UMKM

PT Timah Berencana Latih Petani Lidi Nipah Kota Kapur Jadi Pengrajin

WARTABANGKA, PANGKALPINANG– PT Timah melalui CSR Bidang Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM) berencana akan melaksanakan pelatihan bagi para petani lidi nipah di Desa Kota Kapur untuk mengolah lidi nipah menjadi kerajinan. Hal ini agar lidi nipah memiliki nilai tambah sekaligus dapat meningkatkan ekonomi masyarakat.

Para petani lidi nipah ini akan dilatih langsung oleh pengrajin lidi nipah Ristanda, warga Kabupaten Bangka yang selama ini bergelut dalam kerajinan lidi nipah.

Melalui pelatihan ini, diharapkan potensi lidi nipah yang dimiliki Desa Kota Kapur ini dapat dikembangkan menjadi berbagai macam produk kerajinan unggulan yang memiliki nilai ekonomis.

Pelatihan bagi petani lidi nipah ini merupakan program lanjutan pasca PT Timah membantu perahu untuk para petani mengumpulkan bahan baku lidi nipah. Nantinya, PT Timah juga berencana untuk membangun Etalase Kerajinan Lidi Nipah di Desa Kota Kapur. Sehingga nantinya, Kota Kapur dapat mempersiapkan diri menjadi destinasi wisata baru bagi wisatawan yang ingin melihat proses pembuatan kerajinan lidi nipah.

“Program PPM adalah program berkelanjutan dan dalam hal ini dikembangkan menjadi produk atau jasa dengan tujuan perlibatan dan pemandirian masyarakat dan juga meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Inilah yang akan kita lakukan di Kota Kapur yang rencananya akan dimulai pada awal Maret nanti,” kata Kepala Bidang Komunikasi Perusahaan PT Timah Tbk, Anggi Siahaan.

Anggi mengatakan, selain memberikan pelatihan bagi para petani lidi nipah agar bisa menjadi pengrajin dengan bahan baku lidi nipah, PT Timah berencana membantu menyediakan sarana dan prasarana.

“Kita melakukan kerja sama multipihak seperti dengan trainernya untuk melatih para petani lidi nipah mengembangkan produk. Nantinya kita berharap mereka akan menjadi mitra binaan PT Timah, sehingga program ini linear dari hulu ke hilir dan masyarakat bisa mengembangkan produknya,” ujarnya.

Sementara itu, Ristanda mengaku siap membagikan ilmunya kepada para petani lidi nipah untuk menjadikan lidi nipah sebagai produk kerajinan dan tidak hanya dieskpor dalam bentuk lidi nipah. Ia mencontohkan lidi nipah bisa ditenun, selain itu bisa dikreasikan menjadi bahan wall mirror, bucket laundry, hampers, keranjang bunga dan lainnya.

“Saya sempat terkejut akan ada program ini, menariknya PT Timah juga punya program pelatihan untuk mengembangkan UMKM. Kami akan berusaha sebaik mungkin membagikan ilmu yang kami miliki akan kami tuangkan disana semoga ini jembatan amal buat kita,” kata pemilik brand Deshaanda Craft ini.

Menurutnya, lidi nipah bisa diolah menjadi berbagai macam produk, selama ini dirinya juga mengambil lidi nipah dari Desa Kota Kapur untuk menjadi bahan baku kerajinan yang diolahnya. Diakuinya, lidi nipah dari Desa Kota Kapur memang memiliki kualitas bagus selain panjang-panjang juga bersih.

“Program ini menarik, biar potensi di suatu daerah tergali dan muncul ke permukaan. Insya allah kami siap membagikan ilmu yang kami miliki untuk petani lidi nipah yang akan menjadi pengrajin lidi nipah di Kota Kapur,” katanya.

Ristanda mengatakan, dirinya dulu pernah menjadi mitra binaan PT Timah saat mengembangkan kerajinan akrilik. Ia berharap, nantinya melalui program ini akan banyak pengrajin yang berkembang.

Kepala Seksi Penyelenggara Pelatihan Dinas Koperasi dan UMKM Bangka Belitung, Ade Setiawan mengapresiasi program PPM PT Timah. Menurutnya, dengan adanya program ini merupakan bentuk sinergi dan kolaborasi BUMN dan Pemerintah Provinsi untuk mengembangkan UMKM.

“Sebelumnya PT Timah bantu perahu untuk mencari lidi nipah, dan ini bersinergi lagi dengan kita akan melakukan pelatihan bagi petani lidi nipah agar bisa naik kelas menjadi pengrajin lipah. Ini sangat bagus lagi, sehingga nantinya kita tidak hanya ekspor lidi nipah tapi sudah jadi produk kerajinan dan kami siap membantu PT Timah untuk pelatihan ini,” katanya.

Sebelumnya, pihaknya juga telah pernah memberikan pelatihan bagi para pengrajin hanya saja masih terbatas, sehingga tidak semua bisa mendapatkan pelatihan. Ia meyakini, dengan adanya pelatihan PT Timah ini efektif untuk melatih para petani lidi nipah untuk mengkreasikan produknya.

“Kemarin itu baru sedikit yang dilatih, satu kelas untuk Pulau Bangka, jadi peserta dari Kota Kapurnya juga tidak banyak. Dengan adanya pelatihan ini semoga semakin banyak nantinya pengrajin lidi nipah dan ini akan efektif dilakukan di Kota Kapur karena juga bahan bakunya banyak di sana,” katanya.(rls)

Mau Santai dan Menikmati Kopi Asli Petani Babel, Geddong Kopi Tempatnya

WARTABANGKA, PANGKALPINANG – Di kawasan Taman UMKM Kompleks Perkantoran Pemerintah Provinsi Bangka Belitung (Pemprov Babel), Air Itam, Pangkalpinang kini ada tempat untuk bersantai dan nongkrong yang asyik sembari menikmati seduhan kopi. Gerai ini diberi nama Geddong Kopi.

Owner Geddong Kopi, M. Syarif Hidayatullah, mengatakan, gerai kopi ini merupakan unit usaha dari Forum Masyarakat Petani (Formap) yang menjual hasil pertanian petani yang tergabung dalam forum tersebut.

“Awalnya kami kesulitan tempat untuk memperkenalkan hasil pertanian petani yang tergabung dalam Formap ini, kemudian ditawarkan oleh pak gubernur, bahwa pemprov siap memfasilitasi, akhirnya kami dibantu tempat di taman UMKM ini, ” jelasnya, Rabu (17/2).

Di Geddong Kopi ini, menyediakan kopi asli Babel, gula aren, jahe merah halus dicampurkan dengan minuman kekinian, termasuk juga beberapa jus buah yang produk utamanya dihasilkan dari petani Formap.

Selain minuman, di gerai ini juga tersedia berbagai jenis makanan ringan dan cemilan, produk UMKM Babel.

Di taman UMKM ini, selain dihiasai spot foto yang menarik, juga ditanami barang kopi. Hal ini dimaksudkan, untuk memperkenalkan produk-produk pertanian Babel.

“Untuk kopi, kita ada kopi robusta, dan arabika. Selain kopi yang diseduh, ada juga kopi bubuk yang bisa dibeli oleh konsumen,” katanya.

Geddong sendiri, sebutannya, diambil dari nama lokasi di salah satu desa di Provinsi Babel, yakni Simpang Gedong.

Hasil dari penjualan di Geddong Kopi ini, juga akan disisihkan untuk membantu pemberdayaan petani yang bernaung dibawah Formap Babel.

Sementara, Kadis Koperasi dan UKM (DKUKM) Pemprov Babel, Elfiyena menyebutkan, pihaknya mendorong UMKM untuk naik kelas dan berkembang, salah satunya dengan fasilitasi pelaku UMKM untuk meningkatkan usahanya.

“Geddong Kopi ini salah satu UMKM Babel, mereka ada petani yang tergabung dalam Formap, disini juga yang dijual adalah produk pertanian dari petani dan pelaku UMKM, ” sebutnya.

Ia berharap, taman UMKM ini bisa menjadi salah satu tempat nongkrong di lingkungan perkantoran. (*/two)

Kini Pelaku Usaha Makin Mudah Buat Kemasan Produk yang Menarik

WARTABANGKA, PANGKALPINANG – Saat ini para pelaku UMKM tidak perlu bingung untuk mencari tempat yang bisa membuat kemasan produk mereka menjadi menarik. Pasalnya, Pemprov Babel melalui UPT Rumah Promosi dan Kemasan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) hadir untuk membantu para UMKM sehingga pelaku UMKM tidak perlu jauh-jauh membuat kemasan di luar Babel.

Gubernur Kepulauan Babel, Erzaldi Rosman menjelaskan bahwa, berbagai layanan yang diberikan oleh UPT Rumah Promosi dan Kemasan meliputi konsultasi desain kemasan dan merek UKM Babel serta, foto produk UKM dengan tampilan menarik.

Menurutnya, kemasan yang menarik, akan meningkatkan value dari produk UMKM. Selain itu, di UPT Rumah Promosi dan Kemasan pada hari Selasa (2/2/21), pria yang memulai karirnya sebagai pengusaha itu menjelaskan UPT juga memberi kemudahan kepada UMKM dalam menekan harga pembuatan kemasan yang lebih terjangkau.

“Kemudahan yang diberikan UPT juga untuk membayar kuantitas (kemasan) yang dipesan, minimal pesanan mereka bisa diatur dan ditekan sehingga tidak membebani modal,” ujar Gubernur Erzaldi.

Dengan kemudahan ini, tentunya dapat membuat UMKM dapat mengalihkan modal mereka untuk membeli kebutuhan pokok lainnya.

Untuk memastikan setiap persiapan yang digunakan dalam membantu UMKM Babel, gubernur juga melakukan peninjauan ke ruang desain, ruang promosi, ruang foto produk, hingga ruang produksi kemasan. Tidak berhenti sampai di situ, dirinya juga mencoba website www.rumahkemasan.babelprov.go.id guna melihat fitur yang tersedia.

Salah satu fitur yang menarik dari website tersebut adalah para pengguna jasa dapat memesan kemasan dan memantau sejauh mana perkembangan kemasan mereka hanya melalui gawai yang dimiliki dengan melalui aplikasi “SI KELESAN”.

Masyarakat dapat melihat tutorial pelayanan online pada kanal youtube Rumah Kemasan Babel sebagaipanduan dalam melakukan pendaftaran aplikasi “SI KELESAN”. Jadi, sekarang ini hanya dengan rebahan, pelaku usaha sudah bisa mencetak kemasan.

Selain kunjungan, Gubernur Erzaldi juga menyerahkan hasil jadi desain kemasan kepada lima orang pelaku UMKM yang telah memanfaatkan jasa UPT Rumah Promosi dan Kemasan didampingi Kepala Dinas KUKM Elfiyena dan Kepala Dinas Industri dan Perdagangan Sunardi. (Diskominfo Babel)

1001 Cara Melati Erzaldi Dukung UMKM

WARTABANGKA, PANGKALPINANG – Banyak hal yang dapat dilakukan untuk mendukung UMKM, dapat dimulai dari diri sendiri. Ketua Dekranasda Kepulauan Bangka Belitung (Babel), Melati Erzaldi kerap memberikan semangat, mengapresiasi pelaku UMKM, memilih dan mengonsumsi produk UMKM, dan juga memanfaatkan media sosial pribadinya untuk mempromosikan produk-produk daerah.

Karenanya, pemilik akun @melatierzaldi dengan pengikut sebanyak 16.500 kerap kali mempromosikan produk-produk UMKM. Ini adalah bentuk usaha sederhana yang dapat dilakukan semua orang untuk mendukung UMKM.

Tak puas dengan hal sederhana, di tiap kesempatan Ketua Dekranasda Kepulauan Babel, Melati Erzaldi menciptakan wadah kreasi UMKM, Babel Creathorium; membuat program mingguan seperti Kamis Sinergis, Selasa Berdaya, dan Jumat Bermanfaat; serta melakukan kegiatan berbagi dan peduli UMKM melalui Gerakan Bersama Menggerakan UMKM (Grebeg UMKM).

“Mari terus kita bantu, dampingi pelaku UMKM mulai dari pemilihan produk, pengemasan, pemasaran, semuanya sudah kita sediakan wadahnya. Bagi pelaku UMKM di IIPK juga diperbolehkan untuk konsultasi,” pungkasnya saat menjadi narasumber dalam talkshow Hari Ulang Tahun Ikatan Istri Pegawai dan Karyawati (IIPK) Bank Sumsel Babel Cabang Pangkalpinang ke-19 dengan tema “Mari Bersama Bangkitkan Kemandirian, Kepedulian dan Kreativitas di Era New Normal” di Ruang Pertemuan lantai III Kantor Bank Sumsel Babel Cabang Pangkalpinang, Senin (1/2).

Wanita peraih Penghargaan Manggala Karya Kencana ini menyampaikan akan terus mendukung pelaku UMKM, salah satunya dengan selalu menjadi ambassador bagi produk-produk UMKM Babel. Menurutnya, saat ini keberadaan UMKM harus didukung dan menjadi perhatian karena, lebih dari 60 persen ekonomi Indonesia terbantu dengan kehadiran UMKM. Tanpa disadari, UMKM membawa dampak kemajuan yang drastis.

Melati Erzaldi yang juga merupakan Koordinator Wilayah ICSB Kepulauan Bangka Belitung (Babel) mengajak istri pegawai dan karyawati yang hadir untuk saling mendukung mengembangkan UMKM. Tak jarang, anggota IIPK juga merupakan pelaku UMKM binaan.

“Pandemi ini memang memberatkan, tapi Kita semua, perempuan, pelaku UMKM harus menjadi orang yang tangguh dalam berproses,” ungkap istri orang nomor satu di Babel.

Tidak hanya mengajak, Ibu Melati juga memotivasi para pelaku usaha agar dapat beradaptasi dengan berbagai situasi ekonomi, tetap bersemangat menjalankan usaha, mengetahui peluang pasar hingga berkolaborasi dengan berbagai pihak sebagai langkah strategis mendukung UMKM yang merupakan penyelamat bangsa bahkan di masa pandemi.

Pada kesempatan ini, Ketua IIPK Bank Sumsel Babel juga memberikan bantuan sembako sebanyak 250 paket untuk pelaku UMKM melalui Dekranasda Babel, bantuan 2 buah mesin spinner, 6 paket moulding kopiah resam kepada Disperindag Babel, bantuan 2000 masker melalui TP PKK Babel, dan bantuan tenda sarnavil melalui Dinas Koperasi Babel. (Diskominfo Babel)

Bantu Pedagang Kecil, Pemprov Babel Siapkan Platform Marketplace

WARTABANGKA, PANGKALPINANG – Menjamurnya ritel raksasa Indonesia di kabupaten/kota di Pulau Bangka memberikan dampak langsung kepada pedagang kecil dan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM). Konsumen yang sebelumnya berbelanja di toko-toko kecil berpindah ke ritel raksasa. Akibatnya, jumlah konsumen UMKM berkurang dan omset dari hasil penjualan menurun.

Hal tersebut menginisiasi Gubernur Kepulauan Bangka Belitung (Babel), Erzaldi Rosman untuk mengundang startup digital seperti, Go Anter, Sandbox, dan komunitas digital Babel Creatorium untuk membantu pedagang kecil dan UMKM, di Rumah Dinas Gubernur Babel, Kamis (21/01/21).

Menurut Gubernur Erzaldi, hal ini mudah diatasi, apabila walikota maupun bupati dapat membatasi pembangunan ritel raksasa, agar jumlah konsumen bisa merata dan seimbang antara ritel raksasa dan UMKM.

“Dikarenakan Pemerintah Provinsi tidak memiliki wewenang terkait izin pembangunan, maka kami berencana akan membuat platform digital untuk memudahkan konsumen membeli barang di UMKM dan sektor usaha mikro lainnya,” jelasnya.

Untuk merealisasikan platform UMKM berbasis digital ini, Pemerintah Provinsi Babel akan mendata dan mengklasifikasikan sektor UMKM dan untuk memudahkan aplikasi digital dalam memasukkan data di database digital.

Sementara itu, Tomi selaku Founder Go Anter yang merupakan platform aplikasi digital asli Babel, yang menyediakan layanan transportasi, pesan antar makanan, dan kebutuhan sehari-hari ini mendukung ide Gubernur Erzaldi dalam mewujudkan digitalisasi dibidang UMKM.

“Untuk mendukung sektor digital di Babel, kami harapkan agar adanya perbaikan infrastruktur digital seperti sinyal internet yang merata, bandwith yang lebih memadai, serta regulasi yang memudahkan startup lokal berkembang,” harapnya.

