UMKM

Baper Online Bantu Pengrajin UMKM Jajakan Usahanya di Luar Babel

WARTABANGKA, PANGKALPINANG – Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Melati Erzaldi ingin Bazar Pengrajin (Baper) Online menjadi model baru dalam meningkatkan penjualan produk kerajinan khas Babel.

Bersama anggota Dekranasda Babel, Melati telah mengevaluasi bahwa pandemi Covid-19 berpengaruh pada turunnya omset pengrajin bahkan ekonomi di Babel.

Melalui baper online, semangat dan motivasi terus didorong oleh Dekranasda Babel untuk meningkatkan nilai penjualan. Baper online dilaksanakan di Swissbel Hotel Bangka pada Jumat (11/9) dengan tajuk ‘Tetap Prima dan Gaya Bersama Dekranasda di Masa Pandemi’.

Kegiatan ini dapat diikuti siapapun secara online melalui aplikasi zoom cloud meeting.UKM Babel yang ikut serta dalam pola pemasaran online ini di antaranya, Batik Kampung Katak, Eco Print, Geries Bonggol Art, Happy Drink, dan Madu RR. Lima peserta yang ikut serta mendapat banyak perhatian dari calon pembeli yang tidak hanya berasal dari Babel saja, tetapi juga dari luar Babel seperti Aceh dan Kalimantan.

Selain penjualan produk dari lima pelaku UKM Babel, dalam baper online juga dilakukan diskusi interaktif bersama peserta zoom dan penjelasan tentang keunggulan produk oleh pemilik UKM yang ikut serta dalam kegiatan ini.

Penjualan dan pembelian produk pada baper online ditutup hingga akhir acara dan terakumulasi penjualan dalam baper online hari ini mencapai 10 juta rupiah. Di akhir pelaksanaan baper online, Melati sangat bersyukur sebab semua peserta bazar mendapatkan hasil penjualan.

Ke depan, Melati ingin kegiatan seperti ini dilaksanakan secara berkala dengan mengangkat pengrajin-pengrajin lain agar dapat membantu membuka peluang penjualan untuk pembeli dari luar Babel.

“Sebagai ketua dekranasda, saya sangat bahagia sekali baper online terlaksana dengan lancar dan saya sangat berterima kasih kepada sahabat-sahabat saya yang sudah hadir dan pihak-pihak mendukung acara ini,” ungkapnya.

Tampak hadir di lokasi bazar, Dr. Dwi Purnomo, Wakil Dekan FTIP Universitas Padjadjaran sekaligus pendiri The Localenablers; Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Babel, Ibu Elfiyena; Ketua IIKT, Ibu Elis; dan Istri Kajati Babel, Ibu I Made.

Di lokasi baper online disajikan juga fashion show dari model yang mengenakan produk yang dijual hari ini. Pemasaran lewat online ini diharap dapat meningkatkan penjualan terlebih makna tiap produk telah dijelaskan melalui narasi. “Salut untuk pengrajin Babel, semoga sukses selalu,” ungkap Dr. Dwi Purnomo. (Diskominfo Babel)

Penulis : Nona dp

Foto : Saktio

Editor : Listya

Didit Minta Banpres untuk UMKM Jangan Dipolitisir

WARTABANGKA, PANGKALPINANG – Ketua DPRD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel), Didit Srigusjaya meminta program Bantuan Presiden (Banpres) untuk para pelaku UMKM sebesar Rp2,4 juta tidak dipolitisir, terutama pada momen menjelang Pilkada Serentak 9 Desember mendatang.

“Ini (Banpres-red) program penanganan Covid-19, alangkah tega jika ada paslon (pasangan calon-red) maupun petinggi Babel yang mempolitisir kebijakan ini untuk kepentingan politik, ini sangat disayangkan,” kata Didit kepada sejumlah wartawan di gedung DPRD Babel, Kamis (10/9).

Didit menegaskan, bantuan tersebut merupakan hak masyarakat khususnya para pelaku UMKM yang terdampak dari pandemi Covid-19, lewat dana hibah atau bantuan langsung tunai (BLT).

“Bapak Presiden Jokowi menganggarkan 2,4 juta bagi UMKM. Jadi perangkat-perangkat desa, kabupaten, kecamatan, tolong jangan politisir, ini merupakan kebijakan pemerintah pusat, bukan kebijakan pemerintah daerah,” tegasnya.

PT Timah Tbk Salurkan Dana Kemitraan untuk 15 UMKM di Bangka Barat

WARTABANGKA, MUNTOK – PT Timah Tbk kembali menyalurkan dana kemitraan kepada 15 pelaku UMKM di Gedung Sriwijaya Wisma Unmet Muntok, Senin (7/9). Bantuan yang dikucurkan pada triwulan III sebesar Rp980 juta.

Acara penyerahan bantuan ini dihadiri oleh Kepala Unmet Muntok, Ir. Wiyono, Kabid Kemitraan PT Timah, Erwan Sudarto, Kabid Administrasi Unmet, Suryadi Djabar Hamid, Kepala Disperindagkop Bangka Barat, M.Zakaria, Camat Muntok, Sukandi, lurah dan kepala desa yang ada di Kecamatan Muntok.

Kepala Bidang Komunikasi Perusahaan PT Timah Tbk, Anggi Siahaan mengatakan program adalah salah satu bentuk kontribusi perusahaan khususnya pelaku UMKM agar bisa tumbuh di era new normal.

“Total untuk triwulan III PT Timah menyalurkan Rp9.179.000.000 kepada 181 mitra binaan yang tersebar di Bangka Belitung dan Kepri,” kata Anggi.

Dia mengatakan di triwulan III tahun 2020, PT Timah memberikan bantuan kemitraan untuk pelaku usaha dan industri, perkebunan, perikanan, UMKM dan usaha lainnya, di Bangka Barat, totalnya sebesar Rp 980 juta.
“Dari tahun 2015 sampai 2020 telah disalurkan bantuan senilai Rp 5,9 miliar,” ujarnya.

Di kesempatan yang sama, Kepala Unit Metalurgi, Ir. Wiyono berharap kepada bantuan yang diberikan kepada pelaku UMKM ini, dapat menggerakkan ekonomi masyarakat. Selain itu, ini merupakan wujud kepedulian PT Timah kepada pelaku UMKM.

Gubernur Babel Ajak Petani dan Nelayan Muntok Manfaatkan Dana KUR

WARTABANGKA, MUNTOK– Gubernur Kepulauan Bangka Belitung (Babel), Erzaldi Roesman memanfaatkan kunjungan ke Muntok, Bangka Barat (Babar) untuk mensosialisasikan pemanfaatan Kredit Usaha Rakyat (KUR) untuk membantu permodalan dan usaha petani serta nelayan.

Ia menyebutkan, di tengah pertumbuhan ekonomi yang minus, masyarakat diminta untuk tetap semangat dan berusaha. Pemerintah, katanya, memberikan bantuan melalui perbankan untuk permodalan.

“Ada program pemerintah yang diluncurkan dalam memperkuat ekonomi yang sedang terpuruk, untuk nelayan petani peternak, ada fasilitas KUR, disini kami sampaikan dan sosialisasikan, ” kata Erzaldi disela penyerahan bantuan di RM Aroma Dusun, Desa Air Belo, Kecamatan Muntok, Senin (7/9).

KUR ini, lanjutnya ada yang senilai Rp50 juta ke bawah tanpa agunan, kemudian ada yang Rp10 juta, tanpa bunga namun harus dilunasi dalam waktu tertentu.

Ia mengingatkan, setelah mendapatkan pinjaman KUR ini, penerima harus betul-betul memanfaatkannya untuk kepentingan yang produktif.

“Jangan begitu uang datang, untuk beli emas tanah, motor, tapi manfaatkan lah untuk kepentingan usaha, kami akan bina dan dampingi para petani, peternak,dan nelayan.
Pemerintah mendorong agar usaha tetap eksis dan berkembang,”katanya.

Dalam kesempatan itu, gubernur juga menyerahkan bantuan untuk kelompok nelayan yang menerima bantuan kelompok usaha bersama (kube) dari dinas sosial, dan nelayan yang menerima peralatan dari dinas kelautan perikanan, serta santunan untuk veteran dan janda veteran. (*/two)

Ketum Dekranas Dorong Pemasaran Produk dengan Platform Online

Ketua Dekranasda Kepulauan Bangka Belitung (Babel), Melati Erzaldi

WARTABANGKA.COM, PANGKALPINANG – Ketua Dekranasda Kepulauan Bangka Belitung (Babel), Melati Erzaldi mengikuti kegiatan Musyawarah Nasional (Munas) Dekranas 2020 secara virtual di Ruang Vidcon Gubernur Kepulauan Bangka Belitung, Rabu (19/8).

Munas Dekranas 2020 ini dibuka langsung oleh Ketua Umum Dekranas, Wuri Maruf Amin. Dalam sambutannya ditekankan bahwa di masa pandemi ini, dekranas harus terus mendorong pemasaran produk kerajinan dengan platform online.

“Manfaatkan teknologi digital, buka peluang untuk memperluas pemasaran produk kita dan bantu UKM dalam beradaptasi di masa Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB) saat ini,” ujarnya.

Munas kali ini menjadi strategis karena dekranas mempunyai agenda yang strategis, yakni menyelaraskan, menyempurnakan AD-ART, serta menyusun program kerja 2019-2024, dan hal ini nantinya akan menjadi pedoman dekranasda seluruh Indonesia.

Ketua Dekranas Wury Maruf Amin juga menekankan untuk meningkatkan kualitas desain dan kemasan produk agar sesuai dengan selera pasar, sehingga produk kerajinan kita dapat bersaing ke pasar global, serta mengajak seluruh peserta untuk mendukung program pemerintah dengan menggalakkan kampanye Bangga buatan Indonesia. 

Tak hanya itu, Ketua Dekranas Wury Maruf Amin juga mengapreasiasi setinggi-tingginya kepada ketua harian dan pengurus dekranas-dekranasda masa kerja 2014-2019 yang telah melakukan tugas dengan baik serta telah bekerja sama dengan berbagai lembaga terkait.

Usai mengikuti munas dekranas, Ketua Dekranasda Kepulauan Bangka Belitung, Melati Erzaldi melakukan rapat kerja dengan pengurus untuk menyesuaikan program-program kegiatan Dekranasda Babel, di Ruang Vidcon Gubernur Kepulauan Babel.

Dalam penjelasannya, sesuai hasil munas, terdapat beberapa hal yang perlu disesuaikan termasuk penambahan kepengurusan pusat, yang tadinya hanya melibatkan enam kementerian saja, namun sekarang melibatkan 11 kementerian.

“Kita menyesuaikan, dilihat tadi adanya penambahan bidang. Maka kita juga akan melibatkan OPD sesuai kementerian yang ditambahkan seperti ESDM, dishub, diknas, dan ini akan mempengaruhi susunan bidang-bidang dan akan langsung kita sesuaikan,” ungkapnya.

Di samping itu, Ketua Dekranasda Melati Erzaldi juga ingin mematangkan konsep expo live/virtual yang rencananya akan digelar Dekranasda Babel pada September nanti, serta membentuk tim kurator agar bisa dimasukkan ke dalam kepengurusan dekranas.

Ibu Melati Erzaldi juga ingin memastikan agar OPD terkait dapat memastikan bahan baku di tingkat pengrajin, agar ketika nanti produk kerajinan Babel masuk ke pasar global dan permintaan pasar cukup tinggi maka bisa memenuhinya. (Diskominfo Babel)

Penulis : Lisia Ayu
Foto : Umar
Editor : Listya

Gubernur Erzaldi Dorong Optimalisasi Penerimaan Pendapatan Daerah

Gubernur Erzaldi saat memimpin rapat kerja dengan Bakuda di Ruang Rapat Gubernur Kepulauan Babel, Rabu (19/8). IST

WARTABANGKA.COM, PANGKALPINANG – Gubernur Kepulauan Bangka Belitung (Babel), Erzaldi Rosman mendorong optimalisasi penerimaan pendapatan daerah melalui inovasi langkah strategis oleh setiap Unit Pelayanan Teknis Bakuda (UPTB) Provinsi Kepulauan Babel.

“Jika kita tidak mengambil sikap dan tidak melakukan inovasi dan kreasi kita akan lebih tergerus lagi. Saya minta agar dilakukan percepatan optimalisasi penerimaan PAD ini dengan melakukan serangkaian upaya dengan melakukan berbagai terobosan baru,” ujar Gubernur Erzaldi saat memimpin rapat kerja dengan Bakuda di Ruang Rapat Gubernur Kepulauan Babel, Rabu (19/8).

Untuk itu, Gubernur Erzaldi mengajak setiap kepala UPTB di tujuh kabupaten/kota menggali potensi PAD di wilayah masing masing.

“Tentunya untuk meningkatan penerimaan tersebut, kita dituntut untuk bekerja lebih keras lagi. Setiap wilayah dapat saling berkoordinasi dan saling bersinergi untuk mendongkrak penerimaan PAD kita,” ujar Gubernur Erzaldi.

Sementara itu, Kepala Bakuda Provinsi Kepulauan Babel, Ferry Afriyanto mengatakan pihaknya sudah melakukan berbagai langkah strategis untuk mengoptimalkan penerimaan pajak PKB dan BBNKB 

“Saat ini kami menambah volume layanan samsat setempoh juga samsat keliling. Dapat kami sampaikan bahwa Penerimaan Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) Samsat Setempoh Provinsi Kepulauan Bangka Belitung sampai saat ini sudah mencapai Rp 7.569.004.440,00,” ungkapnya.

Selanjutnya beliau mengatakan penerimaan PKB melalui Samsat Online Nasional (Salmonas) mencapai Rp 230.285.2800,00 dengan jumlah 303 unit kendaraan roda dua dan roda empat sampai dengan tanggal 19 Agustus 2020. Jumlah ini mengalami kenaikan jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya.

Selain itu Kepala Bakuda Ferry Afriyanto menjelaskan bahwa saat ini bersama OPD terkait, pihaknya sedang melakukan upaya untuk merumuskan definisi air permukaan atas pemanfaatan air permukaan oleh perusahaan tambak udang.

Pada kesempatan tersebut, kepala UPTB dari tujuh kabupaten/kota menyampaikan kendala, langkah strategis sampai pada pencapaian penerimaan pajak di wilayahnya masing-masing.

Ada beberapa upaya yang telah dilakukan dengan mendatangi wajib pajak menggunakan kendaraan bermotor yang dikenal dengan nama Samsat Setempoh. Kegiatan ini sudah dilakukan sejak awal tahun lalu. Selain itu, dengan memanfaatkan teknologi informasi seperti salmonas dan upaya lain dengan melibatkan instansi terkait lainnya.

Gubernur Erzaldi mengapresiasi beberapa langkah strategis yang disampaikan dan mendorong Kepala UPTB Prov. Kepulauan Babel untuk terus berinovasi. (Diskominfo Babel)

Penulis : Imelda
Foto : Umar
Editor : Listya

Lada Babel Resmi Dijual Melalui Bursa

Gubernur Babel, Erzaldi Rosman

WARTABANGKA.COM, PANGKALPINANG – Lada Bangka Belitung (Babel) secara resmi diperjualbelikan melalui bursa, dibawah Jakarta Future Exchange (JFX) – Kliring Berjangka Indonesia (KBI). Penjualan lada ini diresmikan oleh Gubernur Kepulauan Babel, Erzaldi Rosman, di Kantor Pemasaran Bersama (KPB) lada, di Ruko City Hall, kawasan Kompleks Perkantoran Pemprov Babel, Sabtu (15/8).

“Pemerintah membuat beberapa strategi, hari ini akan kita resmikan ekspor lada ke Jepang, dan meresmikan lada penjualannya melalui bursa,” kata Erzaldi.

Ia berharap, dengan dijualnya lada melalui bursa ini, buyer bisa langsung membeli lada Bangka Belitung, bahkan petani juga akan bisa langsung berhubungan dengan buyer.

Erzaldi berharap, melalui bursa ini, harga lada Babel juga bisa bersaing dan meningkat, meskipun memang diakuinya pemerintah tidak bisa mengatur harga.

“Tapi kita bisa mengkonsolidasikan para pelaku lada ini, baik dari hulu ke hilir kita konsolidasikan, agar bisa mempengaruhi pasar, nah untuk itulah, baik petani dan eksportir kita harus kompak,” tukasnya.

Mantan Bupati Bateng ini menegaskan, pihaknya juga sudah meminta kepada International Pepper Community (IPC) untuk tidak lagi mencantumkan harga Muntok wallpaper atas dasar penilaian mereka.

“Muntok White Pepper itu harus ditetapkan komite penetapan harga Babel, artinya nanti harga itu tidak lagi dasarnya dari IPC, jadi ini harus kita lakukan kalau mereka tidak mau, saya sudah lapor ke Menteri, minta izin keluar dari IPC, nggak usah lagi koordinasi dengan IPC,” tegasnya.

Beberapa pekan terakhir, disebutkannya harga lada mulai ada peningkatan. Ia berharap, setelah nanti KPB dan komite penetapan harga lada menetapkan harga, bisa menjadi acuan bagi IPC untuk memasang harga dalam memasang harga jual di bursa.

Pelepasan ekspor ke Jepang dan peresmian penjualan lada melalui bursa ini juga dihadiri oleh para eksportir, dan pihak terkait lainnya. (*/)

Ketua Dekranasda Babel Luncurkan Produk Teh Seraje Desa Kace

Ketua Dekranasda Babel, Melati Erzaldi

WARTABANGKA.COM, MENDOBARAT – Desa Kace, Kecamatan Mendo Barat, Kabupaten Bangka resmi mempunyai produk baru sebagai salah satu produk program “One Village One Product”. 

Produk “Teh Seraje”, kepanjangan dari Teh Serai Jahe itu secara resmi diluncurkan oleh Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Babel, Melati Erzaldi yang ditandai dengan pembukaan tudung saji, di Gedung Serba Guna Desa Kace, Sabtu (15/8) pagi. 

Produk teh seraje yang akan menjadi produk unggulan Desa Kace ini, merupakan hasil inisiasi yang dilakukan oleh para mahasiswa dari program Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Bangka Belitung (UBB) yang berlangsung selama tiga minggu di desa itu. 

Ketua Dekranasda Babel, Melati Erzaldi saat meluncurkan produk teh seraje menyampaikan apresiasinya kepada para mahasiswa yang saat ini melakukan KKN, karena telah mendorong masyarakat Desa Kace untuk menciptakan produk UMKM teh seraje.

Kehadiran KKN mahasiswa UBB sangat bermanfaat bagi daerah yang menjadi lokus KKN. Ini merupakan yang memang seharusnya dilakukan oleh para generasi muda khususnya akademisi untuk memberikan ilmu yang didapat untuk mendukung pembangunan. Mereka melakukan KKN bukan semata mata sebagai tugas dari universitas, tetapi lebih dari itu agar bisa memberikan manfaat bagi orang banyak. 

Kepada masyarakat Desa Kace, Ibu Melati mengingatkan agar program ini tidak berhenti begitu saja ketika para mahasiswa UBB ini selesai dari tugas KKN. Tetapi harus dikembangkan melalui BUMD setempat agar dapat meningkatkan perekonomian masyarakat. Ini juga akan memotivasi desa lain di Babel untuk menggali potensi yang ada untuk kesejahteraan bersama.

Namun demikian Ketua Dekranasda Melati Erzaldi mengingatkan, dalam menciptakan suatu produk UMKM harus berkesinambungan, khususnya dengan program pertanian untuk penyiapan bahan baku, agar dapat berkelanjutan sehingga mampu memenuhi permintaan pasar. 

Pemprov. Kepulauan Babel melalui Dinas Koperasi dan UKM Babel melalui UPT Pusat Layanan Usaha Terpadu (PLUT) Babel serta Dinas Perindustrian dan Perdagangan Babel dengan UPT Rumah Promosi dan Kemasan Babel siap membantu dan mendampingi baik dari segi akses pemodalan, pemasaran produk, manajemen pengelolaan, maupun pengemasannya. 

Provinsi Kepulauan Bangka Belitung juga beberapa waktu lalu berhasil mengekspor secara perdana lidi nipah yang sebelumnya tidak disangka dan dilirik sama sekali. Hal ini membuktikan bahwa banyak potensi Bangka Belitung yang bisa dikembangkan dan digali. Ini juga merupakan peluang bagi masyarakat, terlebih di masa pandemi, perkeonomian secara global mengalami pelemahan.

Namun, Ketua Dekranasda Melati Erzaldi menegaskan masyarakat Bangka Belitung harus berusaha menjadi pemenang. 

“Kita harus menjadi pemenenang di saat semua orang sudah mulai menyerah,” tegas Ibu Melati.

Gubernur Babel Lepas Ekspor 45 Ribu Ton Lada Muntok White Pepper

Gubernur Babel Erzaldi Rosman menggunting pita saat pelepasan ekspor lada di Kantor KPB Lada Babel, Sabtu (15/8). (IST)

WARTABANGKA.COMPANGKALPINANG – Gubernur Kepulauan Bangka Belitung (Babel), Erzaldi Rosman menghadiri peluncuran Pasar Fisik Lada dan Pelepasan Ekspor Lada Muntok White Papper ke Jepang yang dilaksanakan di Kantor Pemasaran Bersama (KPB) Lada Provinsi Kepulauan Babel, Sabtu (15/8).

KPB Lada Babel merupakan pusat layanan komoditi “Muntok White Pepper” yang berdiri sejak 2004. KPB merupakan upaya Pemprov. Babel untuk melestarikan kualitas produksi lada dari hulu ke hilir dengan total produk lada putih hingga 32.811,07 ton dalam 2018 dan 33.457,64 ton di 2020 (data Perkebunan Indonesia 2020).

KPB dibentuk dengan melibatkan para pemangku kepentingan terkait seperti Dinas Pertanian Babel, Disperindag Babel serta lembaga swadaya masyarakat lainnya yang bertanggung jawab untuk menjaga kualitas lada mulai dari prapenanaman hingga pascapanen. 

Ditandai dengan pemotongan pita oleh Gubernur Erzaldi bersama Direktur BUMD Babel, Direktur PT Makro Jaya Lestari, perwakilan PT JFX, dan Corporate Communication PT KBI, pelepasan ekspor lada resmi dilakukan. 

Lada putih kualitas SNI I (MWP1) yang akan diekspor ke Jepang sebanyak 45.000 kg yang dikemas dalam 900 double new paper bags dan telah melalui uji prosedur perdagangan lada putih ini sesuai dengan Peraturan Gubernur Kepulauan Bangka Belitung Nomor 19 tahun 2020 tentang Tata Kelola Perdagangan Lada Putih Muntok White Pepper. 

