UMKM

Gelar Penyebarluasan Perda Pemberdayaan Koperasi dan UMKM, Ferdiyansyah Ajak Warga Kreatif

WARTABANGKA, KOBA – Anggota DPRD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel), Ferdiyansyah menyambangi Desa Terentang, Kecamatan Koba, Kabupaten Bangka Tengah, Sabtu (11/12), dalam rangka Penyebarluasan Peraturan Daerah (Perda) Nomor 13 Tahun 2017 tentang Pemberdayaan Koperasi dan UMKM.

Dalam sambutannya Ferdiyansyah mengatakan, bagi masyarakat yang ingin menjalankan usaha, pemerintah memberikan kemudahan-kemudahan.

Terlebih lagi, sektor UMKM merupakan tumpuan perekonomian di masa pandemi sekarang ini.
Ia juga menyampaikan, hampir 90 persen struktur ekonomi nasional dari sektor UMKM menjadi bantalan utama saat terjadi krisis.

“Pemerintah akan selalu berupaya memberikan perhatian dan dukungan baik itu bantuan pembiayaan atau permodalan, serta sampai tata cara mendaftarkan usaha agar terdaftar dan mempunyai perlindungan hukum. Salah satunya, dengan mengeluarkan perda ini,” ucap Ferdiyansyah.

Terlebih lagi lanjutnya, untuk ibu-ibu rumah tangga yang notabene di rumah tidak ada kegiatan, dapat memanfaatkan waktu luangnya dengan kreativitas sendiri.

Yakni, membuat usaha UMKM, seperti membuat kretek, kue maupun warung makan.

Begitupun bila memerlukan pendampingan ataupun bimbingan masyarakat lanjutnya, bisa langsung mendatangi kepala desa setempat yang kemudian akan disampaikan ke kecamatan dan penyuluh untuk membantu masyarakat yang ingin membuka usaha.

Dimana dengan adanya bimbingan ini UMKM dapat maju dan berkembang.

“Kalau ada usaha kembangkanlah. Insyaallah pemerintah akan melindungi dan membantu,” tukasnya. (*/rls)

Di Kelurahan Berok, Ferdiyansyah Ajak Masyarakat Memajukan Koperasi dan UMKM

WARTABANGKA, KOBA – Anggota DPRD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) Ferdiyansyah, kembali menggelar kegiatan penyebarluasan perda di kawasan Kelurahan Berok, Kecamatan Koba, Bangka Tengah, Sabtu (4/12).

Bertemu masyarakat disana, ia bersama Sopiar, Kabid Koperasi Dinas Koperasi dan UMKM Prov. Kep. Bangka Belitung menjelaskan Perda Nomor 13 tahun 2017, tentang Pemberdayaan Koperasi dan UMKM.

Bang Ferdi, sapaan akrabnya, mengatakan tujuan perda ini dibuat adalah untuk memberi kemudahan kepada masyarakat dalam menjalankan usaha kecil.

Melalui perda ini masyarakat akan lebih mudah melakukan kegiatan pembiayaan dan permodalan, sampai tata cara mendaftarkan usaha mereka agar terdaftar dan mempunyai perlindungan hukum.

“Perda ini bertujuan mengakomodir masyarakat yang punya usaha, mau membuat koperasi. Nanti dari perda ini diturunkan pergub atau peraturan gubernur. Nah, disinilah syarat-syarat detail tersebut bisa bapak ibu temui,” tutur Ferdi.

Kedepan, menurutnya, banyak sekali manfaat untuk UMKM jika mereka sudah terdaftar di dinas.

Diantaranya adalah mendapat bantuan modal dari pemerintah pusat.

“Semuanya berdasarkan data usaha bapak-ibu yang sudah didaftarkan,” imbuhnya.

Di kesempatan yang sama, Sopiar menjelaskan ada tujuh ruang lingkup dari perda ini.

Yakni, pelaksanaan dan pemberdayaan, pembiayaan dan penjaminan, perlindungan dan pengukuhan izin usaha, pengembangan usaha, kemitraan dan jaringan usaha, koordinasi dan pengendalian usaha, pembinaan dan pengawasan usaha.

“Ruang lingkup ini masih sangat luas, maka dari itu turun lagi Pergub nomor 48 Tahun 2018 terkait pelaksanaan Perda Nomor 13 tahun 2017 ini,” jelasnya.

Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa peran dari dinas adalah membantu masyarakat yang mempunyai usaha agar mendapatkan kemudahan memajukan usaha mereka.

Untuk itu, masyarakat diminta tidak sungkan-sungkan berkoordinasi dengan pemerintah, baik dari pemdes, pemkab atau pemerintah provinsi langsung, guna mendapatkan informasi tentang pemberdayaan koperasi dan UMKM.

“Kita selalu siap membantu masyarakat jika ingin mendapatkan informasi lebih lanjut tentang pengembangan usaha kecil,” tambah Sopiar.

Menutup pertemuan, Ferdansyah mengajak masyarakat pelaku usaha untuk lebih giat lagi menumbuhkan usahanya.

Tidak hanya masyarakat, namun perangkat desa juga aktif membantu masyarakat.

“Banyak hal yang bisa dimanfaatkan dalam sektor koperasi dan usaha kecil ini. Untuk itu, adanya keaktifan masyarakat untuk bertanya kantor desa serta keaktifan kades untuk membantu perkembangan koperasi dan usaha kecil agar tercipta masyarakat yang punya penghasilan yang memadai,” tutupnya. (*/rls)

Heryawandi Sebarluaskan Perda Ekonomi Kreatif di Desa Sangku Tempilang

WARTABANGKA, TEMPILANG – Anggota DPRD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Heryawandi, turut serta melaksanakan penyebarluasan Peraturan Daerah (Perda) Nomor 9 Tahun 2018 tentang pengembangan ekonomi kreatif, di Desa Sangku, Kecamatan Tempilang, Kabupaten Bangka Barat, Jumat (5/11).
 
Heryawandi, menjelaskan, bahwa ekonomi kreatif saat ini sudah berkembang, sehingga untuk mendorong agar menjadi lebih baik yakni dengan pemanfaatan teknologi.

Ia pun mengharapkan, pengembangan ekonomi kreatif ini dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat di Desa Sangku.

“Contohnya, Tempilang ini adalah penghasil udang, tapi produknya hanya terasi. Udang tersebut dapat dikreatifkan lagi menjadi banyak produk. Ekonomi kreatif paling memungkinkan dilakukan oleh ibu-ibu, karena ibu-ibu ini memiliki banyak waktu di rumah. Waktu tersebut bisa diisi dengan melakukan usaha dan mengembangkan ekonomi kreatif,” ungkap Heryawandi.

Bertindak selaku narasumber yakni Master Mentor Kementerian KOP dan UKM RI, Yeni Fransisca menyampaikan, akibat pandemi Covid-19 berdampak terhadap perekonomian masyarakat, salah satunya UMKM yang terdampak terhadap penurunan penjualan bahkan usahanya tutup.

“Oleh karena itu, dalam Perda ini DPRD bersama gubernur membuat terobosan baru tentang ekonomi kreatif. Pemerintah sangat mendorong ekonomi kreatif, karena dapat mendorong penjualan apalagi memanfaatkan teknologi ponsel pintar,” ungkapnya.

“Di Desa Sangku memiliki komoditas sahang, bisa dijual bernilai seperti dibuat kemasan cantik, izin dan lainnya. Bisa dijual online maupun melalui pameran-pameran,” imbuh Yeni.

Di kesempatan yang sama, Sekretaris Desa Sangku Ardianto menyampaikan industri rumahan Desa Sangku yakni industri kuliner, yakni tempe. (*/rls)

Herman Suhadi : Ekonomi Kreatif Penting dan Bermanfaat Bagi Masyarakat

WARTABANGKA, SUNGAILIAT – Ketua DPRD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel), Herman Suhadi, S. Sos, terus berupaya memotivasi masyarakat agar lebih kreatif dan inovatif.

Pasalnya, pengembangan ekonomi kreatif sangat penting dan bermanfaat dalam mempercepat pemulihan ekonomi di tengah pandemi covid-19.

“Terkadang masyarakat banyak yang tidak tahu keberadaan Perda, maka perlu wadah atau tempat untuk menyampaikan peraturan itu ke masyarakat, bentuknya penyebarluasan Perda ini,” jelas Ketua DPRD Babel Herman Suhadi, saat melaksanakan penyebarluasan Perda, di salah satu rumah warga Kelurahan Kenanga Kecamatan Sungailiat Kabupaten Bangka, Jumat (5/11).

Herman melaksanakan penyebarluasan peraturan daerah (Perda) Nomor 9 Tahun 2018 Tentang Pengembangan Ekonomi Kreatif, didampingi Lurah kenanga Hari Rusman dan Satera tenaga ahli ketua DPRD Babel serta Sekretaris DPRD Babel, M. Haris, AR. AP dan dihadiri puluhan masyarakat Kenanga dengan antusias.

Lebih jauh dijelaskan Politisi PDIP Bangka, bahwa dengan adanya Perda No. 9 Tahun 2018 Tentang Pengembangan Ekonomi Kreatif, sebagai bentuk perhatian pemerintah dalam pemberdayaan dan menggali potensi masyarakat, yang tentunya akan berimbas pada peningkatan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat.

“Ekonomi kreatif sangat penting dan bermanfaat bagi masyarakat, itu dibuktikan dengan adanya Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Uno. Tujuannya, kita ingin menggali potensi-potensi ekonomi kreatif masyarakat,” imbuhnya.

Untuk itu, katanya, Pemerintah Provinsi Babel membuat regulasi tentang pengembangan ekonomi kreatif, tersebut mencakup perlindungan, penghargaan maupun bantuan pendanaan dari pemerintah.

Sehingga masyarakat dan pemerintah bisa bersinergi dalam rangka mengembangkan ekonomi kreatif.

“Saya yakin dan percaya ekonomi kreatif di Bangka Belitung ini sangat luar biasa,  banyak sekali hanya belum terangkat ke permukaan. Dengan adanya Perda ini kita sangat berharap agar masyarakat lebih kreatif dan pemerintah juga berkreasi untuk itu,” pungkasnya.

Sementara itu, Lurah Kenanga Hari Rusman, menyampaikan rasa terima kasihnya kepada Ketua DPRD Babel.

Sebab, Desa Kenanga mendapat kepercayaan sebagai tempat melaksanakan kegiatan penyebarluasan Perda.

“Kami harapkan bapak/ibu yang hadir ini, kita dapat mendengar secara seksama apa yang nanti akan disampaikan pemateri. Kalau mengerti Alhamdulillah, kalau tidak mengerti silahkan untuk bertanya,” ujarnya.

Pada kesempatan yang sama, Ustaz Satera tenaga ahli ketua DPRD Bangka Belitung, mengatakan, didalam Perda No. 9 Tahun 2018 Tentang Pengembangan Ekonomi Kreatif, ada delapan ruang lingkup yang penting untuk diketahui masyarakat.

Pertama, tanggung jawab pemerintah daerah, pengembangan sumber daya manusia,  pengembangan usaha, penghargaan, kelembagaan, pembinaan, pengawasan dan pengendalian, kerjasama dan pendanaan.

“Perda ekonomi kreatif ini ada tanggung pemerintah daerah. Jadi pemerintah daerah hadir disitu untuk mensupport pelaku-pelaku ekonomi kreatif, ini yang harus kita pahami,” tandasnya. (*/rls)

Jadi Mitra Binaan PT Timah Tbk, Ready’s Tabulampot Berhasil Tanam Berbagai Jenis Buah dalam Pot

Ready Tabulampot

WARTABANGKA, PANGKALPINANG – Metode pertanian terus berkembang, lahan bukanlah jadi masalah untuk bisa memulai usaha pertanian.

Tabulampot atau tanaman buah dalam pot salah satu teknik pertanian yang bisa dikembangkan di lahan sempit, namun memiliki ekonomis.

Tabulampot ini sudah mulai banyak digandrungi para petani, salah satunya Redy Eko Putra, salah satu petani Tabulampot di Kota Pangkalpinang.

Redy telah berhasil menanam berbagai jenis buah dengan metode ini.

Usaha Tabulampot Redy terbilang sukses, dimulai sejak tahun 2015 silam usahanya terus berkembang.

Dengan brand Ready’s Tabulampot, pria ini telah berhasil menanam berbagai jenis buah dalam pot.

Tak mudah memang mengembangkan usahanya, banyak hal yang dialaminya.

Bahkan dirinya tak sengaja mendapatkan inspirasi dari para pekerjanya untuk memulai usaha ini.

“Saya pada tahun 1989 merantau ke Jawa Barat dan pulang ke Bangka pada tahun 2004. Pulang itu saya kerja tambang. Dari rekan-rekan saya menemukan inspirasi   untuk memulai tabulampot dari mulai teknik perbanyakan bibit, sambungan tanaman dan lain-lain. Saya juga memanfaatkan youtube untuk menambah pengetahuan seputar tabulampot,” cerita Redy.

Usaha tambang yang digelutinya tak bertahan lama, di tahun 2013 usahanya tutup.

Lalu dirinya sempat menjadi pengangguran, hal itulah yang membulatkan tekadnya untuk memulai usaha Tabulampot.

“Acuannya itu mekarsari saat itu lagi booming, tanaman pertama kali itu jambu king rose apple, citra dan lilin. Itupun saya masih mengembangkan dengan ember bekas dan kaleng cat, waktu itu ada sekitar 40-an dan Alhamdullillah berhasil,” katanya.

Setelah itu, Redy juga mengembangkan tanaman toga, bunga-bunga hias.

Bahkan ia pernah meraih juara 1 untuk Toga tingkat Kota Pangkalpinang tahun 2015 silam.

Dalam mengembangkan usahanya, Redy mengaku terdapat kesulitan dalam hal modal usaha, namun ia beruntung ada seorang teman yang membantunya.

“Pada tahun 2015, pada awal buka bisnis ini modalnya bukan lagi dari 0 tetapi minus. Saya berusaha untuk menjalani bisnis ini karena mengingat saya harus menghidupi keluarga. Untungnya ada teman saya yang memberikan support dalam hal bantuan biaya.” Kata Ready

Ketika usahanya mulai berjalan, ia sempat merasa bahwa pendapatannya masih terbilang kurang untuk mencukupi keluarganya, sehingga akhirnya ia menambah varian tanaman untuk dijual.

“Awal bisnis itu menjual tanaman dari semua jenis toga, tetapi saya rasa sepertinya kalau hanya menjual jenis tanaman itu pendapatan  masih kurang. Akhirnya saya menjual berbagai varian tanaman seperti jeruk, alpukat, durian, dan lain lainnya guna menambah pendapatan,” katanya.

“Saya juga dulu jual kembang-kembang seperti aglonema dan lainnya sekitar 10 tahun lalu. Tapi karena ini hanya trend sesaat saya jadi gak lagi,” sambungnya.

Dalam usaha tabulampot ini, Ready juga memanfaatkan limbah rumah tangga sebagai pupuk organik.

“Untuk pupuk sendiri, saya membuatnya dengan limbah rumah tangga sehari-hari fungsi serta manfaatnya sama dengan pupuk buatan lainnya,” ujarnya.  

Permintaannya terus berkembang, bahkan pembelinya datang dari berbagai daerah di Luar Kota Pangkalpinang.

Hal inilah yang menjadi kendala baginya dalam mengantarkan pesanan lantaran tak punya kendaraan.

Semakin banyaknya permintaan untuk pengantaran Tabulampot, membuat Ia terus berpikir bagaimana caranya.

Akhirnya ia memutuskan untuk menjadi mitra binaan PT Timah Tbk untuk mengembangkan usahanya.

“Dulu itu ada orang yang ingin kita antarkan langsung tabulampotnya kerumah, tetapi karena terbatasnya sarana transportasi sehingga menghambat penjualan, karena gak ada kendaraan,” ceritanya.

Setelah menjadi mitra binaan PT Timah Tbk, hambatan tersebut dapat dihilangkan serta juga semakin membantu proses pemasaran Ready’s Tabulampot.

Kini ia jemput bola menjual tabulampotnya ke tempat-tempat keramaian.

“Dengan menjadi mitra binaan PT Timah Tbk saya beli kendaraan dan peralatan untuk mengembangkan usaha. Usaha saya menjadi terjamin dan tidak was-was karena merasa sudah aman dari sisi permodalan. Sekarang syukurnya dengan modal yang ada bisa lebih memudahkan pemasaran produk. Selain itu juga, sekarang saya sudah bisa keliling berjualan gak hanya menunggu di rumah,” ujar Ready

Pada saat ini, pesanan yang datang tidak hanya dari dalam Bangka saja melainkan dari berbagai kota di Indonesia lainnya, seperti  Jakarta, Lampung, Palembang dan lainnya.

Redy menyampaikan, ia melakoni usaha ini juga sebagai upaya untuk mengajak masyarakat untuk menghijaukan Babel dengan tanaman yang menghasilkan.

“Tujuannya menghijaukan Bangka Belitung, saya mau mematahkan anekdot, dak kejak (jangan-red) nanam di Bangka, kalau nanam dak idup (enggak hidup), kalaupun hidup dak bebuah, kalaupun bebuah masam,” ceritanya.

Untuk itulah, menjadi petani tabulampot menjadi cara dia mengkampanyekan, bahwa apapun bisa ditanam dengan kesungguhan dan niat.

Ia mengakui, tidak hanya berfokus dalam mencari keuntungan melalui usaha ini tapi juga mencapai visi  dapat menghijaukan Bangka Belitung melalui tabulampot.

Dalam menjual tanamannya, Ia juga memberikan Treatment kepada para pembeli untuk perawatan tumbuhan.

Bahkan dirinya memberikan garansi bagi para pembeli.

“Disini kalau ada yang beli bibit tanaman dari kita, kita kasih garansi apabila tanaman yang dibeli dalam waktu 3 bulan rusak atau gagal tumbuh akan kita gantikan dengan bibit yang baru,” sebutnya.

Bagi anda yang penasaran untuk melihat Ready’s Tabulampot bisa mendatangi lokasinya di Jalan Rasamala, Tuatunu. Bisa juga melalui akun facebook ready’s tabulampot dan nomor ponsel 081366054222. (*/rls)

Pemulihan Ekonomi di Babel, Adet Usulkan Pengembangan UMKM

WARTABANGKA, PANGKALANBARU – Arah kebijakan pembangunan Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) di Tahun 2022, akan difokuskan pada pemulihan perekonomian.

Kendati belum berakhirnya Pandemi covid-19, namun Pemprov. Babel tetap berupaya, salah satunya dengan mendorong kemitraan antara koperasi dengan pelaku usaha.

Ketua komisi II DPRD Babel Adet Mastur, SH. MH, menjelaskan, DPRD mempunyai  tiga fungsi, yakni antara lain, Pertama, Anggaran, kedua, Legislasi berkaitan dengan pembentukan peraturan daerah dan ketiga yakni Pengawasan atau Controling.

“Pemulihan ekonomi, jika berbicara anggaran. pemulihan ekonomi banyak sektor yang harus kita giatkan, terkhusus nya pengembangan usaha mikro kecil menengah (UMKM) di Babel yang harus kita berikan kebijakan-kebijakan di dalam pembahasan anggaran,” ungkap Adet Mastur, saat menjadi narasumber pada Kegiatan Temu Usaha Koperasi, di Hotel Soll Marina, Senin (27/9).

Kegiatan Pemberdayaan dan Perlindungan Koperasi keanggotaannya Lintas Daerah kabupaten/kota dalam satu daerah Provinsi, dibuka secara resmi oleh Kepala Dinas Koperasi dan UKM (KUKM) Prov Kep Bangka Belitung, Yulizar Adnan. Kegiatan yang diikuti sebanyak 64 peserta. menghadirkan narasumber antara lain, Ketua komisi II DPRD Babel Adet Mastur, Kepala BI Perwakilan Prov Kep Babel dan Direktur PT. Jamkrida Babel.

Lebih jauh Adet menjelaskan, terkait dengan regulasi yakni Legislasi berkaitan dengan pembentukan peraturan daerah.

Terkait dengan perekonomian, di Bangka belitung telah memiliki Perda Nomor 9 Tahun 2018 Tentang Pengembangan Ekonomi Kreatif.
 
“Perda tersebut, ada jaminan untuk para pelaku usaha, Untuk mempermudah berinvestasi di Bangka Belitung,  baik investasi besar maupun investasi kecil, jadi akan dipermudah untuk investasi yang ingin masuk ke Babel, Khususnya pengembangan UMKM yang mesti harus kita galakkan,” kata Ketua Fraksi PDIP itu.

Selain itu, DPRD juga akan menjalankan fungsi yang ketiga yaitu pengawasan atau kontrol terhadap koperasi yang ada di Bangka Belitung.

Hal itu dilakukan, sebagai upaya untuk melakukan verifikasi koperasi yang dikategorikan sehat, koperasi yang sedang sakit dan koperasi yang akan disehatkan.

Sebab menurutnya, masih banyaknya koperasi yang ada di Bangka Belitung terkesan sakit.

“Karena di suasana pandemi ini, untuk menumbuh kembangkan ekonomi di Babel lewat wadah koperasi inilah salah satu wadah yang akan meningkatkan ekonomi. Karena di koperasi inilah pusat dari ekonomi level bawah, karena akan mengakomodir pelaku usaha untuk tergabung dalam koperasi,” tegasnya.

Untuk itu, ia mengingatkan, bahwa di Tahun 2022 mendatang akan ada verifikasi terhadap koperasi di Bangka Belitung.

Untuk itu ia berharap, agar Dinas Koperasi dan UKM (KUKM) Provinsi Kep Bangka Belitung dapat menyampaikan data koperasi yang ada di Bangka Belitung.

“Karena jangan sampai koperasi di Babel tumbuh apabila adanya bantuan-bantuan. Saya menyebutkan ini adalah koperasi merpati, kenapa koperasi merpati, karena burung merpati itu jika ada makanan jagung, burung merpati pasti datang. Tetapi jika tidak ada jagung tidak tahu arahnya ke mana,” pungkasnya. (*/rls)

Nico Plamonia Sosialisasikan Perda Pengembangan Ekonomi Kreatif

WARTABANGKA, PANGKALANBARU – DPRD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) terus berupaya mewujudkan Pembangunan di Provinsi Babel menjadi yang terbaik.

Terwujudnya kerja yang lebih efisien dan efektif terus digencarkan para wakil rakyat Babel.

Terbukti, dengan telah ditetapkan Peraturan Daerah (Perda) Provinsi Babel, menjadi parameter para wakil rakyat bersama Pemprov Babel dalam menggerakkan roda pemerintahan yang lebih baik.

Penyebarluasan Perda merupakan tugas dan fungsi DPRD selaku wakil rakyat yaitu legislasi, berkaitan dengan pembentukan peraturan daerah dan pengawasan, kewenangan mengontrol pelaksanaan Perda dan peraturan lainnya serta kebijakan pemerintah daerah.

Hal ini diwujudkan, dengan melakukan sosialisasi Perda yang digelar 9-12 September 2021 lalu, yang dilakukan serentak oleh 45 anggota DPRD Babel, di seluruh wilayah Babel.

Seperti yang dilakukan Anggota DPRD Babel daerah pemilihan (Dapil) Kota Pangkalpinang, Nico Plamonia Utama.

Bertempat di Hotel Osella, Sabtu (11/9), Nico mensosialisasikan Perda Nomor 9 Tahun 2018 tentang Pengembangan ekonomi kreatif.

“Semua Anggota DPRD Bangka Belitung sesuai jadwal diberikan waktu dua kali menyebarluaskan Perda yang ada di Babel ini. Saya sendiri, Perda kedua yang disampaikan ini terkait Perda Nomor 9 Tahun 2018 Tentang Pengembangan ekonomi kreatif,” ungkapnya.

Nico menjelaskan, pentingnya penyebarluasan ini menimbang bahwa ekonomi kreatif memiliki arti penting dan strategis dalam penyediaan lapangan kerja, meningkatkan perekonomian masyarakat, memajukan pembangunan dalam rangka mencapai kesejahteraan umum.

Pemerintah daerah perlu mengembangkan ekonomi kreatif di Babel secara terencana, terarah dan terkoordinasi untuk mencapai hasil yang maksimal.

“Provinsi Babel belum memiliki Perda yang memberikan kepastian hukum bagi pemerintah daerah dalam rangka pengembangan ekonomi kreatif. Karenanya, berdasarkan pertimbangan itu maka ditetapkan Perda Nomor 9 Tahun 2018 tentang Pengembangan ekonomi kreatif ini. Hal ini supaya pelaku usaha ini lebih kreatif lagi, bahwa ada dasar untuk mengembangkan usaha mereka ini lebih berkembang lagi,” tuturnya.

Ia menambahkan, masyarakat harus kreatif dalam kehidupan sehari-hari, jangan hanya mengandalkan komoditi yang ada saja.

Seperti timah, karet dan lada, tapi bisa berkreasi dengan mengembangkan potensi lainnya dari alam yang ada di Babel ini.

“Peluang ekonomi kreatif itu sangat besar. Dunia saat ini terus bergerak dengan kreativitas, begitu juga masyarakat Babel tidak hanya bisa mengandalkan karet, timah dan lada saja, tapi harus ada hasil kreativitas lainnya yang bisa dijual atau ekspor,” jelasnya.

“Namun pemerintah daerah juga harus mempersiapkan dana untuk mendukung pelaku usaha ini, supaya dapat bergerak dan terus berkreativitas melakukan pengembangan usahanya,” tandasnya. (*/ryu)

DKUKM Babel Gandeng UBB Gelar Kegiatan Ramadan Berbagi

WARTABANGKA, PANGKALPINANG– Kepala Dinas Koperasi dan UKM Bangka Belitung (DKUKM Babel), Elfiyena menggagas kegiatan Ramadan berbagi dengan menjual pakaian layak pakai harga murah, kemudian dibelanjakan produk UMKM yang akan diserahkan kepada yang berhak menerima.

Ia menyebutkan, kegiatan ini bekerja sama dengan komunitas Universitas Bangka Belitung (UBB). Penjualan pakaian layak pakai ini dilaksanakan tiga hari.

“Hari ini di Petaling, Sabtu dan Minggu di pasar pagi Pangkalpinang. Baju yang kita jual paling tinggi harganya Rp50.000, ada yang Rp5.000, ” ujar Elfiyena, Jumat (23/4).

Hasil penjualan baju layak pakai ini, akan dibelanjakan produk UMKM Babel, hal ini tentunya membantu pelaku UMKM dalam memasarkan produknya, dan meningkatkan ekonomi.

“Kemudian produk UMKM yang kita beli itu, kami bagikan kepada yang membutuhkan, yang tidak mampu membeli cemilan untuk lebaran, misalnya pemulung, dan lainnya,” jelasnya.

Elfi menyebutkan, jika kegiatan ini sukses dan animo nya tinggi, tak menutup kemungkinan akan digelar kembali agar semakin banyak yang bisa mendapatkan keberkahan ramadan.

“Yang mau berdonasi baju layak pakai, bisa ikut disini, sekalian berdonasi membantu masyarakat berharap keberkahan di bulan ramadan ini, ” tandanya.

Donasi baju layak pakai ini bebas untuk segala usia, tentunya pakaian yang memang masih layak untuk dipakai. (two/*)

Melati Erzaldi Ajak Pelaku UMKM Melek Digital

WARTABANGKA, PANGKALPINANG – Ketua Dekranasda Bangka Belitung, Melati Erzaldi mengajak pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) diajak untuk melek digital, dengan bertransaksi melalui cashless (nontunai) scan barcode.

Scan barcode menggunakan Quick Response Code (QR) yang digunakan adalah standar Bank Indonesia, yang bisa dibayar dengan bank apa saja, serta Link Aja.

Melati mengatakan, mau tidak mau pelaku UMKM harus dipaksa melek digital, salah satunya dengan mulai menerapkan pembayaran nontunai.

“Ini apresiasi luar biasa untuk Angkasa pura dan sinergi BUMN yang ada di Babel, memfasilitasi UMKM untuk memasarkan produknya, pembayarannya juga menggunakan cashless, tinggal scan barcode, bisa bayar pake Link Aja,” ujar Melati, disela meninjau bazar UMKM di Bandara Depati Amir, Bangka, Jumat (23/4).

