timah

Masyarakat Lingkungan Kuday Utara Sinar Jaya Jelutung Dapat Paket Sembako dari Mitra PT Timah

WARTABANGKA, SUNGAILIAT – Masyarakat lingkungan Kuday Utara, Kelurahan Sinarjaya Jelutung (Sinjel) Sungailiat, Kabupaten Bangka menerima paket sembako berupa beras, minyak, gula pasir dan lainnya.

Kaling Kuday Utara Sinarjaya Jelutung (Sinjel), Fornen mengatakan, paket sembako yang dibagikan merupakan bantuan dari mitra PT Timah.

“Ada 230 paket sembako yang kita bagikan. Isinya lengkap dari beras, minyak, makanan ringan termasuk juga sirup,” kata dia, Minggu (2/5).

Fornen berharap pemberian sembako dari mitra PT Timah tbk ini dapat membantu perekonomian dan bermanfaat untuk mengurangi beban kehidupan sehari-hari, terutama di situasi pandemi covid-19 ini.

“Terima kasih pemberian bantuan sembako oleh mitra PT Timah ini, semoga bantuan seperti ini dapat berkelanjutan kembali dikemudian nantinya,” harapnya.

Menurut Fornen, warga yang dapat menerima adalah warga yang terdata di lingkungan tersebut. Cukup dengan menyerahkan KTP atau kartu keluarga sebagai bukti.

Amin, warga sekitar mengaku sangat terbantu dengan adanya pemberian paket semabko gratis ini. Apalagi kata dia, disaat pandemi covid-19 seperti saat ini.

“Kami ucapkan Terima kasih, bantuan ini bermanfaat bagi kami masyarakar,” ucapnya. (zen)

RUPS Tahun Buku 2020, PT Timah Optimis Menjawab Tantangan Ke Depan

WARTABANGKA, JAKARTA – PT TIMAH Tbk (IDX: TINS) menggelar Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Tahun Buku 2020 di Hotel Ritz Carlton Jakarta, Selasa (6/4).

Dalam rapat dengan mematuhi protokol Covid-19 tersebut, telah dicapai beberapa kesepakatan yang telah disetujui oleh pemegang saham.

Selain persetujuan Laporan Tahunan Tahun Buku 2020, dan perubahan Nomenklatur Pengurus Perseroan, TINS disepakati absen untuk tebar dividen tahun buku 2020.

Kondisi Global

Tahun 2020 masih menjadi tahun yang cukup berat bagi hampir semua entitas bisnis di tanah air, tak terkecuali TINS. Dalam skala global, pandemi covid-19 telah memicu berkurangnya persediaan logam timah di London Metal Exchange (LME), meski di sisi lain hal tersebut telah mendorong kenaikan harga yang cukup signifikan.

Tercatat produksi timah dunia tahun 2020 sebesar 327.200 ton atau turun 7,70% dari tahun sebelumnya sebesar 354.500 ton. Adapun tingkat konsumsi timah dunia 2020 turun 4,62% menjadi sebesar 342.600 ton dari tahun 2019 yang menyentuh 359.200 ton. Defisit timah dunia pada masa pandemi terus melebar dari sebesar 4.700 ton pada 2019 menjadi sebesar 15.400 ton pada 2020.

Kinerja TINS

Sebagaimana disampaikan dalam Laporan Konsolidasian untuk tahun yang berakhir 31 Desember, Anak usaha MIND ID yang berkantor pusat di Kota Pangkalpinang, Bangka Belitung ini berhasil mencatatkan penjualan sebesar 55.782 ton atau 16,28% dari total konsumsi timah dunia. Berdasarkan lokasi tujuan ekspor TINS, Asia menempati posisi teratas 68%, disusul Eropa 17%, Amerika 14%, sedangkan konsumsi domestik hanya berkontribusi 2%.

Khusus kinerja produksi, sampai dengan Desember 2020, TINS berhasil menghasilkan bijih timah sebesar 39.757 ton atau turun sebesar 51,79% (2019: 82.460 ton). Dari pencapaian tersebut 71,35% berasal dari penambangan darat, sedangkan sisanya 28,65% berasal dari penambangan laut. Produksi logam timah turun 40,18% menjadi sebesar 45.698 ton dari tahun sebelumnya sebesar 76.389 ton.

Rendahnya produksi tak menyurutkan TINS untuk memenuhi permintaan konsumen di tengah harga yang merangkak naik. Dengan memanfaatkan persediaan logam timahnya, TINS berhasil membukukan penjualan logam timah sebesar 55.782 ton atau turun 17,61% dari tahun sebelumnya sebesar 67.704 ton.

Sedangkan untuk kinerja keuangan, TINS berhasil membukukan pendapatan usaha sebesar Rp 15,22 triliun, lebih rendah 21,33% dari tahun sebelumnya sebesar Rp19,34 triliun. Berbanding lurus dengan pendapatan, beban pokok pendapatan turun sebesar 22,54% menjadi Rp 14,10 triliun dari tahun sebelumnya Rp 18,20 triliun.

Rasio finansial menjadi salah satu indikator membaiknya performa sebuah emiten. Pada tahun 2020 rasio Gross Profit Margin (GPM) adalah 7,36% atau membaik dari tahun sebelumnya 5,91%. Hal serupa terlihat pula dari rasio Net Profit Margin (NPM) menjadi minus 2,24% dibandingkan tahun 2019 sebesar minus 3,16%.

Membaiknya finansial TINS terlihat dari beberapa perspektif berikut, diantaranya cashflow operasi sebesar Rp 5,40 triliun atau naik dibandingkan tahun 2019 sebesar minus Rp 2,08 triliun. EBITDA naik menjadi Rp 1,16 triliun dibandingkan tahun sebelumnya sebesar Rp 909 miliar. Adapun untuk Modal Kerja Bersih meningkat signifikan menjadi sebesar Rp 692,09 miliar dibandingkan tahun sebelumnya sebesar Rp 348,87 miliar.

Pada periode tahun 2020 Perseroan berhasil menurunkan utang bank sebesar Rp 4,22 triliun (2019: Rp 8,79 triliun). Di samping itu, TINS berhasil melunasi obligasi dan sukuk yang telah jatuh tempo pada September 2020 sebesar Rp 600 miliar. Sehingga total utang berbunga turun sebesar Rp 4,82 triliun. Adapun rugi bersih TINS pada periode 2020 tercatat sebesar Rp 341 miliar atau lebih rendah dari tahun sebelumnya sebesar Rp 611 miliar.

Pada tahun 2020 TINS melakukan penyesuaian atas aktiva pajak dan penurunan kinerja anak perusahaan yang tercermin melalui rugi penurunan nilai aset tetap serta penurunan nilai piutang turut berkontribusi terhadap belum optimalnya kinerja keuangan Perseroan secara konsolidasian.

Perubahan Nomenklatur Pengurus Perseroan

Sebagaimana disampaikan dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Tahun Buku 2020 ini, pemegang saham menyepakati perubahan nomenklatur pengurus perseroan yaitu Direktur Keuangan menjadi Direktur Keuangan dan Manajemen Resiko

Terkait perubahan Manajemen TINS, Sekretaris Perusahaan PT TIMAH Tbk, Muhammad Zulkarnaen menyampaikan, “Perubahan nomenklatur adalah hal yang wajar dilakukan mengingat tantangan perusahaan kedepan dan untuk itu kita optimis perusahaan akan menjawab tantangan dengan lebih baik lagi” jelasnya

Kondisi Saat ini dan Prospek ke Depan

Memasuki tahun 2021 harga komoditas logam timah mulai kinclong disebabkan menipisnya persediaan logam timah di London Metal Exchange (LME). Kemarin, Senin, 5 April 2020, harga logam timah versi LME bertengger di angka USD per metrik ton.

Hingga kini TINS terus bertransformasi menjadi perusahaan yang inovatif dan ramah lingkungan dalam eksploitasi timah di wilayah operasionalnya. Penambangan dilakukan melalui prosedur Good Mining Practice (GMP) yang berprinsip effective and cost-friendly mining method dalam penambangan timahnya.

Eksplorasi terus dilakukan untuk mendukung keberlangsungan bisnis TINS ke depannya. Bangka Belitung dan Kepulauan Riau masih akan menjadi lokasi utama penambangan timah, karena potensinya yang diprediksi masih cukup besar.

Namun demikian, tipe exploitable tin deposit akan berubah dari alluvial reserve menjadi primary reserve dengan tetap mengedepankan effective and cost-friendly mining method. (rls)

Puluhan Warga Desa Air Gantang Antusias Dapat Pelayanan Kesehatan Mobil Sehat PT Timah

WARTABANGKA, PARITTIGA– Mobil Sehat PT Timah Tbk mendatangi masyarakat Desa Air Gantang, Kecamatan Parittiga untuk memberikan pelayanan kesehatan bagi masyarakat yang membutuhkan, Kamis (1/4).

Puluhan lansia antusias untuk mendapatkan pelayanan kesehatan gratis yang merupakan program Corporate Social Responsibility (CSR) PT Timah Tbk. Mobil sehat PT Timah ini merupakan upaya PT Timah untuk mendekatkan pelayanan kesehatan kepada masyarakat khsususnya di lingkar tambang. Melalui pelayanan kesehatan gratis ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat.

Dilaksanakan di tengah pandemi Covid-19, pelayanan Mobil Sehat PT Timah Tbk dilaksanakan dengan menerapkan protokol kesehatan.

Kehadiran mobil sehat PT Timah ini diapresiasi oleh pemerintah desa, Kepala Desa Air Gantang Alikan mengatakan, pemeriksaan kesehatan gratis ini sangat membantu masyarakatnya.

“Kami berterimakasih kepada PT Timah yang telah memberikan pelayanan kesehatan kepada warga kami. Warga kami juga antusias sekali mengikuti ini. Warga kami malah pernah bertanya kapan mobil sehat datang ke sini, karena mereka sudah mendengar PT Timah punya mobil sehat,” ujarnya.

Menurutnya, kehadiran mobil sehat PT Timah sangat membantu warganya, apalagindi tengah himpitan ekonomi masyarakat saat ini.

“Saya selaku Kepala Desa sangat merasa bangga, apalagi di saat pandemi seperti ini dimana biaya yang tinggi dengan pendapatan yang rendah sangat menyulitkan warga kami, terimasih PT Timah,” ucapnya.

Marsinah (48) warga Desa Air Gantang yang mendapatkan pelayanan kesehatan ininmengatakan dirinya sangat senang dengan adanya mobil sehat ini. Dirinya, yang sudah tiga tahun mengidap penyakit.

“Alhamdulillah, dengan program ini saya sangat senang dan terbantu untuk memeriksakan kesehatan saya yang sedang mengidap penyakit gula darah, diabetes, asam urat dan darah tinggi. Karena ini sangat membantu saya,” ucap Marsinah.

Senada, Samsuryana (72) mengatakan, mobil sehat ini sangat membantu dirinya untuk mendapatkan pelayanan kesehatan. Sebelumya, jika ingin berobat mereka hanya bisa ke Puskesmas di Air Gantang dan ke Jebus.

“Saya sudah banyak sakitnya, biasanya ke Puskesmas berobat, kadang naik motor kalau berobat diantar anak. Sangat terbantu dengan mobil sehat ini lebih dekat berobat, semoga nanti ada lagi ke sini,” harapnya.

Kepala Bidang Komunikasi Perusahaan PT Timah Tbk, Anggi Siahaan mengatakan, Mobil Sehat PT Timah Tbk merupakan bentuk komitmen perusahaan untuk mendekatkan pelayanan kesehatan masyarakat. Selain itu, melalui mobil sehat ini diharapkan masyarakat juga dapat mendapatkan pelayanan kesehatan tanpa harus berpikir soal biaya.

“Mobil sehat ini sudah dilakukan di beberapa tempat dan ini berkeliling mendatangi warga yang membutuhkan pelayanan. Dengan mobil sehat ini kita berharap dapat mewujudkan pelayanan kesehatan masyarakat yang terjangkau,” kata Anggi.

Sejak diluncurkan pada akhir tahun lalu, Mobil Sehat PT Timah telah mengunjungi beberapa daerah untuk memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakata diantaranya masyarakat Kabupaten Bangka, Bangka Selatan, Bangka Tengah, dan Bangka Barat.(rls)

Tim Pemadam Kebakaran PT Timah di UPLB Belinyu Siaga Padamkan Kebakaran

WARTABANGKA – Tim Tanggap Darurat pamadam kebakaran yang disiagakan PT Timah Tbk di Unit Produksi Laut Bangka (UPLB) Belinyu bersama Tripika terus siaga membantu memadamkan kebakaran yang terjadi di Wilayah Kecamatan Belinyu hingga Kecamatan Silip.

Akhir pekan lalu, tim pemadam kebakaran juga membantu memadamkan rumah warga Kampung Air Kacip, Belinyu yang ludes terbakar, Sabtu (26/3/2021).

Sepanjang tahun 2021 ini, tim pemadam kebakaran UPLB Belinyu telah membantu memadamkan tiga kali kebakaran, dua diantaranya kebakaran rumah dan satu lagi kebakaran hutan.

Sedangkan tahun 2020 tim juga turun memadamkan kebakaran sebanyak satu kali. Tahun 2020 juga, tim melakukan penyemprotan cairan disinfektan ke kelurahan yang membutuhkan. Selain itu, juga menyuplai air untuk tedmon tempat cuci tangan.

Sedangkan tahun 2019, tim pemadam kebakaran UPLB Belinyu telah memadamkan sebanyak 42 kali kejadian baik kebakaran hutan dan lahan maupun kebakaran rumah.

Selain untuk memadamkan kebakaran, sejak pandemic Covid-19 ini mobil pemadam kebakaran juga diperuntukkan untuk melakukan penyemprotan disinfektan untuk memcegah penyebaran Covid-19.

Kepala Bidang Komunikasi Perusahaan PT Timah Tbk, Anggi Siahaan mengatakan, mobil kebakaran yang disigakan di masing-masing unit usaha memang tidak hanya diperuntukkan untuk perusahaan saja. Melainkan, juga dibutuhkan dapat membantu pemerintah atau instansi terkait dan masyarakat untuk membantu memadamkan kebakaran dengan cepat.

“Tidak hanya untuk operasional perusahaan, mobil pemadam kebakaran juga diperbantukan untuk masyarakat yang membutuhkan. Apalagi jika lokasi kejadian dekat dengan tempat disiagkan mobilnya,” ujar Anggi.

Ia menyebutkan, PT Timah terus berupaya untuk membantu masyarakat, kehadiran mobil pemadam kebakaran yang telah ada beberapa tahun silam diharapkan dapat memberikan manfaat kepada masyarakat.(rls)

Gubernur Babel dan Menko Luhut Setuju Berantas Penyelundupan Tin Slag

WARTABANGKA, PANGKALPINANG – Gubernur Kepulauan Bangka Belitung (Babel), Erzaldi Rosman menyampaikan kepada Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan bahwa, ada dugaan telah terjadi tindakan ilegal oleh oknum pengekspor dalam kasus pengiriman tin slag (timah peleburan) dari wilayahnya.
     
Gubernur Erzaldi berpendapat, ada oknum pengekspor tin slag yang beralibi melakukan pengiriman antar pulau, padahal hal itu juga termasuk ilegal.
     
Apalagi dalam praktiknya mereka merubah haluan dan mengekspor keluar negeri.
“Kami berupaya kegiatan ini dapat dicegah sehingga proses pemurnian bisa dilakukan di Babel,” terang Gubernur Erzaldi di depan Menko Luhut Binsar saat mengadakan Rapat Koordinasi (Rakor) secara virtual terkait penanganan limbah slag tambang timah, Senin (29/03).
     
Gubernur mengatakan, maraknya penyelundupan limbah peleburan timah dari Pemprov. Babel ke luar negeri menyebabkan kerugian pada negara. Hal ini juga berimbas pada pencemaran dan kerusakan lingkungan darat dan laut akibat limbah, serta tak jarang  menelan korban jiwa.
     
Gubernur mengatakan tujuan pertemuan tersebut untuk merumuskan pencegahan dikarenakan semakin maraknya penyelundupan mineral ikutan yang kini banyak dilirik oleh industri teknologi tinggi.
     
“Kami sudah mengeluarkan kebijakan Perda No.1 Tahun 2019 tentang Pengelolaan Mineral Ikutan dan Produk Samping Timah, di dalam aturan tersebut terdapat larangan pengiriman mineral ikutan timah keluar negeri,” ujarnya.
     
Oleh karena itu, gubernur yang akrab disapa Bang ER berharap adanya pembangunan industri pengolahan dan pemanfaatan limbah slag timah untuk pemenuhan kebutuhan industri dalam negeri, dengan memanfaatkan Tingkat Kandungan Dalam Negeri (TKDN) yang tinggi seperti industri baterai dan advance material.
     
“Di Babel sendiri, hanya ada 2 tempat pemurnian mineral ikutan yang menghasilkan zircon dengan kadar minimum 64 persen sesuai dengan Permen ESDM No. 05 Tahun 2017. Maka saya minta untuk diperhatikan terkait penambahan tempat pengelolaan hingga hilirisasi mineral ikutan di Babel agar suplai untuk industri nasional meningkat seperti industri baterai,” terangnya.
     
Dia juga berharap teknologi pertambangan, khususnya di laut agar dimodernisasi mengutamakan aspek ramah lingkungan, dikarenakan penambangan timah saat ini menghasilkan limbah yang menyebabkan kerusakan lingkungan dan ekosistem laut dan pencemaran lingkungan akibat limbah (tailing).
 
Bagaimana tanggapan Menko Luhut?
 
Mendengar laporan tersebut, Menko Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan mengintruksikan kepada berbagai stakeholder penegakan hukum untuk memberantas penyelundupan slag timah di Babel.
     
“Saya minta untuk KPK, TNI, POLRI, Kejaksaan, BAKAMLA untuk serius memberantas tindakan penyeludupan tersebut, apabila ada oknum yang bermain segera proses,” perintahnya.
     
Dirinya menjelaskan Indonesia menduduki peringkat ke-2 persentase cadangan timah terbesar di dunia, dan monasit sebagai mineral ikutan bijih timah dapat dikelola menjadi komoditas bernilai tinggi dan bermanfaat besar seperti industri magnet, baterai, dan advance material.
     
Di samping itu, potensi pemanfaatan limbah timah mengandung unsur Logam Tanah Jarang (LTJ), seperti Thorium, Itrium, Samarium, Uranium, Cerium, Lantanum, serta Neodimium yang digunakan untuk industri elektronika, industri pertahanan, industri kendaraan hybrid.
     
“Harga penjualan di Babel berkisar Rp3.000 hingga Rp5.000 per/kg, bayangkan harga di Internasional, setelah proses pengolahan sekitar $1.000 per/kg. Oleh karena itu, saya minta kita jangan ekspor langsung tapi diolah terlebih dahulu di dalam negeri,” jelasnya.
     
Hasil rapat koordinasi tersebut, Menko Luhut menyimpulkan bahwa perlunya pengaturan teknis pengelolaan dan pemanfaatan limbah slag timah sebagai turunan PP 22/2021 (status limbah B3) terutama pada aspek pengawasan pengelolaan limbah B3. Juga dibutuhkan kejelasan status ekspor limbah slag timah terkait pendataan dan perijinan.
     
“Selain itu perlu memperkuat upaya pengawasan, pengendalian, serta penegakan hukum terhadap upaya penyelundupan dan mendorong industri pengolahan dan pemanfaatan limbah slag timah untuk pemenuhan kebutuhan industri dalam negeri dengan memanfaatkan Tingkat Kandungan Dalam Negeri (TKDN) yang tinggi,” tambahnya.
     
Di samping itu, Menko Luhut juga meminta  pemanfaatan monasit perlu melibatkan perusahaan lokal (BUMD) dan diperlukan dukungan dan sinergi antar kementerian, lembaga dan pemerintah daerah dalam penertiban pengelolaan limbah slag timah untuk menjaga lingkungan dan pemanfaatan nilai ekonominya. (Diskominfo Babel)

30 Unit KWH Meter Bagi Masyarakat Tanjung Gunung

WARTABANGKA, PANGKALANBARU– Fitriani tak pernah menyangka akhirnya bisa memiliki KWH meter sendiri di rumahnya. Selama ini, Ia dan keluarganya menyambung listrik di rumah tetangganya.

Saat listrik memang sudah menjadi kebutuhan utama rumah tangga, namun tidak bagi Fitriani dan keluarganya. Pasalnya, ditengah himpitan ekonomi ini mereka terpaksa harus menunda keinginan untuk memiliki KWH sendiri lantaran lebih memprioritaskan untuk kebutuhan sehari-hari.

Fitriani adalah salah satu dari 30 warga Desa Tanjung Gunung, Kabupaten Bangka Tengah yang menerima bantuan pemasangan KWH yang dilakukan oleh PT Timah Tbk melalui CSR.

Ibu dua anak ini menceritakan, tiga tahun menempati rumah yang berdinding bambu dan papan serta berlantaikan semen kasar, bagian atapnya pun bocor saat hujan. Tak membuat Ia dan keluarga putus asa meski tak memiliki KWH sendiri di rumahnya. Pasalnya, rumah mereka masih bisa teraliri listrik dengan menyambung dari rumah tetangga yang berjarak sekitar 50 meter dari rumahnya.

“Nyambung ke tetangga selama ini, kabelnya juga dapat pinjaman dari tetangga ditambah nyari kabel-kabel sisa. Harap maklum lah kalau mau pasang KWH enggak ada duit, ada duit untuk beli beras sekilo juga sudah bersyukur. Pernah nanya untuk pasang KWH baru itu sekitar Rp 1 jutaan,” katanya.

Selama menyambung listrik di tetangganya, dirinya harus membayar iuran sebesar Rp 100 ribu per bulan. Menurutnya, jika tak bisa membayar biasanya Ia dibantu tetangga dengan membayar semampunya.

“Kalau listrik tetangga itu enggak subsidi, beli Rp 20 ribu masuknya hanya sekitar Rp 13 ribuan. Saya bersykur sekali dengan adanya KWH sendiri dan ini subsidi bisa mengurangi biaya listrik, pengeluaran untuk listrik jadi berkurang karena saya hanya pakai listrik untuk lampu, rice cooker, kipas angin kecil dan TV,” ujarnya.

Dirinya juga menyampaikan apresiasi kepada PT Timah dan Pemerintah Desa yang telah membantu Ia dan keluarganya untuk memilki KWH sendiri.

“Saya awalnya dapat informasi dari tetangga, lalu saya ke kantor Desa untuk bertanya dan mengusulkan, Alhamdullillahnya dibantu PT Timah. Sangat bersyukur dan berterimakasih kepada PT Timah yang sudah sangat membantu kami dengan memberikan bantuan pemasangan KWH baru ini,” ujarnya.

“Semoga PT Timah tetap jaya dan bisa lebih banyak lagi membantu masyarakat,” harapnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Komunikasi Perusahaan PT Timah Tbk, Anggi Siahaan mengatakan program CSR berupa pemasangan KWH meter ini untuk membantu masyarakat yang kurang beruntung secara ekonomi. Melalui program ini juga, diharapkan dapat memenuhi kebutuhan listrik masyarakat.

“CSR ini terdiri dari beberapa program, salah satunya pemasangan KWH listrik untuk masyarakat yang kurang beruntung secara ekonomi, sehingga mereka bisa memiliki listrik untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga. Kami berharap, bantuan ini bermanfaat untuk masyarakat,” tutupnya.(rls)

PT Timah Bersama Nelayan Tanjung Gunung Tenggelamkan 55 Unit Rumpon

WARTABANGKA, PANGKALANBARU– PT Timah Tbk bersama nelayan desa Tanjung Gunung menenggelamkan sebanyak 55 unit rumpon atau rumah ikan di Laut Tanjung Gunung, Bangka Tengah, Rabu (24/3). Rumpon-rumpon ini ditenggelamkan ke tujuh titik. Jenis rumpon yang ditenggelamkan ini terdiri dari enam jenis seperti bundar, kotak dan limas.

Selain menenggelamkan rumpon, sebelumnya PT Timah juga melibatkan para nelayan untuk membuat puluhan rumpon ini. Pembuatan dan penenggelaman rumpon bersama nelayan ini merupakan program CSR PT Timah bidang Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM).

Bendahara Kelompok Nelayan Semujur Indah, Junior mengatakan pembuatan dan penenggelaman rumpon ini tidak hanya melibatkan kelompok mereka saja. Melainkan juga, nelayan dari kelompok lainnya. Pasalnya, rumpon-rumpon ini nantinya juga akan dimanfaatkan nelayan untuk meningkatkan hasil tangkap nelayan.

Ia mengatakan, pembuatan rumpon hingga penenggelaman ini diselesaikan dalam waktu dua pekan bersama nelayan.

“Kelompok kami saja ada 11 nelayan, tapi nelayan dari kelompok lainnya juga ikut mendukung kegiatan ini baik pembuatan maupun penenggelaman, artinya semua nelayan ikut. Selain menenggelamkan 55 rumpon kita juga menenggelamkan bambu sekitar 100 batang dan kelapa sekitar 200 daun. Ini semuanya melibatkan nelayan, kapal yang digunakan juga kapal nelayan,” katanya.

Menurut Junior, penenggelaman rumpon ini memberikan banyak manfaat bagi nelayan untuk meningkatkan hasil tangkapan nelayan. Dengan adanya rumah ikan ini, para nelayan bisa lebih mudah untuk mendapatkan hasil tangkapan.

“Dengan adanya rumpon ini sangat-sangat memudahkan nelayan untuk meningkatkan hasil tangkapan nelayan, dengan adanya rumah ikan ini kan ikan ngumpul di sini, sehingga nantinya kita lebih mudah dan terarah untuk menangkap ikan,” ujarnya.

Menurutnya, selama ini hasil tangkapan nelayan fluktuatif dan tergantung musim, Ia berharap nantinya dengan adanya rumpon ini dapat meningkatkan hasil tangkapan nelayan menjadi lebih banyak.

“Dengan adanya rumpon hasil tangkapan nelayan bisa meningkat, kalau selama ini berkisar 60 kg semoga bisa jadi 100 kg karena kan semakin banyak ikan yang ngumpul dan kita sudah tau titik arahnya. Alhamdullillah ini sangat memudahkan, jadi kita memancing itu sudah tau arahnya, kalau dulu kan enggak tau tujuannya asal mancing di laut, dengan adanya rumpon kita jadi punya tujuan,” bebernya.

Menurutnya, sudah lama pihaknya tidak menenggelamkan rumpon lantaran terkendala biaya. Pembuatan rumpon ini memakan biaya yang tidak murah, untuk itu mereka sangat antusias saat diajak PT Timah untuk membuat rumpon lalu menenggelamkannya.

“Ini sudah lama tidak pernah dilakukan, sekitar 10 tahun yang lalu, bisa dibilang ini yang pertama menenggelamkan rumpon yang dari beton ini. Kalau mau bikin sendiri kan ini lumayan biayanya, apalagi disaat seperti ini. Makanya kami sangat terbantu dengan adanya program dari PT Timah ini,” ujarnya.

Ia berharap nantinya, dengan meningkatkan hasil tangkapan nelayan juga berdampak pada peningkatakan pendapatan dan ekonomi keluarga nelayan.

Sementara itu, Kepala Bidang Komunikasi Perusahaan PT Timah Tbk, Anggi Siahaan mengatakan PT Timah Tbk melalui CSR terus berupaya untuk melakukan pemberdayaan masyarakat melalui beberapa program. Salah satunya pembuatan dan penenggelaman rumpon ini.

Ia berharap, selain meningkatkan hasil tangkapan nelayan rumpon ini juga diharapkan dapat mendukung wisata bawah laut dan juga menjaga ekosistem laut. Tak hanya itu, Anggi juga berharap pendapatan nelayan dapat meningkat sehingga dapat menggerakkan ekonomi masyarakat.

“PT Timah melalui CSR tidak hanya melaksanakan kegiatan sosial, tapi juga program PPM yang nantinya diharapkan dapat meningkatkan pendapatan masyarakat sekitar tambang. Melalui program pemberdayaan ini kita integrasikan dengan potensi di masing-masing daerah,” ujarnya.

Sebelumnya, PT Timah Tbk bersama nelaya Rebo, Sungailiat, Kabupaten Bangka juga telah menenggelamkan 110 unit rumpon yang dibuat dan ditenggelamkan oleh nelayan pada akhir tahun lalu. (rls)

PPS ALOBI Pelihara 31 Buaya di Kampoeng Reklamasi Air Jangkang

WARTABANGKA, MERAWANG– Lembaga Konservasi Pusat Penyelamatan Satwa (PPS) ALOBI di Kawasan Kampoeng Reklamasi Air Jangkang merawat sebanyak 31 ekor buaya di kolong penangkaran buaya.

Manager PPS ALobi Foundation, Endy Yusuf mengatakan Lembaga Konservasi Pusat Penyelamatan Satwa (PPS) di Kawasan Kampoeng Reklamasi Air Jangkang ini merupakan kerjasama ALOBI Foundation dengan PT Timah Tbk untuk merehabilitasi satwa.

Menurut dia, saat ini ada 31 ekor buaya yang sedang dirawat di PPS ALOBI Air Jangkang, umumnya buaya yang ada di PPS merupakan buaya yang berkonfik dengan masyarakat.

“Kita menunggu penetepan dari pemerintah tentang zona kawasan buaya sebagai tempat pelepasliaran buaya. Ini yang masih kita tunggu dari pemerintah daerah dan pemerintah pusat yang sedang mengkaji lokasi pelepasliaran buaya,”kata Endy.

Saat ini, pihaknya tidak bisa lagi menampung buaya lebih lama karena keterbatasan tempat. Dengan kandang yang berukuran 40×40 ini, PPS ALOBI hanya bisa menampung sebanyak 40 ekor buaya.

Semula, kata Endy Pihaknya sengaja membuat kandang buaya ini sebagai upaya penanggulangan pertama untuk menangani konflik buaya dan manusia. Namun, ini hanya bersifat sementara.

“Zona pelepasliaran buaya ini memang sulit untuk ditetapkan, karena menimbang daerah aliran sungai kita banyak aktivitas masyarakat,” ujarnya.

Menurutnya, solusi yang bisa dilakukan kedepan pihaknya berharap kepada PT Timah membuat penangkaran buaya yang bisa menampung lebih banyak lagi buaya untuk menangani konflik buaya.

“Kita berharap PT Timah nantinya bisa membuat penangkaran buaya untuk menangani konflik buaya dan manusia sehingga nanti bisa untuk membantu penangkaran, karena memang belum punya tempat pelepasliaran,” tutup Endy.

Selain merawat buaya, ALOBI Foundation bekerjasama dengan PT Timah untuk mengelola PPS yang menangani ratusan satwa yang direhabilitasi dalam 36 kandang. Berdasarkan data Februari lalu saat ini ALOBI sedang merehabilitasi 98 satwa dengan 41 jenis satwa dalam beberapa katagori seperti unggas, primata dan mamalia.(rls)

Dukung Kehadiran Petani Milenial, PT Timah Serahkan Bantuan untuk Pemuda Tani HKTI Bangka Belitung

WARTABANGKA, PANGKALPINANG– PT Timah Tbk mendukung kegiatan pelantikan Pemuda Tani Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Bangka Belitung yang akan digelar bulan depan. Dukungan ini ditunjukkan dengan bantuan yang diberikan perusahaan yang bergerak di bidang pertambangan timah.

Sekjen Pemuda Tani HKTI Bangka Belitung, Heru Subastian mengatakan Pemuda Tani HKTI ini merupakan organisasi sayap dari HKTI yang menjadi organisasi untuk mewadahi petani milenial di Babel dan sekaligus menjalankan program edukasi kepada generasi muda untuk menjadi petani.

Menurut Heru, Bangka Belitung memiliki potensi pertanian yang sangat besar dan pertain menjadi salah satu sektor unggulan. Untuk itu, generasi muda perlu dikenalkan dengan dunia pertanian yang lebih luas sehingga nantinya akan memunculkan petani-petani milenial yang mengelola pertanian dengan teknologi.

“Pemuda Tani HKTI Babel ini organisasi sayap dari HKTI, melalui wadah organisasi ini nanti kita akan lakukan edukasi kepada anak-anak SMA dan mahasiswa di Universitas yang ada di Bangka Belitung bahwa petani ini peluang kerjanya sangat luas,” ujarnya saat menerima batuan dari PT Timah, Senin (22/3).

Menurut Heru, saat ini pihaknya juga mendorong anak muda di Bangka Belitung untuk memiliki mentalitas sebagai petani, sehingga nantinya sektor pertanian yang digarap generasi muda semakin berkembang.

Heru menjelaskan dukungan dari PT Timah ini sangat membantu mereka, Ia berharap nantinya sinergi ini akan terus berjalan dan PT Timah dapat mendukung berbagai program Petani Muda HKTI.

“Kami apresiasi bantuan dari PT Timah ini, kami berharap sinergi ini dapat terus berjalan. Kami tau PT Timah juga punya program-program terkait pertanian yang beririsan dengan program kami sehingga ini bisa disinergikan bersama untuk membangkitkan sektor pertanian di Babel,” ujarnya. (rls)

PT Timah Salurkan Bantuan Kecelakaan Laut untuk Nelayan di Sungailiat

WARTABANGKA, SUNGAILIAT– PT Timah Tbk menyalurkan bantuan kepada 12 Nelayan di Kabupaten Bangka yang mengalami kecelakaan saat sedang melaut. Bantuan berupa uang tunai ini diserahkan di Kotaku Nelayan I, Sungailiat, Jumat (19/3).

Sebagaimana diketahui banyak nelayan mengalami kecelakaan di laut akibat cuaca yang kurang bersahabat. Beberapa kecelakaan yang dialami para nelayan diantaranya ialah kapal tenggelam akibat cuaca dan kebakaran kapal yang disebabkan mesinnya terbakar.

Bantuan ini diharapkan dapat meringankan beban para nelayan yang ditimpa musibah ini. Sehingga dengan bantuan ini bisa menjadi modal maupun untuk membantu memenuhi kebutuhan nelayan.

Atok (33) salah satu peneriman bantuan mengatakan, dirinya mengalami kecelakaan laut pada Desember lalu lantaran mesin dan hidrolik di kapalnya terbakar yang menyebabkan perahunya masih tinggal sepotong.

“Namanya musibah, saya berempat dengan teman. Terimakasih atas bantuan PT Timah ini, karena kapal saya kemarin itu terbakar dan butuh biaya puluhan juga untuk memperbaikinya, jadi membantu saya,” katanya.

Senada, Nasran (32) nelayan yang meceritkan bahwa perahu yang digunakannya untuk mencari nafkah tenggelam beberapa waktu lalu. Saat itu, menurutnya cuaca cukup esktrim sehingga perahu kehilangan kendali.

“Tenggelam perahu saya karena cuacanya ektrem, gelombang kencang, Kami terimakasih kepada PT Timah dengan adanya bantuan ini,” ujarnya.

Sopian (46) yang juga mengalami hal serupa menceritakan kapal yang dikemudikan terbakar saat di laut. Tak ayal, akibat dari musibah ini membuat dirinya harus memperbaiki perahu lagi.

“Senanglah dengan adanya bantuan dari PT Timah ini karena kemarin kapal saya kebakaran. Terimakasih lah bantuannya,” ujarnya.

Bantuan yang disalurkan PT Timah ini diapresiasi oleh Ketua DPC HNSI Kabupaten Bangka Lukman. Menurutnya, PT Timah sudah membantu para nelayan yang tertimpa musibah. Menurutnya, ini bukan pertama kali PT Timah membantu nelayan.

“Kami mengucapkan terimakasih kepada PT Timah yang selalu memperhatikan nelayan, kami bermitra baik dengan PT Timah, tidak hanya bantuan nelayan tapi beberapa agenda kegiatan HNSI juga dibantu oleh PT Timah,” katanya.

“Mudah-mudahan bantuan ini bisa meringankan beban rekan-rekan kami. Kita saling membantu,” sambungnya. (rls)