Bawaslu Babel Tunggu Juknis Kampanye Pilkada Serentak

Ketua Bawaslu Babel, Edi Irawan

WARTABANGKA, PANGKALPINANG – Ketua Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel), Edi Irawan menyebutkan kegiatan kampanye pasangan calon dalam Pilkada Serentak 2020 akan dimulai 26 September, tiga hari setelah penetapan calon. Adapun terkait aturan kampanye hingga saat ini masih mengacu kepada aturan lama yaitu PKPU Nomor 4 Tahun 2017.

“Tapi sampai hari ini sepengetahuan saya pribadi, belum ada (perubahan) dan masih mengacu kepada aturan yang lama. Dimana metode kampanye yang dilakukan, baik itu pertemuan tatap muka, rapat umum, di media sosial dan media lainnya. Terkait dengan iklan kampanye, untuk di media cetak dan elektronik, menurut dia, jika melihat aturan yang lama dilaksanakan selama 14 hari sebelum pemilihan,” kata Edi Irawan kepada wartawan, Rabu (2/9).

Edi menyampaikan, jika masih mengacu pada aturan lama, ada waktu yang dibatasi oleh peserta pilkada untuk melakukan kampanye di media, yang selama ini difasilitasi oleh KPU dengan menggunakan anggaran negara.

“Jika mengacu pada PKPU 4 Tahun 2017, Bawaslu dalam melakukan pengawasan iklan kampanye tetap merujuk pada aturan KPU. Untuk teknisnya, teman-teman KPU harus menjelaskan kepada pasangan calon. Bawaslu tentu mengawasi pelaksanaannya. jika keluar tentu bawaslu juga akan melakukan penindakan,” kata Edi.

Kendati demikian ia menyarankan, sebelum melakukan penindakan, Bawaslu yang ada di empat kabupaten yang menyelenggaran Pilkada di Babel yaitu Bangka Tengah, Bangka Selatan, Bangka Barat dan Belitung Timur dapat melakukan pencegahan terlebih dahulu.

“Kami mengimbau kepada kawan-kawan Bawaslu di empat kabupaten, melakukan pencegahan dari kegiatan-kegiatan yang menyimpang. Bawaslu di empat kabupaten ini harus bekerja keras dan berusaha melakukan pencegahan, agar potensi pelanggaran yang dilakukan oleh pasangan calon dan juga media tidak terjadi,” imbaunya.

“Kami juga berharap, teman-teman media, bisa bersinergi dengan KPU dan Bawaslu untuk mensosialisasikan tahapan-tahapan dalam Pilkada serentak ini. Karena, media salah satu pilar demokrasi yang bisa memberikan edukasi politik kepada masyarakat secara luas dan bisa memainkan perannya secara positif. Sebagai corong demokrasi untuk memberikan pemahaman dan edukasi politik kepada masyarakat dengan baik,” tandasnya.

Edi menambahkan pihaknya hingga saat ini belum mengetahui batasan pelaksanaan kampanye di tengah pandemi Covid-19. Karena, pengumpulan massa melalui metode rapat umum dan mengumpulkan banya orang, ini rentan dan sangat berisiko.

“Tapi kita berharap, KPU dalam mengeluarkan aturan yang baru bisa mengakomodir semua kepentingan peserta pilkada dalam kegiatan kampanye mereka. Dan mereka juga tidak menafikan dalam menerapkan protokol kesehatan dalam setiap kegiatan kampanye,” tuturnya.(*/)

loading...

Check Also

Walikota Molen Resmikan Gerai Mc Donalds Pangkalpinang

WARTABANGKA, PANGKALPINANG– Salah satu makanan cepat saji asal Amerika Serikat Mc Donalds kini sudah dapat …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *