Bupati Algafry Minta Dinas Pertanian Lakukan Riset Soal Air Ampas Tahu Jadi Pupuk Cair

WARTABANGKA.COM, LUBUK BESAR – Bupati Bangka Tengah, Algafry Rahman meminta kepada dinas pertanian dan perkebunan untuk melakukan riset atau penelitian soal kandungan pupuk cair campuran air ampas tahu dengan teknologi cairan MA 11 yang dipercaya petani dapat menyuburkan tanaman.

“Saya tertarik setelah berbincang tadi sama petani Desa Lubuk besar. Mendengar paparan singkat dari mereka, bahwa kelompok taninya berhasil menyuburkan tanaman melalui pupuk cair campuran air ampas tahu dengan MA 11. Langsung saja juga saya intruksikan ke dinas terkait, teliti atau riset temuan petani Bangka Tengah ini,” kata Algafry, Selasa (29/6).

Jika memang dapat mengefesiensikan modal usaha saat bercocok tanam di Bangka Tengah setelah diketahui kandungan pupuknya, Algafry menyebutkan pemda tidak akan sungkan mendukung dengan memproduksi secara massal.

“Yan kalau memang memungkinkan, bisa kita produksi secara massal. Pertama-tama, nanti kita minta petani Bangka Tengah dulu menggunakannya, setelah benar-benar nyata hasilnya baru kita pasarkan ke luar Bangka Tengah. Ini adalah bagian rencana, dan upaya kita dalam mensejahterakan petani,” ujarnya.

Algafry mengaku bangga melihat petani Bangka Tengah kreatif dalam menciptakan teknologi penyubur tanaman. Ia juga akan terus menganggarkan bantuan sarana dan prasarana untuk petani setiap tahun melalui APBD, dan tidak sungkan meminta bantuan ke Gubernur Babel, Erzaldi Rosman serta pemerintah pusat.

“Konsisten, kami akan terus anggarkan kebutuhan Petani Bangka Tengah. Kelompok tani yang bersungguh sungguh mengembangkan pertaniannya, akan kita prioritaskan bantuan usaha tani nanti,” pungkas Algafry.

Dalam perbincangannya dengan Bupati Bangka Tengah, Ketua Kelompok Tani Lubuk Jaya Sejahtera, Bisma ruli mengatakan pupuk cair campuran air ampas tahu dengan teknologi MA11 ini sudah ditekuni sejak beberapa tahun belakang. Tanaman sayur mayur, katanya menjadi sangat subur jika disiram dengan pupuk cair tersebut.

“Nah, untuk kandungan pupuknya belum tau apa saja, yang jelas setelah kamk siramkan pupuk tersebut ketanaman sayur mayur tumbuh subur,” ujarnya.

Pada kesempatan ini, ia berterimakasih kepada Bupati Bangka Tengah telah berupaya mengembangkan temuan petani. Melihat upaya ini, ia juga tidak sungkan memaparkan hasil temuan ke pihak-pihak yang membutuhkan data.

“Potensi dalam pengembangan cukup besar, karena bahan bakunya bisa didapatkan langsung ke pabrik-pabrik tahu yang selama ini dibuang sia-sia,” tuturnya sembari menyebut daripada mubazir, lebih baik dimanafaatkan untuk pupuk cair.

“Awalnya coba-coba, alhamdulillah temuan ini bermanfaat untuk petani lubuk besar,” sebutnya.

Selain pupuk cair campuran air hampas tahu dengan teklogi MA11, ia mengaku sejauh ini juga mengembangkan pupuk cair campuran air pembusukan batang pisang dengan MA 11 dan cairan hasil cucian ikan dengan MA11.

“Kalau pupuk cair yang sebelumnya sudah kita pakai, yakni campuran air pembusukan batang pisang dengan MA 11 dan air cucian ikan dengan MA 11 itu memiliki kandungan hara Kalium dan Nitrogen. Kedua pupuk cair itu juga kita pakai, semua tanaman terutama sayur mayur subur. Untuk modal usaha yang digunakan juga lebih hemat mencapai 80 persen dalam bercocok tanam. Silakan kalau mau coba belajar, datang ke kelompok kami,” pungkasnya. (RN)

loading...

Check Also

PT Timah Bersama Masyarakat Tanam 2000 Pohon Bakau di Kawasan Teluk Rubiah

WARTABANGKA.COM, MUNTOK – Divisi CSR PT Timah Tbk, Unit Metalurgi Muntok serta masyarakat Kampung Teluk …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *