PLN

YBM PLN Bantu Pembangunan Sarana Air Bersih untuk Pondok Pesantren

WARTABANGKA, NAMANG – Yayasan Baitul Maal (YBM) PLN Unit Induk Wilayah Bangka Belitung bersama dengan General Manager berikan bantuan pembangunan sarana air bersih di Pondok Pesantren Ibnu Sabil, Desa Cambai, Kecamatan Namang, Kabupaten Bangka Tengah, Senin (8/11).

Ketua YBM PLN UIW Babel, Adhy Setiawan mengatakan bantuan ini dilatarbelakangi kurangnya sumber air bersih yang layak untuk digunakan di pesantren.

“Tujuan kami memberikan bantuan ini agar mencukupi suplai air yang bersih di lingkungan pondok pesantren sehingga dapat meningkatkan semangat santri dalam belajar dan melaksanakan ibadah,” ucap Adhy.

Lebih itu, General Manager PLN UIW Bangka Belitung, Amris Adnan berharap bantuan yang bersumber dari zakat pegawai PLN ini dapat benar-benar bermanfaat dan semakin banyak yang menikmati berkah dari zakat pegawai PLN.

“Semoga bantuan yang ini dapat bermanfaat dan kami juga mohon do’anya agar semoga kegiatan ini memberikan keberkahan kepada pegawai PLN yang sudah menyisihkan sebagian rezekinya dan kepada PLN sebagai institusi yang menaunginya,” ungkap Amris.

Sementara itu, salah satu pengurus pondok pesantren, Ust. Haris, mengungkapkan rasa terima kasih kepada YBM PLN UIW Babel atas bantuan yang diberikan.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada YBM PLN UIW Babel yang telah memberikan bantuan, semoga bantuan berupa sumur pompa dan tangki air ini dapat digunakan dan bermanfaat bagi kami dan untuk para muzaki PLN semoga mendapat pahala disisi Allah SWT,” tutur Haris.

Sebagai lembaga pengelola zakat infaq khusus pegawai, YBM PLN mengumpulkan zakat dari para pegawai untuk kemudian disalurkan kepada kaum dhuafa.

Dalam bantuan ini, disamping diberikan bantuan sumur pompa dan tangki air, YBM PLN juga menyerahkan santunan kepada kaum dhuafa dan juga penyerahan kacamata kepada 22 santri. (*/rls)

Kabel Laut Sumatera-Bangka Rampung Awal 2022

WARTABANGKA, PANGKALPINANG –  Animo pengusaha berinvestasi di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) terus meningkat seiring menggeliatnya kondisi fiskal di Bumi Serumpun Sebalai.

Tentunya ketersediaan energi listrik menjadi daya tarik kuat bagi investor untuk menanamkan modal di suatu kawasan, dan hal itu sudah dipikirkan secara matang oleh Gubernur Erzaldi Rosman.

Tak tanggung-tanggung, hasil lobinya dengan Pemerintah Pusat membuahkan hasil, PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) segera merampungkan pembangunan kabel bawah laut terpanjang se-Indonesia untuk menyambungkan kelistrikan Sumatera dengan Bangka.

Kabel yang akan terbentang sepanjang 36 kilometer sirkuit (kms) itu ditargetkan beroperasi pada akhir tahun 2021 atau paling lambat pada awal tahun 2022 mendatang.

“Kita ingin memberikan kepastian kepada para investor, surplus energi listrik kita saat ini tidak banyak. Namun ke depan dengan banyaknya investasi berdatangan, tentunya kebutuhan listrik akan meningkat,” ungkap gubernur saat Rapat Progres Pembangunan Jalur 150 kV Interkoneksi Sumatera-Bangka di Ruang Rapat Gubernur, Senin (8/11).

Hal itu ditambah Pemerintah Provinsi (Pemprov) Babel mengalami kenaikan kebutuhan listrik tertinggi se-Indonesia, yakni sebesar 11,3 persen.

Maka dalam pertemuan tersebut yang dihadiri oleh pihak PLN, PT Wika, dan Kajati Babel. Ia ingin mengetahui sejauh mana progres dan kendala yang dihadapi agar proyek tersebut segera rampung.

Para calon investor yang akan berdatangan ke Babel juga sempat disampaikan gubernur, yakni di bidang hilirisasi pertambangan serta sektor lain seperti pertanian, peternakan, dan perikanan yang membutuhkan energi listrik yang tinggi.

Hal itu bermuara untuk meningkatkan ekonomi dan pendapatan masyarakat Babel.

Gubernur melanjutkan, agar investor berbondong-bondong berinvestasi di daerah kepulauan, satu hal yang menjadi penentu selain pasokan energi listrik, yakni pelabuhan yang representatif.

Menurutnya, dengan lancarnya logistik yang bisa melabuhkan kapal berukuran besar, maka akan membuat harga barang yang masuk ke Babel semakin murah dan harga komoditi ekspor kita juga dapat berdaya saing.

“Setelah masalah kelistrikan ini selesai, ada satu hal lagi yang akan kami fokuskan untuk menggaet investor, yakni pelabuhan yang representatif untuk mendukung arus barang masuk dan keluar yang lancar,” ujarnya.

Sementara itu Eko Rahmiko, selaku Senior Manager Perizinan Pertanahan dan Komunikasi PLN Sumbagsel, dalam rapat tersebut memaparkan progres pembangunan jalur 150 kV Interkoneksi Sumatera-Bangka.

Proyek dengan nilai investasi triliunan rupiah tersebut diprediksikan akan rampung awal akhir tahun 2021 atau paling lambat pada awal tahun 2022 mendatang.

“ini merupakan proyek kabel laut terpanjang PLN se-Indonesia, saat ini progresnya penggelaran kabelnya sejauh 36 kilometer sudah selesai dari Tanjung Carat hingga Muntok,” jelasnya.

Adapun progres landing point Muntok sudah mencapai 82,44 persen terkait progres konstruksi, dan ditargetkan tahap 1 selesai pada minggu ke-2 Desember 2021.

Sedangkan landing point Tanjung Carat progres sudah 82,11 persen. Ia juga menjelaskan terkait kendala yang dihadapi saat ini yakni kendala sosial pembebasan lahan Right of Way (ROW) atau Jalur Hak Lintas.

“Hal ini dikarenakan yang kami dirikan adalah tegangan tinggi, tentunya membutuhkan ruang bebas yang luas. Harapan kami semua, dengan sudah terkoneksinya jalur listrik Sumatera-Bangka akan menarik para investor menanamkan modalnya di Babel,” pungkasnya. (*/Diskominfo Babel)

BFS, PLN dan Alobi Lepas Liar Burung di Kawasan Sungai Upang

WARTABANGKA, PUDINGBESAR – Peringatan Hari Cinta Puspa dan Satwa Nasional (HCPSN) diperingati dengan penanaman pohon serta pelepasliaran puluhan satwa burung di kawasan Biodiversity Sungai Upang Desa Tanah Bawah, Minggu (7/11).

Kegiatan tersebut dilaksanakan Bangka Flora Society bersama PLN Bangka Belitung bersama Alobi Foundation dan puluhan organisasi pecinta lingkungan lainnya.

Ketua Sahabat Alam Sungai Upang sekaligus Ketua Pelaksana Kegiatan, Hormen mengungkapkan, dilaksanakan kegiatan tersebut bertujuan untuk mengangkat kembali alam beserta lingkungan, sehingga menumbuhkan kembali kesadaran para pemuda untuk memelihara lingkungan.

“Kita berupaya untuk menumbuhkan kembali minat para pemuda untuk kembali peduli dengan lingkungan. Salah satunya dengan menanam apa yang dapat kita tanam seperti yang akan kita lakukan di tepian Sungai Upang,” ujar Hormen.

Sebanyak 2.000 pohon berjenis perupok akan ditanam di area seluas 2,5 hektar sepanjang Sungai Upang. Sebelumnya Bangka Flora Society juga telah mencanangkan areal seluar 15 hektar guna pelaksanaan kegiatan konservasi lingkungan di Kawasan Pulau Anggrek Elsye Lestari.

General Manager PLN Bangka Belitung yang diwakili Senior komunikasi IUW Bangka Belitung, Septa Hidayat Nurdin mengungkapkan memberikan dukungan bagi berlangsungnya kegiatan pelestarian lingkungan. Melalui dana CSR, PLN telah membangun sejumlah sarana dan prasarana pendukung di Kawasan Sungai Upang.

“Tahun 2020 PLN telah melaksanakan pembangunan mulai dari jalan titian hingga sejumlah pondok di kawasan Sungai Upang. Kami berharap dengan bantuan ini dapat menunjang perekonomian dan pariwisata di Kabupaten Bangka,” ujar Septa.

Sementara, Ketua BFS Bangka, Dian Rossana Anggraini melalui kegiatan ini mengharapkan dapat menjadi momentum penyelamatan satwa yang hampir punah. Sehingga kedepannya kawasan Biodiversity Sungai Upang benar benar dapat menjadi kawasan wisata yang mengedukasi.

“Kita memiliki satwa flora ataupun fauna yang luar biasa, jadi kita harus menjaga dan melestarikan hal tersebut. Dan juga akan menarik minat masyarakat untuk berkunjung guna mewujudkan Kawasan Wisata Biodiversity,” tutup Dian. (*/zen)

Kompor Induksi Merambah Pulau-pulau Hingga Komplek Perumahan di Bangka Belitung

WARTABANGKA, LEPARPONGOK – Saat ini kompor listrik menjadi pilihan bagi ibu-ibu rumah tangga. Selain desainnya yang modern, kompor ini dinilai lebih efisien dan ramah lingkungan.

Di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel), kompor listrik cukup gencar dipasarkan.
Tercatat terdapat beberapa pulau yang berada di Bangka dimana penduduknya telah 100 persen menggunakan kompor ini, salah satunya yaitu di Pulau Tinggi.

Kepala Dusun Pulau Tinggi, Ahmad mengatakan bahwa warganya sudah memulai gaya hidup pintar (smart living) dengan memasak menggunakan kompor listrik.

“Setelah berlistrik kami jadi lebih mandiri, karena bisa memanfaatkan listrik untuk memasak tanpa harus tergantung pada pengiriman tabung gas. Terkadang kami kesulitan mendapatkan gas bila cuaca di laut sedang tidak bagus,” terangnya.

Bahkan, ketua tim penggerak PKK Babel, Melati Erzaldi pun kesengsem terhadap kompor listrik.

“Di tengah kesibukan Bapak sebagai Gubernur, terkadang saya harus menyediakan makanan yang cepat untuk disajikan. Itu sebabnya, saya memasak menggunakan kompor listrik,” ujarnya.

Lebih dari itu, untuk mendukung program pemerintah dalam upaya mewujudkan kemandirian dan ketahanan energi nasional serta mewujudkan energi bersih melalui “Gerakan Penggunaan Kompor Induksi”, PLN UIW Bangka Belitung didukung oleh lima asosiasi perumahan.

Kelima Asosiasi Perumahan tersebut yaitu, Real Estat Indonesia (REI), Asosiasi Pengembang Perumahan dan Pemukiman Seluruh Indonesia (APERSI), Aliansi Pengembang Perumahan Nasional (APPERNAS) Jaya, Himpunan Pengembang Pemukiman Dan Perumahan Rakyat (HIMPERRA) dan Pengembang Indonesia (PI).

Asosiasi-asosiasi tersebut mendorong penggunaan kompor induksi pada proyek rumah tapak dan/atau rumah susun yang sedang dan akan dibangun.

Hal itu ditandai oleh penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) dengan lima asosiasi perumahan tersebut pada 8 Oktober 2021 yang lalu.

Dalam MoU tersebut PLN memberikan kemudahan kepada para asosiasi perumahan dalam penyambungan pelanggan baru perumahan dan yang menerapkan program penggunaan kompor induksi pada proyek rumah tapak dan/atau rumah susun yang sedang dan/atau akan dibangun.

“Terima kasih saya ucapkan kepada para asosiasi yang telah bersedia hadir pada acara penandatanganan MoU ini, saya berharap dengan terjalaninnya kesepahaman ini dapat memberikan keuntungan pada para pihak, selain bertujuan untuk penyambungan pelanggan baru perumahan juga untuk melaksanakan kerja sama program peningkatan penggunaan kompor induksi di sektor rumah tangga sehingga menciptakan sinergi dengan prinsip saling memberi manfaat,” ujar General Manager PLN UIW Bangka Belitung, Amris Adnan.

Salah satu perwakilan Asosiasi Perumahan, Ketua DPD REI Prov. Babel, Dymas Dwi Setia menanggapi dengan baik kerjasama yang terbentuk ini.

“Kami sangat mengapresiasi kerjasama ini, dimana masyarakat selain untuk pembelian perumahan juga dapat menggunakan kompor induksi, yang bertujuan untuk mendukung program pemerintah dalam mewujudkan energi bersih,” tukas Dymas. (*/rls)

PLN Babel Tandatangani MoU dengan Lima Asosiasi Perumahan

WARTABANGKA, PANGKALPINANG – PLN UIW Bangka Belitung lakukan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) dengan lima Asosiasi Perumahan .

Kelima Asosiasi Perumahan tersebut yaitu, Real Estat Indonesia (REI), Asosiasi Pengembang Perumahan dan Pemukiman Seluruh Indonesia (APERSI), Aliansi Pengembang Perumahan Nasional (APPERNAS) Jaya, Himpunan Pengembang Pemukiman Dan Perumahan Rakyat (HIMPERRA) dan Pengembang Indonesia (PI) yang diwakili oleh masing-masing DPD.

Penandatangani MoU ini bertujuan untuk mendukung Program Pemerintah dalam upaya mewujudkan kemandirian dan ketahanan energi nasional serta mewujudkan energi bersih melalui “Gerakan Penggunaan Kompor Induksi”.

Mengawali sambutannya, Amris Adnan mengucapkan terima kasih atas kehadiran para Asosiasi Perumahan beserta jajarannya.

Dikatakannya, dengan terlaksanakannya kesepahaman ini dapat saling menguntungkan dan bermanfaat bagi para pihak.

“Terima kasih saya ucapkan kepada para asosiasi yang telah bersedia hadir pada acara penandatanganan MoU ini, saya berharap dengan terjalaninnya kesepahaman ini dapat memberikan keuntungan pada para pihak, selain bertujuan untuk penyambungan pelanggan baru perumahan juga untuk melaksanakan kerja sama program peningkatan penggunaan kompor induksi di sektor rumah tangga sehingga menciptakan sinergi dengan prinsip saling memberi manfaat,” ujar Amris, dalam rilisnya kepada wartabangka, Jumat (5/11).

Disamping itu, Senior Manager Niaga dan Manajemen Pelanggan PLN UIW Babel, Mustafrizal juga menyampaikan sosialisasi terkait penggunaan kompor induksi dan New PLN Mobile. Adapun fitur yang terdapat di New PLN Mobile yaitu:

  1. Token dan Tagihan
  2. Layanan Listrik
  3. Catat Meter
  4. Pengaduan
  5. Info Stimulus
  6. ListriQu
  7. ICONNET
  8. Charge IN

Aplikasi PLN Mobile dapat di download melalui Google Play dan Apple Store.

Lebih dari itu, dalam rangka memperingati Hari Listrik Nasional (HLN) ke 76 yang jatuh pada tanggal 27 Oktober, PLN meluncurkan Produk Super Dahsyat, yaitu sebuah kesempatan bagi semua pelanggan golongan tarif daya 450 VA untuk menambah daya sampai dengan 5.500 VA dengan hanya membayar Biaya Penyambungan Rp. 202.100,-. (*/TWO)