sering menasehati korban, agar jangan melakukan KDRT. Istrinya sering kabur dari rumah, lantaran tidak tahan atas sikap korban ini. Termasuk mantan mertuanya yang juga tokoh agama tersebut juga sering menyuruh mereka kembali dan terus hidup akur,” katanya.

“Malam sebelum peristiwa itu korban bahkan sempat dinasehati tokoh agama setempat agar tidak usah lagi rujuk. Jikapun mau balik, disarankan agar jangan ringan tangan lagi. Semalam dinasehati, siang sudah dzuhur terjadi pembunuhan di luar dugaan ini,” tambahnya.

Dia mengatakan, korban yang biasa dipanggil Gondrong tidak memiliki keluarga di Sungaiselan. Walau demikian, katanya, semua proses pemandian hingga pemakaman tetap dilakukan warga setempat.

“Sore tadi sekira pukul 16.30 Wib dari Puskesmas Sungaiselan, jenazah korban kami mandikan dan salatkan di Masjid Annajah lalu kami kebumikan di Tempat Pemakaman Umum Desa Sungaiselan atas,” kata Rusman. (RN)

loading...

Check Also

Babel Provinsi Pertama Luncurkan Kurikulum Anti Narkoba untuk Pelajar SMA

WARTABANGKA, PANGKALPINANG – Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) menjadi provinsi pertama di Indonesia yang mengimplementasikan …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *