Bisnis

Silaturahim Bersama Gubernur NTB, Gubernur Erzaldi Kagumi Sirkuit Mandalika

WARTABANGKA, PANGKALAN BARU – Gubernur Kepulauan Bangka Belitung (Babel) Erzaldi Rosman bersama istri, Melati Erzaldi berbincang santai bersama Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) Zulkieflimansyah bersama Istri, Niken Zulkieflimansyah dan anak keduanya, Dzulfikar Ahmad Furqon di Restoran Bukit Bebek Mas, Tanjung Gunung, Kabupaten Bangka Tengah, Rabu (1/12).

Kedatangan Gubernur NTB itu ke Negeri Serumpun Sebalai dikarenakan sang putra, Dzulfikar baru saja melangsungkan acara proses lamaran dengan tambatan hatinya yang kebetulan berada di Bangka Belitung.

Pemandangan sore hari dengan suasana pepohonan hijau yang rimbun, ditambah lagi keindahan panorama laut terlihat dari ketinggian restoran Bukit Bebek Mas ini membuat Gubernur Zulkieflimansyah dan keluarga takjub dengan keindahan alam Bangka Belitung yang memanjakan mata.

Silaturahmi antar kedua pemimpin daerah ini berlangsung dengan hangat dan santai. Gubernur Erzaldi mengaku kagum dengan kesuksesan event bertaraf International World Superbike (WSBK) yang berlangsung di Sirkuit Mandalika, Lombok Tengah, pada 19-21 November 2021 kemarin.

Dirinya mengaku terinspirasi dari sirkuit yang resmi bernama Pertamina Mandalika International Street Circuit itu.

“Sirkuit Mandalika sangat luar biasa. Semoga sirkuit Bangka Belitung juga bisa terinspirasi dari Mandalika, menjadi tuan rumah dalam ajang bertaraf International,” ungkapnya.

Gubernur yang akrab dengan sapaan Bang ER ini juga menceritakan bahwa Bangka Belitung sebelumnya telah dua kali menjadi tuan rumah dalam kejuaraan Motocross World Championship (MXGP) yang dilaksanakan pada saat sebelum pandemi.

Sementara itu, Gubernur Zulkieflimansyah mengaku banyak belajar dari Gubernur Erzaldi Rosman yang lebih berpengalaman menjadi tuan rumah dalam acara balap.

Kedua Gubernur yang telah menorehkan banyak prestasi ini saling bertukar pikiran.

Di akhir pertemuan, Gubernur NTB Zulkieflimansyah juga menitip warganya yang ternyata banyak bekerja di perkebunan Kelapa Sawit Bangka Belitung.

Harapannya, dengan silaturahim ini bisa menyatukan dua kebudayaan. (*/rls)

Pelabuhan Pangkalbalam Batal Dikembangkan, Pemprov Babel Jadikan Tanjung Gudang Pelabuhan Ekspor

WARTABANGKA, PANGKALPINANG – Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) berupaya mengembangkan pelabuhan untuk mendukung konektivitas antarwilayah serta mendukung peningkatan ekspor komoditas unggulan daerah. Semula, pemprov akan mengembangkan Pelabuhan Pangkalbalam tetapi mengalami hambatan hingga akhirnya dibatalkan.

“Karena ada beberapa kendala dan hambatan, akhirnya kami bersepakat bersama kementerian perhubungan akan mengembangkan Pelabuhan Tanjung Gudang Belinyu sebagai pelabuhan ekspor di Bangka,” kata Gubernur Babel, Erzaldi Roesman, saat paripurna istimewa di DPRD Babel, Sabtu (20/11).

Dermaga pelabuhan ini akan dibangun sepanjang 300 meter dan akan didarati oleh kapal cruish dan kapal berukuran hingga 10 Gross Ton (GT).

“Tahun depan sudah menerima pendaratan kapal cruish dengan 3.000 penumpang, kami juga akan melakukan pendalaman alur dan pemotongan batu yang menghalangi alur Tanjung Gudang,” tambahnya.

Erzaldi berharap, pengembangan pelabuhan ini menjadi pendorong meningkatkan wistaawan dan permudah distribusi logistik di Babel.

“Pelabuhan ini tentunya akan menghemat biaya logistik, karena kapal yang akan sandar bisa hingga berukuran besar,” ulasnya.

Selain infrastruktur pelabuhan, Erzaldi pada kesempatan tersebut juga memaparkan terkiat pembangunan instruktur jalan dan jembatan di Babel.

Ia meyakini, akses yang mudah antar wilayah dapat membuka keterisolasian dan memberikan stimulan bagi semua sektor sehingga pemerataan pembangunan dapat tercipta.

“Seluruh jalan yang berada dalam kewenangan pemerintah pusat dan provinsi sudah dalam kondisi baik yaitu dengan tingkat kemantapan jalan 91,54 persen,” sebutnya. (*/two)

Pembuat Otak-Otak di Belinyu Terima Rumah Layak Huni dan Rumah Produksi dari PT Timah Tbk

WARTABANGKA, BANGKA – Solehati (69) bersama dua saudaranya Hazima (65) dan Sunanti (54) terharu rumah mereka yang hampir roboh kini telah dibangun permanen. Rumah peninggalan orangtua mereka yang terbuat dari papan sudah sangat memprihatinkan, beberapa bagiannya sudah rusak parah.

Hazima bahkan sempat tak mampu berkata-kata saat menyaksikan penyerahan kunci rumah mereka dari PT Timah Tbk kepada kakaknya Solehati dari Direktur Pengembangan Usaha PT Timah Tbk Alwin Albar yang turut disaksikan Camat Belinyu, Syarli Nopriansyah, Jumat (19/11).

PT Timah Tbk merenovasi rumah warga Jalan Pahlawan 12 Kuto Panji, Kecamatan Belinyu, Kabupaten Bangka untuk meringankan beban mereka dengan memiliki rumah yang layak di masa senja mereka.

Program Rumah Layak Huni PT Timah Tbk kali ini merupakan rangkaian dari kegiatan Charity Week MIND ID dalam rangka memeringati HUT ke-4 MIND ID yang jatuh 27 November mendatang.

Solehati menceritakan, saat hujan tiba mereka kerap waspada karena beberapa bagian rumah yang mengalami kebocoran parah membuat air hujan masuk. Kayu-kayu yang menopang rumah sudah keropos sehingga mengkhawatirkan mereka tertimpa runtuhan kayu.

Dinding papan rumah yang bolong dan tak rapat lagi lantaran termakan usia, juga cukup membahayakan mereka dari ancaman hewan yang masuk ke dalam rumah.

Tak ada pilihan bagi tiga saudara ini, mereka bertahan dengan keadaan ini lantaran tak memiliki biaya untuk memperbaiki rumah yang mereka tempati sejak kecil ini.

“Dulu papan rumahnya hampir roboh, pernah kami hampir tertimpa kayu di dapur yang roboh saat lagi masak. Alhamdullillahnya kami bertiga tidak apa-apa bisa menghindar,” ujar Solehati.

Pekerjaan mereka sebagai buruh cuci dan pembuat sate panggang atau otak-otak daun ini hanya bisa untuk mencukupi kebutuhan hidup sehari-hari, sedikit mereka sisipkan untuk biaya pengobatan Solehati yang menderita asma.

“Saya bagian manggang otak-otak, jam 2 dini hari sudah mulai manggang untuk dijual pagi-pagi dititipkan di toko-toko. Adik saya yang membuat otak-otak dia juga bekerja ngambil upah nyuci di rumah orang. Cukuplah kami untuk makan sehari-hari,” ceritanya.

Saat mendengar rumahnya akan direnovasi PT Timah Tbk mereka tak henti-hentinya bersyukur. Mereka bahkan tak pernah menyangka sebelumnya rumah mereka akan direnovasi menjadi permanen seperti saat ini.

“Bermimpi pun tidak karena sadar kami tidak punya biaya untuk memperbaikinya, makanya tidak menyangka sama sekali rumah kami bisa seperti ini. Banyak-banyak terimakasih kepada PT Timah Tbk yang telah membuat rumah kami seperti ini,” timpal Hazima adik Solehati.

Tak hanya merenovasi rumah menjadi layak huni, PT Timah Tbk juga membantu membangun rumah produksi untuk membuat otak-otak. Sehingga mereka tidak perlu lagi membuat otak-otak dengan dapur seadanya.

“Kami tak henti-hentinya bersyukur, berdoa agar PT Timah Tbk bisa terus sukses. PT Timah telah membantu kami, rumah kami tidak lagi bocor dan kami tidak perlu khawatir terkena kayu yang jatuh, ditambah ini kami juga dibuatkan rumah untuk buat otak-otak,” kata Solehati dengan seulas senyum.

Bagi mereka rumah layak huni yang dibangun PT Timah Tbk merupakan anugerah yang luar biasa. Di usia mereka yang tak lagi muda, akhirnya mereka bisa memiliki rumah yang layak tanpa perlu khawatir dengan banyak hal.

“Mungkin inilah rezeki Tuhan lewat PT Timah kami yang lah tua akhirnya bisa punya rumah yang layak,” tutupnya.

Camat Belinyu Syarli Nopriansyah, menilai rumah Solehati memang sudah layak untuk direnovasi karena sudah tidak layak untuk ditinggali. Namun, Pemerintah daerah tidak bisa berbuat banyak lantaran keterbatasan anggaran.

“Beliau ini lansia dan masih aktif dalam memproduksi otak-otak tetapi dengan usia senjanya dan kondisi rumah yang memprihatikan atau dapat dikatakan tidak layak huni sehingga ini memang sangat membantu mereka,” ujarnya.

Dirinya mengapresiasi bantuan Rumah Layak Huni dari PT Timah Tbk ini lantaran bantuan ini sejalan dengan program pemerintah untuk menuntaskan rumah tak layak huni.

“Kami dari pihak kecamatan Belinyu mengucapkan banyak terima kasih karena warga kami dapat terbantu dengan program RLH. Pemerintah dengan kemampuannya tidak bisa menghandel semua wilayah. Dengan bantuan ini dapat membantu masyarakat dan dapat mendukung tercapainya program pemerintah dalam menuntaskan program layak huni,” katanya.

Senada, Lurah Belinyu, Mustofa, di Kecamatan Belinyu khususnya masih ada beberapa rumah yang dinilai tak layah huni. Namun sayangnya tak dapat diperbaiki lantaran adanya hambatan.

“Sudah didata ada 20 lebih rumah, dari data itu sudah dicek dan divalidasi tetapi tidak semuanya layak dapat bantuan. Kendala karena tanah yang mereka tempati bukan tanah mereka sehingga susah untuk dibantu,” ujar Mustofa .

“Dengan hadirnya PT Timah Tbk ini sangat-sangat membantu dalam hal seperti ini salah satunya RTLH. Semoga PT Timah Tbk semakin berjaya dan dapat memberikan kontribusi lebih banyak pada negei terkhususnya masyarakat.” tutupnya

Selain merenovasi rumah Solehati, rangkaian charity week MIND ID kali ini, PT Timah Tbk juga merenovasi rumah Edison Warga Desa Kulur, Kecamatan Lubuk, Kabupaten Bangka Tengah.

Melalui program rumah layak huni dari PT Timah Tbk ini diharapkan dapat membantu mewujudkan keinginan masyarakat yang kurang beruntung secara ekonomi untuk memiliki tempat tinggal yang layak. Selain itu, program ini juga mendukung Pemerintah untuk mengentaskan rumah tidak layak huni bagi masyarakat.(rls)

Ketua DPRD Babel Serahkan Bantuan ke Pedagang Kecil

WARTABANGKA, SUNGAILIAT – Ketua DPRD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel), Herman Suhadi, S.Sos, menyerahkan bantuan modal kepada pelaku usaha kecil menengah (UMKM).

Salah satu pelaku usaha mikro yang beruntung mendapatkan bantuan langsung dari Pimpinan DPRD Babel tersebut adalah Yadi (36), seorang pedagang buah keliling yang biasa mangkal di seputaran Hutan Kota Suaka, Sungailiat, Rabu (17/11).

“Ya, ini kan, saya punya anggaran namanya bantuan operasional pimpinan (BOP), kebetulan beliau ini mengajukan permohonan bantuan untuk tambahan modal. Jadi kita bantu. Mudah-mudahan dengan adanya sedikit bantuan dari kita ini usaha beliau akan semakin maju,” kata, Ketua DPRD Herman Suhadi, saat menyerahkan bantuan kepada pedagang buah yang sedang mangkal di seberang Masjid Jamik Sungailiat.

Masih menurut politisi yang juga populer dengan sapaan Herman Molen atau Ayak herman (di kalangan pedagang kecil), bahwa aktivitas keseharian pedagang buah yang ia bantu ini acap kali berdagang dengan berpindah-pindah tempat, bergantung pada situasi dan kondisi keramaian.

“Pak Yadi ini, pagi nya berdagang di pasar higienis. Sorenya kadang di sini, kadang di terminal. tergantung pada hari-harinya, kadang hari ramai kadang juga tidak. Mudah-mudahan dengan sedikit bantuan ini dapat menambah modal usaha. Kita doa kan Pak Yadi ini dapat sukses dan dagangannya laku, laris manis,” imbuhnya.

Sementara itu Yadi, pedagang buah keliling yang sedang berjuang meningkatkan level usahanya mengaku sangat bahagia, bersyukur dan berterima kasih atas perhatian, dorongan semangat dan bantuan yang diberikan oleh Ketua DPRD Babel.

“Dengan ini bisa menambah modal saya. Terimakasih, ayak Herman yang telah membantu saya. Semoga saya dapat semakin sukses nantinya,” ungkap Yadi. (*/rls)

Komisi II Tinjau Penerima Bantuan Bibit Sapi di Puding Besar

WARTABANGKA, PUDING BESAR – Agar penyaluran bantuan bibit sapi untuk para kelompok ternak tepat sasaran, Komisi II DPRD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) melakukan peninjauan secara mendadak ke kelompok ternak, di Desa Puding Besar, Kecamatan Puding Besar, Kabupaten Bangka, Selasa (16/11).
 
Ketua Komisi II Adet Mastur bersama anggota Komisi II antara lain, Mulyadi dan Heryawandi, melakukan peninjauan untuk melihat apakah pembagian bibit sapi dari dinas terkait, di Pemprov Babel sudah sesuai dengan prosedur atau belum.

Adet Mastur menjelaskan, ada sebanyak sepuluh ekor bibit sapi jenis PO betina yang diberikan kepada kelompok ternak di Desa Puding Besar.

“Sapi jenis PO ini semuanya betina, untuk berkembang biak. Nanti harapannya ada pejantan dari warga atau menggunakan sistem suntik, tentunya dilakukan oleh dokter hewan setempat,” ungkap Adet.

“Kita memang sengaja tidak melayangkan surat kunjungan terlebih dahulu, guna melihat apakah pemberi bantuan benar-benar memberikan bantuan, dan juga penerima bantuan benar-benar menerima bantuan, tidak ada rekayasa,” imbuh Adet.

Ia menambahkan, dari 10 bibit sapi betina tersebut, jika berkembangbiak, maka diharapkan hasil dari anak-anak sapi tersebut dapat diberikan atau digulirkan dari kelompok ternak yang satu ke kelompok lainnya.

“Dari sepuluh ini jika berkembang, maka anak-anaknya akan diserahkan ke kelompok lain, jadi menggunakan sistem gulir,” jelas legislator PDIP ini.
 
Di kesempatan yang sama, anggota komisi II, Heryawandi berharap, agar para peternak sapi di desa tersebut agar bisa lebih mengoptimalkan manfaat lain dari budidaya ternak sapi tersebut.

“Daging sapi untuk jangka panjang, tapi perputaran ekonomi yang cepat dari sapi ini adalah air kencing dan kotorannya. Kita harap petani di sini bisa memanfaatkan ini secara optimal,” ujarnya.

Sementara itu, anggota komisi II, Mulyadi menuturkan, bahwa pemberian bantuan bibit sapi tersebut sudah sesuai aturan.

Namun katanya, agar lebih optimal kualitas kandang perlu lebih ditingkatkan.

“Kandangnya bisa ditingkatkan lagi kualitasnya, agar pengolahan kotoran dan air kencing sapi tadi bisa lebih mudah,” harapnya. (*/rls)

YBM PLN Bantu Pembangunan Sarana Air Bersih untuk Pondok Pesantren

WARTABANGKA, NAMANG – Yayasan Baitul Maal (YBM) PLN Unit Induk Wilayah Bangka Belitung bersama dengan General Manager berikan bantuan pembangunan sarana air bersih di Pondok Pesantren Ibnu Sabil, Desa Cambai, Kecamatan Namang, Kabupaten Bangka Tengah, Senin (8/11).

Ketua YBM PLN UIW Babel, Adhy Setiawan mengatakan bantuan ini dilatarbelakangi kurangnya sumber air bersih yang layak untuk digunakan di pesantren.

“Tujuan kami memberikan bantuan ini agar mencukupi suplai air yang bersih di lingkungan pondok pesantren sehingga dapat meningkatkan semangat santri dalam belajar dan melaksanakan ibadah,” ucap Adhy.

Lebih itu, General Manager PLN UIW Bangka Belitung, Amris Adnan berharap bantuan yang bersumber dari zakat pegawai PLN ini dapat benar-benar bermanfaat dan semakin banyak yang menikmati berkah dari zakat pegawai PLN.

“Semoga bantuan yang ini dapat bermanfaat dan kami juga mohon do’anya agar semoga kegiatan ini memberikan keberkahan kepada pegawai PLN yang sudah menyisihkan sebagian rezekinya dan kepada PLN sebagai institusi yang menaunginya,” ungkap Amris.

Sementara itu, salah satu pengurus pondok pesantren, Ust. Haris, mengungkapkan rasa terima kasih kepada YBM PLN UIW Babel atas bantuan yang diberikan.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada YBM PLN UIW Babel yang telah memberikan bantuan, semoga bantuan berupa sumur pompa dan tangki air ini dapat digunakan dan bermanfaat bagi kami dan untuk para muzaki PLN semoga mendapat pahala disisi Allah SWT,” tutur Haris.

Sebagai lembaga pengelola zakat infaq khusus pegawai, YBM PLN mengumpulkan zakat dari para pegawai untuk kemudian disalurkan kepada kaum dhuafa.

Dalam bantuan ini, disamping diberikan bantuan sumur pompa dan tangki air, YBM PLN juga menyerahkan santunan kepada kaum dhuafa dan juga penyerahan kacamata kepada 22 santri. (*/rls)

Kabel Laut Sumatera-Bangka Rampung Awal 2022

WARTABANGKA, PANGKALPINANG –  Animo pengusaha berinvestasi di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) terus meningkat seiring menggeliatnya kondisi fiskal di Bumi Serumpun Sebalai.

Tentunya ketersediaan energi listrik menjadi daya tarik kuat bagi investor untuk menanamkan modal di suatu kawasan, dan hal itu sudah dipikirkan secara matang oleh Gubernur Erzaldi Rosman.

Tak tanggung-tanggung, hasil lobinya dengan Pemerintah Pusat membuahkan hasil, PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) segera merampungkan pembangunan kabel bawah laut terpanjang se-Indonesia untuk menyambungkan kelistrikan Sumatera dengan Bangka.

Kabel yang akan terbentang sepanjang 36 kilometer sirkuit (kms) itu ditargetkan beroperasi pada akhir tahun 2021 atau paling lambat pada awal tahun 2022 mendatang.

“Kita ingin memberikan kepastian kepada para investor, surplus energi listrik kita saat ini tidak banyak. Namun ke depan dengan banyaknya investasi berdatangan, tentunya kebutuhan listrik akan meningkat,” ungkap gubernur saat Rapat Progres Pembangunan Jalur 150 kV Interkoneksi Sumatera-Bangka di Ruang Rapat Gubernur, Senin (8/11).

Hal itu ditambah Pemerintah Provinsi (Pemprov) Babel mengalami kenaikan kebutuhan listrik tertinggi se-Indonesia, yakni sebesar 11,3 persen.

Maka dalam pertemuan tersebut yang dihadiri oleh pihak PLN, PT Wika, dan Kajati Babel. Ia ingin mengetahui sejauh mana progres dan kendala yang dihadapi agar proyek tersebut segera rampung.

Para calon investor yang akan berdatangan ke Babel juga sempat disampaikan gubernur, yakni di bidang hilirisasi pertambangan serta sektor lain seperti pertanian, peternakan, dan perikanan yang membutuhkan energi listrik yang tinggi.

Hal itu bermuara untuk meningkatkan ekonomi dan pendapatan masyarakat Babel.

Gubernur melanjutkan, agar investor berbondong-bondong berinvestasi di daerah kepulauan, satu hal yang menjadi penentu selain pasokan energi listrik, yakni pelabuhan yang representatif.

Menurutnya, dengan lancarnya logistik yang bisa melabuhkan kapal berukuran besar, maka akan membuat harga barang yang masuk ke Babel semakin murah dan harga komoditi ekspor kita juga dapat berdaya saing.

“Setelah masalah kelistrikan ini selesai, ada satu hal lagi yang akan kami fokuskan untuk menggaet investor, yakni pelabuhan yang representatif untuk mendukung arus barang masuk dan keluar yang lancar,” ujarnya.

Sementara itu Eko Rahmiko, selaku Senior Manager Perizinan Pertanahan dan Komunikasi PLN Sumbagsel, dalam rapat tersebut memaparkan progres pembangunan jalur 150 kV Interkoneksi Sumatera-Bangka.

Proyek dengan nilai investasi triliunan rupiah tersebut diprediksikan akan rampung awal akhir tahun 2021 atau paling lambat pada awal tahun 2022 mendatang.

“ini merupakan proyek kabel laut terpanjang PLN se-Indonesia, saat ini progresnya penggelaran kabelnya sejauh 36 kilometer sudah selesai dari Tanjung Carat hingga Muntok,” jelasnya.

Adapun progres landing point Muntok sudah mencapai 82,44 persen terkait progres konstruksi, dan ditargetkan tahap 1 selesai pada minggu ke-2 Desember 2021.

Sedangkan landing point Tanjung Carat progres sudah 82,11 persen. Ia juga menjelaskan terkait kendala yang dihadapi saat ini yakni kendala sosial pembebasan lahan Right of Way (ROW) atau Jalur Hak Lintas.

“Hal ini dikarenakan yang kami dirikan adalah tegangan tinggi, tentunya membutuhkan ruang bebas yang luas. Harapan kami semua, dengan sudah terkoneksinya jalur listrik Sumatera-Bangka akan menarik para investor menanamkan modalnya di Babel,” pungkasnya. (*/Diskominfo Babel)

BFS, PLN dan Alobi Lepas Liar Burung di Kawasan Sungai Upang

WARTABANGKA, PUDINGBESAR – Peringatan Hari Cinta Puspa dan Satwa Nasional (HCPSN) diperingati dengan penanaman pohon serta pelepasliaran puluhan satwa burung di kawasan Biodiversity Sungai Upang Desa Tanah Bawah, Minggu (7/11).

Kegiatan tersebut dilaksanakan Bangka Flora Society bersama PLN Bangka Belitung bersama Alobi Foundation dan puluhan organisasi pecinta lingkungan lainnya.

Ketua Sahabat Alam Sungai Upang sekaligus Ketua Pelaksana Kegiatan, Hormen mengungkapkan, dilaksanakan kegiatan tersebut bertujuan untuk mengangkat kembali alam beserta lingkungan, sehingga menumbuhkan kembali kesadaran para pemuda untuk memelihara lingkungan.

“Kita berupaya untuk menumbuhkan kembali minat para pemuda untuk kembali peduli dengan lingkungan. Salah satunya dengan menanam apa yang dapat kita tanam seperti yang akan kita lakukan di tepian Sungai Upang,” ujar Hormen.

Sebanyak 2.000 pohon berjenis perupok akan ditanam di area seluas 2,5 hektar sepanjang Sungai Upang. Sebelumnya Bangka Flora Society juga telah mencanangkan areal seluar 15 hektar guna pelaksanaan kegiatan konservasi lingkungan di Kawasan Pulau Anggrek Elsye Lestari.

General Manager PLN Bangka Belitung yang diwakili Senior komunikasi IUW Bangka Belitung, Septa Hidayat Nurdin mengungkapkan memberikan dukungan bagi berlangsungnya kegiatan pelestarian lingkungan. Melalui dana CSR, PLN telah membangun sejumlah sarana dan prasarana pendukung di Kawasan Sungai Upang.

“Tahun 2020 PLN telah melaksanakan pembangunan mulai dari jalan titian hingga sejumlah pondok di kawasan Sungai Upang. Kami berharap dengan bantuan ini dapat menunjang perekonomian dan pariwisata di Kabupaten Bangka,” ujar Septa.

Sementara, Ketua BFS Bangka, Dian Rossana Anggraini melalui kegiatan ini mengharapkan dapat menjadi momentum penyelamatan satwa yang hampir punah. Sehingga kedepannya kawasan Biodiversity Sungai Upang benar benar dapat menjadi kawasan wisata yang mengedukasi.

“Kita memiliki satwa flora ataupun fauna yang luar biasa, jadi kita harus menjaga dan melestarikan hal tersebut. Dan juga akan menarik minat masyarakat untuk berkunjung guna mewujudkan Kawasan Wisata Biodiversity,” tutup Dian. (*/zen)

Kompor Induksi Merambah Pulau-pulau Hingga Komplek Perumahan di Bangka Belitung

WARTABANGKA, LEPARPONGOK – Saat ini kompor listrik menjadi pilihan bagi ibu-ibu rumah tangga. Selain desainnya yang modern, kompor ini dinilai lebih efisien dan ramah lingkungan.

Di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel), kompor listrik cukup gencar dipasarkan.
Tercatat terdapat beberapa pulau yang berada di Bangka dimana penduduknya telah 100 persen menggunakan kompor ini, salah satunya yaitu di Pulau Tinggi.

Kepala Dusun Pulau Tinggi, Ahmad mengatakan bahwa warganya sudah memulai gaya hidup pintar (smart living) dengan memasak menggunakan kompor listrik.

“Setelah berlistrik kami jadi lebih mandiri, karena bisa memanfaatkan listrik untuk memasak tanpa harus tergantung pada pengiriman tabung gas. Terkadang kami kesulitan mendapatkan gas bila cuaca di laut sedang tidak bagus,” terangnya.

Bahkan, ketua tim penggerak PKK Babel, Melati Erzaldi pun kesengsem terhadap kompor listrik.

“Di tengah kesibukan Bapak sebagai Gubernur, terkadang saya harus menyediakan makanan yang cepat untuk disajikan. Itu sebabnya, saya memasak menggunakan kompor listrik,” ujarnya.

Lebih dari itu, untuk mendukung program pemerintah dalam upaya mewujudkan kemandirian dan ketahanan energi nasional serta mewujudkan energi bersih melalui “Gerakan Penggunaan Kompor Induksi”, PLN UIW Bangka Belitung didukung oleh lima asosiasi perumahan.

Kelima Asosiasi Perumahan tersebut yaitu, Real Estat Indonesia (REI), Asosiasi Pengembang Perumahan dan Pemukiman Seluruh Indonesia (APERSI), Aliansi Pengembang Perumahan Nasional (APPERNAS) Jaya, Himpunan Pengembang Pemukiman Dan Perumahan Rakyat (HIMPERRA) dan Pengembang Indonesia (PI).

Asosiasi-asosiasi tersebut mendorong penggunaan kompor induksi pada proyek rumah tapak dan/atau rumah susun yang sedang dan akan dibangun.

Hal itu ditandai oleh penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) dengan lima asosiasi perumahan tersebut pada 8 Oktober 2021 yang lalu.

Dalam MoU tersebut PLN memberikan kemudahan kepada para asosiasi perumahan dalam penyambungan pelanggan baru perumahan dan yang menerapkan program penggunaan kompor induksi pada proyek rumah tapak dan/atau rumah susun yang sedang dan/atau akan dibangun.

“Terima kasih saya ucapkan kepada para asosiasi yang telah bersedia hadir pada acara penandatanganan MoU ini, saya berharap dengan terjalaninnya kesepahaman ini dapat memberikan keuntungan pada para pihak, selain bertujuan untuk penyambungan pelanggan baru perumahan juga untuk melaksanakan kerja sama program peningkatan penggunaan kompor induksi di sektor rumah tangga sehingga menciptakan sinergi dengan prinsip saling memberi manfaat,” ujar General Manager PLN UIW Bangka Belitung, Amris Adnan.

Salah satu perwakilan Asosiasi Perumahan, Ketua DPD REI Prov. Babel, Dymas Dwi Setia menanggapi dengan baik kerjasama yang terbentuk ini.

“Kami sangat mengapresiasi kerjasama ini, dimana masyarakat selain untuk pembelian perumahan juga dapat menggunakan kompor induksi, yang bertujuan untuk mendukung program pemerintah dalam mewujudkan energi bersih,” tukas Dymas. (*/rls)

Heryawandi Sebarluaskan Perda Ekonomi Kreatif di Desa Sangku Tempilang

WARTABANGKA, TEMPILANG – Anggota DPRD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Heryawandi, turut serta melaksanakan penyebarluasan Peraturan Daerah (Perda) Nomor 9 Tahun 2018 tentang pengembangan ekonomi kreatif, di Desa Sangku, Kecamatan Tempilang, Kabupaten Bangka Barat, Jumat (5/11).
 
Heryawandi, menjelaskan, bahwa ekonomi kreatif saat ini sudah berkembang, sehingga untuk mendorong agar menjadi lebih baik yakni dengan pemanfaatan teknologi.

Ia pun mengharapkan, pengembangan ekonomi kreatif ini dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat di Desa Sangku.

“Contohnya, Tempilang ini adalah penghasil udang, tapi produknya hanya terasi. Udang tersebut dapat dikreatifkan lagi menjadi banyak produk. Ekonomi kreatif paling memungkinkan dilakukan oleh ibu-ibu, karena ibu-ibu ini memiliki banyak waktu di rumah. Waktu tersebut bisa diisi dengan melakukan usaha dan mengembangkan ekonomi kreatif,” ungkap Heryawandi.

Bertindak selaku narasumber yakni Master Mentor Kementerian KOP dan UKM RI, Yeni Fransisca menyampaikan, akibat pandemi Covid-19 berdampak terhadap perekonomian masyarakat, salah satunya UMKM yang terdampak terhadap penurunan penjualan bahkan usahanya tutup.

“Oleh karena itu, dalam Perda ini DPRD bersama gubernur membuat terobosan baru tentang ekonomi kreatif. Pemerintah sangat mendorong ekonomi kreatif, karena dapat mendorong penjualan apalagi memanfaatkan teknologi ponsel pintar,” ungkapnya.

“Di Desa Sangku memiliki komoditas sahang, bisa dijual bernilai seperti dibuat kemasan cantik, izin dan lainnya. Bisa dijual online maupun melalui pameran-pameran,” imbuh Yeni.

Di kesempatan yang sama, Sekretaris Desa Sangku Ardianto menyampaikan industri rumahan Desa Sangku yakni industri kuliner, yakni tempe. (*/rls)