Sebelumnya, Direktur BUMD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung melakukan penandatanganan surat rekomendasi ekspor lada white paper KPB

Lada Babel dan penyerahan kartu pelaku usaha lada terdaftar dari Prof. Saparudin selaku Direktur BUMD Babel kepada Ibu Melvina Rusli selaku eksportir dari PT Makro Jaya Lestari. 

“Dengan mengucap bismillahirrohmanirrohim, saya lepas ekspor lada muntok white pepper melalui PT Makro Jaya Lestari ke Jepang, semoga masih ada ekspor-ekspor lainnya,” ungkap Gubernur Erzaldi.

Gubernur Erzaldi Rosman dalam kesempatan ini juga menegaskan untuk perlahan mengurangi ekspor ke Vietnam atau IVC, dengan adanya KPB Lada Babel ini, maka bursa akan terbentuk dengan harga yang tinggi dan kestabilan dengan segera membentuk Dewan Pengawas Harga Lada Babel.

“Bahkan di akhir September mendatang, Pemprov. Babel sudah bisa melakukan tes lab sebagai parameter spesifikasi “muntok white pepper” sendiri di laboratorium milik pemprov,” ungkapnya.

“Usaha bersama ini, harusnya menjadi semangat bagi semua pelaku untuk mengembalikan kejayaan lada Babel,” tambahnya. 

Dalam kesempatan ini juga dilakukan Demo Sistem Pasar Fisik PT JFX sebagai salah satu eksportir dan Demo Sistem Informasi Managemen KPB Lada Babel. Ini menjadi pasar lelang komoditas lada berbasis IT pertama di Indonesia.

“Dengan sistem berbasis IT, pelaksanaan ekspor akan lebih mudah dan cepat,” ungkap Prof. Saparudin. (Diskominfo Babel)

Penulis : Nona dp

Foto : Saktio

Editor : Listya

Mau Ngopi Gratis di Hari Jumat?, Yuk Datang ke Kedai Stasiun

WARTABANGKA.COM, PANGKALPINANG – Kedai Stasiun kini hadir di Kota Pangkalpinang untuk memanjakan para pecinta kuliner yang ingin menikmati sensasi aneka menu makanan dan minuman yang menggoda selera dengan harga yang cukup terjangkau.

Kedai ini beralamat di Jalan Rasakunda Nomor 6, Kecamatan Girimaya, Kota Pangkalpinang atau tepatnya di samping Kantor Polsek Bukit Intan. 

“Selain menu favorit, kita ada menu paket juga, terus untuk snack nya itu, kita ada beberapa varian, salah satunya Colenak yang berasal dari ubi yang dikomposisi dengan ragi yang kita olah sedemikian rupa sehingga menciptakan cita rasa yang spesial, kemudian kita juga ada lumpia sayur yang sering diorder disini,” kata Perwakilan Manajemen Kedai Stasiun, Ferryanto Siregar kepada wartabangka.com, Rabu (12/8).

Selain itu, Ferryanto yang akrab disapa Ferry ini menambahkan, pada bulan Agustus ini pihaknya juga menyediakan Paket Merdeka.

“Paket Merdeka ini sudah termasuk minum, jadi harga makanan lauk pauk dan minuman itu dalam satu paket,” ujarnya.

Tidak hanya itu, Kedai Stasiun juga menyajikan 100 gelas kopi gratis khusus bagi para pengunjung yang hadir pada hari Jumat mulai pukul 12.00 hingga 14.00 WIB.

“Untuk saat ini kita punya program Kopi Jumat, program ini kita berikan kepada pecinta kopi yang habis melakukan ibadah salat Jumat atau orang yang sedang istirahat kerja yang ingin ngopi itu bisa datang ke tempat kita,” tuturnya.