Bangka Barat

Pelaksanaan PPKM Level 4 di Kabupaten Bangka Barat Ditunda

WARTABANGKA.COM, MUNTOK – Instruksi Mendagri terkait pelaksanaan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) level 4 di Kabupaten Bangka Barat belum terbit. Maka, otomatis pelaksanaan PPKM yang harusnya diterapkan pada Senin (26/7) esok belum bisa dilaksanakan.

Ketua Satgas Penanganan Covid-19 Bangka Barat, Sidarta Gautama mengatakan dalam waktu tiga hari kemarin, pihaknya terus menggelar rapat guna membahas apa – apa saja yang menjadi ketentuan dalam Instruksi Mendagri terkait penerapan PPKM Level 4.

” PPKM level 4 sudah kita persiapkan dalam 3 hari ini. Ini juga baru pulang dari rapat sore ni. Jadi semua bidang – bidang yang diatur dalam Inmendagri itu sudah plotting sudah kita atur sedemikian rupa sudah kita beri penegasan dan sudah kita atur,” ujar Sidarta, Minggu (26/7).

Akan tetapi, Provinsi Bangka Belitung belum masuk di Inmendagri Nomor 23 tahun 2021. Masuknya Bangka Barat ke level 4 itu bukan berdasarkan instruksi hasil zoom meeting pada Jumat (23/7) kemarin.

“Kemudian sorenya dilanjutkan zoom meeting dengan Pak Gubernur dengan Forkopimda Provinsi bahwa yang masuk level 4 itu ada tiga kabupaten Belitung Timur, Belitung Induk dan Bangka Barat. Hanya dalam Inmendagri secara resminya belum ada, Bangka Belitung belum masuk,” jelas Sidarta.

Selain itu, Sidarta memprediksikan bahwa Inmendagri tersebut akan terbit malam ini atau paling lambat besok pagi. Saat ini, pihainya terus menggelar rapat untuk mempersiapkan pengaturan – pengaturan di segala sisinya.

” Jadi kalau ditanya kawan – kawan media apakah Senin sudah berlaku? Belum karena kita belum ada Inmendagri nya karena dilihat dulu di Inmendagri nya apakah kita tetap di tanggal 26 sampai 8 atau ada pengaturan baru karena kita kan penambahan bukan masuk di yang 23, itu kan jumlah daerahnya. Kita masih menunggu Inmendagri yang akan keluar ini apakah waktunya disamakan dengan di Inmendagri 23 yaitu 26 sampai tanggal 8 Agustus atau kah tanggal baru karena kita memang tambahan sifatnya,” sebut Sidarta.

Sidarta menambahkan untuk pegawai Pemkab Bangka Barat masih tetap bekerja seperti biasanya. Dirinya telah meminta Kepala BKPSDM Babar untuk mengumumkan melalui Diskominfo bahwa besok masih tetap bekerja seperti biasa.

” Baru nanti akan kita tentu kan kemudian. Jadi PPKM level 4 ditunda dulu sampai terbit Inmendagri secara resmi nanti akan diatur lagi oleh Pak Gubernur melalui surat edaran,” tukas Sidarta. ( IBB )

Bangka Barat Ditetapkan PPKM Level 4

WARTABANGKA.COM, MUNTOK – Kabupaten Bangka Barat ditetapkan penerapan PPKM level 4. PPKM ini mulai berlaku pada Senin ( 26/7 ) esok hingga 10 hari ke depan.

Hal ini disampaikan oleh Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19, M. Putra Kusuma saat konferensi pers usai menggelar rapat dengan Tim Satgas Covid-19 bersama Sekda Bangka Barat, Muhammad Soleh dan unsur terkait lainnya, Sabtu (25/7) malam.

” Penerapan PPKM di level 4 ini satu-satunya kita di Kabupaten Bangka Barat kemudian satu-satunya kabupaten di Pulau Bangka kemudian dua kabupaten di Pulau Belitung,” jelas Putra.

Dikatakan Putra, pihaknya menerima keputusan yang sudah ditetapkan dan pada prinsipnya Kabupaten Bangka Barat sudah siap untuk melakukan dan meneruskan instruksi Mendagri terkait dengan PPKM level 4.

Dari hasil rapat yang dilakukan sejak siang hingga malam tadi, ada tiga aspek yang menjadi penekanan dalam penerapan PPKM level 4 ini. Ketiga aspek tersebut adalah esensial, non esensial dan kritikal.

” Yang non esensial itu seluruhnya WFH. jadi tetapi ada petunjuk dari peserta rapat untuk bisa memilah-milah terkait dengan bagaimana pelayanan di masyarakat bagaimana pelayanan kita terhadap masyarakat baik itu pelayanan ke masyarakat maupun pelayanan kepada pegawai yang ada di Kabupaten Bangka Barat,” kata Putra.

” Karena tidak mungkin serta merta seluruhnya itu dilakukan WFH karena ada point-point penting di dalam instansi dan institusi tersebut yang harus tetap bekerja untuk melakukan kegiatan apapun intervensi di dalam pembangunan Kabupaten Bangka Barat ini,” lanjutnya.

Putra melanjutkan untuk yang sektor esensial seperti perbankan dan sektor kritikal yaitu rumah sakit, Puskesmas, BPBD dan lainnya itu tetap wajib untuk melaksanakan kegiatan 100 persen wajib hadir pegawainya.

Putra menjelaskan terkait pelabuhan, lalu lintas masuk dan keluar pelabuhan yang semula menunjukkan hasil rapid antigen negatif, sekarang setiap penumpang wajib sudah dilakukan vaksinasi dosis pertama.

Kemudian, terkait dengan tempat ibadah sesuai dengan instruksi yang disampaikan oleh Gubernur Bangka Belitung, Erzaldi Rosman Djohan, tidak ada tempat ibadah yang ditutup tetapi pihaknya sudah sepakat dengan seluruh tim bahwa di setiap tempat ibadah itu ada Satgas internal yang mengatur terkait dengan prokesnya.

” Jadi Satgas internal itulah nanti yang saling mengingatkan kepada seluruh jamaahnya untuk taat kepada prokes secara ketat. Instruksi pak Gubernur menyampaikan tidak ada tempat ibadah yang ditutup tetapi penguatannya ada diprokes dan edukasi yang disampaikan oleh Satgas internal di tempat ibadah tersebut,” ungkap Putra.

Sementara itu, yang terakhir terkait dengan sektor UMKM seperti Cafe, warung, rumah dan lain sebagainya, dalam hal ini sesuai dengan hasil rapat, pengunjung tidak diperbolehkan makan di tempat.

” Jadi take away semuanya dibawa pulang. UMKM nya tetap bisa buka tetapi tidak ada yang makan ditempat jadi semuanya dibawa pulang kemudian paling telat itu tutupnya jam 20.00 wib. Lewat itu satgas dan tim gabungan tiap hari akan melakukan edukasi bukan razia edukasi secara humanis untuk dilakukan pendekatan pendekatan terkait dengan bagaimana transmisi ini bisa kita hentikan bersama sama,” sebutnya.

” Artinya seluruh elemen yang ada itu bisa saling mendukung kita tentunya Pemerintah Kabupaten Bangka Barat tidak bisa bekerja secara sendiri paling tidak kita tetap membutuhkan dukungan dari seluruh elemen yang ada,” tambah Putra. ( IBB )

Kejaksaan Negeri Bangka Barat Peringati Hari Bhakti Adhyaksa ke-61

WARTABANGKA.COM, MUNTOK – Kepala Kejaksaan Negeri (Kejari) Bangka Barat, Helena Octavianne beserta seluruh pegawainya mengikuti upacara peringatan Hari Bhakti Adhyaksa ke-61 tahun 2021 di Aula Kantor Kejari, Kecamatan Muntok, Kamis (22/7).

Upacara ini dilakukan secara virtual dan dipimpin Jaksa Agung RI sebagai inspektur upacara serta diikuti seluruh pegawai Kejaksaan di seluruh Indonesia.

Kajari Bangka Barat, Helena Octavianne mengatakan dalam peringatan Hari Bhakti Adhyaksa ke- 61, tema yang diusung adalah ” Berkarya Untuk Bangsa “. Hal ini sangat sesuai dikarenakan Kejaksaan sendiri sudah banyak berkarya.

” Apalagi juga Kejaksaan Bangka Barat bersama dengan rekan – rekan media tersayang, tercinta selalu memberikan inovasi – inovasi baru dan juga pelayanan – pelayanan kepada masyarakat,” kata Helena.

Selain itu, Helena menyampaikan pada peringatan HBA ini, pihaknya juga telah melakukan banyak macam kegiatan. Salah satunya seperti kegiatan vaksinasi massal, pembagian sembako dan lain sebagainya.

” Rangkaian kegiatan kita ada bakti sosial bagi – bagi beras, alhamdulillah bertahap sudah dibagikan sekitar 4 ton. Besok kita juga akan bagikan wilayah Kelapa. Kemudian ada program vaksinasi massal sekitar 543 orang yang kita lakukan vaksinasi. Kalau lomba – lomba internal lebih ke arah yang mengedepankan proses seperti lomba gaple, cerdas cermat, tebak lagu. Kalau untuk eksternalnya kami mengajak rekan-rekan media membuat video pantun yang mana pesertanya rekan – rekan media semua membawakan pantun dengan gayanya, dan ada video pendek juga untuk umum,” ungkap Helena.

Untuk itu, Helena berharap memasuki usia ke- 61, Kejaksaan harus lebih profesional, berintegritas dan kerja cerdas agar seluruh masyarakat dapat terlayani dengan baik serta mengedepankan asas dominus litis.

” Dimana memang kita merupakan jaksa penuntut umum ada masalah tentang penanganan perkara, tapi tetap mengedepankan hati nurani, itu yang diarahkan oleh Jaksa Agung. Kemudian ada juga akses untuk perempuan dan anak,” tutup Helena. ( IBB )

Pemkab Bangka Barat Kurban 6 Sapi dan 5 Kambing

WARTABANGKA.COM, MUNTOK – Pemerintah Kabupaten Bangka Barat melaksanakan penyembelihan hewan kurban di halaman Parkir Barat, Kantor Bupati di Desa Belo Laut, Kecamatan Muntok, Rabu ( 21/7 ) pagi.

Kegiatan tersebut dihadiri Bupati Bangka Barat, H. Sukirman, Wakil Bupati, Bong Ming Ming, segenap kepala OPD dan ASN di lingkungan Pemkab Bangka Barat.

Asisten bidang Ekonomi dan Pembangunan Setda Bangka Barat, Rozali selaku ketua panitia mengatakan, pada Hari Raya Iduladha 1442 ini pemda menyembelih 6 sapi dan 5 kambing, hasil sumbangsih dari para kepala OPD.

“Sapi ini daging akan diserahkan ke PHL yang bertugas sebagai penjaga kantor, office boy dan bagian kebersihan dan supir, lalu pasukan kuning bagian kebersihan di DLH Bangka Barat,” jelas Rozali.

Di kesempatan yang sama, Wakil Bupati Bangka Barat, Bong Ming Ming memaparkan, tahun ini banyak perusahaan – perusahaan, baik BUMN maupun swasta yang berpartisipasi menyalurkan hewan qurban ke Pemda. Hewan – hewan qurban tersebut selanjutnya disalurkan kepada masyarakat.

” Jumlahnya 18 ekor, yang tidak terdata masih banyak lagi sebenarnya yang sudah diberikan kepada masyarakat. Dan alhamdulilah berkat kerja sama semuanya bisa memfasilitasi untuk masyarakat,” ujar Bong Ming Ming dalam sambutannya.

Sementara itu, Bupati Bangka Barat, H. Sukirman mengajak memaknai Hari Raya Idul Adha atau hari raya qurban.

“Kita kemarin baru takbir bahkan sampai tiga hari ke depan, kita disunahkan untuk kewajiban kita menyebut nama Allah SWT. Kemudian makna dari Idul Adha itu sama dengan qurban, kita disunahkan muakkadah jadi sunah sangat tinggi bagi yang mampu. Nah hari ini di tengah pandemi kita bisa berbagi dengan yang membutuhkan, jadi dengan Idul Adha saatnya kita berbagi sesuai dengan syariat islam,” tuks Sukirman. ( IBB/rls )

Hasil Swab Massal, 85 Warga Pait Jaya Positif Covid-19

WARTABANGKA.COM, MUNTOK – Kasus pasien yang terkonfirmasi positif Covid-19 di Bangka Barat kembali melonjak. Setelah sempat dilakukan swab massal di Dusun VI RT.003 RW.001 Pait Jaya, Desa Belo Laut pada Selasa (13/7) lalu, hasilnya adalah sebanyak 85 orang dinyatakan positif Covid-19.

” Jadi dari total kasus yang teridentifikasi oleh tim pemeriksa itu dari awal sampai dengan semalam ada kurang lebih 85 orang. Jadi dari hasil swab massal itu ada 30 orang dari 233 spesimen yang kita periksa itu ada 30 orang yang positif covid. Dan semalam terakhir keluar ada 7 spesimen yang masih positif,” kata Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Bangka Barat, M. Putra Kusuma kepada awak media, Sabtu (17/7).

Putra menjelaskan jika tidak ada gejala maka PPKM di Dusun VI RT.003 RW.001 Pait Jaya akan selesai tanggal 22 juli mendatang. Namun apabila ada gejala tambahan maka PPKM akan dilanjutkan sampai tanggal 25 juli 2021.

” Nah sebagian juga mungkin ada sekitar 30-an orang hari Minggu nanti sudah selesai isolasi. Sebagian nanti kalau ada 30 lagi kalau dia tanpa gejala dia akan selesai isolasi sekitar tanggal 22 Juli kalau misalnya ada gejala tambahan dilanjutkan sampai dengan tanggal 25 Juli itu secara data hasil pemeriksaan yang kita lakukan,” jelas Putra.

Putra menambahkan, untuk blokade di sisi hulu dan hilir jalan di Kampung Pait Jaya akan dibuka pada minggu esok.

” Jadi masyarakat yang negatif itu sudah bisa berinteraksi dengan masyarakat lainnya,” tutup Putra. ( IBB )

Kasat Pol PP Bangka Barat Terkonfirmasi Positif Covid-19

WARTABANGKA.COM, MUNTOK – Ketua Satgas Penanganan Covid-19 sekaligus Kasat Pol PP Kabupaten Bangka Barat, Sidarta Gautama saat ini sedang menjalani isolasi mandiri di rumah. Sidarta dinyatakan terkonfirmasi positif virus covid-19 sejak Rabu ( 14/7) yang lalu.

Dikatakan sidarta, saat isolasi, dirinya didampingi dokter dan tim medis lainnya. Sedangkan gejala yang ia alami antara lain mengalami demam tinggi. Bahkan dirinya sempat memakai oksigen.

” Semalam tu sempat drop sempet di oksigen tapi alhamdulilah sudah stabil. Yang susah itu saat demamnya itu, panasnya udah sampai 40 derajat. Saya di rumah saja didatangi kawan – kawan dari rumah sakit jadi dirawat sebentar, dikasih obat, disuntik,” kata Sidarta, Jumat ( 16/7).

Ia mengungkapkan yang ia rasakan saat
pertama kali terpapar Covid – 19 adalah tubuhnya terasa ngilu, makanan terasa hambar, tidak bisa tidur serta kepala pusing.

” Jadi kepada seluruh masyarakat Bangka Barat, benar – benar berhati – hati. Karena sekarang baru saya rasakan, kena Covid itu paling nggak enak, bener kata Mikron Antariksa, nggak enak. Serba salah, makan pun nggak ada rasa. Lidah hambar, jadi kita makan itu dua sendok itu sudah bagus. Dak masuk makanan tuh. Sampai tenggorokan dia keluar lagi makanan tu. Badan demam, ngilu, kepala pusing, duduk salah, berdiri salah, baring salah. Pokoknya nggak enak bener, nggak bisa tidur,” ungkap Sidarta.

Sidarta melanjutkan apabila orang yang terkonfirmasi virus tersebut memilki riwayat penyakit penyerta maka itu akan lebih berbahaya terutama penyakit yang ada hubungannya dengan paru – paru dan pernafasan.

” Jadi mari sama – sama lah kita patuhi protokol kesehatan kita lebih berhati – hati karena ternyata nggak enak sama sekali kena Covid. Baru pertama ini, jadi baru ngerasa benar – benar nggak enak. Selama ini cuma denger denger kata orang kan, ini baru merasa benar. Ini aja ngomong di telepon kuping begaung – gaung,” lanjut Sidarta.

Sidarta menyebut tak tahu lagi bagaimana riwayat penularan virus tersebut. Apalagi seperti yang diketahui, Satgas Covid adalah orang terdepan yang terjun langsung ke lapangan hingga bertemu dengan orang – orang yang positif covid-19.

Ditambah lagi, ia juga sudah dua kali divaksin dan masih terpapar virus Covid-19 apalagi masyarakat yang belum divaksin sama sekali.

Untuk itu, dirinya berpesan agar selalu berhati – hati dan tetap mematuhi protokol kesehatan.

” Pesan saya hati – hati, tingkatkan kewaspadaan, prokes dipatuhi dan makan makanan yang benar – benar sayur buah benar – benar harus kita konsumsi tiap hari supaya imun kita jangan drop. Jangan dianggap enteng, benar benar kita harus jaga imun, kalau bisa olahraga tiap pagi,” harapnya. ( IBB/rls )

Kejari Bangka Barat Ikuti Forum Koordinasi Pengawasan dan Pemeriksaan Kepatuhan Tahun 2021

WARTABANGKA.COM, MUNTOK – Kejaksaan Negeri (Kejari) Bangka Barat (Babar) mengikuti kegiatan Forum Koordinasi Pengawasan dan Pemeriksaan Kepatuhan Kabupaten Bangka Barat Tahun 2021. Kegiatan ini dilakukan secara daring via zoom meeting di Digital Room Kejari Babar, Rabu (14/7).

Kegiatan ini diikuti oleh Kepala Kejaksaan Negeri Bangka Barat Helena Octavianne beserta Kepala Seksi Perdata dan Tata Usaha Negara Heru Pujakesuma Rina Akhad Riyanti dan M. Syaran Jafizhan selaku Jaksa Pengacara Negara.

Kajari Babar, Helena Octavianne selaku ketua Forum Koordinasi Pengawasan dan Pemeriksaan Kepatuhan Babar tahun 2021 menjelaskan dalam forum koordinasi dan pengawasan tersebut dilaksanakan beberapa kegiatan yaitu melakukan evaluasi pelaksanaan pengawasan dan pemeriksaan dalam rangka peningkatan peserta.

” Kepatuhan penyampaian data dan pembayaran iuran peserta, merumuskan strategi bersama yang dapat diterapkan untuk meningkatkan kepatuhan pemberi kerja, dan evaluasi atas pelaksanaan strategi yang telah disusun,” ungkap Helena.

Lebih lanjut, dikatakan Helena, pihaknya sangat mendukung serta mengawal pelaksanaan Program JKN-KIS di Kabupaten Bangka Barat dalam penegakan hukum terhadap permasalahan yang muncul baik dalam Bidang Perdata dan Tata Usaha Negara dan memberikan langkah hukum lain sesuai dengan peraturan perundang-undangan berlaku.

Selain itu, Helena berharap dengan diadakannya kegiatan ini, dalam penegakan kepatuhan pembayaran iuran jaminan kesehatan yaitu diperolehnya penyelamatan keuangan negara berupa iuran jaminan kesehatan nasional yang tertunggak oleh badan usaha dengan upaya yang dilakukan lebih pada upaya negosiasi atas kewajiban pembayaran tunggakan iuran yang belum diselesaikan badan usaha.


” Dan upaya pengenaan sanksi baik sanksi pencabutan izin usaha dan sanksi pidana merupakan pilihan terakhir karena yang menjadi fokus adalah pengembalian keuangan negara bukan pengenaan sanksi,” tutup Helena. ( IBB )

DPRD Bangka Barat Gelar Rapat Paripurna Penyampaian KUA PPAS Tahun 2022

WARTABANGKA.COM, MUNTOK – DPRD Kabupaten Bangka Barat melaksanakan rapat paripurna dengan agenda penyampaian rancangan Kebijakan Umum Anggaran ( KUA ) serta rancangan Prioritas dan Plafon Anggaran Sementara ( PPAS ) tahun 2022 di Gedung Mahligai Betason II, Rabu (14/7).

Rapat ini dipimpin oleh ketua DPRD Babar, Marudur Saragih dan dihadiri oleh Bupati Babar, H. Sukirman, wakil ketua I, H. Oktorazsari, wakil ketua II, Miyuni Rohantap, segenap anggota DPRD dan tamu undangan lainnya.

Ketua DPRD Bangka Barat, Marudur Saragih mengatakan penyusunan KUA tahun anggaran 2022 merupakan suatu dokumen perencanan sistem anggaran yang penyusunannya mengacu kepada rencana kerja pemerintah daerah (rkpd) tahun 2022.

KUA PPAS yang disampaikan ini nantinya menjadi petunjuk dan ketentuan umum yang disepakati sebagai pedoman dan juga memberikan arah bagi pelaksanaan program dan kegiatan pembangunan pada tahun 2022 agar berdaya guna dan berhasil guna, mengoptimalkan pelaksanaan apbd serta meningkatkan koordinasi antara ekskutif dan legislatif dalam memantapkan penyusunan perencanaan anggaran yang transparan dan akuntabel.

” Rancangan tersebut memuat target pencapaian kinerja yang terukur dari program-program yang akan dilaksanakan oleh pemerintah daerah untuk setiap urusan pemerintahan daerah yang memuat proyeksi pendapatan daerah, alokasi belanja daerah, sumber dan penggunaan pembiayaan yang disertai dengan asumsi yang mendasarinya,” katanya.

Sementara itu, Bupati Bangka Barat, H. Sukirman menjelaskan pendapatan dalam KUA PPAS tahun 2022 diproyeksikan sebesar Rp. 841.172.230.000,00 dan Pendapatan Asli Daerah ( PAD ) diproyeksikan sebesar Rp. 81.333.510.000,00.

” Pendapatan transfer diproyeksikan sebesar Rp. 735.000.000.000,00. Lain-lain pendapatan daerah yang sah diproyeksikan sebesar Rp.24.838.720.000,00,” ungkap Sukirman.

Selanjutnya, dikatakan Sukirman, untuk Belanja diproyeksikan sebesar Rp.
968.620.678.735,57 sehingga dengan perbandingan antara total pendapatan dengan total belanja daerah maka terdapat defisit sebesar Rp. 127.448.448.735,57.

” Defisit tersebut akan ditutupi dengan pembiayaan netto sebesar Rp. 127.448.448.735,57, terdiri dari penerimaan pembiayaan diproyeksikan sebesar Rp. 134.448.448.735,57 dan pengeluaran pembiayaan sebesar Rp.7.000.000.000,00,” ujar Sukirman.

Dengan adanya defisit tersebut, Sukirman berharap penyampaian rancangan KUA PPAS APBD Kabupaten Bangka Barat tahun anggaran 2022 ini dapat segera dibahas bersama dengan badan anggaran DPRD untuk menyempurnakan kekurangan-kekurangan .

Lalu, Sukirman menambahkan dengan melihat prioritas dan plafon anggaran sementara ini, diharapkan pengalokasian anggaran dalam upaya peningkatan pencapaian pembangunan tahun anggaran 2022 disesuaikan dengan urusan, bidang kewenangan serta tugas dan fungsi yang ada.

” Agar menjadi lebih baik demi kemajuan negeri sejiran setason serta dapat disetujui oleh pihak dprd sesuai jadwal yang telah ditetapkan dalam peraturan perundang – undangan,” tutup Sukirman. ( IBB )

Kepala BKPSDM Sesalkan Dua Oknum CPNS Terlibat Kasus Surat Antigen Palsu

WARTABANGKA.COM, MUNTOK – Dua oknum CPNS di Kabupaten Bangka Barat terlibat kasus pemalsuan surat rapid antigen palsu. Dalam memuluskan langkahnya, RJ dan HP juga menggunakan kop surat RSUD Sejiran Setason.

Kejadian ini disesalkan oleh Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia ( BKPSDM ) Kabupaten Bangka Barat, Antoni Pasaribu.

” Saya selaku kepala BKD menyesalkan lah hal seperti ini terjadi karena di luar pengetahuan kita, informasi kita dapat dari tim gugus tugas Covid-19 di pelabuhan bahwa ada CPNS yang memalsukan itu. Kemudian, sampai sekarang juga katanya orang-orang itu ditahan di kepolisian dan sedang dalam proses yah,” kata Antoni, Rabu ( 14/7).

Antoni mengatakan pihaknya juga akan menemui pihak kepolisian dengan maksud untuk mempertanyakan status dari CPNS tersebut.

” Apakah ditahan atau gimana, pihak kepolisian lah seperti apa status mereka ini, setelah penutupan latsar ini lah baru ke kepolisian,” jelas Antoni.

Antoni menegaskan untuk kasus dua orang CPNS ini, pihaknya akan melihat aturan dan mekanisme soal hukuman yang akan diberikan. Untuk itu, pihaknya juga akan membentuk tim.

” Terkait masalah hukum yang akan diberikan kepada mereka, kita tidak bisa berandai-andai lah, kita menurut aturan saja, karena mereka masih CPNS,” sebut Antoni.

Selain itu, kata dia, pihaknya juga akan berkoordinasi dan konsultasi ke Badan Kepegawaian Negara ( BKN ) untuk meminta masukan yang tepat agar jangan sampai salah dalam membuat keputusan.

” Kita rapat dulu dengan tim di BKD, kalau ada hal-hal yang meragukan baru kita konsultasi ke BKN. Makanya kita ke pihak kepolisian, mau minta status mereka ini apa, kalau memang tersangka, maka kita minta surat dari kepolisian, baru kita bicara tentang sanksi,” ungkap Antoni.

Dia menambahkan CPNS yang ditahan tersebut, salah seorang dari mereka sudah ada yang selesai mengikuti latihan kepemimpinan dasar dan ada juga yang masih dalam penyelesaian latsar nya.

” Setelah itu baru pengumuman kelulusan mereka, sebenernya tinggal seminar,” tukas Antoni. ( IBB )

Kejari Bangka Barat Bagikan 150 Paket Sembako kepada Masyarakat Terdampak Covid-19

WARTABANGKA.COM, MUNTOK – Kejaksaan Negeri (Kejari) Bangka Barat (Babar) membagikan sebanyak 150 paket sembako kepada masyarakat kurang mampu di daerah itu yang terdampak pandemi Covid-19, Selasa (13/7).

Kegiatan ini dilaksanakan secara serentak oleh Kejaksaan Agung, Kejaksaan Tinggi, Kejaksaan Negeri dan Cabang Kejaksaan Negeri di seluruh wilayah Indonesia yang merupakan satu rangkaian kegiatan dalam rangka memperingati Hari Bhakti Adhyaksa ke – 61 Tahun 2021.

Pembagian sembako dilakukan secara simbolis oleh Kepala Kejaksaan Negeri Bangka Barat, Helena Octavianne beserta para kasi dan kasubbagbin di Kantor Kejari Babar. Kemudian dilanjutkan dengan pembagian sembako yang diantarkan secara langsung kepada masyarakat Babar.

Kasi Intel Kejari Babar, Mario Nicholas menjelaskan baksos ini merupakan suatu kegiatan yang termasuk dalam program Jaksa Peduli Jaksa Berbagi. Hal ini sebagai wujud kepedulian Kejari Bangka Barat terhadap masyarakat Bangka Barat yang kurang mampu dan terdampak covid-19.

Selain itu, menurutnya, manfaat dari kegiatan baksos tersebut yaitu menambah wawasan dan pengetahuan sosial, membantu pembentukan sikap dan kepribadian seseorang, menumbuhkan rasa moralitas yang tinggi, menumbuhkan semangat untuk menemukan inspirasi baru, mengembangkan kepribadian dan rasa saling peduli, melatih jiwa kepemimpinan, dan dapat membentuk Emotional Quotient (EQ).

” Dapat merasakan indahnya berbagi dan peduli akan sesama, dapat memahami banyak hal dari diri sendiri yang bisa disyukuri daripada dikeluhkan, dan kita akan merasa bahagia ketika bisa memberi hal yang bermanfaat pada orang lain,” jelas Mario.

Mario melanjutkan kegiatan baksos tersebut tentunya menjadi tumpuan masyarakat miskin dan rentan miskin terutama pada masa pandemi covid-19 saat ini.

“Sehingga diharapkan dapat meringankan beban perekonomian rumah tangga dan diharapkan dapat menjangkau seluruh lapisan masyarakat yang membutuhkan serta dapat mendukung program pemerintah dalam program Pemulihan Ekonomi Nasional atau PEN ,” tukas Mario. ( IBB )