Atap SMAN 1 Puding Besar Rusak, Menjadi Perhatian Serius Ketua DPRD Herman Suhadi

WARTABANGKA, PUDING BESAR – Kondisi Bangunan di SMAN 1 Puding Besar, Kecamatan Puding Besar Kabupaten Bangka, menjadi perhatian serius Ketua DPRD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) Herman Suhadi, Sos.

Pasalnya, atap sekolah tersebut bocor dan sudah tidak layak fungsi.

“SMAN 1 Puding besar yang sudah 19 tahun dibangun dari Tahun 2002 tidak pernah direhab sudah banyak yang bocor dan roboh. Bahkan gentengnya sudah landai sudah tidak kuat menahan beban,” ujar Herman Suhadi saat kunjungan kerja dan bersilahturahmi ke SMAN 1 Puding Besar Kabupaten Bangka, Rabu (24/11).

Dalam kunjungan tersebut, Herman disambut langsung oleh Kepala sekolah SMAN 1 Puding Besar Ali Akbar, guru beserta staf.

Terwujudnya pendidikan berkualitas salah satunya ditentukan oleh faktor sarana dan prasarana yang memadai, untuk itu, Politisi PDI Perjuangn ini akan memperjuangkan di Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD), agar permasalahan di SMAN 1 Puding Besar segera teratasi.

“Kalau tidak masuk di usulan APBD 2022 kita usulkan di ABT 2022. Dan apabila tidak masuk di APBD 2023 kita usulkan di ABT 2023, sampai masa jabatan habis,” pungkasnya.

“Kami akan mengusulkan ke TAPD, Dinas Pendidikan agar segera diperbaiki atau direhab sesuai apa yang dibutuhkan sekolah SMAN 1 Puding besar. Dan ini merupakan kewajiban Pemerintah Provinsi untuk membangun”, tegasnya.

Setelah melakukan peninjauan dan berdiskusi dengan pihak sekolah, ia berharap agar aspirasi yang didapatkan tersebut dapat segera terwujud.

“Saya akan berusaha agar keinginan kepala sekolah, guru serta seluruh murid disini bisa terealisasi. Dan saya sangat berharap, dapat terealisasi Tahun 2022,” ungkapnya.

Pada kesempatan yang sama, Kepala Sekolah SMAN 1 Puding Besar Ali Akbar, menyampaikan rasa terima kasihnya, atas perhatian dan kepedulian Ketua DPRD terhadap dunia pendidikan.

“Kami sangat berterima kasih dan bersyukur mudah-mudahan dengan kehadiran Pak ketua dapat memberikan harapan baru bagi kami dalam membangun sekolah karena kondisi sekolah sudah 19 tahun tidak pernah direhab,” harapnya.

Ia menjelaskan, di SMAN 1 Puding Besar Jumlah Pegawai Negeri Sipil (PNS) sebanyak 25 orang. Untuk tenaga honorer sebanyak 15 orang, dengan jumlah siswa sebanyak 500 orang.

“Sebelum adanya sistem zonasi murid SMAN 1 Puding Besar sekitar 500-an, namun setelah kebijakan zonasi sekarang menjadi 402 murid dan akibat dari pandemi Covid-19 menjadi 396 murid. Ada yang sudah menikah dan bekerja,” jelasnya. (*/rls)

loading...

Check Also

Komisi II DPRD Babel Kontrol Bantuan Bibit dan Pupuk Tepat Sasaran

WARTABANGKA, KELAPA – Guna memastikan bantuan bibit lada dan pupuk  yang diberikan dapat tepat sasaran, …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *