Bisnis

Masyarakat Lingkungan Kuday Utara Sinar Jaya Jelutung Dapat Paket Sembako dari Mitra PT Timah

WARTABANGKA, SUNGAILIAT – Masyarakat lingkungan Kuday Utara, Kelurahan Sinarjaya Jelutung (Sinjel) Sungailiat, Kabupaten Bangka menerima paket sembako berupa beras, minyak, gula pasir dan lainnya.

Kaling Kuday Utara Sinarjaya Jelutung (Sinjel), Fornen mengatakan, paket sembako yang dibagikan merupakan bantuan dari mitra PT Timah.

“Ada 230 paket sembako yang kita bagikan. Isinya lengkap dari beras, minyak, makanan ringan termasuk juga sirup,” kata dia, Minggu (2/5).

Fornen berharap pemberian sembako dari mitra PT Timah tbk ini dapat membantu perekonomian dan bermanfaat untuk mengurangi beban kehidupan sehari-hari, terutama di situasi pandemi covid-19 ini.

“Terima kasih pemberian bantuan sembako oleh mitra PT Timah ini, semoga bantuan seperti ini dapat berkelanjutan kembali dikemudian nantinya,” harapnya.

Menurut Fornen, warga yang dapat menerima adalah warga yang terdata di lingkungan tersebut. Cukup dengan menyerahkan KTP atau kartu keluarga sebagai bukti.

Amin, warga sekitar mengaku sangat terbantu dengan adanya pemberian paket semabko gratis ini. Apalagi kata dia, disaat pandemi covid-19 seperti saat ini.

“Kami ucapkan Terima kasih, bantuan ini bermanfaat bagi kami masyarakar,” ucapnya. (zen)

DKUKM Babel Gandeng UBB Gelar Kegiatan Ramadan Berbagi

WARTABANGKA, PANGKALPINANG– Kepala Dinas Koperasi dan UKM Bangka Belitung (DKUKM Babel), Elfiyena menggagas kegiatan Ramadan berbagi dengan menjual pakaian layak pakai harga murah, kemudian dibelanjakan produk UMKM yang akan diserahkan kepada yang berhak menerima.

Ia menyebutkan, kegiatan ini bekerja sama dengan komunitas Universitas Bangka Belitung (UBB). Penjualan pakaian layak pakai ini dilaksanakan tiga hari.

“Hari ini di Petaling, Sabtu dan Minggu di pasar pagi Pangkalpinang. Baju yang kita jual paling tinggi harganya Rp50.000, ada yang Rp5.000, ” ujar Elfiyena, Jumat (23/4).

Hasil penjualan baju layak pakai ini, akan dibelanjakan produk UMKM Babel, hal ini tentunya membantu pelaku UMKM dalam memasarkan produknya, dan meningkatkan ekonomi.

“Kemudian produk UMKM yang kita beli itu, kami bagikan kepada yang membutuhkan, yang tidak mampu membeli cemilan untuk lebaran, misalnya pemulung, dan lainnya,” jelasnya.

Elfi menyebutkan, jika kegiatan ini sukses dan animo nya tinggi, tak menutup kemungkinan akan digelar kembali agar semakin banyak yang bisa mendapatkan keberkahan ramadan.

“Yang mau berdonasi baju layak pakai, bisa ikut disini, sekalian berdonasi membantu masyarakat berharap keberkahan di bulan ramadan ini, ” tandanya.

Donasi baju layak pakai ini bebas untuk segala usia, tentunya pakaian yang memang masih layak untuk dipakai. (two/*)

Melati Erzaldi Ajak Pelaku UMKM Melek Digital

WARTABANGKA, PANGKALPINANG – Ketua Dekranasda Bangka Belitung, Melati Erzaldi mengajak pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) diajak untuk melek digital, dengan bertransaksi melalui cashless (nontunai) scan barcode.

Scan barcode menggunakan Quick Response Code (QR) yang digunakan adalah standar Bank Indonesia, yang bisa dibayar dengan bank apa saja, serta Link Aja.

Melati mengatakan, mau tidak mau pelaku UMKM harus dipaksa melek digital, salah satunya dengan mulai menerapkan pembayaran nontunai.

“Ini apresiasi luar biasa untuk Angkasa pura dan sinergi BUMN yang ada di Babel, memfasilitasi UMKM untuk memasarkan produknya, pembayarannya juga menggunakan cashless, tinggal scan barcode, bisa bayar pake Link Aja,” ujar Melati, disela meninjau bazar UMKM di Bandara Depati Amir, Bangka, Jumat (23/4).

Pembayaran dengan nontunai ini, selain lebih praktis dan mudah, juga bisa mengurangi transaksi tunai sentuhan dengan uang dan sebagainya.

“Belanja pake cashless ini seru, saya tadi malah pengen belanja terus, mikir masih cukup nggak ya saldonya,” sebut menceritakan keseruan belanja di bazar ini.

Executive General Manager PT. Angkasa Pura II Bandara Depati Amir, Muhammad Syahril menyebutkan, transaksi nontunai ini juga merupakan upaya mencegah penyebaran virus corona, menghindari kontak dengan penjual atau pembeli.

“Pembayaran pake QR, target kita cukup tinggi yang pake barcode, ini juga memudahkan bertransaksi,” tukasnya.

Bazar produk UMKM ini digelar mulai 23 April hingga 2 Mei 2021, di selasar terminal kedatangan Bandara Depati Amir. Ratusan produk dipajang di bazar ini, baik makanan ringan, kemplang, kricu, getas, aneka kue lebaran, kue basah, kerajinan, madu, kain cual, sembako dan lainnya. (two/*)

Pertamina Amankan Stok dan Penyaluran BBM serta LPG Selama Ramadan Hingga Idul Fitri 1442 H

WARTABANGKA– Pertamina (Persero) Marketing Operation Region (MOR) II memastikan kondisi stok, penyaluran BBM dan LPG di Sumatera Bagian Selatan (Sumbagsel) selama Bulan Suci Ramadan hingga Idul Fitri 1442 H dalam kondisi aman.

Pertamina memastikan stok BBM dan LPG saat ini dalam kondisi penuh dan dapat mencukupi kebutuhan sehari-hari masyarakat Sumbagsel yang wilayahnya meliputi Provinsi Sumatera Selatan, Lampung, Bengkulu, Jambi dan Kepulauan Bangka Belitung.

Unit Manager Communication, Relation & CSR MOR II, Umar Ibnu Hasan dalam keterangan resminya mengungkapkan, Pertamina akan terus melakukan pengamanan dan pemantauan suplai, distribusi serta penjualan BBM dan LPG. Jika masih diperlukan, Pertamina akan menambah stok dan penyaluran BBM serta LPG sesuai dengan kebutuhan masyarakat.

“Untuk produk subsidi dan penugasan, akan dilakukan penyaluran fakultatif dan disesuaikan dengan kuota yang telah ditetapkan Pemerintah,” tambah Umar.

Untuk menghadapi lonjakan permintaan LPG, Pertamina akan melakukan penguatan stok di Pangkalan, menyiapkan Agen dan Pangkalan Siaga yang beroperasi selama Ramadhan hingga Idul Fitri 1442 H agar masyarakat mudah mendapatkan LPG, sebagai upaya menjaga pelayanan kepada masyarakat tetap aman.

Pertamina telah menyiapkan sejumlah proyeksi kebutuhan dan apabila diperlukan Pertamina juga menyiagakan pasokan LPG fakultatif, yakni pasokan tambahan yang sewaktu-waktu dilakukan sesuai kebutuhan.

“Pertamina juga memastikan kehandalan sarfas BBM dan LPG, ketercukupan SDM termasuk Awak Mobil Tanki (AMT) dan semua Mobil Tanki (MT) serta infrastruktur dalam kondisi siaga penuh,” tutup Umar.

Pada bulan Maret 2021, tercatat konsumsi BBM Non Subsidi jenis Gasoline (Pertalite, Pertamax, Pertamax Turbo) sekitar 5.128 Kiloliter atau naik sekitar 6,8% dari konsumsi normal harian Februari 2021. Untuk konsumsi BBM Non Subsidi jenis Gasoil (Dex, Dexlite) pada Maret 2021 sebesar 171 Kiloliter atau meningkat 14% dari konsumsi normal harian bulan Februari 2021.

Untuk LPG PSO 3 Kg, pada bulan Maret 2021 konsumsinya adalah 1.769 MT atau naik sekitar 0,4% dari konsumsi normal harian Februari 2021. Sementara, konsumsi LPG Non PSO di bulan Maret 2021 konsumsinya adalah sebesar 203 MT atau naik sebesar 0,9% dari konsumsi normal harian Februari 2021.

Pertamina senantiasa menghimbau masyarakat mampu untuk selalu menggunakan Bright Gas 5,5 Kg dan Bright Gas 12 Kg yang tersedia di pangkalan, beberapa outlet dan SPBU sehingga penggunaaan LPG Subsidi 3 Kg benar-benar tepat sasaran, yakni untuk masyarakat pra sejahtera dan usaha mikro.

Untuk mengurangi aktivitas keluar rumah, seiring dengan masih mewabahnya COVID-19, Pertamina tetap berupaya memenuhi kebutuhan energinya melalui jasa layanan pesan antar Pertamina Call Center 135.

Dengan kemudahan layanan pesan antar ini, dapat membantu masyarakat mendapatkan produk-produk berkualitas Pertamina, tanpa harus keluar rumah.(rls)


RUPS Tahun Buku 2020, PT Timah Optimis Menjawab Tantangan Ke Depan

WARTABANGKA, JAKARTA – PT TIMAH Tbk (IDX: TINS) menggelar Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Tahun Buku 2020 di Hotel Ritz Carlton Jakarta, Selasa (6/4).

Dalam rapat dengan mematuhi protokol Covid-19 tersebut, telah dicapai beberapa kesepakatan yang telah disetujui oleh pemegang saham.

Selain persetujuan Laporan Tahunan Tahun Buku 2020, dan perubahan Nomenklatur Pengurus Perseroan, TINS disepakati absen untuk tebar dividen tahun buku 2020.

Kondisi Global

Tahun 2020 masih menjadi tahun yang cukup berat bagi hampir semua entitas bisnis di tanah air, tak terkecuali TINS. Dalam skala global, pandemi covid-19 telah memicu berkurangnya persediaan logam timah di London Metal Exchange (LME), meski di sisi lain hal tersebut telah mendorong kenaikan harga yang cukup signifikan.

Tercatat produksi timah dunia tahun 2020 sebesar 327.200 ton atau turun 7,70% dari tahun sebelumnya sebesar 354.500 ton. Adapun tingkat konsumsi timah dunia 2020 turun 4,62% menjadi sebesar 342.600 ton dari tahun 2019 yang menyentuh 359.200 ton. Defisit timah dunia pada masa pandemi terus melebar dari sebesar 4.700 ton pada 2019 menjadi sebesar 15.400 ton pada 2020.

Kinerja TINS

Sebagaimana disampaikan dalam Laporan Konsolidasian untuk tahun yang berakhir 31 Desember, Anak usaha MIND ID yang berkantor pusat di Kota Pangkalpinang, Bangka Belitung ini berhasil mencatatkan penjualan sebesar 55.782 ton atau 16,28% dari total konsumsi timah dunia. Berdasarkan lokasi tujuan ekspor TINS, Asia menempati posisi teratas 68%, disusul Eropa 17%, Amerika 14%, sedangkan konsumsi domestik hanya berkontribusi 2%.

Khusus kinerja produksi, sampai dengan Desember 2020, TINS berhasil menghasilkan bijih timah sebesar 39.757 ton atau turun sebesar 51,79% (2019: 82.460 ton). Dari pencapaian tersebut 71,35% berasal dari penambangan darat, sedangkan sisanya 28,65% berasal dari penambangan laut. Produksi logam timah turun 40,18% menjadi sebesar 45.698 ton dari tahun sebelumnya sebesar 76.389 ton.

Rendahnya produksi tak menyurutkan TINS untuk memenuhi permintaan konsumen di tengah harga yang merangkak naik. Dengan memanfaatkan persediaan logam timahnya, TINS berhasil membukukan penjualan logam timah sebesar 55.782 ton atau turun 17,61% dari tahun sebelumnya sebesar 67.704 ton.

Sedangkan untuk kinerja keuangan, TINS berhasil membukukan pendapatan usaha sebesar Rp 15,22 triliun, lebih rendah 21,33% dari tahun sebelumnya sebesar Rp19,34 triliun. Berbanding lurus dengan pendapatan, beban pokok pendapatan turun sebesar 22,54% menjadi Rp 14,10 triliun dari tahun sebelumnya Rp 18,20 triliun.

Rasio finansial menjadi salah satu indikator membaiknya performa sebuah emiten. Pada tahun 2020 rasio Gross Profit Margin (GPM) adalah 7,36% atau membaik dari tahun sebelumnya 5,91%. Hal serupa terlihat pula dari rasio Net Profit Margin (NPM) menjadi minus 2,24% dibandingkan tahun 2019 sebesar minus 3,16%.

Membaiknya finansial TINS terlihat dari beberapa perspektif berikut, diantaranya cashflow operasi sebesar Rp 5,40 triliun atau naik dibandingkan tahun 2019 sebesar minus Rp 2,08 triliun. EBITDA naik menjadi Rp 1,16 triliun dibandingkan tahun sebelumnya sebesar Rp 909 miliar. Adapun untuk Modal Kerja Bersih meningkat signifikan menjadi sebesar Rp 692,09 miliar dibandingkan tahun sebelumnya sebesar Rp 348,87 miliar.

Pada periode tahun 2020 Perseroan berhasil menurunkan utang bank sebesar Rp 4,22 triliun (2019: Rp 8,79 triliun). Di samping itu, TINS berhasil melunasi obligasi dan sukuk yang telah jatuh tempo pada September 2020 sebesar Rp 600 miliar. Sehingga total utang berbunga turun sebesar Rp 4,82 triliun. Adapun rugi bersih TINS pada periode 2020 tercatat sebesar Rp 341 miliar atau lebih rendah dari tahun sebelumnya sebesar Rp 611 miliar.

Pada tahun 2020 TINS melakukan penyesuaian atas aktiva pajak dan penurunan kinerja anak perusahaan yang tercermin melalui rugi penurunan nilai aset tetap serta penurunan nilai piutang turut berkontribusi terhadap belum optimalnya kinerja keuangan Perseroan secara konsolidasian.

Perubahan Nomenklatur Pengurus Perseroan

Sebagaimana disampaikan dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Tahun Buku 2020 ini, pemegang saham menyepakati perubahan nomenklatur pengurus perseroan yaitu Direktur Keuangan menjadi Direktur Keuangan dan Manajemen Resiko

Terkait perubahan Manajemen TINS, Sekretaris Perusahaan PT TIMAH Tbk, Muhammad Zulkarnaen menyampaikan, “Perubahan nomenklatur adalah hal yang wajar dilakukan mengingat tantangan perusahaan kedepan dan untuk itu kita optimis perusahaan akan menjawab tantangan dengan lebih baik lagi” jelasnya

Kondisi Saat ini dan Prospek ke Depan

Memasuki tahun 2021 harga komoditas logam timah mulai kinclong disebabkan menipisnya persediaan logam timah di London Metal Exchange (LME). Kemarin, Senin, 5 April 2020, harga logam timah versi LME bertengger di angka USD per metrik ton.

Hingga kini TINS terus bertransformasi menjadi perusahaan yang inovatif dan ramah lingkungan dalam eksploitasi timah di wilayah operasionalnya. Penambangan dilakukan melalui prosedur Good Mining Practice (GMP) yang berprinsip effective and cost-friendly mining method dalam penambangan timahnya.

Eksplorasi terus dilakukan untuk mendukung keberlangsungan bisnis TINS ke depannya. Bangka Belitung dan Kepulauan Riau masih akan menjadi lokasi utama penambangan timah, karena potensinya yang diprediksi masih cukup besar.

Namun demikian, tipe exploitable tin deposit akan berubah dari alluvial reserve menjadi primary reserve dengan tetap mengedepankan effective and cost-friendly mining method. (rls)

Puluhan Warga Desa Air Gantang Antusias Dapat Pelayanan Kesehatan Mobil Sehat PT Timah

WARTABANGKA, PARITTIGA– Mobil Sehat PT Timah Tbk mendatangi masyarakat Desa Air Gantang, Kecamatan Parittiga untuk memberikan pelayanan kesehatan bagi masyarakat yang membutuhkan, Kamis (1/4).

Puluhan lansia antusias untuk mendapatkan pelayanan kesehatan gratis yang merupakan program Corporate Social Responsibility (CSR) PT Timah Tbk. Mobil sehat PT Timah ini merupakan upaya PT Timah untuk mendekatkan pelayanan kesehatan kepada masyarakat khsususnya di lingkar tambang. Melalui pelayanan kesehatan gratis ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat.

Dilaksanakan di tengah pandemi Covid-19, pelayanan Mobil Sehat PT Timah Tbk dilaksanakan dengan menerapkan protokol kesehatan.

Kehadiran mobil sehat PT Timah ini diapresiasi oleh pemerintah desa, Kepala Desa Air Gantang Alikan mengatakan, pemeriksaan kesehatan gratis ini sangat membantu masyarakatnya.

“Kami berterimakasih kepada PT Timah yang telah memberikan pelayanan kesehatan kepada warga kami. Warga kami juga antusias sekali mengikuti ini. Warga kami malah pernah bertanya kapan mobil sehat datang ke sini, karena mereka sudah mendengar PT Timah punya mobil sehat,” ujarnya.

Menurutnya, kehadiran mobil sehat PT Timah sangat membantu warganya, apalagindi tengah himpitan ekonomi masyarakat saat ini.

“Saya selaku Kepala Desa sangat merasa bangga, apalagi di saat pandemi seperti ini dimana biaya yang tinggi dengan pendapatan yang rendah sangat menyulitkan warga kami, terimasih PT Timah,” ucapnya.

Marsinah (48) warga Desa Air Gantang yang mendapatkan pelayanan kesehatan ininmengatakan dirinya sangat senang dengan adanya mobil sehat ini. Dirinya, yang sudah tiga tahun mengidap penyakit.

“Alhamdulillah, dengan program ini saya sangat senang dan terbantu untuk memeriksakan kesehatan saya yang sedang mengidap penyakit gula darah, diabetes, asam urat dan darah tinggi. Karena ini sangat membantu saya,” ucap Marsinah.

Senada, Samsuryana (72) mengatakan, mobil sehat ini sangat membantu dirinya untuk mendapatkan pelayanan kesehatan. Sebelumya, jika ingin berobat mereka hanya bisa ke Puskesmas di Air Gantang dan ke Jebus.

“Saya sudah banyak sakitnya, biasanya ke Puskesmas berobat, kadang naik motor kalau berobat diantar anak. Sangat terbantu dengan mobil sehat ini lebih dekat berobat, semoga nanti ada lagi ke sini,” harapnya.

Kepala Bidang Komunikasi Perusahaan PT Timah Tbk, Anggi Siahaan mengatakan, Mobil Sehat PT Timah Tbk merupakan bentuk komitmen perusahaan untuk mendekatkan pelayanan kesehatan masyarakat. Selain itu, melalui mobil sehat ini diharapkan masyarakat juga dapat mendapatkan pelayanan kesehatan tanpa harus berpikir soal biaya.

“Mobil sehat ini sudah dilakukan di beberapa tempat dan ini berkeliling mendatangi warga yang membutuhkan pelayanan. Dengan mobil sehat ini kita berharap dapat mewujudkan pelayanan kesehatan masyarakat yang terjangkau,” kata Anggi.

Sejak diluncurkan pada akhir tahun lalu, Mobil Sehat PT Timah telah mengunjungi beberapa daerah untuk memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakata diantaranya masyarakat Kabupaten Bangka, Bangka Selatan, Bangka Tengah, dan Bangka Barat.(rls)

Tim Pemadam Kebakaran PT Timah di UPLB Belinyu Siaga Padamkan Kebakaran

WARTABANGKA – Tim Tanggap Darurat pamadam kebakaran yang disiagakan PT Timah Tbk di Unit Produksi Laut Bangka (UPLB) Belinyu bersama Tripika terus siaga membantu memadamkan kebakaran yang terjadi di Wilayah Kecamatan Belinyu hingga Kecamatan Silip.

Akhir pekan lalu, tim pemadam kebakaran juga membantu memadamkan rumah warga Kampung Air Kacip, Belinyu yang ludes terbakar, Sabtu (26/3/2021).

Sepanjang tahun 2021 ini, tim pemadam kebakaran UPLB Belinyu telah membantu memadamkan tiga kali kebakaran, dua diantaranya kebakaran rumah dan satu lagi kebakaran hutan.

Sedangkan tahun 2020 tim juga turun memadamkan kebakaran sebanyak satu kali. Tahun 2020 juga, tim melakukan penyemprotan cairan disinfektan ke kelurahan yang membutuhkan. Selain itu, juga menyuplai air untuk tedmon tempat cuci tangan.

Sedangkan tahun 2019, tim pemadam kebakaran UPLB Belinyu telah memadamkan sebanyak 42 kali kejadian baik kebakaran hutan dan lahan maupun kebakaran rumah.

Selain untuk memadamkan kebakaran, sejak pandemic Covid-19 ini mobil pemadam kebakaran juga diperuntukkan untuk melakukan penyemprotan disinfektan untuk memcegah penyebaran Covid-19.

Kepala Bidang Komunikasi Perusahaan PT Timah Tbk, Anggi Siahaan mengatakan, mobil kebakaran yang disigakan di masing-masing unit usaha memang tidak hanya diperuntukkan untuk perusahaan saja. Melainkan, juga dibutuhkan dapat membantu pemerintah atau instansi terkait dan masyarakat untuk membantu memadamkan kebakaran dengan cepat.

“Tidak hanya untuk operasional perusahaan, mobil pemadam kebakaran juga diperbantukan untuk masyarakat yang membutuhkan. Apalagi jika lokasi kejadian dekat dengan tempat disiagkan mobilnya,” ujar Anggi.

Ia menyebutkan, PT Timah terus berupaya untuk membantu masyarakat, kehadiran mobil pemadam kebakaran yang telah ada beberapa tahun silam diharapkan dapat memberikan manfaat kepada masyarakat.(rls)

Gubernur Babel dan Menko Luhut Setuju Berantas Penyelundupan Tin Slag

WARTABANGKA, PANGKALPINANG – Gubernur Kepulauan Bangka Belitung (Babel), Erzaldi Rosman menyampaikan kepada Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan bahwa, ada dugaan telah terjadi tindakan ilegal oleh oknum pengekspor dalam kasus pengiriman tin slag (timah peleburan) dari wilayahnya.
     
Gubernur Erzaldi berpendapat, ada oknum pengekspor tin slag yang beralibi melakukan pengiriman antar pulau, padahal hal itu juga termasuk ilegal.
     
Apalagi dalam praktiknya mereka merubah haluan dan mengekspor keluar negeri.
“Kami berupaya kegiatan ini dapat dicegah sehingga proses pemurnian bisa dilakukan di Babel,” terang Gubernur Erzaldi di depan Menko Luhut Binsar saat mengadakan Rapat Koordinasi (Rakor) secara virtual terkait penanganan limbah slag tambang timah, Senin (29/03).
     
Gubernur mengatakan, maraknya penyelundupan limbah peleburan timah dari Pemprov. Babel ke luar negeri menyebabkan kerugian pada negara. Hal ini juga berimbas pada pencemaran dan kerusakan lingkungan darat dan laut akibat limbah, serta tak jarang  menelan korban jiwa.
     
Gubernur mengatakan tujuan pertemuan tersebut untuk merumuskan pencegahan dikarenakan semakin maraknya penyelundupan mineral ikutan yang kini banyak dilirik oleh industri teknologi tinggi.
     
“Kami sudah mengeluarkan kebijakan Perda No.1 Tahun 2019 tentang Pengelolaan Mineral Ikutan dan Produk Samping Timah, di dalam aturan tersebut terdapat larangan pengiriman mineral ikutan timah keluar negeri,” ujarnya.
     
Oleh karena itu, gubernur yang akrab disapa Bang ER berharap adanya pembangunan industri pengolahan dan pemanfaatan limbah slag timah untuk pemenuhan kebutuhan industri dalam negeri, dengan memanfaatkan Tingkat Kandungan Dalam Negeri (TKDN) yang tinggi seperti industri baterai dan advance material.
     
“Di Babel sendiri, hanya ada 2 tempat pemurnian mineral ikutan yang menghasilkan zircon dengan kadar minimum 64 persen sesuai dengan Permen ESDM No. 05 Tahun 2017. Maka saya minta untuk diperhatikan terkait penambahan tempat pengelolaan hingga hilirisasi mineral ikutan di Babel agar suplai untuk industri nasional meningkat seperti industri baterai,” terangnya.
     
Dia juga berharap teknologi pertambangan, khususnya di laut agar dimodernisasi mengutamakan aspek ramah lingkungan, dikarenakan penambangan timah saat ini menghasilkan limbah yang menyebabkan kerusakan lingkungan dan ekosistem laut dan pencemaran lingkungan akibat limbah (tailing).
 
Bagaimana tanggapan Menko Luhut?
 
Mendengar laporan tersebut, Menko Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan mengintruksikan kepada berbagai stakeholder penegakan hukum untuk memberantas penyelundupan slag timah di Babel.
     
“Saya minta untuk KPK, TNI, POLRI, Kejaksaan, BAKAMLA untuk serius memberantas tindakan penyeludupan tersebut, apabila ada oknum yang bermain segera proses,” perintahnya.
     
Dirinya menjelaskan Indonesia menduduki peringkat ke-2 persentase cadangan timah terbesar di dunia, dan monasit sebagai mineral ikutan bijih timah dapat dikelola menjadi komoditas bernilai tinggi dan bermanfaat besar seperti industri magnet, baterai, dan advance material.
     
Di samping itu, potensi pemanfaatan limbah timah mengandung unsur Logam Tanah Jarang (LTJ), seperti Thorium, Itrium, Samarium, Uranium, Cerium, Lantanum, serta Neodimium yang digunakan untuk industri elektronika, industri pertahanan, industri kendaraan hybrid.
     
“Harga penjualan di Babel berkisar Rp3.000 hingga Rp5.000 per/kg, bayangkan harga di Internasional, setelah proses pengolahan sekitar $1.000 per/kg. Oleh karena itu, saya minta kita jangan ekspor langsung tapi diolah terlebih dahulu di dalam negeri,” jelasnya.
     
Hasil rapat koordinasi tersebut, Menko Luhut menyimpulkan bahwa perlunya pengaturan teknis pengelolaan dan pemanfaatan limbah slag timah sebagai turunan PP 22/2021 (status limbah B3) terutama pada aspek pengawasan pengelolaan limbah B3. Juga dibutuhkan kejelasan status ekspor limbah slag timah terkait pendataan dan perijinan.
     
“Selain itu perlu memperkuat upaya pengawasan, pengendalian, serta penegakan hukum terhadap upaya penyelundupan dan mendorong industri pengolahan dan pemanfaatan limbah slag timah untuk pemenuhan kebutuhan industri dalam negeri dengan memanfaatkan Tingkat Kandungan Dalam Negeri (TKDN) yang tinggi,” tambahnya.
     
Di samping itu, Menko Luhut juga meminta  pemanfaatan monasit perlu melibatkan perusahaan lokal (BUMD) dan diperlukan dukungan dan sinergi antar kementerian, lembaga dan pemerintah daerah dalam penertiban pengelolaan limbah slag timah untuk menjaga lingkungan dan pemanfaatan nilai ekonominya. (Diskominfo Babel)

30 Unit KWH Meter Bagi Masyarakat Tanjung Gunung

WARTABANGKA, PANGKALANBARU– Fitriani tak pernah menyangka akhirnya bisa memiliki KWH meter sendiri di rumahnya. Selama ini, Ia dan keluarganya menyambung listrik di rumah tetangganya.

Saat listrik memang sudah menjadi kebutuhan utama rumah tangga, namun tidak bagi Fitriani dan keluarganya. Pasalnya, ditengah himpitan ekonomi ini mereka terpaksa harus menunda keinginan untuk memiliki KWH sendiri lantaran lebih memprioritaskan untuk kebutuhan sehari-hari.

Fitriani adalah salah satu dari 30 warga Desa Tanjung Gunung, Kabupaten Bangka Tengah yang menerima bantuan pemasangan KWH yang dilakukan oleh PT Timah Tbk melalui CSR.

Ibu dua anak ini menceritakan, tiga tahun menempati rumah yang berdinding bambu dan papan serta berlantaikan semen kasar, bagian atapnya pun bocor saat hujan. Tak membuat Ia dan keluarga putus asa meski tak memiliki KWH sendiri di rumahnya. Pasalnya, rumah mereka masih bisa teraliri listrik dengan menyambung dari rumah tetangga yang berjarak sekitar 50 meter dari rumahnya.

“Nyambung ke tetangga selama ini, kabelnya juga dapat pinjaman dari tetangga ditambah nyari kabel-kabel sisa. Harap maklum lah kalau mau pasang KWH enggak ada duit, ada duit untuk beli beras sekilo juga sudah bersyukur. Pernah nanya untuk pasang KWH baru itu sekitar Rp 1 jutaan,” katanya.

Selama menyambung listrik di tetangganya, dirinya harus membayar iuran sebesar Rp 100 ribu per bulan. Menurutnya, jika tak bisa membayar biasanya Ia dibantu tetangga dengan membayar semampunya.

“Kalau listrik tetangga itu enggak subsidi, beli Rp 20 ribu masuknya hanya sekitar Rp 13 ribuan. Saya bersykur sekali dengan adanya KWH sendiri dan ini subsidi bisa mengurangi biaya listrik, pengeluaran untuk listrik jadi berkurang karena saya hanya pakai listrik untuk lampu, rice cooker, kipas angin kecil dan TV,” ujarnya.

Dirinya juga menyampaikan apresiasi kepada PT Timah dan Pemerintah Desa yang telah membantu Ia dan keluarganya untuk memilki KWH sendiri.

“Saya awalnya dapat informasi dari tetangga, lalu saya ke kantor Desa untuk bertanya dan mengusulkan, Alhamdullillahnya dibantu PT Timah. Sangat bersyukur dan berterimakasih kepada PT Timah yang sudah sangat membantu kami dengan memberikan bantuan pemasangan KWH baru ini,” ujarnya.

“Semoga PT Timah tetap jaya dan bisa lebih banyak lagi membantu masyarakat,” harapnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Komunikasi Perusahaan PT Timah Tbk, Anggi Siahaan mengatakan program CSR berupa pemasangan KWH meter ini untuk membantu masyarakat yang kurang beruntung secara ekonomi. Melalui program ini juga, diharapkan dapat memenuhi kebutuhan listrik masyarakat.

“CSR ini terdiri dari beberapa program, salah satunya pemasangan KWH listrik untuk masyarakat yang kurang beruntung secara ekonomi, sehingga mereka bisa memiliki listrik untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga. Kami berharap, bantuan ini bermanfaat untuk masyarakat,” tutupnya.(rls)

PT Timah Bersama Nelayan Tanjung Gunung Tenggelamkan 55 Unit Rumpon

WARTABANGKA, PANGKALANBARU– PT Timah Tbk bersama nelayan desa Tanjung Gunung menenggelamkan sebanyak 55 unit rumpon atau rumah ikan di Laut Tanjung Gunung, Bangka Tengah, Rabu (24/3). Rumpon-rumpon ini ditenggelamkan ke tujuh titik. Jenis rumpon yang ditenggelamkan ini terdiri dari enam jenis seperti bundar, kotak dan limas.

Selain menenggelamkan rumpon, sebelumnya PT Timah juga melibatkan para nelayan untuk membuat puluhan rumpon ini. Pembuatan dan penenggelaman rumpon bersama nelayan ini merupakan program CSR PT Timah bidang Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM).

Bendahara Kelompok Nelayan Semujur Indah, Junior mengatakan pembuatan dan penenggelaman rumpon ini tidak hanya melibatkan kelompok mereka saja. Melainkan juga, nelayan dari kelompok lainnya. Pasalnya, rumpon-rumpon ini nantinya juga akan dimanfaatkan nelayan untuk meningkatkan hasil tangkap nelayan.

Ia mengatakan, pembuatan rumpon hingga penenggelaman ini diselesaikan dalam waktu dua pekan bersama nelayan.

“Kelompok kami saja ada 11 nelayan, tapi nelayan dari kelompok lainnya juga ikut mendukung kegiatan ini baik pembuatan maupun penenggelaman, artinya semua nelayan ikut. Selain menenggelamkan 55 rumpon kita juga menenggelamkan bambu sekitar 100 batang dan kelapa sekitar 200 daun. Ini semuanya melibatkan nelayan, kapal yang digunakan juga kapal nelayan,” katanya.

Menurut Junior, penenggelaman rumpon ini memberikan banyak manfaat bagi nelayan untuk meningkatkan hasil tangkapan nelayan. Dengan adanya rumah ikan ini, para nelayan bisa lebih mudah untuk mendapatkan hasil tangkapan.

“Dengan adanya rumpon ini sangat-sangat memudahkan nelayan untuk meningkatkan hasil tangkapan nelayan, dengan adanya rumah ikan ini kan ikan ngumpul di sini, sehingga nantinya kita lebih mudah dan terarah untuk menangkap ikan,” ujarnya.

Menurutnya, selama ini hasil tangkapan nelayan fluktuatif dan tergantung musim, Ia berharap nantinya dengan adanya rumpon ini dapat meningkatkan hasil tangkapan nelayan menjadi lebih banyak.

“Dengan adanya rumpon hasil tangkapan nelayan bisa meningkat, kalau selama ini berkisar 60 kg semoga bisa jadi 100 kg karena kan semakin banyak ikan yang ngumpul dan kita sudah tau titik arahnya. Alhamdullillah ini sangat memudahkan, jadi kita memancing itu sudah tau arahnya, kalau dulu kan enggak tau tujuannya asal mancing di laut, dengan adanya rumpon kita jadi punya tujuan,” bebernya.

Menurutnya, sudah lama pihaknya tidak menenggelamkan rumpon lantaran terkendala biaya. Pembuatan rumpon ini memakan biaya yang tidak murah, untuk itu mereka sangat antusias saat diajak PT Timah untuk membuat rumpon lalu menenggelamkannya.

“Ini sudah lama tidak pernah dilakukan, sekitar 10 tahun yang lalu, bisa dibilang ini yang pertama menenggelamkan rumpon yang dari beton ini. Kalau mau bikin sendiri kan ini lumayan biayanya, apalagi disaat seperti ini. Makanya kami sangat terbantu dengan adanya program dari PT Timah ini,” ujarnya.

Ia berharap nantinya, dengan meningkatkan hasil tangkapan nelayan juga berdampak pada peningkatakan pendapatan dan ekonomi keluarga nelayan.

Sementara itu, Kepala Bidang Komunikasi Perusahaan PT Timah Tbk, Anggi Siahaan mengatakan PT Timah Tbk melalui CSR terus berupaya untuk melakukan pemberdayaan masyarakat melalui beberapa program. Salah satunya pembuatan dan penenggelaman rumpon ini.

Ia berharap, selain meningkatkan hasil tangkapan nelayan rumpon ini juga diharapkan dapat mendukung wisata bawah laut dan juga menjaga ekosistem laut. Tak hanya itu, Anggi juga berharap pendapatan nelayan dapat meningkat sehingga dapat menggerakkan ekonomi masyarakat.

“PT Timah melalui CSR tidak hanya melaksanakan kegiatan sosial, tapi juga program PPM yang nantinya diharapkan dapat meningkatkan pendapatan masyarakat sekitar tambang. Melalui program pemberdayaan ini kita integrasikan dengan potensi di masing-masing daerah,” ujarnya.

Sebelumnya, PT Timah Tbk bersama nelaya Rebo, Sungailiat, Kabupaten Bangka juga telah menenggelamkan 110 unit rumpon yang dibuat dan ditenggelamkan oleh nelayan pada akhir tahun lalu. (rls)