Eko Syaiful Arifin, Founder dari Sandbox menjelaskan, syarat agar produk UMKM digital dapat diterima di masyarakat diantarnya, harus memiliki pemain konten lokal (influencer) untuk memasarkan produk, kemudahan regulasi, dan network access yang baik.

“Berdasarkan Data Digital Competitive Index tahun 2020, Babel tergolong dalam penggunaan teknologi yang tinggi. Hal ini dapat menjadi salah satu barometer mengubah mindset sektor UMKM untuk memasarkan produk secara digital,” jelasnya.

Turut hadir dalam pertemuan tersebut, Ketua Dekranasda Babel, Melati Erzaldi; Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Babel, Sudarman; Kepala Dinas Koperasi Usaha Kecil Menengah, Elfiyena; Kepala Dinas Dinas Perindustrian dan Perdagangan Babel, Sunardi; beserta Komunitas Startup Digital. (Diskominfo Babel)

Mulkan Resmikan Pusat Kuliner dan Kerajinan di Gedung Juang Sungailiat

WARTABANGKA, SUNGAILIAT – Bupati Bangka, Mulkan meresmikan pusat kuliner dan industri kerajinan yang berlokasi di Gedung Juang, Kelurahan Paritpadang, Kecamatan Sungailiat, Rabu (30/12).

Mulkan mengatakan pusat kuliner dan kerajinan ini dibangun untuk menampung aspirasi para pelaku UMKM yang ada di Kabupaten Bangka, supaya bisa memasarkan hasil-hasil produk yang dibuatkan.

“Adapun lapak yang terdapat terdiri dari 10 kios. Dan tentunya diharapkan dapat memulihkan dan meningkatkan pendapatan ekonomi kerakyatan,khususnya di Kabupaten Bangka,” katanya.

Selain itu, ada beberapa tempat aset Pemkab yang dibangun untuk pemulihan ekonomi kemasyarakatan. Selain pusat kuliner di Gedung Juang ada IKM yang berada di depan Kolam Renang Tirta Sungailiat dan dijadikan sebagai lokasi bagi pengerajin menjahit.

“Jadi aset Pemkab Bangka itu haruslah dikelolah dengan baik. Sehingga nantinya Dinas tenaga kerja dan Perindag dapat mengatur untuk tidak ada lagi nya bangunan-bangunan lain, tenda-tenda ataupun gerobak-gerobak selain dari tempat 10 kios untuk perdagangan digedung Juang ini. Karena kalau dipenuhi lagi, nantinya akan kesusahan untuk menertibkannya,” ujarnya.

Untuk itu, dari awal inilah untuk mengantisipasinya supaya tidak terjadi digedung Juang ini. Karena kalau dipadati lagi, tentunya keindahan tempat ini akan berkurang.

“Jadi Gedung Juang ini harus menarik dan indah dipandang mata. Karena lokasi Gedung Juang ini merupakan pintu gerbang masuknya pusat Kota Sungailiat Kabupaten Bangka. Sehingga harus memiliki daya tarik dan tentunya menjadi kekaguman tersendiri bagi para tamu ataupun para wisatawan,” kata Mulkan.

Bersamaan diperesmian itu pula, Mulkan menyerahkan mesin cetak bakso,penggiling daging kepada kelompok UMKM Bangka, mesin piyame untuk kelompok penjahit dan timbangan kepada kelompok pedagang.(*/zen)

Yusmiati Mulkan Beri Motivasi Pelaku UMKM

WARTABANGKA, SUNGAILIAT – Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kabupaten Bangka, Yusmiati Mulkan mengunjungi sejumlah pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang ada di Kabupaten Bangka, Selasa (8/12).

Kunjungan tersebut selain melihat perkembangan usaha di Kabupaten Bangka juga memberikan sedikit motivasi serta dukungan.

Didampingi Ketua Ikatan Adhyaksa Dharmakarini Kabupaten Bangka, Yuni Farid, Yusmiati mengunjungi sejumlah tempat olahan makanan seperti keripik dan kerupuk. Rombongan juga berkesempatan mencoba dan mencicipi olahan makanan tersebut.

Yusmiati menjelaskan sejauh ini sejumlah pelaku UMKM telah berinovasi guna memenuhi keinginan pasar. Mulai dari jumlah serta harga yang terjangkau juga diikuti dengan kualitas kemasan yang semakin baik juga.

