Ayah dan Anak di Kampung Pait Jaya Muntok Tersambar Petir

foto: wtkr.com

WARTABANGKA, MUNTOK – Taufik Hidayat (30) dan anaknya yang berusia 3 tahun mengalami luka akibat disambar petir di wilayah Dusun VI, RT 02, Gang Horas, Kampung Pait Jaya, Desa Belo Laut, Kecamatan Muntok, Kabupaten Bangka Barat, Minggu (6/12) malam. Keduanya disambar petir saat sedang berada di dalam rumah.

Kepala Desa Belo Laut, Ibnu membenarkan kejadian tersebut. Ia menyebutkan mendapatkan informasi itu dari kepala dusun IV. “Saya mendapat informasi dari kadus enam memang tadi malam ada warga kita yang terkena musibah tersambar petir,” ungkap Ibnu, Senin (7/12).

Saat ini, kata Ibnu, kedua korban sudah dirawat di RSBT Muntok dan Dinas Sosial, Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kabupaten Bangka Barat juga sudah turun ke lokasi untuk meninjau kondisi rumah tersebut.

“Sudah turun ke lokasi sudah dilaporkan langsung sama Pak Saiful. Informasi juga dari Pak Kadus katanya korban dirawat di RSBT. Kondisinya saya belum tahu. Kondisi rumahnya saya juga belum tahu,” kata Ibnu.

Sementara Yovita Metkono, dokter dari RSBT Muntok mengatakan dua pasien tersebut hingga saat ini masih menjalani perawatan. Dia membenarkan pasien sempat dibawa warga ke IGD RSBT Muntok.

“Jadi pasien itu datang semalam dianter ke IGD kemudian kita terima pasiennya itu laki-laki tuan Tumur 30 tahun sama anak A umur 3 tahun 2 bulan. Kata yang mengantar pasien tersambar petir,” kata Yovita, Senin (7/12).

Yovita mengungkapkan dari informasi yang ia terima bahwa saat itu Taufik sedang berbaring di kasur yang diletakkan di lantai rumahnya. Sedangkan sang anak sedang dalam keadaan duduk.

“Nah, atap rumahnya itukan bolong, si tuan T (Taufik-red) sedang berbaring di kasur. Kasurnya itu langsung ke lantai dia tidak pakai dipan gitu ya atau gak pake alas kasur itu langsung di lantai. Kemudian si anaknya itu lagi duduk,” ungkapnya.

Yovita melanjutkan ketika tersambar petir, sang anak yang sedang dalam keadaan duduk mengalami luka bakar pada bagian bokong. Bahkan, celana yang ia pakai juga ikut terbakar.

“Posisinya si anak celananya terbakar sampai terbakar karena dia duduk kemungkinan duduk di lantai jadi celananya terbakar sehingga ada luka bakar di daerah bokong,” jelasnya.

Sementara itu, untuk kondisi Taufik, katanya, tidak mengalami cidera apapun hanya merasa lemas saja.

“Kalau si tuan T itu sih tidak ada luka apapun cuma dia merasa lemah merasa lemas gitu ya. Jadi makanya dibawa ke rumah sakit,” sebutnya.

Yovita menambahkan saat ini pihaknya telah memberikan perawatan medis terhadap ayah dan anak tersebut. Sebelumnya, pihaknya juga sudah melakukan rekam jantung untuk mengetahui dampak dari sambaran petir itu.

“Nah pasien ini sedang kita rawat kita observasi kemarin kita sudah periksa secara keseluruhan si bapak dan si anak ini, si bapaknya sih dari hasil pemeriksaannya tidak ada hal-hal yang harus diinikan ringan aja hanya merasa lemas aja sehingga kita observasi sampai dengan hari ini.

Iya karena kemaren kita juga sudah melakukan rekam jantung juga karena kan biasanya kalau tersambar petir itu sebenarnya bahayanya itu di jantung, aliran listrik di jantung ntah ada perubahan aliran listrik bisa juga henti jantung dan lain-lain tapi kemarin pada saat datang langsung kita rekam jantung, aman sekarang tinggal kita observasi aja,” imbuhnya. (*/IBB)

loading...

Check Also

Kepala Perangkat Daerah Laporkan Serapan Dana Dekonsentrasi TA 2021

WARTABANGKA.COM, PANGKALPINANG– Dalam rangka mendorong percepatan penyerapan penggunaan dana Dekonsentrasi Tahun Anggaran 2021, Pemerintah Provinsi …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *