Bangka Barat

Timgab Gagalkan Penyelundupan 300 Kilogram Daging Babi Ilegal Asal Palembang

WARTABANGKA, MUNTOK – Tim gabungan dari Balai Karantina Pertanian Kelas II Pangkalpinang Wilayah Kerja Pelabuhan Muntok, KSOP dan Satgas Angkutan Laut menggagalkan penyelundupan 300 kilogram daging babi ilegal asal Palembang, Sumatera Selatan, Kamis (27/8) malam.

Ratusan kilogram daging ini diamankan petugas saat melakukan pemeriksaan muatan truk di Pelabuhan Tanjung Kalian Muntok. Di salah satu truk dengan nomor polisi BN 8765 RQ disopiri, DS (20 ) warga Pal Muntok, didapati daging babi tanpa dokumen dibawah tumpukan jagung.

“Sampai sini diperiksa muatannya jagung, setelah diperiksa lagi dibuka terpal semua ketemu ini daging babi. Masuknya semalam menumpang Kapal Extras Darma Kosala, jam enam malam kalau berangkat dari Tanjung Api Api-nya,” jelas Dokter Hewan Karantina Pertanian Wilker Muntok, Wawan Nazaruddin, Jumat (28/8).

Dia menjelaskan, pihaknya akan segera memusnahkan ratusan kilogram daging babi ilegal ini di Kantor Balai Karantina Pertanian Kelas II Pangkalpinang Wilayah Kerja Pelabuhan Muntok. Hal ini dikarenakan daging babi ilegal tersebut sudah tak layak konsumsi.

Namun, sebelum daging dimusnahkan, pihaknya akan meminta keterangan si pemilik daging babi ilegal terlebih dahulu. Selain itu, Wawan menambahkan saat ini pemerintah baik pusat maupun daerah sedang gencar-gencarnya mencegah masuknya virus African Swine Fever (ASF) atau demam babi afrika ke Indonesia.

“Ini masih menunggu pemiliknya, rencananya pemusnahan di belakang kantor disaksikan pihak terkait lainnya. Untuk mencegah penyebaran penyakit kemungkinan dimusnahkan karena daging tidak layak konsumsi. Apalagi posisi sekarang ini Babel berupaya memerangi virus ASF,” tutup Wawan. (*/IBB)

Antisipasi Peredaran Narkoba, Karutan Muntok Sidak Blok Tahanan

WARTABANGKA, MUNTOK – Kepala Rumah Tahanan (Rutan) Negara Kelas IIB Muntok, Abdul Rasyid Meliala memimpin inspeksi mendadak ke sejumlah blok tahanan, Kamis ( 27/8).

Sidak dilakukan untuk mengantisipasi adanya peredaran gelap narkoba dan deteksi dini terhadap gangguan keamanan dan ketertiban di dalam rutan.

Kegiatan ini juga melibatkan Kepala Kesatuan Pengamanan, Alex Rizki Wijaya dan Kasubsi Pelayanan Tahanan Iwan Kurniawan dan seluruh petugas pengamanan Rutan.

“Ini menindaklanjuti instruksi dari Direktur Jenderal Pemasyarakatan dengan tujuan melakukan pencegahan peredaran gelap narkoba serta deteksi dini terhadap gangguan keamanan dan ketertiban di lingkungan Lapas dan Rutan,” kata Abdul.

Dia mengatakan saat sidak, petugas tidak menemukan narkoba di dalam Lapas hunian warga binaan. Akan tetapi, pihaknya menyita barang-barang yang dianggap akan memicu gangguan keamanan.

“Kita temukan sendok, gunting kuku, tali sepatu, alat cukur, kaca, kawat, kabel listrik, botol kaca spion motor, dan gantungan baju. Barang-barang tersebut langsung disita dan dimusnahkan,” ungkapnya.

Untuk itu, Abdul menambahkan kedepannya pihaknya akan terus melakukan sidak seperti ini. Ini sebagai bentuk komitmen serta keseriusan Rutan Muntok dalam mencegah adanya peredaran narkoba dan gangguan keamanan di lingkungan rutan.

“Sidak dan razia semacam ini nantinya menjadi agenda rutin kami sebagai komitmen serta mendukung program Dirjenpas. Dan sidak hari ini berjalan dengan aman, tertib dan terkendali,” tutupnya. (*/IBB )

Petahana Ikut Pilkada Wajib Cuti Selama Masa Kampanye

Koordinator Divisi Teknis Penyelenggaraan KPU Bangka Barat, Harpandi

WARTABANGKA.COM, MUNTOK – Koordinator Divisi Teknis Penyelenggaraan KPU Bangka Barat, Harpandi mengatakan petahana yang akan maju pada Pilkada 2020 harus cuti selama masa kampanye, yakni selama 71 hari.

Dia menjelaskan aturan cuti bagi petahana telah diatur dalam Keputusan Komisi Pemilihan Umum RI Nomor 394/PL.O2.2-Kpt/06/KPU/VIII/202O serta PKPU Nomor 1 Tahun 2020.

“Jadi pendaftaran dari tanggal 4 sampai 6 September, penetapan pasangan calon tanggal 23 September serta kampanye itu tanggal 26 September sampai 5 Desember. Jadi di waktu 71 hari ini lah bupati itu akan melakukan cuti sebagai petahana,” jelas Harpandi, Kamis (27/8).

Dengan demikian, menurut dia, Harpandi menyebutkan selama masa kampanye, petahana tidak boleh menggunakan fasilitas negara untuk kepentingan pilkada diantaranya rumah dinas, mobil dan lain sebagainya.

“Jadi, kendaraan, termasuk rumah dinas, melepaskan seluruh fasilitas. Semua yang berkaitan dengan fasilitas yang dibiayai oleh negara tidak boleh digunakan selama masa cuti kampanye,” katanya.

Sementara itu, Bupati Bangka Barat, Markus mengungkapkan siap mengikuti semua aturan sebagaimana yang diatur dalam PKPU.

“Kita kan lagi menunggu PKPU nya, kalau saya akan mengikuti semua aturan, siap cuti selama masa kampanye. Pokoknya kita ikut aturan aja,” katanya. (*/IBB)

Polisi Tangkap 2 Bandit Modus Pecah Kaca Mobil Asal Sumsel

Dua tersangka pencurian dengan modus pecah kaca mobil berikut barang bukti diamankan di Mapolres Bangka Barat. WARTABANGKA.COM/IBB

WARTABANGKA.COM, MUNTOK – Tim gabungan dari Polsek Tempilang bersama Polres Bangka Barat berhasil mengamankan dua pelaku curat dengan modus pecah kaca mobil yang terjadi di Simpang Yul, Kecamatan Tempilang Kabupaten Bangka Barat.

Keduanya adalah TA ( 36 ), warga Desa Mangun Jaya Kecamatan Kayuagung Kabupaten OKI Provinsi Sumsel dan EF ( 46 ), warga Desa Terusan Menang Kecamatan Sirah Pulau Padang, Kabupaten OKI Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel). 

Aksi pencurian ini terjadi di depan rumah Sudirman (43) yang berada di Dusun Penegak, Desa Simpang Yul, Kecamatan Tempilang pada Selasa (25/8) sekitar pukul 10.30 Wib.

Menurut Kapolsek Tempilang, Ipda R.T. A. Sianturi dari keterangan korban saat itu korban sedang memarkirkan mobilnya jenis Honda Jazz di depan rumahnya.

“Kemudian saat korban keluar dari rumah hendak ke mobilnya, korban menemukan bahwa kaca belakang sebelah kanan mobilnya sudah dalam keadaan pecah,” ujar kapolsek, Rabu (26/8).

Saat korban mengecek ke bagian jok mobil belakang, ternyata satu unit tas ransel warna coklat Polo dimana didalamnya terdapat dokumen SDN 17 Tempilang dan satu unit Handphone OPPO A9 2020 sudah raib.

Kemudian, lanjut dia, ada salah satu warga yang sempat melihat mobil Yaris warna merah dengan plat BG yang baru melaju dari depan rumah korban ke arah Tempilang.

“Korban pun langsung melapor ke Polsek Tempilang. Usai menerima laporan dari korban Polsek Tempilang langsung berkoordinasi dengan Polres Bangka Barat,” kata kapolsek.

Namun, tak perlu memakan waktu yang lama, akhirnya kedua pelaku berhasil diamankan tim gabungan di Pelabuhan Tanjung Kalian saat hendak menyeberang ke Palembang.

Dari tangan pelaku, pihaknya berhasil mengamankan barang bukti, satu unit mobil Toyota Yaris warna merah, satu unit Handphone merk OPPO A9 2020. Kapolsek menjelaskan kedua pelaku melakukan aksi pencurian ini dengan cara memecahkan kaca mobil mengunakan busi.

“Kedua pelaku nekat mencuri dikarenakan pelaku terlilit hutang. Pelaku juga sudah mengikuti korban saat berada di salah satu ATM di Tempilang hingga ke rumah korban,” tutup Kapolsek. (*/IBB)

Mantan Kabag Operasional PT BPRS Muntok Resmi Ditahan

WARTABANGKA.COM, MUNTOK – Kejaksaan Negeri (Kejari) Bangka Barat akhirnya melakukan penahanan terhadap mantan kabag operasional PT Bank Pembiayaan Rakyat Syariah (BPRS) Babel Cabang Muntok berinisial M, Selasa malam (25/8).

Dia ditahan karena diduga terlibat kasus tindak pidana korupsi kredit fiktif. Sebelumnya, pihak Kejari telah lebih dulu menahan tersangka KTH yakni mantan Kepala PT BPRS Cabang Muntok.

Kajari Bangka Barat, Helena Octavianne mengatakan seluruh pengajuan kredit fiktif di PT BPRS Cabang Muntok lewat tersangka M. Tanpa peranan tersangka M, kata Helena, maka kredit fiktif tidak akan cair.

“Karena kabag operasional bukan hanya andil dalam pencairan ini tetapi dia kan memeriksa juga apakah ini benar atau tidak. Sebagai kabag operasional tentunya dia mengetahui kalau ada yang salah. Dia (M-red) salah tapi dia bilang ini adalah sistemnya dan kemudian tersangka satu (KTH-red) yang menyuruh,” ujar Helena kepada wartawan saat konferensi pers.

Untuk itu, dikatakan Helena, pihaknya masih akan terus menggali lagi lebih dalam peran serta dari tersangka kedua untuk kasus korupsi ini.

“Kalau untuk hal tersebut sebenarnya ada agunan jaminan ya, yang mana memang ada dari keluarganya terus kemudian kita belum gali lagi karena yang penting kita cari dulu peran serta dari tersangka kedua ini apa,” katanya.

“Pasti, peranannya pasti tapi misalnya tadi dibilang menikmatinya kita belum memastikan tapi kalau peran sertanya pasti pasal dua pasal tiga itu kan dengan memperkaya diri sendiri atau orang lain unsurnya kan disitu,” sambungnya.

Sementara itu, Kasi Pidsus Kejari Bangka Barat, Agung Dhedi Dwi Handes menjelaskan peran aktif dari tersangka M yang memalsukan tanda tangan atas nama nasabah. Ditambah lagi adanya dua rekening penampungan setoran nelayan yang diatasnamakan salah satu nama PNS di Kabupaten Bangka Barat.

Namun, dari keterangan PNS yang bersangkutan, dia tidak pernah membuat rekening penampungan setoran nelayan. Uang yang disetor ke rekening ternyata diambil dan dikeluarkan serta bukti-bukti penarikan tersebut yang bertanda tangan adalah tersangka M.

“Selain itu peran aktif yang selanjutnya adanya pembiayaan-pembiayaan fiktif yang dicairkan langsung di RTGS untuk pembelian barang barang milik tersangka satu diantaranya misalnya membeli mobil Fortuner, tanah dan rumah,” jelas Agung.

Dia menambahkan saat ini tersangka M ditahan di tahanan Polsek Muntok dengan jangka waktu penahanan selama dua puluh hari ke depan.

“Tersangka akan dikenakan pasal dua dengan amcaman minimal empat tahun penjara. Kalau untuk pasal dua ancamannya minimal 4 tahun nanti kita kan melihat dari sisi kerugian negara dan ada hal-hal yang memberatkan atau meringankan tersangka,” katanya. (*/)

Gubernur Erzaldi Hadiri Dialog Kebangsaan HUT TVRI ke-58

Dialog Kebangsaan bertajuk Merawat Indonesia Dari Bumi Bangka di Pesanggrahan Muntok, Kabupaten Bangka Barat, Rabu (19/8). IST

WARTABANGKA.COM, MUNTOK – Gubernur Kepulauan Bangka Belitung (Babel), Erzaldi Rosman Djohan menghadiri Dialog Kebangsaan bertajuk Merawat Indonesia Dari Bumi Bangka di Pesanggrahan Muntok, Kabupaten Bangka Barat, Rabu (19/8). Dialog Kebangsaan ini merupakan salah satu rangkaian acara untuk menyemarakkan Hari Ulang Tahun TVRI ke-58.

Selain Erzaldi, turut hadir Kapolda Babel, Irjen Pol. Anang Syarif Hidayat dan Direktur Utama Lembaga Penyiaran Publik (LPP) TVRI Kepulauan Babel, Iman Brotoseno juga hadir sebagai pembicara dalam dialog ini.

Dirut LPP TVRI Kepulauan Babel, Iman Brotoseno menyebut TVRI mempunyai misi untuk merawat kebhinekaan sebagaimana yang telah diamanakan oleh Undang-Undang. Menurutnya, keharmonisan dari keberagaman, dapat dilihat di Bangka Belitung. 

“Sebagai salah satu contohnya, Kelenteng Kung Fuk Miao dan Masjid Jamik di Muntok yang berdiri berdampingan. Kita bisa melihat bagaimana akulturasi budaya sejak lama disini. Ini nggak usah jauh-jauh, itu ada kelenteng dengan berdampingan dengan masjid itu merupakan simbol akulturasi budaya yang sebenarnya merupakan ciri khas kebhinekaan dan ini harus kita jaga,” katanya.

Untuk itu, TVRI berkewajiban untuk terus menjaga hal tersebut. Hal ini sesuai dengan slogan nya yakni Media Pemersatu Bangsa. Dari itulah, TVRI mempunyai tanggung jawab untuk merawat nilai-nilai kebangsaan.

“Saya rasa kedepan konten-konten dari Bangka Belitung akan sangat bermanfaat, bisa menjadi konten-konten mengisi yang sesuai dengan nafas kebangsaan. Jadi kita bisa melihat ada budaya Melayu, budaya Tionghoa, budaya lokal dan semuanya melebur jadi satu disitu. Jadi kita bisa melihat Indonesia Mini disitu sebenarnya,” ujar Iman. 

Dalam kegiatan ini juga dihadiri oleh Ketua TP PKK Provinsi Babel, Melati Erzaldi, Kepala Kejaksaan Tinggi Babel, Dr. I Made Suarnawan,S.H.,M.H., Bupati Bangka Barat, Markus, S.H., bersama Pj. Sekda, Hartono, S.E., Kapolres Bangka Barat, AKBP Fedriansah, Dandim 0431/BB, Letkol Inf. Agung Wahyu Perkasa dan tamu undangan lainnya. (*/)

Unit Reskrim Polsek Jebus Ringkus Komplotan Pencuri di Toko Bro

Unit Reskrim Polsek Jebus berhasil meringkus komplotan pelaku pencurian, Senin (17/8). WARTABANGKA.COM/IRA

WARTABANGKA.COM, MUNTOK – Unit Reskrim Polsek Jebus berhasil meringkus komplotan pelaku pencurian, Senin (17/8) sekitar pukul 22.00 Wib. Pelaku yang diamankan yakni Jum (16), AST (12), WR (16), MA (13) dan seluruhnya merupakan warga Kecamatan Parittiga.

Kapolsek Jebus, AKP Muhammad Saleh mengatakan kejadian pencurian ini terjadi di Toko Bro di Desa Puput milik Mangapul Pardede (40), warga kompleks Rambat Desa Sekar Biru, Minggu (16/8) sekitar pukul 07.36 Wib.

“Berawal dari karyawan korban yang bernama saudara Meli menelepon korban dan mengabarkan bahwa Toko Bro kepunyaan korban telah terjadi tindak pidana pencurian,” ungkap AKP Muhammad Saleh, Rabu (19/8).

Kapolsek melanjutkan mengetahui bahwa tokonya dicuri, korban langsung mengecek CCTV yang ada di toko dan melihat dalam video CCTV terdapat tiga orang pelaku tersebut. Kemudian korban melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Jebus.

“Modus pelaku dalam melakukan pencurian dengan cara memasuk ke dalam toko dengan menjebol pintu belakang toko,” ujar kapolsek.

Setelah menerima laporan dari korban, pihaknya segera melakukan penyelidikan. Berdasarkan hasil penyelidikan, diketahui bahwa pelaku berada di rumah saudaranya yang berada di Dusun Bukit Lintang Desa Puput Kecamatan Parittiga.

“Selanjutnya tim yang dipimpin Ipda Diki Z, SH., berkoordinasi dengan bhabinkamtibmas Desa Puput untuk melakukan penangkapan. Pada saat penangkapan turut diamankan juga pelaku yang merupakan DPO pencurian toko buah milik saudara Sobli yang berada di sebelah Kedai Kopi 74 yakni MA (13). Pelaku ditangkap dan diamankan di Mako Polsek Jebus guna penyidikan lebih lanjut,” sebut Kapolsek.

Kapolsek menambahkan akibat dari kejadian itu, korban mengalami kerugian sebesar Rp3,5 juta termasuk kehilangan 20 bungkus rokok. “Petugas juga mengamankan barang bukti berupa sejumlah uang Rp 400ribu dan kasus pencurian ini masih dalam proses pengembangan dan penyelidikan lebih lanjut,” katanya. (*/)

Soal Kelanjutan Liga Sepak Bola Muntok, KONI Babar Sarankan Panitia Ajukan Surat ke GTPPC-19

Audiensi sejumlah panitia Liga Sepak Bola Muntok dengan Ketua KONI Babar, Rabu (19/8). WARTABANGKA.COM/IRA

WARTABANGKA.COM, MUNTOK – Sejumlah panitia Liga Sepak Bola Muntok (LSM) mendatangi Sekretariat KONI Bangka Barat  (Babar) di Jalan Jenderal Sudirman, Kecamatan Muntok, Rabu (19/8). Tujuan mereka untuk koordinasi perihal kelanjutan kompetisi sepak bola yang terhenti karena pandemi Covid-19. 

Kedatangan Ketua Pelaksana LSM, Eko Mahza Putra dan panitia LSM disambut oleh Ketua KONI Babar, Haji Muhammad Amin, Wakil I, Bastomi dan pengurus KONI lainnya.

“Seperti yang kita ketahui LSM kedua itu baru berjalan kurang lebih satu putaran jadi teman-teman yang ikut LSM ini bertanya kepada kita selaku panitia kapan pertandingan dimulai kayak di Belinyu jadi saya jelaskan kepada teman-teman kalian itu Bupati Cup, panitia resmi,” Ketua Panitia Pelaksana LSM, Eko Mahza Putra.

Menurut Eko, tata cara pelaksanaan pertandingan sepak bola di luar daerah biasanya digelar tanpa penonton. Akan tetapi, hal tersebut sangat mustahil dilakukan di Muntok karena setiap pertandingan pasti mengundang penonton.Untuk itu, dalam hal ini, pihaknya masih  berkoordinasi ke pihak-pihak terkait termasuk kepolisian, namun jawaban yang diberikan meragukan.

“Tapi kalau tidak ada apa-apa mereka tidak bertanggung jawab. Kita mengadakan pertandingan pasti mengundang penonton. Karena lapangan yang kita pakai terbuka di Lapangan Gelora. Setiap orang lewat pasti mampir liat. Kalau ada masalah apa-apa apalagi yang berkaitan dengan topik yang dipanggil pasti panitia. Jadi masuk kami mohon konsolidasi informasi arahan seperti apa,” tutupnya. 
 
Ketua KONI Bangka Barat, Haji Muhammad Amin menyampaikan untuk melaksanakan setiap kegiatan tentunya harus mengikuti protokol kesehatan Covid-19. Maka dari itu, dirinya memberikan saran kepada panitia LSM untuk mengajukan surat secara tertulis kepada GTPPC-19 dan kepolisian.

“Adapun syarat-syaratnya kita akan mengajukan secara tertulis ke pihak petugas gugus tugas kabupaten Bangka Barat. Dasarnya itu maka akan dikeluarkan izin. Dari itulah kita menyampaikan ke intel. Jadi ada izin keramaiannya jadi tidak serta merta kita menyelenggarakan acara dengan kemauan kita sendiri. Tentunya harapan saya seperti itu,” jelas Amin.

September, BPS Akan Laksanakan Sensus Penduduk Door To Door

Pertemuan Kepala BPS Babel, Dwi Retno dengan Bupati Babar di di OR 1 Setda Babar, Selasa (18/8) sore. WARTABANGKA.COM/IBB

WARTABANGKA.COM, MUNTOK – Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Bangka Belitung (Babel), Dwi Retno menyebutkan pihaknya akan melaksanakan sensus penduduk secara door-to-door pada September 2020 mendatang. Hal itu dilakukan guna konfirmasi dan validasi kembali baik penduduk yang sudah melakukan sensus penduduk online maupun penduduk yang belum melakukan sensus penduduk online.

“Jadi nanti petugas sensus kami akan didampingi oleh RT, door-to-door untuk menyisir ke rumah-rumah penduduk. Jadi untuk mengkonfirmasi kembali apakah nama-nama yang sudah kan kami membawa DP (Daftar Penduduk-red) yang berasal dari data dukcapil karena memang tujuan kami kedepan adalah menuju satu data kependudukan,” kata Dwi Retno saat sambutannya saat bertemu Bupati Bangka Barat (Babar) di OR 1 Setda Babar, Selasa (18/8) sore.

Menurutnya, petugas akan melakukan konfirmasi apakah nama-nama yang tercantum masih ada di lingkungan RT yang didatangi. “Jadi KK nya disini orangnya masih ada atau tidak atau orangnya sudah pindah atau orangnya sudah meninggal atau ada tambahan baru dikeluarga tersebut ditambahkan. Jadi karena prinsip kami adalah tidak ada boleh yang terlewat jadi harus dikonfirmasi semua,” lanjutnya.

baca juga: Sensus Penduduk Online Capai Target, Pemkab Babar Terima Penghargaan dari BPS

Kemudian, dilanjutkan Dwi Retno, pihaknya mempunyai tujuan untuk menuju satu data kependudukan. Maka, apabila penduduk yang belum mempunyai Nomor Induk Kependudukan (NIK) akan ditindak lanjuti oleh Kemendagri melalui dinas kependudukan dan catatan sipil. 

Setelah itu akan diproses untuk diberikan NIK agar seluruh penduduk bisa memiliki NIK.

“Ini kami harapkan bisa tahapan sensus 2020 selesai di bulan September dengan nanti ada hari sensus nanti kami akan mencacah mereka-mereka yang diluar SLS. Jadi yang ada di ABK ada di daerah terpencil, gelandangan dan yang dikolong jembatan kalau di Jakarta ada yang tinggal di gerbong-gerbong kereta atau sebagainya kita sisir semua,” jelas Dwi Retno.

Sensus Penduduk Online Capai Target, Pemkab Babar Terima Penghargaan dari BPS

Kepala BPS Provinsi Babel, Dwi Retno Wilujeng Wahyu Utami menyerahkan penghargaan kepada Bupati Babar, Markus di OR 1 Setda Babar, Selasa (18/8) sore. WARTABANGKA.COM/IBB

WARTABANGKA.COM, MUNTOK – Pemerintah Kabupaten Bangka Barat (Babar) menerima penghargaan dari Badan Pusat Statistik (BPS) Republik Indonesia atas capaian target dalam Sensus Penduduk Online (SPO) 2020.

Penghargaan diserahkan oleh Kepala BPS Provinsi Babel, Dwi Retno Wilujeng Wahyu Utami kepada Bupati Babar, Markus di OR 1 Setda Babar, Selasa (18/8) sore.

“Seperti yang disampaikan oleh pak Zai (Kepala BPS Bangka Barat-red) bahwa kami ingin menyampaikan amanat dari kepala BPS menyampaikan piagam penghargaan telah melaksanakan Sensus Penduduk Online,” kata Dwi Retno dalam sambutannya.

Dwi Retno menjelaskan Sensus Penduduk Online yang dilaksanakan tanggal 15 Februari hingga 29 Mei 2020 kemarin di Kabupaten Bangka Barat telah mencapai target sebesar 26 persen lebih. Dengan jumlah penduduk yang merespon Sensus Penduduk Online sebesar 57.000 penduduk.

“Artinya kita tinggal melanjutkan tahap berikutnya karena itu kami tetap sekali lagi mohon dukungan bapak bupati dan juga jajarannya agar kami dibantu untuk pelaksanaan sensus penduduk bulan september depan,” jelas Dwi Retno.

Sementara itu, Bupati Babar, Markus menyampaikan rasa terima kasih kepada BPS RI yang telah memberikan penghargaan ini. Menurutnya, penghargaan ini bisa didapatkan berkat kerja keras bersama.

“BPS juga gigih sama-sama kita bahkan saya sudah berkali-kali menyampaikan bahkan ke desa-desa disampaikan kita sukseskan sensus penduduk 2020 ini. Ini menjadi atensi kita bersama karena kita sangat perlu data-data ini jadi kita saling membutuhkan,” ujar Markus.

Maka dari itu, dirinya berharap dibawah kepemimpinan Muhammad Kaidi sebagai Kadis Dukcapil, Suradi sebagai Kadis Dinsos Pemdes, Rukiman sebagai Kadis Disdikpora dan Antoni Pasaribu sebagi Kepala BKPSDM untuk lebih proaktif lagi dan bersinergi serta mendukung penuh BPS untuk melakukan sensus penduduk ini.

“Kuncinya kalau empat dinas ini sudah berjalan baik optimal selesai itu. Kuncinya empat inilah yang paling menentukan empat dinas ini untuk mensukseskan sensus online ini,” ungkapnya.

“Sekali lagi saya ucapkan terima kasih kepada pihak BPS yang sudah memberikan piagam penghargaan kepada Pemkab Bangka Barat. Semoga ini menjadi motivasi kami lagi untuk lebih baik lagi kedepannya,” tambah Markus. (*/)