“Agar produk kita dapat bersaing tentunya kita memerlukan inovasi seperti kemasan yang menarik. Dari yang kita lihat tadi juga ada beberapa kemasan yang cukup menarik dan ekonomis seperti keripik cumi tadi,” ungkap Yusmiati.

Disamping itu, Pemerintah Kabupaten Bangka akan membangun galeri UMKM yang berlokasi di Jalan Ahmad Yani Sungailiat. Sehingga kedepan para pelaku UMKM dapat menjual dan memamerkan produknya di satu tempat.

“Nanti kita bangun galeri UMKM di seberang Kantor RRI Sungailiat. Sehingga produk lokal kita bisa dijual disana dan para wisatawan tidak kesulitan saat hendak membeli produk lokal kita,” tutur Yusmiati.

Pemerintah Kabupaten Bangka juga telah memberikan sejumlah kemudahan bagi para pelaku UMKM. Diantaranya yaitu kemudahan dalam kepengurusan izin usaha yang sekarang dapat diakses secara online dan membutuhkan waktu yang relatif singkat.(*/zen)

Ketua Dekranasda Melati Erzaldi Serahkan Bantuan Mesin untuk Pelaku UMKM

WARTABANGKA, TANJUNGNIUR – Ketua Dewan Kerajinan Nasinal Daerah (Dekranasda) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel), Melati Erzaldi menyerahkan bantuan mesin peralatan teknologi tepat guna kepada Ara, seorang anggota Koperasi Serba Usaha Masyarakat Pesisir Kabupaten Bangka Barat, Senin (7/12).

Sebagai salah satu Kampung Tegap Mandiri pada masa pandemi Covid-19, Desa Tanjung Niur menjadi salah satu dari dua desa di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung yang mendapatkan bantuan mesin peralatan teknologi tepat guna bagi pelaku UMKM.

Bantuan yang diberikan kepada Ara sebagai pelaku UMKM dengan produk terasi berupa tiga mesin pendukung pembuatan produk agar lebih efektif dan efisien dalam memproduksi produknya. Mesin yang diserahkan, antara lain mesin pencacah terasi, mesin penggiling terasi, dan pengering terasi (oven).

Pj Kepala Desa Tanjung Niur, Muhammad Nasir mengatakan 70 persen mata pencaharian masyarakat Tanjung Niur adalah sebagai nelayan. Demikian pula dengan Ara yang berprofesi mencari udang di laut sebagai bahan baku membuat produknya.

Dia berharap bantuan seperti ini bisa diberikan juga kepada masyarakat nelayan lain. Menurutnya, mesin seperti ini sangat membantu para nelayan dalam mendistribusikan hasil tangkapannya.

“Bantuan ini diajukan sejak tahun 2017 dan diberikan bantuan tahun ini. Apakah kami bisa mengajukan dan mendapat bantuan lebih cepat untuk masyarakat nelayan kami”, ungkapnya.

Menanggapi hal ini, Melati Erzaldi menjelaskan bahwa, dalam mengajukan bantuan memang tidak bisa langsung diberikan karena menggunakan anggaran negara yang harus melalui beberapa proses. Proposal permohonan bantuan memang harus diajukan di tahun sebelumnya agar dapat dianggarkan pada tahun berikutnya.

“Solusi selain bantuan dari pemerintah, bantuan seperti ini juga bisa dilakukan oleh BUMN atau perusahaan di Babel melalui dana CSR. Teman-teman di disperindag akan mengarahkan jika ada bantuan seperti ini,” jelasnya.

Selain bertemu dan bertatap muka langsung dengan pelaku UMKM di Desa Tanjungniur, Melati Erzaldi juga melihat langsung produk UMKM terasi ini diproduksi dan efisiensi yang terjadi jika pelaku usaha menggunakan mesin tepat guna.

“Saat ini teknologi sudah canggih, menyikapi keterbatasan proses produksi yang alami, teknologilah solusinya,” ungkapnya.

Menurut Kadis Perindag, Sunardi, “by name by address” pendataan akan terus diusahakan untuk mengetahui kebutuhan tiap pelaku UMKM di Babel, dengan maksud jika peluang bantuan terbuka baik dari anggaran pemerintah maupun sumber lainnya, maka lebih cepat dalam pelaksanaannya.

