Bangka Barat

Berkat Bantuan dari PT Timah, Zainab Akhirnya Bisa Miliki Kaki Palsu



WARTABANGKA, MUNTOK– Darwis (58) tak kuasa menahan harunya saat menerima bantuan kaki palsu bagi istrinya Zainab (52) yang diberikan PT Timah Tbk, di gedung OR 1 setda Bangka Barat, Jumat (26/11) lalu.

Warga Jalan Peleburan Sungaibaru,Muntok, Bangka Barat ini menceritakan kaki istrinya terpaksa diamputasi lantaran menderita penyakit diabetes.

Ia mengatakan, pada 2009 silam istrinya menderita struk. Setahun kemudian, tepatnya 2010 istrinya mengidap sakit gula hingga saat ini.

“Alhamdulillah dikabulkan permohonan saya kepada PT Timah Tbk untuk membeli kaki palsu untuk istri saya. Kaki istri saya diamputasi karena penyakit gula, jadi perlu diberi kaki palsu,” ungkapnya.

Darwis bahkan tak menyangka, permohonannya bisa dikabulkan dengan cepat. Padahal, kata dia hanya bermodal nekat mengajukan bantuan lantaran sering mendengar PT Timah Tbk sering memberikan bantuan kepada orang yang membutuhkan.

“Saya mengucapkan banyak terimakasih kepada PT Timah, bantuan ininsangat membantu untuk istri saya punya kaki palsu. Semoga PT Timah tambah jaya,bisa membantu warga sekitar,” katanya.

Bupati Bangka Barat H.Sukirman berharap bantuan kaki palsu untuk warganya bermanfaat bagi penerima bantuaan.

“Kita berharap bantuan berupa pembelian kaki palsu yang diberikan PT Timah kepada ibu Zainab, dapat bermanfaat, Terimakasih dan Jaya selalu PT Timah,” kata Sukirman.

Bantuan kaki palsu diserahkan oleh Kabid Administrasi UNMET Arif Yudianto kepada Agus (suami Zainab) yang disaksikan Asisten I Setda Bangka Barat Drs. Ridwan dan staf Dinkes Bangka Barat.(rls)

Hari Ini, Polres Bangka Barat Gelar Vaksinasi Serentak

WARTABANGKA, MUNTOK – Dalam rangka meningkatkan persentase pencapaian vaksinasi di wilayah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, hari ini, Sabtu ( 27/11) Polres Bangka Barat beserta jajarannya menggelar vaksinasi serentak.

Kapolres Bangka Barat, AKBP Agus Siswanto mengatakan gerakan vaksinasi serentak ini akan dilaksanakan secara serentak di beberapa tempat yang ada di Kabupaten Babar.

“Vaksinasi akan digelar bertempat di Masjid Jami Mentok, Polsek Simpang Teritip, Desa Terentang Kecamatan Kelapa, Kecamatan Parittiga ( Desa Air Gantang, Desa Puput, Desa Cupat, Desa Teluk Limau, Desa Semulut ), Kecamatan Jebus ( Desa Tumbak Petar, Desa Rukam, Desa Sungai Buluh, Desa Pebuar ) dan
Pondok Pesantren Madinatul Ilmi Desa Sangku Kecamatan Tempilang,” kata kapolres.

Kapolres melanjutkan kegiatan vaksinasi serentak ini sebagai bentuk mendukung program Pemerintah dalam menekan angka penyebaran Covid-19.

Untuk itu, dirinya meminta kepada masyarakat yang belum divaksin untuk datang ke gerai-gerai yang telah disiapkan Polres Babar di daerahnya masing-masing.

“Kepada seluruh masyarakat Kabupaten Bangka Barat yang belum melaksanakan vaksinasi agar segera divaksin, hari ini Polres Bangka Barat dan jajaran membuka gerai vaksin di tempat-tempat yang telah ditentukan, semoga dengan kegiatan ini Covid-19 di Indonesia segera berakhir,” tutup Kapolres. ( IBB )

Amat Produksi Terasi Cik Ana dari Udang Terbaik

WARTA BANGKA,TOBOALI – Terasi merupakan makanan khas Bangka Belitung yang memiliki cita rasa yang unik. Masyarakat Bangka mengenal terasi dengan sebutan belacan. Terasi sudah cukup familiar bagi masyarakat Indonesia, pasalnya kerap digunakan sebagai bumbu masakan.

Terasi merupakan bumbu masakan yang terbuat dari udang rebon dan berbagai jenis udang lainnya yang difermantasikan melalui proses yang panjang, hal inilah yang membuat terasi memiliki rasa dan aroma yang khas.

Di Pulau Bangka, terasi banyak diproduksi masyarakat pesisir seperti di Toboali, Kabupaten Bangka Selatan. Salah satu produsen terasi di Toboali yakni pasangan suami istri Amat dan Darnawati. Mereka memiliki brand Terasi ‘Cik Ana’ yang sudah dikenal dan dipasarkan ke berbagai wilayah di Pulau Bangka.

Amat mengatakan, usaha pembuatan terasi ini diwarisi kedua orang tuanya, dirinya bahkan terlibat langsung dalam mencari udang yang menjadi bahan baku untuk membuat terasi.

Ia menceritakan, sejak pagi hari dirinya sudah pergi Nyungkur di Kawasan Laut di kawasan Persawahan Rias di Toboali untuk mencari udang menggunakan jaring yang telah disiapkan. Tak menentu hasil yang didapatkan, jika pada musim-musim tertentu dirinya bisa mendapatkan ratusan kilogram udang seperti udang kapar, mayang dan bubuk. Namun, jika sedang tidak musim paling banyak ia hanya bisa mengumpulkan sekitar 10 kilogram udang.

“Kalau tidak ada udang tidak bisa buat terasi, saya tidak pernah beli udangnya, dari hasil menangkap sendiri. Di sini nyungkur udang tergantung musim, kalau lagi musim banyak kalau lagi enggak musim sedikit, tapi adalah setiap hari hasilnya,” kata Amat.

Usai menyungkur, Amat dibantu istrinya membersihkan udang-udang yang terbilang sangat kecil ini untuk diolah. Amat memproduksi terasi secara tradisional dengan menggunakan peralatan seperti lesung.

Proses pembuatan terasi membutuhkan waktu dua hari, setelah dibersihkan lalu dijemur, ditumbuk, dan diendapkan atau difermentasi selama satu malam.

Setelah itu, terasi kembali dijemur dan ditumbuk kembali untuk mendapatkan hasil yang lebih halus, dan proses terakhir baru pencetakan yang dibentuk sesuai dengan yang diinginkan.

“Kalau udangnya enggak bagus, enggak mau kami buat karena hasilnya pasti akan bau dan terasinya tidak bagus. Udang yang didapatkan langsung diolah kalau tidak diolah jadi tidak bagus, dalam 1 kg udang hanya menjadi 4 ons terasi,” cerita Amat.

Amat menyebutkan, terasi yang diproduksinya bisa bertahan sekitar satu tahun jika tidak disimpan di dalam kulkas, jika disimpan dalam kulkas bahkan bisa tahan lebih lama.

“Terasi yang bagus itu kalau dipegang keras, tidak berbau kalaupun berbau ada bau udang, dan tidak berwarna yang tidak terlalu merah. Merah itu kan warna udang, bukan merah yang terang,” katanya.

Selain membuat terasi, Amat dan Darnawati juga memproduksi kemplang, salah satu makanan khas Bangka. Untuk kemplang atau kerupuk biasanya istrinya yang memproduksi. Beberapa jenis kemplang yang dibuat yakni kemplang ikan dan udang.

“Ada kemplang juga, tapi istri yang membuat. Kalau saya buat terasi karena buat terasi ini susah-susah gampang, meskipun sudah puluhan tahun buat terasi kadang ada juga di saat tidak menjadinya,” ujarnya.

Usaha terasi mereka kian berkembang setelah menjadi mitra binaan PT Timah Tbk, pasalnya pemasaran terasi mereka tidak hanya di Bangka Belitung saja, melainkan juga sudah ke luar Babel seperti Jakarta, Pulau Jawa dan beberapa Provinsi lainnya.

“Saya jadi mitra binaan PT Timah Tbk beberapa waktu lalu, beberapa kali terasi saya dibawa pameran ke berbagai wilayah. Dari menjadi mitra binaan PT Timah Tbk juga saya menambah alat produksi, membeli jaring, garam, dan beberapa peralatan produksi lainnya,” katanya.

Dari menjadi mitra binaan PT Timah Tbk, dirinya juga bisa menambah alat tangkap untuk nyungkur udang. Sehingga bisa meningkatan bahn baku untuk pembuatan terasi.

“Saya tambah modal juga untuk beli jaring, perahu untuk nyungkur. Semakin banyak bahan baku, semakin banyak produksi terasinya,” ujarnya.

Hingga saat ini, kata dia mereka telah memiliki puluhan reseller yang menjual terasi Cik Ana ke berbagai wilayah di Pulau Bangka.

“Alhamdulillah pemasarannya sudah kemana-mana, biasanya orang ngambil ke kami lalu dijual lagi. Kadang sampai kehabisan terasinya,” sebutnya.(rls)

Haji Sukirman Lantik 39 Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama, Administrator dan Pengawas

WARTABANGKA, MUNTOK – Sebanyak 39 orang pejabat Pimpinan Tinggi Pratama, Administrator dan Pengawas di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bangka Barat (Babar) tahun 2021 resmi dilantik Bupati H. Sukirman. Pelantikan dilaksanakan di Gedung Batu Rakit Pemkab Babar, Kamis (25/11).

Pejabat pimpinan tinggi pratama yang dilantik hari ini adalah Asisten Administrasi dan Umum Sekretariat Daerah, Ir. Herzon, Kepala Dinas Sosial, Pemberdayaan Masyarakat dan Desa, Suradi, S. Ag dan Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan, Drs. Ishmanto.

Bupati H. Sukirman dalam sambutannya mengatakan perputaran atau rotasi jabatan merupakan hal yang biasa. Akan tetapi yang paling terpenting dalam memegang sebuah jabatan adalah soal tanggungjawabnya.

“Berarti sebagai atasan saudara saudara masih bisa mengayomi yang dibawahnya. Tanggung jawab kita apa yang kita lakukan yang kita janjikan hari ini mengandung tanggung jawab yang penuh karena kita yakin bahwa Allah maha melihat maka setiap apapun proses yang ada di diri kita Allah maha tahu. Untuk itu saya percaya bapak – bapak dapat melaksanakan tugas yang telah tadi kita ucapkan ikrarkan bersama,” kata Sukirman.

Lanjut, dikatakan Sukirman, dalam pelantikan ini terdapat beberapa peraturan Bupati Bangka Barat. Pertama, Peraturan Bupati Bangka Barat nomor 37 tahun 2020 tentang kedudukan, susunan organisasi, tugas dan fungsi serta tata kerja sekretariat daerah.

Yang kedua, Peraturan Bupati Bangka Barat nomor 33 tahun 2020 tentang kedudukan, susunan organisasi, tugas dan fungsi serta tata kinerja dinas sosial pemberdayaan masyarakat dan desa.

Terakhir yang ketiga, Peraturan Bupati Bangka Barat nomor 34 tahun 2020 tentang kedudukan, susunan organisasi, tugas dan fungsi serta tata kinerja dinas perpustakaan dan kearsipan.

“Saya pikir ini ada beberapa yang berubah dalam peraturannya sehingga mestinya ini sudah lama kita lakukan tetapi ya inilah kita hari ini,” jelas Sukirman.

Untuk itu, Sukirman berharap agar dapat melaksanakan tugasnya karena jabatan administrator dan pengawas mempunyai peran yang sangat penting sebagai penunjang kepala OPD dalam membantu kepala daerah untuk mencapai visi dan misi melalui pencapaian target yang telah ditetapkan dan terus berusaha dalam memajukan setiap unit organisasi perangkat daerah yang dipimpinnya.

” Sebagai pimpinan serta penggerak didalam jabatan yang dipercayakan saya harapkan saudara – saudara dapat menunjukkan kinerja terbaik serta memberikan inovasi yang membangun dan meningkatkan capaian kerja pada bagian yang saudara pimpin,” harap Sukirman.

Selanjutnya, Sukirman menjelaskan pemerintahan saat ini dihadapkan pada dinamika globalisasi yang terus tumbuh dengan pesat. Kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi menjadi ruang yang tak terbatas dan menyentuh seluruh sendi kehidupan masyarakat.

Selain itu, pemerintah juga dihadapkan pada kondisi pandemi covid 19 yang belum kunjung usai sehingga dengan memanfaatkan teknologi dan inovasi dalam pekerjaan harus semakin saudara tingkatkan agar kita sebagai lembaga eksekutif tetap dapat melaksanakan pelayanan kepada masyarakat kabupaten Bangka Barat dengan kualitas yang semakin baik dan aman.

“Untuk itu sudah saatnya kita semua bersinergi bersama sama untuk memacu diri, terus mengasah kemampuan dan kapasitas agar mampu berdaya saing dalam gerak pemerintahan yang harus bergerak cepat demi terwujudnya Bangka Barat yang maju, sejahtera dan bermartabat,” tukas Sukirman. (IBB)

Haji Sukirman Pimpin Apel Kesiapsiagaan dan Simulasi Bencana

WARTABANGKA, MUNTOK – Bupati Bangka Barat, H. Sukirman memimpin apel Kesiapsiagaan serta Simulasi Bencana di Lapangan Gelora Muntok, Kamis (25/11) pagi.

Kegiatan apel ini juga diikuti oleh forkopimda dan unsur terkait seperti BPBD, anggota Sat Pol PP, Basarnas, Damkar Unit Metalurgi Muntok, personel Polres dan Kodim 0431/BB.

Dikatakan H. Sukirman, Kabupaten Bangka Barat merupakan salah satu kabupaten di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung yang skor indeks resiko bencana sebesar 180 dengan klasifikasi resiko ancaman bencana tinggi.

Sukirman menjelaskan Bangka Barat mempunyai tingkat kerawanan bencana alam diantaranya banjir, gelombang ekstrem dan abrasi, kebakaran lahan dan hutan, cuaca ekstrem, kekeringan yang mengakibatkan korban jiwa manusia, kerusakan lingkungan, serta korban harta benda dan dampak psikologi.

“Apalagi sekarang ditambah bencana non alam yaitu wabah Covid-19 yang sudah kurang lebih 2 tahun melanda kita. Hadirin yang berbahagia seperti yang kita ketahui bahwa sekarang sudah memasuki bulan November artinya, kita sudah memasuki musim hujan,” jelas Sukirman.

Selain itu, kata Sukirman, beberapa upaya perlu dilakukan untuk mengurangi resiko bencana.

Untuk itu, dirinya berharap dengan adanya kegiatan apel dan simulasi bencana alam ini agar masyarakat, pemerintah daerah, stakeholder serta unsur terkait lainnya dapat terus bersinergi dan siap siaga dalam berbagai kemungkinan bencana terutama banjir yang sering terjadi di Bangka Barat.

” Diharapkan kegiatan ini juga dapat menyadarkan kita bahwa sehari-hari baik di lingkungan keluarga maupun di lingkungan masyarakat sekitarnya,” harap Sukirman.

Di kesempatan yang sama, Kepala BPBD Kabupaten Bangka Barat, Ahmad Nursyandi mengungkapkan kegiatan ini diharapkan dapat mengurangi resiko dan meminimalisir jumlah korban dan kerugian materi akibat bencana sehingga nanti masyarakat merasa tenang dan aman.

” Memang bencana ini kita tidak bisa menduga kapan datangnya, jadi kita harus siap siaga dan selalu waspada terjadinya bencana ini dan seluruh sektor bisa bekerja sama ikut terlibat menanggulangi bencana tersebut,” ungkap Sandi.

Sandi menambahkan tingkat kerawanan yang di Bangka Barat memang tinggi terutama banjir serta kebakaran hutan dan lahan. Apabila terjadi bencana alam, Basarnas dan Stakeholder terkait selalu siap 24 jam.

” Tim reaksi cepat kita ada 20 orang yang siagakan 24 jam untuk selalu memantau situasi terkini dari kawan-kawan Basarnas juga kita ada sekitar 6 orang ditambah personil lain,” tutup Sukirman. ( IBB )

Kejari Babar Tahan Tiga Tersangka Baru Kasus Korupsi PT BPRS Cabang Muntok

WARTABANGKA, MUNTOK – Kejaksaan Negeri (Kejari) Bangka Barat (Babar) menahan tiga tersangka baru dalam kasus dugaan korupsi di PT Badan Pembiayaan Rakyat Syariah (BPRS) Cabang Muntok. Tiga tersangka ini yakni IF, JR dan RS. Ketiganya merupakan staf legal dan remedial dan mantan marketing.

Kajari Babar, Helena menjelaskan perkara ini adalah lanjutan kasus dari tahun lalu. Namun, pihaknya telah menetapkan ketiga tersangka ini dari bulan Februari 2021 lalu.

“Masih sama dengan yang kemarin karena memang ini satu kesatuan. Ini adalah kelanjutan dari BPRS tahun lalu karena mereka memang ikut andil dalam tindak pidana perkara korupsi. Ya yang sudah kita tetapkan dari bulan Februari dan hari ini kita tahan,” jelas Helena, Rabu (24/11).

Lebih lanjut, kata Helena, ketiga sementara ini akan ditahan di Polres Babar. Baru selanjutnya pihaknya akan melimpahkan kasus ini ke Pengadilan Tipikor di Pangkalpinang pada jumat mendatang.

” Perkara ini sudah berlanjut dari tahun lalu dan kita harapkan ini juga bisa cepat dan kemungkinan besar hari jumat ini kita limpahkan ke pengadilan tipikor di Pangkalpinang,” ujarnya.

Helena menyebutkan ketiga tersangka ini memang terlibat dalam kasus yang menjerat dua orang yang telah lebih dulu menjadi tersangka yakni KTH dan MT.

Namun terkait dengan aset, pihaknya belum melakukan penyitaan aset karena masih dilakukan asset tracing.

“Untuk sementara memang kenapa bagian legal kan sudah dari awal itu sudah saya terangkan kenapa kok mengetahui hal tersebut tetapi hanya mendiamkan saja. Jadi memang kita mengedepankan hati nurani juga orang orang yang paham lah kasus yang memang berperkara inilah yang kita angkat sebagai tersangka. Kalau yang dari dua itu sudah yang baru kita sedang asset tracing,” ungkap Helena.

Helena menambahkan setelah pihaknya menahan tiga orang tersangka artinya telah ada lima pelaku dalam kasus ini. Akan tetapi terkait dengan adakah tersangka yang lain, pihaknya masih belum mengetahui.

“Kalau kemarin sudah kita tahan dua sekarang tambah tiga jadi ada lima. Biar proses dulu ini karena ini prosesnya lama untuk pemberkasan tiga tersangka aja semenjak bulan februari kita sudah bergelut dengan perkara ini lumayan lama jadi saya harap ini bisa berlangsung dengan cepat sehingga bisa mendapatkan kepastian hukum,” tutup Helena. ( IBB )

DPRD Bangka Barat Gelar Rapat Paripurna Penetapan Propemperda Tahun 2022

WARTABANGKA, MUNTOK – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bangka Barat menggelar rapat paripurna Penyampaian Program Pembentukan Peraturan Daerah (Propemperda ) tahun 2022 di Gedung Mahligai Betason II, Selasa ( 23/11).

Rapat ini dihadiri oleh Ketua DPRD, Marudur Saragih, wakil ketua I, H. Oktorazsari dan wakil ketua II, Miyuni Rohantap, segenap anggota dewan DPRD Sekda Bangka Barat, Muhammad Soleh, segenap Kepala OPD serta tamu undangan lainnya.

Ketua Badan Pembentukan Peraturan Daerah DPRD Bangka Barat, Syahbandar mengatakan ada sebelas Raperda dalam Propemperda tersebut. Selain itu, juga ada dua Raperda Inisiatif DPRD Babar yakni Raperda Tentang Tata Cara Penyelenggaraan Program Pembentukan Peraturan Daerah dan Raperda Tentang Retribusi Persetujuan Pembangunan Gedung.

Berikut sebelas Raperda yang disetujui dalam aklamasi :

  1. Raperda Tentang Perubahan Ketiga Atas Peraturan Daerah Nomor 6 Tahun 2016 Tentang Pembentukan dan Susunan Perangkat Daerah Kabupaten Bangka Barat.
  2. Raperda Tentang Pembentukan Perseroda Bangka Barat Sejahtera.
  3. Raperda Tentang Penyelenggaraan Pengembangan Perumahan.
  4. Raperda Tentang Bangunan Gedung.
  5. Raperda Tentang Pokok – Pokok Pengelolaan Keuangan Daerah.
  6. Raperda Tentang Pedoman Penataan dan Pembinaan Pasar Rakyat, Pusat Perbelanjaan dan Toko Modern.
  7. Raperda Tentang Rencana Pembangunan Industri Kabupaten.
  8. Raperda Tentang Pemberian Insentif dan Kemudahan Penanaman Modal.
  9. Raperda Tentang Penyelenggaraan Cadangan Pangan Pemerintah.
  10. Raperda Tentang Perubahan Kedua Atas Peraturan Daerah Nomor 3 Tahun 2011 Tentang Pajak Daerah.
  11. Raperda Tentang Perubahan Atas Peraturan Daerah Nomor 12 Tahun 2011 Tentang Retribusi Pelayanan Pasar.

Maka dari itu, Syahbandar menghimbau agar semua perangkat daerah dapat saling berkoordinasi dalam mengajukan Raperda yang akan dibahas dan ditetapkan bersama DPRD.

” Upaya ini dilakukan agar tidak terdapat lagi pengajuan Raperda yang tidak terkoordinir dan tidak terencana dengan baik, yang pada akhirnya akan menimbulkan permasalahan di kemudian hari,” sebut Syahbandar.

Sementara itu, Bupati Bangka Barat yang diwakili Sekretaris Daerah, Muhammad Soleh menjelaskan Propemperda tahun 2022 ini memuat juga daftar rancangan peraturan daerah komulatif terbuka.

” Raperda tentang anggaran pendapatan belanja dan daerah tahun 2023, Raperda tentang perubahan anggaran pendapatan dan belanja daerah tahun 2022 dan Raperda tentang pertanggungjawaban anggaran pendapatan dan belanja daerah tahun anggaran 2021,” kata Soleh.

Selain itu, kata Sekda, daftar usulan 11 rancangan peraturan daerah yang disampaikan kepada DPRD merupakan inisiatif Pemerintah Kabupaten Bangka Barat ini dapat dibahas bersama dengan sebaik-baiknya sehingga melahirkan peraturan daerah yang dapat dilaksanakan, berkeadilan, mengedepankan kepentingan umum serta memiliki kepastian hukum sehingga tujuan yang diinginkan dapat terwujud.

” Kami mengucapkan terima kasih dan apresiasi yang setinggi – tingginya kepada DPRD Kabupaten Bangka Barat. Kami mohon kiranya kepada dewan yang terhormat dapat mengkaji usulan Raperda yang telah kami sampaikan serta memproses sesuai dengan mekanisme peraturan perundang-undangan sehingga pada akhirnya menghasilkan rancangan peraturan daerah yang berkualitas, partisipatif dan akomodatif terhadap kebutuhan masyarakat yang akan dijadikan sebagai payung hukum bagi masyarakat dan pembangunan daerah,” tutup Soleh. ( IBB/Adv )

Permudah Distribusi Pertanian di Desa Limbung, PT Timah Tbk Bangun Jalan Usaha Tani

WARTABANGKA, BANGKA BARAT -Menggeliatkan sektor pertanian di Desa Limbung, Kecamatan Jebus, Kabupaten Bangka Barat PT Timah Tbk membangun Jalan Usaha Tani sepanjang dua kilometer untuk menuju akses pertanian dan persawahan.

Setelah dikerjakan secara swakelola oleh Gapoktan Limbung Jaya Desa Limbung bersama masyarakat sekitar dua bulan, Jalan Usaha Tani ini diserahkan secara simbolis oleh Direktur Pengembangan Usaha PT Timah Tbk, Alwin Albar kepada Ketua Gapoktan Limbung Jaya Syamsul Bahri, Minggu (21/11).

Kegiatan ini turut disaksikan oleh Plt Asisten Perekonomian dan Pembangunan Kabupaten Bangka Barat, Heru Warsito, Camat Jebus, A. Amir, Sekretaris Desa Limbung Mu’an dan masyarakat sekitar.

Jalan Usaha Tani merupakan akses masyarakat untuk menuju lahan perkebunan dan persawahan. Selain itu, jalan ini menjadi akses alternatif bagi warga Desa Kacung dan Tugang untuk menuju pasar.

Semula, jalan yang dilalui warga ini hanya jalan setapak, dengan kondisi jalan yang licin saat hujan. Tak ayal, hal ini juga cukup menyulitkan warga untuk membawa hasil pertanian karena hanya bisa dilalui dengan kendaraan roda dua saja.

Pembangunan Jalan Usaha Pertanian ini merupakan rangkaian kegiatan Charity Week MIND ID dalam rangka memperingati HUT ke MIND ID pada 27 November mendatang.

Selain membangun jalan, PT Timah Tbk juga membuat dua titik gorong-gorong di kawasan ini dan juga talud sepanjang 20 meter.

Plt Asisten Perekonomi dan Pembangunan Bangka Barat, Heru Warsito menyampaikan apresiasinya kepada PT Timah Tbk yang telah membantu meningkatkan infrastruktur di Kabupaten Bangka Barat dalam hal ini pembangunan jalan menuju sumber ekonomi warga.

“Kehadiran jalan ini tidak hanya mempermudah akses masyarakat untuk menuju perkebunan dan persawahan, tapi juga mempermudah distribusi hasil perkebunan masyarakat. Dengan adanya jalan ini kita berharap dapat meningkatkan hasil pertanian warga yang nantinya bisa berdampak pada ekonomi masyarakat,” ujarnya.

Baginya, dengan dibangunnya Jalan Usaha Tani melalui CSR PT Timah Tbk ini merupakan bentuk sinergi antara Pemerintah dan PT Timah Tbk dalam mempercepat pembangunan di Bangka Barat. Dimana ke depan, kata dia Pemerintah juga akan kembali mencetak sawah di kawasan tersebut, sehingga pembangunan jalan ini juga sejalan dengan program pemerintah.

“Kami mengapresiasi setinggi-tingginya kepada PT Timah Tbk yang telah membangun jalan ini. Pemerintah mengalami keterbatasan anggaran, sehingga memang perlu sinergi dan kolaborasi seperti ini. PT Timah telah menyokong peningkatkan pembangunan infrastruktur di Bangka Barat,” sebutnya.

Sementara itu, Camat Jebus A. Amir mengatakan, Jalan Tani ini merupakan kebutuhan masyarakat untuk mempermudah akses dan distribusi ke lahan pertanian dan persawahan.

“Jalan ini tiap hari di lalui warga untuk ke kebun, ada banyak sekali warga yang memiliki kebun di sini. Dimana sebelumnya kondisinya cukup memprihatinkan, ada warga yang sampai jatuh karena licin saat melintasi jalan ini. Berkat bantuan PT Timah Tbk akhirnya warga bisa lebih mudah sehingga diharapkan ekonomi juga akan meningkat,” ujarnya.

Sekrertasi Desa Limbung, Mu’an menceritakan selain perkebunan, di kawasan ini juga terdapat 86 hektar sawah. Namun, memang belum semuanya terkelola dengan baik.

“Kami Pemerintah Desa sangat menyambut baik pembangunan jalan ini, karena memang inilah yang kami butuhkan. Jalan ini dilintasi ratusan orang tiap hari, bukan hanya untuk akses perkebunan saja, tapi ada sawah 86 hektar, masyarakat dari Desa Tugang dan Kacung kalau mau ke pasar juga lewat sini karena lebih dekat,” ungkapnya.

Senada, Ketua Gapoktan Limbung Jaya, Syamsul Bahri menjelaskan kehadiran jalan ini telah mempermudah mereka dan sangat bermanfaat bagi warga.

“Kalau liat kondisi jalan sebelumnya agak parah, makanya kami beruntung dan bersyukur jalan ini akhirnya bagus dan ini dilakukan oleh PT Timah Tbk,” sebutnya.

Menurutnya, PT Timah Tbk tidak hanya membangun jalan saja, melainkan juga memberdayakan masyarakat sekitar. Karena, pembangunan ini dilaksanakan secara swakelola oleh masyarakat.

“Ada 20 lebih warga yang mendapatkan pekerjaan dari pembuatan jalan ini, memang diminta PT Timah untuk swa kelolal. Program-program seperti inilah yang kami harapkan,” jelasnya.

Darmawan, Warga Desa Limbung yang memiliki lahan pertanian di Kawasan Jalan Usaha Tani menceritakan kini dirinya tak perlu lagi khawatir saat ke kebun. Karena kondisi jalan yang sudah bagus dan dapat memangkas waktu untuk menuju perkebunan.

“Kalau hujan licin sekali, jalannya kecil. Dulu kalau mau ke kebun sekitar setengah jam sekarang cuma 5-10 menit. Sekarang lebih nyaman lah kalau mau ke kebun, ngangkut pupuk sama hasil panen juga lebih gampang karena jalan sudah bagus, terasa sekali manfaat dari jalan yang dibangun PT Timah,” tuturnya.(rls)

Haji Sukirman Lepas Kafilah Bangka Barat Ikuti MTQH Tingkat Provinsi Babel

WARTABANGKA, MUNTOK – Sebanyak 48 kafilah Kabupaten Bangka Barat akan mengikuti Musabaqoh Tilawatil Qur’an dan Hadist (MTQH) ke- X tingkat Provinsi Bangka Belitung (Babel) di Kota Pangkalpinang.

Pelepasan kafilah ini dilakukan oleh Bupati Bangka Barat, H. Sukirman dan dihadiri Sekda Bangka Barat, Muhammad Saleh serta para pengurus Lembaga Pembinaan Tilawatil Qur’an ( LPTQ ) Bangka Barat di halaman kantor bupati.

H. Sukirman mengatakan sangat senang karena Bangka Barat selalu mengirimkan kafilah di setiap tahunnya.

Dirinya berharap semoga kafilah Bumi Sejiran Setason dapat meraih prestasi yang lebih baik dari tahun-tahun sebelumnya.

” Mudah – mudahan dapat tiga besar, maka untuk itu saya minta kepada tim untuk mendidik mereka jangan acara tahunan, tapi dengan sistem,” kata Sukirman.

“Tentunya Pak Darul dan kawan-kawan pasti tahu lah bagaimana cara membina, karena ini udah tahun ke – X. Terakhir kita di peringkat keenam, jadi tahun ini setidaknya ke tiga. Kemudian bonus juga harus ditambah, bonus sudah disiapkan,” lanjutnya.

Di kesempatan yang sama, Sekretaris LPTQ Bangka Barat, Darul Qudhni menjelaskan 48 kafilah yang terdiri dari terdiri dari 24 laki – laki dan 24 perempuan akan mengikuti semua cabang yang dilombakan pada MTQH ke – X di Pangkalpinang.

” Seluruh cabang kita ikuti mulai tartil, tilawah anak, remaja, dewasa kemudian tahfiz Qur’an, mulai 1 sampai 30 jus,” ujar Darul.

Selain itu, Dahrul mengungkapkan ada salah satu cabang yang diunggulkan. Cabang tersebut adalah cabang cabang tahfiz 20 sampai 30 juz. Sementara itu, Hafiz dan hafidzah yang diandalkan adalah Dafa ( 6 ) dan Zifa ( 5 ).

” Zifa ini yang paling muda, dia sudah hafal 20 juz. Kalau pendampingan itu orang tuanya ditambah dengan pendamping kita. Itu lah yang bisa kita andalkan. Kalau ke luar negeri belum, ini pertandingan pertama dia yang 30 juz,” tukas Dahrul. ( IBB )

Stabilisasi Harga Pangan Pokok, DPP Provinsi Babel Gelar Operasi Pasar Murah di Muntok

WARTABANGKA, MUNTOK – Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) melaksanakan kegiatan Operasi Pasar di halaman Kantor Camat Muntok, Senin (22/11). Kegiatan ini dalam rangka stabilisasi harga pangan pokok.

Pasar murah ini menjual berbagai kebutuhan pokok seperti beras, gula, minyak goreng, bawang merah, cabai dan lain sebagainya. Harga yang ditawarkan pun bervariasi berkisar seperti Beras SDM yang dijual mulai dari Rp 48.000 per 5 kilogram dan Rp 95.000 per 10 kilogram.

Sedangkan Beras RM 5 kilogram dijual Rp 53.000, RM Super 5 kilogram Rp 54.000, RM Super 10 kilogram Rp 108.000
dan RM Putih 10 kilogram Rp 106.000.

Kepala Bidang Pengendalian Perdagangan dan Perlindungan Konsumen Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Babel, Fadjri Djagahitam mengatakan pihaknya menggelar operasi pasar murah di beberapa titik tiap-tiap Kabupaten.

Untuk di Bangka Barat, Pasar Murah diadakan selama dua kali yakni di Kecamatan Muntok dan pada tanggal 7 desember 2021 mendatang di Kecamatan Parittiga dan Jebus.

” Bangka barat ini ya ada dua kali nanti tanggal 7 desember itu di Parittiga Jebus. Tujuannya harga sekarang sembako nih kan banyak melonjak terutama minyak goreng,” kata Fadjri, Senin ( 22/11).

Selain itu, dalam kegiatan ini pihaknya juga menggandeng beberapa para distributor diantaranya Haji Alwi, PT. Rantai Emas dan PT. Menara. Dirinya berharap distributor dapat menjual harga bahan pokok sedikit dari harga pasar.

” Kerjasama dengan beberapa distributor ada bulog ada sembako cabe ini dengan Haji Awi ada juga dengan Rantai Emas ada juga dengan PT. Menara untuk gula minyak goreng. Harapan kami para distributor itu bisa menjual di harga pasar membantu masyarakat,” jelas Fadjri.

Fadjri menambahkan di akhir tahun 2021, operasi pasar murah ini juga akan dilaksanakan di kota Pangkalpinang.

” Kegiatan ini nanti ada lagi pasar murah tapi pasar murah itu khusus di ibukota Pangkalpinang. Kalau yang di Bangka Barat penutup tahunnya di Parittiga Jebus nanti,” tambah Fadjri.

Sementara itu, Camat Sukandi menyebut pasar murah ini merupakan tindak lanjut dari inspeksi mendadak yang dilakukan Kapolres Bangka Barat bersama Satgas Pangan serta OPD terkait.

Sidak tersebut menemukan bahwa minyak goreng mengalami kenaikan.

” Maka hari ini sebagai solusinya Dinas Perindustrian dan Perdagangan Babel mengadakan pasar murah,” ujar Sukandi.

Untuk itu, dirinya mengucapkan terima kasih kepada Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Kepulauan Babel yang telah membantu masyarakat melalui operasi pasar murah ini.

” Kami berterima kasih lah kepada Dinas ini yang telah melaksanakan kegiatan ini, sehingga dapat membantu masyarakat kita untuk dapat membeli yang harga standar atau memang harga yang memang diharapkan oleh masyarakat kita semua. Jadi sangat membantu lah intinya,” tutup Sukandi. ( IBB )