Pembayaran dengan nontunai ini, selain lebih praktis dan mudah, juga bisa mengurangi transaksi tunai sentuhan dengan uang dan sebagainya.

“Belanja pake cashless ini seru, saya tadi malah pengen belanja terus, mikir masih cukup nggak ya saldonya,” sebut menceritakan keseruan belanja di bazar ini.

Executive General Manager PT. Angkasa Pura II Bandara Depati Amir, Muhammad Syahril menyebutkan, transaksi nontunai ini juga merupakan upaya mencegah penyebaran virus corona, menghindari kontak dengan penjual atau pembeli.

“Pembayaran pake QR, target kita cukup tinggi yang pake barcode, ini juga memudahkan bertransaksi,” tukasnya.

Bazar produk UMKM ini digelar mulai 23 April hingga 2 Mei 2021, di selasar terminal kedatangan Bandara Depati Amir. Ratusan produk dipajang di bazar ini, baik makanan ringan, kemplang, kricu, getas, aneka kue lebaran, kue basah, kerajinan, madu, kain cual, sembako dan lainnya. (two/*)

Bang Ayi Bersyukur Alfamart Beri Pelatihan kepada UMKM Bateng

WARTABANGKA, KOBA – PT Sumber Alfaria Trijaya (Tbk) pengelola jaringan ritel Alfamart bersama dengan Disperindagkop Kabupaten Bangka Tengah menggelar pelatihan manajemen ritel bagi Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) di Gedung Serba Guna Balai Benih Ikan (BBI), Kamis (18/3).

Kegiatan ini dihadiri oleh Bupati Bangka Tengah, Algafry Rahman, manajemen Alfamart PT. Sumber Alfaria Trijaya (TBK) dan tamu undangan lainnya.

Area Manager PT Sumber Alfaria Trijaya Bangka Belitung, Amirul Turiyadi menyampaikan kegiatan ini bertujuan agar para pedagang atau pelaku UKM memahami manajemen ritel modern.

“Materi yang diberikan untuk para pedagang antara lain, tips mengelola usaha ritel dengan sentuhan modern, tips mengatur persediaan (stock) barang, tips menata (mendisplay) barang, tips mengatur keuangan (cash flow) hingga product knowledge,” ujarnya.

“Kegiatan ini sejalan dengan visi perusahaan, menjadi jaringan distribusi ritel yang berorientasi pada pemberdayaan pengusaha kecil. Jadi intinya, kami ingin berkembang bersama UMKM,” lanjutnya.

Amirul Turiyadi juga turut mengajak para pelaku UMKM di Kabupaten Bangka Tengah untuk dapat menjadi mitra Alfamart.

“Di sini ada banyak produk khas yang sangat digemari pasar. Bukan tidak mungkin produk tersebut bisa pula dipasarkan di Alfamart,” ucapnya.

Acara dilanjutkan dengan kata sambutan oleh Bupati Bangka Tengah, dilanjutkan dengan penyerahan secara simbolis alat sekolah bagi anak Sekolah Dasar (SD), kemudian pelaksanaan pelatihan dan penutup.

Algafry Rahman bersyukur atas kepedulian dari pihak Alfamart kepada UKM Bateng.

“Ya Alhamdulilah ini salah satu bentuk kepedulian dari kawan-kawan Alfamart, serta ingin memberikan edukasi kepada para UMKM kita yang di Bangka Tengah. Saya lihat tadi memang yang hadir adalah orang-orang terpilih, ada 20 produk unggulan di Bangka Tengah dan ini cikal bakal produk-produk yang akan ditampilkan di gerai Alfamart, nanti akan diseleksi oleh kawan-kawan Alfamart dan hari ini diberikan pelatihannya, supaya secara manajerial nya mereka paham,” ungkap Algafry.

Dirinya juga menuturkan harapannya pada kegiatan ini.

“Harapannya agar masyarakat juga bisa tahu bagaimana pola kerja sama dengan Alfamart, misalnya bagaimana bentuk Alfamart dalam manajerial agar sejalan dengan Alfamart. Jika mereka mau masuk mereka bisa tahu syarat-syarat nya hari ini,” pungkas Algafry Rahman. (RN)