Sumber: Dinas Kominfo

Pemkot Pangkalpinang Berencana Luncurkan Aplikasi Molen PGK

WARTABANGKA, PANGKALPINANG – Pemerintah Kota Pangkalpinang saat ini konsen membantu Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) dalam memasarkan produknya.

Bentuk bantuan yang dilakukan pemkot salah satunya ialah dengan aplikasi mall online yang diberi nama aplikasi Molen PGK.

Asisten Perekonomian dan Pembangunan Pemkot Pangkalpinang, Suryo Kusbandoro mengatakan, aplikasi yang akan diluncurkan ini akan berisi fashion, lengkap dengan produk lainnya seperti makanan dan minuman.

“Aplikasi Mall Online yang diberi nama Molen PGK ini bertujuan untuk membantu UMKM di Kota Pangkalpinang agar dapat memasarkan semua produknya,” jelas Suryo saat memberikan paparan di Ruang Rapat Kantor Wali Kota Pangkalpinang, Rabu (2/12).

Suryo juga berharap kedepannya, aplikasi yang akan diluncurkan ini dapat dikembangkan Dewan Kerajinan Nasional Daerah atau Dekranasda Kota Pangkalpinang agar menjadi aplikasi yang digemari masyarakat.

“Semoga aplikasi ini dapat bermanfaat untuk UMKM dan usaha masyarakat, dan bisa di gunakan oleh seluruh masyarakat Kota Pangkalpinang,” harapnya.(*/)

Satu Data UMKM, Pemprov Babel Bimbing Integrasi Data UMKM

WARTABANGKA, PANGKALPINANG – Wakil Gubernur Kepulauan Bangka Belitung (Babel), Abdul Fatah mendukung kegiatan bimbingan teknis pendataan UMKM By Name By Address berbasis kecamatan di Babel. Hal ini sebagai implementasi dari Peraturan Presiden No. 39 Tahun 2019 karena kegiatan tersebut sangat penting dalam pengembangan UMKM ke depannya

Hal itu dikatakannya ketika membuka kegiatan Bimbingan Teknis UMKM yang digelar secara virtual yang berlangsung di Ruang Rapat Wagub Kepulauan Bangka Belitung, Kamis (26/11/20).

Peraturan Presiden No. 39 Tahun 2019 tentang Satu Data Indonesia bertujuan untuk mewujudkan keterpaduan, perencanaan, pelaksanaan, evaluasi, dan pengendalian pembangunan yang perlu didukung dengan data yang akurat, terpadu, dan mudah diakses.

Data UMKM menggambarkan kondisi UMKM baik di sektor bidang usaha, kondisi usaha, omset, informasi tenaga kerja, serta sejauh mana digitalisasi diterapkan dalam pengembangan usaha.

“Data UMKM yang akurat dapat memberikan kemudahan dalam menyusun program dan kegiatan yang tepat dan bermanfaat di antaranya legalisasi, perizinan, inkubasi bisnis bagi para start up, pengembangan SDM UMKM, manajemen bisnis, pemasaran berbasis online, dan marketplace sehingga bisa menciptakan UMKM naik kelas yang go digital go global,” ujarnya.

Melalui kegiatan bimbingan teknis ini harapannya, keseriusan operator baik provinsi, kabupaten, dan kecamatan se-Babel untuk memasukkan data UMKM ke dalam aplikasi yang disediakan sehingga, dapat bersinergi dengan pemerintah pusat dan stakeholders lainnya.

Pendataan UMKM dinilai mendukung suksesnya visi gubernur dalam menciptakan Babel sejahtera, provinsi maju yang unggul di bidang inovasi agropolitan dan bahari dengan tata kelola pemerintahan, dan pelayanan publik yang efisien dan cepat berbasis teknologi.

“Bulatkan tekat kita, bulatkan semangat kita, pada awal 2021 kita harus sudah memiliki data UMKM berbasis kecamatan. Saya dukung penuh kegiatan ini mari, kita bersinergi sehingga, hanya ada satu data untuk kemajuan bersama,” tegasnya.

Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Provinsi Kepulauan Babel, Elfiyena mengucapkan terima kasih kepada Wagub Abdul Fatah yang telah memberikan dukungan atas kegiatan ini sehingga, bimbingan By Name By Address kecamatan se-Babel tahun 2020 untuk mewujudkan satu data UMKM.

Sumber: Dinas Kominfo